Friday, November 13, 2009

Jenis-Jenis Hernia dan Pengobatannya

Jenis-Jenis Hernia dan Pengobatannya

September 1 2010 Masuk Kategori: Kesehatan Umum No Commented

Hernia (burut) terjadi bila sebuah organ menerobos keluar melalui titik lemah atau robekan rongga yang menampungnya.

Berikut adalah beberapa jenis hernia menurut letaknya:

  • Hernia hiatal adalah kondisi di mana kerongkongan (pipa tenggorokan) turun, melewati diafragma melalui celah yang disebut hiatus sehingga sebagian perut menonjol ke dada (toraks).
  • Hernia epigastrik terjadi di antara pusar dan bagian bawah tulang rusuk di garis tengah perut. Hernia epigastrik biasanya terdiri dari jaringan lemak dan jarang yang berisi usus. Terbentuk di bagian dinding perut yang relatif lemah, hernia ini sering menimbulkan rasa sakit dan tidak dapat didorong kembali ke dalam perut ketika pertama kali ditemukan.
  • Hernia umbilikal berkembang di dalam dan sekitar umbilikus (pusar) yang disebabkan bukaan pada dinding perut, yang biasanya menutup sebelum kelahiran, tidak menutup sepenuhnya. Orang jawa sering menyebutnya “wudel bodong”. Jika kecil (kurang dari satu centimeter), hernia jenis ini biasanya menutup secara bertahap sebelum usia 2 tahun.
  • Hernia inguinalis adalah hernia yang paling umum terjadi dan muncul sebagai tonjolan di selangkangan atau skrotum. Orang awam biasa menyebutnya “turun bero” atau “hernia”. Hernia inguinalis terjadi ketika dinding abdomen berkembang sehingga usus menerobos ke bawah melalui celah. Jika Anda merasa ada benjolan di bawah perut yang lembut, kecil, dan tidak atau sedikit nyeri dan bengkak, Anda mungkin terkena hernia ini. Hernia tipe ini lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan.
  • Hernia femoralis muncul sebagai tonjolan di pangkal paha. Tipe ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.
  • Hernia insisional dapat terjadi melalui luka pasca operasi perut. Hernia ini muncul sebagai tonjolan di sekitar pusar yang terjadi ketika otot sekitar pusar tidak menutup sepenuhnya.
  • Hernia nukleus pulposi (HNP) adalah hernia yang melibatkan cakram tulang belakang. Di antara setiap tulang belakang ada diskus intervertebralis yang menyerap goncangan cakram dan meningkatkan elastisitas dan mobilitas tulang belakang. Karena aktivitas dan usia, terjadi herniasi diskus intervertebralis yang menyebabkan saraf terjepit (sciatica). HNP umumnya terjadi di punggung bawah pada tiga vertebra lumbar bawah.

Pengobatan

Benjolan hernia mungkin dapat didorong kembali, namun sewaktu-waktu akan keluar lagi. Benjolan itu biasanya lebih nyata ketika tekanan intra-abdomen meningkat seperti saat mengangkat beban, membungkuk dan batuk. Hernia yang tidak parah umumnya tidak memerlukan operasi. Kebanyakan hernia di perut bisa didorong kembali ke rongga perut. Dengan istirahat dan terapi fisik sekitar 75% hernia hilang sendiri.

Pada kondisi yang lebih parah, hernia dapat menyebabkan darurat medis bila jaringan yang terjebak dalam kantung kehilangan suplai darah dan mati (mengakibatkan gangren). Dalam hal ini harus segera dilakukan operasi. Setelah operasi, biasanya jarang sekali terjadi kekambuhan (hanya 1-3%).

Pencegahan

Langkah pertama untuk mencegah hernia adalah mengetahui penyebabnya. Hernia yang timbul akibat kelainan bawaan dan efek penuaan tidak dapat dicegah. Hernia bisa muncul bila otot dinding tipis yang menyekat/ membungkus organ mendapatkan tekanan melebihi kapasitasnya.

  • Gunakan teknik mengangkat yang benar. Selalu gunakan kaki Anda, bukan otot punggung Anda, untuk mengangkat. Pakailah dukungan penahan ketika melakukan kegiatan mengangkat berat.
  • Sampaikan kesulitan buang air kecil ke dokter Anda. Kesulitan buang air kronis dapat menyebabkan hernia. Penyebab sulit buang air kecil perlu ditentukan dan diobati oleh dokter Anda.
  • Turunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan.
  • Hindari sembelit dengan banyak makan serat, banyak minum, dan segera ke kamar kecil bila “kebelet”
  • Berolahraga secara teratur.
  • Berhentilah merokok. Oksigenasi buruk akibat merokok dapat menyebabkan kerusakan otot dan kelemahan otot yang menjadi sasaran utama perkembangan hernia.

Artikel Terkait:

  1. Jenis-Jenis Jerawat
  2. 5 Jenis Cacing Penyebab Cacingan
  3. Mengenal Jenis-jenis Pengobatan Kanker
  4. 5 Jenis Gangguan Menstruasi/Haid
  5. Stroke dan Jenis-Jenisnya

Gejala dan Pencegahan Penyakit Jantung

Gejala dan Pencegahan Penyakit Jantung

July 20 2007 Masuk Kategori: Kesehatan Umum No Commented

Penyakit jantung banyak sekali macamnya, dan dapat disebabkan oleh bawaan lahir, infeksi, penyempitan arteri koroner, tekanan darah tinggi, atau gangguan lainnya.

Gejala penyakit jantung

Gejala penyakit jantung bervariasi sesuai dengan jenisnya. Banyak juga jenis yang tidak menunjukkan gejala pada fase-fase awal. Selain itu, antara penderita satu dengan lainnya juga memiliki gejala yang berbeda. Sebagai patokan umum, berikut adalah gejala yang mungkin dirasakan :

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Lemah dan lelah
  • Jantung berdebar
  • Kepala terasa melayang
  • Pingsan atau merasa mau pingsan

Pencegahan

Penyakit jantung yang bukan bawaan atau efek samping pengobatan dapat dicegah. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mengurangi risiko Anda terkena penyakit jantung:

  • Berolah raga secara teratur
  • Tidak merokok
  • Mengurangi berat badan (bila kegemukan).
  • Memakan makanan sehat yang kaya vitamin C, rendah garam, dan sedikit kolesterol. (Makanan kaya sodium, lemak dan kolesterol dapat menimbulkan aterosklerosis dan meningkatkan tekanan darah)

Artikel Terkait:

  1. Penyakit Jantung Koroner
  2. 12 Faktor Risiko Penyakit Jantung
  3. 6 Tips Jantung Sehat
  4. 9 Gangguan Jantung Yang Wajib Anda Ketahui
  5. Gejala dan Pengobatan Batu Empedu

Gejala dan Penanganan Radang Amandel (Tonsilitis)

Gejala dan Penanganan Radang Amandel (Tonsilitis)

September 23 2010 Masuk Kategori: Kesehatan Anak, Kesehatan Umum No Commented

Amandel atau tonsil adalah dua buah kelenjar getah bening di kedua sisi belakang tenggorokan. Amandel adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengandung sel-sel antibodi untuk menjebak dan membunuh bakteri dan virus patogen dalam perjalanan memasuki tubuh.

Tonsilitis adalah peradangan amandel sehingga amandel menjadi bengkak, merah, melunak dan memiliki bintik-bintik putih di permukaannya. Pembengkakan ini disebabkan oleh infeksi baik virus atau bakteri.

Ada banyak virus yang dapat menyebabkan tonsilitis, yang paling umum adalah virus Epstein-Barr dan virus Coxsackie. Di antara bakteri yang menyebabkan tonsilitis, kelompok streptokokus A adalah yang paling umum.

Mengapa amandel terinfeksi?

Karena fungsinya sebagai benteng perlawanan terhadap infeksi, amandel rawan terkena infeksi. Namun, fungsi amandel tersebut kian menurun saat remaja dan dewasa. Itulah mengapa radang amandel jarang dijumpai pada orang dewasa. (Paling umum pada anak-anak usia 3 sampai 7 tahun).

Penyembuhan dan komplikasi

Bila tanpa komplikasi, basanya tonsilitis hanya berlangsung sekitar beberapa hari dan hilang sendiri tanpa pengobatan. Tonsilitis karena virus bisa berlangsung lebih lama hingga hitungan minggu.

Komplikasi dapat terjadi bila ada infeksi sekunder di telinga tengah atau sinus. Streptokokus A bahkan dapat menyebar melalui tubuh dan menginfeksi organ-organ vital, khususnya jantung. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen, yang mengakibatkan penyakit jantung tahun di masa depan.

Kemungkinan komplikasi lain dari tonsilitis adalah abses peritonsillar (quinsy). Ini terjadi ketika sekelompok bakteri yang terdorong oleh pertumbuhan jaringan baru. Abses ini tidak berada di amandel lagi tapi di salah satu sisinya. Tidak seperti tonsilitis sederhana, quinsy cenderung dirasakan pada satu sisi tenggorokan, dan pasien dengan kondisi ini sering terlihat memiringkan kepala ke satu sisi untuk mengurangi rasa sakit.

Quinsy terjadi pada sekitar 1 dari 3.000 orang per tahun dan lebih sering terjadi pada ramaja dengan radang amandel.

Kapan berkonsultasi dengan dokter?

Konsultasi dengan dokter jika anak Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan yang tidak hilang dalam beberapa hari
  • Kesulitan menelan
  • Demam tinggi
  • Muntah- muntah
  • Kelelahan atau lesu
  • Kesulitan bernafas
  • Mendengkur
  • Nafsu makan buruk
  • Bau mulut

Pengobatan

Pada kebanyakan orang, infeksi yang disebabkan oleh virus hanya perlu diobati dengan parasetamol untuk menurunkan demam. Pereda nyeri juga mungkin berguna untuk mengurangi rasa sakit .

Tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri mungkin perlu diobati dengan antibiotik (misalnya penisilin atau eritromisin, jika alergi terhadap penisilin). Jika anak Anda mendapatkan antibiotik, penting sekali untuk meminum obat sampai tuntas agar bakteri benar-benar musnah dan tidak menjadi resisten obat.

Bedah amandel

Bedah untuk mengangkat amandel (tonsilektomi), dulu pernah menjadi tindakan umum untuk mengobati tonsilitis, hanya dilakukan bila tonsilitis sering berulang atau kronis, tidak merespon pengobatan atau menyebabkan komplikasi serius.

Pengangkatan amandel tidak berefek buruk terhadap daya kekebalan tubuh secara keseluruhan. Namun demikian, operasi ini kini relatif jarang dilakukan dibandingkan dulu.

image: source

Artikel Terkait:

  1. Gejala dan Pencegahan Penyakit Jantung
  2. Gejala dan Pengobatan Batu Empedu
  3. Penyebab dan Penanganan Sembelit atau Konstipasi
  4. Penyebab dan Penanganan Anemia
  5. Anak Ingusan, Apa Sebabnya?

Pijat Bagi Pasien Pasca-Stroke, Bermanfaatkah?

Pijat Bagi Pasien Pasca-Stroke, Bermanfaatkah?

June 27 2010 Masuk Kategori: Kesehatan Umum 2 Commented

Stroke adalah kehilangan fungsi otak secara tiba-tiba yang disebabkan gangguan aliran darah atau pecahnya pembuluh darah dalam otak sehingga oksigen dan nutrisi tidak sampai ke sel-sel otak yang terkena.

Efek serangan stroke tergantung di mana kerusakan otak terjadi. Penderita stroke dapat mengalami gangguan fisik (lemah, lumpuh, keterbatasan gerakan, nyeri), emosional (ketidakstabilan emosi, depresi), dan mental (kesulitan berpikir, berbicara dan mengingat).

Terapi pijat pasca-stroke

Rehabilitasi penderita stroke biasanya melibatkan terapi fisik, terapi wicara dan terapi kerja. Dalam pengobatan modern, terapi pijat jarang dilakukan sebagai salah satu terapi pilihan. Namun, beberapa ahli pengobatan alternatif mengklaim dapat merehabilitasi penderita pasca stroke menjadi normal kembali. Secara ilmiah, memang belum ada bukti yang solid mengenai efek langsung pijat pada pasien pasca stroke. Para ahli medis bersilang pendapat mengenai manfaatnya.

Namun, yang pasti adalah pijat secara umum membantu kita lebih rileks, mengurangi stres, melancarkan sirkulasi, dan mengurangi rasa sakit. Sebuah penelitian skala kecil yang dilakukan secara acak di sebuah klinik lansia di Swedia dari tahun 1998-1999 menemukan bahwa para pasien yang menerima pemijatan meningkat daya mobilitasnya dan lebih sedikit menggunakan obat-obatan, khususnya anti nyeri dan depresi.

Pada tahun 2004, penelitian terhadap 102 pasien pasca-stroke oleh Hong Kong Polytechnic University dan Wong Chuk Hang Hospital menemukan bahwa pasien yang dipijat selama 10 menit sebelum tidur selama tujuh malam mengalami penurunan rasa sakit, kecemasan, tekanan darah dan denyut jantung.

Kehati-hatian

Rehabilitasi stroke seringkali membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, jadi tidak ada salahnya bila Anda meningkatkan kualitas hidup penderita stroke yang Anda cintai dengan pemijatan. Namun, Anda harus sangat berhati-hati. Pijat dapat merangsang penggumpalan/plak arteri. Beberapa bagian tubuh yang tidak lagi lentur juga dapat terasa sakit bila dipijat. Karena pasien pasca stroke mungkin sulit berbicara, mereka tidak dapat menyampaikan perasaan mereka selama pemijatan. Jadi Andalah yang harus berhati-hati. Bila tidak yakin, sebaiknya Anda memanggil ahli pijat terpercaya atau profesional lain bila ingin melakukan pemijatan.

Artikel Terkait:

  1. Anda Sulit Tidur? Pijat Aja!
  2. Stroke dan Jenis-Jenisnya
  3. Efek Stroke Menurut Sumber Gangguannya
  4. Manfaat Kopi Bagi Kesehatan
  5. Pantangan dan Anjuran bagi Penderita Asam Urat