Akkaf bin Wada'ah r.a. datang kepada Nabi s.a.w. lalu ditanya oleh Nabi s.a.w :
Hai Akkaaf apakah Anda beristri? jawabnya : Tidak. Juga tidak mempunyai budak wanita? Jawabnya : Tidak. Nabi bertanya : Sedang Anda sehat dan kaya? Jawabnya : Ya, Alhamdulillah. Nabi s.a.w. bersabda : Jika Anda sedemikian maka Anda dari kawannya syaithan, jika Anda pendeta kristen maka ikutlah jejak mereka, dan bila Anda dari golongan kami maka berbuatlah seperti kami, dan dari sunnahku kawin (nikah), orang yang sangat jelek itu orang yang tidak beristri , dan orang mati yang amat hina orang yang tidak beristri, celaka Anda Akkaaf, kawinlah. Lalu Akkaaf berkata: Ya Rasullah saya tidak akan kawin sehingga kamu yang mengawinkan pada siapa yang kamu kehendaki. Maka sabda Nabi s.a.w. : Aku kawinkan Anda dengan nama Allah dan berkat pada Alkarimah binti Kulstum Alhimyari. (H.R. Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Abdulbar).
Nikah sebagai Jalan Tazkiyatun Nufūs: Membersihkan Jiwa melalui Sunnah Rasulullah ﷺ
🌿 Pendahuluan
Kisah Akkaaf bin Wada’ah r.a. bukan sekadar cerita tentang anjuran menikah, tetapi merupakan peringatan ruhani bahwa penyucian jiwa tidak ditempuh dengan mematikan fitrah, melainkan dengan mengelolanya di jalan yang Allah ridhai. Nabi ﷺ menegaskan bahwa orang yang mampu namun menolak menikah bukanlah contoh kesucian jiwa, bahkan berpotensi membuka pintu bisikan setan.
Pernikahan dalam Islam adalah madrasah tazkiyah, tempat hawa nafsu dididik, akhlak ditempa, dan jiwa disucikan.
🧾 Intisari Isi
- Nikah adalah sunnah Rasulullah ﷺ dan jalan kesucian, bukan penghalang kesalehan.
- Menolak nikah tanpa uzur syar’i bagi yang mampu berisiko menjerumuskan jiwa pada kesombongan ruhani, penyimpangan fitrah, dan godaan setan.
- Tazkiyatun nufūs bukan mematikan syahwat, tetapi menundukkannya dalam ketaatan.
- Pernikahan membersihkan jiwa dari zina lahir dan batin, membangun tanggung jawab, kasih sayang, dan ketundukan kepada Allah.
📖 Landasan Al-Qur’an dan Tafsir Tematik
1. Nikah sebagai ayat tazkiyah dan sakinah
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu memperoleh ketenangan (sakinah), dan Dia menjadikan di antaramu mawaddah dan rahmah.”
(QS. Ar-Rūm: 21)
Tafsir tazkiyah:
Nikah adalah sarana Allah menurunkan ketenangan jiwa, bukan sekadar pemuasan biologis. Sakinah menumbuhkan jiwa yang stabil, mawaddah melembutkan nafsu, dan rahmah membersihkan ego.
2. Menjaga kesucian sebagai tujuan nikah
“Dan hendaklah orang-orang yang belum menikah, menjaga kesucian diri mereka sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.”
(QS. An-Nūr: 33)
Tafsir tazkiyah:
Menjaga kesucian bukan berarti menolak nikah, tetapi bersabar sampai menikah. Ketika mampu namun menolak, ia berpotensi keluar dari maqām ‘iffah (kesucian).
3. Nikah bagian dari sunnah para nabi
“Dan sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau dan Kami jadikan bagi mereka istri-istri dan keturunan.”
(QS. Ar-Ra‘d: 38)
Tafsir tazkiyah:
Kesucian sejati bukan rahbaniyah, tetapi hidup fitri yang dituntun wahyu.
🕰️ Latar Belakang dan Sebab Terjadinya Masalah
Pada masa Nabi ﷺ, terdapat sebagian sahabat yang ingin menempuh jalan “kerahiban”, tidak menikah demi fokus ibadah. Fenomena ini dipengaruhi tradisi agama sebelumnya. Nabi ﷺ meluruskan:
➡️ Islam bukan agama yang memutus dunia, tetapi menyucikannya.
Akkaaf r.a. adalah contoh orang saleh, sehat, dan mampu, tetapi belum menikah. Nabi ﷺ melihat potensi bahaya ruhani: kesombongan ibadah, kegersangan jiwa, dan pintu setan.
🔍 Analisis dan Argumentasi Tazkiyah
- Jiwa diciptakan dengan syahwat.
- Syahwat yang tidak disalurkan secara halal akan berubah menjadi:
- bisikan,
- kegelisahan,
- khayalan kotor,
- kesombongan ruhani.
Nikah:
✅ menundukkan pandangan
✅ mematahkan hawa nafsu
✅ melatih sabar dan tanggung jawab
✅ menyucikan niat
✅ melembutkan hati
Dalam tazkiyah, musuh utama jiwa adalah nafs dan setan, dan nikah adalah bentengnya.
🔥 Motivasi, Muhasabah, dan Caranya
Pertanyaan muhasabah:
- Apakah aku menjaga fitrah atau memeranginya?
- Apakah kesendirianku mendekatkan atau justru melalaikan hatiku?
- Apakah aku lebih sibuk memperbaiki ibadah lahir daripada membersihkan batin?
Cara muhasabah tazkiyah:
- Perbanyak istighfar atas dosa pandangan, lintasan hati, dan khayalan.
- Niatkan nikah sebagai ibadah, bukan sekadar kebutuhan.
- Minta kepada Allah pasangan yang menjadi sebab taqwa.
- Latih puasa, shalat malam, dan dzikir sebagai pengendali nafs.
- Libatkan guru ruhani, orang tua, dan nasihat orang saleh.
🌺 Hikmah, Tujuan, dan Manfaat
- Membersihkan jiwa dari maksiat lahir dan batin
- Menumbuhkan akhlak sabar, ikhlas, dan pengorbanan
- Menjadi jalan lahirnya generasi bertauhid
- Menjadi sebab turunnya rahmat dan keberkahan
- Menjaga stabilitas iman dan kesehatan jiwa
🕊️ Keutamaan dan Hukuman
🌸 Keutamaan:
Di dunia:
- ketenangan batin,
- keberkahan rezeki,
- penjagaan dari zina,
- kematangan jiwa.
Di alam kubur:
- kubur menjadi taman karena hidup dalam iffah dan tanggung jawab.
Di hari kiamat:
- termasuk umat Nabi ﷺ yang banyak dan dibanggakan.
Di akhirat:
- dikumpulkan bersama keluarga saleh,
- syahwat dunia diganti kenikmatan surga.
⚠️ Hukuman dan dampak penolakan tanpa uzur:
Di dunia:
- kegelisahan, bisikan, kesepian, fitnah syahwat.
Di alam kubur:
- penyesalan terhadap peluang ibadah yang disia-siakan.
Di hari kiamat:
- dihisab tentang umur, fitrah, dan kemampuan yang tidak ditunaikan.
Di akhirat:
- terhalang dari derajat orang-orang yang menjaga sunnah Nabi ﷺ.
🌍 Relevansi Zaman Modern
Di era teknologi, media, dan kecanggihan komunikasi:
- fitnah mata, telinga, dan hati jauh lebih besar,
- kesendirian sering dibungkus “kebebasan”,
- syahwat hadir di genggaman.
Nikah hari ini bukan sekadar sunnah, tetapi benteng jiwa.
Tazkiyah di era digital menuntut:
✔ pasangan yang saling menolong iman
✔ keluarga sebagai ruang suci
✔ rumah sebagai madrasah jiwa
✔ teknologi ditundukkan, bukan menundukkan.
🤲 Doa
Allāhumma yā Muṭahhiral qulūb, sucilah jiwa kami dari syahwat yang menyesatkan, dari kesombongan ibadah, dan dari bisikan setan. Anugerahkan kepada kami pasangan yang menenangkan, yang menuntun kami kepada-Mu, yang menjadikan rumah kami jalan menuju ridha-Mu dan surga-Mu. Āmīn.
🙏 Ucapan Terima Kasih
Terima kasih telah menghadirkan kisah ini sebagai bahan renungan. Semoga tulisan ini menjadi wasilah tazkiyatun nufūs, membuka mata hati, dan menumbuhkan niat untuk menempuh sunnah Rasulullah ﷺ sebagai jalan penyucian jiwa, bukan sekadar tradisi.
Versi Bahasa Gaul Kekinian (Santai & Sopan)
Hai, jadi ada cerita tentang sahabat Akkaf bin Wada'ah r.a. nih. Dia dateng ke Nabi ﷺ, terus ditanya gini:
Nabi ﷺ: "Eh Akkaf, lo udah nikah belum?"
Akkaf: "Belum, Nabi."
Nabi ﷺ: "Punya budak perempuan?" (catetan: konteks zaman dulu)
Akkaf: "Enggak juga."
Nabi ﷺ: "Lah, badan sehat dan rezeki cukup kan?"
Akkaf: "Iya, Alhamdulillah."
Nabi ﷺ langsung tegas: "Kalo kondisinya kayak gitu, lo itu temennya setan. Kalo lo dari kaum Nasrani yang jadi pendeta, ya silakan ikut cara mereka. Tapi kalo lo bagian dari kita (umat Islam), ikutin cara kita. Nikah itu sunnahku. Orang yang paling nggak kece itu yang enggak punya istri. Orang yang paling hina itu yang mati dalam keadaan jomblo. Ayolah Akkaf, nikah aja!"
Akkaf akhirnya bilang: "Wah Rasulullah, gue nggak akan nikah kecuali lo yang nikhahin gue sama siapa yang lo suka." Akhirnya Nabi ﷺ nikhahin dia sama Alkarimah binti Kulstum Alhimyari. (H.R. Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Abdulbar).
Nikah = Jalan Cuci Hati? Iya, Beneran!
📸 Intro Singkat
Cerita Akkaf ini sebenernya warning buat kita: nyuci jiwa itu bukan dengan nge-bash atau nge-tahan fitrah kita, tapi dengan ngelolainnya di jalan yang Allah suka. Nabi ﷺ ngasih tau, kalo kita mampu tapi nolak nikah, itu bukan tanda jiwa suci, malah bisa jadi pintu masuk buat godaan setan.
Nikah dalam Islam itu kayak sekolahnya jiwa. Di situ, nafsu diajarin, akhlak ditempa, hati dibersihin.
💡 Poin-Poin Intinya
· Nikah itu sunnah Rasulullah ﷺ, jalan buat suciin jiwa, bukan halangan buat jadi orang saleh.
· Nolak nikah tanpa alasan syar'i (padahal mampu) itu riskan: bikin jiwa sombong, ngebunuh fitrah alami, dan bikin gampang kegoda setan.
· Tazkiyatun nufūs tuh bukan matiin syahwat, tapi ngatur & nyalurinnya di jalur yang halal.
· Nikah bantu bersihin jiwa dari zina (yang keliatan ataupun di hati), ngebangun rasa tanggung jawab, kasih sayang, dan bikin kita makin deket sama Allah.
📖 Dasar-Dasarnya (Tetap Pakai Bahasa Formal)
1. Nikah buat ketenangan & cinta.
· Ayat: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu memperoleh ketenangan (sakinah), dan Dia menjadikan di antaramu mawaddah dan rahmah." (QS. Ar-Rūm: 21)
2. Nikah buat jaga kesucian.
· Ayat: "Dan hendaklah orang-orang yang belum menikah, menjaga kesucian diri mereka sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya." (QS. An-Nūr: 33)
3. Nikah itu jalan para Nabi.
· Ayat: "Dan sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau dan Kami jadikan bagi mereka istri-istri dan keturunan." (QS. Ar-Ra‘d: 38)
🔍 Konteks & Analisisnya
Dulu pernah ada tren dikit di sebagian sahabat yang pengen fokus ibadah aja, kayak gaya hidup rahib, makanya nggak mau nikah. Nabi ﷺ lurusin: Islam itu agama yang nyucikan dunia, bukan ninggalin dunia.
Akkaf tuh contoh orang yang shalih, mampu, sehat, tapi belum nikah. Nabi ﷺ liat bahayanya: bisa bikin sombong spiritual, jiwa kering, dan gampang dibisikin setan.
🧠 Refleksi & Self-Check (Muhasabah)
· Kita jaga fitrah atau malah perangin?
· Kesendirian bikin kita makin deket sama Allah atau malah bikin lalai?
· Kita sibuk benahin ibadah luar aja, tapi lupa bersihin hati dari khayalan-khayalan?
Caranya?
· Banyakin istighfar soal dosa mata & hati.
· Niatin nikah sebagai ibadah, bukan cuma kebutuhan.
· Minta sama Allah pasangan yang bikin kita makin taqwa.
· Rajin puasa, tahajud, dzikir buat kendaliin nafsu.
· Curhat & minta nasihat ke guru, orang tua, atau teman yang shalih.
🌟 Benefitnya
· Dunia: Hati tenang, rezeki berkah, terjaga dari zina, jiwa makin matang.
· Akhirat: Dikumpulin sama keluarga shalih, dapat kenikmatan surga yang jauh lebih mantap.
⚠️ Resiko Nggak Nikah (Tanpa Uzur):
· Dunia: Gelisah, kesepian, gampang kebisik setan, banyak khayalan.
· Akhirat: Kehilangan kesempatan ngamalin sunnah Nabi ﷺ secara penuh.
🌐 Relevansi di Zaman Now
Di era medsos & gadget kayak sekarang, godaan mata, telinga, dan hati jauh lebih ganas. Kesendirian sering dikemas jadi "kebebasan". Nikah sekarang nggak cuma sunnah, tapi jadi benteng jiwa yang penting banget.
Tazkiyah di era digital butuh:
✔ Pasangan yang saling support iman.
✔ Keluarga jadi tempat ternyaman & tersuci.
✔ Rumah jadi sekolah kehidupan.
✔ Teknologi kita yang kendaliin, bukan kita yang dikendaliin.
🤲 Doa
"Ya Allah, yang Maha Membersihkan hati, bersihkan jiwa kami dari syahwat yang nyasar, dari kesombongan dalam ibadah, dan dari bisikan setan. Kasih kami pasangan yang bikin tenang, yang nuntun kami makin deket sama-Mu, yang bikin rumah kami jalan meraih ridha & surga-Mu. Aamiin."
🙏 Sekian & Terima Kasih!
Semoga tulisan santai ini bikin kita semua makin ngerti & semangat ngejalanin sunnah Nabi ﷺ, biar jiwa kita makin bersih dan hidup makin berkah. Yuk, kita gas ke jalan yang benar!



