63. KECAMAN TERHADAP SIFAT BURUK SANGKA DAN MENGGUNJING.
Dari sahabat Abu Hurairah ra., dari Nabi saw. bahwa Beliau bersabda :
Artinya : “Barangsiapa menggunjing satu kali sepanjang hidupnya, maka Allah akan menghukumnya dengan sepuluh hukuman : (1) Dia akan menjadi orang yang jauh dan rahmat Allah. (2) Para malaikat memutuskan persahabatan dengannya. (3) Pencabutan rohnya menjelang ajalnya akan diperberat. (4) Dia akan menjadi orang yang dekat kepada neraka. (5) Dia akan menjadi orang yang jauh dari surga. (6) Siksaan kubur akan diperberat atasnya. (7) Amalnya akan dianggap batal. (8) Ruh Nabi saw. merasa terganggu karenanya. (9) Allah murka kepadanya. (10) Ketika amalnya ditimbang pada hari kiamat,akan menjadi orang yang bangkrut (yang tidak mempunyai amal apa-apa). (Zubdatul Wa’izhin)
.......
BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS
Bahaya Buruk Sangka dan Ghibah: Penyakit Lisan yang Menghancurkan Amal
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
"Barangsiapa menggunjing satu kali sepanjang hidupnya, maka Allah akan menghukumnya dengan sepuluh hukuman..." (dinukil dalam Zubdatul Wā‘izhīn).
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Hadits atau atsar yang dinukil dalam kitab Zubdatul Wā‘izhīn tersebut menjelaskan betapa besarnya dosa ghibah (menggunjing) dan buruk sangka. Walaupun para ulama hadis menilai riwayat seperti ini perlu diteliti sanadnya, namun kandungannya sejalan dengan banyak ayat dan hadis shahih yang mengharamkan ghibah.
Dalam perspektif tasawuf, ghibah bukan sekadar dosa lisan, tetapi cerminan hati yang belum bersih dari:
- Hasad (iri hati).
- Ujub (bangga diri).
- Takabbur (merasa lebih baik).
- Su'uzhan (buruk sangka).
- Dengki dan kebencian.
Ghibah adalah buah dari hati yang sakit. Karena itu para sufi lebih sibuk memperbaiki diri daripada membicarakan aib orang lain.
2. Hukum (Ahkam)
Hukum Ghibah
Haram berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah.
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang telah mati?" (QS. Al-Hujurat: 12)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tahukah kalian apa itu ghibah?" Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: "Engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang ia tidak suka." (HR. Muslim)
Hukum Buruk Sangka
Asal hukumnya haram apabila tanpa dasar yang dibenarkan syariat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Menjaga lisan lebih sulit daripada menjaga harta.
- Banyak amal ibadah hancur karena dosa lisan.
- Orang yang sibuk membicarakan aib orang lain biasanya lupa memperbaiki dirinya sendiri.
- Ghibah merusak ukhuwah dan keberkahan hidup.
- Keselamatan seorang mukmin banyak bergantung pada lisannya.
Seorang ulama salaf berkata:
"Jika engkau melihat seseorang sibuk mencari kesalahan orang lain, ketahuilah bahwa ia telah lalai dari kesalahan dirinya sendiri."
4. Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Hadis Qudsi
Al-Qur'an
QS. Al-Hujurat: 12
"Janganlah kalian menggunjing satu sama lain."
QS. Qaf: 18
"Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat yang mengawasi dan mencatat."
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian." (HR. Muslim)
Ghibah termasuk bentuk kezaliman terhadap kehormatan sesama muslim.
5. Analisis dan Argumentasi Tasawuf
Menurut para ahli tasawuf, ghibah muncul karena seseorang ingin meninggikan dirinya dengan cara merendahkan orang lain.
Padahal orang yang benar-benar mengenal dirinya akan sadar:
- Dosanya sendiri belum tentu diampuni.
- Akhir hidupnya belum tentu husnul khatimah.
- Orang yang ia hina bisa jadi lebih mulia di sisi Allah.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ghibah adalah memindahkan pahala diri kepada orang yang digunjing. Jika pahala habis, dosa orang yang digunjing dipindahkan kepadanya.
Karena itu ghibah disebut sebagai "kebangkrutan spiritual."
6. Amalan (Implementasi)
Sebelum Berbicara
Tanyakan pada diri:
- Apakah ini benar?
- Apakah ini perlu?
- Apakah ini bermanfaat?
- Apakah Allah ridha jika aku mengucapkannya?
Jika Terjatuh dalam Ghibah
- Segera istighfar.
- Menyesali perbuatan.
- Berdoa untuk orang yang digunjing.
- Memuji kebaikannya di tempat yang sama.
- Jika memungkinkan, meminta maaf kepadanya.
Wirid Tazkiyatun Nufus
- Istighfar 100 kali.
- Shalawat 100 kali.
- Membaca QS. Al-Hujurat ayat 12.
- Muhasabah sebelum tidur.
7. Relevansi di Zaman Sekarang
Media Sosial
Sekali menulis fitnah atau ghibah:
- Ribuan orang dapat membacanya.
- Jejak digital sulit dihapus.
- Dosanya terus mengalir selama dibaca dan disebarkan.
Teknologi Komunikasi
- Grup WhatsApp.
- Facebook.
- TikTok.
- Instagram.
- Telegram.
Sering berubah menjadi majelis ghibah virtual.
Kehidupan Sosial
Budaya:
- Gosip artis.
- Membongkar aib orang.
- Konten ujaran kebencian.
- Komentar negatif.
Semua dapat menjadi ladang dosa yang sangat luas.
Kecanggihan Teknologi
Dahulu ghibah didengar beberapa orang.
Hari ini satu kalimat dapat didengar jutaan manusia dalam hitungan detik.
Karena itu dosa lisan di era digital bisa jauh lebih besar dampaknya.
8. Motivasi
Jagalah lisanmu.
Karena:
- Surga tidak jauh dari orang yang menjaga lisannya.
- Neraka tidak jauh dari orang yang meremehkan lisannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang ia anggap ringan, namun karenanya ia terjerumus ke dalam neraka." (HR. Bukhari)
Diam sering kali lebih selamat daripada berbicara yang tidak bermanfaat.
9. Muhasabah dan Caranya
Tanyakan setiap malam:
- Berapa kali aku membicarakan aib orang hari ini?
- Berapa kali aku berprasangka buruk?
- Berapa kali aku menyakiti hati saudara muslim?
- Berapa kali aku mendoakan orang lain?
Cara Muhasabah
- Duduk sendiri sebelum tidur.
- Mengingat seluruh ucapan hari itu.
- Menulis kesalahan yang terjadi.
- Beristighfar dengan sungguh-sungguh.
- Bertekad memperbaiki diri esok hari.
10. Kemuliaan dan Kehinaan yang Didapat
Di Dunia
Kemuliaan
- Dicintai manusia.
- Dipercaya masyarakat.
- Hatinya tenang.
Kehinaan
- Dijauhi orang.
- Hilang wibawa.
- Hatinya gelisah.
Di Alam Kubur
Kemuliaan
- Mendapat ketenangan kubur.
- Cahaya amal menerangi kubur.
Kehinaan
- Penyesalan yang panjang.
- Beratnya pertanggungjawaban lisan.
Di Hari Kiamat
Kemuliaan
- Timbangan amal berat.
- Mendapat syafaat.
Kehinaan
- Bangkrut karena pahala berpindah kepada orang yang dizalimi.
- Menyesal ketika semua rahasia dibuka.
Di Akhirat
Kemuliaan
- Ridha Allah.
- Surga yang penuh kenikmatan.
Kehinaan
- Murka Allah.
- Siksa yang pedih.
11. Doa
اللهم طهر ألسنتنا من الغيبة والنميمة، وطهر قلوبنا من الحسد والكبر وسوء الظن، واجعلنا من عبادك الصالحين المخلصين.
Artinya:
"Ya Allah, sucikan lisan kami dari ghibah dan adu domba, sucikan hati kami dari iri, sombong, dan buruk sangka. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh dan ikhlas."
آمين يا رب العالمين
12. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih telah meluangkan waktu membaca buletin tauziah ini. Semoga Allah Ta'ala membersihkan hati, menjaga lisan, mengampuni dosa-dosa kita, serta menghimpun kita bersama Rasulullah ﷺ dan orang-orang saleh di surga-Nya.
"Sibukkanlah dirimu memperbaiki aib sendiri, maka engkau tidak akan sempat mencari aib orang lain."
والله أعلم بالصواب.