Thursday, October 30, 2025

Keutamaan Orang Alim atas Ahli Ibadah.

 


Nabi Muhammad SAW bersabda:


فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ


"Keutamaan orang alim di atas orang yang ahli ibadah, seperti bulan di malam purnama di atas semua bintang-bintang".



🕌 Keutamaan Orang Alim atas Ahli Ibadah

“Keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti bulan purnama atas seluruh bintang.”
Penulis: M. Djoko Ekasanu


📰 Ringkasan Redaksi

Hadis Nabi Muhammad ﷺ ini menjelaskan betapa agungnya kedudukan orang yang berilmu (‘alim) dibandingkan dengan ahli ibadah (‘abid). Seorang alim bukan hanya beribadah untuk dirinya sendiri, tetapi menjadi penerang bagi umat, sebagaimana bulan purnama yang cahayanya menerangi langit malam dan seluruh bintang di sekitarnya.


📜 Latar Belakang di Masa Nabi

Pada masa Rasulullah ﷺ, terdapat sebagian sahabat yang sangat tekun beribadah namun kurang memperhatikan ilmu. Mereka beranggapan bahwa banyaknya ibadah adalah puncak dari ketaatan. Rasulullah ﷺ kemudian meluruskan pemahaman ini dengan sabda di atas — bahwa ilmu menjadi penentu arah ibadah agar tidak salah tujuan dan agar manfaatnya meluas bagi orang lain.


⚖️ Sebab Terjadinya Masalah

Munculnya perbandingan antara alim dan abid disebabkan oleh kesalahpahaman sebagian umat yang menilai keutamaan berdasarkan banyaknya amal lahiriah, bukan pada ilmu yang membimbing amal itu. Maka Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa ibadah tanpa ilmu bisa menyesatkan, sedangkan ilmu tanpa amal bisa menipu. Keduanya harus berjalan seiring, namun ilmu memiliki derajat lebih tinggi karena menjadi cahaya penuntun.


🩵 Intisari Judul

  • Orang alim menyinari banyak hati sebagaimana bulan menyinari langit malam.
  • Ilmu yang bermanfaat lebih luas nilainya dibanding ibadah pribadi.
  • Ilmu tanpa ibadah kering, ibadah tanpa ilmu buta.

🎯 Tujuan dan Manfaat

  1. Menumbuhkan semangat menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah.
  2. Mengingatkan umat agar tidak terjebak pada kesalehan ritual semata.
  3. Menjadikan ilmu sebagai sumber cahaya bagi masyarakat dan generasi penerus.

📖 Dalil Al-Qur’an dan Hadis

1. QS. Al-Mujadilah [58]: 11

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."

2. QS. Az-Zumar [39]: 9

"Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"

3. Hadis Riwayat Tirmidzi

"Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi."


🧭 Analisis dan Argumentasi

Rasulullah ﷺ menyamakan alim dengan bulan purnama karena:

  • Bulan tidak memiliki cahaya sendiri, namun memantulkan cahaya matahari. Demikian pula alim, yang cahayanya berasal dari wahyu dan ilmu Allah.
  • Cahaya bulan menuntun orang yang berjalan di kegelapan malam; demikian pula alim menuntun umat dalam gelapnya kebodohan.
  • Bintang (ahli ibadah) indah dan berharga, namun tidak bisa menerangi jalan orang banyak.

Dengan demikian, alim adalah sumber kehidupan rohani masyarakat, pembimbing arah kebenaran, dan penjaga kemurnian agama.


🕰️ Relevansi Saat Ini

Di era digital, banyak orang rajin beribadah, namun sedikit yang memahami hakikat agama secara benar. Media sosial kadang memperbanyak semangat tanpa ilmu, sehingga timbul fanatisme, kesalahpahaman, bahkan kebencian.
Ilmu agama yang benar menjadi kompas agar ibadah tidak berubah menjadi kesesatan. Maka penting bagi umat Islam untuk menghidupkan majelis ilmu, menguatkan pendidikan agama, dan menjadikan ulama sebagai panutan moral dan spiritual.


🌙 Hikmah

  1. Ilmu adalah cahaya; ibadah tanpa ilmu adalah kegelapan.
  2. Orang alim hidupnya memberi manfaat luas, bahkan setelah wafat.
  3. Menuntut ilmu adalah ibadah yang pahalanya terus mengalir.

💭 Muhasabah dan Caranya

  • Sudahkah kita menuntut ilmu bukan hanya untuk debat, tetapi untuk diamalkan?
  • Sudahkah ibadah kita berlandaskan ilmu, bukan sekadar kebiasaan?
    Caranya:
  1. Ikuti majelis taklim dengan guru yang bersanad.
  2. Amalkan setiap ilmu walau sedikit.
  3. Ajarkan ilmu dengan niat ikhlas.
  4. Berdoalah agar ilmu menjadi cahaya, bukan kesombongan.

🤲 Doa

اللهم علمنا ما ينفعنا وانفعنا بما علمتنا وزدنا علماً وعملاً صالحاً
“Ya Allah, ajarilah kami ilmu yang bermanfaat, berikan manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan, dan tambahkanlah ilmu serta amal yang saleh.”


💬 Nasehat Para Tokoh Sufi

Hasan al-Bashri:

“Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesesatan.”

Rabi‘ah al-Adawiyah:

“Ilmu adalah jembatan menuju cinta Allah. Tanpanya, ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa ruh.”

Abu Yazid al-Bistami:

“Barang siapa belajar ilmu untuk dirinya, dia mendapatkan cahaya kecil. Barang siapa belajar untuk Allah, maka dia menjadi cahaya itu sendiri.”

Junaid al-Baghdadi:

“Orang alim yang sejati adalah yang menjadikan hatinya tempat turunnya rahmat, bukan sekadar gudang pengetahuan.”

Al-Hallaj:

“Ilmu yang tidak mengantarkanmu kepada Allah adalah hijab, bukan petunjuk.”

Imam al-Ghazali:

“Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Amal tanpa ilmu ibarat berlayar tanpa kompas.”

Syekh Abdul Qadir al-Jailani:

“Ilmu adalah senjata mukmin. Gunakanlah ia dengan ikhlas agar tidak menjadi alat syaitan.”

Jalaluddin Rumi:

“Belajarlah ilmu yang membuatmu hidup, bukan hanya pintar berbicara. Karena cahaya ilmu adalah kehidupan hati.”

Ibnu ‘Arabi:

“Ilmu adalah rahasia Allah yang dititipkan pada hati hamba yang bersih.”

Ahmad al-Tijani:

“Setiap ilmu yang menghubungkanmu dengan Allah adalah ilmu hakiki. Selain itu hanyalah permainan dunia.”


📚 Daftar Pustaka

  1. Shahih al-Bukhari dan Sunan at-Tirmidzi
  2. Ihya’ ‘Ulum al-Din – Imam al-Ghazali
  3. Al-Fath ar-Rabbani – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
  4. Risalah al-Qusyairiyah – Imam al-Qusyairi
  5. Al-Futuhat al-Makkiyah – Ibnu ‘Arabi
  6. Mathnawi Ma’nawi – Jalaluddin Rumi
  7. Hilyatul Awliya’ – Abu Nu’aim al-Ashfahani
  8. Kitab al-Hikam – Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari

🙏 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada para ulama, guru, dan pembimbing ruhani yang telah menjaga cahaya ilmu Islam hingga kini. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya.


🕌 Keutamaan Orang Pinter vs Rajin Ibadah


“Keutamaan orang alim atas ahli ibadah tuh kayak bulan purnama dibandingin sama semua bintang.” Penulis: M. Djoko Ekasanu


📰 Intinya gini, guys...


Jadi, Nabi Muhammad ﷺ bilang gini nih: orang yang punya ilmu tuh levelnya lebih tinggi daripada yang cuma rajin ibadah doang. Kenapa? Soalnya orang pinter itu ibadahnya nggak cuma buat diri sendiri, tapi juga bisa jadi penerang buat orang lain — persis kayak bulan purnama yang cahayanya lebih terang dan nutupin cahaya bintang-bintang di sekitarnya.


📜 Dulu di Zaman Nabi gimana sih?


Zaman dulu ada beberapa sahabat yang super rajin ibadah tapi agak kurang peduli sama ilmu. Mereka pikir rajin ibadah = otomatis paling hebat. Nah, Rasulullah ﷺ langsung koreksi: “Eh, tunggu dulu...” — beliau kasih tau bahwa ilmu tuh penting banget buat nentuin arah ibadah kita, biar nggak nyasar dan manfaatnya bisa dirasakan banyak orang.


⚖️ Kenapa sih ini jadi masalah?


Soalnya banyak yang salah paham — ngira yang rajin ibadah aja udah cukup. Padahal ibadah tanpa ilmu bisa bikin sesat, ilmu tanpa ibadah juga percuma. Harus seimbang! Tapi ilmu lebih tinggi derajatnya karena dia jadi “cahaya” yang nuntun kita.


🩵 Inti judulnya:


· Orang berilmu = kayak bulan, nyinari banyak hati.

· Ilmu yang bermanfaat > ibadah sendirian.

· Ilmu tanpa amal = garing. Ibadah tanpa ilmu = buta.


🎯 Tujuannya apa?


· Biar kita semangat cari ilmu, soalnya itu juga ibadah.

· Ingetin kita biar nggak cuma fokus ibadah ritual doang.

· Biar ilmu jadi cahaya buat masyarakat dan generasi muda.


📖 Dalilnya gimana?


1. QS. Al-Mujadilah [58]: 11

   "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."

2. QS. Az-Zumar [39]: 9

   "Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"

3. Hadis Riwayat Tirmidzi

   "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi."


🧭 Kenapa sih alim disamain kayak bulan purnama?


· Bulan cahayanya dari pantulan matahari. Orang alim juga dapet “cahaya” dari Allah.

· Bulan nuntun orang yang jalan di gelap. Orang alim nuntun orang yang bingung.

· Bintang (ahli ibadah) emang cantik, tapi cahayanya terbatas.


Jadi, orang alim tuh kayak “penerang” buat umat — ngebimbing ke jalan yang bener.


🕰️ Masih relevan nggak di zaman now?


Di era medsos sekarang, banyak yang rajin ibadah tapi ilmunya dikit. Akhirnya gampang banget kena hoaks agama, fanatik buta, atau malah jadi benci sesama.

Makanya, ilmu agama yang bener tuh penting banget — biar ibadah kita nggak nyasar. Yuk, kita rajin ikutan kajian, cari guru yang jelas, dan jadikan ulama sebagai panutan.


🌙 Hikmahnya:


· Ilmu = cahaya. Ibadah tanpa ilmu = gelap.

· Orang alim manfaatnya luas, bahkan udah meninggal masih bisa dikenang.

· Cari ilmu = ibadah yang pahalanya terus ngalir.


💭 Muhasabah dulu yuk...


· Udah belum kita cari ilmu bukan cuma buat pamer atau debat?

· Ibadah kita udah based on ilmu atau cuma ikut-ikutan?


Caranya:


· Ikut kajian yang gurunya jelas sanadnya.

· Amalin ilmu yang dikit pun.

· Ajarkan lagi ke orang lain dengan niat yang bener.

· Doa biar ilmu jadi cahaya, bukan buat sombong.


🤲 Doa:


اللهم علمنا ما ينفعنا وانفعنا بما علمتنا وزدنا علماً وعملاً صالحاً

“Ya Allah, ajarilah kami ilmu yang bermanfaat, berikan manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan, dan tambahkanlah ilmu serta amal yang saleh.”


💬 Kata-kata mutiara para sufi:


· Hasan al-Bashri:

  “Ilmu tanpa amal = gila. Amal tanpa ilmu = sesat.”

· Rabi‘ah al-Adawiyah:

  “Ilmu itu jembatan buat cinta Allah. Tanpa ilmu, ibadah cuma rutinitas.”

· Abu Yazid al-Bistami:

  “Yang belajar buat diri sendiri dapet cahaya kecil. Yang belajar buat Allah, jadi cahaya itu sendiri.”

· Junaid al-Baghdadi:

  “Orang alim beneran tuh hatinya jadi tempat turunnya rahmat, bukan cuma gudang pengetahuan.”

· Al-Hallaj:

  “Ilmu yang nggak bikin deket sama Allah itu penghalang, bukan penuntun.”

· Imam al-Ghazali:

  “Ilmu tanpa amal = pohon tanpa buah. Amal tanpa ilmu = nelayan tanpa kompas.”

· Syekh Abdul Qadir al-Jailani:

  “Ilmu itu senjata orang beriman. Pake dengan ikhlas, jangan sampe jadi alat setan.”

· Jalaluddin Rumi:

  “Belajar ilmu yang bikin hidup, bukan cuma pinter ngomong. Soalnya cahaya ilmu = kehidupan hati.”

· Ibnu ‘Arabi:

  “Ilmu itu rahasia Allah yang dititipin ke hati yang bersih.”

· Ahmad al-Tijani:

  “Ilmu yang nyambungin lo sama Allah = ilmu beneran. Selain itu cuma main-main.”


📚 Referensi:


· Shahih al-Bukhari dan Sunan at-Tirmidzi

· Ihya’ ‘Ulum al-Din – Imam al-Ghazali

· Al-Fath ar-Rabbani – Syekh Abdul Qadir al-Jailani

· Risalah al-Qusyairiyah – Imam al-Qusyairi

· Al-Futuhat al-Makkiyah – Ibnu ‘Arabi

· Mathnawi Ma’nawi – Jalaluddin Rumi

· Hilyatul Awliya’ – Abu Nu’aim al-Ashfahani

· Kitab al-Hikam – Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari


🙏 Terima kasih!


Big thanks buat para ustadz, guru, dan semua yang udah jaga cahaya ilmu Islam sampai sekarang. Semoga kita jadi bagian dari orang yang berilmu dan ngamalin ilmunya! Aamiin.