Tuesday, December 30, 2025

892. Shalat Malam: Jalan Sunyi Menuju Cahaya Ilahi

 


Tarqhib wat tarhib

ANJURAN UNTUK MENJALANKAN SALAT MALAM

Rasulullah saw. bersabda: ‘Lakukanlah salat malam, sesungguhnya ia kebiasaan orang-orang saleh sebelummu, pendekatan kepada Tuhanmu, pencegah perbuatan dosa, pelebur dosa, dan bisa menolak penyakit yang akan menyerang ke dalam tubuh (atau bisa mengusir penyakitnya)’.”

(Kasyful Ghummah 95/1)

...... 

Shalat Malam: Jalan Sunyi Menuju Cahaya Ilahi

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Lakukanlah shalat malam, karena sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan penolak penyakit dari tubuh.”

(Kasyful Ghummah, 1/95)

Hadis ini bukan sekadar anjuran ibadah, tetapi peta jalan keselamatan jiwa dan raga.

1. Tradisi Orang-Orang Saleh

Shalat malam adalah warisan para nabi, wali, dan hamba-hamba pilihan Allah. Mereka memilih bangun saat manusia terlelap, karena pada saat itulah langit dibuka dan doa diangkat tanpa penghalang.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun.”

(QS. Adz-Dzariyat: 17–18)

Orang saleh dikenal bukan dari ramainya siang hari, tetapi dari sunyi malam yang penuh sujud.

2. Pendekatan Paling Intim kepada Allah

Shalat malam adalah ibadah rahasia, tanpa tepuk tangan manusia, tanpa sorotan makhluk. Karena itu, ia menjadi pendekatan paling murni kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”

(HR. Muslim)

Dalam shalat malam, hamba berbicara jujur kepada Tuhannya, tanpa topeng, tanpa kepura-puraan.

3. Penjaga dari Maksiat

Orang yang terbiasa berdiri di hadapan Allah pada malam hari akan malu bermaksiat di siang hari. Cahaya malamnya menjadi benteng bagi langkahnya.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Terutama shalat malam—karena ia dilakukan dengan kehadiran hati yang paling dalam.

4. Pelebur Dosa dan Pembersih Hati

Dalam sunyi malam, dosa-dosa yang berat terasa ringan saat ditumpahkan dalam sujud. Air mata menjadi saksi, dan istighfar menjadi kunci.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa banyak dosa yang tidak sanggup ditebus dengan kata, tetapi luruh dengan air mata di sepertiga malam terakhir.

5. Penolak dan Pengusir Penyakit

Hadis ini juga menegaskan bahwa shalat malam berdampak pada kesehatan. Bukan sekadar jasmani, tetapi juga batin. Banyak penyakit berasal dari hati yang gelisah, jiwa yang tertekan, dan pikiran yang jauh dari Allah.

Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”

(QS. Ar-Ra‘d: 28)

Ketenangan ini adalah obat yang tidak tertulis di resep dokter, tetapi dirasakan oleh mereka yang setia mengetuk pintu Allah di malam hari.

Penutup: Jangan Tunggu Sempurna

Jangan menunggu mampu shalat malam lama. Mulailah dengan dua rakaat, meski singkat, meski belum khusyuk. Karena Allah tidak melihat panjangnya berdiri, tetapi kejujuran hati yang datang mengetuk.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Bangunlah, walau hanya sebentar. Karena bisa jadi satu sujud di malam hari menjadi sebab keselamatan di akhirat kelak.

........

Shalat Malam: Jalan Sunyi Ngehits ke Cahaya-Nya


Rasulullah ﷺ pernah ngasih bocoran:


“Lakukanlah shalat malam, karena sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan penolak penyakit dari tubuh.”


(Kasyful Ghummah, 1/95)


Gak cuma sekadar nasihat biasa, ini tuh kayak roadmap buat upgrade jiwa dan raga kita. Simak njenengan.


1. Tradisi Para “OG” Spiritual


Shalat malam tuh udah legacy dari para nabi dan orang-orang pilihan Allah. Mereka pilih me time di kala yang lain deep sleep, karena di waktu itulah signal doa kita full bar, gak ada buffering.


Allah Ta‘ala berfirman:


“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun.” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)


Kesalehan seseorang itu gak dinilai dari vibes-nya di siang hari, tapi dari keikhlasannya berdua sama Allah di malam yang sunyi.


2. Quality Time Paling Privat sama Allah


Shalat malam itu ibadah exclusive, gak ada live audience, gak ada curi-curi view. Makanya, ini jadi momen buat deep talk sama Yang Maha Kuasa.


Rasulullah ﷺ ngingetin:

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Di sini, kita bisa curhat apa adanya, tanpa filter, tanpa pura-pura.

3. Auto-Block dari Maksiat

Orang yang rutin hang out sama Allah tengah malam, bakal malu buat scroll yang gak bener di siang hari. Light dari malamnya jadi firewall buat hidupnya.


Allah berfirman:


“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)


Apalagi shalat malam—karena biasanya hati lagi on banget, fokus full.


4. Reset Dosa & Cleansing Hati

Dalam heningnya malam, dosa-dosa yang berat tiba-tiba terasa lebih ringan pas kita let it go dalam sujud. Air mata jadi saksi, istighfar jadi password-nya.


Rasulullah ﷺ ngingetin:

“Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Banyak banget file dosa yang gak bisa dihapus cuma dengan kata-kata, tapi bisa luruh sama tetesan doa di sepertiga malam terakhir.


5. Immune Booster Alami


Hadits ini juga nyebutin kalau shalat malam ada manfaat buat kesehatan. Bukan cuma fisik, tapi juga mental. Banyak penyakit source-nya dari hati yang overthinking, jiwa yang burnout, dan pikiran yang jauh dari Allah.


Allah berfirman:


“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra‘d: 28)


Ketenangan ini kayak superpower yang gak ada di resep dokter, tapi cuma bisa dirasain sama yang rajin tap in sama Allah di malam hari.


Penutup: Gak Perlu Nunggu Perfect


Jangan nunggu bisa shalat malam berjam-jam dulu. Mulai aja dari dua rakaat, meski cuma sebentar, meski belum terlalu khusyuk. Soalnya, Allah gak lihat durasinya, tapi kejujuran kita pas connect.


Rasulullah ﷺ ngingetin:


“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Just wake up, walau cuma bentar. Siapa tahu, satu sujud di tengah malam itu jadi lifesaver kita nanti di akhirat.


Semoga kita bisa konsisten ya....🙏✨

891. Meneladani Para Nabi Tanpa Mengharap Upah Dunia.

 tafsir al ibriiz : Al-An'am · Ayat 90


اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ فَبِهُدٰىهُمُ اقْتَدِهْۗ قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًاۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْعٰلَمِيْنَ ۝٩٠

ulâ'ikalladzîna hadallâhu fa bihudâhumuqtadih, qul lâ as'alukum ‘alaihi ajrâ, in huwa illâ dzikrâ lil-‘âlamîn

Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Maka, ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan kepadamu atasnya (menyampaikan Al-Qur’an).” (Al-Qur’an) itu hanyalah peringatan untuk (umat) seluruh alam.

.......


🌿 Meneladani Para Nabi Tanpa Mengharap Upah Dunia

Al-Qur’an Surah Al-An‘ām ayat 90:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: Aku tidak meminta imbalan apa pun kepadamu atas dakwahku ini. Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.”

🕊️ Penjelasan Tafsir Al-Ibrīz (Ringkas)

Dalam Tafsir Al-Ibrīz, KH. Bisri Musthofa menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar:

Meneladani para nabi sebelumnya dalam akhlak, kesabaran, dan keikhlasan.

Berdakwah tanpa mengharap bayaran, karena dakwah adalah amanah, bukan alat mencari keuntungan dunia.

Menjadikan Al-Qur’an sebagai peringatan hidup, bukan sekadar bacaan.

🔥 Pesan Motivasi Kehidupan

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kemuliaan hidup tidak diukur dari apa yang kita dapatkan, tetapi dari apa yang kita niatkan karena Allah.

Para nabi:

Berdakwah ditolak,

Dihina dan disakiti,

Hidup sederhana, namun tidak pernah menjadikan dakwah sebagai ladang upah dunia.

Allah menegaskan:

“Ikutilah petunjuk mereka.”

Artinya: ikhlaslah meski tidak dihargai manusia.

📖 Dalil Hadis Pendukung

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Keikhlasan adalah ruh amal. Tanpa ikhlas, amal besar menjadi kecil. Dengan ikhlas, amal kecil menjadi agung.

Dalam hadis lain:

“Barang siapa menuntut ilmu untuk mendapatkan dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga.”

(HR. Abu Dawud)

Ini peringatan keras agar amal agama tidak dicampur dengan ambisi dunia.

🌱 Relevansi dengan Kehidupan Kita

Di zaman sekarang:

Berdakwah sering dinilai dari bayaran,

Kebaikan sering diukur dari pujian,

Amal sering bergantung pada sorotan manusia.

Padahal ayat ini mengajarkan:

Luruskan niat, walau tidak dilihat manusia.

Terus berbuat baik, walau tidak dibalas dunia.

✨ Penutup Renungan

Jika para nabi saja tidak meminta upah, lalu mengapa kita menuntut balasan dari manusia?

Biarlah manusia lupa, asal Allah mencatat.

Biarlah dunia tidak memberi, asal akhirat menanti.

“Cukuplah Allah sebagai tujuan, dan ridha-Nya sebagai upah.”

..........

Meniru Para Nabi Tanpa Ngarep Bayaran Dunia


Al-Qur’an Surah Al-An‘ām ayat 90:


أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ


“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: Aku tidak meminta imbalan apa pun kepadamu atas dakwahku ini. Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.”


📖 Intisari Tafsir Al-Ibrīz (Versi Santai)


Kata KH. Bisri Musthofa dalam tafsirnya, lewat ayat ini Allah nyuruh Nabi Muhammad ﷺ buat:


· Nge-follow jejak para nabi sebelumnya dalam hal akhlak, sabar, dan keikhlasan.

· Berdakwah tanpa minta bayaran, karena dakwah itu amanah, bukan side hustle buat cari duit.

· Ngasih reminder bahwa Al-Qur’an itu panduan hidup, bukan sekadar bacaan doang.


🔥 Pesan Buat Kita-kita


Ayat ini ngingetin bahwa nilai hidup kita gak diukur dari apa yang kita dapetin, tapi dari apa yang kita maksudin karena Allah.


Para nabi itu:


· Dakwahnya sering ditolak mentah-mentah.

· Dihina dan disakiti.

· Hidupnya sederhana banget.


Tapi mereka gak pernah bikin dakwah jadi sumber penghasilan. Allah bilang: "Ikutilah petunjuk mereka." Artinya, tetaplah ikhlas meski orang gak ngasih apresiasi.


🕊️ Dukungan Hadis


Nabi ﷺ pernah bersabda: إِنَّمَا الأَعْمَالُبِالنِّيَّاتِ “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR.Bukhari dan Muslim)


Niat yang ikhlas itu kayak nyawa buat amal kita. Tanpa ikhlas, amal gede jadi terasa hampa. Dengan ikhlas, amal kecil pun jadi bernilai tinggi.


Ada juga hadis lain: “Barang siapa menuntut ilmu untuk mendapatkan dunia,maka ia tidak akan mencium bau surga.” (HR.Abu Dawud) Ini warning buat kita biar gak campur-campurin urusan ibadah sama ambisi duniawi.


🌍 Relevansinya di Zaman Now


Sekarang ini kadang:


· Dakwah atau ceramah suka dilihat dari fee-nya.

· Bantu orang eh malah nunggu dipuji atau diviralin.

· Baiknya seseorang seolah bergantung sama like dan views.


Ayat ini ngingetin: Lurusin niat aja, meski gak ada yang liat. Terus berbuat baik, meski gak dibalas secara duniawi.


✨ Penutup (Buah Pikir)


Kalo para nabi aja gak minta upah, masa kita ngarepin balasan terus dari orang?


Gapapa kalo orang lupa sama kebaikan kita, yang penting Allah catat. Gapapa kalo dunia gak kasih apa-apa,yang penting akhirat nunggu.


"Cukuplah Allah jadi tujuan utama, dan ridha-Nya jadi 'gaji' terbaik kita."

889. Ingat Kesucian, Bangun Kejujuran Iman




 shohih bukhari no. 639

Berikut naskah motivasi Islami berdasarkan hadis shahih tentangshalatdalam keadaan lupa junub, disertai dalil Al-Qur’an dan hadis, dengan gaya yang cocok untuk tausiyah, pengajian, atau renungan pribadi.

🌿 Ingat Kesucian, Bangun Kejujuran Iman

✨ Mukadimah

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

dalam hidup ini kita sering lupa, sering lalai, bahkan kadang merasa sudah benar padahal belum siap di hadapan Allah.

Salah satu pelajaran besar tentang kejujuran iman dan kesadaran diri diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam sebuah peristiwa yang sangat menyentuh.

📜 Dalil Hadis (Shahih Bukhari)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

“Shalat telah dikumandangkan dan shaf telah diluruskan. Rasulullah ﷺ berdiri di tempat shalatnya, lalu beliau teringat bahwa beliau junub. Maka beliau bersabda: ‘Tetaplah kalian di tempat kalian.’ Lalu beliau pergi mandi, kemudian kembali dengan kepala yang masih meneteskan air, lalu shalat bersama kami.”

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

🧠 Pesan Agung dari Hadis Ini

Perhatikan, Rasulullah ﷺ:

Sudah berdiri sebagai imam

Sudah siap memimpin shalat

Tapi ketika sadar belum suci, beliau langsung berhenti

Padahal beliau adalah manusia paling mulia.

Namun beliau tidak malu membatalkan shalat, karena Allah lebih berhak untuk dihormati daripada pandangan manusia.

👉 Inilah kejujuran iman.

📖 Dalil Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ جُنُبٌ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati shalat sedang kalian dalam keadaan junub sampai kalian mandi.”

(QS. An-Nisa: 43)

Ayat ini menegaskan: 🔹 Kesucian bukan formalitas

🔹 Kesucian adalah adab menghadap Allah

🔍 Introspeksi Iman

Jika Rasulullah ﷺ saja:

Menghentikan shalat karena sadar belum suci,

Maka bagaimana dengan kita?

Masih melanjutkan ibadah padahal sadar ada yang tidak benar?

Masih merasa tenang padahal tahu ada dosa yang belum dibereskan?

Masih berharap pahala, tapi enggan memperbaiki syaratnya?

⚠️ Ibadah tanpa kejujuran hanyalah gerakan, bukan pendekatan kepada Allah.

💎 Pelajaran Kehidupan

Lebih baik berhenti sejenak untuk memperbaiki diri, daripada terus berjalan dalam kesalahan.

Malu kepada Allah lebih utama daripada malu kepada manusia.

Lupa itu manusiawi, tetapi sadar lalu memperbaiki adalah tanda iman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.”

(HR. Muslim)

🌱 Relevansi untuk Kehidupan Kita

Hari ini, banyak orang:

Rajin ibadah, tapi masih meremehkan kejujuran

Tampak shalih, tapi enggan mengakui kesalahan

Takut dinilai manusia, tapi lupa bahwa Allah Maha Melihat

Hadis ini mengajarkan: 🕊️ Iman sejati bukan tentang terlihat baik, tapi tentang benar di hadapan Allah.

🤲 Muhasabah

Mari kita bertanya pada diri sendiri:

Sudahkah ibadahku dilakukan dengan ilmu?

Sudahkah hatiku bersih sebelum tanganku terangkat?

Jika aku sadar salah, apakah aku berani berhenti dan memperbaiki?

🤍 Penutup Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا كَمَا طَهَّرْتَ أَبْدَانَنَا،

وَارْزُقْنَا صِدْقَ النِّيَّةِ وَالإِخْلَاصَ فِي العِبَادَةِ

Ya Allah, sucikanlah hati kami sebagaimana Engkau mensucikan jasad kami.

Anugerahkan kepada kami kejujuran niat dan keikhlasan dalam beribadah.

........

Oke, siap! Ini versi bahasa gaul kekinian yang santai tapi tetap sopan dan menjaga pesan utamanya. Semoga pas ya, njenengan~


🌿 Jaga Suci, Jaga Iman: The Real Deal!


✨ Opening


Halo, teman-teman! Kita semua pasti pernah kan, lagi asik-asiknya eh tiba-tiba ngerasa ada yang kurang pas? Atau ngerasa oke-oke aja, padahal belum siap banget?


Nah, Rasulullah ﷺ ngajarin kita pelajaran super berharga tentang kejujuran level tinggi dan sadar diri, lewat satu momen yang bikin merinding.


📜 Hadisnya (Shahih Bukhari No. 639)


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “Shalat telah dikumandangkan dan shaf telah diluruskan.Rasulullah ﷺ berdiri di tempat shalatnya, lalu beliau teringat bahwa beliau junub. Maka beliau bersabda: ‘Tetaplah kalian di tempat kalian.’ Lalu beliau pergi mandi, kemudian kembali dengan kepala yang masih meneteskan air, lalu shalat bersama kami.” (HR.al-Bukhari dan Muslim)


🧠 Momen Powerful Banget!


Coba bayangin, Rasulullah ﷺ lagi di posisi:


· Udah siap jadi imam

· Semua orang udah nunggu

· Tapi pas sadar belum suci, beliau langsung pause sejenak.


Beliau kan manusia paling mulia, tapi gak malu buat rewind dan benerin diri. Kenapa? Karena respect sama Allah itu nomor satu, di atas penilaian orang lain.


Ini namanya kejujuran iman yang autentik!


📖 Firman Allah SWT


Allah Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَآمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ جُنُبٌ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا “Wahai orang-orang yang beriman,janganlah kalian mendekati shalat sedang kalian dalam keadaan junub sampai kalian mandi.” (QS.An-Nisa: 43)


Ayat ini ngingetin kita: 🔹Kesucian itu gak cuma formalitas, itu SOP wajib. 🔹Kesucian adalah basic manner kita menghadap Allah.


🔍 Cek Dulu Deh Iman Kita


Kalo Rasulullah ﷺ aja:


· Berani stop shalat karena sadar belum suci, Terus kita gimana?

· Masih lanjutin ibadah padahal tau ada yang ga bener?

· Masih feel good padahal dosa masih numpuk?

· Mau dapat pahala, tapi malas penuhi syaratnya?


⚠️ Fyi: Ibadah tanpa kejujuran itu cuma gerak-gerik doang, bukan beneran nyambung sama Allah.


💎 Life Lesson-nya


· Lebih baik time out sebentar buat perbaiki diri, daripada maksain lanjut dalam keadaan error.

· Malu sama Allah > malu sama orang.

· Lupa itu wajar, tapi sadar dan memperbaiki itu tanda iman hidup.


Rasulullah ﷺ pernah bilang: “Sesungguhnya Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR.Muslim)


🌱 Relevan Sama Kehidupan Kita Sekarang


Sekarang banyak yang:


· Rajin ibadah, tapi kejujuran dianggep remeh.

· Tampak alim, tapi susah ngaku salah.

· Takut dinilai orang, tapi lupa Allah Maha Melihat.


Intinya, hadis ini ngajarin: 🕊️Iman yang bener itu bukan soal tampilan, tapi soal kebenaran di hadapan Allah.


🤲 Muhasabah Dulu Yuk


Aku coba tanya diri sendiri nih:


· Ibadahku udah pake ilmu belum ya?

· Hati udah bersih belum sebelum angkat tangan?

· Kalau sadar salah, berani gak aku stop dan improve?


🤍 Penutup & Doa


اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا كَمَا طَهَّرْتَ أَبْدَانَنَا، وَارْزُقْنَا صِدْقَالنِّيَّةِ وَالإِخْلَاصَ فِي العِبَادَةِ (Ya Allah,sucikanlah hati kami sebagaimana Engkau mensucikan jasad kami. Anugerahkan kepada kami kejujuran niat dan keikhlasan dalam beribadah.)


Semoga kita selalu punya keberanian buat jujur sama diri sendiri dan sama Allah, apapun situasinya. Karena yang paling worth it itu adalah ridho-Nya. Keep istiqomah! ✨