Friday, January 23, 2026

 irsyadulibad 6. bab. ilmu

Rasulullah saw bersabda:


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ خُيِّرَ سُلَيْمَانُ عَلَيْهِ السَّلَامُ بَيْنَ الْمَالِ وَالْمُلْكِ وَالْعِلْمِ فَاخْتَارَ الْعِلْمَ فَأَعْطَى الْمُلْكَ وَالْمَالَ لِاخْتِيَارِ الْعِلْمِ رواه ابن عساكر والدیلمی


Artinya: “Dari Ibnu Abbas berkata: Nabi Sulaiman as pernah disuruh memilih antara harta benda, kerajaan dan ilmu, lalu memilih ilmu, lalu diberi oleh Allah kerajaan dan harta, lantaran pilihannya kepada ilmu.” (HR. Ibnu Asakir dan Addailamy).

.......

 irsyadulibad 5. bab. ilmu

Rasulullah saw bersabda:


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللُه عَنْهَا قَالَتْ. مَنِ انْتَقَلَ لِيَتَعَلَّمَ عِلْمًا غُفِرَ لَه قَبْلَ أَنْ يَخْطُوَ رواه الشيرازي


Artinya: “Barangsiapa yang berpindah untuk belajar maka akan diampuni dosanya sebelum melangkah.” (HR. Asy Syairazi).

......

 irsyadulibad 4. bab. ilmu

Rasulullah saw bersabda:


عَنْ سَخْبَرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ كَانَ كَفَارَةً لِمَامَضَى. رواه الترمذی


Artinya: “Sahbarah berkata: ‘Menuntut ilmu bisa menghapus dosa yang lalu.” (HR. Tirmidzi).

......

 irsyadulibad 3. bab. ilmu

Rasulullah saw bersabda:


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِیَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ، طَلَبُ الْعِلْمِ سَاعَةً خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ وَطَلَبُ الْعِلْمِ يَوْمًا خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ . رواه الديلمی


Artinya: “Dari Ibnu Abbas ra berkata: ‘Menuntut ilmu satu jam lebih baik dari salat semalam. Dan mencari ilmu sehari lebih baik daripada berpuasa selama tiga bulan.” (Addailami).

.....

 irsyadulibad 2. bab. ilmu

Rasulullah saw bersabda:


عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ فَاِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَاِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَطْلُبُ . رواه ابن عبد البر


Artinya: “Dari Anas berkata, Rasulullah saw bersabda: “Tuntutlah ilmu sekalipun berada di negeri Cina, sebab sesungguhnya menuntut ilmu adalah kewajiban yang sangat diperlukan bagi setiap orang muslim. Sesungguhnya malaikat menghamparkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu, lantaran rela terhadap ilmu yangdicari.” (HR. Ibnu Abdil Bar).

.......

952. ILMU YANG MENGANGKAT DERAJAT, ATAU ILMU YANG MENJATUHKAN MARTABAT?



 kitab irsyadulibad 1. bab. ilmu

Allah swt berfirman:


يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ


Artinya: “Allah swt mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”


Allah swt berfirman:


قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ


Artinya: “Katakanlah, apakah sama antara orang-orang yangmengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.”

......

ILMU YANG MENGANGKAT DERAJAT, ATAU ILMU YANG MENJATUHKAN MARTABAT?

(Muhasabah Bab Ilmu – Irsyādul ‘Ibād)

Allah ﷻ berfirman:

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ
“Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)

Dan Allah ﷻ berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar: 9)


🌿 Ilmu: Cahaya atau Api?

Dalam Irsyādul ‘Ibād, Bab Ilmu, dijelaskan betapa tinggi kedudukan ilmu. Namun para ulama tasawuf mengingatkan: ilmu adalah cahaya bila disertai iman dan takwa, tetapi menjadi api bila disertai hawa nafsu dan kesombongan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ilmu bukan sekadar hafalan. Ilmu bukan sekadar gelar. Ilmu adalah yang menuntun hati untuk takut kepada Allah.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.”
(QS. Fāthir: 28)


🌍 Relevansi di Zaman Canggih: Ilmu di Era Teknologi

Hari ini kita hidup di zaman luar biasa:

  • Teknologi komunikasi menembus batas benua
  • Transportasi memperpendek jarak ribuan kilometer
  • Kedokteran memperpanjang usia
  • Artificial Intelligence membantu berpikir

Namun pertanyaannya:
Apakah kecanggihan ini semakin mendekatkan kita kepada Allah, atau justru menjauhkan?

📱 1. Teknologi & Media Sosial

Ilmu teknologi bisa menjadi sarana dakwah. Namun ia juga bisa menjadi sarana riya’, fitnah, ghibah, dan penyebaran kebodohan.

Tazkiyatul Nufus (penyucian jiwa) mengajarkan:
Sebelum jari mengetik, bersihkan niat.
Sebelum membagikan berita, bersihkan hati.

🚄 2. Transportasi & Mobilitas

Perjalanan semakin cepat. Tetapi apakah hati kita juga semakin cepat menuju taubat?

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)

Kemudahan transportasi adalah nikmat. Namun bila tidak diisi dengan ibadah, ia menjadi kelalaian.

🏥 3. Kedokteran & Kesehatan

Ilmu medis menyembuhkan tubuh.
Tetapi siapa yang menyembuhkan hati?

Imam Al-Ghazali berkata:
“Penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit badan.”

Banyak orang sehat jasadnya, tetapi hatinya mati oleh kesombongan, hasad, dan cinta dunia.


🪞 Muhasabah: Ilmu untuk Apa?

Mari bertanya pada diri sendiri:

  • Apakah ilmu membuatku semakin tawadhu’?
  • Apakah ilmu membuatku semakin takut kepada Allah?
  • Apakah ilmu membuatku semakin peduli kepada sesama?

Jika ilmu membuat kita sombong, merasa paling benar, meremehkan orang lain, maka itu bukan ilmu yang mengangkat derajat — itu ilmu yang mengubur hati.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan Allah menjadikan kalian khalifah di dalamnya untuk melihat bagaimana kalian berbuat.”
(HR. Muslim)

Ilmu adalah amanah kekhalifahan.


🌱 Perspektif Tazkiyatul Nufus

Dalam tazkiyatul nufus, ilmu harus melewati tiga tahap:

  1. Ilmu masuk ke akal (mengetahui)
  2. Ilmu turun ke hati (meyakini dan takut kepada Allah)
  3. Ilmu tampak dalam amal (akhlak dan perbuatan)

Tanpa penyucian jiwa:

  • Ilmu menjadi alat persaingan
  • Ilmu menjadi alat mencari pujian
  • Ilmu menjadi alat mencari kekuasaan

Dengan penyucian jiwa:

  • Ilmu menjadi jalan khidmah (pelayanan)
  • Ilmu menjadi jalan sedekah
  • Ilmu menjadi jalan menuju surga

🌤 Harapan untuk Umat di Era Modern

Kita berharap:

  • Teknologi menjadi sarana dakwah
  • Media sosial menjadi ladang pahala
  • Ilmu kedokteran menjadi bentuk rahmat
  • Transportasi menjadi jalan silaturahim

Kita ingin generasi yang cerdas otaknya dan bersih hatinya.
Canggih teknologinya, lembut akhlaknya.
Modern pikirannya, kuat tauhidnya.

Karena sejatinya, kemajuan tanpa iman adalah kehancuran yang tertunda.


🤲 Doa

اللهم يا ربنا
Jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat,
yang menambah keimanan,
yang membersihkan hati,
yang menjauhkan dari kesombongan dan riya’.

Ya Allah,
di zaman yang serba cepat ini,
jangan Engkau jadikan hati kami lambat untuk taubat.
Jangan Engkau jadikan teknologi melalaikan kami dari mengingat-Mu.
Jadikan setiap ilmu, setiap kata, setiap karya,
sebagai jalan menuju ridha-Mu.

Rabbana zidna ‘ilman nafi‘an,
wa rizqan thayyiban,
wa ‘amalan mutaqabbalan.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.


🌺 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih atas kesempatan untuk bermuhasabah bersama melalui Bab Ilmu dalam Irsyādul ‘Ibād. Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi diri kita terlebih dahulu sebelum menjadi nasihat bagi orang lain.

Semoga Allah mengangkat derajat kita bukan hanya karena banyaknya ilmu, tetapi karena bersihnya hati dan lurusnya niat.

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

.......

ILMU: NAIKIN DERAJAT APA ANCURIN MARTABAT?


(Muhasabah Santuy ala Anak Zaman – Irsyādul ‘Ibād)


---


Allah ﷻ bilang:


يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ

"Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."

(QS. Al-Mujādilah: 11)


Terus Allah ﷻ juga bilang:


قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ

"Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"

(QS. Az-Zumar: 9)


---


🌿 ILMU TUH... CAHAYA APA API SIH?


Jadi gini, di buku Irsyādul 'Ibād (Bab Ilmu) dikupas tuntas: ilmu tuh derajatnya tinggi banget. Tapi ulama-ulama tasawuf ngasih wejangan yang dalem banget:


Ilmu itu cahaya kalau bareng iman sama takwa.

Tapi dia bisa jadi api kalau udah dicampur hawa nafsu sama sombong.


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Ilmu tuh bukan sekadar hapalan. Bukan sekadar gelar di belakang nama. Bukan juga soal seberapa banyak buku udah dilahap.


Ilmu yang bener itu... yang bikin hati adem terus takut sama Allah.


Allah ﷻ berfirman:


إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama."

(QS. Fāthir: 28)


---


🌍 ZAMAN NOW: CANGGIH TAPI HATI GIMANA?


Bro sis, kita hidup di zaman yang... mindblowing banget:


🗣️ Bisa video call sama orang lautan

✈️ Jakarta-New York cuma 20 jam

🏥 Penyakit yang dulu mematikan, sekarang bisa sembuh

🤖 Ada AI yang bisa ngerjain PR, nulis puisi, bahkan ngoding


Tapi pertanyaan besarnya:


Dekat mana kita sama Allah setelah semua ini?


---


📱 1. SOSMED YANG ADA-ADA AJA


Teknologi bisa buat dakwah, ngajarin kebaikan, nyebarin ilmu. Tapi jujur aja...

Seringnya malah jadi ajang:


👉 Pamer ibadah biar dibilang alim

👉 Nyinyirin orang lewat status

👉 Share hoax tanpa cek fakta

👉 Update 24 jam tapi lupa dzikir


Tazkiyatul nufus ngajarin:

Sebelum ngetik, cek dulu niatnya.

Sebelum share, bersihin dulu hatinya.


---


🚄 2. MUDIK, TRAVELING, JALAN-JALAN


Sekarang ke mana-mana cepet. Pesawat, kereta cepat, mobil pribadi.

Tapi pertanyaannya: hati kita cepet enggak sih balik ke Allah?


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang."

(HR. Bukhari)


Bisa traveling ke mana-mana itu nikmat. Tapi kalau cuma buat foto-foto doang tanpa ibadah... ya namanya jadi lengah.


---


🏥 3. SEHAT BADAN, TAPI HATI?


Ilmu kedokteran makin canggih. Rumah sakit makin modern. Obat makin manjur.

Tapi yang nyembuhin hati rusak, siapa?


Imam Al-Ghazali bilang:

"Penyakit hati tuh lebih bahaya dari penyakit badan."


Banyak orang sehat badannya, tapi hatinya udah mati:

💔 Sombong

💔 Iri

💔 Cinta dunia berlebihan


---


🪞 MUHASABAH VIBES: ILMU BUAT APA, SIH?


Yuk sambil rebahan, nanya ke diri sendiri:


✅ Ilmu yang gue punya, bikin gue makin rendah hati apa sok tahu?

✅ Bikin gue makin takut sama Allah apa makin pede dosa?

✅ Bikin gue makin peduli orang apa makin cuek bebek?


Kalau ilmu bikin kita:

❌ Sombong

❌ Ngerasa paling bener sendiri

❌ Ngeremehin orang lain


...itu namanya bukan ilmu yang angkat derajat.

Itu ilmu yang ngebur hidup-hidup hati kita sendiri.


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan Allah menjadikan kalian khalifah di dalamnya untuk melihat bagaimana kalian berbuat."

(HR. Muslim)


Ilmu tuh amanah. Bukan buat pamer. Tapi buat ngurusin bumi dengan cara yang Allah suka.


---


🌱 PROSESNYA ILMU: JANGAN SETENGAH-SETENGAH


Dalam tazkiyatul nufus (penyucian jiwa), ilmu tuh harus lewat 3 tahap:


1. Sampai ke otak → tahu, hapal, paham

2. Turun ke hati → yakin, takut sama Allah, ngerasa diawasi

3. Keluarin lewat amal → akhlaknya adem, perbuatannya bermanfaat


Kalau tanpa penyucian jiwa:


🔴 Ilmu cuma buat bersaing

🔴 Cari pujian doang

🔴 Inginnya dijabat, dipuji, dianggap hebat


Tapi kalau dengan penyucian jiwa:


🟢 Ilmu jadi jalan khidmah — ngabdi buat umat

🟢 Jadi sedekah jariyah yang terus ngali pahala

🟢 Jadi tiket menuju surga


---


☀️ HARAPAN BUAT KITA YANG HIDUP DI ERA DIGITAL


Kita pengen:


📱 Teknologi jadi panggung dakwah, bukan ajang pamer

💬 Media sosial jadi ladang pahala, bukan ladang dosa jariyah

🏥 Ilmu kedokteran jadi wujud kasih sayang ke sesama

✈️ Mudik dan traveling jadi jalan silaturahim, bukan sekadar gaya-gayaan


Kita pengen generasi yang:


🧠 Pinter otaknya

💙 Bersih hatinya

🤖 Melek teknologi

🌸 Lembut akhlaknya

🕌 Kuat tauhidnya


Karena jujur aja:

Kemajuan tanpa iman itu... kehancuran yang cuma nunggu waktu.


---


🤲 DOA ALA ANAK ZAMAN


Allahumma Rabbana...


Jadikan ilmu yang kami pelajari jadi ilmu yang berkah,

Yang bikin iman naik,

Yang bikin hati adem,

Yang jauh dari riya' dan sombong.


Ya Allah,

Di zaman yang serba cepat ini,

Jangan biarkan hati kami lambat buat taubat.

Jangan biarkan gadget dan teknologi bikin kami lupa sama Engkau.


Jadikan setiap ilmu, setiap postingan, setiap karya,

Sebagai jalan buat dapetin cinta dan ridho-Mu.


Rabbana zidna 'ilman nafi'an,

Wa rizqan thayyiban,

Wa 'amalan mutaqabbalan.


Aamiin ya Rabbal 'Alamiin.


---


🌺 PENUTUP: THANKS UDAH BACA SAMPAI HABIS


Makasih ya udah meluangkan waktu buat muhasabah bareng lewat Bab Ilmu di Irsyādul 'Ibād. Tulisan ini sebenernya pengingat buat diri sendiri duluan, sebelum buat orang lain.


Semoga Allah angkat derajat kita, bukan karena banyaknya ilmu, tapi karena bersihnya hati dan lurusnya niat.


Wallāhu a'lam bish-shawāb.


---


 tanbihul ghofilin. 18 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.

Pernyataan Abu Darda’:”Manusia hanya ada dua, Pertama: ” Pendidik (Ulama), Kedua:” Anak didik (santri, pelajar atau pengangsu ilmu) keduaduanya sama-sama berpahala, selain itu tiada gunanya (bagai sampah).

.......

 tanbihul ghofilin. 17 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.

Perdebatan sengit dikalangan Ulama Bashrah (ketika itu) tentang harta dan ilmu, mana yang lebih utama, mereka belum juga dapat memutuskan, akhirnya ditanyakan kepada Ibnu Abbas, Jawabnya: ”Ilmu lebih utama daripada harta”. Lalu apa alasannya? Jawabnya: “Sebab ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta warisan Fir’aun, Ilmu sanggup memelihara pemiliknya, tetapi harta merepotkan kamu, ilmu diberikan hanya kepada orang yang dikasihi Allah, tetapi harta kepada siapa saja tanpa pandang bulu (yang disayang Allah atau tidak), bahkan yang tidak disayang diberi lebih banyak lagi, perhatikan FirmanNya :

Artinya:

“Seandainya munusia tidak berkumpul menjadi suatu masyarukat, pasti orung-orung kafir diberi gedung beratap peruk dan tangga bertingkut untuk kemegahan”. (Zukhuf 33).

Dan ilmu yang diajarkan (diberikan) kepada lain orang, tidak semakin berkurang, melainkan bertambah, sedangkan harta menjadi surut jika diberikan lain orang, dan seorang hartawan hilang namanya sesudah mati, sedangkan orang Alim menjadi lebih harum namanya. Seorang hartawan dituntut setiap dirham dari dan dengan cara bagaimana memperolehnya serta dibelanjakan kemana atau untuk apa saja?, sedangkan orang berilmu dari setiap hadis memperoleh satu tingkat atau derajat di sorga”.

......

 tanbihul ghofilin. 16 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.

Dari Abu Hurairah, Nabi  bersabda: “Tehnik (cara) ibadat yang paling tepat dan utama ialah menimba ilmu agama dengan sungguhsungguh, sampai berhasil membedakan mana yang halal dan haram. Seorang ahli fiqih adalah tantangan berat bagi setan melebihi 1000 ahli ibadat yang dungu, dan setiap sesuatu pasti bersendi, sedangkan sendi agama adalah ilmu fiqih”.

.......

 tanbihul ghofilin. 15 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.

Musayyab dari Abu Bakar dari ‘Aun Abdullah, Ada orang datang kepada Abu Dzar, katanya: “Aku ingin menimba ilmu, tetapi khawatirku nanti tidak dapat melaksanakannya, Jawabnya: “Camkanlah, bersandar pada ilmu lebih baik daripada bersandar pada kedunguan”. Lalu ia pergi dan bertanya kepada Abu Darda’, dan dijawab sama dengan yang pertama, bahkan ditambah: “Manusia akan dihidupkan kembali kelak di hari Kiamat sesuai keadaannya ketika mati, Alim dibangkitkan Alim, dan yang bodoh juga dalam keadaan bodoh. Kemudian tanya kepada Abu Hurairah, Jawabnya: “Kamu tidak akan meremehkan ilmu sebagaimana kamu tidak mempelajarinya.

.......

 tanbihul ghofilin. 14 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.

Salim Abil Jad menyatakan: “Pertama aku dibeli tuanku seharga 300 dirham, lalu dimerdekakan, kemudian pertanyaan ditujukan pada diriku: “Apakah yang harus aku lakukan? Ketika itu aku memilih menimba ilmu, dan tidak lama kemudian seorang raja berkunjung ke rumahku, tetapi aku menolaknya.

Sewaktu Salih Murry bertamu kepada Raja, dipersilahkan duduk bersandarkan bantal, katanya:” Hasan menyatakan Ilmu itu meningkatkan kedudukan para bangsawan dan menjunjung budak ke tingkat merdeka.

Jika tidak demikian, maka siapakah yang mendudukan Salih Murry di dekat Raja, kalau bukan ilmu?

 ........

 tanbihul ghofilin. 13 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.

Abdullah bin Mubarak ditanya: “Seandainya kamu diberitahukan bahwa: “Kamu akan mati nanti sore, maka jawaban apakah yang tepat bagimu? Jawabnya: “Aku akan menuntut ilmu”.

........

 tanbihul ghofilin. 12 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.

Nasihat Abu Darda’: “Wahai umat manusia, belajarlah ilmu (agama) kepada para Ulama, sebelum mereka wafat, karena dengan meninggalnya para Ulama berarti kehilangan ilmu”.

Dari Abdullah Amr, Rasulullah  bersabda: “Allah tidak melenyapkan ilmu langsung dicabut dari hati seseorang, tatapi dengan matinya para Ulama, sampai jika tidak ada orang ‘Alim, maka masyarakat akan mengangkat pemimpin yang bodoh-dungu, dan ketika ditanya (tentang suatu masalah) jawabannya sesat dan menyesatkan”.

......