Senin, 08 November 2010

Peluang Usaha dan Bisnis Bakso

peluang bisnis bakso usaha

Usaha bakso merupakan salah satu usaha makan yang tidak ada matinya. Dari zaman dulu hingga sekarang peluang usaha bakso ini masih terbuka lebar. Anda bisa lihat sendiri di sekeliling Anda betapa kita mudah mendapatkan makanan bakso ini.

Bisnis bakso memangh tiada matinya. Terbukti saat ini muncul waralaba-waralaba dengan menu khas bakso. Sebut saja bakso kota Cak Man, Bakso Cak Eko, Bakso Iga Sapi, Bakso Kepala Sapi, Bakso Urat, Bakso ikan, Bakso seafood, dll. Bisnis mereka tumbuh pesat, walaupun di depan kios mereka sering lewat bakso keliling. Dan salah satu kunci sukses kesuksesan mereka adalah rasa bakso yang enak dan dikelola dengan manajeman yang baik.

Mengapa Bisnis Bakso Tumbuh ?

Mengapa bisnis bakso terus tumbuh sedemikian bagusnya ? Beberapa alasan berikut ini bisa menjawab pertanyaan tadi :

1. Rasa bakso yang enak

Rasa bakso bisa dibilang membuat kita kangen jika tidak makan dalam periode tertentu. Bakso memang enak. Terlebih bakso bisa diolah dengan berbagai rasa, dan bahan

2. Bakso bisa dikombinasikan dengan makanan lain

Bakso bisa dikombinasikan dengan makanan lainnya, misalnya mie ayam, pangsit, soup, dan bahkan ada yang membuatnya menjadi makanan gorengan

3. Bakso bukan makanan pokok

Bakso bukanlah makanan pokok masyarakat Indonesia. Bakso seperti jajanan bagi kebanyakan orang. Walaupun sudah makan nasi, Bakso satu mangkok bisa masuk pula. Ini yang menjadikan kebanyakan orangs ering andok bakso.

4. Cara membuat bakso mudah.

Membuat bakso tidaklah sesulit yang dibayangkan. Bahannyapun mudah untuk didapatkan. Anda bisa lihat cara membuat bakso di bawah ini.

Cara Membuat Bakso Sapi

Berikut tips singkat membuat bakso sapi

1. Siapkan bahan-bahan : daging sapi, penyedap, garam, tepung, bawang putih

2. Giling daging sapi yang sudah diiris kecil-kesil dengan mesin penggiling daging. Giling juga bawang putih dengan mesin giling daging tersebut

3. Masukkan daging yang sudah digiling ke mesin pencampur adonan bakso (meat mincer). Campur dulu daging dengan es dan hidupkan mesin. Masukkan bumbu-bumbu ke dalam mesin dan hidupkan mesin hingga tercampur dengan baik

4. Cetak adonan yang sudah tercampur tersebut dengan mesin pencetak bakso.

5. Masak bakso yang sudah dicetak, dan bakso siap dihidangkan

Mesin-mesin bakso bisa Anda dapatkan di Mesin Bakso .com
Prospek Cerah Bisnis Kakao

Kakao merupakan salah satu buah hasil perkebunan di kawasan tropis. Keberadaan tanaman ini tersebar hingga ke berbagai negara seperti kawasan Amerika selatan, kawasan Afrika, serta wilayah Indonesia. Di Negara Indonesia sendiri, buah kakao banyak ditemukan di daerah Sulawesi, Sumatera, Jawa, Flores serta Nusa Tenggara Timur.

Selain banyak tumbuh di daerah tropis, buah kakao juga memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Tak heran lagi jika saat ini prospek cerah bisnis kakao, menarik minat masyarakat untuk dibudidayakan dan diolah menjadi produk yang bernilai tinggi. Buah yang memiliki nama latin Theobroma Cacao L tersebut, kini menjadi salah satu komoditas ekspor yang mampu menambah penghasilan devisa negara setiap tahunnya. Salah satu hasil olahan kakao yang menjadi komoditas ekspor adalah produk cokelat. Dan yang lebih menguntungkan lagi, kakao dari Negara Indonesia memiliki kandungan lemak cokelat yang cukup tinggi, sehingga menghasilkan bubuk kakao dengan mutu yang baik. Kelebihan ini dapat dijadikan sebagai peluang usaha baru dari hasil budidaya kakao di negara kita.

Melimpahnya buah kakao di Indonesia dengan kandungan lemak cokelat, ternyata tidak selamanya menjamin tingginya kualitas produk yang dihasilkan. Semakin lama, kualitas produk kakao yang ada di negara kita mengalami penurunan harga. Dari mulai fermentasi yang kurang bagus, pengeringan yang belum sempurna, adanya ukuran biji yang tidak seragam, kadar kulit yang cukup tinggi, serta tingkat keasaman yang cukup tinggi, menyebabkan harga kakao Indonesia lebih rendah dibandingkan kakao hasil negara lain.

Turunnya kualitas kakao saat ini, disebabkan pengolahan yang masih kurang. Kebanyakan masyarakat menggunakan sarana pengolahan yang masih minim, masih banyak yang belum menerapkan teknologi untuk menghasilkan produk yang bermutu. Biji kakao yang bermutu diperhatikan para konsumen dari bentuk fisiknya, cita rasanya, kebersihan produknya, keseragaman produk, serta konsistensi kualitas produk dari proses pengolahan yang tepat.

Proses pengolahan buah kakao menjadi kunci utama kualitas produk hasil kakao, karena dalam proses tersebut terjadi pembentukan fisik, cita rasa, serta faktor lain yang menjadi standar produk kakao berkualitas. Untuk itu berikut kami informasikan beberapa proses pengolahan buah kakao, agar menghasilkan produk yang berkualitas:

Pemeraman buah
Pemeraman buah adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyeragamkan kematangan buah, sehingga biji kakao lebih mudah dikeluarkan. Kegiatan ini biasanya dilakukan di tempat teduh, selama 5 – 7 hari. Pemeraman dilakukan dengan cara memasukan buah ke dalam keranjang serta permukaannya ditutup dengan daun.

Pemecahan buah
Proses pemecahan buah ditujukan untuk mengeluarkan biji kakao dari buahnya. Usahakan untuk tidak mengenai biji kakao, agar biji tidak rusak bentuknya maupun warnanya. Keluarkan biji dan buang empelur yang melekat pada biji.

Fermentasi
Fermentasi merupakan kegiatan untuk melepaskan zat lendir dari permukaan kulit biji dan menghasilkan biji dengan mutu dan aroma yang baik. Selain itu fermentasi juga dilakukan untuk menghindari tumbuhnya hama dan jamur selama masa penyimpanan. Fermentasi dapat dilakukan dengan memakai keranjang bamboo yang sudah bersih dan dialasi daun pisang, untuk memasukan kurang lebih 50 kg biji kakao basah. Setelah itu keranjang yang berisi biji kakao permukaannya ditutupi kembali dengan daun pisang, pada hari ketiga lakukan pembalikan biji dan hari keenam biji bisa dikeluarkan untuk siap dijemur.

Pengeringan
Pengeringan dapat dilakukan dengan cara manual, menggunakan mesin pengering, atau kombinasi keduanya. Suhu yang dibutuhkan dalam proses pengeringan, berkisar antara 55 sampai 66 ºc. Untuk lama pengeringan manual kurang lebih 7 hari bila cuaca tidak hujan, namun bila cuaca sering hujan bisa membutuhkan waktu hingga 4 minggu. Sedangkan bila menggunakan mesin pengering, hanya membutuhkan waktu 20 sampai 25 jam. Pengeringan yang sempurna, menghasilkan biji kakao dengan kandungan air 6 – 7 %.

Sortasi Biji
Sortasi biji dimaksudkan untuk memisahkan antara biji yang baik dengan biji cacat, atau kotoran lain seperti kulit kakao, kerikil, serta daun kakao. Kegiatan ini dilakukan menggunakan ayakan, dan dikerjakan setelah 1 hari atau 2 hari setelah pengeringan, agar biji kakao tidak terlalu rapuh.

Pengemasan dan Penyimpanan Biji
Untuk pengemasan hindari penggunaan karung plastik, biji kakao lebih bagus dikemas dalam kantong goni. Selain itu pilih ruangan yang bersih serta memiliki ventilasi dengan kelembapan dibawah 75 %. Hindari ruangan yang memiliki aroma tertentu, karena biji kakao akan menyerap aroma tersebut. Beri jarak antara wadah dan lantai ± 8 cm, dan jarak wadah dengan dinding ± 60 cm, dengan begitu biji kakao dapat disimpan selama kurang lebih 3 bulan.

Adanya proses produksi serta penggunaan mesin teknologi tepat guna, akan meningkatkan kualitas produk biji kakao yang ada di Indonesia. Berbagai mesin pengolah kakao seperti mesin memecah kulit dan memisahkan biji Kakao, mesin penyangrai, mesin pemasta kasar, mesin pemasta halus, mesin pengupas kulit ari kakao, mesin pemeras lendir biji kakao, kotak fermentasi, mesin pengering kakao, mesin sortasi biji kakao, mesin pengempa lemak, mesin pembubuk cokelat, mesin penghalus cokelat, dll. Dapat membantu para pelaku bisnis untuk mengolah kakao lebih efektif dan efisien, dengan hasil produk yang lebih berkualitas pula.

Semoga dengan informasi potensi bisnis yang dimiliki kakao, dapat memberikan ide bisnis serta informasi pengolahan kakao yang efektif dan efisien bagi Anda yang berada di daerah penghasil kakao. Selamat mencoba dan salam sukses.

Informasi
Berbagai mesin pengolah kakao dapat diperoleh :
Aneka Mesin
d/a : Jl. Baru Mulungan No. 15 Gondangan Penen Sendangadi Mlati Sleman, Yogyakarta

Peluang Usaha Sepatu Kulit, Asli dalam Negeri

Peluang Usaha Sepatu Kulit, Asli dalam Negeri

Siapa yang tidak suka memakai sepatu kulit yang mengkilat dengan harga yang relatif lebih murah? Dan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Bandung untuk mendapatkan sepasang sepatu kulit yang menawan. Karena di daerah Sleman, juga terdapat pengrajin sepatu kulit. Salah satunya adalah Bapak Slamet, bapak lima orang anak ini menekuni usaha pembuatan sepatu kulit. Setiap harinya, Pak Slamet tidak hanya sibuk membuat pesanan sepatu kulit, tetapi juga memperbaiki segala jenis sepatu yang mengalami kerusakan. Walaupun usaha yang di rintisnya belum begitu besar, namun dapat memberikan tambahan penghasilan. Apalagi setelah satu tahun terakhir Bapak Slamet pensiun dari pekerjaannya menjadi staff TU di SMP N 1 Ngemplak.

Peluang usaha sepatu kulit asli dalam negeri ini, dalam melakukan proses produksinya tergolong masih sederhana dan murah. Bahan bakunya juga mudah di dapat, yaitu lembaran kulit (1pit = 27cm). Untuk pembuatannya sendiri hanya menggunakan peralatan sederhana seperti mesin jahit sepatu, cetakan sepatu, jarum jahit sepatu, paku sepatu, palu, lem, latek, cat sepatu, benang jahit, gunting, amplas, kertas pola, pensil 2B, serta badogan atau kaki tiga (alas untuk menempa sepatu saat di lem/dipaku).

Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat sepatu kulit:

1. Buat pola di kertas pola sesuai pesanan/keinginan,
2. Setelah pola selesai dibuat, gunting pola tersebut,
3. Guntingan pola kemudian di letakkan di atas lembaran bahan kulit, kemudian bentuk pola tersebut di atas lembaran dengan pensil,
4. Setelah pola tergambar di atas lembaran bahan kulit, potong bahan tersebut mengiikuti pola,
5. Ambil cetakan sepatu, mulai bentuk sesuai bentuk cetakan dengan menggunakan latek dan lem.
6. Apabila sudah terpasang dengan baik, baru di beri alas sepatu berupa karet.
7. Setelah terpasang rapi, pukul-pukul alas sepatu di kaki tiga.
8. Jika semuanya telah terpasang dan lem mulai merekat, ambil cetakan sepatu (terbuat dari kayu) perlahan-lahan. Dan mulai menjahit sisi-sisi sepatu agar lebih kuat.
9. Tahap terakhir adalah finishing dengan mengoleskan cat sepatu dengan kuas kecil, agar warna sepatu lebih mengkilat. Kemudian keringkan dengan menjemurnya di bawah terik sinar matahari.

Untuk membuat satu pasang sepatu membutuhkan 3 pit (3x27cm). Yang setiap harinya menghabiskan 2 kaleng lem sepatu (satu bulan 7kg lem). Dengan hitungan dalam satu bulan mendapatkan pesanan kurang lebih 10 hingga 15 pasang sepatu. Sehingga usaha Pak Slamet ini tergolong masih dapat bertahan.

Pak Slamet memasarkan produknya dengan cara mulut ke mulut. Yang pada awalnya hanya ditawarkan kepada teman-teman di sekolahnya, dan saat ini bisnis kerajinan sepatu yang di beri nama ”LUMINTU” ini di datangi banyak orang. Karena dalam menjalankan bisnisnya, Pak Slamet tidak banyak mengambil keuntungan, sehingga harga yang relatif terjangkau membuat para konsumennya betah berlangganan dengannya.

”Analisa Pendapatan Sederhana Selama 1 Bulan”

Pemasukan 1 bulan

Pesanan 15 pasang x @ Rp. 70.000,00 : Rp. 1.700.000,00
Perbaikan sepatu : Rp. 500.000,00

Pengeluaran

Bahan baku
- kulit 45 pit @ 1pit Rp. 19.000,00 : Rp. 855.000,00
- lem (7kg), latek, benang, cat, paku : Rp. 300.000,00

Total pengeluaran : Rp. 1.155.000,00

Keuntungan bersih : Rp 1.700.000,00 – Rp. 1.155.000,00 = Rp. 545.000,00

Sumber gambar : tim bisnisUKM