Kamis, 16 Juni 2011

Biomedical Treatment: Makanan Sebagai Obat

Ilustrator: Poegoeh

Walau namanya terdengar asing, ilmu ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Bahkan bapak kedokteran, Hipocrates, pernah mengatakan,"Let the food becomes your drug or medicine, not your drug as your food." Terjemahan bebasnya, dengan melakukan diet terutama pada jenis-jenis makanan yang dianggap sebagai penyebab kuat reaksi alergi, gangguan kesehatan yang dialami seseorang dapat diatasi.

Yang menjadi sasaran biomedical treatment (BT) adalah kandungan molekul-molekul atau sel-sel tubuh manusia. Dalam ilmu kedokteran sekalipun, pelajaran tentang molekul-molekul sel (orthomolekular) yang menjadi ilmu dalam BT merupakan pengetahuan dasar yang harus diketahui para dokter. Dengan demikian, seperti kata dr. Rina Adeline., Sp.MK., MKes ., dari RS MH Thamrin Internasional, BT bukanlah sebuah pengobatan alternatif tetapi pengobatan molekular.

Teorinya, jika inti sel manusia ada dalam keadaan optimal maka kondisi kesehatan pun akan selalu terjaga. "Dari sisi mikrobiologi sendiri yang diperbaiki melalui biomedical treatment adalah masalah-masalah di usus. Bagaimana memperbaiki keadaan bakteri, jamur, atau common cell yang ada di usus supaya tetap seimbang. Harapannya, jika kondisi usus baik maka kemampuan pencernaan untuk dapat menyerap zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh pun akan lancar," ujar ahli mikrobiologi klinis yang pernah belajar biological treatment di Life Biologic Unit, University of New Castle, Sydney.

Juga bisa dikatakan BT adalah pengobatan dari dalam diri dengan cara mengatur asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dan mengembalikan komponen-komponen nutrisi yang kurang atau yang tidak ada agar kembali ada. Hanya perlu diketahui, kata Rina, BT bukanlah merupakan pilihan para klinisi seperti dokter. Namun, metode ini dapat menjadi pilihan orang tua jika tidak ingin anak-anaknya terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan kimia.

KASUS YANG DAPAT DITANGANI

Menurut Rina, BT dapat mengatasi gangguan-gangguan sebagai berikut:

** gangguan metabolik:

- keluhan susah buang air

- perut kembung

- sariawan yang terjadi terus menerus.

** autisma

** hiperaktivitas

** telat bicara

** kesulitan belajar

** pola makan yang terganggu:

- overweight

- hiperkolesterol

** penuaan dini

** sindrom kelelahan kronik

** batuk

** pilek

** asma

Setiap kasus atau keluhan tentu saja membutuhkan penanganan yang berbeda. Misalnya, komponen biologis yang diperlukan untuk menangani anti-aging berbeda dari yang digunakan untuk mengatasi sindrom kelelahan kronik dan lainnya. Juga, walau banyak keluhan yang dapat ditangani dengan BT, hanya gangguan metabolik yang dapat ditangani langsung. Keluhan lainnya memerlukan diagnosa pasti dari ahli yang terkait. Dari diagnosa yang ada barulah BT dapat menindaklanjuti kasus yang ada. Tentunya, penanganan pada setiap individu pun berbeda.

DIET BERJANGKA

Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Jurusan Mikrobiologi Bagian Virologi ini, ada 5 jenis makanan yang dianggap sebagai pengganggu kesehatan jika dikonsumsi berlebih, yakni susu sapi, tepung terigu, kacang kedelai, kacang tanah, dan jagung. Oleh karena itulah, jenis-jenis makanan tersebut harus dikurangi sedikit demi sedikit dari konsumsi pasien dengan diet bertahap. "Misalnya, dalam sebulan pertama anak diharapkan bersih dari susu sapi. Selanjutnya bersih dari tepung terigu, dan lainnya. Lama diet yang dibutuhkan sekitar 2-3 bulan untuk tahap pertama. Namun total lamanya adalah 2 tahunan."

Setelah menjalani diet, langkah selanjutnya adalah rotasi makanan, yaitu memberi kesempatan kepada anak untuk mengenal jenis-jenis makanan lain. Tujuannya mengurangi terbentuknya alergi karena pemberian satu jenis makanan yang terus-menerus. Langkah ketiga adalah variasi makanan. Pada tahap ini akan dilakukan perhitungan kebutuhan kalori dan jenis komponen makanan yang dapat dikonsumsi. Untuk menunjang hal ini, pasien disarankan berkonsultasi pada ahli nutrisi yang akan membantu mengontrol kebutuhan nutrisi anak selama diet berlangsung sehingga tidak sampai terjadi malnutrisi.

PEMBERIAN SUPLEMENTASI

Selama menjalani diet, anak akan memperoleh suplemen dasar dan suplemen tambahan. Pemberian suplemen ini dibutuhkan untuk menunjang tujuan BT yaitu memperbaiki dan menghembalikan komponen-komponen nutrisi di dalam tubuh yang hilang. Itulah mengapa pemberian suplemen dalam BT diistilahkan dengan building block.

Suplemen dasar yang diberikan terdiri atas 5 komponen , yaitu seng, magnesium, vitamin B 6, vitamin C dan E, serta enzim. Mineral seng diberikan untuk meningkatkan inti dari semua enzim yang ada dalam tubuh sehingga enzim pencernaan pun dapat bekerja dengan baik. Seng juga merupakan komponen boosting immune / atau komponen yang dapat mempertinggi daya tahan tubuh.

Untuk suplemen tambahan, pemberiannya dilakukan sesuai kasus. Pada anak dengan spektrum autis, karena harus menjalani diet susu sapi maka diberikan suplementasi kalsium sebagai pengganti. Sedangkan anak dengan kesulitan belajar biasanya diberikan suplemen vitamin B 6 atau B 12 untuk meningkatkan nafsu makan ditambah EFA, DHA, Omega 3, dan fatty acid untuk meningkatkan daya tangkap dan konsentrasi, serta memicu kemampuan verbal anak. Untuk anak sulit makan akan diberikan vitamin B kompleks.

Rina menekankan, pemberian suplementasi dasar tak boleh dihentikan selama diet berlangsung. Pasalnya, anak sedang mengalami gangguan metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat sehingga perlu bantuan enzim untuk memecah zat-zat tersebut.

Saat diet berlangsung, daya tahan tubuh anak juga menurun. Untuk mengatasinya akan dilakukan pemberian magnesium yang menunjang ketersediaan energi dalam metabolisme tubuh. Manfaat lainnya adalah sebagai efek penenang bagi anak yang mengalami gangguan hiperaktivitas.

Efek pemberian komponen suplementasi memang tidak langsung tampak. Pada kasus anak sulit makan, misalnya, meningkatnya nafsu makan mungkin baru terlihat setelah 1-2 minggu.

Yang juga perlu diperhatikan, pemberian suplementasi ini harus melalui pengawasan ahli gizi. "Setidaknya pasien perlu berkonsultasi sebulan dua kali untuk melihat nutrisinya. Buatlah food diary untuk mencatat makanan apa yang bila dikonsumsi anak dapat memicu perilaku 'aneh', mengganggu konsentrasi dan tidur, serta lainnya. Semua ini harus dilaporkan kepada ahli gizi."

Rina menambahkan, sikap bijak atau mengikuti kaidah yang ditentukan sangatlah diperlukan selama penggunaan suplemen dalam BT, karena tetap saja suplemen tersebut merupakan bahan kimia. "Misalnya, pemberian kalsium dengan dosis tertentu harus pula dibarengi dengan konsumsi minum yang banyak. Kalau tidak, maka absorpsi air dalam tubuh akan terganggu dan terbentuklah batu."

Untuk melihat ada tidaknya efek samping, maka setiap 4 bulan sekali dapat dilakukan pemeriksaan fungsi hati dan ginjal. Tapi tak perlu khawatir, efek samping hanya terjadi jika kita lalai menuruti kaidah yang sudah ditetapkan. Dengan pengawasan ahli, kekhawatiran tersebut bisa ditepiskan. Lagi pula, setelah dilakukan pemberian suplementasi dasar selama 3 bulan biasanya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk skrining. Gunanya untuk mendeteksi penyebab suatu kelainan.

Rina mencontohkan, ada berbagai penyebab gangguan autisme yaitu faktor lingkungan seperti polusi udara, infeksi oleh virus, bakteri, dan jamur, atau karena alergi bawaan yang menyebabkan pasien bereaksi negatif terhadap makanan tertentu.

Dalam kasus autisme ada 4 sampel yang akan diperiksa; feses, rambut, darah, dan urin. Pemeriksaan feses dibutuhkan untuk melihat bagaimana peningkatan jamur atau bakteri. Laboratorium di dalam negeri biasanya sudah sanggup melakukannya dengan hasil yang dapat diperoleh dalam 2 minggu. Untuk status komponen nutrisi, skrining dilakukan dengan melihat kondisi darah dan rambut. Sedangkan status metabolik akan terlihat dari kondisi urin organik.

Jika hasil skrining menyatakan bahwa tubuh anak positif menyimpan heavymetal toxicity (berbagai logam berbahaya yang bisa berasal dari timbal, merkuri atau lainnya) maka akan dilakukan penanganan untuk membuangnya. Caranya, dengan meningkatkan kemampuan tubuh anak dalam hal ini mitokondria atau sel molekulnya untuk membentuk antioksidan sendiri. Antioksidan diperlukan untuk membuang radikal bebas dari logam berbahaya.

KEMAJUAN SIGNIFIKAN

Sekitar 60 persen kasus-kasus hiperaktivitas yang ditangani dengan BT terbukti mengalami kemajuan secara signifikan, terutama dalam hal pemahaman. "Pemberian vitamin B 6 sangat membantu meningkatkan kemampuan pemahaman anak. Anak jadi lebih mengerti dan paham apa yang dimaksud oleh orang tuanya, misalnya untuk tidak buang air sembarangan. Hiperaktivitas anak pun menurun," jelas Rina .

Kasus mengepak-ngepakkan tangan dan jalan jinjit yang dialami anak dengan gangguan autisme pun dapat diperbaiki. Menurut Rina adanya infeksi bakteri, jamur atau kelebihan amoniak mengakibatkan anak dengan gangguan autisme berperilaku seperti itu. Nah, dengan pemberian antibiotik dan suplemen tertentu maka bakteri dan kadar amoniak dapat diturunkan sehingga sensori penderita jadi lebih baik.

Penggunaan obat-obatan kimia dalam BT memang dihindari namun bukan berarti tidak digunakan. Jika dari hasil pemeriksaan laboratorium, katakanlah pada feses anak terdapat jamur, maka pasien akan diberikan obat antijamur. Bila di situ juga terdapat bakteri tertentu yang seharusnya tidak ada, maka akan diberikan antibiotik. "Hanya saja obat-obatan dalam biomedical treatment berkisar seperti itu. Tak ada obat-obatan penenang misalnya, seperti yang biasa digunakan untuk penderita autis atau hiperaktif," tandas dokter, yang juga berpraktek di Klinik Intervensi Biologimedis, Bogor.

Dedeh Kurniasih

Serai dan Kegunaannya


Serai banyak dimanfaatkan untuk memberikan aroma segar pada kuah soto, opor, laksa, atau hidangan tumis. Serai tergolong rempah yang banyak dimanfaatkan pada masakan asal Asia Tenggara. Serai adalah tumbuhan semak. Umumnya yang digunakan adalah bagian batangnya.

Cara menggunakannya, potong batang serai sepanjang 10-15 cm dari ujung akarnya. Kupas hingga mendapatkan bagian yang putih lalu pukul-pukul hingga memar. Bagian ujung inilah yang berminyak dan mengeluarkan aroma yang khas.

Cara lainnya, iris bagian bawah batang serai dan tumbuk halus bersama bumbu lainnya.

Manfaat Daun Ketumbar


Bentuk daunnya mirip daun seledri. Namun, warna daunnya lebih muda dengan aroma tajam yang menyengat. Umumnya banyak dijual segar di pasar-pasar tradisional atau pasar swalayan. Bagian yang banyak digunakan adalah daun dan akarnya.

Daun ketumbar banyak dimanfaatkan untuk memberikan aroma pada hidangan berkuah, tumis atau untuk taburan, terutama pada hidangan seafood. Cara menggunakan, masukkan daun ketumbar utuh atau yang telah dicincang ke dalam masakan. Atau, taburkan daun ketumbar cincang di atas hidangan tumis atau sebagai garnis makanan.

Khusus untuk akar, umumnya dipakai untuk bumbu kari segar. Caranya, potong ujung akar kurang lebih sepanjang 2 cm ke arah batang daun ketumbar. Kemudian, haluskan bersama bumbu lainnya.

8 Cara Atasi Kegelisahan Bayi

Berikut ini adalah cara menggendong berserta gerakan-gerakan yang dapat membuat bayi merasa nyaman. Biasanya ayah dan ibu sudah mempraktikkan sebagian dari cara menggendong dan mengayun untuk meredakan tangisan si kecil. Hanya saja berangkali manfaat dan variasi lain dari menggendong dan mengayun ini belum seluruhnya diketahui. Nah, siapa tahu bayi Anda menyukai gaya-gaya berikut.

1. Menggendong

Menggendong bisa dibilang merupakan cara yang andal dalam mengatasi kerewelan bayi. Penelitian di Amerika menunjukkan bayi yang digendong paling sedikit tiga jam sehari, 40 persen di antaranya jarang menangis. Namun maksud menggendong di sini tidak hanya sekadar mengangkat dan menahan bayi dengan tangan kita tetapi bagaimana menggendong tersebut dapat membuat bayi merasa nyaman; yakni dengan memperhatikan lama waktu menggendong, jenis gendongan yang dipilih, dan cara menggunakan alat gendongan tersebut dengan tepat.

Salah satu cara menggendong yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan kain panjang (jarit ) atau alat gendong (sling ). Gendonglah bayi dengan posisi agak menyamping sehingga ia dapat menatap wajah orang yang menggendongnya. Hal ini akan membuat bayi nyaman. Ketika si penggendong berjalan, "irama jalannya" akan mengingatkan bayi saat "digendong-gendong" dalam kandungan. Tetapi dianjurkan untuk tidak menggunakan gendongan dari jala karena alat ini tidak sepenuhnya menyangga tubuh si bayi.

Kelebihan lain menggendong, bayi akan merasa dekat dengan orang tuanya. Karena setiap kali digendong, dia dapat merasakan embusan hangat napas ayah atau ibu yang terdengar lembut. Suasana demikian dipercaya dapat membuat anak tumbuh menjadi sosok yang penuh kedamaian dan mudah untuk ditenangkan. Menurut ahli, menggendong bayi lebih baik dilakukan ketimbang menaruhnya dalam ayunan atau kereta dorong sendirian.

2. Menari

Gerakan menari diyakini dapat menenangkan bayi yang sedang rewel. Tentu saja bukan berarti orang tua harus bisa menari Pendet atau Serampang 12 yang memiliki urutan gerakan tertentu, tapi cukup dengan menggerak-gerakkan tubuh kita dalam pola yang teratur sehingga bayi merasa nyaman dalam dekapan. Umumnya, orang tua akan menciptakan jenis tarian yang disesuaikan dengan kebutuhannya dan si kecil. Berikut beberapa inspirasi tarian, dari yang gerakan sederhana hingga yang agak memerlukan sedikit tenaga, jadi sesuaikan dengan energi yang kita miliki:

* The Swing (gerakan mengayun)

Inilah gerakan alami yang biasanya secara spontan dilakukan orang tua untuk meredakan tangisan si kecil. Hanya saja, akan lebih nyaman jika si kecil didekap tepat di bawah leher kita. Ayun dari sisi kiri ke sisi kanan secara perlahan dan jangan terlalu menghentak karena dikhawatirkan akan membuat salah satu bagian tubuh bayi cedera, seperti dahi yang menempel di bawah leher.

* The Dip (gerakan naik turun)

Langkah ini bisa dijadikan sebagai variasi gerakan mengayun. Naik-turunkan lutut secara cepat dan teratur tetapi jangan menghentak. Lakukan terus sampai bayi merasa tenang.

* The Hop (gerakan melompat)

Lakukan gerakan melompat dengan menekuk lutut kiri dan kanan bergantian, masing-masing selama dua hitungan. Ingat, jangan melompat dengan menggunakan kaki secara bersamaan karena umumnya bayi tidak suka cara berhenti yang mendadak dan kita pun lebih mudah letih.

* The Bounce (gerakan melambung)

Posisikan bayi sehingga wajahnya berhadapan dengan wajah kita. Sanggalah bokongnya dengan tangan kanan sementara tangan kiri menyangga pundak dan lehernya. Lambungkan bayi dengan lembut ke atas dan ke bawah rata-rata enam puluh sampai tujuh puluh hitungan per menit. Tataplah matanya pada saat kita melambungkan tubuhnya. Beberapa bayi suka dilambungkan dengan lebih kuat, lebih tinggi, dan lebih cepat. Peganglah yang kuat agar kita tidak lepas kendali dan membuat bayi malah bertambah rewel atau bahkan terjatuh. Jika si kecil menangis kala dilambungkan, segera hentikan cara ini dan cari cara lain untuk menenangkannya.

* The Rock (goyang ombang ambing)

Gerakannya mudah, kok. Sorongkan bayi ke depan dan ke belakang sambil didekap di dada kita. Untuk mudahnya, posisikan salah satu kaki di depan untuk menjaga keseimbangan tubuh kita. Sesekali ganti gerakan dengan mengayunnya dari kiri ke kanan.

* The Waltz (dansa waltz)

Gerakannya seperti pasangan yang tengah berdansa waltz. Hanya saja pasangan kita kali ini adalah si bayi. Jika belum pernah belajar waltz, mungkin kita perlu menyetel lagu berirama waltz untuk menemukan iramanya yaitu, "tu, wa, ga-tu, wa, ga" dan seterusnya. Sambil mengayun bayi, ke atas dan ke bawah, kita dapat melangkahkan kaki kiri dan kanan dalam hitungan "tu, wa, ga" seperti orang berdansa.

* The Tango (tango)

Sebagian besar bayi suka dengan gerakan berirama lembut, tetapi beberapa bayi suka dengan gerakan yang lebih "kasar". Gaya menari tango yang gerakannya cepat dan ada saat berhenti mendadak akan memberinya kejutan sehingga dapat menghentikan kerewelannya.

* The Twirl (putaran)

Selain gerakan populer seperti mengayunkan bayi ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan, atau ke kiri dan ke kanan, sebagian bayi juga senang dengan gerakan berputar 180 derajat dan diakhiri dengan berhenti mendadak. Keheranan bayi biasanya ditunjukkan dengan cara menatap ke arah kita. Jika kita bisa menjaga kontak mata dan menjaga gerakan, dia mungkin akan terus melihat kita untuk mengekspresikan apa yang sedang dirasakannya.

3. Mengayun bayi

Mengayun bayi dalam ayunan dapat digunakan sebagai variasi dalam menenangkan bayi yang rewel. Berbagai model ayunan bayi bisa dibeli di pasaran. Pilihlah yang bahan atau konstruksinya kuat. Yang perlu diketahui, ayunan tidak berkerja sebaik dekapan tangan manusia. Dengan menggendongnya, tubuh bayi akan bersentuhan dengan dada kita yang dapat menimbulkan kedekatan dan keakraban. Tetapi kalau orang tua sudah kecapekan, menaruh bayi dalam ayunan akan menjadi solusi yang tepat. Selagi si kecil terlena di ayunan, orang tua dapat beristirahat sejenak atau melakukan pekerjaan rumah yang lain.

4. Mengajak berkendara

Tentu hal ini bisa dilakukan jika orang tua sedang tidak sibuk. Letakkan bayi di car seat dan ajaklah ia berkeliling kurang lebih selama 25 menit. Jika memungkinkan, lakukan tanpa pernah berhenti. Sekembalinya di rumah, angkat bayi beserta car seat-nya agar tetap tenang. Yang perlu diperhatikan, pilihlah jalan yang lengang, tidak macet, tidak terpolusi, tidak riuh dengan suara klakson dan deru mobil, seperti jalan di seputar perumahan/kompleks. Tidak disarankan untuk mengajak bayi berkeliling dengan sepeda motor karena kendaraan jenis ini sangat terbuka. Dikhawatirkan bayi akan menghirup udara kotor atau diterpa sinar matahari yang terlalu terik.

5. Berjalan-jalan dengan kereta

Banyak ibu yang menenangkan bayinya dengan mengajaknya berjalan-jalan menggunakan kereta bayi. Tentu si kecil menikmati hal ini karena bisa merasakan suasana yang berbeda. Namun, saat mengajak si kecil jalan-jalan, pilih jalan yang landai dan lengang. Hindari jalan berbatu yang dapat membuat jalan kereta tidak mulus, dilewati banyak kendaraan, dan udaranya terpolusi. Selain itu pilihlah kereta bayi yang posisi sandarannya agak tegak (posisi duduk) sehingga dia bisa memandang ke depan dengan leluasa. Banyak bayi yang tidak suka diposisikan terbaring karena dia hanya bisa melihat pemandangan langit yang membosankan. Namun asal tahu saja, pada umumnya bayi lebih suka ditenangkan dalam dekapan daripada dengan mengajaknya berjalan-jalan di atas kereta bayi.

6. Menaruh bayi di atas bola

Berlututlah di atas lantai. Taruh perut bayi di atas bola yang besar. Pegang bayi dengan satu tangan, sedangkan tangan lain menggerakan bola dari sisi satu ke sisi lain.

7. Melambungkan Bayi

Tengkurapkan bayi di atas lutut kita dan goyang-goyangkan lutut dengan posisi turun naik. Bisa juga dilakukan dengan cara merebahkan diri di atas kasur dan meletakkan bayi di atas perut kita. Angkat dan turunkan perut kita sehingga bayi bisa merasakan gerakan naik-turun.

8. Berjalan-jalan

Salah satu cara mudah untuk menenangkan bayi adalah dengan jalan santai ketika bayi sedang rewel. Pemandangan yang berbeda dapat menghapus tangisannya. Tentu, tempat yang dipilih pun harus yang dapat membuat bayi merasa lebih nyaman, misalnya berjalan di taman dan di sekitar perumahan. Yang penting lokasinya tidak riuh apalagi ditambah dengan polusi udara dari kendaraan bermotor.

Irfan Hasuki

8 Cara Atasi Kegelisahan Bayi


Berikut ini adalah cara menggendong berserta gerakan-gerakan yang dapat membuat bayi merasa nyaman. Biasanya ayah dan ibu sudah mempraktikkan sebagian dari cara menggendong dan mengayun untuk meredakan tangisan si kecil. Hanya saja berangkali manfaat dan variasi lain dari menggendong dan mengayun ini belum seluruhnya diketahui. Nah, siapa tahu bayi Anda menyukai gaya-gaya berikut.

1. Menggendong

Menggendong bisa dibilang merupakan cara yang andal dalam mengatasi kerewelan bayi. Penelitian di Amerika menunjukkan bayi yang digendong paling sedikit tiga jam sehari, 40 persen di antaranya jarang menangis. Namun maksud menggendong di sini tidak hanya sekadar mengangkat dan menahan bayi dengan tangan kita tetapi bagaimana menggendong tersebut dapat membuat bayi merasa nyaman; yakni dengan memperhatikan lama waktu menggendong, jenis gendongan yang dipilih, dan cara menggunakan alat gendongan tersebut dengan tepat.

Salah satu cara menggendong yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan kain panjang (jarit ) atau alat gendong (sling ). Gendonglah bayi dengan posisi agak menyamping sehingga ia dapat menatap wajah orang yang menggendongnya. Hal ini akan membuat bayi nyaman. Ketika si penggendong berjalan, "irama jalannya" akan mengingatkan bayi saat "digendong-gendong" dalam kandungan. Tetapi dianjurkan untuk tidak menggunakan gendongan dari jala karena alat ini tidak sepenuhnya menyangga tubuh si bayi.

Kelebihan lain menggendong, bayi akan merasa dekat dengan orang tuanya. Karena setiap kali digendong, dia dapat merasakan embusan hangat napas ayah atau ibu yang terdengar lembut. Suasana demikian dipercaya dapat membuat anak tumbuh menjadi sosok yang penuh kedamaian dan mudah untuk ditenangkan. Menurut ahli, menggendong bayi lebih baik dilakukan ketimbang menaruhnya dalam ayunan atau kereta dorong sendirian.

2. Menari

Gerakan menari diyakini dapat menenangkan bayi yang sedang rewel. Tentu saja bukan berarti orang tua harus bisa menari Pendet atau Serampang 12 yang memiliki urutan gerakan tertentu, tapi cukup dengan menggerak-gerakkan tubuh kita dalam pola yang teratur sehingga bayi merasa nyaman dalam dekapan. Umumnya, orang tua akan menciptakan jenis tarian yang disesuaikan dengan kebutuhannya dan si kecil. Berikut beberapa inspirasi tarian, dari yang gerakan sederhana hingga yang agak memerlukan sedikit tenaga, jadi sesuaikan dengan energi yang kita miliki:

* The Swing (gerakan mengayun)

Inilah gerakan alami yang biasanya secara spontan dilakukan orang tua untuk meredakan tangisan si kecil. Hanya saja, akan lebih nyaman jika si kecil didekap tepat di bawah leher kita. Ayun dari sisi kiri ke sisi kanan secara perlahan dan jangan terlalu menghentak karena dikhawatirkan akan membuat salah satu bagian tubuh bayi cedera, seperti dahi yang menempel di bawah leher.

* The Dip (gerakan naik turun)

Langkah ini bisa dijadikan sebagai variasi gerakan mengayun. Naik-turunkan lutut secara cepat dan teratur tetapi jangan menghentak. Lakukan terus sampai bayi merasa tenang.

* The Hop (gerakan melompat)

Lakukan gerakan melompat dengan menekuk lutut kiri dan kanan bergantian, masing-masing selama dua hitungan. Ingat, jangan melompat dengan menggunakan kaki secara bersamaan karena umumnya bayi tidak suka cara berhenti yang mendadak dan kita pun lebih mudah letih.

* The Bounce (gerakan melambung)

Posisikan bayi sehingga wajahnya berhadapan dengan wajah kita. Sanggalah bokongnya dengan tangan kanan sementara tangan kiri menyangga pundak dan lehernya. Lambungkan bayi dengan lembut ke atas dan ke bawah rata-rata enam puluh sampai tujuh puluh hitungan per menit. Tataplah matanya pada saat kita melambungkan tubuhnya. Beberapa bayi suka dilambungkan dengan lebih kuat, lebih tinggi, dan lebih cepat. Peganglah yang kuat agar kita tidak lepas kendali dan membuat bayi malah bertambah rewel atau bahkan terjatuh. Jika si kecil menangis kala dilambungkan, segera hentikan cara ini dan cari cara lain untuk menenangkannya.

* The Rock (goyang ombang ambing)

Gerakannya mudah, kok. Sorongkan bayi ke depan dan ke belakang sambil didekap di dada kita. Untuk mudahnya, posisikan salah satu kaki di depan untuk menjaga keseimbangan tubuh kita. Sesekali ganti gerakan dengan mengayunnya dari kiri ke kanan.

* The Waltz (dansa waltz)

Gerakannya seperti pasangan yang tengah berdansa waltz. Hanya saja pasangan kita kali ini adalah si bayi. Jika belum pernah belajar waltz, mungkin kita perlu menyetel lagu berirama waltz untuk menemukan iramanya yaitu, "tu, wa, ga-tu, wa, ga" dan seterusnya. Sambil mengayun bayi, ke atas dan ke bawah, kita dapat melangkahkan kaki kiri dan kanan dalam hitungan "tu, wa, ga" seperti orang berdansa.

* The Tango (tango)

Sebagian besar bayi suka dengan gerakan berirama lembut, tetapi beberapa bayi suka dengan gerakan yang lebih "kasar". Gaya menari tango yang gerakannya cepat dan ada saat berhenti mendadak akan memberinya kejutan sehingga dapat menghentikan kerewelannya.

* The Twirl (putaran)

Selain gerakan populer seperti mengayunkan bayi ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan, atau ke kiri dan ke kanan, sebagian bayi juga senang dengan gerakan berputar 180 derajat dan diakhiri dengan berhenti mendadak. Keheranan bayi biasanya ditunjukkan dengan cara menatap ke arah kita. Jika kita bisa menjaga kontak mata dan menjaga gerakan, dia mungkin akan terus melihat kita untuk mengekspresikan apa yang sedang dirasakannya.

3. Mengayun bayi

Mengayun bayi dalam ayunan dapat digunakan sebagai variasi dalam menenangkan bayi yang rewel. Berbagai model ayunan bayi bisa dibeli di pasaran. Pilihlah yang bahan atau konstruksinya kuat. Yang perlu diketahui, ayunan tidak berkerja sebaik dekapan tangan manusia. Dengan menggendongnya, tubuh bayi akan bersentuhan dengan dada kita yang dapat menimbulkan kedekatan dan keakraban. Tetapi kalau orang tua sudah kecapekan, menaruh bayi dalam ayunan akan menjadi solusi yang tepat. Selagi si kecil terlena di ayunan, orang tua dapat beristirahat sejenak atau melakukan pekerjaan rumah yang lain.

4. Mengajak berkendara

Tentu hal ini bisa dilakukan jika orang tua sedang tidak sibuk. Letakkan bayi di car seat dan ajaklah ia berkeliling kurang lebih selama 25 menit. Jika memungkinkan, lakukan tanpa pernah berhenti. Sekembalinya di rumah, angkat bayi beserta car seat-nya agar tetap tenang. Yang perlu diperhatikan, pilihlah jalan yang lengang, tidak macet, tidak terpolusi, tidak riuh dengan suara klakson dan deru mobil, seperti jalan di seputar perumahan/kompleks. Tidak disarankan untuk mengajak bayi berkeliling dengan sepeda motor karena kendaraan jenis ini sangat terbuka. Dikhawatirkan bayi akan menghirup udara kotor atau diterpa sinar matahari yang terlalu terik.

5. Berjalan-jalan dengan kereta

Banyak ibu yang menenangkan bayinya dengan mengajaknya berjalan-jalan menggunakan kereta bayi. Tentu si kecil menikmati hal ini karena bisa merasakan suasana yang berbeda. Namun, saat mengajak si kecil jalan-jalan, pilih jalan yang landai dan lengang. Hindari jalan berbatu yang dapat membuat jalan kereta tidak mulus, dilewati banyak kendaraan, dan udaranya terpolusi. Selain itu pilihlah kereta bayi yang posisi sandarannya agak tegak (posisi duduk) sehingga dia bisa memandang ke depan dengan leluasa. Banyak bayi yang tidak suka diposisikan terbaring karena dia hanya bisa melihat pemandangan langit yang membosankan. Namun asal tahu saja, pada umumnya bayi lebih suka ditenangkan dalam dekapan daripada dengan mengajaknya berjalan-jalan di atas kereta bayi.

6. Menaruh bayi di atas bola

Berlututlah di atas lantai. Taruh perut bayi di atas bola yang besar. Pegang bayi dengan satu tangan, sedangkan tangan lain menggerakan bola dari sisi satu ke sisi lain.

7. Melambungkan Bayi

Tengkurapkan bayi di atas lutut kita dan goyang-goyangkan lutut dengan posisi turun naik. Bisa juga dilakukan dengan cara merebahkan diri di atas kasur dan meletakkan bayi di atas perut kita. Angkat dan turunkan perut kita sehingga bayi bisa merasakan gerakan naik-turun.

8. Berjalan-jalan

Salah satu cara mudah untuk menenangkan bayi adalah dengan jalan santai ketika bayi sedang rewel. Pemandangan yang berbeda dapat menghapus tangisannya. Tentu, tempat yang dipilih pun harus yang dapat membuat bayi merasa lebih nyaman, misalnya berjalan di taman dan di sekitar perumahan. Yang penting lokasinya tidak riuh apalagi ditambah dengan polusi udara dari kendaraan bermotor.

Irfan Hasuki

Rabu, 15 Juni 2011

Sepuluh Langkah Efektif Atasi Stres

Stres kerap kali menyelinap di antara segudang kesibukan sehari-hari. Tak jarang stres akhirnya memengaruhi kita secara mental maupun fisik. Bagaimana mengatasinya?

Ada 10 kiat mudah dari FoxNews yang berguna bagi Anda dalam mengatasi stres. Ini dia:

1. Bersih-bersih
Lingkungan yang bersih ternyata dapat mengurangi stres. Cobalah membersihkan meja kerja, atau kamar tidur Anda. Tak ada salahnya juga mengubah tampilannya sehingga tidak membosankan. Selain mengatasi stres, suasana yang baru akan membuat Anda lebih bersemangat.

2. Atur jadwal

Stres kadang timbul karena manajemen waktu pribadi yang kurang baik. Mulai sekarang, cobalah catat setiap kegiatan Anda. Atur dengan rapi jadwal kegiatan, dan jangan lupa selalu sediakan waktu untuk bersantai atau beristirahat sejenak di sela-sela kesibukan. Manajemen waktu yang baik akan mengurangi stres Anda.

3. Kurangi kopi
Kopi terkadang membantu membantu kita untuk mengembalikan tenaga yang habis. Namun kafein dalam kopi juga membuat aliran darah semakin kencang, sehingga seluruh otot tubuh pun menegang. Hal itu juga dapat merangsang stres. Oleh karena itu, kurangilah konsumsi kopi.

4. Mendengarkan musik

Musik terbukti dapat membuat seseorang lebih santai. Musik dapat mempengaruhi detak jantung dan aliran darah menjadi lebih teratur, sehingga ketegangan dapat diatasi. Stres pun hilang.

5. Perhatikan asupan makanan

Stres juga bisa diatasi dengan menyantap makanan bergizi. Kurangi makanan siap saji yang mengandung banyak pengawet dan penyedap rasa. Beralihlah ke makanan segar dan mengandung nutrisi seimbang dan antioksidan alami. Nutrisi tersebut akan membantu tubuh mencegah stres.

6. Berolahraga
Berolahraga adalah salah satu cara untuk menghilangkan stres, Dengan berolahraga, aliran darah menjadi lancar, penyumbatan lemak di darah hilang, otot-otot di tubuh pun mengendur. Stres pun hilang.

7. Pijat tubuh
Metode pijat juga bisa Anda gunakan untuk mengendurkan otot-otot tubuh. Dengan banyaknya penyedia jasa pijat di salon kecantikan atau pusat kebugaran dan kesehatan, menghilangkan stres jadi jauh lebih mudah.

8. Berlibur
Jika stres tak lagi bisa ditahan, maka jalan keluarnya adalah keluar dari kesibukan sehari-hari. Menyediakan waktu berlibur bisa menghilangkan stres sekaligus mengembalikan energi yang hilang.

9. Tidur cukup
Kurang tidur adalah salah satu pemicu stres. Pastikan Anda memiliki waktu tidur minimal lima jam setiap harinya.

10. Temui terapi

Jika stres terlalu mengganggu dan tak bisa lagi diatasi, tak ada salahnya menemui sang ahli. Para terapi akan membantu Anda mengatasi stres yang melanda.