MAKSIAT LISAN
Ketika Satu Ucapan Lebih Tajam dari Sebilah Pedang
Sebagian dari maksiat lisan adalah
Belajar atau mengajarkan ilmu yang membahayakan.
Menghukumi dengan selain hukum Allah.
Meratapi/menangisi (dengan suara keras) pada mayit.
Setiap ucapan yang mendorong kepada orang lain untuk berbuat haram atau untuk meninggalkan kewajiban.
Setiap ucapan yang mencela agama, salah seorang nabi, para ulama, ilmu Al-quran, peraturan agama, dan atau sesuatu dari tanda-tanda agama Alloh.
Ringkasan Redaksi Asli
Maksiat lisan adalah segala bentuk ucapan yang menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya, baik berupa perkataan yang mengandung kekufuran, kemaksiatan, kerusakan akhlak, atau yang mendorong manusia kepada keburukan dan menjauhkan dari kewajiban. Di antaranya: mengajarkan ilmu yang membahayakan, menghukumi dengan selain hukum Allah, meratapi mayit dengan suara keras, mendorong perbuatan haram, mencela agama, nabi, ulama, Al-Qur’an, dan simbol-simbol agama Allah.
Latar Belakang Masalah di Zamannya
Sejak masa jahiliyah hingga masa Rasulullah ﷺ, lisan telah menjadi alat paling cepat untuk menyesatkan manusia. Kaum musyrikin Quraisy menggunakan ucapan untuk:
- Mengejek wahyu
- Menuduh Rasulullah ﷺ sebagai penyair dan penyihir
- Menyebarkan fitnah dan provokasi
Di masa sahabat dan tabi’in, bahaya lisan semakin kompleks seiring berkembangnya ilmu, politik, dan kekuasaan. Ucapan bukan hanya menyakiti perasaan, tetapi membentuk opini, memecah umat, dan mengubah hukum Allah menjadi hawa nafsu manusia.
Sebab Terjadinya Masalah
- Lemahnya muraqabah (rasa diawasi Allah)
- Meremehkan dosa lisan
- Ilmu tanpa adab
- Cinta dunia dan popularitas
- Lisan mendahului hati dan akal
Intisari Judul
Maksiat Lisan adalah Pintu Kerusakan Akidah, Akhlak, dan Peradaban
Tujuan dan Manfaat
Tujuan:
- Menyadarkan umat tentang bahaya dosa lisan
- Menghidupkan kembali adab berbicara dalam Islam
Manfaat:
- Menjaga iman
- Menyelamatkan diri dari kehinaan dunia dan akhirat
- Menyatukan umat dalam kebenaran
Dalil Al-Qur’an
- QS. Qaf: 18
“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”
- QS. Al-Ahzab: 70–71
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
- QS. Al-Baqarah: 85
“…Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab dan ingkar kepada sebagian yang lain?”
Dalil Hadis
- Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang ia anggap remeh, namun karena itu ia terjerumus ke neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari)
Analisis dan Argumentasi
- Mengajarkan ilmu yang membahayakan → merusak agama dan masyarakat
- Menghukumi dengan selain hukum Allah → mengganti wahyu dengan hawa nafsu
- Meratap keras atas mayit → menolak takdir Allah
- Mencela agama dan ulama → merobohkan benteng keimanan umat
Lisan adalah alat dakwah, namun juga senjata setan.
Keutamaan Menjaga Lisan
- Mendapat ridha Allah
- Menjadi sebab selamat dari neraka
- Dicintai malaikat dan manusia
Hukuman Akibat Maksiat Lisan
Di Dunia
- Hilangnya keberkahan hidup
- Permusuhan dan kehinaan sosial
Di Alam Kubur
- Azab karena fitnah dan adu domba
Di Hari Kiamat
- Timbangan kebaikan ringan
- Lisan menjadi saksi yang memberatkan dosa
Di Akhirat
- Ancaman neraka bagi pencela agama dan pendusta
Relevansi dengan Zaman Modern
- Teknologi & Media Sosial: satu kalimat viral bisa menyesatkan jutaan orang
- Komunikasi: hoaks, ujaran kebencian, dan pelecehan agama
- Transportasi & Kedokteran: ilmu tanpa iman menjadi alat kerusakan
- Kehidupan Sosial: komentar lebih tajam dari perbuatan
Hikmah
- Diam adalah ibadah
- Lisan adalah cermin hati
- Akhlak mendahului ilmu
Muhasabah dan Caranya
- Hitung dosa lisan setiap hari
- Biasakan diam sebelum berbicara
- Timbang ucapan: halal atau haram?
- Perbanyak dzikir untuk menundukkan lisan
Doa
“Ya Allah, jagalah lisan kami dari kebohongan, fitnah, dan ucapan yang Engkau murkai. Jadikan ucapan kami dzikir, dakwah, dan cahaya.”
Nasehat Para Ulama dan Sufi
- Hasan Al-Bashri: “Lisan orang beriman di belakang hatinya.”
- Rabi‘ah al-Adawiyah: “Diamku adalah ibadahku.”
- Junaid al-Baghdadi: “Siapa menjaga lisannya, Allah jaga hatinya.”
- Imam Al-Ghazali: “Kebinasaan manusia paling banyak berasal dari lisan.”
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Ucapanmu adalah bukti kejujuran imanmu.”
- Jalaluddin Rumi: “Luka lisan lebih lama sembuh dari luka pedang.”
Testimoni Ulama Kontemporer
- Gus Baha: “Ucapan yang sembrono bisa membatalkan pahala besar.”
- Ustadz Adi Hidayat: “Lisan adalah pintu iman dan kufur.”
- Buya Yahya: “Menjaga lisan adalah ciri orang bertakwa.”
- Ustadz Abdul Somad: “Banyak orang masuk neraka karena komentar.”
- Buya Arrazy Hasyim: “Ilmu tanpa adab melahirkan kesombongan lisan.”
Daftar Pustaka
- Al-Qur’anul Karim
- Shahih Bukhari & Muslim
- Ihya’ Ulumiddin – Imam Al-Ghazali
- Al-Kabair – Adz-Dzahabi
- Tafsir Ibnu Katsir
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada para ulama, guru, dan pembaca yang terus menjaga adab ilmu dan lisan di tengah zaman fitnah.
Catatan Redaksi
Jika terdapat kisah yang termasuk Israiliyat, maka ia disajikan sebatas bahan renungan, bukan sebagai dalil akidah dan hukum.
TONGKRONGAN TENTANG BAHAYA MULUT (Maksiat Lisan)
Ketika Kata-kata Lebih Nyakitin dari Ghosting.
Hati-hati, guys. Ternyata dosa mulut tu nggak cuma ngomongin orang atau ghibah doang. Ada yang lebih berat, tapi sering kita anggap sepele. Misalnya:
· Ngajarin atau belajar ilmu yang bahaya. Kayak nyebarin hoax ekstrem, atau ilmu buat ngerusak.
· Nge-judge pakai hukum selain Allah. Ngikutin opini net doang, nggak pakai aturan Quran & Hadits.
· Nangis-nangis keras pas ada yang meninggal. Yang teriak-teriak sampai histeris, itu termasuk.
· Ngomong hal yang nyuruh orang lain buat maksiat atau ninggalin kewajiban. Misal, "Ah, sholat ntar aja, masih lama kok."
· Nyinyirin agama, nabi, ulama, Al-Quran, atau simbol-simbol agama. Ini bahaya banget, bisa ke arah kufur.
Intinya: Maksiat lisan itu semua ucapan yang nggak sesuai sama perintah Allah dan Rasul-Nya, bisa yang nyerempet kekufuran, maksiat, rusakin akhlak, atau yang ngajak orang pada keburukan.
Kenapa Bisa Kebelet Ngomong yang Nggak-nggak?
Jaman dulu, orang musyrik Quraisy aja pake mulut buat ngejek wahyu dan nge-fitnah Nabi. Sekarang, di jaman medsos, bahaya mulut makin menjadi. Satu cuitan bisa bikin rusuh, satu komen bisa nyakitin hati. Penyebabnya:
1. Lupa kalo kita selalu diawasi sama Allah.
2. Ngeremehin dosa mulut, "Kan cuma kata-kata."
3. Punya ilmu tapi nggak punya adab.
4. Cari popularitas atau followers.
5. Asal nyeletuk, nggak dipikir dulu.
Judul Kerennya: Maksiat Lisan: Gerbang Rusaknya Iman, Akhlak, dan Peradaban.
Tujuannya Apa? Agar kita makin sadar bahaya dosa mulut dan belajar ngomong yang bener sesuai ajaran Islam.
Untungnya Buat Kita:
· Iman jadi lebih aman.
· Selamat dari dosa dan kehinaan.
· Bikin ukhuwah antar sesama muslim makin kuat.
Dasar-Dasarnya (Tetap Pakai Bahasa Aslinya ya Biar Berkah):
· Q.S. Qaf: 18 - “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”
· Q.S. Al-Ahzab: 70–71 - “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
· Hadits Nabi ﷺ: “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang ia anggap remeh, namun karena itu ia terjerumus ke neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR. Bukhari-Muslim)
· Hadits Nabi ﷺ: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari)
Analisis Singkat:
· Ngajarin ilmu bahaya? Rusak agama dan masyarakat.
· Nge-judge pakai selain hukum Allah? Ganti wahyu pake hawa nafsu.
· Nyinyirin agama/ulama? Robohin benteng iman.
Dampak Kalo Nggak Jaga Mulut:
· Di Dunia: Hidup nggak berkah, banyak musuh, malu-maluin.
· Di Alam Kubur: Bisa disiksa karena adu domba dan fitnah.
· Di Akhirat: Timbangan amal bisa ringan banget. Malah, mulut kita sendiri yang bakal jadi saksi yang ngejerat kita di hadapan Allah.
Relevansi di Jaman Now:
· Medsos: Satu kalimat viral bisa nyesatin jutaan orang.
· Hoax & Hate Speech: Banyak banget, bikin gaduh.
· Ilmu Tanpa Iman: Misal, ilmu kedokteran disalahgunain. Ngeri.
· Komentar Netizen: Kadang lebih tajam dan nyakitin daripada perbuatan.
Hikmah Buat Hidup Kita:
· Diam itu emang kadang lebih baik.
· Mulut tu cerminan hati. Kalo hatinya bersih, ucapannya pasti baik.
· Akhlak itu lebih penting daripada sekadar punya banyak ilmu.
Cara Evaluasi Diri (Muhasabah):
1. Sebelum ngomong, tanya: "Perlu nggak sih aku ngomong ini?"
2. Kalo perlu, tanya lagi: "Ini bener nggak? Bermanfaat nggak?"
3. Hitung dosa mulut kita setiap hari, lalu istighfar.
4. Perbanyak dzikir (kayak baca "Subhanallah", "Alhamdulillah") biar mulut terbiasa sama hal yang baik.
Doa Andalan: "Ya Allah, jaga mulut aku dari kebohongan, fitnah, dan ucapan yang bikin-Mu murka. Jadikan ucapan aku jadi dzikir, dakwah, dan cahaya."
Quotes Para Bijak Bestari:
· Hasan Al-Bashri: "Mulut orang beriman tuh ada di belakang hatinya (dipikir dulu baru diomongin)."
· Imam Al-Ghazali: "Kebanyakan manusia binasa karena mulutnya sendiri."
· Jalaluddin Rumi: "Luka dari ucapan lebih lama sembuhnya daripada luka pedang."
Testimoni Ustadz Jaman Now:
· Gus Baha: "Ucapan sembrono bisa batalin pahala besar lo."
· Ustadz Adi Hidayat: "Mulut itu pintu iman sekaligus pintu kekufuran."
· Ustadz Abdul Somad: "Banyak yang masuk neraka karena komen doang."
Sumber Bacaan: Al-Qur'an,Hadits Bukhari-Muslim, Ihya' Ulumiddin (Al-Ghazali), Al-Kabair (Adz-Dzahabi), Tafsir Ibnu Katsir.
Akhir Kata: Makasih buat para ulama,guru, dan kalian semua yang masih mau belajar jaga adab, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Stay humble and watch your words!
Note dari Penulis: Kalo ada cerita yang sumbernya dari Israiliyat(dongeng Bani Israil), itu cuma buat bahan renungan aja, ya. Bukan buat dijadikan patokan utama dalam akidah dan hukum agama.


