Tuesday, November 16, 2010

Ingin Mengecilkan Payudara? Minum Kopi Aja!

Ingin Mengecilkan Payudara? Minum Kopi Aja!


minum kopiTim peneliti dari Universitas Lund, Swedia menemukan kaitan yang jelas antara banyaknya kopi yang diminum seorang wanita dengan ukuran payudaranya. Ajaibnya, meminum kopi tiga cangkir atau lebih sehari dapat membuat payudara wanita mengecil!

Dari penelitian atas 300 wanita yang ditanyai berapa cangkir kopi yang mereka minum sehari dan diukur payudaranya tim peneliti menyimpulkan bahwa meminum tiga cangkir kopi atau lebih setiap hari dapat mengecilkan payudara. Efeknya juga meningkat pada setiap tambahan cangkir.

Meminum kopi dapat berdampak besar pada ukuran payudara, kata Helena Jernstroem, dosen onkologi eksperimental Universitas Lund yang memimpin riset itu. Wanita yang meminum lebih dari tiga cangkir kopi sehari memiliki payudara rata-rata 17% lebih kecil dari mereka yang minum kurang dari tiga cangkir sehari.

Wanita peminum kopi tidak perlu khawatir payudara mereka akan menghilang tiba-tiba. Payudara mereka akan mengecil, tetapi tidak akan menghilang, lanjutnya.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer itu, sekitar separuh wanita yang diteliti memiliki sebuah gen yang mengaitkan ukuran payudara dan konsumsi kopi.

Penelitian itu mengkaji lebih lanjut keterkaitan kopi dengan payudara. Mereka sebelumnya mengetahui bahwa wanita berpayudara besar lebih berisiko terkena kanker payudara, tetapi mereka yang meminum kopi dapat menurunkan risiko itu. Beberapa zat yang terkandung dalam kopi dapat mengubah metabolisme wanita sehingga memiliki konfigurasi hormon-hormon estrogen yang memperkecil risiko kanker.

Menariknya, dampak kopi terhadap estrogen berlawanan dengan dampaknya terhadap testosteron (hormon seks laki-laki). Sementara kopi dapat mengecilkan ukuran payudara wanita, pria pecandu kopi justru dapat menjadi korban gejala yang disebut gynecomastia alias payudara membesar. Nah, lho!

image source: randy

Artikel Terkait:

  1. Manfaat Kopi Bagi Kesehatan
  2. Yang Mungkin Belum Anda Ketahui Mengenai Kanker Payudara

Sterilisasi Wanita (Tubektomi)

Sterilisasi Wanita (Tubektomi)


anatomi reproduksi wanitaSterilisasi adalah kontrasepsi permanen yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak ingin atau boleh memiliki anak (karena alasan kesehatan). Disebut permanen karena metode kontrasepsi ini tidak dapat dibatalkan (reversal) bila kemudian Anda ingin punya anak.

Sterisilisasi adalah KB yang 99% efektif. Hanya 1 dari 200 wanita yang disterilisasi namun kemudian hamil. Pada kasus yang sangat jarang terjadi itu, tuba falopi wanita kembali menyambung setelah dipotong atau ditutup.

Cara Sterilisasi

Tuba falopi adalah saluran sepanjang sekitar 10 cm yang menghubungkan ovarium dengan uterus. Pada saat ovulasi, sel telur dikeluarkan dari ovarium dan bergerak menuju uterus. Bila ada sperma di tuba falopi, ovum akan terbuahi dan menjadi embrio yang kemudian melekat di uterus.

Dalam pembedahan yang disebut tubektomi, kedua saluran tuba falopi yang menghubungkan ovarium dan rahim (uterus) tersebut dipotong atau ditutup dengan cincin atau klip. Hal ini menyebabkan sel telur tidak dapat terjangkau sperma.

Pembedahan biasanya dilakukan dengan pembiusan umum. Dokter dapat menggunakan alat bantu berupa teleskop khusus yang disebut laparoskop. Teleskop berupa pipa kecil bercahaya dan berkamera ini dimasukkan melalui sebuah sayatan kecil di perut untuk menentukan lokasi tuba falopi. Sebuah sayatan lainnya kemudian dibuat untuk memasukkan alat pemotong tuba falopi Anda. Biasanya, ujung-ujung tuba falopi kemudian ditutup dengan jepitan. Cara yang lebih tradisional yang disebut laparotomi tidak menggunakan teleskop dan membutuhkan sayatan yang lebih besar.

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan:

  • Bersifat permanen sehingga Anda tidak perlu khawatir punya anak lagi
  • Tidak ada efek samping hormonal
  • Tidak repot, Anda tidak perlu melakukan apa pun sebelum, selama dan sesudah berhubungan seks.

Kerugiannya, bila situasi Anda berubah dan ingin punya anak, peluang Anda sangat kecil. Oleh karena itu, pertimbangkan baik-baik bila Anda akan menjalani operasi ini. Jangan memutuskan ketika Anda sedang kalut atau krisis, misalnya setelah keguguran atau melahirkan. Rumah sakit biasanya mensyaratkan tanda tangan suami bila Anda akan menjalani operasi ini, tetapi itu bukanlah persyaratan yang wajib. Bila Anda memiliki keraguan, diskusikan dengan dokter dan pasangan Anda.

Artikel Terkait:

  1. 15 Penyebab Infertilitas Wanita
  2. Sekilas Tentang Histerektomi
  3. Sakit Ketika Berhubungan Seks: Apa Sebabnya?
  4. Tiga Puluh Tahun Bayi Tabung
  5. Tiga Trimester Kehamilan

Gangguan Pola Makan: Anoreksia dan Bulimia

Gangguan Pola Makan: Anoreksia dan Bulimia


Gangguan pola makan anoreksia nervosa dan bulimia nervosa banyak terjadi di kalangan remaja, terutama remaja putri. Adalah hal yang wajar bila remaja memerhatikan penampilan fisik mereka. Namun bila berlebihan maka bisa menjadi obsesif dan memengaruhi pola makan mereka.

Pada awalnya si penderita biasanya hanya mencoba menurunkan berat badan atau ingin membentuk tubuh yang ideal, namun keinginan itu lama-kelamaan berubah menjadi obsesif dan di luar kendali.

Anoreksia Nervosa

Penderita anoreksia memiliki ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan dan ketidaksempurnaan bentuk tubuh mereka. Akibatnya, mereka mengurangi porsi dan frekuensi makan mereka secara ekstrim.

Tanda-tanda seseorang terkena anoreksia:

  • menjadi sangat kurus dan lemah/lesu karena kurang gizi
  • terobsesi dengan waktu makan, jumlah/porsi makanan, dan kontrol berat badan
  • menghindari makanan seperti susu, daging, nasi, gandum, dan lainnya yang dipandang dapat menaikkan berat badan
  • sangat sering mengukur beratnya sendiri
  • merasa kegemukan padahal tidak
  • berolah raga berlebihan
  • menarik diri dari kegiatan sosial, terutama pesta dan pertemuan yang melibatkan makanan
  • mungkin terlihat depresi
  • pada kondisi yang parah, wanita penderita anoreksia bisa berhenti haid.

Bulimia Nervosa

Bulimia ditandai dengan kebiasaan makan banyak, lalu mencoba mengkompensasi secara ekstrim, seperti memaksakan diri muntah atau berolahraga dengan keras. Misalnya, penderita suka “berpesat pora” menyantap makanan kesukaannya, lalu besok paginya dia berangkat ke pusat kebugaran untuk berolahraga sampai lemas. Penderita bulimia mungkin mengalami fluktuasi berat badan, tapi jarang sampai kurus seperti penderita anoreksia. Mereka memiliki berat badan normal atau bahkan gemuk. Untuk dapat didiagnosis bulimia, seseorang harus makan banyak dan “membersihkan dirinya” secara teratur, minimal dua kali seminggu selama beberapa bulan.

Tanda-tanda seseorang terkena bulimia:

  • takut kegemukan
  • sangat senang dengan ukuran dan bentuk tubuh sendiri
  • membuat alasan untuk pergi ke kamar mandi setelah makan
  • mungkin hanya makan rendah kalori, berpuasa atau diet di luar saat “pesta pora”
  • berolah raga berlebihan
  • sering membeli obat pencahar atau diuretik
  • menarik diri dari kegiatan sosial, terutama pesta dan pertemuan yang melibatkan makanan

Gangguan pola makan adalah masalah klinis serius yang membutuhkan perawatan profesional. Dalam jangka panjang, anoreksia nervosa dapat menyebabkan semua gangguan akibat kekurangan gizi. Bulimia nervosa paling sering dikaitkan dengan gangguan hidroeletrolitik yang timbul karena efek fisik dari muntah. Angka kematian akibat kedua penyakit itu tidak boleh diabaikan, sekitar 15%. Kematian terutama disebabkan oleh aritmia jantung, perdarahan gastrointestinal, dan bunuh diri (pada mereka yang juga mengalami depresi).

Pengobatan anoreksia dan bulimia terutama dilakukan dengan psikoterapi oleh psikiater, yang mungkin dibantu ahli endokrinologi atau dokter lain untuk mengontrol gangguan metabolisme yang terkait.

image: source

Artikel Terkait:

  1. 5 Jenis Gangguan Menstruasi/Haid
  2. Depresi dan Liburan
  3. Beberapa Gangguan Kesehatan Saat Berpuasa
  4. 7 Kebiasaan Makan Yang Memudahkan Pencernaan
  5. Bila Anda Terkena Diabetes Mellitus