ABU NAWAS DITANYA: “TUHAN ISLAM KOK TIDAK BERWUJUD?” 😄
Seseorang bertanya kepada Abu Nawas:
“Abu Nawas, Tuhan dalam Islam katanya tidak berwujud. Kalau begitu, bagaimana kita bisa percaya kepada-Nya?”
Abu Nawas tersenyum.
“Lho… memang semua yang nyata harus punya bentuk?” 😁
Orang itu menjawab:
“Ya… kalau tidak punya bentuk, bagaimana kita tahu?”
Abu Nawas berkata:
“Coba njenengan lihat angin. Ada bentuknya?”
“Tidak.”
“Bisa dirasakan?”
“Bisa.”
“Coba lihat cinta. Ada bentuknya?”
“Tidak.”
“Bisa dirasakan?”
“Bisa.”
Abu Nawas tersenyum lagi:
“Nah, kalau sesuatu yang diciptakan Allah saja tidak harus punya bentuk agar bisa kita akui keberadaannya, kok kita malah memaksa Sang Pencipta harus punya bentuk seperti makhluk?”
Lalu Abu Nawas melanjutkan:
“Kalau Tuhan punya bentuk seperti makhluk, berarti Dia punya ukuran, tempat, batas, arah, dan sifat-sifat makhluk.
Kalau begitu, pertanyaannya malah berubah:
Siapa yang menciptakan bentuk Tuhan itu?”
Orang tersebut terdiam.
Abu Nawas kemudian berkata:
“Dalam Islam, kita tidak mengatakan Allah itu ‘tidak ada’. Justru sebaliknya.
Allah itu ada, tetapi keberadaan Allah tidak sama dengan keberadaan makhluk.
Allah berfirman:
لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”
QS. Asy-Syura: 11
Abu Nawas menutup dengan senyum:
“Jadi jangan bertanya, ‘Allah bentuknya seperti apa?’
Pertanyaan yang lebih tepat adalah: ‘Siapa yang menciptakan semua bentuk yang kita kenal?’ 😄
Karena Allah adalah Pencipta bentuk, bukan salah satu bagian dari bentuk ciptaan-Nya.
Diskusi boleh tajam,
pertanyaan boleh kritis,
tapi adab tetap nomor satu.
Beda keyakinan jangan membuat kita kehilangan akhlak. 🙏
.........,....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar