1036
Pasal Murtad.
Atau hanya bergurau, menghina atau karena tidak percaya terhadap kebenaran Islam, seperti beritikad bahwa alam ini qadim (bukan benda yang baru), atau roh juga qadim atau beritikad bahwa Allah baru atau meniadakan apa yang sudah ditetapkan menjadi sifat Allah secara ijma’ seperti Allah Maha Tahu dan Maha Kuasa, atau menetapkan pada Allah suatu sifat yang mestinya tidak layak bagi Allah seperti ada orang mengatakan bahwa Allah berwarna.
Atau beritikad kewajiban perkara yang mestinya tidak diwajibkan seperti salat keenam atau mewajibkan puasa selain bulan Ramadan. Atau dia masih ragu untuk mengkafirkan orang Yahudi dan Nasrani. Atau sujud kepada berhala atau matahari atau berjalan ke gereja dengan mengenakan pakaian mereka.
............
BULETIN TAUZIAH TASAWUF (TAZKIYATUN NUFŪS)
Menjaga Kemurnian Akidah: Bahaya Keyakinan, Ucapan, dan Perbuatan yang Merusak Iman
Mukadimah
Segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang telah memberi kita nikmat iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Redaksi di atas menjelaskan beberapa bentuk keyakinan, ucapan, dan perbuatan yang menurut ulama Ahlussunnah wal Jama'ah dapat merusak akidah dan membatalkan keimanan apabila dilakukan dengan sengaja, sadar, dan tanpa adanya paksaan. Dalam perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), menjaga kemurnian tauhid merupakan fondasi utama perjalanan menuju Allah.
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Isi redaksi tersebut mengajarkan bahwa:
- Iman tidak hanya di lisan, tetapi juga mencakup keyakinan hati dan amal anggota badan.
- Seorang muslim wajib meyakini segala perkara yang telah disepakati (ijma') oleh para ulama mengenai sifat-sifat Allah dan pokok-pokok agama.
- Menghina syariat, mempermainkan agama, atau meragukan perkara yang sudah pasti dalam Islam merupakan bahaya besar bagi keselamatan iman.
- Dalam tasawuf, menjaga hati dari syubhat akidah lebih penting daripada menjaga badan dari penyakit fisik, karena kerusakan hati dapat menghalangi seseorang dari ma'rifatullah.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentaranya. Jika hati rusak, maka seluruh kehidupan rohani menjadi rusak.
2. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
Hikmah Pertama
Nikmat terbesar bukanlah harta, jabatan, atau kesehatan, tetapi iman yang benar.
Hikmah Kedua
Seorang muslim wajib belajar akidah agar tidak terjatuh pada kesalahan keyakinan.
Hikmah Ketiga
Bergurau dalam perkara agama memiliki batas. Tidak semua candaan dibenarkan.
Hikmah Keempat
Syaitan sering menyesatkan manusia melalui pemikiran yang tampak ilmiah tetapi bertentangan dengan wahyu.
Hikmah Kelima
Tasawuf yang benar selalu dibangun di atas akidah yang lurus.
3. Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Hadis Qudsi
Dalil Al-Qur'an
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta: Ini halal dan ini haram, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah."
(QS. An-Nahl: 116)
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. An-Nisa': 48)
Allah berfirman:
"Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Janganlah kamu meminta maaf. Sungguh kamu telah kafir setelah beriman."
(QS. At-Taubah: 65-66)
Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah, tanpa ia menganggapnya berbahaya, maka karena kalimat itu ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka."
(HR. Abu Dawud)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan pentingnya mengenal Allah dengan keyakinan yang benar.
4. Analisis dan Argumentasi
Dalam ilmu tasawuf, penyakit paling berbahaya bukanlah penyakit badan melainkan penyakit akidah.
Jika seseorang:
- Menganggap Allah memiliki sifat makhluk,
- Mengingkari sifat Allah yang telah ditetapkan,
- Menghalalkan yang haram,
- Mengharamkan yang halal,
- Mengolok-olok agama,
maka ia sedang merusak akar keimanannya.
Pohon yang akarnya rusak tidak akan menghasilkan buah yang baik.
Karena itu para ulama selalu mendahulukan pembelajaran tauhid sebelum pembelajaran fikih dan tasawuf.
Imam Junaid al-Baghdadi berkata:
"Seluruh jalan menuju Allah tertutup kecuali bagi orang yang mengikuti jejak Rasulullah ﷺ."
5. Hukum (Ahkam)
Wajib
- Mempelajari akidah Ahlussunnah wal Jama'ah.
- Meyakini sifat-sifat Allah yang wajib diyakini.
- Menjaga lisan dari penghinaan terhadap agama.
Haram
- Menghina syariat.
- Mengolok-olok Allah, Rasul, dan agama.
- Meyakini keyakinan yang bertentangan dengan pokok agama yang telah pasti.
Sunnah
- Memperbanyak majelis ilmu.
- Bertanya kepada ulama ketika muncul keraguan.
6. Amalan (Implementasi)
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Menghadiri majelis tauhid dan tasawuf.
- Membaca istighfar minimal 100 kali sehari.
- Bershalawat kepada Nabi ﷺ.
- Menjauhi tontonan dan konten yang meremehkan agama.
- Menjaga pergaulan dari lingkungan yang merusak iman.
- Membiasakan membaca:
"Rabbi zidni 'ilman wa fahman."
7. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang
Teknologi Digital
Media sosial sering menjadi tempat penyebaran candaan yang menghina agama.
Kecerdasan Buatan (AI)
Kemajuan AI sangat membantu manusia, tetapi tidak boleh dijadikan dasar menggantikan wahyu Allah.
Komunikasi Modern
Informasi sesat dan pemikiran ateistik menyebar sangat cepat melalui internet.
Kedokteran
Kemajuan medis membuktikan kebesaran Allah, bukan meniadakan keberadaan-Nya.
Transportasi
Perjalanan semakin cepat, tetapi perjalanan menuju Allah tetap membutuhkan ilmu dan takwa.
Kehidupan Sosial
Budaya toleransi tidak berarti mencampuradukkan akidah dan keyakinan agama.
8. Motivasi
Jagalah iman sebagaimana engkau menjaga nyawamu.
Harta yang hilang bisa dicari kembali.
Jabatan yang hilang bisa diraih kembali.
Kesehatan yang hilang bisa diobati.
Namun apabila iman hilang, maka dunia dan akhirat menjadi kerugian yang sangat besar.
Para ulama salaf lebih takut kehilangan iman daripada kehilangan seluruh harta mereka.
9. Muhasabah dan Caranya
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Apakah aku telah belajar akidah dengan benar?
- Apakah lisanku pernah menghina syariat?
- Apakah aku pernah menyebarkan konten yang meremehkan agama?
- Apakah aku lebih mengenal dunia daripada mengenal Allah?
Cara Muhasabah
- Menyendiri beberapa menit setiap malam.
- Mengingat dosa-dosa yang telah dilakukan.
- Membaca istighfar dengan penuh penyesalan.
- Memperbarui syahadat.
- Bertekad memperbaiki diri esok hari.
10. Kemuliaan dan Kehinaan yang Didapat
Kemuliaan Bagi Orang yang Menjaga Akidah
Di Dunia
- Hati tenang.
- Hidup penuh keberkahan.
- Dihormati orang saleh.
Di Alam Kubur
- Kubur dilapangkan.
- Mendapat ketenteraman.
Di Hari Kiamat
- Wajah bercahaya.
- Mendapat syafaat Nabi ﷺ.
Di Akhirat
- Masuk surga dengan rahmat Allah.
- Menikmati kedekatan dengan Allah.
Kehinaan Bagi Orang yang Merusak Akidah
Di Dunia
- Hati gelisah.
- Kehilangan keberkahan hidup.
Di Alam Kubur
- Mendapat kesempitan dan penyesalan.
Di Hari Kiamat
- Datang dalam keadaan hina.
Di Akhirat
- Terhalang dari rahmat Allah apabila meninggal tanpa taubat dari kekafiran.
11. Doa
اللهم ثبت قلوبنا على دينك، ولا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا، وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب.
"Ya Allah, teguhkan hati kami di atas agama-Mu. Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi karunia."
اللهم أحينا على الإيمان وأمتنا على الإيمان واحشرنا مع النبيين والصديقين والشهداء والصالحين.
"Ya Allah, hidupkan kami dalam iman, wafatkan kami dalam iman, dan kumpulkan kami bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh."
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk menelaah buletin tauziah ini. Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menjaga akidah, membersihkan hati (tazkiyatun nufūs), meneguhkan langkah kita di atas jalan Ahlussunnah wal Jama'ah, serta mengakhiri hidup kita dengan husnul khatimah.
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
..........BULEtin Santai Tazkiyah (BEST)
"Jaga Iman, Jangan Sampai Kebablasan!"
Pembukaan
Hai, Sobat Muda! Puji syukur kita panjatkan ke Allah yang udah ngasih kita nikmat iman dan Islam. Shalawat salam buat Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabat, dan kita semua yang insyaallah mengikuti jejak beliau.
Nah, kita lagi ngomongin nih tentang beberapa hal yang bisa bikin iman kita "error" atau bahkan batal, menurut para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah. Ini penting banget buat kita yang lagi belajar mengenal Allah lebih dalam (yang dalam bahasa kerennya tazkiyatun nufus / bersihin hati).
1. Maksud dari Tulisan di Atas
Intinya, teks di atas mau ngasih tahu kita kalau:
· Iman itu Ga Cuma di Mulut. Harus ngenyang di hati dan dibuktikan sama perbuatan kita.
· Wajib Percaya Sama Hal-Hal yang Udah Disepakati. Kayak sifat-sifat Allah yang sudah jelas. Jangan sampai punya keyakinan aneh-aneh, misalnya ngerasa alam ini udah ada dari dulu banget (qadim) atau malah nganggep Allah itu kayak makhluk (misal punya warna). Itu big no banget!
· Agama Bukan Buat Bercanda. Menghina, ngejek, atau main-main sama syariat itu bahaya besar buat keselamatan iman kita.
· Jaga Hati Itu Prioritas. Dalam dunia tasawuf, hati itu raja. Kalau hati udah rusak karena keyakinan yang salah, susah buat deket sama Allah. Imam Al-Ghazali aja bilang, hati itu raja dan anggota badan itu tentaranya.
2. Hikmah yang Bisa Kita Petik
1. Nikmat paling gede itu bukan HP terbaru atau gaji gede, tapi iman yang bener.
2. Makanya, kita wajib belajar akidah (ilmu keyakinan) biar ga tersesat.
3. Bercanda itu boleh, tapi ada batasnya. Jangan sampe candaan justru ngerendahin agama.
4. Setan itu pinter banget nyusupin pikiran kita lewat hal-hal yang keliatan ilmiah tapi sebenernya nyimpang dari wahyu.
5. Tasawuf yang bener itu ya yang dibangun di atas akidah yang lurus.
3. Dalil dari Al-Qur'an, Hadis, dan Hadis Qudsi
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta: Ini halal dan ini haram, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah." (QS. An-Nahl: 116)
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. An-Nisa': 48)
"Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Janganlah kamu meminta maaf. Sungguh kamu telah kafir setelah beriman." (QS. At-Taubah: 65-66)
Hadis Nabi ﷺ:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah, tanpa ia menganggapnya berbahaya, maka karena kalimat itu ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat." (HR. Bukhari dan Muslim)
"Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka." (HR. Abu Dawud) — Nah, ini ngingetin kita buat hati-hati sama gaya hidup yang nyerempet-nyerempet sama ritual agama lain.
Hadis Qudsi:
Allah Ta'ala berfirman:
"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Bukhari dan Muslim) — Makanya, penting banget punya prasangka baik sama Allah dengan keyakinan yang benar!
4. Kenapa Ini Penting?
Jadi gini, dalam tasawuf, penyakit paling berbahaya itu bukan pilek atau demam, tapi penyakit akidah.
Kalau ada yang:
· Nganggep Allah punya sifat kayak manusia,
· Ngeluh kenapa Allah ini-itu (naudzubillah),
· Ngerasa halal itu haram atau sebaliknya,
· Atau ngejek-ngejek agama,
itu tandanya akar imannya udah mulai keropos. Pohon yang akarnya rusak, pasti buahnya ga bakal manis. Makanya, para ulama dulu tuh selalu duluan belajar tauhid sebelum belajar yang lain.
5. Hukum-Hukumnya (Biar Ga Salah Langkah)
· Wajib: Belajar akidah yang lurus, yakin sama sifat-sifat Allah, dan jaga lisan.
· Haram: Ngejek syariat, ngolok-ngolok Allah dan Rasul, atau punya keyakinan yang bertentangan sama pokok agama.
· Sunnah: Rajin ikut majelis ilmu dan ga usah malu buat nanya ke ustadz kalau ada yang bikin bingung.
6. Aksi Nyata Buat Kita
· Baca Qur'an setiap hari, walaupun cuma satu ayat.
· Datengin pengajian atau kajian online yang kredibel.
· Baca istighfar (minimal 100x sehari).
· Perbanyak shalawat buat Nabi.
· Jauhin tontonan atau konten yang ngerendahin agama.
· Pilih pertemanan yang positif, yang saling ingetin kebaikan.
· Biasain doa: "Rabbi zidni 'ilman wa fahman" (Ya Allah, tambahin ilmu dan pemahaman buat aku).
7. Relevansinya di Zaman Now
· MedSos (Media Sosial): Hati-hati sama konten "candaan" yang lagi viral, kadang isinya nyeleneh dan bisa ngerusak iman.
· AI (Kecerdasan Buatan): Keren sih, tapi jangan sampe lebih percaya sama AI daripada wahyu Allah.
· Komunikasi: Informasi sesat dan pemikiran ateis nyebar cepet banget lewat internet. Tetap filter!
· Kedokteran & Sains: Semakin maju sains, seharusnya makin nambahin keimanan kita sama kebesaran Allah, bukan malah nolak keberadaan-Nya.
8. Makanya, Semangat Jaga Iman!
Kita harus jaga iman kayak kita jaga nyawa sendiri. Harta, jabatan, kesehatan, kalau ilang masih bisa dicari. Tapi kalau iman udah ilang, rugi banget di dunia dan akhirat. Para ulama salaf dulu tuh lebih takut ilang iman daripada ilang semua hartanya!
9. Yuk, Muhasabah (Introspeksi) Diri
Coba tanya ke diri sendiri:
· Udah bener belum sih akidah yang aku pelajari?
· Pernah ga sih aku ngomong atau nyebarin hal-hal yang meremehkan agama?
· Apa aku lebih kenal selebgram daripada kenal Allah?
Caranya gimana?
Caranya gampang. Sisihin waktu beberapa menit setiap malam buat merenung. Ingat dosa-dosa yang udah lewat, baca istighfar dengan niat bener-bener nyesel, perbarui syahadat, dan tekad buat jadi lebih baik besok.
10. Konsekuensinya (Antara Mulia & Hina)
Buah Manis Buat yang Jaga Akidah:
· Di Dunia: Hidupnya adem ayem, berkah, dan dihormati orang-orang saleh.
· Di Kubur: Kuburnya lapang dan adem.
· Di Kiamat: Wajahnya bersinar dan dapet syafaat Nabi ﷺ.
· Di Akhirat: Masuk surga dan deket sama Allah.
Akibat Pahit Buat yang Ngerusak Akidah:
· Di Dunia: Hatinya gelisah, hidupnya kehilangan berkah.
· Di Kubur: Nyempit dan penuh penyesalan.
· Di Kiamat: Datang dalam keadaan hina.
· Di Akhirat: Jauh dari rahmat Allah kalau ga sempet taubat.
11. Doa Penutup
Yuk, kita panjatkan doa bareng-bareng:
"Allahumma tsabbit qulubana 'ala dinik, wa la tuzigh qulubana ba'da idh hadaitana, wa hab lana min ladunka rahmah, innaka antal Wahhab."
(Ya Allah, teguhkan hati kami di atas agama-Mu. Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk. Karuniakanlah rahmat dari sisi-Mu. Engkau Maha Pemberi).
"Allahumma ahyina 'alal iman wa amitna 'alal iman wahsyurna ma'an nabiyyina wa shiddiqina wa syuhada' wa shalihina."
(Ya Allah, hidupkan kami dalam iman, wafatkan kami dalam iman, dan kumpulkan kami dengan para Nabi, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang-orang saleh).
Pamit
Makasih banyak ya udah meluangkan waktu buat baca buletin ini. Semoga Allah selalu jagain akidah kita, bersihin hati kita, dan matiin kita dalam keadaan husnul khatimah. Semangat terus buat jadi anak muda yang cerdas secara iman!
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
...............
