Kupas tipis tipis kitab Hadits Arbain Nawawi (Karya Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau Imam Nawawi ).
Hadits ke-4 Takdir Manusia Telah DiItetapkan.
Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menceritakan kepada kami dan beliau seorang yang jujur lagi diakui kejujurannya, “Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya selama empat puluh hari berupa sperma, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian diutus seorang malaikat kepadanya untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan empat kalimat: menulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amal penghuni surga hingga jarak antaranya dan surga hanya sejengkal, lalu takdir mendahuluinya, lalu dia beramal dengan amal penduduk neraka lalu ia pun memasukinya. Dan seseungguhnya seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amal penduduk neraka hingga jarak antaranya dengan neraka hanya sejengkal, lalu takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amal penduduk surga, maka ia pun memasukinya.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 3208), Shahih Muslim (no. 2643].
......
📖 Hadits Arbain Nawawi ke-4 – Takdir Manusia Telah Ditetapkan
Karya: (Imam Nawawi)
🌱 Kupasan Tipis: “Empat Perkara yang Ditulis”
Hadits ini diriwayatkan oleh dan tercantum dalam Shahih dan .
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ketika manusia masih dalam kandungan, malaikat diperintahkan menulis:
- Rezekinya
- Ajalnya
- Amal perbuatannya
- Bahagia atau celaka
Dan di akhir hadits, Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa seseorang bisa tampak seperti ahli surga atau neraka—namun penutup hiduplah yang menentukan.
🌿 Perspektif Tasyawuf / Tazkiyatul Nufus
Dalam dunia tasawuf, hadits ini bukan untuk membuat kita pasrah tanpa usaha, tetapi untuk:
- Membersihkan hati dari ujub (bangga diri)
- Menghapus putus asa
- Melatih khauf (takut) dan raja’ (harap)
- Menjaga husnul khatimah
1️⃣ Takdir Bukan Alasan Bermalas-malasan
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan takdir.”
(QS. Al-Qamar: 49)
Namun Allah juga berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Tasawuf mengajarkan:
📌 Takdir adalah rahasia Allah.
📌 Amal adalah kewajiban kita.
Imam-imam sufi menekankan: yang wajib kita urus adalah hati dan amal hari ini, bukan isi Lauhul Mahfuzh.
🌍 Relevansi di Era Teknologi Modern
Hari ini kita hidup dalam:
- 📱 Komunikasi super cepat
- 🚄 Transportasi instan
- 🏥 Kedokteran canggih
- 🤖 Teknologi AI dan digitalisasi
Namun justru di zaman ini, penyakit hati makin halus:
- Riya digital (pamer ibadah di media sosial)
- Hasad karena melihat kehidupan orang lain
- Putus asa karena membandingkan rezeki
Hadits ini menjadi alarm spiritual:
💭 Jangan tertipu oleh “tampilan amal”.
💭 Jangan merasa aman dengan ibadah yang sudah lalu.
💭 Jangan putus asa dari rahmat Allah.
🔥 Tentang Penutup Hidup (Husnul & Su’ul Khatimah)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya.”
(HR. Bukhari)
Dalam hadis qudsi Allah berfirman:
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian yang Aku hitung untuk kalian, kemudian Aku balas dengan sempurna.”
(HR. Muslim)
Para ahli tasawuf menangis bukan karena takut miskin, tetapi takut mati dalam keadaan hati kotor.
🧠 Muhasabah di Zaman Sekarang
Tanya pada diri kita:
- Apakah ibadah kita untuk Allah atau untuk algoritma?
- Apakah dakwah kita untuk hidayah atau popularitas?
- Apakah sedekah kita untuk akhirat atau pencitraan?
Teknologi tidak salah.
Yang berbahaya adalah hati yang tidak dibersihkan.
🌸 Harapan Besar
Hadits ini juga membawa kabar gembira:
Seseorang yang tampak penuh dosa bisa berubah dan mati dalam keadaan baik.
Allah berfirman:
“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Dalam tasawuf, inilah pintu taubat yang tidak pernah tertutup sampai ruh di tenggorokan.
💎 Pesan Dakwah
- Jangan sombong dengan amal.
- Jangan putus asa dari rahmat Allah.
- Perbaiki hati setiap hari.
- Jaga niat dalam setiap aktivitas, termasuk bisnis, teknologi, dan pelayanan sosial.
Bahkan usaha sedekah air minum, mendidik anak-anak berdzikir, atau memberi manfaat sosial—semuanya bernilai jika hati bersih.
🤲 Doa
Ya Allah…
Engkau yang menulis takdir kami sebelum kami lahir…
Tuliskanlah kami sebagai hamba yang Engkau cintai.
Jadikan akhir hidup kami husnul khatimah.
Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.
Bersihkan hati kami dari riya, ujub, hasad, dan cinta dunia berlebihan.
Jadikan teknologi, ilmu, dan usaha kami sebagai jalan menuju ridha-Mu.
Ampuni dosa kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Terima kasih atas amanah ilmu yang Anda minta untuk dikupas.
Semoga Allah memberkahi langkah dakwah dan amal sosial yang sedang Anda bangun 🤲
..........
Ngobrolin Kitab Hadits Arbain Nawawi (Karya Imam Nawawi)
Hadits ke-4: Takdir Manusia Udah Ditetapkan Dari Sononya
---
Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menceritakan kepada kami dan beliau seorang yang jujur lagi diakui kejujurannya, "Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya selama empat puluh hari berupa sperma, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian diutus seorang malaikat kepadanya untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan empat kalimat: menulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amal penghuni surga hingga jarak antaranya dan surga hanya sejengkal, lalu takdir mendahuluinya, lalu dia beramal dengan amal penduduk neraka lalu ia pun memasukinya. Dan seseungguhnya seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amal penduduk neraka hingga jarak antaranya dengan neraka hanya sejengkal, lalu takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amal penduduk surga, maka ia pun memasukinya." (HR. Bukhari dan Muslim)
---
🌱 Inti Sari: "4 Hal yang Ditulis Malaikat"
Jadi gini, Rasulullah ﷺ jelasin bahwa pas kita masih di dalem perut ibu, malaikat udah diperintah nulis:
1. Rezekinya - jatah hidup, duit, makanan
2. Ajalnya - kapan waktunya balik
3. Amalnya - apa aja yang bakal diperbuat
4. Nasibnya - bakal bahagia atau celaka
Terus di akhir hadits, ada warning keras: bisa jadi orang keliatan banget kayak ahli surga, udah deket banget pintunya, eh ternyata ujung-ujungnya masuk neraka. Atau sebaliknya, keliatan bejad banget kayak ahli neraka, eh pas tutup usia dapat hidayah terus masuk surga.
Ngeri kan? Makanya kita gak boleh jemawa.
---
🌿 Perspektif Tazkiyatun Nufus (Buat Yang Lagi Belajar Bersihin Hati)
Di dunia tasawuf, hadits ini tuh bukan buat bikin kita males-malesan dengan alasan "ah udah takdir", tapi lebih ke:
1. Pupus rasa sombong (ujud)
Jangan bangga diri. Lo sholat rajin? Puasa? Sedekah? Ya alhamdulillah, tapi inget, itu semua karunia Allah. Bisa aja besok lo berubah. Yang bisa jaga iman sampai akhir cuma Allah.
2. Hilangin putus asa
Pernah merasa diri ini bejat banget? Pernah ngerasa dosa numpuk kayak gunung? Tenang. Hadits ini bilang: orang yang keliatan bakal masuk neraka aja bisa berubah di detik-detik akhir. Jangan berenti minta ampun.
3. Latih rasa takut (khauf) dan harap (raja')
Takut kalau amal kita gak diterima. Tapi juga gak boleh putus asa dari rahmat Allah. Seimbang.
4. Jaga penutup hidup (husnul khatimah)
Ini yang paling penting. Mati dalam keadaan husnul khotimah. Mati sambil baca syahadat. Mati dalam keadaan hati bersih. Bukan mati pas lagi maksiat.
---
📱 Relevansi di Zaman Teknologi
Nah, di era sekarang ini hidup kita udah beda banget:
· Komunikasi cepet — chat, video call, medsos
· Transportasi cepet — naik pesawat, kereta cepat
· Kesehatan makin maju — rumah sakit canggih, obat-obatan
· Teknologi makin pintar — AI, ChatGPT, robot
Tapi justru di zaman yang serba instan ini, penyakit hati makin halus dan gak kerasa:
Riya digital — pamer ibadah di story Instagram. Sholat selfie, ngaji di TikTok, sedekah diupload biar dapat pujian. Allahu akbar...
Hasad — iri liat kehidupan orang di medsos. Kok dia kayaknya bahagia banget? Kok rezekinya lancar? Kok jodohnya cakep? Padahal kita cuma liat cuplikan 5 detik yang udah diedit pake filter.
Putus asa — stres karena ngebandingin hidup sama orang lain. Rezeki kok segitu-gitu aja? Temen beli rumah, aku masih ngontrak. Temen nikah, aku masih jomblo.
Hadits ini jadi alarm buat kita:
Jangan tertipu sama penampilan amal.
Jangan ngerasa aman cuma karena ibadah yang udah lewat.
Jangan berhenti berharap sama Allah.
---
🔥 Ngomongin Penutup Hidup (Husnul Khotimah)
Rasulullah ﷺ bilang:
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya." (HR. Bukhari)
Nah, yang bikin para sufi nangis itu bukan takut miskin atau takut sakit. Tapi takut mati dalam keadaan hati kotor.
Mati dalam keadaan lagi hasad.
Mati dalam keadaan lagi riya.
Mati pas lagi maksiat.
Mati pas lagi lupa sama Allah.
Na'udzubillah...
---
🧠 Muhasabah Versi Anak Zaman Now
Coba tanya ke diri sendiri:
· Apakah ibadah aku selama ini karena Allah, atau karena pengen diliat orang?
Jangan-jangan aku sholat malem tapi di-post story biar dibilang alim.
· Apakah dakwah aku karena hidayah, atau karena pengen populer?
Ngaji online, konten religi, tapi hati masih suka riya.
· Apakah sedekah aku karena Allah, atau karena pengen dipuji dermawan?
Kasih sembako, tapi kamera harus nyala. Kalau gak direkam, gak berasa?
Teknologi itu gak salah.
Yang salah itu hati yang gak dibersihin.
Instagram, TikTok, YouTube — semua bisa jadi ladang pahala kalau niatnya bener. Tapi bisa juga jadi ladang dosa kalau niatnya cuma cari like dan follower.
---
🌸 Kabar Gembira Buat Yang Lagi Terpuruk
Hadits ini juga kasih harapan:
Orang yang keliatan bejat banget, bisa berubah dan mati dalam keadaan baik.
Allah berfirman:
"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Az-Zumar: 53)
Di dunia tasawuf, ini disebut pintu taubat yang gak pernah ditutup.
Selama ruh belum sampai tenggorokan, selama nyawa masih di badan, selama jantung masih berdetak — pintu taubat masih kebuka lebar.
Gak ada kata terlambat buat balik ke Allah.
---
💡 Pesan Buat Kehidupan Sehari-hari
· Jangan sombong sama amal. Sholat 5 waktu jangan dibanggain. Itu kewajiban, bukan hadiah.
· Jangan putus asa dari rahmat Allah. Dosa segede gunung? Taubat. Ulang lagi? Taubat lagi. Allah Maha Pengampun.
· Perbaiki hati setiap hari. Cek niat. Bersihin dari riya, ujub, hasad.
· Jaga niat di setiap aktivitas. Mau kerja, mau bisnis, mau bantu orang tua, mau bikin konten — semua bisa jadi ibadah kalau niatnya karena Allah.
· Manfaatkan teknologi buat kebaikan. Bikin konten dakwah, sedekah online, ngaji virtual. Tapi jangan lupa cek niat.
Bahkan hal kecil kayak:
· Nyediain air minum di masjid
· Ngajarin anak ngaji
· Bantu tetangga yang susah
· Share link kajian di grup WA
Semua itu bernilai kalau hati bersih.
---
🤲 Doa Penutup
Ya Allah...
Engkau yang udah nulis takdir kami sebelum kami lahir ke dunia.
Tuliskanlah kami sebagai hamba yang Engkau cintai.
Jadikan akhir hidup kami husnul khotimah.
Jangan palingkan hati kami setelah Engkau kasih petunjuk.
Bersihkan hati kami dari riya, ujub, hasad, dan cinta dunia yang keterlaluan.
Jadikan teknologi, ilmu, dan usaha kami sebagai jalan menuju ridha-Mu.
Ampuni dosa kami, dosa orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
---
Njenengan baik banget udah minta dikupas hadits ini. Semoga Allah berkahi langkah dakwah dan amal sosial yang sedang njenengan bangun. Aamiin.
Tetap jaga hati, jaga niat, jangan lupa sedekah! 😊🙏
......