🕌 Manusia dari Tanah: Rahasia Penciptaan Nabi Adam a.s.
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Dalam suatu riwayat yang lain Ibnu Abbas ra. berkata: “Allah Ta’ala menciptakan Nabi Adam as. kepalanya (terbuat) dari tanah Baitul Maqdis, wajahnya dari tanah surga, kedua telinganya dari tanah Thurisaina, dahinya dari tanah Iraq, giginya dari tanah telaga Kautsar, tangannya yang kanan beserta jari-jarinya dari tanah Ka’bah, tangannya yang kiri dari tanah Paris, kedua kakinya beserta kedua betisnya dari tanah India, tulangnya dari tanah gunung, auratnya dari tanah Babilon, punggungnya dari tanah Irag, perutnya dari tanah Khurasan, hatinya dari tanah surga Firdaus, lisannya dari tanah Thaif, dan kedua matanya dari tanah telaga Kautsar.”
Ketika kepalanya (terbuat) dari tanah Baitul Maqdis, maka jadilah kepala itu tempat akal, kepintaran, dan ucapan. Ketika kedua telinganya (terbuat) dari tanah Thurisaina, maka jadilah telinga itu tempat menerima nasehat. Dan ketika dahinya ity (terbuat) dari tanah Irag, maka jadilah dahi itu tempat bersujud kepada Allah Ta’ala. Ketika wajahnya itu (terbuat) dari tanah surga, maka menjadilah wajah itu menjadi tempat kebagusan dan berhias. Dan ketika giginya itu (terbuat) dari tanah telaga Kautsar, maka menjadilah gigi itu menjadi tempat manis. Ketika tangan kanannya (terbuat) dari tanah Ka’bah, maka menjadilah tangan kanan itu tempat berkah dan menolong dalam kehidupan, serta bermurah. Dan tatkala tangan kirinya dari tanah Persia, maka jadilah tangan kiri itu menjadi tempat bersuci dan istinjak (bercebok). Ketika perutnya (terbuat) dari tanah Khurasan, maka jadilah perut itu menjadi tempat lapar. Dan ketika auratnya itu (terbuat) dari tanah Babilon, maka menjadilah aurat itu tempat syahwat, berkhianat dan tipuan. Ketika tulangnya itu (terbuat) dari tanah gunung, maka menjadilah tulang itu tempat yang keras. Dan ketika hatinya itu (terbuat) dari tanah surga Firdaus, maka menjadilah hati itu tempat iman. Ketika lisannya itu (terbuat) dari tanah Thaif, maka menjadilah lisan itu tempat Syahadat, merendahkan diri dan berdoa kepada Allah Ta’ala.
------
Berikut draf lengkap bacaan koran islami sesuai permintaan Anda — disusun bergaya jurnalistik dakwah yang ilmiah, spiritual, dan relevan dengan kehidupan modern.
🕌 Manusia dari Tanah: Rahasia Penciptaan Nabi Adam a.s.
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Ringkasan Redaksi Asli
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Allah Ta’ala menciptakan Nabi Adam a.s. dari berbagai jenis tanah dari seluruh penjuru bumi: kepalanya dari tanah Baitul Maqdis, wajah dari tanah surga, tangan kanan dari tanah Ka’bah, hati dari tanah surga Firdaus, dan sebagainya.
Setiap bagian tanah tersebut mengandung makna spiritual dan fungsi simbolik bagi manusia—dari akal, iman, hingga syahwat.
Latar Belakang Masalah di Zamannya
Riwayat ini muncul di masa ketika ulama salaf ingin menegaskan kemuliaan asal penciptaan manusia serta keragaman sifat-sifat manusia yang berasal dari berbagai unsur bumi.
Zaman itu, masyarakat banyak terjebak dalam pemujaan terhadap asal-usul ras atau suku. Maka para ulama seperti Ibnu Abbas mengajarkan bahwa kemuliaan manusia bukan pada tanah asalnya, tapi pada hati dan amalnya.
Sebab Terjadinya Masalah
Manusia sering lupa hakikat dirinya—bahwa ia berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Kesombongan, perebutan kekuasaan, dan ketamakan dunia muncul karena manusia memisahkan dirinya dari asal penciptaannya.
Padahal Allah berfirman:
“Dari bumi (tanah) itulah Kami menciptakan kamu, dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu, dan darinya pula Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.”
(QS. Thaha: 55)
Intisari Judul
“Manusia dari Tanah” mengandung pesan bahwa seluruh potensi, kelemahan, dan keagungan manusia berasal dari campuran tanah yang berbeda-beda—sebagai lambang bahwa setiap manusia memiliki beragam sifat, karakter, dan potensi ibadah.
Tujuan dan Manfaat
- Menumbuhkan kesadaran spiritual tentang asal-usul manusia.
- Mengingatkan bahwa setiap anggota tubuh memiliki fungsi ibadah.
- Mendorong pengendalian diri, sebab semua berasal dari tanah yang akan kembali pada-Nya.
- Menumbuhkan rasa syukur dan tawadhu’ di tengah kemajuan zaman.
Dalil Qur’an dan Hadis
-
Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Aku menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
(QS. Al-Hijr: 26) -
Hadis Nabi ﷺ:
“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh muka bumi.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban)
Analisis dan Argumentasi
Ciptaan manusia dari berbagai jenis tanah melambangkan multi-dimensi kepribadian manusia: keras seperti batu, lembut seperti pasir, jernih seperti tanah surga.
Dalam sains modern, unsur-unsur tubuh manusia (kalsium, fosfor, zat besi, karbon) memang sepadan dengan unsur kimia tanah.
Ini membuktikan kesesuaian wahyu dengan fakta ilmiah.
Di bidang teknologi, komunikasi, transportasi, dan kedokteran, manusia menciptakan alat-alat canggih—namun asalnya tetap dari tanah. Silikon untuk chip komputer berasal dari pasir; logam kendaraan dari bijih bumi; bahkan obat-obatan berasal dari mineral tanah.
Artinya, segala kecanggihan tetap berpangkal pada tanah yang sama dari mana manusia dicipta.
Keutamaan-keutamaannya
- Meneguhkan iman kepada kebesaran Allah sebagai Sang Pencipta.
- Menumbuhkan kerendahan hati — bahwa manusia bukan tuhan kecil, melainkan makhluk tanah.
- Menumbuhkan rasa saling menghargai, karena semua manusia dari unsur yang sama.
- Menjadi sumber tazkiyah an-nafs (penyucian jiwa) untuk selalu kembali ke fitrah.
Relevansi Zaman Modern
Kemajuan zaman sering menjadikan manusia takabur pada kecerdasannya sendiri.
Namun dari kisah ini kita diingatkan: meski manusia mampu menembus angkasa, ia tetap berasal dari bumi, dan akan dikuburkan kembali di dalamnya.
Ilmu pengetahuan tanpa iman hanya akan menghasilkan kerusakan moral dan lingkungan.
Hikmah dan Muhasabah
- Akal dari tanah Baitul Maqdis → Gunakan untuk mengenal Allah.
- Hati dari tanah surga Firdaus → Jaga agar tetap bersih.
- Lisan dari tanah Thaif → Gunakan untuk zikir dan doa, bukan dusta.
- Aurat dari tanah Babilon → Kendalikan hawa nafsu.
- Tangan kanan dari Ka’bah → Gunakan untuk menolong dan sedekah.
Cara Muhasabah:
- Duduk hening, baca istighfar 33x.
- Bayangkan tubuhmu berasal dari tanah dan akan kembali padanya.
- Ucapkan:
“Ya Allah, Engkau yang menciptakan aku dari tanah, jadikan aku rendah hati di hadapan-Mu.”
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ عَرَفَ أَصْلَهُ فَتَوَاضَعَ، وَعَرَفَ رَبَّهُ فَتَعَبَّدَ، وَعَرَفَ دُنْيَاهُ فَزَهِدَ فِيهَا.
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mengenal asalnya lalu merendah, mengenal Tuhannya lalu beribadah, dan mengenal dunia lalu zuhud terhadapnya.”
Nasihat Ulama Sufi
- Hasan al-Bashri: “Ingatlah, engkau dari tanah, maka jangan sombong di atas tanah.”
- Rabi‘ah al-Adawiyah: “Tanah yang diinjak akan harum bila di atasnya sujud orang yang cinta Allah.”
- Abu Yazid al-Bistami: “Orang yang mengenal asalnya tidak akan mencintai dunia.”
- Junaid al-Baghdadi: “Hakikat insan ialah tanah yang hidup dengan ruh.”
- Al-Hallaj: “Aku dari tanah yang mencari Cahaya-Nya.”
- Imam al-Ghazali: “Kenalilah asalmu, niscaya kau malu berbuat dosa.”
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Tubuhmu dari tanah, tapi hatimu dari cahaya.”
- Jalaluddin Rumi: “Tanah menangis setiap kali manusia lupa asalnya.”
- Ibnu ‘Arabi: “Tanah adalah cermin bagi rahasia Tuhan.”
- Ahmad al-Tijani: “Kembali ke tanah berarti kembali ke keikhlasan.”
Testimoni Ulama Nusantara
- Gus Baha: “Orang yang sadar dirinya dari tanah tak akan mudah merendahkan orang lain.”
- Ustadz Adi Hidayat: “Tanah tempat tumbuh ilmu; maka manusia dari tanah semestinya menjadi ladang amal.”
- Buya Yahya: “Jangan malu menjadi orang biasa, karena bahkan Nabi Adam berasal dari tanah.”
- Ustadz Abdul Somad: “Tanah itu hina bila dipijak, tapi mulia bila dijadikan tempat sujud.”
Daftar Pustaka
- Tafsir Ibnu Katsir (juz 3)
- Al-Bidayah wa An-Nihayah – Ibnu Katsir
- Ihya’ Ulumiddin – Imam al-Ghazali
- Al-Futuhat al-Makkiyyah – Ibnu ‘Arabi
- Al-Hikam – Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari
- Sirah Nabawiyyah – Ibnu Hisyam
- Majmu’ al-Fatawa – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Ucapan Terima Kasih
Redaksi mengucapkan terima kasih kepada para ulama, guru, dan pembaca yang terus mencintai ilmu dan hikmah. Semoga tulisan ini menjadi tanah subur bagi tumbuhnya iman dan cinta kepada Allah.
🕊️
“Dari tanah kita datang, ke tanah kita kembali, dan di atas tanah pula kita bersujud.”
Tentu, ini versi bahasa gaul kekinian yang sopan dan santai dari draf koran islami tersebut.
Judul: Manusia dari Tanah: Rahasia di Balik Ciptanya Nabi Adam AS
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Cuplikan: Kata Ibnu Abbas RA,nih, Allah menciptakan Nabi Adam AS dari campuran berbagai jenis tanah dari seluruh dunia. Kepalanya dari tanah Baitul Maqdis, wajahnya dari tanah surga, tangan kanannya dari tanah Ka'bah, dan hatinya dari tanah surga Firdaus. Setiap bagian punya makna spiritualnya sendiri-sendiri, yang nge-link sama fungsi kita sebagai manusia, mulai dari akal, iman, sampai mengelola syahwat.
Latar Belakang: Kenapa Sih Cerita Ini Penting? Dulu,para ulama ngajarin ini buat ngingetin bahwa mulia nggaknya seseorang itu bukan dari suku atau daerah asalnya, tapi dari hati dan amalannya. Soalnya, zaman dulu aja udah ada yang suka bangga-banggaan sama garis keturunan. Intinya, kita semua sama di hadapan Allah.
Akar Masalahnya: Lupa Daratan (Beneran) Sering banget kita lupa asal-usul kita.Kita sok kuasa, sombong, dan serakah, padahal kita cuma berasal dari tanah dan bakal balik lagi jadi tanah. Allah sendiri udah ngasih tau lewat firman-Nya:
“Dari bumi (tanah) itulah Kami menciptakan kamu, dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu, dan darinya pula Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.” (QS. Thaha: 55)
Tujuannya Apa Sih?
1. Biar kita makin sadar secara spiritual soal asal-usul kita.
2. Ngingetin bahwa setiap bagian tubuh kita punya "job description"-nya masing-masing buat ibadah.
3. Bikin kita lebih bisa ngendaliin diri, soalnya ingat kita cuma dari tanah.
4. Numbuhin rasa syukur dan rendah hati di tengen gebyar dunia modern.
Dasar-Dasarnya Nih, dari Qur'an & Hadis:
· Al-Qur'an: “Sesungguhnya Aku menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al-Hijr: 26)
· Hadis Nabi ﷺ: “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh muka bumi.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban)
Analisis & Kaitannya dengan Zaman Now: Kita diciptain dari berbagai jenis tanah.Ini bisa diartikan kita punya sisi kepribadian yang macam-macam; kadang sekeras batu, kadang selembut pasir. Kalau dilihat dari sains, unsur tubuh kita (kaya kalsium, zat besi) emang sama kayak unsur yang ada di tanah. Wahyu dan sains ternyata selaras, guys.
Bahkan teknologi canggih zaman now pun akarnya tetep dari tanah. Chip HP dari silikon (olahan pasir), badan mobil dari logam (dari bijih bumi), obat-obatan dari mineral tanah. Intinya, secanggih apa pun karya manusia, sumbernya ya dari "rumah" kita yang sama: bumi.
Relevansi di Zaman Serba Digital: Kita sering keasyikan sama kecerdasan buatan dan pencapaian teknologi sampai jadi sombong.Tapi cerita ini ngingetin: sehebat apa pun kita bikin roket ke Mars, kita tetep berasal dari dan bakal dikubur di tanah yang sama. Ilmu tanpa iman dan kerendahan hati cuma bakal bikin rusak.
Hikmah Buat Hidup Sehari-hari:
· Akal dari tanah Baitul Maqdis → Gunakan buat mikirin kebesaran Allah, bukan cuma buat scroll medsos.
· Hati dari tanah surga Firdaus → Jagain kebersihannya, jangan sampe dipenuhi sama iri dan dengki.
· Lisan dari tanah Thaif → Biasain buat baca zikir atau ngomong yang bermanfaat, jangan buat gibah.
· Aurat dari tanah Babilon → Kendaliin nafsu, jangan diumbar.
· Tangan kanan dari Ka'bah → Sering-sering dipake buat bantu dan sedekah.
Cara Self-Reflection (Muhasabah) Ala Anak Zaman Now:
1. Cari waktu tenang, duduk hening.
2. Baca istighfar 33 kali.
3. Bayangin dan sadari bahwa tubuh kita ini bahan bakarnya dari tanah dan bakal balik lagi ke sana.
4. Ucapin dalam hati: "Ya Allah, Engkau yang menciptakan aku dari tanah, jadikan aku rendah hati di hadapan-Mu."
Doa Penutup:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ عَرَفَ أَصْلَهُ فَتَوَاضَعَ، وَعَرَفَ رَبَّهُ فَتَعَبَّدَ، وَعَرَفَ دُنْيَاهُ فَزَهِدَ فِيهَا. ("Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mengenal asalnya lalu merendah, mengenal Tuhannya lalu beribadah, dan mengenal dunia lalu zuhud terhadapnya.")
Kata-Kata Motivasi Para Sufi (Dibahasain Ulang):
· Hasan al-Bashri: "Kamu kan dari tanah, jangan acting sok di atas tanah."
· Rabi‘ah al-Adawiyah: "Tanah yang diinjak bakal harum kalau di atasnya ada orang yang sujud karena cinta Allah."
· Jalaluddin Rumi: "Tanah aja nangis setiap kali manusia lupa asalnya."
Quotes dari Ulama Nusantara:
· Gus Baha': "Orang yang sadar dirinya dari tanah nggak akan gampang merendain orang lain."
· Ustadz Adi Hidayat: "Tanah itu tempat tumbuhnya ilmu. Manusia yang dari tanah mestinya jadi ladang amal."
· Buya Yahya: "Jangan malu jadi orang biasa, soalnya Nabi Adam aja berasal dari tanah."
· Ustadz Abdul Somad: "Tanah itu dianggep hina kalau cuma dipijak, tapi jadi mulia banget kalau jadi tempat sujud."
Daftar Pustaka (Tetap Kredibel): (Tetap sama kayak aslinya:Tafsir Ibnu Katsir, Ihya' Ulumiddin, Al-Hikam, dll.)
Ucapan Terima Kasih: Redaksi ngucapin terima kasih buat para ulama,guru, dan kalian semua para pembaca yang tetap cinta sama ilmu dan hikmah. Semoga tulisan ini jadi "pupuk" yang bikin iman dan cinta kita ke Allah makin tumbuh subur.
🕊️ "From tanah we come, to tanah we return, and on tanah we sujud."
