Sunday, May 10, 2026

1047mi. BAHAYA ORANG BERMUKA DUA (ADU DOMBA)

 Bismillahirahmanirrahim.

Ahad,  9 Mei 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Masjid Nurul Huda oleh oleh maghriban nyantri bareng Ust. Zainal kupas tipis tipis kitab Miatu hadisy syarifah

(Karya Syaikh Yusuf An-Nabhani) *Edisi 1047*:

43. 

ذو الوجهين فى الدنبا يأتى يوم القيامة وله وجهان من نار.

Orang yang memiliki muka dua (adu domba) di dunia maka akan datang di hari qiyamat dengan memiliki dua muka dari Neraka.

.........

BULETIN TAUZIAH

(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

“BAHAYA ORANG BERMUKA DUA (ADU DOMBA)”

Hadis:

ذُو الْوَجْهَيْنِ فِي الدُّنْيَا يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَهُ وَجْهَانِ مِنْ نَارٍ

Artinya:
“Orang yang memiliki dua muka di dunia, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan memiliki dua wajah dari api neraka.”


A. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Hadis ini menjelaskan tentang buruknya sifat dzul wajhain (bermuka dua), yaitu seseorang yang menampilkan wajah dan ucapan berbeda kepada setiap kelompok demi kepentingan duniawi.

Ia memuji seseorang di hadapan, namun mencela di belakang.
Ia berbicara manis kepada satu pihak, lalu memanas-manasi pihak lain.
Ia menjadi penyebab pecahnya ukhuwah, perselisihan keluarga, fitnah majelis, dan kerusakan hati manusia.

Dalam perspektif tasawuf, penyakit ini lahir dari:

  • cinta dunia,
  • riya’,
  • takut kehilangan kedudukan,
  • lemahnya muraqabah kepada Allah,
  • serta kotornya hati.

Orang bermuka dua sebenarnya tidak memiliki keteguhan iman. Lisannya berubah mengikuti keuntungan.


B. Hukum (Ahkam)

Hukum Bermuka Dua:

Haram dan termasuk dosa besar.

Karena:

  • mengandung dusta,
  • pengkhianatan,
  • adu domba,
  • memecah persaudaraan,
  • merusak amanah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sejelek-jelek manusia ialah yang bermuka dua; mendatangi satu kaum dengan satu wajah dan kaum lain dengan wajah yang lain.”

Hadis ini menunjukkan bahwa perilaku tersebut termasuk akhlak tercela yang dibenci Allah.


C. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  1. Lidah dapat menjadi sebab masuk surga atau neraka.
  2. Hati yang tidak ikhlas melahirkan kemunafikan.
  3. Persaudaraan hancur karena fitnah lisan.
  4. Orang bermuka dua tampak manis di dunia namun hina di sisi Allah.
  5. Kejujuran lebih berat dijaga daripada sekadar ibadah lisan.
  6. Tasawuf mengajarkan kesatuan antara:
    • hati,
    • ucapan,
    • dan perbuatan.

D. Dalil Al-Qur’an – Hadis – Hadis Qudsi

Dalil Al-Qur’an

1. Larangan Adu Domba

“Dan janganlah engkau ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang suka mencela dan menyebarkan fitnah.”
(QS. Al-Qalam: 10–11)

2. Ancaman bagi Pendusta

“Laknat Allah bagi orang-orang yang berdusta.”
(QS. Ali ‘Imran: 61)

3. Perintah Menjaga Persaudaraan

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat: 10)


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga tukang adu domba.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan manusia karena takut terhadap keburukan lisannya.”
(HR. Bukhari)


Hadis Qudsi

Allah Ta’ala berfirman:

“Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku. Barangsiapa menyaingi-Ku dalam keduanya maka Aku akan mengazabnya.”

Orang bermuka dua sering lahir dari kesombongan batin dan ingin dipuji semua pihak.


E. Analisis dan Argumentasi

Mengapa orang menjadi bermuka dua?

1. Takut kehilangan keuntungan dunia

Ia ingin diterima semua kelompok.

2. Lemah iman

Tidak yakin bahwa rezeki dan kemuliaan datang dari Allah.

3. Penyakit cinta pujian

Ia ingin dianggap baik oleh semua orang.

4. Tidak menjaga lisan

Lidah lebih cepat daripada akal dan hati.


Dalam Tasawuf

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa penyakit lisan termasuk penyakit hati paling berbahaya, sebab:

  • mudah dilakukan,
  • sulit disadari,
  • namun besar dosanya.

Orang bermuka dua sering terlihat:

  • ramah,
  • religius,
  • pandai berbicara, tetapi merusak dari belakang.

F. Amalan (Implementasi)

Cara Menghindari Sifat Bermuka Dua

1. Biasakan berkata jujur

Walaupun pahit.

2. Diam jika tidak membawa manfaat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.”

3. Jangan menyampaikan semua yang didengar

Karena belum tentu benar.

4. Perbanyak dzikir

Dzikir membersihkan hati dari niat buruk.

5. Pilih lingkungan shalih

Karena majelis buruk melatih gibah dan fitnah.

6. Muhasabah sebelum tidur

Tanyakan:

  • Apakah hari ini aku menyakiti orang dengan lisanku?
  • Apakah aku berbeda ucapan di depan dan belakang?

G. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Di era media sosial:

  • fitnah sangat cepat,
  • potongan video dipelintir,
  • chat disebarkan,
  • berita belum tentu benar langsung diviralkan.

Banyak orang:

  • baik di komentar,
  • tetapi menghina di grup tertutup,
  • memuji di depan kamera,
  • namun mencela di belakang.

Fenomena:

  • buzzer,
  • provokasi,
  • akun palsu,
  • gosip digital,
  • konten adu domba, merupakan bentuk modern dari “dua muka”.

Akibatnya:

  • keluarga pecah,
  • umat terbelah,
  • persahabatan rusak,
  • hati menjadi keras.

H. Motivasi

Jadilah pribadi yang:

  • sama ucapan di depan dan belakang,
  • jujur meski pahit,
  • menjaga kehormatan sesama muslim.

Kejujuran mungkin membuat manusia marah sementara, tetapi menyelamatkan di sisi Allah selamanya.

Sedangkan kemunafikan mungkin membuat manusia senang sesaat, namun menjadi api di akhirat.


I. Muhasabah & Caranya

Tanda-tanda Bermuka Dua:

  • suka membicarakan orang berbeda-beda,
  • memuji berlebihan di depan,
  • mencela di belakang,
  • membawa cerita dari satu pihak ke pihak lain,
  • senang melihat konflik.

Cara Mengobati:

  1. Taubat sungguh-sungguh.
  2. Meminta maaf kepada orang yang dizalimi.
  3. Menahan diri dari gosip.
  4. Mengurangi bicara yang tidak penting.
  5. Memperbanyak istighfar.
  6. Membaca:
    • istighfar 100x,
    • shalawat,
    • dzikir hati.

J. Kemuliaan dan Kehinaan

1. Di Dunia

Kemuliaan Orang Jujur:

  • dipercaya,
  • dicintai,
  • hati tenang,
  • doanya mudah diterima.

Kehinaan Orang Bermuka Dua:

  • tidak dipercaya,
  • dibenci diam-diam,
  • hidup penuh kepura-puraan,
  • hati gelisah.

2. Di Alam Kubur

Orang Jujur:

  • kuburnya dilapangkan,
  • diberi ketenangan.

Orang Bermuka Dua:

  • lisannya menjadi saksi,
  • mendapat azab akibat fitnah dan dusta.

3. Di Hari Kiamat

Hadis menyebutkan:

“Datang dengan dua wajah dari api neraka.”

Maknanya:

  • kehinaannya diperlihatkan,
  • kemunafikannya dibuka,
  • aibnya tampak di hadapan manusia.

4. Di Akhirat

Orang Ikhlas:

  • dekat dengan Allah,
  • masuk surga bersama orang shalih.

Orang Bermuka Dua:

  • terancam azab,
  • jauh dari rahmat Allah,
  • berkumpul bersama para pendusta dan pengkhianat.

K. Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّادِقِينَ

“Ya Allah, bersihkan hati kami dari kemunafikan, lisan kami dari dusta, amal kami dari riya’, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang jujur.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang beriman, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang beriman.”


L. Penutup & Ucapan Terima Kasih

Semoga Allah menjaga:

  • lisan kita,
  • hati kita,
  • majelis kita,
  • dan persaudaraan kita dari fitnah serta kemunafikan.

Terima kasih kepada seluruh pembaca yang masih mau memperbaiki diri, menjaga ukhuwah, dan menahan lisan demi mencari ridha Allah.

“Keselamatan seorang hamba banyak bergantung pada penjagaan lisannya.”

Semoga buletin ini menjadi sebab:

  • lembutnya hati,
  • bersihnya jiwa,
  • dan selamatnya kita di hari kiamat.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

......................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

.....................

Berikut versi bahasa gaul kekinian yang santai tapi tetap sopan, dengan arti ayat dan hadis tetap sesuai aslinya (tidak diubah). Kata "gue" sudah diganti "aku", dan "lo" diganti "njenengan".


---


Bismillahirahmanirrahim.


Ahad, 9 Mei 2026


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Halo-halo para pencari ilmu kece, ada kiriman dari Masjid Nurul Huda buat maghriban ngaji bareng Ust. Zainal, kupas tuntas-tipis gaya santuy kitab Miatu hadisy syarifah (Karya Syaikh Yusuf An-Nabhani) Edisi 1047:


43.


ذو الوجهين فى الدنبا يأتى يوم القيامة وله وجهان من نار.


Artinya: Orang yang memiliki muka dua (adu domba) di dunia maka akan datang di hari qiyamat dengan memiliki dua muka dari Neraka.


……….


BULETIN TAUZIAH (Versi Gaul Santuy)

Tema: Bahaya Jadi Crazy Rich Dua Muka


---


A. Makna (Redaksi Singkatnya)


Hadis di atas ngingetin kita kalau orang yang doyan dua muka—di depan A bilang A, di depan B bilang B, sukanya ngadu domba—nanti di kiamat bakal datang dengan dua muka dari api neraka. Ngeri kan?


Dalam bahasa tasawuf modern: penyakit ini muncul dari cinta dunia, pamer (riya'), takut kehilangan posisi, lupa kalau Allah selalu ngeliat, plus hati yang kotor.


Pokoknya, orang bermuka dua itu imannya lagi drop. Lidahnya plintir-plintir ikut cuan dan keuntungan.


---


B. Hukum (Haraf Banget)


Hukumnya: Haram & masuk dosa besar.


Soalnya mengandung:


· Bohong

· Khianat

· Adu domba

· Bikin persaudaraan retak

· Ngerusak amanah


Rasulullah ﷺ bilang:

"Sejelek-jelek manusia ialah yang bermuka dua; mendatangi satu kaum dengan satu wajah dan kaum lain dengan wajah yang lain."


Jadi, gasuka.


---


C. Hikmah (Buat Renungan Santuy)


· Lidah bisa jadi tiket surga atau tiket neraka.

· Hati yang nggak ikhlas bikin sifat munafik.

· Persaudaraan ancur karena gosip.

· Orang bermuka dua keliatan manis di dunia, tapi di sisi Allah hina.

· Jujur itu lebih berat daripada sekadar ibadah lisan.

· Tasawuf ngajarin hati = ucapan = perbuatan harus sinkron.


---


D. Dalil (Tetap Orisinal, Gaul Tetep Sopan)


Al-Qur'an:


1. "Dan janganlah engkau ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang suka mencela dan menyebarkan fitnah." (QS. Al-Qalam: 10–11)

2. "Laknat Allah bagi orang-orang yang berdusta." (QS. Ali 'Imran: 61)

3. "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat: 10)


Hadis:


· "Tidak akan masuk surga tukang adu domba." (HR. Bukhari & Muslim)

· "Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan manusia karena takut terhadap keburukan lisannya." (HR. Bukhari)


Hadis Qudsi:

Allah berfirman: "Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku. Barangsiapa menyaingi-Ku dalam keduanya maka Aku akan mengazabnya."


---


E. Analisis (Biar Nggak Cuma Baper)


Kenapa seseorang bisa jadi wajah dua?


1. Takut kehilangan keuntungan dunia → pengen diterima semua kalangan.

2. Iman lagi lemah → lupa rezeki dari Allah.

3. Demi pujian → pengen dianggap baik semua orang.

4. Lidahnya nggak terkontrol → kecepetan ngomong.


Menurut Imam Al-Ghazali (udah expert), penyakit lisan ini berbahaya banget karena:


· Gampang dilakukan

· Susah disadari

· Dosanya gede


Orang dua muka biasanya keliatan ramah, alim, jago ngomong, tapi di belakang suka nusuk.


---


F. Amalan Biar Nggak Jadi Dua Muka


1. Biasakan jujur – walaupun rasanya pahit.

2. Diem lebih baik kalau nggak bermanfaat. Ingat sabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam."

3. Jangan share semua info yang belum tentu bener.

4. Perbanyak dzikir – buat bersihin hati.

5. Pilih circle yang shalih – biar nggak ikut-ikutan ghibah.

6. Muhasabah sebelum tidur – tanya diri: "Hari ini aku nyakitin orang lewat lisan nggak? Aku beda ucapan di depan & belakang?"


---


G. Relevansi (Viral Zaman Now)


Di era medsos:


· Fitnah secepat tren TikTok

· Chat disebar, video dipelintir

· Banyak orang baik di komen tapi hate di grup

· Puji di depan kamera, belakangnya nyela


Fenomena kayak buzzer, provokasi, akun anonim, konten adu domba itu bentuk modern dari bermuka dua.


Akibatnya? Keluarga pecah, umat terbelah, sahabatan ancur, hati jadi keras.


---


H. Motivasi (Biar Semangat Jujur)


Jadilah pribadi yang:


· Ucapannya sama di depan & belakang

· Jujur meskipun pahit

· Jaga kehormatan sesama muslim


Jujur memang kadang bikin orang sewot sementara, tapi selamet di sisi Allah.

Munafik bikin orang seneng sesaat, tapi jadi api di akhirat.


---


I. Muhasabah (Cek Diri Yuk)


Tanda-tanda bermuka dua:


· Suka ngomongin orang beda-beda

· Puji bejibun di depan, jelekin di belakang

· Suka bawa cerita bolak-balik

· Seneng ngeliat konflik


Cara ngobatin:


· Taubat sungguh-sungguh

· Minta maaf ke orang yang didzolimi

· Tahan diri dari gosip

· Kurangi ngomong nggak penting

· Perbanyak istighfar (100x) + shalawat + dzikir hati


---


J. Kemuliaan vs Kehinaan


Aspek Orang Jujur Orang Dua Muka

Dunia Dipercaya, hati tenang Nggak dipercaya, hidup penuh drama

Kubur Dilapangkan & tenang Lisan jadi saksi, dapat azab

Kiamat Selamat Datang dengan dua muka api neraka

Akhirat Dekat Allah, masuk surga Jauh dari rahmat, berkumpul dengan pendusta


---


K. Doa (Anti Toxic)


"Allahumma thahhir qulubana minan nifaq, wa alsinatana minal kadzib, wa a'malana minar riya', waj'alna minas shadiqin"


Ya Allah, bersihkan hati kami dari munafik, lisan kami dari dusta, amal kami dari riya', dan jadikan kami orang-orang jujur.


"Rabbana ghfir lana wa liikhwanina wa la taj'al fi qulubina ghillan lilladzina amanu"


Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang beriman, jangan jadikan hati kami dengki terhadap orang beriman.


---


L. Penutup (Dengan Santuy & Makasih)


Semoga Allah jaga lisan, hati, majelis, dan persaudaraan kita dari fitnah & kemunafikan.


Makasih banyak buat njenengan semua yang masih mau memperbaiki diri, jaga hubungan, dan nahan lisan demi cari ridha Allah.


"Keselamatan seorang hamba banyak bergantung pada penjagaan lisannya."


Semoga buletin ini bikin hati lembut, jiwa bersih, dan kita selamat di hari kiamat.


Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


……….


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Semoga bermanfa'at selalu.


— M. Djoko ekasanU —