Rabu, 24 November 2010

Keputihan Saat Hamil

Keputihan Saat Hamil

Saya (29 ) ibu dari satu anak (1), kini tengah hamil anak kedua, usia kandungan 5 bulan. BB saya naik 6 kg. Anak pertama lahir normal, namun keesokan harinya saya menjalani operasi pengangkatan indung telur sebelah kanan karena ada kista. Alhamdulillah, walaupun indung telur saya tinggal satu, secara alamiah saya berhasil hamil lagi. Namun, berbeda dari kehamilan pertama, kehamilan kedua kali ini saya rasakan lebih berat karena janin lebih cepat tumbuh dibanding saat kehamilan pertama. Usia kandungan 5 bulan rasanya seperti sudah 8 bulan.

Saya juga mengalami keputihan (bening, kadang putih, tidak kental). Suami pun kadang mengeluh karena setelah hubungan, kelaminnya ikut gatal. Untuk itu, saya diberi obat semprot Lactacyd oleh dokter, tapi saya jarang sekali memakainya karena pada leafletnya tertulis terlarang bagi wanita hamil. Saya lalu menggunakan cairan pembersih kewanitaan yang dijual bebas. Kini keputihan agak berkurang, walau belum hilang sama sekali. Apakah keputihan itu wajar karena janin terlalu besar? Selain itu saya juga mengalami gatal-gatal yang sesekali muncul. Anehnya rasa gatal itu hanya sekitar paha hingga kaki. Karena tidak tahan sering saya garuk hingga terluka. Apakah gatal itu pengaruh hormon atau keracunan kehamilan seperti halnya kaki bengkak? Apakah saya harus tes TORCH? Terimakasih atas jawaban dokter.

Ibu HH - Jakarta

Keputihan yang tidak gatal, berbau, bening, jumlahnya sedikit, atau tidak bercampur darah merupakan hal normal pada ibu hamil. Bila mengganggu coba cuci dengan air bersih, sering berganti celana dalam dan lakukan pemeriksaan cairan vagina untuk menemukan penyebab dari keputihan tersebut. Pemeriksaan biakan kuman atau sediaan basah cairan vagina dapat menemukan penyebab dari keputihan. Rasa gatal biasanya timbul akibat infeksi jamur, pengobatannya dengan antijamur, bukan antibiotika. Suami Ibu sebaiknya berobat ke dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin.

Perut yang dirasakan cepat membesar dapat disebabkan oleh kehamilan ganda, kembar air, kembung yang berlebihan, atau ada kelainan lain dalam rongga perut, misalnya kista atau juga akibat pertambahan berat badan yang berlebihan. Sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter Ibu untuk mencari penyebabnya. Rasa gatal yang menyebar ke paha bisa juga akibat infeksi jamur atau akibat regangan kulit yang berlebihan.

Istilah keracunan kehamilan merupakan istilah yang salah, yang benar adalah penyakit darah tinggi pada kehamilan (preeklamsia) dan gejalanya bukan gatal, tapi peningkatan tekanan darah 140/90 mmH, dan kebocoran protein dalam urin. Pemeriksaan TORCH tidak rutin dilakukan tetapi harus ada alasan medis, misalnya pernah mengalami cacat bawaan (misalnya hidrosefalus), memelihara kucing dan sering mengonsumsi daging setengah matang, atau sering berkebun tanpa memakai sarung tangan.

Mengontrol Kolestrol Kala Puasa

Mengontrol Kolestrol Kala Puasa

Foto: Getty Images

Puasa idealnya membuat pola makan teratur. Namun faktanya, jenis makanan yang dikonsumsi justru berlebihan kandungan gula dan lemak.

Duk! Duk! Duk! Begitu beduk terdengar, tak sabar rasanya ingin segera menyantap hidangan yang tersaji di atas meja. Hati-hati, lho! Banyak lemak jahat dan gula-gula tak sehat bersembunyi di dalam hidangan berbuka puasa yang legit nikmat itu. Artinya, bahaya kolesterol yang tidak main-main.

“Kelebihan kolesterol dan menumpuk pada dinding pembuluh darah, akan mengakibatkan penebalan pada dinding pembuluh darah/ arterosklerosis, juga stroke . Selain itu, kelebihan trigliserida juga mengakibatkan penyakit jantung koroner,” ungkap Hersanti Sulistyaningrum, S.Gz , Kepala Instalasi Gizi Brawijaya Women and Children Hospital.

Awal Si Kolesterol Jahat

Sebenarnya lemak merupakan zat gizi yang diperlukan tubuh. Sebagai sumber energi, sumber asam lemak esensial dan alat angkut vitamin larut lemak (A, D, E, K). Lemak juga berfungsi sebagai pelumas, pemelihara suhu tubuh, serta pelindung organ tubuh agar tetap di tempatnya (melindungi dari benturan dan bahaya lain). Namun sayangnya, pada beberapa orang dengan gangguan metabolisme lemak bisa terjadi hiperkolesterolemia (tingginya kadar kolesterol dalam darah) dan gangguan ini bisa menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

Tingginya kolesterol dalam darah seringkali dikaitkan dengan kondisi seseorang dengan kekacauan metabolisme akibat hiperlipidemia (peningkatan kadar lipid) maupun hiperlipoproteinemia (peningkatan kadar lipoprotein). Ini disebabkan kolesterol dalam darah bergantung banyaknya kolesterol yang dibawa oleh lipoprotein ke dalam darah.

Ada 4 jenis lipoprotein yang umum dikenal, LDL (low density lipoprotein ), VLDL (very low density lipoprotein ) dan HDL (high density lipoprotein ). LDL adalah lipoprotein yang dituding sebagai penyebab hiperkolesterolemia. Bila LDL tinggi dan HDL rendah, maka risiko serangan jantung meningkat.

Penyebab tingginya kadar kolesterol dalam darah disebabkan banyak faktor. Seperti, sindrom metabolik, diabetes melitus, hipotiroid, anoreksia, gangguan tidur, berat badan berlebih, faktor keturunan serta pola makan tinggi karbohidrat (terutama gula sederhana) dan lemak jenuh (terutama lemak trans).

Hanya sekitar 20 hingga 25 persen kolesterol dibentuk di dalam hati dan sedikit kolesterol yang diserap langsung dari makanan sehari-hari. Namun pola makan buruk juga menjadi pemicu dominan pada hiperlipidemia oleh faktor genetika.

Kolesterol vs Gemuk

Benarkah hanya orang gemuk yang mengidap kolesterol tinggi? Jawabannya adalah tidak. Kadar kolesterol tinggi tidak berkaitan secara langsung dengan berat badan. Tubuh kurus belum tentu terbebas dari hiperkolesterolemia.

Kolesterol sangat dipengaruhi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh. Misalnya, makanan yang digoreng dengan minyak goreng yang dipakai berulangkali, makanan yang banyak mengandung lemak hewani, serta makanan yang tinggi karbohidrat.

Fakta menyebutkan, konsumsi makanan tinggi karbohidrat (terutama olahan) meningkatkan trigliserida, menurunkan kadar HDL dan meningkatkan partikel LDL dalam darah, membuat pola distribusi kolesterol yang tak sehat. Jadi, hiperkolesterolemia tak hanya diidap orang gemuk, yang kurus pun bisa.

Makanan-makanan Tinggi Kolesterol

Kolesterol dibentuk di hati berdasarkan kadar kolesterol dalam darah pada saat itu. Apabila kadar kolesterol pada saat itu jumlahnya cukup banyak, maka hati tidak memproduksi kolesterol. Demikian pula sebaliknya, ketika kadar kolesterol rendah, maka hati akan memproduksinya. Proses pembentukan kolesterol ini tidak mengenal pagi, siang, ataupun malam.

Untuk mengurangi risiko pembentukan kolesterol, hindari makanan-makanan yang dicurigai dapat menaikkan kolesterol dalam darah.

Kolesterol hanya terdapat dalam makanan asal hewan. Sumber utama kolesterol adalah hati, ginjal, kuning telur, daging, susu full cream , keju, udang, dan kerang. Namun pada ayam dan ikan, kandungan kolesterol relatif sedikit.

Tanpa Gejala

Menurut jurnal medis, peningkatan kolesterol tidak mengakibatkan gejala spesifik. Namun bila kadar kolesterol di atas 200 mg/dl, sebaiknya waspada akan risiko gangguan kardiovaskuler.

Konsumsi makanan secara seimbang dan kurangi konsumsi makanan dengan lemak jenuh berlebih (gorengan dan jeroan) adalah cara menurunkan risiko tersebut.

Selain itu, konsumsilah serat tinggi mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah secara signifikan, serat (pektin) dapat menyerap kolesterol dalam usus halus dan dikeluarkan melalui feses.

Serat ini bisa didapat dari konsumsi sumber nabati seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian (seperti havermout, katul dan beras merah).

Sisi Buruk Kolesterol

Kolestrol memang dibutuhkan tubuh, namun di sisi lain, ia dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah. Pada jangka waktu lama ia dapat menjadi penyebab gangguan jantung koroner, penyakit serebrovaskular dan gangguan-gangguan yang lain.

Ada beberapa hal yang dikaitkan dengan efek buruk kolesterol, yakni lipoprotein (alat angkut lemak/ lipid) dan trigliserida. HDL merupakan lipoprotein yang bertugas mengambil kolesterol serta fosolipida dari dalam darah dan menyerahkan pada lipoprotein lain untuk diangkut kembali ke hati. Kemudian lemak akan diedarkan kembali atau dikeluarkan dari tubuh. Inilah mengapa, kadar HDL yang tinggi seringkali dianggap sebagai indikasi kadar kolesterol masih baik.

Sedangkan reseptor LDL di dalam hati mengatur kolesterol darah. Jika LDL meningkat, maka sel-sel perusak akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Plak yang bercampur dengan protein, akan ditutupi oleh sel-sel otot dan kalsium sehingga dalam jangka waktu bertahun-tahun bisa terjadi arteriosclerosis (penebalan dinding dan penyempitan pembuluh darah penyebab tekanan darah dan beban kerja jantung meningkat, red.).

Ada pula yang dikenal dengan VLDL, dimana merupakan alat angkut lemak yang dibentuk di dalam hati dan terdiri atas trigliserida. Nah, trigliserida itu sendiri merupakan lipida utama dalam makanan yang fungsi utamanya sebagai zat energi. Kadar trigliserida plasma banyak dipengaruhi oleh kandungan karbohidrat makanan dan kegemukan.

Kenaikan kadar trigliserida dalam plasma (hipertrigliseridemia) juga dikaitkan dengan terjadinya penyakit jantung koroner.

Laili Damayanti

Dengan Implan, Senyum pun Makin Menawan

Dengan Implan, Senyum pun Makin Menawan (1)

Foto: Getty Images

Salah satu cara terkini mengganti gigi ompong adalah dengan teknik ­implan. Selain nyaman, senyum Anda pun akan indah mengembang.

Gigi memiliki fungsi yang sangat penting. Selain berperan dalam fungsi pencernaan, gigi juga sangat menunjang penampilan kita. Gigi ompong sudah pasti akan merusak penampilan. Selain mengganggu penampilan, gigi ompong juga membuat Anda tak nyaman saat makan. Makanan yang masuk ke dalam mulut tidak akan tercerna dengan baik jika pengunyahan tidak sempurna. Nah, salah satu cara untuk mengganti gigi ompong kini bisa dilakukan dengan implan gigi.

Tak Selesai dengan Cabut Gigi

Implan gigi adalah sebuah cara menggantikan fungsi gigi asli dengan gigi tiruan dengan memasang semacam sekrup yang ditanamkan ke dalam tulang rahang.

Sekrup yang berfungsi sebagai selongsong gigi ini ini berfungsi sebagai pengganti akar gigi asli. “Bentuknya memang seperti sekrup, terbuat dari bahan titanium yang bersifat kompatibel, bisa menyatu dengan sel jaringan yang ada di sekitar tulang rahang. Ia bisa diterima jaringan tubuh, sehingga tidak ada efek samping,” kata Dr. Lita R. Darmawan, FISID , Implantologist & Aesthetic Dentist dari Kharinta Dental Clinic , Bintaro, Jakarta.

Mereka yang memilih melakukan implan gigi biasanya orang yang sudah mulai mengeluh pada saat makan karena ompong dan mulai merasa tidak nyaman. Selama ini, mencabut gigi dianggap menyelesaikan masalah ketika gigi sakit atau goyang, padahal pencabutan justru menjadi penyebab timbulnya masalah baru. Setelah dicabut, gigi akan ompong, lalu gigi di atas/di bawahnya dan di kiri/kanannya akan miring ke posisi gigi yang ompong, karena tidak ada yang menahan. Akibatnya, gigi di antaranya akan menjadi tempat sisa makanan menumpuk.

Terlihat Tua

Lita menambahkan, implan juga berfungsi sebagai pengganti gigi bagi pasien yang sulit memakai gigi palsu lepasan. Pada kondisi tertentu, pada pasien yang giginya sudah dicabut terlalu lama, tulang rahangnya akan mengalami proses penyusutan (mengecil/narrowed ). Dengan gigi lepasan, umumnya pasien akan mengalami sakit saat mengunyah karena rahangnya mengecil. Padahal, fungsi pengunyahan merupakan merupakan salah satu faktor penting dalam sistem pencernaan. “Jika pengunyahan tidak seimbang, karena gigi ompong misalnya, biasanya pundak akan sering pegal, muncul masalah di pencernaan karena makanan tidak dikunyah sempurna, sehingga usus bekerja lebih berat,” lanjut Lita.

Selain itu, wajah atau muka pemilik gigi ompong juga akan terlihat kempot dan tua karena tidak ada penyangganya (gigi). Untuk mengisi posisi ompong tersebut, biasanya dipasang gigi palsu lepasan. Namun, gigi palsu tersebut berpotensi hilang dan menyebabkan sakit ketika makan. “Dengan berkembangnya teknologi kedokteran gigi, kemudian berkembang mahkota jembatan tiruan (jaket). Cara ini mengharuskan gigi tetangga dikecilkan dengan tujuan dijadikan pegangan untuk gigi ompong tersebut. Sayangnya, jika gigi tetangga masih dalam kondisi bagus dan sehat, terpaksa dirusak untuk dikecilkan,” ujar Lita menjelaskan.

Implan juga tidak merusak gigi sebelahnya, seperti yang terjadi pada pembuatan mahkota jembatan pada pasien ompong. ”Implan tidak akan merusak gigi di kiri kanannya, meskipun sama-sama berupa selongsong. Implan ini sifatnya konversi, sehingga proses penyusutan tulang tidak akan terjadi.”
Implan bisa bertahan seumur hidup atau sekitar 30 tahun dengan tetap melakukan perawatan setelah pemasangan. “Perawatan yang harus dilakukan di antaranya menjaga pola hidup, pola makan, dan pola kebersihan mulut dan gigi,” kata Lita.

Dengan Implan, Senyum Pun Makin Menawan (2)

Foto: Getty Images

Jaringan Harus Bagus

Meski tidak memiliki efek samping, tidak semua orang ternyata bisa melakukan implan. Pasien yang secara sistemik kesehatannya kurang bagus, atau pada pasien dengan oral higienitas kurang, tidak bisa melakukan pemasangan implan. Contohnya, penderita diabetes, HIV/AIDS, dan penderita kelainan tulang. “Perokok berat juga tidak bisa menggunakan implan karena rokok akan mengganggu proses penyembuhan. Kalaupun perokok hendak memasang implan, paling tidak seminggu sebelum dan setelah pemasangan harus berhenti total,” jelas Lita.

Pasalnya, untuk melakukan tindakan operasi, yang kecil sekalipun, dibutuhkan jaringan yang bagus. “Yang diharapkan dari jaringan gusi yang hendak dipasang implan adalah jaringan yang bagus. Ini supaya implan dapat menyatu dengan tulang rahang,” kata Lita. Pada pasien perokok, jaringan di sekitar tulang rahangnya akan rusak. Nah, dengan seminggu berhenti sebelum dan setelah pemasangan implan, jaringan diharapkan akan menjadi lebih baik.

Ya, implan butuh kondisi jaringan yang bagus supaya penyatuan dengan jaringan disekitar rahang berjalan baik. “Oleh karenanya, riwayat kesehatan umum pasien atau kandidat harus diketahui lebih dulu. Jangan sampai, kalau implan tidak berhasil, pasien juga yang rugi. Untuk pasien yang mempunyai riwayat penyakit diabetes, juga harus mengontrol kadar gulanya dulu sebelum melakukan pemasangan implan gigi. Sementara pasien dengan riwayat penyakit sistemik tertentu, sebaiknya melakukan konsultasi kepada dokter spesialis penyakit dalam.”

Yang juga harus diperhatikan sebelum pemasangan implan adalah lebar tulang rahang. “Jarak yang dibutuhkan untuk pemasangan implan adalah sekitar 1 cm. Lebih kecil dari itu tidak memungkinkan. Kalaupun tetap mau melakukan implan, harus dilakukan bone grafting (penanaman tulang/tulang rahang dilebarkan) dan menunggu selama 6 bulan lebih dulu, baru bisa dilakuan implan.”

Anak-Anak Tidak Boleh

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pemasangan implan? Tak perlu waktu lama, kok, hanya butuh 15 menit untuk satu implan. Setelah dilakukan bius lokal, pasien menunggu selama 15 menit sebelum implan bisa langsung dipasang. Setelah itu, baru dilakukan pemasangan gigi tiruan. Ukuran implan bermacam-macam, tergantung lebar tulang rahang pasien. “Semakin kecil, implan yang dipakaipun semakin kecil,” papar Lita.

Pasien terlebih dahulu harus menjalani pengambilan foto X-Ray untuk melihat ketebalan gigi dan memastikan apakah ada kelainan pada bagian tulang. Kondisi tulang gigi pasien harus sehat dan cukup tebal karena pasien yang sudah kehilangan gigi lama biasanya tulangnya menciut dan menipis. Untuk pasien seperti ini, harus dilakukan penambahan tulang sebelumnya melalui metode grafting tadi, dan semua itu bisa dilakukan sebelum pemasangan implan gigi," tutur Lita.

Bila kondisi gigi pasien sudah memenuhi syarat, barulah proses impan dilakukan.Yang pasti, dengan gigi impian, seseorang akan mendapatkan kembali kenyamanan saat mengunyah, selain juga senyum yang menawan. Yang harus diperhatikan, setelah dilakukan implan, pasien harus melakukan perawatan seperti laiknya merawat gigi asli. “Di antaranya rajin menggosok gigi dengan pasta gigi, penggunaan dental floss , dan berkumur dengan obat kumur yang dianjurkan,” lanjut Lita.

Namun, implan hanya dianjurkan bagi mereka yang berusia di atas 17 tahun. Anak-anak di bawah usia tersebut tidak dibolehkan melakukan implan. “Pasalnya, massa tulang (rahang) dianggap sempurna terbentuk di usia ini. Di usia ini, pelebaran tulang rahang sudah berhenti,” jelas Lita sambil menambahkan, biaya pemasangan implan memang masih tergolong mahal.

Hasto Prianggoro


Cintai Usus Kita

Cintai Usus Kita! (1)

Setiap hari, usus bekerja keras menyerap asupan yang dikonsumsi tubuh. Selain menjaga pola makan, yang tak kalah penting adalah menjaga usus agar senantiasa bekerja dengan baik sehingga tubuh pun tetap prima.

Makan dan minum adalah aktivitas manusia yang tak mungkin terlewatkan. Coba Anda hitung, berapa kali dalam sehari Anda memberikan asupan pada tubuh? Jangan lupa masukkan juga camilan yang dikudap.

Jika Anda makan tiga kali sehari, maka dalam 30 hari, 90 kali pula tubuh bekerja keras mencerna dan menyerap nutrisi hingga akhirnya terbentuklah feses alias kotoran. Proses panjang ini tak mungkin dilakukan sendiri oleh tubuh, karena itulah terdapat sistem pencernaan (kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum) dalam tubuh manusia yang mengawalnya agar asupan bisa optimal terserap.

Bagaimana ia bekerja dan bagaimana cara kita menjaganya agar sistem pencernaan bisa bekerja secara optimal? Simak penjelasan berikut. Kerja Keras Sang Usus Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa usus harus dijaga dan dicintai? Jawabannya mudah sekali. Ketika perut terasa tak nyaman karena sistem pencernaan yang tak lancar, tentunya akan menggangu kondisi tubuh Anda. Jadi, terasa kan betapa pentingnya usus sehingga kita harus merawatnya dengan baik.

Lantas bagaimana cara kerja usus sehingga membuat manusia bisa beraktivitas secara normal? Jimmy Hariantono Ph.D , Deputy Director PR Science Yakult menjelaskan, makanan dan minuman yang masuk melalui mulut ke kerongkongan lalu dicerna di dalam lambung.

Dalam organ ini, terdapat asam lambung yang ampuh membunuh mikroba jahat yang terkandung dalam asupan. Setelah proses itu selesai, asupan kemudian dipilah-pilah di dalam usus kecil menjadi ukuran yang lebih kecil. Organ ini terbagi menjadi usus halus dan usus besar.

Dari mulai karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin diserap di usus halus. Sederhananya, usus halus menyortir semua asupan yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Uniknya, usus melakukan semua kerja keras ini sendiri. Lebih detailnya, di dalam usus terdapat jonjot (mirip seperti tonjolan) yang menyempurnakan proses penyerapan asupan.

Kok, bisa usus yang kecil dan pendek ini melakukan semua proses rumit ini? Faktanya, meski terlihat kecil dan pendek, jika usus manusia dibuka, luasnya bisa mencapai dua kali lapangan tenis, lho.

Di dalam usus halus sendiri terdapat 100 triliun mikroorganisme yang membantu pencernaan bekerja dengan baik.

Bandingkan dengan jumlah mikroorganisme dari kepala hingga kaki, hanya setengahnya dari yang dimiliki oleh usus.

Mikroorganisme ini tak sekali diproduksi, melainkan terus menerus tanpa henti sehingga sistem pencernaan tak kekurangan amunisi untuk memperlancar metabolisme tubuh.

Selesai di usus halus, zat-zat yang larut oleh air diserap oleh usus besar lalu dibuang ke rektum menjadi kotoran.

Keseluruhan proses ini memakan waktu 24-72 jam pada manusia dewasa dalam kondisi prima. Karena memakan waktu yang tak singkat ini, terbayang, kan, betapa kerasnya pekerjaan usus dalam sistem pencernaan? Mengenal Bakteri Baik dan Bakteri Merugikan Masih ingat dengan mikroorganisme yang hidup dalam usus? Mikroorganisme alias bakteri ini terbagi menjadi 3 yaitu mikroorganisme merugikan, mikroorganisme oportunitis, dan mirkoorganisme baik (dikenal dengan nama Lactobacillus ).

Dalam kondisi tubuh yang sehat, bakteri baik dan bakteri merugikan ini haruslah seimbang. Jangan sampai bakteri merugikan lebih banyak dari bakteri baik. Seperti apakah kondisi sistem pencernaan yang seimbang antara bakteri merugikan dan bakteri baik? Cek, apakah Anda rutin buang air besar sekali dalam sehari? Nyeri, mulas pada perut hingga terasa begah. Jika ini tidak terasa dalam tubuh, bisa disimpulkan sistem pencernaan Anda berjalan dengan baik. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, bisa jadi pencernaan Anda terganggu.

Penyebabnya adalah jumlah bakteri merugikan lebih banyak dari bakteri baik dalam usus, yang bisa diakibatkan karena, misalnya, asupan yang tak terjaga kehigienisannya sehingga tercemar bakteri.

Apa yang bisa dilakukan? Berilah tubuh asupan bakteri baik yang bisa membantu menekan pertumbuhan bakteri merugikan, dan membantu memperbaiki sistem pencernaan. Karena fungsinya ini, bakteri baik juga membantu menjaga kondisi tubuh.

Gambarannya seperti ini, asupan bakteri baik memberikan sinyal pada tubuh untuk selalu siaga jika ada penyakit atau kuman yang hendak masuk ke dalam tubuh. Ini semua, pada awalnya dilakukan lewat tonjolan-tonjolan yang terdapat dalam usus halus.

Sehingga tak hanya gangguan pencernaan seperti diare yang bisa diantisipasi dengan asupan bakteri baik atau keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri merugikan dalam usus, tapi juga gangguan lainnya seperti demam hingga alergi.

Cintai Usus Kita (2)

Foto: Dok Nova

Pentingnya L.casei Shirota strain

Dr. Minoru Shirota dari Kyoto University Jepang, pada tahun 1930 meneliti mengenai hubungan antara bakteri baik dan sistem pencernaan yang baik. Asam laktat yang lebih kuat pun ia produksi dengan harapan bisa membunuh bakteri buruk yang terdapat dalam usus. Penelitian Dr. Shirota membuahkan kesuksesan lewat bakteri yang ia temukan, yang dinamai L . casei Shirota strain.

Bakteri ini menguntungkan bagi sistem pencernaan manusia, tidak hanya membantu menekan pertumbuhan bakteri merugikan, tapi juga memacu agar bakteri baik bisa berkembang biak lebih banyak dalam usus manusia. Selain itu, L. casei Shirota strain menaikkan tingkat asam di usus sehingga bakteri baik pun mempunyai lingkungan yang lebih kondusif. Dengan kondisi usus seperti ini, maka kondisi tubuh manusia pun menjadi terjaga dari gangguan mikroba jahat yang tak menguntungkan. Asupan yang masuk ke dalam tubuh pun tersaring lebih optimal, sehingga tubuh hanya mendapatkan nutrisi yang memang dibutuhkan dan membuang toksin.

Singkat kata, mengonsumsi secara rutin bakteri baik ini untuk tubuh sangatlah menguntungkan. Segala macam gangguan pencernaan bisa dicegah sebelum terlambat. Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Cintai Ususmu, Yakult Setiap Hari

Bagaimana cara mencintai usus kita? Selain menjaga pola makan yang seimbang dan pola hidup yang baik, yang juga penting adalah dengan tidak membiarkan bakteri merugikan mendominasi usus, dan secara teratur memberikan asupan bakteri baik L. casei Shirota strain bagi usus kita.

Dalam setiap botol mungil Yakult terdapat lebih dari 6,5 milyar bakteri L. casei Shirota strain hidup. Tak hanya membantu menekan pertumbuhan bakteri merugikan, bakteri ini juga membantu memperbaiki sistem pencernaan yang akan menjaga kondisi tubuh.

Jika Anda berpikir untuk melewatkan sedemikian banyak keuntungan yang ditawarkan oleh bakteri baik L. casei Shirota strain ini, ingatlah betapa banyaknya polu-tan dan radikal jahat yang menyerang tubuh setiap harinya. Dari mulai gaya hidup yang buruk (konsumsi junk food dan makanan yang tak terjaga kebersihannya, merokok, hingga udara yang tercemar). Konsumsi Yakult secara teratur setiap harinya tentu akan membantu usus bekerja lebih baik sehingga kondisi tubuh Anda terjaga.