Dunia Vs Akhirat: Pilih Mana?
..............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
...............
Bismillahirahmanirrahim.
Sabtu, 26 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda, nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :
---
30. Tiga Perkara Tentang Perbandingan Dunia dan Akhirat
Dari Abu Zakaria, Yahya bin Mu’adz r.a.:
“Meninggalkan dunia seluruhnya, berarti mengambil akhirat semuanya. Barangsiapa meninggalkannya seluruhnya, berarti mengambil akhirat semuanya. Barangsiapa mengambil dunia seluruhnya, berarti ia meninggalkan akhirat semuanya. Maka pengambilan akhirat berada dalam meninggalkan dunia dan meninggalkan dunia berada dalam pengambilan akhirat.”
Memang demikian, sebab dunia dan akhirat itu ibarat dua hal yang masing-masing saling bertentangan. Oleh karena itu, barangsiapa yang berpaling dari dunia dengan sepenuhnya, maka dia mencintai akhirat: dengan sepenuhnya. Barangsiapa mencintai dunia dengan sepenuhnya, berarti dia juga dengan sepenuhnya berpaling dari akhirat.
.............
1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)
Kata Yahya bin Mu'adz r.a. itu dalem banget, guys. Intinya: dunia dan akhirat tuh kayak dua kutub magnet yang bertolak belakang. Kalau njenengan ngejar dunia full 100%, otomatis akhiratnya ke-skip. Sebaliknya, kalau njenengan "ngelepas" dunia karena Allah, justru akhirat yang njenengan dapet full.
Maksudnya bukan berarti kita harus jadi kuli miskin atau anti-kerja. Tujuan tasawuf di sini adalah tazkiyatun nufus—bersihin hati dari cinta dunia yang berlebihan. Dunia itu cuma alat, bukan tujuan. Tujuannya adalah ridho Allah. Hikmahnya? Hati jadi tenang, gak gampang FOMO sama gaya hidup viral, dan lebih fokus buat bekal pulang.
2. Nasehat: Ayat Qur'an, Hadis Shahih, Hadis Qudsi
· Al-Qur'an (QS. Al-Hadid: 20):
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak..."
· Hadis Shahih (HR. Tirmidzi):
"Barangsiapa yang cinta dunia, maka ia akan merusak akhiratnya. Dan barangsiapa yang cinta akhirat, maka ia akan merusak dunianya. Maka utamakanlah yang kekal daripada yang fana."
· Hadis Qudsi (HR. Bukhari):
"Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."
3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya di Era Viral
Makrifatnya: Sadar bahwa semua yang viral di TikTok, IG, atau Twitter itu cuma fatamorgana. Hakekatnya: Dunia itu cuma "kos-kosan" sementara, akhirat itu rumah permanen.
Tarekahnya di zaman now? Digital Detox. Jangan scroll medsos 24/7 buat liatin hidup orang yang kelihatan sempurna. Ganti waktu doomscrolling dengan baca Al-Qur'an, dzikir, atau sedekah. Jangan sampai demi konten dan validasi, njenengan lupa sama Yang Maha Validasi. Jangan jadi budak algoritma, jadilah hamba Allah.
4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya
Muhasabah itu introspeksi. Coba tanya diri sendiri: "Aku kerja keras ini buat apa? Buat pamer di medsos atau buat keluarga dan ibadah?"
Caranya:
· Kurangi makan berlebihan (biar gak malas ibadah).
· Kurangi tidur berlebihan (biar bisa tahajud).
· Kurangi ngobrol yang gak perlu (biar hati gak kotor).
· Perbanyak senyum, sedekah, dan syukur.
5. Doa
"Ya Allah, jadikanlah dunia ini di tangan kami, bukan di dalam hati kami. Jangan biarkan kami sibuk mengejar yang fana hingga melupakan yang kekal. Bimbing kami untuk terus memperbaiki diri, bukan untuk merasa sempurna. Aamiin."
6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf
Terima kasih buat njenengan yang udah baca sampai selesai. Maaf kalau ada salah kata atau kurang pas di hati. Ini semua murni buat kebaikan kita bareng.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #RenunganHati #Muhasabah #CintaAkhirat #Hijrah #DuniaSementara #AkhiratSelamanya #MenataHati #Islami #SelfReminder
.......................
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—