Monday, June 1, 2026

1063dag. orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya

 Bab 31 Melayangnya Buku di Hari Kiamat.

Orang-orang kafir akan menerima (mengambil) buku catatan amalnya dari arah belakang punggungnya. Allah swt. berfirman:

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya. Maka dia akan berteriak: “Celakalah aku.” Dan ia akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Insyiqaq: 10-12)

Dan setiap kebaikan yang dilakukan catatannya terdapat dalam kitabnya, (sedangkan) setiap keburukan yang dilakukannya terdapat di kulit (luar)nya kitab. Barang siapa yang diberi kitab dengan tangan kirinya, maka ia berada dalam siksaan meskipun la mempunyai kebaikan, sebagaimana orang-orang kafir. Karena Sesungguhnya kebaikan yang bersama kekufuran, tidak ada Pahalanya.

Diantara dari sifat orang kafir, yaitu jasadnya, seperti gunung Hira’ dan gunung Abu Qubais, kedua gunung ini berada di Makkah, di kepalanya terdapat mahkota dari api, dia diberi pakaian dari tembaga cair, dan di lehernya terdapat bara api yang apinya menyala-nyala, dan tangannya dibelenggu ke lehernya, wajahnya sangat hitam, kedua matanya melotot, maka dia (kafir) ini kembali kepada saudara-saudaranya. Tatkala saudaranya melihat dirinya, mereka sama terkejut dan lari menjauhi dirinya. Saudarasaudaranya sama tidak mengenalnya, sehingga ia berkata : “Aku adalah Fulan bin Fulan.”” Kemudian malaikat menarik wajahnya ke neraka. Mereka inilah orang-orang kafir, yang kitabnya diberikan dengan tangan kiri mereka. Akan tetapi mereka tidak bisa mengambil kitab itu dengan (memakai) tangan kiri mereka, akhirnya mereka mengambil kitab tersebut dari (arah) belakang punggung mereka.

Sebagaimana diriwayatkan dari Nabi saw.: “Sesungguhnya Orang-orang kafir ketika dipanggil untuk dihisab dengan (menyebut) namanya, maka majulah seorang malaikat dari beberapa malaikat adzab, lalu malaikat itu memecah dada si kafir, kemudian tangannya yang kiri ditarik ke arah belakang punggungnya (diletakkan) di antara kedua bahunya, kemudian kitabnya diberikan.”

........

1062daq. diatas kepalanya diletakkan mahkota dari emas yang ditaburi dengan intan dan jauhar

 Bab 31 Melayangnya Buku di Hari Kiamat.

Didalam hadits diceritakan: Ketika Allah Ta’ala hendak menghisab para makhluk, maka ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: “Dimanakah Nabi (dari) bangsa Hasyim?” Lalu Rasulullah saw. datang kehadapan Tuhannya, beliau memuji dan menyanjung Tuhannya, maka para makhluk sama takjub pada Rasulullah, beliau memohon kepada Tuhannya agar tidak membuka aib umatnya. Allah Ta’ala berfirman: “Perlihatkan.” Maka berdirilah setiap seorang diatas kuburnya, dan diatas kepalanya diletakkan mahkota dari emas yang ditaburi dengan intan dan jauhar, lalu diberi pakaian dengan 70 pakaian, dan tiga gelang juga dipakaikan (kepadanya), satu gelang dari emas, satu gelang dari perak, dan satu gelang dari mutiara.

Kemudian hamba ini kembali kepada saudaranya yang mukmin, mereka tidak mengetahui dari (mana) kebagusan hamba ini, ditangan kanannya terdapat buku catatan amal kebaikannya dan pembebasannya dari neraka, serta kekalnya (dia) di dalam surga, maka ia berkata (kepada saudaranya yang mukmin): “Apakah kamu tidak kenal aku? Aku adalah Fulan bin Fulan, aku telah memuliakan kepada Allah Ta ‘ala, dan Allah Ta’ala telah membebaskan aku dari api neraka, serta mengekalkan aku didalam rumah surga.”


241dir.

 18. CELAAN TERHADAP SIFAT DENGKI.




240dur. tingkat kbaikan pada salam

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Dari sahabat Imran bin Hushain ra., katanya : “Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw. lalu mengucapkan : “Assalamualaikum”, maka Nabi menjawabnya, kemudian bersabda : “Engkau memperoleh sepuluh kebaikan”. Setelah itu masuk yang lain lalu memberi salam: “Assalamualaikum Warahmatullah wa barokatuh”. Nabi menjawab salamnya, lalu bersabda : “Engkau memperoleh tiga puluh kebaikan”. Lalu datang pula yang lain seraya mengucapkan salam : “Asslamu alaikum wa rahmatullah wa barokatuh wa maghfirotuh”. Nabi menjawab salamnya, seraya bersabda : “Engkau memperoleh empat puluh kebaikan”. (Demikian dikemukakan di dalam kitab Misykatul Mashabih).

......

239dur. berbeda cara salamnya

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Konon, cara penghormatan orang-orang Nasrani adalah dengan meletakkan tangan di mulut, cara penghormatan orang-orang Yahudi adalah dengan isyarat jari, cara penghormatan orang-orang Majusi adalah dengan membungkuk: cara penghormatan orangorang Arab kuno adalah ucapan “hayyakallah”, dan cara penghormatan kaum muslimin adalah ucapan “assalamualaikum warahmatullah wa barokatuh”, dan ini merupakan penghormatan yang paling mulia. (Al Mangulat).

238dur. di dalam surga ada kamar-kamar dari bermacam-macam warna seluruhnya

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Dan diriwayatkan dari Nabi saw. bahwa Beliau bersabda, yang artinya : “Sesungguhnya di dalam surga ada kamar-kamar dari bermacam-macam warna seluruhnya, luarnya bisa terlihat dari dalam dan dalamnya bisa terlihat dari luar. Di sana terdapat kenikmatankenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata siapa pun, tidak pernah didengar oleh telinga siapa pun, dan tidak pernah terlintas dalam benak siapa pun”.

Para sahabat bertanya : “Ya Rasulullah, untuk siapakah kamar-kamar itu gerangan?”.

Beliau menjawab : “Untuk orang yang menyebarkan salam, memberi makan, melanggengkan puasa dan salat malam di saat orang lain masih tidur”.

Para sahabat bertanya kembali : “Siapakah yang mampu melakukan itu, Ya Rasulullah?”.

Beliau menjawab : “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang itu. Orang yang berjumpa dengan saudaranya sesama muslim lalu dia memberi salam kepadanya, maka berarti dia telah menyebarkan salam. Orang yang memberi makan kepada keluarganya dan kepada orang-orang yang menjadi tanggungannya sampai kenyang, maka berarti da telah memberi makan. Orang yang berpuasa di bulan Ramadan dan enam hari di bulan Syawwal, maka berarti dia telah melanggengkan puasa. Dan orang yang melaksanan ini salat Isya dan salat Subuh secara berjamaah, maka berarti dia telah melakukan salat malam ketika orang lain masih tidur, yaitu orang-orang Yahudi, Nasrani dan Majusi’. (Demikianlah sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al Andalusi ra.).

......

237dur. dicintai oleh para malaikat hafazah

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Beliau bersabda : “Hai Anas, aku memberi wasiat kepadamu dengan satu wasiat, maka ingatlah. Perbanyaklah salat di waktu malam, niscaya engkau akan dicintai oleh para malaikat hafazah (malaikat yang menjaga keselamatan manusia, pent.). 


236dur. melewati suatu kaum maka ucapkanlah salam

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Dahulu, Abu Muslim Al Khaulani ra. pernah berjalan melewati suatu kaum, tetapi dia tidak mengucapkan salam kepada mereka. Dia memberikan alasan : “Tidak ada yang menghalangi saya dari memberi salam kepada mereka selain dari rasa kuatir saya, nanti mereka tidak menjawab salam saya, sehingga mereka dikutuk oleh malaikat”. (Bahrul Ulum)

Dan dikemukakan di dalam kitab Bustanul Arifin : “Apabila kamu melewati suatu kaum maka ucapkanlah salam kepada mereka. Jika kamu telah mengucapkan salam kepada mereka maka mereka wajib menjawabnya”.

Dan dikemukakan juga di dalam kitab tadi : “Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk: orang yang lebih muda memberi salam kepada orang yang lebih tua, orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki : orang yang menunggang kuda memberi salam kepada orang yang menunggang keledai, dan orang yang datang dari belakang Anda memberi salam kepada Anda : orang yang menjawab salam itu harus memperdengarkan ucapan salamnya, sebab kalau tidak terdengar maka itu bukan jawaban: orang harus memberi salam kepada keluarganya ketika dia memasuki rumahnya. Jika dia memasuki rumah yang tidak ada seorang pun penghuninya, maka hendaklah dia mengucapkan : “Asslamu alaina wa ala ibadillaahish shaalihiin”. (salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh). Karena malaikat akan menjawab salamnya, maka akan diperoleh keberkahan yang lebih banyak dan lebih sempurna.

........

235dur. muslim memberi salam kepada muslim lainnya

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra., dari Nabi saw. sabdanya :

Artinya : “Salam adalah salah satu dari asma (nama-nama) Allah, maka sebarkanlah ia di antara kamu”. Dalam riwayat lain :

Artinya : “Apabila seorang muslim memberi salam kepada muslim lainnya, kemudian orang itu menjawab salamnya. Maka malaikat mendoakan orang yang menjawab salam itu sebanyak tujuh puluh kali. Jika orang itu tidak menjawabnya, maka salam itu akan dijawab oleh makhluk-makhluk lain yang ada bersamanya, kemudian mereka akan mengutuknya sebanyak tujuh puluh kali”.

........