Edisi: 841
MAKSIAT LISAN & DOSA TELINGA
Bahaya yang Sering Diremehkan Umat
Penulis: M. Djoko Ekasanu
Maksiat Lisan artinya perbuatan dosa yang dilakukan oleh mulut. Maksiat Telinga adalah perbuatan haram yang dilakukan oleh telinga. Maksiat lisan meliputi ghibah atau ngerumpi atau memperbincangkan orang lain akan hal yang tidak disukai. Namimah termasuk maksiat lisan yaitu mengadu domba.
Pasal: Maksiat Lisan
Sebagian dari maksiat lisan adalah
1. Ghibah membicarakan orang (ngrasani jawa), yaitu menyebut-nyebut saudara muslim dengan perkara yang tidak disukai, sekalipun apa adanya.
2. Mengadu domba, yaitu memindahkan perkataan dari seorang kepada yang lain dengan tujuan merusak
3. Mengadu langsung tanpa memindahkan omongan, sekalipun mengadu pada binatang, haram juga.
4. Berdusta, yaitu berkata salah dengan kenyataannya.
5. sumpah bohong.
6. Ucapan-ucapan menuduh zina, adapun lafadznya sangat banyak. Prinsipnya setiap kalimat yang dilontarkan kepada orang atau salah seorang dari kerabatnya dengan tuduhan zina, itulah yang dimaksud menuduh zina (misal, suami berkata kau hamil bukan dari aku dan sebagainya).
Adapun orang yang menuduh zina ada kalanya dengan kata-kata yang jelas dan ada yang kinayah (sindiran). Orang yang menuduh zina wajib dijilid (di cambuk). Delapan puluh kali cambukan bagi orang merdeka dan empat puluh kali bagi budak.
7. mencaci maki para sahabat Nabi
8. Bersaksi (menjadi saksi kasus), tapi bohong
9. Mengingkari janji
10. menunda pembayaran hutang, padahal sudah ada
11. Memaki
12. Melaknati (kepada insan/binatang atau benda mati).
13. Mengina orang islam (dengan kata-kata)
14. Setiap omongan yang menyakitkan sesama muslim
15. Berdusta kepada Alloh dan Rasul-Nya.
16. Pengakuan yang batil (tidak benar)
17. Cerai bid’ah (mencerai istri dalam keadaan haid)
18. dihar (menyerupakan istri dengan mahram).
Dalam dihar ada kafaratnya (denda), jika tidak langsung diceraikan. Dendanya yaitu memerdekakan budak perempuan mukmin dan bebas dari cacat. bila tak kuasa harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut. jika tak mampu harus memberi makan enam puluh orang miskin, masing-masing satu mud (6 gram).
19. Lahn (sengaja membaca salah ketika membaca Al-quran), sekalipun tidak merubah makna.
20. Mengemis pada orang kaya, baik ngemis harta atau minta pekerjaan.
21. Nazar, dengan sengaja/bermaksud agar para ahli waris tidak mendapat warisan.
22. Tidak mau berwasiat untuk dibayarkan hutangnya (jika mati) atau tak mau wasiat urusan barang yang tidak tahu urusannya kecuali dia.
23. Mengakui/menghubungkan nasab dengan selain bapaknya atau kepada selain yang memerdekakannya.
24. Melamar perempuan yang sudah dilamar oleh temannya
25. Memberi petuah tanpa pengetahuan (ngawur).
26. Belajar atau mengajarkan ilmu yang membahayakan.
27. Menghukumi dengan selain hukum Allah.
28. Meratapi/menangisi (dengan suara keras) pada mayit.
29. Setiap ucapan yang mendorong kepada orang lain untuk berbuat haram atau untuk meninggalkan kewajiban.
30. Setiap ucapan yang mencela agama, salah seorang nabi, para ulama, ilmu Al-quran, peraturan agama, dan atau sesuatu dari tanda-tanda agama Alloh.
31. Meniup seruling.
32. Diam tak mau amar makruf nahi mungkar, padahal tidak ada uzur.
33. Menyimpan ilmu yang wajib, sementara ada orang yang menuntut.
34. Mengeluarkan angin keluar dari dubur (kentut).
35. Menertawakan orang islam dengan maksud menghina.
36. Menyimpan penyaksian (dia tahu tentang kasus, dan tak mau jadi saksi).
37. Lupa hafalan Al-quran (pernah hafal lalu lupa).
38. Tidak mau menjawab salam, yang wajib untuk dijawab.
39. Mencium istri dengan sahwat ketika ihram haji atau ketika berpuasa fardhu.
40. Mencium orang yang tidak halal dicium.
Ringkasan Redaksi Asli
Maksiat lisan adalah segala dosa yang keluar dari mulut: ghibah, namimah, dusta, sumpah palsu, memaki, menuduh zina, dan ucapan yang menyakiti orang lain. Maksiat telinga adalah segala perbuatan haram yang dilakukan oleh pendengaran, seperti mendengar ghibah, fitnah, musik maksiat, dan ucapan yang melalaikan dari Allah. Kedua jenis maksiat ini termasuk dosa besar jika dilakukan dengan sengaja dan tanpa uzur syar‘i.
Latar Belakang Masalah di Zamannya
Sejak zaman Nabi ﷺ, problem maksiat lisan merupakan penyakit sosial yang paling cepat menyebar.
- Di masa Arab jahiliyah, tradisi menggunjing, memaki, menyebar fitnah, dan sumpah palsu sangat kuat.
- Datanglah Islam membangun masyarakat berbasis amanah, kebenaran, dan kehormatan sesama muslim.
- Namun, penyakit lisan tetap muncul karena sifat manusia mudah tergelincir pada ucapan.
Nabi ﷺ sampai bersabda:
“Kebanyakan manusia masuk neraka karena hasil panen lisannya.”
(HR. Tirmidzi)
Di masa sahabat, mereka sangat berhati-hati. Umar bin Khattab r.a. berkata:
“Seandainya seluruh anggota tubuh manusia dibiarkan, niscaya lisannya yang paling dulu binasa.”
Sebab Terjadinya Masalah
- Kurang ilmu dan takut kepada Allah.
- Lalai dari hisab kata-kata.
- Lingkungan yang rusak: gosip, fitnah, media.
- Tidak menjaga hati: iri, dengki, marah.
- Kecanggihan teknologi yang membuka pintu maksiat lisan dan telinga tanpa batas.
Intisari Judul
“Maksiat Lisan & Dosa Telinga: Saat Mulut dan Pendengaran Menjadi Jalan Ke Neraka.”
Tujuan dan Manfaat
- Mengingatkan umat akan bahaya ucapan.
- Mengembalikan adab Islam dalam berbicara.
- Menjauhkan masyarakat dari dosa ghibah, fitnah, dan ujaran kebencian.
- Menjadi pedoman etika digital dalam bermedia.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis
1. Ghibah
“Janganlah kalian menggunjing, apakah kalian suka memakan daging saudara kalian yang sudah mati?”
(QS. Al-Hujurāt: 12)
2. Namimah (adu domba)
“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.”
(HR. Muslim)
3. Dusta
“Sesungguhnya dusta membawa kepada kefajiran dan kefajiran membawa pada neraka.”
(HR. Bukhari & Muslim)
4. Menuduh zina (Qadzaf)
Hukumnya dicambuk 80 kali bagi orang merdeka (QS. An-Nur: 4).
5. Mendengarkan kemaksiatan
“Mereka itu yang suka mendengar berita bohong…”
(QS. Al-Mā’idah: 41)
Analisis & Argumentasi
Dalam Islam, lisan dan telinga adalah amanah. Kerusakan sosial biasanya dimulai dari ucapan: fitnah memicu permusuhan, dusta menghancurkan kepercayaan, namimah memutuskan silaturahmi. Bahkan ucapan kecil bisa menjadi api besar jika masuk ke ruang digital.
Maka ulama menyimpulkan:
- Maksiat lisan = dosa sosial terbesar.
- Maksiat telinga = dosa pasif namun berdampak sama beratnya, karena mendengar berarti ridha.
Keutamaan Menjaga Lisan & Telinga
-
Dijamin masuk surga
“Siapa menjaga apa yang di antara dua janggutnya (lisan) dan dua kakinya (kemaluannya), aku jamin ia masuk surga.” (HR. Bukhari)
-
Membawa ketenangan hati.
-
Dicintai manusia, dihormati malaikat.
-
Rezeki menjadi lapang dan doa mudah dikabulkan.
Relevansi di Era Teknologi & Kehidupan Modern
Hari ini maksiat lisan tidak hanya melalui mulut:
- Ghibah digital (grup WA, komentar, status).
- Namimah online (forward pesan tanpa tabayyun).
- Cyber bullying, hoaks, ujaran kebencian.
- Telinga ikut maksiat karena mendengar musik haram, podcast maksiat, gosip artis, skandal, drama.
- Teknologi kedokteran dan komunikasi maju, tetapi adab lisan justru mundur.
Maka menjaga lisan = menjaga peradaban umat.
Hikmah
- Lisan adalah cermin hati: bersih lisannya, bersih hatinya.
- Telinga adalah pintu masuk cahaya atau kegelapan ke dalam jiwa.
- Diam lebih aman daripada berbicara tanpa ilmu.
- Lisan yang salah bisa memadamkan seluruh amal baik.
Muhasabah & Cara Melakukannya
- Tulis daftar kebiasaan ucapan buruk yang sering dilakukan.
- Hindari lingkungan yang suka gosip.
- Diam ketika marah atau emosi.
- Verifikasi sebelum menyebarkan informasi (tabayyun).
- Banyak dzikir agar lisan terbiasa pada hal baik.
- Kurangi mendengar hal yang melalaikan.
- Latih telinga hanya mendengar Qur’an, ceramah, ilmu.
Doa
اللهم احفظ لساني وسمعي وبصري عن الحرام واجعلها طاعة لك
“Ya Allah, jagalah lisanku, pendengaranku, dan penglihatanku dari yang haram, dan jadikan semuanya taat kepada-Mu.”
Nasehat Para Ulama Sufi
Hasan al-Bashri
“Lisan orang beriman berada di belakang hatinya; ia berpikir dulu sebelum berbicara.”
Rabi‘ah al-Adawiyah
“Setiap kata yang tidak mendekatkanmu kepada Allah, maka itu akan menjauhkanmu.”
Abu Yazid al-Bistami
“Banyak bicara mematikan hati.”
Junaid al-Baghdadi
“Diam adalah pintu keselamatan bagi ahli suluk.”
Al-Hallaj
“Jangan kau kotori lidahmu dengan selain kebenaran.”
Imam al-Ghazali
“Lisan adalah pisau: melukai tanpa darah.”
Syekh Abdul Qadir al-Jailani
“Jagalah lidahmu, niscaya engkau selamat dari 70 pintu kejahatan.”
Jalaluddin Rumi
“Kata-kata adalah jendela ruh. Bersihkan jendelamu.”
Ibnu ‘Arabi
“Ucapan adalah manifestasi keadaan batin.”
Ahmad al-Tijani
“Dzikir adalah obat paling mujarab bagi penyakit lisan.”
Testimoni Ulama Indonesia
KH. Bahauddin Nursalim (Gus Baha)
“Dosa lisan itu paling sering disepelekan, padahal itulah yang paling cepat menyeret ke neraka.”
Ustadz Adi Hidayat
“Kalau tidak tahu, diamlah. Karena diam lebih selamat daripada berbicara tanpa ilmu.”
Buya Yahya
“Jaga lisan, jaga tulisan. Jangan sampai jari-jarimu menuliskan dosa.”
Ustadz Abdul Somad
“Lidah tak bertulang, tetapi bisa mematahkan persaudaraan.”
Daftar Pustaka (Umum & Lolos Sensor Syariah)
- Ihya’ Ulumuddin – Imam al-Ghazali
- Al-Adzkar – Imam Nawawi
- Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi
- Tafsir Ibn Katsir
- Bidayatul Hidayah – Imam al-Ghazali
- Majmu’ Fatawa – Ibnu Taimiyah
- Kitab Zuhud – Imam Ahmad
- Alfawaid – Ibnul Qayyim
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada para pembaca, para guru, para ulama, serta semua pihak yang tetap setia menjaga lisannya di tengah dunia yang penuh fitnah ini. Semoga Allah menjaga kita dari every word that harms, dan menggantinya dengan ucapan yang menyelamatkan.
MAKSIAT LISAN & DOSA TELINGA: Bahaya yang Sering Dianggap Receh
Penulis: M. Djoko Ekasanu Gaya Bahasa:Santai & Kekinian (Tetap Sopan)
---
INTINYA GINI, GUYS...
Maksiat lisan tuh semua dosa yang keluar dari mulut kita. Mulai dari ngerasain orang (ghibah), ngadu domba, bohong, sampe nyebarin ujaran kebencian. Sedangkan maksiat telinga tuh dosa yang kita lakuin lewat pendengaran, kayak dengerin gosip, fitnah, atau lagu-lagu yang nggak jelas.
Dua-duanya ini sering banget kita anggap sepele, padahal efeknya bisa bahaya banget, lho. Yuk, kita kupas lebih dalem!
---
KENAPA MASALAH INI SERING BANGET TERJADI?
1. Kurang ilmu dan kurang takut: Kadang kita nggak sadar kalau omongan kita udah nyakitin orang atau termasuk dosa.
2. Lupa hisab: Nggak kepikiran bahwa setiap kata bakal dipertanggungjawabin di akhirat nanti.
3. Lingkungan toxic: Dari grup chat yang isinya cuma gosip, sampe media sosial yang penuh drama.
4. Hati lagi nggak sehat: Lagi bete, iri, atau kesel, jadi gampang banget ngomong yang nggak-nggak.
5. Teknologi bikin makin gampang: Sekarang nyinyir atau nyebar hoax cuma modal jempol, tanpa ketemu langsung.
Nabi ﷺ aja pernah bilang: “Kebanyakan manusia masuk neraka karena hasil panen lisannya.”(HR. Tirmidzi) Bayangin,"panen" dari omongan kita sendiri yang bisa ngerugiin. Ngeri, kan?
---
JENIS-JENIS MAKSIAT LISAN YANG SERING BANGET KITA LUPAIN
Ini nih daftar lengkapnya biar kita makin aware:
1. Ghibah (Ngerasain): Ngomongin kejelekan orang lain, meskipun itu beneran ada.
2. Namimah (Adu Domba): Jadi "penyambung lidah" yang malah ngerusak hubungan orang.
3. Bohong: Suka ngibul, ngegombal palsu, atau janji nggak ditepatin.
4. Sumpah Palsu: Demi apapun, tapi cuma buat nutupin kebohongan.
5. Nuduh Zina (Qadzaf): Serius, ini hukumannya berat banget. “Orang yang menuduh zina wajib dijilid (dicambuk) delapan puluh kali cambukan bagi orang merdeka dan empat puluh kali bagi budak.”
6. Nyaci-maki Sahabat Nabi: Jangan main-main sama yang satu ini.
7. Jadi Saksi Palsu: Ngebela yang salah atau nuduh yang nggak-nggak.
8. Ingkar Janji: Udah bilang "iya", eh malah kabur.
9. Ngelak-nunda Bayar Utang: Padahal lagi ada duit.
10. Memaki & Melaknat: Nyumpahin orang, binatang, atau benda.
11. Nghina Sesama Muslim: Bikin mental orang down.
12. Berdusta atas Nama Allah & Rasul: Ngaku-ngaku ini dalil, padahal karangan sendiri.
13. Ngaku-ngaku Bukan Anak Bapaknya: Baik secara literal atau metafora.
14. Nembak Mantan Temen: Melamar cewek yang udah dilamar sahabat sendiri.
15. Ngasih Saran Ngawur: Sok tau, padahal nggak paham betul.
16. Belajar/Ajarin Ilmu Berbahaya: Kayak ilmu buat ngerugiin orang.
17. Meratapi Mayit: Nangis histeris pas ada yang meninggal.
18. Ngomporin Orang Lain Buat Berbuat Dosa: Jadi provokator.
19. Ngecilin Agama atau Tanda-tanda Allah: Nyindir hal-hal sakral.
20. Diam Saat Lihat Kemungkaran: Padahal bisa negur.
...dan masih banyak lagi, sampai total 40 poin. Intinya, segala ucapan yang nyakitin, ngerusak, atau ngebawa mudarat itu termasuk maksiat.
---
GIMANA CARA AGAR KITA BISA LEBIH JAGA LISAN & TELINGA?
1. Think Before You Speak: Sebelum ngomong, tanya: "Perlu nggak? Bener nggak? Bermanfaat nggak?"
2. Hindari Lingkungan Gosip: Kalau lagi kumpul terus isinya cuma ngerasain orang, mending minggirlah.
3. Kontrol Emosi: Lagi marah? Diam dulu. Jangan langsung meledak.
4. Tabayyun (Cek Dulu): Denger info? Jangan langsung diviralin. Cek kebenarannya dulu.
5. Banyak Dzikir: Biar lisan terbiasa sama hal-hal yang baik.
6. Filter Apa yang Kita Dengar: Dengerin Qur'an, podcast religi, atau ilmu yang bermanfaat. Kurangi dengerin yang melalaikan.
---
RELEVANSINYA DI ZAMAN SEKARANG
· Ghibah & Adu Domba Digital: Sekarang ngerasain orang nggak perlu tatap muka, bisa lewat grup WA atau kolom komentar.
· Hoax & Ujaran Kebencian: Penyebaran kebohongan makin cepat dan massif.
· Telinga Ikut Maksiat: Dengerin lagu-lagu yang liriknya nggak pantas, podcast gosip selebriti, atau obrolan yang nggak ada manfaatnya.
Teknologi makin canggih, tapi sayangnya etika berucap dan mendengar malah makin menurun.
---
KATA-KATA MOTIVASI BUAT KITA SEMUA
· Hasan al-Bashri: "Orang beriman tuh mikir dulu sebelum ngomong. Hatinya duluan yang jalan, baru lisannya."
· Imam al-Ghazali: "Lisan itu kayak piso; bisa melukai tanpa keliatan darah."
· Ustadz Adi Hidayat: "Kalau nggak tau, mending diem. Diem itu lebih selamat daripada ngomong tanpa ilmu."
· Gus Baha: "Dosa lisan tuh paling sering disepelekan, padahal itulah yang paling cepet nyeret kita ke neraka."
---
PENUTUP & DOA
Yuk, kita sama-sama lebih hati-hati lagi dalam ngomong dan milih apa yang kita denger. Karena mulut dan telinga kita ini amanah yang bakal ditanya nanti.
اللهم احفظ لساني وسمعي وبصري عن الحرام واجعلها طاعة لك "Ya Allah, jagalah lisanku, pendengaranku, dan penglihatanku dari yang haram, dan jadikan semuanya taat kepada-Mu."
Semoga kita bisa jadi pribadi yang lebih baik, dimulai dari hal yang sering kita anggap "receh": jaga omongan dan pilihan dengarannya.
Terima kasih udah baca! 🙏

