kupas tipis tipis kitab Hadits Arbain Nawawi (Karya Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau Imam Nawawi ) Edisi 1001 :
Hadits ke-35 Hamba-Hamba Allah adalah Bersaudara.
Membersihkan Hati, Menguatkan Persaudaraan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling najasy*, jangan saling marah, jangan saling membelakangi, dan jangan saling menjual barang yang sedang ditawar saudaranya. Jadilah hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim menjadi saudara muslim lainnya. Tidak boleh ia menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinanya. Takwa itu di sini –beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali–. Cukuplah keburukan bagi seseorang jika ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.’” Diriwayatkan oleh Muslim.
[Shahih: Shahih Muslim (no. 2564)]
.....
Membersihkan Hati, Menguatkan Persaudaraan.
Kupasan Tipis-Tipis Hadits Arbain Nawawi
Edisi 1001 – Hadits ke-35: “Hamba-Hamba Allah adalah Bersaudara”
Hadits:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling melakukan najasy (menaikkan harga secara tipu daya), jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan menjual barang yang sedang ditawar oleh saudaramu. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhaliminya, tidak boleh menelantarkannya, dan tidak boleh menghinanya.
Takwa itu di sini –beliau menunjuk dadanya tiga kali–.
Cukuplah seseorang dianggap buruk bila ia menghina saudaranya yang muslim.
Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”
(HR. Muslim no. 2564)
Tauziah Dakwah: Persaudaraan yang Membersihkan Hati
1. Akar Persaudaraan adalah Takwa
Rasulullah ﷺ menunjuk dada tiga kali ketika mengatakan: “At-taqwa haahuna” (takwa itu di sini).
Artinya, inti persaudaraan bukan sekadar hubungan sosial, tetapi kebersihan hati.
Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat: 10)
Dalam perspektif tazkiyatul nufus, persaudaraan rusak bukan karena perbedaan, tetapi karena penyakit hati:
- hasad (dengki)
- kibir (sombong)
- hubbud dunya (cinta dunia)
- riya dan ujub.
Imam Yahya bin Syaraf An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini adalah kaidah besar akhlak Islam.
Jika hati bersih, persaudaraan hidup.
Jika hati kotor, bahkan saudara kandung bisa bermusuhan.
2. Penyakit Hati yang Menghancurkan Persaudaraan
Rasulullah ﷺ menyebut beberapa penyakit sosial.
1. Hasad (dengki)
Nabi ﷺ bersabda:
“Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)
Hasad membuat seseorang:
- tidak senang melihat orang lain sukses
- ingin nikmat orang lain hilang.
Padahal Allah berfirman:
“Apakah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan?”
(QS. An-Nisa: 54)
Dalam tasawuf, hasad adalah racun hati.
2. Najasy (tipu daya ekonomi)
Najasy adalah menaikkan harga palsu agar orang lain tertipu.
Di zaman Nabi terjadi di pasar.
Di zaman kita terjadi melalui:
- manipulasi iklan
- review palsu
- permainan harga
- algoritma bisnis
- spekulasi digital.
Islam melarang ekonomi yang merusak persaudaraan.
Allah berfirman:
“Janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil.”
(QS. Al-Baqarah: 188)
3. Membenci dan membelakangi
Nabi ﷺ bersabda:
“Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.”
(HR. Bukhari Muslim)
Dalam tasawuf, kebencian adalah kegelapan hati.
Sedangkan hati orang beriman seharusnya:
- lembut
- pemaaf
- lapang.
3. Persaudaraan di Zaman Modern
Kita hidup di zaman yang sangat maju:
- teknologi canggih
- komunikasi instan
- transportasi cepat
- kedokteran maju
Namun hati manusia semakin rapuh.
Media sosial sering menjadi ladang:
- fitnah
- iri
- hujatan
- penghinaan.
Padahal Nabi ﷺ bersabda:
“Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya kepada kehancuran.”
(HR. Bukhari Muslim)
Dalam ekonomi modern:
- jangan menipu
- jangan menjatuhkan usaha saudara
- jangan memonopoli dengan zalim.
Dalam politik:
- jangan menghalalkan fitnah
- jangan menghancurkan ukhuwah demi kekuasaan.
Dalam budaya:
- jangan menghina sesama muslim.
4. Hadits Qudsi Tentang Persaudaraan
Dalam hadits qudsi Allah berfirman:
“Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku berada di atas mimbar-mimbar cahaya. Para nabi dan syuhada iri kepada mereka.”
(HR. Tirmidzi)
Ini menunjukkan:
Persaudaraan karena Allah memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi-Nya.
5. Keutamaan Persaudaraan
Orang yang menjaga ukhuwah memiliki kemuliaan besar:
1. Mendapat naungan Allah
Nabi ﷺ bersabda:
“Dua orang yang saling mencintai karena Allah akan berada dalam naungan Allah pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari Muslim)
2. Dihapuskan dosa
Nabi ﷺ bersabda:
“Tidaklah dua muslim saling berjabat tangan kecuali dosa keduanya diampuni sebelum mereka berpisah.”
(HR. Abu Dawud)
3. Mendapat rahmat Allah
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah: 195)
Orang yang menjaga persaudaraan termasuk muhsinin.
6. Cara Membersihkan Hati (Tazkiyatul Nufus)
Para ulama tasawuf mengajarkan beberapa langkah.
1. Muhasabah setiap malam
Tanya pada diri:
- apakah aku menyakiti saudara muslim?
- apakah aku iri pada orang lain?
- apakah aku menzalimi orang?
2. Doakan orang yang kita iri
Ini obat hasad yang diajarkan ulama.
Jika iri pada seseorang, ucapkan:
“Ya Allah tambahkan keberkahan padanya.”
Lama-lama hati akan bersih.
3. Banyak dzikir
Allah berfirman:
“Ingatlah, dengan dzikir kepada Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
4. Bersedekah kepada orang yang pernah menyakiti kita
Ini latihan ikhlas tingkat tinggi.
Para wali Allah melakukan ini.
7. Harapan untuk Umat
Bayangkan jika umat Islam benar-benar menjalankan hadits ini:
- ekonomi penuh kejujuran
- politik penuh akhlak
- masyarakat penuh kasih sayang.
Maka umat ini akan menjadi rahmat bagi dunia.
Doa
Ya Allah…
Bersihkan hati kami dari dengki, iri, dan kebencian.
Ya Allah…
Satukan hati kaum muslimin sebagaimana Engkau satukan hati para sahabat Nabi.
Ya Allah…
Jadikan kami hamba-hamba-Mu yang saling mencintai karena-Mu.
Ya Allah…
Lindungi darah kami, harta kami, dan kehormatan kami dari kezaliman.
Ya Allah…
Jadikan hati kami penuh takwa sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi-Mu.
Ya Allah…
Bangkitkan umat ini dengan persaudaraan, kejujuran, dan kasih sayang.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Penutup
Semoga kupasan tipis-tipis Hadits Arbain Nawawi ini dapat menjadi cermin muhasabah bagi diri kita, agar kita tidak sekadar menjadi muslim, tetapi menjadi saudara sejati bagi sesama muslim.
Karena pada akhirnya, yang akan menyelamatkan kita bukan harta, bukan jabatan, tetapi hati yang bersih dan penuh takwa.
Terima kasih telah meluangkan waktu membaca tauziah ini.
Semoga Allah menjadikannya amal jariyah dan memberi keberkahan kepada kita semua.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Versi Santai Buat Para Sepuh
"Bersihkan Hati, Kuatkan Silaturahmi"
Ngaji Santuy Hadits Arbain Nawawi Edisi 1001
---
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati... Para sesepuh yang Allah muliakan...
Pernah denger nggak sih cerita tentang orang yang sholatnya rajin, puasanya rutin, tapi tetangganya pada nggak betah? Atau saudaranya sendiri ogah silaturahmi?
Nah, mungkin hatinya perlu di-servis dikit...
---
❤️ Let's Check Haditsnya Dulu
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling melakukan najasy (menaikkan harga secara tipu daya), jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan menjual barang yang sedang ditawar oleh saudaramu. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhaliminya, tidak boleh menelantarkannya, dan tidak boleh menghinanya.
Takwa itu di sini – beliau menunjuk dadanya tiga kali –.
Cukuplah seseorang dianggap buruk bila ia menghina saudaranya yang muslim.
Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya."
(HR. Muslim no. 2564)
---
Ngobrolin Haditsnya, Yuk!
1. Inti Persaudaraan Itu di Hati
Bapak-Ibu... waktu Nabi bilang "Takwa itu di sini" sambil nunjuk dada, itu cluenya penting banget.
Maksudnya? Persaudaraan itu bukan soal sering ketemu, bukan soal sering traktir, tapi soal hati yang bersih.
Allah udah bilang di Al-Qur'an:
"Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara."
(QS. Al-Hujurat: 10)
Imam An-Nawawi bilang, hadits ini tuh guidelines besar akhlak Islam. Kalau hati bersih, saudara jauh terasa dekat. Kalau hati kotor, saudara kandung bisa saling musuhan. Mirip-mirip tanaman, kalau tanahnya subur, tumbuh subur. Kalau tanahnya tandus, ya gitu deh...
2. Warning! Penyakit Hati yang Bikin Hubungan Rusak
Nabi ﷺ kasih reminder tentang beberapa penyakit yang sering bikin hubungan antar manusia jadi amburadul:
Pertama: Hasad (Dengki)
"Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."
(HR. Abu Dawud)
Bapak-Ibu... hasad tuh kayak api dalam hati. Sekali nyala, yang terbakar bukan cuma orang lain, tapi diri sendiri juga. Orang hasad itu cirinya: nggak enak kalau lihat tetangga beli motor baru, nggak suka kalau dengar saudaranya dapat rezeki.
Padahal Allah bilang:
"Apakah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan?"
(QS. An-Nisa: 54)
Nah, ini PR buat kita semua.
Kedua: Najasy (Trik Dagang Nggak Jujur)
Zaman Nabi dulu, najasy itu modusnya gini: ada orang pura-pura nawar barang dengan harga tinggi biar orang lain ikut-ikutan beli mahal.
Zaman sekarang? Upgrade dikit:
· Review palsu di online shop
· Iklan yang lebay banget
· Markup harga seenaknya
· Influencer endorse barang nggak jelas
Allah udah ngelingin:
"Janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil."
(QS. Al-Baqarah: 188)
Jualan boleh, untung boleh, tapi jangan sampai nipu saudara sendiri. Kasihan...
Ketiga: Mendiamkan dan Membenci
Nabi ﷺ bilang:
"Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari."
(HR. Bukhari Muslim)
Bapak-Ibu... kalau lagi ngambekan sama saudara, ingat-ingat lagi hadits ini. Tiga hari batasnya. Lebih dari itu, dosa lho. Mending selesaikan dengan kepala dingin. Jangan bawa-bawa perasaan terus menerus.
3. Updatean: Zaman Now, Hati Harus Strong
Lucu ya... zaman sekarang:
· HP canggih, tapi hati rapuh
· Internet cepat, tapi silaturahmi lambat
· Medsos ramai, tapi ukhuwah sepi
Media sosial yang katanya bikin dekat, kadang malah jadi ladang:
· Nyinyir sana-sini
· Iri lihat postingan orang
· Hujat komentar beda pendapat
· Ghibah di grup WA
Padahal Nabi ﷺ udah bilang:
"Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya kepada kehancuran."
(HR. Bukhari Muslim)
Nah, mari kita flashback:
· Kalau usaha, jangan nipu
· Kalau jualan, jangan menjatuhkan kompetitor sesama muslim
· Kalau beda pilihan politik, jangan musuhan
· Kalau beda organisasi, jangan saling menghina
Intinya? Kita ini saudara. Selesai.
4. Bonus: Privilege-nya Orang yang Saling Sayang karena Allah
Allah punya hadiah spesial buat orang yang menjaga ukhuwah:
Dalam hadits qudsi, Allah bilang:
"Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku berada di atas mimbar-mimbar cahaya. Para nabi dan syuhada iri kepada mereka."
(HR. Tirmidzi)
Bayangin Bapak-Ibu... Sampai-sampai para nabi dan syuhada aja iri sama mereka. Masya Allah tabarakallah.
5. Benefit Lainnya
Orang yang menjaga persaudaraan dapet banyak benefit dunia-akhirat:
Pertama: Naungan Allah di hari kiamat
Nabi ﷺ bersabda:
"Dua orang yang saling mencintai karena Allah akan berada dalam naungan Allah pada hari kiamat."
(HR. Bukhari Muslim)
Panasnya matahari di akhirat nggak ada mainan. Naungan Allah itu special offer.
Kedua: Dosa diampuni
Nabi ﷺ bersabda:
"Tidaklah dua muslim saling berjabat tangan kecuali dosa keduanya diampuni sebelum mereka berpisah."
(HR. Abu Dawud)
Salam-salaman aja dosa diampuni, apalagi kalau saling tolong dan support?
Ketiga: Dicintai Allah
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-Baqarah: 195)
Nah, orang yang baik sama saudaranya, termasuk yang dicintai Allah. Lumayan kan?
---
🧹 Step by Step Bersihin Hati (Cocok Buat Para Sepuh)
Ulama-ulama besar ngasih resep sederhana buat bersihin hati. Bapak-Ibu boleh coba:
1. Muhasabah Sebelum Tidur
Tanya ke diri sendiri:
· "Hari ini aku nyakiti hati orang nggak ya?"
· "Ada nggak ya orang yang aku irikan?"
· "Apa aku udah baik sama tetangga dan saudara?"
Refleksi dikit, insya Allah hati adem.
2. Doakan Orang yang Kita Iri
Ini resep jitu dari para ulama: kalau ada rasa iri ke seseorang, langsung doain:
"Ya Allah, tambahin berkah buat dia. Ya Allah, bahagiain dia."
Dijamin, lama-lama hati adem. Coba aja rutin, Bapak-Ibu.
3. Perbanyak Dzikir
Allah berfirman:
"Ingatlah, dengan dzikir kepada Allah hati menjadi tenang."
(QS. Ar-Ra'd: 28)
Baca istigfar, baca tasbih, baca tahmid. Hati yang sibuk dzikir, nggak sempat mikirin keburukan orang lain.
4. Give Away ke Orang yang Pernah Nyakiti Hati
Ini level expert. Tapi para wali Allah melakukan ini. Kalau ada orang yang pernah nyakiti hati, kita kasih sesuatu. Bisa makanan kecil, bisa hadiah sederhana.
Revenge versi Islam itu dengan kebaikan. Mantab kan?
---
🕌 Harapan Buat Kita Semua
Bapak-Ibu... coba bayangin kalau umat Islam bener-bener jalanin hadits ini:
· Dagangannya jujur, nggak nipu timbangan
· Bedaa pilihan politik, tapi tetep guyub rukun
· Tetangga kanan-kiri saling support
· Saudara jauh tetap tersambung silaturahmi
Indah banget kan? Umat Islam bakal jadi rahmat beneran buat dunia.
---
🤲 Do'a Bareng, Yu!
Mari kita panjatkan doa:
Ya Allah...
Bersihkan hati kami dari dengki, iri, dan kebencian.
Ya Allah...
Satukan hati kaum muslimin sebagaimana Engkau satukan hati para sahabat Nabi.
Ya Allah...
Jadikan kami hamba-hamba-Mu yang saling mencintai karena-Mu.
Ya Allah...
Lindungi darah kami, harta kami, dan kehormatan kami dari kezaliman.
Ya Allah...
Jadikan hati kami penuh takwa sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi-Mu.
Ya Allah...
Bangkitkan umat ini dengan persaudaraan, kejujuran, dan kasih sayang.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
---
✨ Closing Statement
Bapak-Ibu yang Allah sayangi...
Semoga ngobrol-ngobrol santai tentang Hadits Arbain ini bisa jadi reminder buat kita semua. Bahwa jadi muslim itu bukan cuma soal ibadah vertikal sama Allah, tapi juga hubungan horizontal sama sesama.
Yang nanti nyelametin kita di akhirat itu bukan harta, bukan jabatan, tapi hati yang bersih dan penuh takwa.
Terima kasih udah meluangkan waktu baca sampai akhir. Semoga Allah catat sebagai amal jariyah dan berkahi kita semua.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wallahu a'lam bish-shawab.
---
Matur nuwun, Bapak-Ibu. Monggo dilanjut istirahatnya... 🙏
......
