......
🌿 Dekat dengan Nabi, Selamat dalam Iman
QS. Ali ‘Imran ayat 68–70,
Allah ﷻ menegaskan dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman. Dan Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman.”
(QS. Ali ‘Imran: 68)
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa kedekatan dengan para nabi tidak ditentukan oleh nasab, suku, atau klaim lisan, melainkan oleh iman dan ketaatan. Siapa pun yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad ﷺ dengan iman yang benar, maka dialah yang paling dekat dengan Nabi Ibrahim dan seluruh nabi Allah.
Allah lalu mengingatkan:
“Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka tidak menyesatkan kecuali diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.”
(QS. Ali ‘Imran: 69)
Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini sebagai peringatan agar kaum mukmin tidak terpedaya oleh ajakan yang menjauhkan dari tauhid dan sunnah, meskipun dibungkus dengan ilmu, toleransi, atau kebaikan semu. Kesesatan tidak akan membahayakan orang beriman selama ia berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Kemudian Allah berfirman:
“Wahai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu menyaksikannya?”
(QS. Ali ‘Imran: 70)
Menurut Ibnu Katsir, ayat ini adalah teguran keras terhadap orang yang mengetahui kebenaran namun menolaknya karena hawa nafsu dan kepentingan dunia. Ilmu tanpa keimanan hanya akan menjadi hujjah yang memberatkan di hadapan Allah.
✨ Inti Motivasi
Kemuliaan di sisi Allah ditentukan oleh iman dan ketaatan, bukan identitas atau pengakuan.
Keselamatan akidah ada pada istiqamah mengikuti Rasulullah ﷺ.
Ilmu harus melahirkan ketundukan, bukan kesombongan.
Allah sendiri menjadi pelindung orang-orang yang beriman.
🤲 Penutup Renungan
Mari kita jujur pada diri sendiri:
Apakah iman kita sudah benar-benar diwujudkan dalam amal, akhlak, dan kesetiaan pada ajaran Nabi ﷺ?
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dekat dengan para nabi melalui iman dan amal shalih, serta dijaga dari kesesatan yang tampak indah namun menipu.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
🌙 Muhasabah Diri
Marilah kita berhenti sejenak dan bertanya pada hati kita:
Apakah aku sudah benar-benar mengikuti Rasulullah ﷺ dalam akidah, ibadah, dan akhlak?
Apakah imanku hanya di lisan, atau sudah tampak dalam amal keseharian?
Apakah aku mencari kebenaran karena Allah, atau karena kebiasaan, lingkungan, dan kepentingan dunia?
Ketika kebenaran datang, apakah aku tunduk atau justru menolaknya karena gengsi dan hawa nafsu?
QS. Ali ‘Imran ayat 68–70 mengingatkan bahwa kedekatan dengan para nabi bukan karena pengakuan, tetapi karena ketaatan. Ilmu tanpa iman hanya akan menjadi saksi yang memberatkan di hadapan Allah.
🪞 Cara Bermuhasabah
Luruskan niat Hadirkan niat bahwa muhasabah ini untuk memperbaiki diri, bukan menyalahkan orang lain.
Ukur diri dengan Al-Qur’an dan Sunnah Bandingkan ucapan, sikap, dan pilihan hidup kita dengan ajaran Rasulullah ﷺ.
Evaluasi iman dan amal Tanya diri: adakah perintah Allah yang masih aku lalaikan? Adakah larangan-Nya yang masih aku kerjakan?
Sadari kelemahan diri Akui dosa tanpa mencari pembenaran, karena pengakuan adalah pintu taubat.
Perbarui tekad Niatkan perubahan walau kecil, namun istiqamah dan ikhlas.
🤲 Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا نَبِيَّكَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِدْقًا وَعَمَلًا،
وَلَا تَجْعَلْنَا مِمَّنْ يَعْرِفُ الْحَقَّ ثُمَّ يُخَالِفُهُ،
وَاجْعَلْنَا مِنْ أَوْلِيَائِكَ الَّذِينَ تَوَلَّيْتَهُمْ بِرَحْمَتِكَ.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang benar-benar mengikuti Nabi-Mu Muhammad ﷺ dengan iman dan amal. Jangan Engkau jadikan kami termasuk orang yang mengetahui kebenaran lalu menyelisihinya. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang Engkau lindungi dengan rahmat-Mu.”
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
🌸 Ucapan Terima Kasih
Terima kasih ya Allah atas hidayah iman dan Islam.
Terima kasih atas Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup.
Terima kasih atas Rasulullah ﷺ sebagai teladan sempurna.
Semoga apa yang kita baca, dengar, dan renungkan hari ini menjadi cahaya di hati, penguat iman, dan sebab husnul khatimah.
Barakallahu fiikum.
........
🌿 Deket Sama Nabi, Aman Iman Kita
QS. Ali ‘Imran ayat 68–70
Allah ngingetin gini:
“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman. Dan Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 68)
Menurut Ibnu Katsir, nih, deket sama nabi itu nggak diliat dari garis keturunan, suku, atau sekadar ngaku-ngaku doang. Tapi dari iman dan ketaatan kita. Siapa pun yang ngikutin ajaran Nabi Muhammad ﷺ dengan iman yang bener, dialah yang paling deket sama Nabi Ibrahim dan semua nabi.
Terus Allah ingetin:
“Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka tidak menyesatkan kecuali diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.” (QS. Ali ‘Imran: 69)
Ini peringatan buat kita, jangan sampe kejebak ajakan yang bikin kita jauh dari tauhid dan sunnah, meskipun kedengerannya keren, toleran, atau kayaknya baik. Selama kita pegang teguh Al-Qur’an dan Sunnah, kita aman.
Lalu Allah tegur:
“Wahai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu menyaksikannya?” (QS. Ali ‘Imran: 70)
Ini teguran buat yang udah tahu kebenaran, tapi malah nolak karena ego dan kepentingan dunia. Ilmu yang nggak dibarengin iman cuma bakal jadi beban di akhirat nanti.
---
✨ Intinya
· Keren di mata Allah itu ditentukan sama iman dan taat, bukan sekedar label atau pengakuan.
· Amannya akidah kita ya dengan istiqamah ngikut Rasulullah ﷺ.
· Ilmu yang bermanfaat itu yang bikin kita tunduk, bukan malah sombong.
· Allah sendiri yang jadi pelindung orang-orang beriman.
---
🤲 Yuk, Jujur Sama Diri Sendiri
· Iman kita udah kecekungin dalam amal, akhlak, dan kesetiaan kita nggak sih sama ajaran Nabi ﷺ?
· Atau masih sebatas status di medsos dan ucapan doang?
· Semoga kita termasuk orang-orang yang deket sama para nabi karena iman dan amal kita, dan dijaga dari penyesatan yang keliatannya manis.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
---
🌙 Me-time Buat Hati
Yuk, pause bentar, tanya hati:
· “Gue beneran ngikut Rasulullah ﷺ nggak sih, dari cara pandang, ibadah, sampe sikap sehari-hari?”
· “Iman gue cuma di kata-kata, atau udah keliatan dari gaya hidup?”
· “Gue cari kebenaran karena Allah, atau cuma ikut-ikutan dan biar dibilang ‘open-minded’?”
· “Pas ketemu kebenaran yang bikin nggak nyaman, gue nerima atau malah nolak karena gengsi?”
Ayat tadi ngasih reminder: kedekatan sama nabi itu lewat ketaatan, bukan klaim. Ilmu tanpa iman cuma bakal jadi saksi yang nyusahin kita sendiri di depan Allah.
---
🪞 Cara Ngecek Diri (Muhasabah Ala Kita)
1. Lurusin Niat: Ini buat perbaikan diri, bukan buat nyalahin orang lain atau ngerasa paling bener.
2. Bandangin Diri sama Al-Qur’an & Sunnah: Cocokin omongan, sikap, dan pilihan hidup kita sama ajaran Rasulullah ﷺ. Ada yang melenceng?
3. Evaluasi Iman & Amal: Ada perintah Allah yang masih gue skip nggak? Ada larangan yang masih gue rempelin?
4. Akui Kelemahan: Nggak usah cari pembenaran, mengaku aja kalau ada yang salah. Itu pintu taubat.
5. Gas Pol Niat Perbaikan: Tekadin buat berubah, mulai dari hal kecil yang bisa dijaga terus.
---
🤲 Doa (Bahasanya Tetap Arab & Terjemahannya)
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا نَبِيَّكَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِدْقًا وَعَمَلًا، وَلَا تَجْعَلْنَا مِمَّنْيَعْرِفُ الْحَقَّ ثُمَّ يُخَالِفُهُ، وَاجْعَلْنَا مِنْأَوْلِيَائِكَ الَّذِينَ تَوَلَّيْتَهُمْ بِرَحْمَتِكَ.
Artinya: “Ya Allah,jadikanlah kami termasuk orang-orang yang benar-benar mengikuti Nabi-Mu Muhammad ﷺ dengan iman dan amal. Jangan Engkau jadikan kami termasuk orang yang mengetahui kebenaran lalu menyelisihinya. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang Engkau lindungi dengan rahmat-Mu.”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
---
🌸 Note Buat Diri Sendiri
· Makasih ya Allah buat hidayah iman dan Islam.
· Makasih buat Al-Qur’an yang jadi GPS hidup.
· Makasih buat Rasulullah ﷺ yang jadi role model sempurna.
· Semoga apa yang kita baca dan renungin hari ini bikin hati lebih cerah, iman makin kuat, dan bawa kita ke akhir yang baik.
Barakallahu fiikum. Semoga Allah kasih kalian keberkahan!🙏
........
