Selasa, 08 September 2026

1517tar. MERENDA LANGKAH DI HARI YANG AGUNG

 

Bismillahirahmanirrahim.

Selasa, 8 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh isya'an dari Masjid Baitur Rokhmat, nyantri bareng Ust. Nur Khodim, kupas tipis tipis Kitab At- Targhib wat Tarhib (Al-Mundzir) :

.......

BAB : ANCAMAN MELANGKAHI LEHER.

Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya orang yang melangkahi leher manusia pada hari Jumat, dan memisahkan antara dua orang setelah imam keluar, seperti menarik ususnya di neraka.” (H.R. Abmad, Thabrani dalam kitab Al-Kabir, lihat Al-Mundz’ri 134/1).

..............

MERENDA LANGKAH DI HARI YANG AGUNG


Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah


---

1. Hikmah

Pernah nggak sih njenengan ngerasa kalau kita tuh kadang terlalu sibuk cari posisi nyaman, sampai lupa kalau ada orang lain di sekitar kita? Hadis ini bukan cuma soal "jangan melangkahi pundak" secara fisik. Tapi ini soal adab, soal kesadaran bahwa di hari Jumat yang penuh berkah, kita semua datang buat Allah. Bukan buat pamer siapa paling depan atau paling dulu.

Imam keluar, khutbah dimulai—itu momen sakral. Saat itu, dunia harus berhenti. Tapi kalau kita malah sibuk geser-geser badan, misahin jamaah lain, itu sama aja kita nggak ngerti esensi hadir di majelis ilmu. Hikmahnya: kedisiplinan hati lebih penting daripada kenyamanan fisik.

---

2. Nasehat

Allah berfirman dalam QS. Al-Jumu'ah: 9:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Rasulullah saw. juga bersabda:

"Barang siapa yang mandi pada hari Jumat, lalu bersuci semampunya, lalu memakai minyak wangi, lalu pergi ke masjid dan tidak memisahkan dua orang, lalu salat semampunya, dan diam ketika imam khutbah, maka diampuni dosanya antara Jumat itu dan Jumat berikutnya." (HR. Al-Bukhari)

---

3. Makrifat & Hakekat

Di era viral kayak sekarang, kita sering tergoda buat "cari spotlight"—di medsos, di kumpul-kumpul, bahkan di masjid. Kita lupa bahwa panggung ibadah bukan tempat eksistensi diri, tapi tempat eksistensi Allah.

Hakekatnya: Orang yang melangkahi pundak saudaranya di hari Jumat, pada hakikatnya sedang melangkahi rasa kemanusiaan. Ia sibuk mengejar tempat, padahal Allah melihat niat. Makrifatnya: semakin kita paham bahwa Allah Maha Melihat, semakin kita sadar bahwa posisi di depan nggak nambah nilai di sisi-Nya. Yang bernilai adalah ketulusan dan kesabaran kita.

Tarekahnya: Belajar antri, belajar duduk di tempat yang ada, dan belajar ngasih ruang buat orang lain—itu ibadah sosial yang kadang lebih berat daripada salat malam.

---

4. Tasawuf & Muhasabah

Tasawuf mengajarkan: jaga hati, karena hati adalah singgasana Tuhan. Kalau hati kita penuh ambisi mengalahkan orang lain, gimana mau dekat sama Allah?

Muhasabah-nya:

· Sebelum Jumat, tanya diri: "Aku datang ke masjid buat apa?"

· Saat khutbah: "Apakah aku benar-benar mendengar, atau cuma duduk?"

· Setelah Jumat: "Apa yang berubah dalam diriku?"

Cara praktisnya: Datang lebih awal, pilih tempat yang nggak ganggu orang lain, dan fokus ke khutbah. Dan kalau ada yang datang setelah kita, beri ruang tanpa harus pindah posisi.

---

5. Doa

Ya Allah, bersihkan hatiku dari rasa egois, lapangkan dadaku untuk menerima saudaraku, dan jadikanlah hari Jumatku sebagai hari yang mendekatkanku pada-Mu. Ampunilah aku jika aku pernah menyakiti atau memisahkan orang lain karena keangkuhanku. Jadikanlah kami orang-orang yang saling menjaga, bukan saling menggeser. Aamiin.

---

6. Ucapan Terima Kasih & Maaf

Terima kasih buat semua pihak yang sudah mengingatkan, menegur dengan lembut, dan memberi ruang buat aku bertumbuh. Khususnya buat para guru, ustadz, teman-teman seperjalanan, dan siapapun yang pernah berbagi ilmu.

Dan maafkan aku—jika selama ini pernah menyakiti, pernah memisahkan, atau pernah nggak peduli sama njenengan semua. Semoga kita terus belajar jadi hamba yang lebih baik.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.


#TazkiyatunNufus #JumatBerkah #AdabDiMasjid #MenataHati #MuhasabahDiri #HambaYangBelajar #SufiMilenial #CariAllahBukanPosisi

.........

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1516aib. STOP BLAMING OTHERS, SAATNYA BERSIHKAN HATI



STOP BLAMING OTHERS, SAATNYA BERSIHKAN HATI

................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

.................

Bismillahirahmanirrahim.

Selasa, 1 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Al Abror nyantri bareng Ust. H. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) :

----------

📖 QS. Al-An'ām Ayat 156

اَنْ تَقُوْلُوْٓا اِنَّمَآ اُنْزِلَ الْكِتٰبُ عَلٰى طَاۤىِٕفَتَيْنِ مِنْ قَبْلِنَاۖ وَاِنْ كُنَّا عَنْ دِرَاسَتِهِمْ لَغٰفِلِيْنَۙ ۝١٥٦

an taqûlû innamâ unzilal-kitâbu ‘alâ thâ'ifataini ming qablinâ wa ing kunnâ ‘an dirâsatihim laghâfilîn

(Kami turunkan Al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sesungguhnya kami lengah dari apa yang mereka baca,”

..........

1. Hikmah (Tafsir Al-Ibriz):

Ayat ini mengingatkan kita agar gak punya alibi buat males-malesan. Jangan sampai kita bilang, "Ah, Kitab Suci cuma buat orang Yahudi dan Nasrani dulu, kita mah gak paham." Padahal, Al-Qur'an justru diturunkan buat kita semua—biar kita gak punya alasan di hadapan Allah. Intinya: Tanggung jawab atas hidayah itu ada di pundak kita sendiri, bukan nyalahin orang lain atau zaman.

---

2. Nasehat:

· Ayat Qur'an (QS Al-An'am: 156): "(Kami turunkan Al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sesungguhnya kami lengah dari apa yang mereka baca.”

· Hadis Shahih (HR. Tirmidzi): "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya."

· Hadis Qudsi: "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya amalan kalian akan dihisab. Barang siapa mendapatkan kebaikan, pujilah Allah. Dan barang siapa mendapatkan selain itu, janganlah menyalahkan selain dirinya sendiri."

  Pesan moral: Jangan cari kambing hitam. Perbaiki diri dulu, baru kritik lingkungan.

---

3. Makrifat, Hakikat, Tarekah di Era Viral:

Di zaman medsos yang serba instant dan gampang menghakimi, kita sering merasa paling benar. Padahal, makrifat itu sadar bahwa Allah selalu dekat, tapi kita yang sering jauh. Hakikatnya: Setiap hembusan napas adalah kesempatan baru buat bersih-bersih hati. Tarekahnya? Coba setiap pagi sebelum scroll berita, baca 1 ayat dan renungkan: "Apa hari ini aku udah jadi pribadi yang lebih jujur sama Allah?" Gak perlu muluk, mulai dari ngakalin ghibah di grup WA.

---

4. Tasawuf & Muhasabah:

Caranya:

1. Stop menyalahkan masa lalu atau orang lain. (Ini bikin hati keruh).

2. Lihat diri sendiri: Kapan terakhir kita sedekah hati (maafin orang) atau sedekah pikiran (berbaik sangka)?

3. Isi waktu luang dengan dzikir ketimbang meme gak penting.

   Muhasabah itu gak harus nangis-nangis di malam buta. Cukup sesaat sebelum tidur, tanya: "Allah, kira-kira hari ini aku udah layak gak disebut hamba-Mu?"

---

5. Doa:

"Allahumma tahhir qalbi min an yazhanna su'an 'ala ghairi, wa zayyinhu bi khuluqin hasan. Ya Rabb, bersihkan hatiku dari su'uzan pada siapa pun, dan hiasi jiwaku dengan akhlak mulia. Aamiin."

---

6. Ucapan Terima Kasih & Maaf:

Makasih buat temen-temen, keluarga, dan siapa pun yang udah jadi cermin buat aku. Maafin banget kalau selama ini aku sering nyalahin kalian atas keterbatasanku sendiri. Semoga kita sama-sama belajar.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #StopBlaming #BersihkanHati #DekatDenganAllah #HambaYangBelajar

........

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1515saf. 12 SYARAT, SATU TUJUAN: HADIRKAN HATI DI HADAPAN-NYA

 



12 SYARAT, SATU TUJUAN: HADIRKAN HATI DI HADAPAN-NYA

............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

............

Bismillahirahmanirrahim.

Selasa, 8 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Nurul Jannah nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis Kitab Safinatu As-Sholah (karya Abdullah bin Umar bin Yahya Al-Hadhromi)  :

---

BAB : Perkara-perkara yang membatalkan sholat itu ada 12 :

الأول : فقد شرط من شروطها الإثنى عشر عمدا ولو بإكراه أو سهوا أو جهلا


Meninggalkan salah satu dari syarat-syarat sholat yang jumlahnya ada 12, yang dilakukan dengan disengaja, meskipun hal tersebut dilakukan dengan paksaan, lupa, atau karena ketidak tahuannya.

.............

1. Hikmah

Bro, bayangin kita lagi asyik-asyiknya sholat, eh tiba-tiba batal karena lupa syarat. Kita sering banget fokus ke "sholatnya sah atau enggak" tapi lupa sama "sholatnya diterima atau enggak". Padahal, Allah itu Maha Melihat, bukan cuma gerakan kita. Syarat-syarat sholat itu sebenernya kayak "reminder" buat ngingetin: kita ini lagi berdiri di hadapan Dzat yang Maha Kuasa. Bukan soal sempurna, tapi soal seberapa serius kita mau menghadap-Nya.

---

2. Nasehat

Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amalan kalian." (HR. Muslim)

---

3. Makrifat & Tarekah di Era Viral

Di zaman sekarang, kita sibuk banget sama FYP, notifikasi, dan drama kehidupan. Sholat kadang jadi "kewajiban" yang dijalanin sambil buru-buru. Nah, syarat-syarat sholat yang 12 itu—berwudhu, suci, menutup aurat, menghadap kiblat, niat, dan lainnya—sebenernya lagi ngajarin kita untuk fokus sejenak dari semua "noise" itu. Hakekatnya, sholat batal itu bukan cuma masalah teknis, tapi sinyal bahwa hati kita lagi "fly" jauh dari Allah.

---

4. Tasawuf & Muhasabah

Coba deh muhasabah: Apakah setiap aku sholat, aku bener-benar hadir? Atau cuma "gerakan gym" pake bacaan? Tazkiyatun nufus itu proses bersihin hati setiap hari—kayak update OS biar koneksi ke Allah lancar. Mulai dari hal kecil: periksa niat sebelum takbir, pastikan pakaian suci, dan sediakan waktu tanpa distraksi.

Cara praktis:

1. Sebelum sholat, 3 menit berhenti, tarik napas, dan ingat "aku ini hamba"

2. Baca niat dengan sadar, bukan hafalan

3. Selesai sholat, refleksi 1 menit: "Apa yang bikin aku khusyuk/tidak khusyuk hari ini?"

---

5. Doa

Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari segala riya dan lalai. Jadikanlah sholatku sebagai jalan menuju Engkau, bukan sekadar rutinitas. Ampuni aku yang sering lupa syarat, lupa waktu, dan lupa siapa diri aku di hadapan-Mu. Kuatkan aku untuk terus memperbaiki diri, walau hanya satu langkah setiap hari. Aamiin.

---

6. Ucapan Terima Kasih & Maaf

Terima kasih buat semua pihak yang sudah mengingatkan—baik lewat tulisan, ceramah, atau sekadar nasihat simpel dari teman-teman. Maafkan aku kalau selama ini masih banyak sholat yang "asal jadi" dan kurang hadir. Makasih juga buat njenengan yang udah baca sampai sini, semoga kita sama-sama belajar.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.


#TazkiyatunNufus #SholatKhusyuk #MenataHati #Muhasabah #TasawufKekinian #BersihinJiwa

.........

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—