Monday, February 23, 2026

974. MENYEMPURNAKAN RUKUN SALAT & ANCAMANNYA.

 


Kitab At- Targhib wat Tarhib ( karya Al-Mundzir)

ANJURAN UNTUK MENYEMPURNAKAN RUKUN SALAT DAN ANCAMAN BAGI YANG MELANGGAR.

Rasulullah saw. bersabda:

“Sujud itu dengan menggunakan dahi, dua telapak tangan, dua lutut, ujung dua telapak kaki. Barangsiapa yang tidak menekankan sesuatu dari hal tersebut ke tanah, maka sesuatu itu akan dibakar dengan api.” (H.R. Daruquthni dalam kitab ifrad, begitu juga dalam kitab Jamiush Shaghir 36/2).

Keterangan:

Hadis tersebut dari Ibnu Umar, derajatnya hasan.

......

📖

Karya

ANJURAN MENYEMPURNAKAN RUKUN SALAT & ANCAMANNYA

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sujud itu dengan menggunakan dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung dua telapak kaki. Barangsiapa yang tidak menekankan sesuatu dari hal tersebut ke tanah, maka sesuatu itu akan dibakar dengan api.”
(HR. Daruquthni – hasan dari Ibnu Umar)


🌿 Sujud yang Menyucikan Zaman Modern

1️⃣ Sujud: Simbol Kehancuran Ego

Dalam perspektif tasawuf, sujud bukan sekadar gerakan fisik. Ia adalah puncak kehinaan hamba dan puncak kedekatan kepada Allah.

Allah berfirman:

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
“Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).”
(QS. : 19)

Sujud adalah terapi jiwa.
Dahi yang biasa tegak karena jabatan, pendidikan, status sosial — kini ditempelkan ke tanah.

Di zaman teknologi canggih:

  • Kita bisa video call lintas negara.
  • Pesan sampai dalam detik.
  • Transportasi menembus benua.
  • Kedokteran mampu transplantasi organ.

Tetapi…
apakah hati kita ikut sehat?

Banyak yang canggih secara teknologi, tapi rapuh secara ruhani.


2️⃣ Anggota Sujud dan Makna Penyucian

Hadis menyebut tujuh anggota sujud. Dalam tasawuf, ini simbol tazkiyah:

  • Dahi → pikiran harus tunduk.
  • Tangan → amal harus bersih.
  • Lutut → perjalanan hidup harus lurus.
  • Ujung kaki → arah hidup hanya kepada Allah.

Jika tidak ditekan ke tanah (tidak sungguh-sungguh tunduk), maka ancamannya api.

Api di sini bukan sekadar api neraka.
Ia bisa berupa:

  • Api kesombongan
  • Api ambisi dunia
  • Api iri hati (hasad)
  • Api riya di media sosial

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Yang paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud.”
(HR. )

Namun kini… kita lebih dekat ke layar HP daripada sajadah.


3️⃣ Teknologi & Tantangan Tazkiyah

Teknologi itu nikmat besar.

Allah berfirman:

“Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah (nikmat itu).”
(QS. : 7)

Kedokteran memperpanjang umur.
Transportasi memudahkan safar.
Komunikasi mempercepat dakwah.

Tapi tanpa sujud yang benar:

  • Ilmu menjadi kesombongan.
  • Kekayaan menjadi kerakusan.
  • Popularitas menjadi ujub.

Hadis Qudsi:

“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya…”
(HR. )

Cinta Allah bukan diraih dengan gadget terbaru.
Tapi dengan dahi yang benar-benar menyentuh tanah.


4️⃣ Muhasabah Sosial Zaman Ini

Hari ini orang sibuk:

  • Update status
  • Viral konten
  • Mengejar follower
  • Mengejar profit

Tapi apakah sujudnya sudah benar?

Allah memperingatkan:

“Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu yang lalai dalam shalatnya.”
(QS. : 4–5)

Lalai bukan hanya meninggalkan.
Tapi juga:

  • Tidak khusyuk
  • Tidak sempurna rukunnya
  • Tidak tunduk hatinya

Jika anggota sujud tidak ditekan, ia terancam api.
Jika hati tidak tunduk, ia terancam keras.


🌿 Pesan Tazkiyah

Sujudlah dengan:

  • Tubuh yang sempurna
  • Hati yang hancur
  • Air mata penyesalan
  • Harapan akan rahmat

Jadikan sujud sebagai:

  • Detoks kesombongan
  • Pendingin amarah
  • Penyembuh hasad
  • Penawar ambisi dunia

Karena kelak, anggota sujudlah yang tidak dimakan api neraka.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengharamkan api neraka memakan bekas sujud.”
(HR. dan )

Allahu Akbar…
Bekas sujud yang tulus menjadi cahaya di hari kiamat.


🤲 DOA

Ya Allah…
Jadikan sujud kami sujud yang hidup.
Jangan Engkau jadikan ia sekadar gerakan.

Lembutkan hati kami di zaman yang keras ini.
Sehatkan jiwa kami di tengah kecanggihan dunia.
Jangan Engkau bakar anggota sujud kami karena kelalaian kami.

Karuniakan kepada kami:

  • Khusyuk dalam shalat
  • Ikhlas dalam amal
  • Tawadhu dalam hidup
  • Husnul khatimah dalam wafat

Ya Muqallibal qulub, tsabbit qulubana ‘ala dinik.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


Terima kasih atas kesempatan berbagi tauziah ini.
Semoga menjadi pengingat bagi diri saya pribadi dan kita semua. 🌿

.......


"Jangan Asal Sujud, Bro! Bisa Gawat Kalau Gak Sempurna"


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Sujud itu dengan menggunakan dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung dua telapak kaki. Barangsiapa yang tidak menekankan sesuatu dari hal tersebut ke tanah, maka sesuatu itu akan dibakar dengan api."

(HR. Daruquthni – hasan dari Ibnu Umar)


---


🌿 RENUNGAN HATI – VERSI  ZAMAN NOW


1️⃣ Sujud: Bukan Sekadar Tempel Dahi Doang


Guys, sujud tuh bukan cuma gerakan wajib pas salat. Dalam dunia spiritual, sujud itu momen paling epik saat kita bilang, "Aku kecil banget, Ya Allah."


Allah berfirman:


وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

"Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah)."

(QS. Al-'Alaq: 19)


Coba bayangin:

Dahi yang biasa nunduk scrolling HP — sekarang nunduk di sajadah.

Kita yang sibuk ngejar jabatan, pengakuan, validasi — tiba-tiba menempelkan muka ke tanah.


Zaman sekarang tuh mind-blowing banget:


Video call temen di Amerika gampang.

Order makan tinggal tap.

Naik pesawat cuma beberapa jam.

Dokter bisa ganti ginjal.


Tapi...

hati kita sehat gak, sih?


Banyak yang jago teknologi, tapi mentalnya ambyar gegara satu komentar netizen.


2️⃣ Tujuh Anggota Sujud = Tujuh Titik Pembersihan Diri


Hadis bilang ada tujuh anggota badan yang harus nempel pas sujud. Dalam bahasa penyucian jiwa:


Dahi → pikiran kita harus tunduk, jangan sok pintar di hadapan Allah.

Tangan → perbuatan kita harus bersih, jangan suka nyakitin orang.

Lutut → perjalanan hidup kita harus lurus, jangan suka belok ke maksiat.

Ujung kaki → arah hidup kita cuma ke Allah, bukan ke FYP terus.


Kalau anggota ini gak bener nempel (asal-asalan sujudnya), ancamannya serius: api.


Nah, api di sini bukan cuma api neraka nanti.

Bisa juga api:


Sombong karena banyak followers

Ambisius sampai lupa ibadah

Iri lihat tetangga beli mobil baru

Pamer ibadah di story biat dibilang alim


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Yang paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud."

(HR. Muslim)


Tapi jujur...

sekarang kita lebih deket ke HP daripada ke Allah.


3️⃣ Gadget Canggih, Hati Ambyar


Teknologi itu nikmat gede banget. Gak bisa dipungkiri.


Allah berfirman:


"Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah (nikmat itu)."

(QS. Ibrahim: 7)


Kita bisa:

Safar ke mana aja dengan nyaman

Belajar agama lewat YouTube

Dengerin kajian pas di jalan


Tapi tanpa sujud yang bener:


Ilmu tinggi bikin kita sombong

Harta banyak bikin kita pelit

Populer bikin kita lupa diri


Hadis Qudsi:


"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."

(HR. Bukhari)


Cinta Allah tuh gak bisa dibeli pakai iPhone terbaru.

Cinta Allah diraih pas dahi kita beneran nempel di tanah.


4️⃣ Jujur, Kita Sering Lalai


Coba lihat keseharian kita:


Update story tiap jam

Ngejar konten viral

Hitungin follower nambah atau turun

Kerja lembur cari cuan


Tapi sujud kita gimana?


Allah udah warning:


"Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu yang lalai dalam shalatnya."

(QS. Al-Ma'un: 4–5)


Lalai bukan berarti gak salat.

Tapi:


Pikiran ke mana-mana pas salat

Gerakan asal-asalan

Hati gak ikut tunduk


Kalau anggota sujud aja gak nempel bener, ancaman api udah nunggu.

Apalagi kalau hati gak ikutan tunduk?


---


🌿 PESAN SPIRITUAL BUAT KITA SEMUA


Sujud itu harus:


Tubuhnya proper

Hatinya luluh

Matanya berkaca-kaca

Harapan cuma sama Allah


Jadikan sujud sebagai:


Restart hati dari sombong

Pendingin emosi

Obat iri

Penawar serakah dunia


Karena kelak, anggota sujud yang gak kena api neraka.


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Sesungguhnya Allah mengharamkan api neraka memakan bekas sujud."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Bayangin...

Bekas sujud di dahi kita jadi cahaya di akhirat nanti.


---


🤲 DOA (Buat Kita Semua)


Ya Allah...

Jangan jadikan sujud kami cuma gerakan fisik tanpa makna.


Lembutkan hati kami yang sering keras kayak batu.

Sehatkan jiwa kami di tengah hiruk-pikuk dunia maya.

Jangan bakar anggota sujud kami karena kelalaian kami.


Kasih kami:


Khusyuk pas salat

Ikhlas pas beramal

Rendah hati pas di atas

Khusnul khatimah pas wafat


Ya Muqallibal qulub, tsabbit qulubana 'ala dinik.

(Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami di atas agama-Mu)


Aamiin ya Rabbal 'Alamin.


---


Terima kasih udah baca sampai habis. Tulisan ini pertama-tama buat pengingat diri sendiri, semoga juga bermanfaat buat njenengan semua. 🌿


Mari saling mengingatkan dalam kebaikan, ya!

......

973. Haram Darah Seorang Muslim.

 


kupas tipis tipis kitab Hadits Arbain Nawawi (Karya Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau Imam Nawawi )

Hadits ke-8 Haram Darah Seorang Muslim


عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: «أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ وَيُقِيْمُوْا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءهَمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالَى» رواه البخاري ومسلم.


Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersyahadat lâ ilâha illâllâh dan muhammadur rasûlûllâh, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka melaksanakan hal tersebut, maka mereka telah memelihara harta dan darah mereka dariku kecuali dengan hak islam, dan hisab mereka diserahkan kepada Allah Ta’ala.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

........

📖 Haram Darah Seorang Muslim

Dalam Kitab karya

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersyahadat lā ilāha illāllāh dan Muhammadur rasūlullāh, menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan itu, maka terpeliharalah darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak Islam, dan hisab mereka diserahkan kepada Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


🌿 Menjaga Darah, Menjaga Hati

1️⃣ Makna Lahiriah dan Batiniah

Secara fiqh, hadits ini berbicara tentang:

  • Perlindungan jiwa (ḥifẓ an-nafs)
  • Perlindungan harta (ḥifẓ al-māl)
  • Hak hidup dalam masyarakat Islam

Namun dalam perspektif tasawuf, hadits ini bukan hanya tentang perang fisik — tetapi tentang perang melawan hawa nafsu.

Allah berfirman:

“Barangsiapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, seakan-akan ia membunuh seluruh manusia.”
(QS. Al-Ma’idah: 32)

Perang terbesar bukan hanya dengan pedang, tapi dengan:

  • Ego
  • Kebencian
  • Hasad
  • Ujub
  • Riya

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Al-muslimu man salima al-muslimūna min lisānihi wa yadih.”
“Seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari)

Hari ini… tangan bukan hanya tangan fisik.
Ada jari di layar smartphone.
Ada komentar di media sosial.

Kadang kita tidak menumpahkan darah,
tetapi kita menumpahkan kehormatan.


2️⃣ Di Era Teknologi: Darah Bisa Tertumpah oleh Lisan Digital

Zaman ini:

  • Transportasi cepat
  • Komunikasi instan
  • Kedokteran canggih
  • Informasi tanpa batas

Namun hati manusia… masih sama.

Fitnah viral lebih cepat dari cahaya.
Karakter dibunuh tanpa pengadilan.
Hoaks menyulut kebencian.

Padahal Allah berfirman:

“Wahai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka tabayyunlah.”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Tazkiyatul nufus mengajarkan: Sebelum klik “kirim”…
tanya pada hati:
Apakah ini menyelamatkan darah dan kehormatan saudaramu?


3️⃣ Hak Islam dan Muhasabah Diri

Dalam hadits disebut:
“kecuali dengan hak Islam”

Artinya ada aturan syariat, bukan hawa nafsu.

Namun yang paling menyentuh adalah penutupnya:

“Hisab mereka diserahkan kepada Allah.”

Bukan tugas kita menghakimi hati orang.
Tugas kita adalah memperbaiki hati sendiri.

Dalam hadis qudsi Allah berfirman:

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.” (HR. Muslim)

Zalim bukan hanya memukul.
Zalim juga:

  • Menghina
  • Meremehkan
  • Menggunjing
  • Membocorkan aib

4️⃣ Shalat dan Zakat: Penyuci Jiwa

Mengapa syahadat, shalat dan zakat disebut?

Karena:

  • Syahadat → menyucikan akidah
  • Shalat → menyucikan hati
  • Zakat → menyucikan harta

Allah berfirman:

“Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Jika shalat kita masih membuat kita mudah membenci,
mungkin jasad kita shalat,
tapi hati belum sujud.


5️⃣ Muhasabah di Zaman Modern

Hari ini manusia bisa:

  • Operasi jantung
  • Terbang lintas benua
  • Mengobati kanker

Tapi sulit mengobati:

  • Dengki
  • Ambisi dunia
  • Nafsu ingin dipuji

Kita takut darah fisik tertumpah,
tapi tidak takut hati orang hancur karena ucapan kita.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim.” (HR. Tirmidzi)

Dan dalam tasawuf, membunuh semangat seorang mukmin juga dosa besar.


🌙 Harapan dan Motivasi

Mari jadikan hadits ini bukan ancaman,
tapi cahaya.

  • Jadilah Muslim yang aman lisannya.
  • Jadilah Muslim yang aman tangannya.
  • Jadilah Muslim yang aman postingannya.
  • Jadilah Muslim yang menenangkan, bukan memanaskan.

Karena orang sufi berkata:
“Orang yang paling dekat dengan Allah adalah yang paling aman bagi makhluk-Nya.”


🤲 Doa

Ya Allah…
Sucikan hati kami dari kebencian.
Jauhkan lisan kami dari menyakiti.
Jadikan jari kami hanya menulis kebaikan.
Lindungi kami dari menzalimi dan dizalimi.
Matikan kami dalam keadaan menjaga darah dan kehormatan saudara kami.
Dan hisab kami, mudahkanlah di hadapan-Mu.

Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.


Terima kasih telah membaca dan merenungkan.
Semoga menjadi bahan muhasabah di zaman yang serba cepat ini. 🌿

.....

Haram Nya Darah Muslim: Versi Santuy Tapi Tetep Bermakna


Rasulullah ﷺ bersabda:

"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersyahadat lā ilāha illāllāh dan Muhammadur rasūlullāh, menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan itu, maka terpeliharalah darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak Islam, dan hisab mereka diserahkan kepada Allah."

(HR. Bukhari dan Muslim)


---


🌱 Jaga Darah, Jaga Hati: Buat Kita Semua


1️⃣ Maksudnya Gak Cuma Soal Perang Fisik Doang


Secara fiqh, hadits ini ngomongin:


· Perlindungan nyawa

· Perlindungan harta

· Hak hidup di masyarakat


Tapi kalau kita lihat dari sisi spiritual (tasawuf), hadits ini tuh sebenernya juga ngomongin perang sama hawa nafsu kita sendiri.


Allah berfirman:

"Barangsiapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, seakan-akan ia membunuh seluruh manusia."

(QS. Al-Ma'idah: 32)


Perang terbesar itu bukan cuma perang fisik, tapi perang sama:


· Ego gedean sendiri

· Kebencian

· Iri hati

· Merasa paling bener

· Pamer (riya)


Rasulullah ﷺ bersabda:

"Seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya."

(HR. Bukhari)


Nah, jaman sekarang... tangan itu gak cuma tangan fisik.

Ada jari yang ngetik di smartphone.

Ada komentar di medsos.


Kadang kita gak ngebunuh fisik orang,

tapi kita ngebunuh harga diri mereka.


---


2️⃣ Jaman Now: Darah Bisa Tumpah Lewat Lisan Digital


Jaman kita sekarang:


· Transportasi cepet

· Komunikasi instan

· Teknologi canggih

· Info gak pake batas


Tapi hati manusia... sama aja kayak jaman dulu.


Fitnah viral lebih cepet dari cahaya.

Karakter orang dihancurin tanpa sidang.

Hoax bikin orang saling benci.


Padahal Allah udah warning:

"Wahai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka tabayyunlah (cek dulu kebenarannya)."

(QS. Al-Hujurat: 6)


Belajar tazkiyatun nufus (nyuci hati) itu ngajarin kita:

Sebelum klik "post" atau "kirim"...

tanya ke diri sendiri:

"Apakah ini bakal nyelametin darah dan kehormatan saudara aku?"


---


3️⃣ Hak Islam dan Muhasabah Diri


Di hadits tadi ada kalimat:

"kecuali dengan hak Islam"


Artinya, ada aturan syariat yang jelas. Bukan pake hawa nafsu.


Tapi yang paling dalam itu bagian penutupnya:


"Hisab mereka diserahkan kepada Allah."


Artinya: Bukan urusan kita buat nge-judge hati orang.

Urusan kita adalah membenerin hati sendiri.


Dalam hadits qudsi Allah berfirman:

"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."

(HR. Muslim)


Zalim itu gak cuma mukul.

Zalim juga:


· Ngina orang

· Ngeremehin

· Ngegosip (ghibah)

· Nyebarin aib


---


4️⃣ Shalat & Zakat: Tools Buat Nyuci Jiwa


Kenapa hadits ini nyebut syahadat, shalat, dan zakat?


Karena:


· Syahadat → nyuciin keyakinan

· Shalat → nyuciin hati

· Zakat → nyuciin harta


Allah berfirman:

"Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."

(QS. Al-'Ankabut: 45)


Coba refleksi:

Kalau shalat kita masih bikin kita gampang benci orang,

mungkin jasad kita shalat,

tapi hati kita belum bener-bener sujud.


---


5️⃣ Renungan Buat Jaman Now


Jaman sekarang manusia bisa:


· Operasi jantung

· Terbang lintas negara

· Nyembuhin kanker


Tapi... susah banget nyembuhin:


· Dengki

· Lapar dunia

· Pengen dipuji mulu


Kita takut darah fisik tumpah,

tapi gak takut hati orang hancur gara-gara ucapan kita.


Rasulullah ﷺ bersabda:

"Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim."

(HR. Tirmidzi)


Bahkan dalam tasawuf, membunuh semangat seorang mukmin juga dosa besar.


---


🌈 Yuk Introspeksi Diri


Mari kita jadikan hadits ini bukan sebagai ancaman,

tapi sebagai cahaya buat kita semua.


Jadilah Muslim yang:


· Lisannya aman buat orang lain

· Tangannya aman buat orang lain

· Postingannya aman buat orang lain

· Bikin orang tenang, bukan bikin panas suasana


Ada kata bijak dari orang sufi:

"Orang yang paling dekat sama Allah adalah yang paling aman bagi makhluk-Nya."


---


🤲 Doa


Ya Allah...

Sucikan hati kami dari rasa benci.

Jauhkan lisan kami dari perkataan yang menyakiti.

Buat jari-jari kami hanya nulis hal-hal baik.

Lindungi kami dari menzalimi dan dizalimi.

Matikan kami dalam keadaan menjaga darah dan kehormatan saudara kami.

Dan hisab kami, mudahkanlah di hadapan-Mu.


Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.


---


Makasih udah baca dan merenung. Semoga jadi bahan introspeksi buat kita semua di jaman yang serba cepet ini. 🕊️


Tetap santuy, jaga hati, jaga lisan, jaga jari! 🤙

........