Tuesday, January 6, 2026

903. Mengikuti Jejak Para Nabi: Jalan Penyucian Jiwa dalam QS. Al-An‘ām: 90

 


Tafsir Al IbriizA l-An'am · Ayat 90

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ فَبِهُدٰىهُمُ اقْتَدِهْۗ قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًاۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْعٰلَمِيْنَࣖ ۝٩٠
ulâ'ikalladzîna hadallâhu fa bihudâhumuqtadih, qul lâ as'alukum ‘alaihi ajrâ, in huwa illâ dzikrâ lil-‘âlamînMereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Maka, ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan kepadamu atasnya (menyampaikan Al-Qur’an).” (Al-Qur’an) itu hanyalah peringatan untuk (umat) seluruh alam........Mengikuti Jejak Para Nabi: Jalan Penyucian Jiwa dalam QS. Al-An‘ām: 90QS. Al-An‘ām: 90اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ فَبِهُدٰىهُمُ اقْتَدِهْۗ قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًاۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْعٰلَمِيْنَ“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: Aku tidak meminta upah kepada kalian atasnya. Al-Qur’an itu hanyalah peringatan bagi seluruh alam.”🌿 Bacaan Al-Qur’an Perspektif Tazkiyatun Nufūs – QS. Al-An‘ām: 90Penulis: M. Djoko Ekasanu🧾 Intisari Isi AyatAyat ini menegaskan tiga pokok besar penyucian jiwa:Petunjuk hanya milik Allah, dan para nabi adalah manusia-manusia yang jiwanya telah disucikan.Perintah meneladani para nabi, bukan sekadar dalam ibadah lahir, tetapi dalam kebersihan hati, keikhlasan, kesabaran, dan ketauhidan.Dakwah tanpa pamrih, karena Al-Qur’an bukan alat mencari dunia, melainkan peringatan untuk menyelamatkan jiwa seluruh manusia.Dalam tazkiyatun nufūs, ayat ini adalah seruan agar hati dibersihkan dari cinta pujian, cinta upah, dan ambisi dunia, lalu diganti dengan keikhlasan mengikuti jejak para nabi.📜 Latar Belakang dan Sebab Terjadinya Masalah di ZamannyaSebelum ayat ini, Allah menyebutkan banyak nabi: Ibrahim, Ishaq, Ya‘qub, Nuh, Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakariya, Yahya, Isa, Ilyas, Ismail, Yunus, dan Luth عليهم السلام.Kaum musyrikin Makkah menolak Rasulullah ﷺ, menuduh beliau mengada-ada, meminta mukjizat aneh-aneh, bahkan menuntut imbalan duniawi agar mau beriman.Maka Allah menegaskan:Jalan Rasulullah ﷺ bukan jalan baru, tapi lanjutan dari jalan para nabi.Dakwah beliau bukan bisnis, bukan politik, bukan pencitraan, tapi murni rahmat dan peringatan.Masalah utama zaman itu adalah kerusakan jiwa: kesombongan, cinta dunia, fanatisme, dan hawa nafsu. Maka obatnya adalah mengikuti petunjuk para nabi, bukan mengikuti selera manusia.📖 Tafsir Al-Ibrīz (ringkas bernuansa pesantren Jawa)Dalam Tafsir Al-Ibrīz karya KH. Bisri Musthofa رحمه الله, makna ayat ini dijelaskan bahwa:Para nabi itu wis padha pinaringan pituduh dening Allah (telah diberi petunjuk Allah).Maka Nabi Muhammad ﷺ diperintah: “Turuta pituduhé para nabi mau.”Dan katakan: “Aku ora njaluk upah babar pisan.”Sebab Al-Qur’an iku piweling (peringatan) kanggo sakabehing alam.Maknanya:Jalan kenabian adalah jalan bersih niat, bersih tujuan, dan bersih hati. Dakwah tidak boleh dicampuri pamrih dunia. Inilah inti tazkiyatun nufūs.📚 Hadis yang BerkaitanRasulullah ﷺ bersabda:“Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu.”(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)➡ Ilmu wahyu adalah warisan penyucian jiwa, bukan sarana memperkaya diri.Rasulullah ﷺ bersabda:“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah, namun ia pelajari untuk mendapatkan dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga.”(HR. Abu Dawud)➡ Ancaman keras bagi dakwah dan ilmu yang kehilangan ruh tazkiyah.⚖ Keutamaan dan Hukuman🌍 Di DuniaKeutamaan:Hati tenangWibawa tanpa rekayasaDicintai orang shalihAmal terasa ringanHukuman bagi yang menyimpang:Hati gelisahIbadah terasa beratMudah iri, dengki, dan riyaDakwah menjadi alat dunia⚰ Di Alam KuburBagi yang ikhlas mengikuti para nabi:Kubur dilapangkanDibukakan pintu surgaAmal datang sebagai temanBagi yang berdakwah karena dunia:Kubur menyempitIlmu menjadi penuntut, bukan penolongPenyesalan yang terus hidup🌅 Di Hari KiamatKeutamaan:Dikumpulkan bersama para nabi dan orang shiddiqWajah bercahayaHisab diringankanHukuman:Ilmu menjadi hujjah atas dirinyaAmalnya beterbangan seperti debuDipanggil sebagai pendusta amal♾ Di AkhiratBalasan orang bertazkiyah:Surga dan kedekatan dengan AllahMendengar salam langsung dari Rabb-nyaBalasan orang yang menodai dakwah:Terhalang dari memandang AllahPenyesalan abadi💎 Hikmah Tazkiyatun NufūsJiwa tidak akan suci tanpa teladan orang suci.Keikhlasan adalah nyawa amal.Al-Qur’an diturunkan bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk membersihkan hati.Ukuran kebenaran bukan ramainya pengikut, tapi kesesuaian dengan jalan para nabi.🔍 Motivasi, Muhasabah dan Caranya🌱 MotivasiJangan sibuk memperbaiki citra, tapi sibuklah membersihkan jiwa.Sebab Allah tidak menilai rupa, suara, atau gelar, tetapi qalbu.🪞 MuhasabahTanyakan setiap hari:Apakah ibadahku membuatku semakin rendah hati?Apakah dakwahku mendekatkanku kepada Allah atau kepada pujian manusia?Apakah Al-Qur’an sudah menegur hatiku atau hanya lisanku?🛠 Cara Praktis TazkiyahNiatkan ulang semua amal sebelum dan sesudah.Biasakan membaca Al-Qur’an untuk menangis dan berubah, bukan sekadar selesai.Perbanyak istighfar tersembunyi.Lakukan amal yang tidak diketahui manusia.Duduklah di majelis orang shalih.🤲 Doaاللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ“Ya Allah, sucikanlah hati kami dari nifaq, amal kami dari riya, lisan kami dari dusta, dan pandangan kami dari khianat.”اللهم اجعلنا من الذين يتبعون هدى الأنبياء، ولا تجعل القرآن حجة علينا بل حجة لنا.🌸 Ucapan Terima KasihTerima kasih kepada Allah Ta‘ala yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai obat hati, cahaya jiwa, dan penunjuk jalan pulang.Terima kasih kepada Rasulullah ﷺ dan seluruh para nabi, yang telah mewariskan bukan sekadar syariat, tetapi jalan penyucian jiwa.Semoga tulisan ini menjadi wasilah tazkiyatun nufūs bagi penulis dan pembacanya.............Mengikuti Track Para Nabi: Detox Hati ala QS. Al-An‘ām: 90
QS. Al-An‘ām: 90: اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ فَبِهُدٰىهُمُ اقْتَدِهْۗ قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًاۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْعٰلَمِيْنَ "Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah,maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: Aku tidak meminta upah kepada kalian atasnya. Al-Qur’an itu hanyalah peringatan bagi seluruh alam."
🌿 Bacaan Qur’an dengan Nuansa Detox Hati (Tazkiyah) Oleh: M. Djoko Ekasanu
🧾 Intisari Gaya Bahasa Kita: Ayat ini kayak reminder utama buatself-improvement:
1. Source Petunjuk Itu dari Allah. Nabi-nabi itu adalah role model yang hatinya udah pure banget.2. Perintah untuk Ikut Vibe Mereka. Bukan cuma ritual luar doang, tapi terutama mindset-nya: kebersihan hati, keikhlasan, kesabaran, dan fokus sama tauhid.3. Dakwah yang No Pamrih. Qur’an itu bukan alat cari cuan atau followers, tapi reminder buat nyelamatinin hati semua orang.
Intinya, ayat ini ngeajak kita buat detox hati dari cari pujian, cari bayaran, atau ambisi duniawi. Ganti itu semua dengan niat ikhlas ngikutin jejak para nabi.
📜 Backstory & Konteks Zaman Dulu: Sebelum ayat ini,Allah sebutin deretan nama-nama nabi besar. Nah, kaum musyrikin Mekah dulu nolak Rasulullah ﷺ, nuduh beliau ngasal, minta mukjizat aneh-aneh, bahkan mau bayaran dulu baru mau percaya.
Makanya Allah tegaskan:
· Jalan yang dibawa Rasulullah ﷺ itu bukan produk baru, tapi sequel dari jalan para nabi sebelumnya.· Dakwah beliau bukan bisnis, bukan politik, bukan pencitraan. Murni cinta dan peringatan.
Masalah utama zaman itu ya hati yang sakit: sombong, cinta dunia, fanatik buta, maunya ikut hawa nafsu. Obatnya cuma satu: ikuti petunjuk para nabi, jangan ikuti tren manusia.
📖 Tafsir Al-Ibrīz (Versi Santai Bahasa Jawa) Dalam Tafsir Al-Ibrīz karya KH.Bisri Musthofa, dijelasin gini:
· Para nabi itu wis oleh pituduh saka Allah (udah dikasih petunjuk sama Allah).· Nabi Muhammad ﷺ diperintah: "Jalukono pituduhe para nabi kuwi."· Terus disuruh ngomong: "Aku ora njaluk bayaran sikit-sikitan."· Soale, Al-Qur'an iku mung piweling (peringatan) kanggo kabeh jagad.
Artinya: Jalan para nabi itu jalan yang clear niatnya, clear tujuannya, dan hatinya bersih. Dakwah jangan dicampur sama motif cari dunia. Itu inti detox hati.
📚 Hadits yang Nyambung: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu."(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) ➡Ilmu wahyu itu warisan buat nyuciin hati, bukan buat nambah wealth.
Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah, namun ia pelajari untuk mendapatkan dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga."(HR. Abu Dawud) ➡Peringatan keras buat yang ngambil ilmu atau dakwah cuma buat kejar dunia, ilfeel sama akhirat.
⚖️ Rewards & Consequences:
🌍 Di Dunia: Yang Ikhlas:
· Hati tenang, inner peace terjaga.· Wibawa natural, tanpa forcing.· Dikelilingi orang-orang baik.· Ibadah terasa light.
Yang Nyimpang:
· Hati galau, gampang overthinking.· Ibadah berat kayak digebetin.· Gampang iri, dengki, dan suka pamer.· Dakwah jadi alat cari muka atau cuan.
⚰️ Di Alam Kubur: Yang Ikhlas:
· Kuburnya lapang.· Diliatin pintu surga.· Amalnya dateng jadi temen baik.
Yang Dakwah buat Dunia:
· Kubur sempit, sesak.· Ilmunya malah jadi saksi yang nuntut.· Penyesalan yang gak pernah berhenti.
🌅 Di Hari Kiamat: Yang Ikhlas:
· Dikumpulin bareng para nabi dan orang shiddiq.· Mukanya glowing.· Perhitungannya dimudahin.
Yang Nyimpang:
· Ilmunya jadi boomerang, buat ngebuktiin kesalahannya sendiri.· Amal baiknya buyar kayak debu.· Dipanggil sebagai "pendusta agama".
♾️ Di Akhirat: Balasan Hati yang Bersih:
· Surga dan deket sama Allah.· Denger salam langsung dari-Nya.
Balasan Hati yang Kotor:
· Terhalang buat liat Allah.· Penyesalan yang eternal.
💎 Hikmah Detox Hati:
· Hati gak akan bersih tanpa contoh dari orang yang hatinya bersih.· Keikhlasan itu the soul of every amal.· Qur’an turun bukan buat bahan debat, tapi buat bahan bersihin hati.· Ukuran benar-salah itu bukan seberapa viral, tapi seberapa cocok sama jalan para nabi.
🔍 Motivasi, Self-Reflection, & Tips Detox:
🌱 Motivasi: Jangan sibukimprove citra di sosmed, sibuklah improve kondisi hati di hadapan Allah. Soalnya, Allah nilai inner beauty hati kita, bukan appearance atau gelar kita.
🪞 Self-Reflection (Muhasabah): Tanya diri tiap hari:
1. "Ibadahku bikin aku makin rendah hati atau makin sok suci?"2. "Dakwahku bikin aku makin deket sama Allah atau makin pengen di-like dan dipuji?"3. "Qur’an yang kubaca udah nyampe ke hati buat ngubah aku, atau cuma numpang lewat di lisan doang?"
🛠️ Tips Detox Hati (Cara Praktis Tazkiyah):
1. Reset niat sebelum dan sesudah ngapa-ngapain.2. Baca Qur’an buat bahan instrospeksi dan nangis (karena takut/insyaf), bukan cuma buat target khatam.3. Banyakin istighfar di saat sepi.4. Lakuin amal baik yang gak ada yang liat, just between you and Allah.5. Nongkrong dan ambil vibe baik dari circle orang-orang shalih.
🤲 Doa (Tetap dalam Bahasa Asli, tapi Artinya Kita Pahami): اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ "Ya Allah,sucikanlah hati kami dari nifaq, amal kami dari riya, lisan kami dari dusta, dan pandangan kami dari khianat."
اللهم اجعلنا من الذين يتبعون هدى الأنبياء، ولا تجعل القرآن حجة علينا بل حجة لنا. "Ya Allah,jadikan kami bagian dari orang-orang yang ngikutin petunjuk para nabi. Jangan jadikan Qur’an ini jadi bukti yang memberatkan kami, tapi jadi bukti yang membela kami."
🌸 Credit & Ucapan Terima Kasih: Big thanks to Allah Ta‘ala yang udah kasih kita Qur’an sebagai obat hati,penerang jiwa, dan GPS pulang ke akhirat. Salut dan respect buat Rasulullah ﷺ dan semua para nabi,yang mewarisin bukan cuma aturan, tapi lifestyle penyucian jiwa.
Semoga tulisan ringan ini bisa jadi teman dalam perjalanan kita detox hati bareng-bareng. Keep the faith authentic, guys! ✨