Sunday, December 28, 2025

885. KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA’AH: RAHMAT YANG MENYATUKAN LANGIT DAN BUMI

 



KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA’AH: RAHMAT YANG MENYATUKAN LANGIT DAN BUMI

Bab 9. Keutamaan sholat jama'ah.

٩٠ - وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَا صَلَاةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إِلَّا فِي المَسْجِدِ . وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ رَحْمَةٌ وَهِيَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَالجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ .


Wa qaala shallallaahu 'alaihi wa sallama: Laa shalaata lijaaril masjidi illaa filmasjidi. Wa qaala shallallaahu 'alaihi wa sallama: Shalaatul jamaa'ati rahmatun wahiya khairun minad dunyaa wa maa fiihaa waljamaa'atu rahmatun wal firqatu 'adzaabun.


Nabi saw. bersabda: "Tidak sempurna salat orang yang berte-tangga mesjid, kecuali di mesjid." Nabi saw. bersabda: "Salat berjamaah itu adalah rahmat, yaitu lebih utama daripada dunia dan seisinya. Berjamaah itu adalah rahmat, sedangkan perpecahan itu adalah siksaan."

........

KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA’AH: RAHMAT YANG MENYATUKAN LANGIT DAN BUMI

Pendahuluan

Sholat bukan sekadar kewajiban individual, tetapi ibadah yang membentuk jiwa, menyatukan umat, dan menurunkan rahmat Allah ke tengah kehidupan. Di antara bentuk sholat yang paling dicintai Allah adalah shalat berjama’ah, khususnya di masjid. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa sholat berjama’ah bukan hanya bernilai pahala, tetapi merupakan rahmat, bahkan lebih berharga daripada dunia dan seluruh isinya.

Dalil Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman:

وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan rukuklah kalian bersama orang-orang yang rukuk.”

(QS. Al-Baqarah: 43)

Ayat ini menunjukkan perintah sholat bersama, bukan sendiri-sendiri. Islam mendidik umatnya untuk beribadah dalam kebersamaan, persatuan, dan kesetaraan.

Allah juga berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”

(QS. Al-Hujurat: 10)

Sholat berjama’ah adalah simbol persaudaraan iman yang paling nyata.

Dalil Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا صَلَاةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ

“Tidak sempurna sholat seseorang yang bertetangga dengan masjid kecuali di masjid.”

Dan beliau ﷺ bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ رَحْمَةٌ، وَهِيَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ، وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ

“Sholat berjama’ah adalah rahmat dan ia lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. Jama’ah adalah rahmat, sedangkan perpecahan adalah azab.”

Hadis ini menegaskan bahwa rahmat Allah turun dalam kebersamaan, sementara perpecahan mengundang kesempitan dan siksa, baik di dunia maupun di akhirat.

Hikmah dan Motivasi

Sholat berjama’ah:

Menghapus dosa-dosa kecil

Menguatkan iman

Menumbuhkan rasa tawadhu’

Menghilangkan kesombongan

Menyatukan hati-hati yang berbeda

Ketika berdiri sejajar dalam shaf, tidak ada kaya atau miskin, tidak ada pejabat atau rakyat, semuanya sama di hadapan Allah.

Nasihat Para Ulama dan Sufi

Hasan Al-Bashri رحمه الله

“Jika engkau melihat seseorang ringan melangkah ke masjid, ketahuilah imannya sedang hidup.”

Rabi‘ah al-Adawiyah رحمه الله

“Aku tidak beribadah karena takut neraka atau berharap surga, tetapi karena cinta. Dan cinta itu menemukan rumahnya dalam jama’ah.”

Abu Yazid al-Bistami رحمه الله

“Siapa yang ingin mengenal dirinya, berdirilah dalam shaf bersama hamba-hamba Allah.”

Junaid al-Baghdadi رحمه الله

“Jalan menuju Allah itu ramai, tetapi yang sampai adalah mereka yang tetap bersama jama’ah.”

Al-Hallaj رحمه الله

“Ketika aku larut dalam ‘Aku’, jama’ah mengingatkanku bahwa aku hanyalah hamba.”

Imam Al-Ghazali رحمه الله

“Sholat berjama’ah mematahkan nafsu, karena nafsu menyukai kesendirian tanpa aturan.”

Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله

“Jangan engkau tinggalkan jama’ah, sebab tangan Allah bersama jama’ah.”

Jalaluddin Rumi رحمه الله

“Lilin tidak menyala sendirian; ia bersinar karena bersama cahaya lainnya.”

Ibnu ‘Arabi رحمه الله

“Dalam jama’ah, wujud-wujud saling menyempurnakan, dan rahmat Allah turun tanpa hijab.”

Ahmad al-Tijani رحمه الله

“Barangsiapa menjaga sholat jama’ah, Allah jaga hidup dan akhiratnya.”

Muhasabah (Introspeksi Diri)

Tanyakan pada diri kita:

Apakah aku sering menunda sholat padahal masjid dekat?

Apakah aku lebih sibuk dengan dunia daripada panggilan adzan?

Apakah aku memilih kenyamanan daripada ketaatan?

Apakah aku merasa cukup beribadah sendiri dan meremehkan jama’ah?

Cara Muhasabah yang Benar

Diam sejenak setelah Isya

Ingat panggilan adzan yang pernah diabaikan

Bandingkan langkah ke dunia dan langkah ke masjid

Bayangkan jika hari ini adalah sholat terakhir

Niatkan perbaikan mulai sholat berikutnya

Doa

Allahumma ya Allah, hidupkanlah hati kami dengan sholat berjama’ah.

Jadikan langkah kami ringan menuju masjid-Mu.

Satukan hati kami dalam ketaatan,

Jauhkan kami dari perpecahan dan azab-Mu.

Terimalah sholat kami, walau penuh kekurangan.

Wafatkan kami dalam keadaan mencintai jama’ah dan masjid-Mu.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada Allah ﷻ yang masih memanggil kita melalui adzan.

Terima kasih kepada Rasulullah ﷺ yang telah mencontohkan sholat berjama’ah hingga akhir hayat.

Terima kasih kepada para ulama dan orang-orang shalih yang menyalakan cahaya jalan ini.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat, bukan penghakiman.

Menjadi ajakan lembut, bukan celaan.

Dan menjadi sebab kita kembali meramaikan masjid.

Penulis:

✍️ M. Djoko Ekasanu.

........

Keutamaan Sholat Berjama’ah: Rahmat yang Nyambungin Langit dan Bumi


Intro


Sholat itu bukan cuma kewajiban pribadi, lho. Ini ibadah yang bikin jiwa makin kuat, nge-satuin umat, dan jadi jalan turunnya rahmat Allah di kehidupan kita. Salah satu bentuk sholat yang paling Allah sayang adalah sholat berjama’ah, apalagi kalo di masjid. Rasulullah ﷺ udah jelas bilang, sholat berjama’ah itu bukan cuma nilai pahalanya gede, tapi itu adalah rahmat, bahkan lebih berharga dari dunia dan isinya sekalipun.


Dalil dari Al-Qur’an


Allah Ta’ala berfirman:


وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ


“Dan rukuklah kalian bersama orang-orang yang rukuk.”


(QS. Al-Baqarah: 43)


Ayat ini nunjukin perintah buat sholat bareng-bareng, bukan sendiri-sendiri. Islam ngajarin kita buat ibadah dalam kebersamaan, persatuan, dan kesetaraan.


Allah juga berfirman:


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ


“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”


(QS. Al-Hujurat: 10)


Sholat berjama’ah tuh simbol nyata dari persaudaraan iman.


Dalil Hadis


Rasulullah ﷺ bersabda:


لَا صَلَاةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ


“Tidak sempurna sholat seseorang yang bertetangga dengan masjid kecuali di masjid.”


Dan beliau ﷺ juga bersabda:


صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ رَحْمَةٌ، وَهِيَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ، وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ


“Sholat berjama’ah adalah rahmat dan ia lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. Jama’ah adalah rahmat, sedangkan perpecahan adalah azab.”


Nah, hadis ini ngegas bahwa rahmat Allah turun pas kita bareng-bareng, sementara kalau pecah belah, bisa undang kesempitan dan siksa, baik di dunia apalagi nanti.


Hikmah & Motivasi


Sholat berjama’ah itu:


· Bisa hapus dosa-dosa kecil.

· Ngeboost iman.

· Bikin kita makin rendah hati.

· Ngilangin rasa sombong.

· Nyatuin hati yang beda-beda.


Pas lagi berdiri sejajar di shaf, nggak ada yang namanya kaya atau miskin, pejabat atau rakyat. Semua sama di hadapan Allah.


Nasihat Para Ulama & Sufi (Versi Santai)


· Hasan Al-Bashri: “Kalo njenengan liat orang ringan langkahnya ke masjid, yakin aja, imannya lagi on fire.”

· Rabi‘ah al-Adawiyah: “Aku ibadah bukan karena takut neraka atau ngarep surga, tapi karena cinta. Dan cinta tuh nemuin rumahnya di dalam jama’ah.”

· Abu Yazid al-Bistami: “Pengen kenal diri sendiri? Coba aja sholat berjama’ah, berdiri bareng hamba-hamba Allah yang lain.”

· Junaid al-Baghdadi: “Jalan menuju Allah itu rame, tapi yang sampe cuma mereka yang tetep solid sama jama’ahnya.”

· Al-Hallaj: “Pas aku keasyikan sama ‘Aku’-ku, jama’ah ngingetin kalo aku cuma hamba.”

· Imam Al-Ghazali: “Sholat berjama’ah itu nge-break ego, soalnya ego suka banget sendirian tanpa aturan.”

· Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Jangan tinggalin jama’ah, soalnya tangan Allah itu selalu bareng jama’ah.”

· Jalaluddin Rumi: “Lilin nggak nyala sendirian; dia bersinar karena ada cahaya lain di sampingnya.”

· Ibnu ‘Arabi: “Di dalam jama’ah, keberadaan kita saling nyempurnain, dan rahmat Allah turun tanpa halangan.”

· Ahmad al-Tijani: “Siapa yang jaga sholat jama’ahnya, Allah yang bakal jagain hidup dan akhiratnya.”


Me Time (Muhasabah)


Yuk, tanya diri sendiri:


· Aku sering nunda-nunda sholat padahal masjid deket?

· Aku lebih sibuk sama urusan dunia daripada panggilan adzan?

· Aku milih nyaman sendiri daripada taat?

· Aku ngerasa cukup ibadah sendirian dan ngeremehin jama’ah?


Cara Muhasabah yang Asik


1. Diam bentar habis Isya, heningin diri.

2. Ingat-ingat lagi adzan yang dulu sempet diabaikan.

3. Bandingin, langkah ke dunia sama langkah ke masjid, mana yang lebih sering?

4. Bayangin kalo hari ini adalah sholat terakhir kita.

5. Niatin buat perbaikan, mulai dari sholat berikutnya.


Doa (Bahasaku ke-Njenengan)


Ya Allah, hidupin hati kami dengan sholat berjama’ah. Bikin langkah kami ringan buat menuju masjid-Mu. Satuin hati kami dalam ketaatan, Jauhkan kami dari pecah belah dan azab-Mu. Terimalah sholat kami,meski penuh kurangnya. Wafatkan kami dalam keadaan cinta sama jama’ah dan masjid-Mu. Aamiin ya Rabb.


Credits & Ucapan Terima Kasih


· Makasih Allah ﷻ yang masih panggil kita lewat adzan.

· Makasih Rasulullah ﷺ yang udah kasih contoh sholat berjama’ah sampe akhir hayat.

· Makasih para ulama dan orang shalih yang terus nyalain cahaya di jalan ini.


Semoga tulisan ini jadi pengingat yang baik, bukan buat nyalahin. Jadi ajakan santuy,bukan kritikan pedas. Dan jadi alasan kita buat makin ramein masjid lagi.


Penulis: ✍️M. Djoko Ekasanu.

.........