Tuesday, May 26, 2026

451qot. kosong

446daq. Adanya Pemanggil

 Bab 9 Adanya pemanggil.


Diceritakan dalam hadits: Ketika ruh berpisah dari badan, maka dipanggil dari langit dengan tiga kali teriakan: “Hai anak Adam, apakah engkau meninggalkan dunia atau dunia yang meninggalkan kamu? Apakah engkau yang mengumpulkan dunia ataukah dunia yang mengumpulkan Engkau? Apakah engkau yang membunuh dunia ataukah dunia yang membunuh engkau?”

Tatkala mayit itu diletakkan di atas tempat memandikan, maka mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan: “Hai anak Adam, dimana badanmu yang kuat itu, dan apa yang menjadikan engkau menjadi lemah? Dimana lisanmu yang fasih itu dan apa yang menjadikan kamu diam, dimanakah kekasih-kekasihmu itu, dan apa yang menjadikan ia tidak suka kepadamu.”

Dan ketika mayit itu diletakkan dalam kain kafan, mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan: “Hai anak Adam, engkau akan pergi dalam bepergian yang jauh dengan tanpa membawa perbekalan. Engkau akan keluar dari rumahmu, maka engkau tidak akan kembali lagi. Dan engkau yang (biasa) naik kuda maka engkau tidak akan bisa naik sejenis kuda itu selamanya, engkau akan berangkat ke rumahnya sesuatu yang lebih menakutkan.”

Ketika mayit itu dipikul di atas keranda, maka mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan: “Hai anak Adam, bahagialah untukmu, Jika engkau termasuk orang yang bertaubat. Bahagialah untukmu, Jika amalmu termasuk amal yang baik. Bahagialah untukmu, jika temanmu itu adalah keridlaan Allah Ta’ala. Dan celakalah untukmu, jika temanmu itu adalah kemurkaan Allah Ta’ala.”

Ketika mayit itu diletakkan untuk dishalati maka mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan: “Hai anak Adam, setiap perbuatan yang engkau lakukan engkau akan melihatnya, jika perbuatan amalmu itu baik, maka engkau akan melihat suatu kebaikan. Dan jika amal perbuatanmu itu buruk, maka engkau akan melihat suatu keburukan.”


Ketika keranda itu diletakkan di tepi kubur, mayit itu dipanggil tiga kali teriakan: “Hai anak Adam, engkau tidak akan membawa perbekalan dari tempat yang ramai menuju ke tempat yang rusak. Dan engkau tidak membawa dari kekayaanmu kepada kefakiran ini. Dan engkau tidak membawa cahaya ke tempat kegelapan ini.”

Ketika mayit itu diletakkan di liang landak (kubur), maka mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan: “Hai anak Adam, engkau berada di atas punggungku dengan tertawa, dan (sekarang) engkau berada di perutku dengan menangis. Engkau berada di punggungku dengan bergembira, (sekarang) engkau berada di perutku dengan kesusahan. Dan engkau (ketika) berada di atas punggungku bisa berbicara, (sekarang) engkau berada di perutku dengan berdiam.”

Ketika orang-orang berpaling meninggalkan si mayit, maka Allah Ta’ala berfirman: “Hai hambaku, (sekarang) engkau tinggal menyendiri dan sendirian, sedangkan orang-orang sama meninggalkanmu dalam gelapnya kubur. Engkau telah durhaka kepada-Ku karena manusia, dan karena isteri, serta karena anak. Dan Aku lebih mengasihi kepadamu hari ini dengan suatu rahmat, dimana dari rahmat itu bisa mengherankan beberapa makhluk. Dan Aku lebih menaruh kasihan kepadamu dari pada belas kasih ibu kepada anaknya.”

......

578usf. TENTANG MANUSIA DI AKHIR ZAMAN..

  HADITS KE-40 : TENTANG MANUSIA DI AKHIR ZAMAN..

Syeh    Muslim    al-Abadani berkata:

Telah mendatangi kami, yaitu Sholih al-Muri, Abdul Wahid bin Zaid, ‘Atabah al-Ghulam, dan Salmah al-Aswad. Mereka mengajakku dan kemudian beristirahat di tepi laut. Suatu malam, aku telah menyiapkan makanan untuk mereka. Aku mengundang mereka untuk makan bersama. Ketika mereka telah datang, aku meletakkan makanan di depan mereka.

Tiba- tiba ada suara yang berasal dari tepi laut dengan suara keras, “Celakalah kalian! Kalian telah disibukkan oleh makanan- makanan dan keenakan nafsu. Kedua hal itu tidaklah bermanfaat.” Kemudian ‘Atabah berteriak keras hingga akhirnya ia pingsan. Mereka pun menangis dan menyingkirkan makanan. Mereka tidak mencicipi satu suapan pun.

.........


356. TEBAR SALAM, BERBAGI MAKAN, SILATURAHIM, & QIYAMULLAIL

 



TEBAR SALAM, BERBAGI MAKAN, SILATURAHIM, & QIYAMULLAIL

Kunci Masuk Surga Tanpa Kesulitan

Penulis: M. Djoko Ekasanu


Ringkasan Redaksi Asli Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sebarkan salam, berilah makan, sambunglah silaturahim, dan sholatlah di malam hari ketika manusia tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat."
(HR. Tirmidzi no. 2485)

Hadis ini memuat empat amalan inti yang menghubungkan dimensi sosial–spiritual seorang Muslim sehingga mendapat keselamatan menuju surga tanpa kesulitan.


Latar Belakang Masalah di Zaman Nabi

Pada masa Rasulullah ﷺ, masyarakat Madinah terdiri dari Muhajirin, Anshar, Yahudi, dan kabilah-kabilah yang baru masuk Islam. Tantangan utamanya:

  1. Perbedaan sosial ekonomi—ada yang sangat miskin dan sangat kaya.
  2. Konflik suku—Aws dan Khazraj baru berhenti berperang.
  3. Penyembuhan luka masa jahiliyah—dendam, permusuhan, dan sifat keras.
  4. Tantangan menjaga persatuan umat baru.

Maka Rasulullah ﷺ menekankan empat pilar yang memperkuat persaudaraan, ketenangan jiwa, dan kedekatan kepada Allah.


Sebab Terjadinya Masalah

Amalan dasar Islam sering dilakukan sebatas ritual, tetapi:

  • orang saling curiga,
  • komunikasi masyarakat renggang,
  • ekonomi tidak merata,
  • keluarga tercerai-berai,
  • ruh ibadah malam melemah.

Maka Nabi memberikan resep yang mengembalikan umat kepada inti agama: salam – makan – silaturahim – malam.


Intisari Judul

“Empat Amal Pembuka Surga”:
Menghidupkan salam, memberi makan, menyambung silaturahim, dan menghidupkan malam dengan shalat adalah jalan paling mudah untuk mencapai ketenangan dunia dan keselamatan akhirat.


Tujuan dan Manfaat

Tujuan

  • Menghidupkan kembali karakter masyarakat rahmatan lil‘alamin.
  • Menguatkan ukhuwah di tengah perkembangan zaman.
  • Menjadi jalan menuju surga dengan selamat.

Manfaat

  • Hati lapang & damai
  • Rezeki lancar
  • Keluarga rukun
  • Masyarakat kuat
  • Dosa dihapus
  • Derajat diangkat

DALIL

Dari Al-Qur’an

  1. Menebar salam:
    “Jika kamu diberi salam, balaslah dengan yang lebih baik.” (QS An-Nisa: 86)

  2. Memberi makan:
    “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, yatim, dan tawanan.” (QS Al-Insan: 8)

  3. Silaturahim:
    “Bertakwalah kepada Allah… dan peliharalah hubungan silaturahim.” (QS An-Nisa: 1)

  4. Shalat malam:
    “Dan pada sebagian malam bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu.” (QS Al-Isra: 79)

Dari Hadis Lain

  • “Tidak akan masuk surga sampai kalian saling mencintai… sebarkan salam di antara kalian.” (HR Muslim)
  • “Silaturahim menambah umur dan melapangkan rezeki.” (HR Bukhari Muslim)
  • “Sebaik-baik shalat setelah yang wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Analisis dan Argumentasi

1. Tebar Salam

Salam adalah doa sekaligus jembatan persatuan. Salam meruntuhkan tembok prasangka, bahkan menyehatkan jiwa karena memunculkan energi positif.

2. Berbagi Makan

Memberi makan adalah ibadah yang langsung dirasakan penerimanya. Ini menghilangkan kesenjangan sosial dan menumbuhkan kasih sayang.

3. Silaturahim

Silaturahim adalah penguat ekosistem sosial umat. Tanpa silaturahim, umat terpecah, ekonomi menggembos, dan dakwah melemah.

4. Qiyamullail

Shalat malam adalah sumber energi ruhani para nabi, wali, dan orang shaleh. Ia menguatkan mental, menenangkan batin, dan menyingkap jalan rezeki.


Keutamaan-keutamaan

Menebar Salam

  • Dicintai Allah dan manusia
  • Menghilangkan permusuhan
  • Mengundang malaikat

Memberi Makan

  • Menghapus dosa
  • Pintu rezeki terbuka
  • Salah satu sedekah terbaik

Silaturahim

  • Umur panjang
  • Rizki berkah
  • Dosa diampuni

Shalat Malam

  • Daftar orang yang Allah puji
  • Doanya mustajab
  • Cahaya di wajah & hati

Relevansi di Era Modern

(Teknologi, Transportasi, Komunikasi, Kedokteran, Sosial)

1. Salam Digital

Di era WhatsApp, Facebook, dan TikTok, salam mudah ditebar. Ucapan Assalamu‘alaikum mengubah ruang digital menjadi ladang pahala.

2. Berbagi Makan Lewat Ekonomi Kreatif

  • Sedekah nasi kotak
  • Dapur sosial
  • Deposito sedekah
  • Program Jumat Berkah
  • Pembagian makanan via ojek online

3. Silaturahim Semakin Mudah

Transportasi modern — motor, mobil, kereta cepat, pesawat — membuat ziarah keluarga, kunjungan orang tua, dan mendamaikan hati menjadi lebih dekat.

4. Shalat Malam dan Sains Kedokteran

Penelitian modern membuktikan:

  • Bangun malam memperbaiki hormon kebahagiaan,
  • Menenangkan stres,
  • Memperkuat imun tubuh,
  • Meningkatkan potensi otak.

HIKMAH

  1. Allah memberi jalan ke surga yang sangat mudah dan murah.
  2. Islam bukan hanya ritual, tetapi membangun hubungan.
  3. Amal yang terlihat kecil dampaknya sangat luas bagi masyarakat.
  4. Keberkahan rezeki bermula dari hubungan yang baik.

MUHASABAH

  • Sudahkah kita menyapa orang dengan salam?
  • Sudahkah kita memberi makan minimal satu orang seminggu?
  • Sudahkah kita berkunjung kepada orang yang memutuskan kita?
  • Sudahkah kita bangun malam walau hanya dua rakaat?

CARA MENGAMALKAN

Harian

  • Ucapkan salam kepada siapa saja.
  • Berikan camilan/minuman kepada satu orang.
  • Hubungi keluarga minimal via WA.
  • Shalat malam meski hanya 2 rakaat.

Mingguan

  • Sedekah nasi kotak (Jumat Berkah).
  • Silaturahim ke orang tua/mertua.
  • Bangun 15 menit sebelum subuh.

Bulanan

  • Ziarah, menjenguk sakit, dan menyantuni fakir miskin.
  • Qiyamullail minimal satu malam serius.

Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ السَّلَامِ، وَمِنْ أَهْلِ السَّخَاءِ، وَمِنْ أَهْلِ الصِّلَةِ، وَمِنْ أَهْلِ الْقِيَامِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ.

“Ya Allah, jadikan kami ahli salam, ahli sedekah, ahli silaturahim, dan ahli qiyamullail. Masukkan kami ke dalam surga-Mu dengan selamat.”


Nasehat Para Ulama Sufi

Hasan al-Bashri

"Siapa memperbaiki hubungan sesamanya, Allah akan memperbaiki hubungan hatinya dengan-Nya."

Rabi‘ah al-Adawiyah

"Cintamu kepada Allah tampak dari cintamu kepada sesama."

Abu Yazid al-Bistami

"Bangunlah di malam sunyi, di situlah rahasia kedekatan."

Junaid al-Baghdadi

"Tasawuf adalah akhlak: salam, memberi, dan menghubungkan hati."

Al-Hallaj

"Jalan menuju Allah adalah memberi, bukan meminta."

Imam al-Ghazali

"Shalat malam adalah kunci pembuka pintu ma’rifat."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Jadilah rahmat bagi orang lain sebelum engkau meminta rahmat Tuhanmu."

Jalaluddin Rumi

"Ketuklah pintu hati manusia dengan salam dan kasih."

Ibnu ‘Arabi

"Kedudukan seorang hamba setinggi kadar manfaat yang ia berikan."

Ahmad al-Tijani

"Tidak ada sedekah lebih besar dari memberi makan.”


Testimoni Tokoh Indonesia

Gus Baha

"Agama itu gampang: sering-sering menyapa, memberi makan, dan menjaga malam."

Ustadz Adi Hidayat

"Hadis ini pondasi sosial Islam. Amalkan empat ini, hidupmu akan dijaga Allah."

Buya Yahya

"Silaturahim adalah obat segala masalah rumah tangga dan rezeki."

Ustadz Abdul Somad

"Qiyamullail itu rahasia para wali. Tidak berat kalau engkau mencintai Allah."


Daftar Pustaka Singkat

  • Sunan at-Tirmidzi
  • Shahih Muslim & Bukhari
  • Ihya’ Ulumiddin – al-Ghazali
  • Al-Futuhat al-Makkiyyah – Ibnu ‘Arabi
  • Al-Fath ar-Rabbani – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
  • Riyadhus Shalihin – an-Nawawi
  • Siyar A‘lam an-Nubala – adz-Dzahabi

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada para guru bangsa, para ulama, dan seluruh kaum Muslimin yang tetap menjaga nilai salam, silaturahim, sedekah, dan qiyamullail. Semoga Allah merahmati semua.


Tentu, ini versi bahasa gaul kekinian yang sopan dan santai dari teks tersebut, dengan tetap mempertahankan kehormatan dalil-dalilnya.


Judul Versi Kekinian: 4 Amalan Anti-Ribet buat Masuk Surga


Ringkasan Hadis (Tetap Formal): Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebarkan salam,berilah makan, sambunglah silaturahim, dan sholatlah di malam hari ketika manusia tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR.Tirmidzi no. 2485)


Intinya, ini adalah paket kombo yang bikin hidup tenang dan akhirat selamat.


Latar Belakang Zaman Dulu (Konteksnya): Bayangin zaman Nabi dulu di Madinah,situasinya kompleks banget. Ada yang baru pindah agama, ada yang miskin, ada yang kaya, dan masih ada sisa-sisa permusuhan jaman jahiliyah. Nah, biar komunitasnya solid, Nabi kasih 4 life hack ini yang nge-link banget antara hubungan sama orang (social) dan hubungan sama Allah (spiritual).


Kenapa Masalah Itu Bisa Terjadi? Kadang kita suka fokus sama ritual-ritual besar,tapi lupa sama hal-hal dasar yang bikin hidup berkah. Akhirnya:


· Hubungan sama tetangga atau teman jadi awkward dan nggak akrab.

· Ekonomi nggak merata, yang punya banyak ya banyak aja, yang kurang ya kurang terus.

· Keluarga jadi jarang komunikasi, silaturahim putus.

· Ibadah malam? Uh, susah banget bangunnya.


Makanya, Nabi kasih resep simpel ini: Salam, Beri Makan, Silaturahim, Sholat Malam.


Tujuan & Benefit Buat Kita Sekarang:


Tujuannya:


· Bikin kita jadi pribadi yang chill dan bermanfaat buat orang lain.

· Ngejaga tali pertemanan dan kekeluargaan di era yang serba sibuk ini.

· Auto-pilot menuju surga dengan lancar, tanpa drama.


Manfaatnya (Real Talk):


· Hati adem, jauh dari overthinking.

· Rezeki makin lancar dan nggak diduga-duga.

· Keluarga harmonis, hubungan sama orang tua dan saudara makin baik.

· Dosa-dosa kecil kebayar, grade kita di sisi Allah naik.


---


DALIL-DALIL (Bagian ini tetap formal ya):


Dari Al-Qur'an:


· Menebar salam: “Jika kamu diberi salam, balaslah dengan yang lebih baik.” (QS An-Nisa: 86)

· Memberi makan: “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, yatim, dan tawanan.” (QS Al-Insan: 8)

· Silaturahim: “Bertakwalah kepada Allah… dan peliharalah hubungan silaturahim.” (QS An-Nisa: 1)

· Shalat malam: “Dan pada sebagian malam bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu.” (QS Al-Isra: 79)


Dari Hadis Lain:


· “Tidak akan masuk surga sampai kalian saling mencintai… sebarkan salam di antara kalian.” (HR Muslim)

· “Silaturahim menambah umur dan melapangkan rezeki.” (HR Bukhari Muslim)

· “Sebaik-baik shalat setelah yang wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)


---


Breakdown & Relevance di Zaman Now:


1. Tebar Salam = Auto Buka Aura Positif Salam itu kayak"password" kebaikan. Bisa dimulai dari hal sederhana kayak nyapa security kos, kasir, atau driver ojol. Di medsos, ganti "hey" atau "hai" dengan "Assalamu'alaikum". Dijamin vibe-nya langsung beda dan bikin hubungan makin wholesome.


2. Berbagi Makan = Sedekah Paling Simpel Nggak perlu nunggu kaya dulu buat berbagi.Bisa dimulai dari hal kecil kayak traktir temen kopi, beliin nasi bungkus buat orang yang lagi kesusahan, atau ikutan program "Free Food Share" yang lagi hits. Dampaknya langsung kerasa, bikin seneng diri sendiri dan orang lain.


3. Silaturahim = Quality Time yang Ngangenin Di zaman yang serba connected,kita malah sering disconnected dari keluarga dan sahabat. Manfaatin fitus video call buat nyapa orang tua atau kerabat yang jauh. Atau, sesekali plan jalan-jalan atau kumpul-kumpul sederhana buat reconnect. Trust me, ini obat hati yang ampuh banget.


4. Qiyamullail = Charging Batin di Tengah Keramaian Sholat malam itu kayak"me-time" premium sama Allah. Di tengah hustle and bustle kehidupan, ini adalah waktu yang pas buat curhat, minta petunjuk, dan nge-charge energi spiritual. Secara sains, bangun di sepertiga malam terakhir juga bagus buat metabolisme tubuh dan menenangkan pikiran.


Relevansi di Era Modern:


· Teknologi: Salam dan silaturahim bisa lewat DM/chat. Berbagi makan bisa lewat aplikasi donasi online.

· Kedokteran: Bangun malam ternyata scientifically proven bikin hormon stres turun dan imunitas naik.

· Sosial: Empat amalan ini adalah resep jitu lawan rasa kesepian dan kecemasan di era digital.


---


Hikmah & Muhasabah Diri (Self-Reflection): Allah ternyata kasih jalan mudah buat ke surga,guys. Nggak ribet. Coba kita tanya diri sendiri:


· Udah berapa kali hari ini aku nyebar salam?

· Pernah nggak dalam seminggu ini aku berbagi makanan ke orang lain?

· Kapan terakhir kali aku menghubungi atau menjenguk saudara?

· Kapan terakhir kali aku bangun tahajud, atau setidaknya sebelum subuh?


---


Action Plan (Gimana Caranya Ngamalin):


Harian:


· Salam: Nyapa minimal 3 orang dengan "Assalamu'alaikum" di luar rumah/kos.

· Makan: Sediain cemilan/minuman ekstra buat dibagi ke temen atau tetangga.

· Silaturahim: Chat/call orang tua atau saudara, cuma buat tanya kabar.

· Qiyamullail: Coba tidur lebih awal, targetin bangun 15 menit sebelum Subuh buat sholat 2 rakaat.


Mingguan:


· Makan: Ikutan "Jumat Berkah" atau sedekah nasi kotak.

· Silaturahim: Jenguk saudara atau temen yang lagi sakit.

· Qiyamullail: Setel alarm buat Tahajud minimal 1-2 kali seminggu.


Bulanan:


· Silaturahim: Rencanain kunjungan ke rumah keluarga yang jauh.

· Qiyamullail: Challenge diri buat qiyamullail serius di malam-malam tertentu (e.g., pertengahan bulan).


Doa (Tetap Formal): اللَّهُمَّاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ السَّلَامِ، وَمِنْ أَهْلِ السَّخَاءِ، وَمِنْ أَهْلِ الصِّلَةِ، وَمِنْ أَهْلِ الْقِيَامِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ. “Ya Allah,jadikan kami ahli salam, ahli sedekah, ahli silaturahim, dan ahli qiyamullail. Masukkan kami ke dalam surga-Mu dengan selamat.”


---


Quotes Para Ulama (Tetap Formal):


· Hasan al-Bashri: "Siapa memperbaiki hubungan sesamanya, Allah akan memperbaiki hubungan hatinya dengan-Nya."

· Rabi‘ah al-Adawiyah: "Cintamu kepada Allah tampak dari cintamu kepada sesama."

· Imam al-Ghazali: "Shalat malam adalah kunci pembuka pintu ma’rifat."

· Jalaluddin Rumi: "Ketuklah pintu hati manusia dengan salam dan kasih."


---


Testimoni Tokoh Indonesia (Versi Santai):


· Gus Baha: "Agama itu gampang, pokoknya sering-sering nyapa, berbagi, dan jaga sholat malam."

· Ustadz Adi Hidayat: "Hadis ini adalah pondasinya masyarakat Islam. Jalankan ini, hidupmu akan dijaga Allah."

· Buya Yahya: "Silaturahim itu obatnya segala masalah rumah tangga dan rezeki."

· Ustadz Abdul Somad: "Qiyamullail itu rahasianya para wali. Nggak akan berat kalau kamu udah cinta sama Allah."


Daftar Pustaka (Tetap Formal): Sunan at-Tirmidzi,Shahih Muslim, Ihya’ Ulumiddin – al-Ghazali, dll.


Penutup: Yuk,kita mulai pelan-pelan. Nggak perlu langsung perfect. Yang penting konsisten. Empat amalan ini adalah kunci buat hidup yang lebih bermakna, penuh berkah, dan tentunya, persiapan buat akhirat yang ciamik. Let's spread good vibes! 😊

156sye. Amalan malam nisfu Sya’ban

 Amalan malam nisfu Sya’ban ini di ijazahkan oleh Syekh Abdul Qodir Al Jaelani dalam kitab yang berjudul Al-Ghunyah. Dalam kitab tersebut, beliau menuliskan;


(فصل) فأما الصلاة الواردة في ليلة النصف من شعبان فهي:مائة ركعة بألف ركعة {قل هو الله أحد …} في كل ركعة عشر مرات، وتسمى هذه الصلاة صلاة الخير وتعرف بركتها.


Adapun terkait salat yang dianjurkan (Al-Waridah, yakni yang dikerjakan oleh Nabi) pada malam Nisfu Sya’ban itu adalah 100 rakaat, yang mana Di setiap rakaat itu membaca surat al-ikhlas sejumlah 10 kali. salat ini dinamakan dengan Sholat al-Khoir, dan keberkahannya sudah jamak diketahui.


Ternyata amalan ini juga dilakukan oleh para ulama salaf, Syekh Abdul Qadir mereportasekan;


وكان السلف الصالح يصلونها جماعة يجتمعون لها، وفيها فضل كثير وثواب جزيل. وروى عن الحسن رحمه الله أنه قال: حدثني ثلاثون من أصحاب رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أن من صلى هذه الصلاة في هذه الليلة نظر الله إليه سبعين نظرة، وقضى له بكل نظرة سبعين حاجة، أدناها المغفرة.


“Salafus soleh itu mengamalkan amalan ini secara berjamaah, sungguh amalan ini memiliki keutamaan yang besar dan pahala yang banyak. Diriwayatkan dari Al-Hasan bahwasanya beliau berkata;


“Telah menceritakan kepadaku sebanyak 30 sahabat, bahwasanya Barang siapa yang melaksanakan salat ini pada malam tersebut maka Allah akan memandangnya sebanyak 70 kali dan di setiap pandangan itu Allah akan memenuhi kebutuhannya sebanyak 70, dan yang paling dasar adalah memberikan ampunan.”


Lalu kapan shalat ini dikerjakan? Syekh Abdul Qadir menjawab;


ويستحب أن تصلي هذه الصلاة أيضًا في الأربع عشر ليلة التي يستحب إحياؤها التي ذكرناها في فضائل رجب، ليحوز بها المصلي هذه الكرامة وهذه الفضيلة والمثوبة.


Disunahkan untuk melaksanakan salat ini pada malamnya 14 bulan Sya’ban (yakni perpindahan ke tanggal 15) yang mana disunahkan untuk bermalam atau melekan di malam tersebut, sebagaimana yang telah kami tuturkan pada bab keutamaannya bulan Rajab. Yang demikian ini adalah agar supaya seseorang itu bisa memperoleh kemuliaan, dan ini adalah keutamaan dan pahala.” (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghunyah li Thalibi Tariq al-Haq, Juz 1 halaman 341)

......

155 sye. malam Nisfu Sya'ban

Dalam kitab Ghunyah al-Thalibin juz 3 halaman 278, Syekh Abdul Qadir al-Jaelani menggambarkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang diberkati (lailah mubarakah) dan malam pembebasan (lailatul bara'ah). Malam ini istimewa karena rahmat, ampunan, dan keberkahan turun, serta menjadi waktu di mana Allah mengabulkan doa dan menghapus catatan keburukan. 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai malam Nisfu Sya'ban menurut kitab Al-Ghunyah:

Pembebasan: Disebut lailatul bara'ah karena pembebasan orang-orang celaka dari siksa Allah dan pembebasan para kekasih Allah dari kehinaan.

Syekh Abdul Qadir al-Jaelani juga menegaskan:

وقيل وانما سميت ليلة البراءة لأن فيها براءتين براءة للأشقياء من الرحمن وبراءة للأولياء من الخذلان

“Dikatakan bahwa malam nisfu Sya’ban disebut malam pembebasan karena di dalamnya terdapat dua pembebasan. Pertama, pembebasan untuk orang-orang celaka dari siksa Allah yang Maha-Penyayang. Kedua, pembebasan untuk para kekasih Allah dari kehinaan.” (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 283).

Keutamaan: Allah menurunkan rahmat-Nya, mengampuni dosa, dan menetapkan perkara-perkara penting.

Syekh Abdul Qadir al-Jaelani yang dijuluki sulthanul auliya’ (pemimpin para wali) tersebut menyebutkan:

ومنها سمي ليلة البراءة مباركة لما فيها من نزول الرحمة والبركة والخير والعفو والغفران لأهل الأرض

“Dan di antaranya, malam pembebasan disebut dengan ‘mubarakah’ (yang diberkati) karena di dalamnya terdapat turunnya rahmat, keberkahan, kebaikan, dan pengampunan bagi penduduk bumi.” (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 278).

Amalan: Dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, seperti salat, zikir, membaca selawat, dan membaca Al-Qur'an (terutama Yasin) untuk memohon ampunan dan keberkahan.

Doa Khusus: Terdapat doa khusus yang dipanjatkan, di antaranya memohon agar tidak dicatat sebagai orang yang celaka, disempitkan rezekinya, dan dijauhkan dari musibah. 

Secara ringkas, malam Nisfu Sya'ban di Al-Ghunyah adalah momen untuk memperbanyak ibadah, istighfar, dan berserah diri kepada Allah demi mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya. 

......


400daq. telah dekat matinya seorang hamba

 Berdasarkan hadits , ada sebuah riwayat dari Manshur bin Ammar. la berkata: “Apabila telah dekat matinya seorang hamba, maka dibagilah keadaannya hamba itu menjadi lima bagian: hartanya untuk ahli warisnya, Ruhnya untuk malaikat maut, dagingnya untuk makanan ulat, tulangnya untuk tanah, kebaikannya untuk musuhnya, dan setan untuk merobek imannya.”

Kemudian ia berkata (lagi): “Kalau ahli waris menghilangkan hartanya adalah diizinkan. Kalau malaikat maut menghilangkan nyawa adalah diizinkan. Kalau ulat memakan dagingnya adalah diizinkan. Dan kalau musuh-musuhnya menghilangkan kebaikan adalah diizinkan. Semoga iman tidak hilang ketika mati, sesungguhnya hilangnya iman berarti berpisah dari agama. Sedangkan pisahnya ruh dari jasad, adalah tidak berpisah dengan Tuhan. Dan berpisahnya ruh itu, tak seorangpun yang mengetahui setelah pisahnya itu. Dan rugilah Sampai berpisahnya iman.”

500daq. Abu Zakariyah mendekati ajalnya

 Ada sebuah riwayat: “Sesungguhnya Abu Zakariyah adalah seorang yang zuhud, tatkala ia mendekati ajalnya, datanglah teman-temannya. Pada waktu itu, ia dalam keadaan sakaratul maut, kemudian temannya mengajarkan kalimat thayyibah, yaitu lafazh :

“Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Maka ia memalingkan wajahnya dari temannya, ia tidak mengucapkan kalimat itu sedikitpun. Lalu temannya mengucapkan kepadanya untuk yang kedua kalinya. la tetap memalingkan (wajahnya) dari temannya. Waktu temannya mengucapka” kepadanya untuk yang ketiga kalinya. la berkata: “Aku tidak akan mengucapkan.” Teman Abu Zakariyah jadi bingung (oleh ucapan Zakariyah itu). Tatkala Abu Zakariyah sudah sembuh setelat sejam (dalam keadaan sakaratul maut), dan ia sudah meras ringan, maka ia membuka matanya, seraya berkata kepada teman-temannya: “Apakah kamu semua telah mengatakan sesuatu kepadaku?” Mereka menjawab: Ya, kami telah memperlihatkan kepadamu kalimat syahadat tiga kali, dan engkau berpaling dua kali, engkau mengatakan dalam yang ketiga kalinya: “Aku tidak akan mengucapkan.” Maka Abu Zakariyah berkata: “Telah datang kepadaku iblis, ia membawa semangkuk air, ia berdiri dari sisi kananku, serta menggerak-gerakkan mangkuk itu, seraya bertanya kepadaku: Apakah engkau membutuhkan air?” Aku menjawab: “Ya.” Maka Iblis itu berkata: “Katakanlah, bahwa Isa adalah anak Allah.” Lalu aku berpaling dari arah kakiku. la berkata kepadaku sebagaimana tadi. Dan pada yang ketiga kalinya, ia berkata: “Katakanlah, Tidak ada Tuhan.” Maka Aku menjawab: “Tidak, aku tidak akan mengucapkan.” Selanjutnya iblis membanting mangkuknya di atas bumi, dan mundur dengan berlari. Aku ini menolak pada iblis, tidak kepada kamu semua. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

........

450daq. yang paling pedih keadaan mayit adalah dalam keadaan haus dan kebakarnya hati

 Dikatakan, bahwa yang paling pedih keadaan mayit adalah dalam keadaan haus dan kebakarnya hati. Pada waktu itu, setan mendapatkan kesempatan untuk melepaskan iman orang mukmin, karena merasa sangat kehausan di waktu itu. Lalu datanglah setan di dekat kepalanya, dengan membawa semangkuk air yang kental, kemudian setan menggerak-gerakkan mangkuk itu pada orang mukmin. Lalu orang mukmin itu berkata: “Berilah aku air.” Saat itu orang mukmin tidak mengetahui sesungguhnya yang membawa semangkuk air itu adalah setan. Maka setan itu berkat, kepada orang mukmin tadi: “Katakanlah, bahwa tidak ada yang menciptakan alam ini, sehingga aku memberikan air kepadamu.” Jika orang itu dalam keberuntungan, maka ia tidak akan menjawabnya Kemudian setan datang (lagi) ke arah kedua telapak kakinya dengan menggerak-gerakkan mangkuk pada orang mukmin. lalu orang mukmin itu berkata: “Berilah aku air.” Maka setan berkata: “Katakanlah, bahwa rasul itu pembohong, sehingga aku memberika air kepadamu.” Dan barangsiapa yang mendapatkan celaka, ia akan menjawab kepada perintah setan itu. Karena sesungguhnya orang itu tidak sabar atas kehausan, lalu keluarlah ia dari dunia dalam keadaan kafir. Na’uzhu billah. Dan barangsiapa yang beruntung maka ia akan mengembalikan ucapannya setan itu, dan berfikir siapa yang ada di hadapannya itu.

......

449daq. Setan dan Caranya Merobek Iman

 Bab 8 Setan dan Caranya Merobek Iman

Dalam hadits diceritakan: “Sesungguhnya datanglah setan la’natullaah “alaihi, lalu ia duduk di dekat kepala seorang hamba, seraya berkata kepada hamba itu: Tinggalkan agama ini, dan katakan bahwa Tuhan itu ada dua, sehingga kamu bisa selamat dari kesakitan.” Apabila terjadi peristiwa ini, maka itu adalah bahaya yang mengerikan dan ketakutan yang besar. Oleh karena itu tetapkanlah dirimu agar selalu menangis dan merendahkan diri, serta menghidupkan waktu malam dengan memperbanyak rukuk dan sujud, sehingga kamu selamat dari siksa Allah Ta’ala.

Abu Hanifah ditanya: “Dosa mana yang mengkhawatirkan bisa merobekkan iman?” Lalu ia menjawab: “Yaitu meninggalkan syukur atas iman, dan meninggalkan rasa takut di akhir umurnya, serta menganiaya kepada beberapa hamba. Sesungguhnya orang yang kedapatan tiga perkara ini dalam hatinya, pada umumnya ia keluar dari dunia dalam keadaan kafir. Kecuali orang yang menemukan keberuntungan.”

......

448daq. seorang hamba sedang dalam keadaan naza’

 Diceritakan dalam hadits: “Ketika seorang hamba sedang dalam keadaan naza’ (detik-detik keluarnya ruh), maka ada pemanggil yang memanggil dari hadapan Allah: “Tinggalkan hamba itu, sehingga ia beristirahat sejenak.” Ketika ruh sampai di dadanya, maka Allah bersabda: “Tinggalkan hamba itu sehingga ia beristirahat sejenak.” Dan demikian juga, ketika ruh telah sampai di tenggorokan maka datanglah pemanggil: “Tinggalkan hamba itu sehingga anggauta badan memohon diri (pamit) kepada sebagian angauta yang lain.” Maka mata yang satu mohon dari mata yang lain, mata itu berkata: “Di dalam mohon dirinya:


 


“Semoga keselamatan tetap tercurahkan kepadamu sampai hari kiamat.”


Demikian juga kedua telinga memohon diri, kedua tangan mohon diri, kedua kaki mohon diri, dan ruh (juga) memohon diri dari jasadnya, iman memohon diri dengan lisan.

Oleh karena itu kami memohon perlindungan dari Allah, agar dihindarkan mohon dirinya ma’rifat dan iman kepada hati.


Akhirnya tinggallah kedua tangan tanpa bisa bergerak, kedua kaki (juga) tanpa bisa bergerak, kedua mata tanpa bisa melihat, kedua telinga tanpa bisa mendengar, badan tanpa ada ruh. Dan jika lisan tetap tanpa ada iman, serta hati tetap tanpa ada ma’rifat, maka bagaimana keadaan hamba itu di liang landak ? la tidak bisa melihat seseorang, tidak bisa melihat bapaknya, ibunya, anak-anaknya, saudara-saudaranya dan teman-temannya. Dan di liang landak juga tidak ada tikar dan tabir. Dan kalau ia tidak bisa melihat Tuhan Yang Mulia, maka Ia benar-benar rugi denga, kerugian yang besar.

Imam Abu Hanifah berkata: “Banyak sesuatu yang his, merobekkan iman dari seseorang hamba yaitu dikala waktu naza Semoga Allah memelihara kepada kami dan kepada kamu dari sobeknya iman.

......

447daq. lima perkara racun dan penawar

 Apakah tidak hilang atas mereka, adanya suatu siksa dan perkara yang menakutkan di hari kalimat ?

Dalam suatu hadits deceritakan: “Ada lima perkara sebagai racun yang membunuh, juga ada lima perkara lain sebagai penawarnya. Maka dunia adalah racun yang membunuh, dan zuhud adalah sebagai penawarnya. Harta adalah racun yang membunuh, zakat adalah sebagai penawarnya. Berbicara adalah racun yang membunuh, dan berdzikir kepada Allah adalah sebagai penawarnya. Umur seluruhnya adalah racun yang membunuh, dan ta’at adalah sebagai penawarnya. Seluruh tahun adalah racun yang membunuh, bulan puasa adalah sebagai penawarnya.”

.......

445daq. Dialog Antara Ruh dan Malaikat

 Bab 6 Dialog Antara Ruh dan Malaikat

Telah datang dalam suatu hadits : Sesungguhnya malaikat maut ketika menghendaki mencabut nyawa orang mukmin, maka ruh itu berkata: “Aku tidak akan patuh kepadamu, selama engkas belum diperintah untuk itu.” Lalu malaikat maut berkata: “Aku telah diperintahkan untuk mencabut nyawa.” Maka ruh itu meminta dari malaikat maut suatu alamat dan bukti, seraya ruh berkata, “Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikanmu dan memasukkanmu dan dalam jasadku, sedangkan engkau tidak ada ketika kejadian itu, maka sekarang engkau menghendaki untuk mengambilku.”

Lalu malaikat maut kembali kepada Allah Ta’ala, maka Allah Ta’ala bertanya: “Apakah kamu sudah menyabut nyawa hamba-Ku?” Malaikat maut menjawab: “Ya Tuhanku, sesungguhnya hamba-Mu telah berkata demikian…… dan demikian….. dia meminta suatu tanda dariku.” Maka Allah Ta’ala berfirman: “Benar ruh hamba-Ku itu.” Kemudian Allah Ta’ala berfirman: “Hai malaikat maut, pergilah ke surga dan ambillah buah apel, di atas buah apel itu ada tanda-Ku, dan tunjukkan buah apel itu kepada ruh hamba-Ku.”


Kemudian malaikat maut pergi ke surga dan mengambil buah apel, di atas buah apel itu terdapat tulisan: “Bismillaahir rahmanir rahiim.”

Ketika malaikat maut menunjukkan buah apel itu kepada ruh seorang hamba, maka keluarlah ruh itu dengan cerdas dan merasa enak serta jernihnya mati.

......

444daq. mencabut nyawa pemuda itu hari ini di China,

 Pada suatu hari, Malaikat maut menjemput Nabi Sulaiman as. yang kebetulan di ruangan beliau ada tamu seorang pemuda. Malaikat Maut senantiasa memandang pemuda tersebut. Pemuda tersebut gemetar karena ketakutan. Ketika Malaikat Maut yang menjelma sebagai manusia itu pergi, si pemuda itu bertanya kepada Nabi Sulaiman as.: “Siapakah gerangan tamu yang baru keluar tadi ?” Nabi Sulaiman as. menjawab: “Dia itu adalah Malaikat Maut.” Pemuda itu semakin ketakutan, Kemudian dia berkata: “Hai Nabi Allah, sesungguhnya saya memohon kepada tuan agar tuan berkenan memerintahkan angin untuk membawa saya ke China atau India.” Nabi Sulaiman as. lalu memerintahkan angin dan segera membawanya ke China. Sesudah itu Malaikat Maut kembali ke Nabi Sulaiman as. dan beliau bertanya kepadanya tentang sikapnya yang memandang terus-menerus pemuda itu tadi. Malaikat Maut menjawab: “Sesungguhnya aku diperintahkan mencabut nyawa pemuda itu hari ini di China, tetapi ia masih berada di sini dan saya heran.” Nabi Sulaiman as. lalu menceritakan kisah pemuda itu yang meminta dikirim ke China melalui angin dan aku segera memerintahkan angin untuk segera membawanya ke China. Malaikat Maut itu berkata kepada Nabi Sulaiman: “Aku telah mencabut nyawa pemuda itu pada saat itu pula setibanya di China.”

.....

442daq. Cara Malaikat Maut Mengetahui Baik-Buruk Orang yang hendak Dicabut Nyawanya

 Cara Malaikat Maut Mengetahui Baik-Buruk Orang yang hendak Dicabut Nyawanya


Imam Abu Laits ra. menyebutkan: “Telah turun dua tetes dari bawah Arasy, di atas nama yang mempunyai tetes itu, salah satu dari dua tetes itu (berwarna) hijau, dan yang lain putih. Maka ketika yang Jatuh iru tetesan hijau diatas nama yang dijatuhi, bisa diketahui bahwa pama orang yang kejatuhan (tetesan hijau) itu termasuk orang celaka. Dan kerika yang jatuh itu tetesan putih, di atas nama yang dijatuhi, maka bisa diketahui bahwa nama orang yang kejatuhan (tetesan putih) Itu, termasuk orang yang beruntung (bahagia).”

......

441daq. Cara Malaikat Maut Mengetahui Ajal

 Cara Malaikat Maut Mengetahui Ajal

Adapun (untuk) mengetahui akhir beberapa ajal, maka malaikat maut ini selalu mendapatkan naskah kematian atau kesakitan seorang hamba secara tiba-tiba. Ketika itu Malaikat Maut berkata: “Wahai Tuhanku, kapan aku mencabut nyawa hamba itu, dan atas keadaan dan tingkah bagaimana aku menghilangkan ruhnya?” Maka Allah Ta’ala berfirman: “Hai malaikat maut, ini adalah termasuk ilmu ghaib-Ku, yang tidak akan bisa dilihat oleh seeorang selain Aku, aka” tetapi Aku memberitahukan kepadamu tentang kedatangan waktunya, dan Aku akan memberikan kepadamu beberapa alamat, yang man? kamu akan melaksanakan (perintah) atas alamat itu.” Manusia akan datang kepadamu, seraya berkata: “Telah sempurna umur si Fulan.” Dan malaikat yang diserahi menjadi rizki dan amal perbuatannya aberkata: Telah sempurna rizki dan amal si Fulan. Dan jika orang itu (termasuk orang yang bahagia, maka tampak jelas pada namanya yang ditulis dalam bukunya yang ada di hadapan malaikat maut, dengan tulisan dari nur (cahaya) yang putih terletak di kiri kanan namanya. Jika orang itu (termasuk) orang yang tercela, maka tampak jelas di dalam tulisan namanya, terdapat tulisan yang hitam. Kemudian masih belum sempurna bagi malaikat maut mengetahui hal yang demikian itu, sehingga ia kejatuhan daun dari pohon yang ada di bawah Arasy, dimana telah tertulis dalam daun itu nama orang yang waktu ini, harus dicabut nyawanya.

Diriwayatkan dari Ka’ab Al-Akhbar: “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan pohon di bawah Arasy, dan di atas pohon itu terdapat banyak daun yang jumlahnya menurut bilangan seluruh makhluk. Dan ketika telah sampai ajal seorang hamba, dan umurnya hingga sisa 40 hari, maka daun itu jatuh di atas tempat Izrail as. Dengan itu dia mengetahui, bahwa dia diperintah mencabut nyawa hamba tersebut. Setelah itu, para malaikat menamakan orang itu mayit di dalam langit, padahal orang tersebut masih hidup di permukaan bumi 40 hari (lagi).”

Dan ada yang mengatakan, sesungguhnya malaikat Mikail as. turun kepada malaikat maut dengan membawa buku dari Allah Ta’ala yang terdapat tulisan di dalam buku itu nama orang yang diperintah untuk dicabut nyawanya, dan tempat malaikat maut mencabut nyawanya, serta sebab-sebabnya (hingga) nyawanya dicabut oleh malaikat maut.

.......

440daq. Allah Ta’ala menjadikan dunia seluruhnya dalam lambung malaikat maut

 Dalam satu riwayat lagi disebutkan, bahwa Allah Ta’ala menjadikan dunia seluruhnya dalam lambung malaikat maut, yang seperti meja, yang telah di letakkan di hadapan seseorang untuk memakan dari apa yang ada di hadapannya, menurut apa yang ia hendaki. Maka demikian itulah, malaikat maut (menghadapi) seluruh makhluk, ia dalam membolak-balikkan dunia sebagaimana anak Adam membolak-balikkan uang dirham.

Dan ada yang mengatakan, bahwa malaikat maut itu tidak turun kecuali kepada para Nabi dan Rasul, ia mempunyai khalifah untuk mencabut nyawa binatang buas dan beberapa binatang lain.”

Ada yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila merusak makhluk-Nya dari (jenis) manusia atau lainnya, maka Allah merusak mata-mata itu yang terdapat di jasad malaikat maut seluruhnya, hingga tinggal delapan dari beberapa makhluk. Demikian mereka (yang delapan) itu Israil, Mikail, Jibril, Izrail, dan empat malaikat yang membawa arasy.”

........

439daq. malaikat itu memiliki empat wajah,

 Menurut satu riwayat, bahwa malaikat itu memiliki empat wajah, satu wajah ada di depannya, yang kedua ada di atas kepalanya, ketiga di atas punggungnya, dan keempat di bawah kedua telapak kakinya. Ketika ia mencabut ruh para Nabi dan para Malaikat maka dari wajah yang ada di kepalanya. Ketika iamencabut nyawa orang-orang mukmin dari wajah yang ada di hadapannya. Ketika ia mencabut nyawa orang-orang kafir dari wajah yang ada di punggungnya. Dan ketika ia mencabut nyawa para Jin dari wajah yang ada di kedua telapak kakinya. Salah satu dari kedua kakinya berada di atas titian jahanam, yang lain berad, di atas ranjang surga.

Menurut satu riwayat, jasad malaikat maut itu sangat besar, jika seluruh air lautan itu di tuangkan di atas kepalanya, maka air itu tidak setetespun yang akan jatuh di bumi.

........

438daq. Keadaan Malaikat Maut dan Caranya Mencabut Nyawa.

 Bab 5 Keadaan Malaikat Maut dan Caranya Mencabut Nyawa.

Di sebutkan dalam kitab “As-Suluki” dari Mugatil bin Sulaiman: “Sesungguhnya malaikat maut itu mempunyai ranjang yang terletak di langit yang ketujuh, ada yang mengatakan, di langit yang keempat. Allah Ta’ala menciptakan malaikat maut dari nur (cahaya), ia mempunyai 70.000 kaki. dan mempunyai 400 sayap. yang seluruh jasadnya dipenuhi dengan beberapa mata dan lisan, tidak satupun makhluk dari anak turun Adam dan beberapa burung, termasuk setiap yang mempunyai nyawa kecuali baginya, terdapat di tubuh malaikat itu. la memiliki wajah, mata, tangan dan telinga yang jumlahnya menurut bilangan seluruh manusia, maka ia mencabut ruh dengan tangan itu, dan ia melihat dengan wajahnya yang bisa tepat pada muka manusia. Demikianlah cara ia mencabut nyawa para makhluk dalam setiap tempat. Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka hilanglah dari jasadnya gambar orang itu.

.......

437daq. orang kafir dan munafiq, termasuk orang-orang yang celaka

 Sesungguhnya orang-orang kafir dan munafiq, termasuk orang-orang yang celaka, ketika maut mendatangi mereka, maka turunlah di sisi kiri orang kafir itu malaikat Adzab yang hitam wajahnya, yang melotot matanya, serta malaikat itu memakai pakaian dari siksa (adzab). Lalu malaikat Adzab duduk menjauh dari orang (kafir) itu, sehingga malaikat Maut datang. Dan ketika malaikat maut itu mendatangi seseorang dari mereka, maka malaikat maut Itu berdin di hadapannya dengan bentuk yang menakutkan. Kemudian Jiwa orang itu berkata: “Siapa engkau, dan apa yang engkau kehendaki? Maka malaikat maut menjawab: “Aku adalah malaikat maut yang akan mengeluarkan engkau dari dunia, dan menjadikan anakmu yatim dan istrimu menjadi janda, hartamu menjadi harta warisan diantarg ahli warismu, mereka tidak kamu senangi dikala kamu masih hidup sesungguhnya kamu tidak mendahulukan kebaikan untuk dirimu, dan kamu tidak mendahulukan kebaikan untuk akhiratmu, maka pada hari ini aku datang kepadamu untuk mencabut nyawamu.”

Ketika orang yang hendak mati itu mendengar ucapan malaikat maut, maka ia berpaling ke arah dinding (pagar). maka tampaklah olehnya, bahwa malaikat maut berdiri di hadapannya, lalu ia memalingkan wajahnya ke arah yang lain, maka tampaklah malaikat maut sudah berdiri dihadapannya, kemudian malaikat itu berkata: “Apakah kamu tidak mengetahui aku? aku adalah malaikat maut (Izrail) yang mencabut nyawa kedua orang tuamu, dan engkau melihat keduanya, dan keberadaanmu tidak bisa memberi manfaat kepada kedua orang tuamu, pada hari ini aku akan mencabut nyawamu sehingga bisa dilihat oleh anak-anakmu, kerabat-kerabatmu, temantemanmu agar mereka memberi nasehat kepadamu. Pada hari ini, aku adalah malaikat maut yang memiliki lebih banyak kekuatan daripada engkau, yang memiliki banyak harta dari pada hartamu, yang memiliki banyak anak dari pada anak-anakmu.”

Kemudian malaikat maut itu berkata pada orang tersebut: “Bagaimana engkau melihat dunia?” Maka orang itu menjawab: “Aku melihat dunia sebagai tipu daya yang mengingkari janji.” Kemudian Allah Ta’ala menciptakan dunia dengan bentuk suatu makhluk, maka dunia itu berkata: “Hai orang yang bermaksiat, apakah kamu tidak malu, bahwa kamu berbuat dosa di dunia, dan kamu tidak mencegah dirimu dari durhaka, sesungguhnya kamu mencariku tetapi aku tidak mencarimu, dan kamu tidak memisahkan antara yang halal dan yang haram, kamu menyangka bahwa dirimu tidak akan pisah dari dunia, maka sesungguhnya aku (dunia) akan bebas dari kamu dan dari amal perbuatanmu.”

Ketika orang itu melihat hartanya telah jatuh menjadi milik orang lain, maka harta itu berkata: “Hai orang yang durhaka, kamu mencariku dengan jalan yang tidak benar (haq), dan tidak menasarufkan aku, tidak mensedekahkan aku pada orang-orang fakir dan orang-orang miskin. Pada hari ini aku telah jatuh menjadi milik orang lain.”

Demikian itulah, yang ada dalam firman Allah Ta’ala:

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’araa’: 88-89)

Maka orang itu berkata:

Ya Tuhanku, kembalikan aku supaya aku bisa berbuat amal Shalih yang pernah aku tinggalkan.”

Maka Allah Ta’ala berfirman:

“Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” (QS. Yunus: 49)

Kemudian malaikat maut mencabut nyawanya, jika orang itu beriman akan merasa bahagia, dan jika orang itu kafir atau munafiq akan merasa celaka, Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

"Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.” (QS. Al-Muthaffifin: 7).

........


436daq. Malaikat Izrail Malaikat Maut (Pencabut Nyawa)

 Malaikat Maut


Bentuk malaikat maut itu seperti malaikat Israfil as. dalam bentuk wajahnya, beberapa lisannya, sayapnya, besar dan kekuatannya, tanpa menambah dan mengurangi.

Bab 4 Malaikat Izrail Malaikat Maut (Pencabut Nyawa)

Disebutkan di dalam hadits dari Nabi saw.: “Ketika Allah Ta’ala menciptakan malaikat maut, maka beberapa makhluk ditutupi dengan satu juta hijab, sedangkan besarnya hijab itu melebihi besarnya beberapa langit dan beberapa bumi, jika dituangkan seluruh air lautan dan sungai diatas kepalanya, maka tidak setetespun air itu jatuh ke bumi.

Sesungguhnya timur bumi dan barat bumi itu berada diantara dua tangannya (dihadapannya) seperti meja (dimukanya), yang telah diletakkan diatas meja itu segala sesuatu, yang diletakkan dihadapan seseorang supaya memakannya, lalu orang itu memakan dari apa yang ada diatas meja menurut apa yang dikehendaki.

Demikian itulah, malaikat maut dalam membolak-balikkan dunia, sebagaimana membolak-balikkannya anak Adam pada uang dirham yang ada dihadapannya. Dan ia telah diikat dengan 70.000 rantai, setiap rantai panjangnya kira-kira perjalanan 1000 tahun, sedangkan para malaikat (yang lain) tidak mendekati malaikat maut, mereka tidak mengetahui tempatnya, tidak mendengar suaranya, serta mereka tidak melihat keadaannya, dan tidak (mengetahui) kemana waktu ia pergi.

Ketika Allah Ta’ala menjadikan malaikat maut, maka Allah memerintahkan pada malaikat maut untuk memegang mati (mencabut nyawa). Lalu malaikat maut itu berkata: “Ya Tuhanku, apa mati (maut) itu?” maka Allah Ta’ala memerintahkan hijab untuk membuka (diri) sehingga malaikat maut melihat mati (maut):


Lalu Allah Ta’ala berfirman pada para malaikat: “Mendekatlah kamu semua dan lihatlah malaikat maut ini.” Maka seluruh para malaikat itu semua mendekat. Dan Allah Ta’ala berfirman (kepada malaikat maut): “Terbanglah diatas mereka, dan bentangkan seluruh sayapmu, dan bukalah matamu seluruhnya!” Tatkala malaikat maut itu terbang, dan para malaikat semua melihatnya, maka mereka semua tersungkur dan pingsan lamanya 1000 tahun.

Ketika para malaikat itu sudah sembuh (dari pingsannya), mereka semua berkata: “Ya Tuhan kami, kenapa Engkau menciptakan yang lebih besar dari makhluk ini?” Maka Allah Ta’ala menjawab: “Aku yang menciptakannya, dan Aku lebih besar darinya, dan seluruh makhluk akan merasakan darinya.” Kemudian Allah Ta’ala berfirman: “Hai Izrail, cabutlah nyawa (mati) yang telah Aku pasrahkan kepadamu untuk mencabut nyawa.” Maka ia berkata: “Ya Tuhanku, dengan kekuatan apa aku mencabut nyawa (mati), karena sesungguhnya mati itu lebih besar dari pada aku?” Lalu Allah Ta’ala memberi Izrail kekuatan, kemudian ia mencabut nyawa (mati), maka berdiamlah mati (maut) ditangannya. Maka maut (mati) berkata: “Ya Tuhanku, izinkanlah kepadaku sehingga aku memanggil di seluruh langit sekali.” Lalu Allah Ta’ala mengizinkan kepadanya. Maka maut memanggil dengan suara yang keras: “Aku adalah maut, yang memisahkan tiap-tiap kekasih, aku adalah maut yang memisahkan suami isteri, aku adalah maut, yang memisahkan anak dan ibunya. Aku adalah maut, yang memisahkan saudara laki-laki dan saudara wanita. Aku adalah maut, yang meramaikan kubur. Aku adalah maut, yang memburumu dan menemukanmu, meskipun kamu berada di gedung besi yang terkunci rapat, dan tidak ada seorang makhlukpun kecuali akan merasakan aku.”

.......

435daq. Malaikat Jibril

 Malaikat Jibril


Adapun Jibril as., Allah Ta’ala menciptakannya setelah (menjadikan) Mikail as. dalam jarak masa 500 tahun, dan malaikat Jibril itu mempunyai 600 sayap, mulai dari kepalanya sampai kedua telapak kakinya terdapat beberapa rambut dari za’faran, sedangkan matahari berada diantara dua matanya, dan setiap rambutnya itu seperti bulan dan taburan bintang. Pada setiap hari Jibril masuk ke dalam lautan cahaya (nur) 370 kali, ketika Jibril keluar (dari lautan cahaya) maka meneteslah pada setiap sayap satu juta tetesan, lalu Allah Ta’ala menjadikan dari setiap tetes satu malaikat yang serupa dengan malaikat Jibril as. yang sama membaca tasbih pada Allah Ta’ala sampai hari kiamat. Mereka itu adalah malaikat Ruhaniyyun.

.......

434daq. Malaikat Mikail

 Malaikat Mikail


Adapun malaikat Mikail as. Allah Ta’ala menjadikannya setelah (diciptakannya) malaikat Israfil as. dalam jarak masa 500 tahun, mulai dari kepalanya sampai kedua telapak kakinya ditumbuhi beberapa rambut dari za ‘faran, dan sayapnya dari zabarjad hijau, pasa setiap rambutnya ada satu juta wajah, dan pada setiap wajah ada satu juta mata, menangisnya setiap mata itu adalah rahmat bagi orang-orang yang berbuat dosa dari orang-orang mukmin, dan dalam setiap wajah ada satu juta mulut, dalam mulut ada satu juta lidah (lisan) dan setiap lisan mengucapkan dengan satu juta bahasa, setiap lisan itu juga memohonkan ampunan kepada Allah Ta ala untuk orang-orang mukmin dan orang-orang yang berbuat dosa, dan setiap matanya meneteskan 70.000 tetesan air mata. Maka Allah menjadikan pada setiap tetesan itu satu malaikat yang menyerupai Mikail as. yang sama membaca tasbih pada Allah Ta’ala sampai hari kiamat, dan nama mereka itu malaikat Karrubiyyun, mereka semua itu akan membantu malaikat Mikail as. yang diserahi untuk (mengatur) turunnya hujan, tumbuhtumbuhan dan rizki, termasuk buah-buahan.


Maka tidak ada sesuatupun yang ada di dalam laut, serta buahbuahan yang melekat di pepohonan, dan tumbuh-tumbuhan yang ada di muka bumi kecuali di atasnya terdapat malaikat yang diserahinya.

.......

433daq. bentuknya (serupa) dengan malaikat Israfil as.

 Bagi malaikat yang membawa Arasy dan malaikat Kiraman Katibin (malaikat yang menulisi amal perbuatan) mereka semua bentuknya (serupa) dengan malaikat Israfil as.


Malaikat Israfil itu setiap hari dan setiap malam tiga kali melihat ke neraka. la merendahkan diri dan menangis sampai lemas, (karena lemasnya itu) ia menjadi bagaikan tali tambur. Dan tangisnya Israfil adalah tangis yang sangat, jika Allah Ta’ala tidak mencegah linangan air mata (dari) tangisnya Israfil, maka bumi ini akan penuh dengan air matanya, lalu jadilah air mata itu bagaikan banjir taufannya Nabi Nuh as. Ini akibat dari besarnya bentuk Israfil, seandainya seluruh air laut dan sungai itu ditumpahkan diatas kepalanya, maka air itu jatuh bagaikan setetes air dari bumi.

......

432daq. Malaikat dan Sifat-sifatnya

 Bab 3 Malaikat dan Sifat-sifatnya

Ketahuilah, sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan malaikat yang mulia itu ada empat: Israfil as., Mikail as., Jibril as. dan Izrail as. Allah menyertakan di tangan para malaikat itu untuk mengurus para makhluk dan mengatur seluruh alam. Lalu Allah menjadikan malaikat Jibril sebagai yang menurunkan wahyu dan menjadi utusan. Allah menjadikan malaikat Mikail as. sebagai yang menurunkan hujan dan rizki. Allah menjadikan malaikat Izrail as. sebagai yang mencabut nyawa. Dan menjadikan malaikat Israfil as. sebagai yang meniup terompet.

Ibnu Abbas ra. berkata: “Sesungguhnya malaikat Israfil as. memohon kepada Allah Ta’ala agar diberinya kekuatan (membawa) langit tujuh, maka Allah memberinya kekuatan (membawa) bumi tujuh, dan memberinya kekuatan (menguasai) angin, Allah juga memberinya kekuatan (mencabut) gunung, Allah memberinya kekuatan (membawa) dua beban. Allah juga) memberinya kekuatan memegang binatang buas, dan Allah memberinya rambut mulai dari bawah kedua telapak kakinya sampai kepalanya, sedangkan beberapa mulut dan lisannya ditutup dengan beberapa hijab, yang sama membaca tasbih pada Allah di setiap lisannya dengan seribu bahasa. Dan Allah Ta’ala menjadikan dari diri Israfil seribu malaikat yang sama membaca tasbih pada Allah Ta’ala sampai hari kiamat. Mereka itu sama dekat dengan Allah.”

.....

431daq. Nabi Adam diangkat diatas ranjang dan dipikul diatas leher para malaikat

 Kemudian Nabi Adam diangkat diatas ranjang dan dipikul diatas leher para malaikat. Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Bawalah adam berkeliling ke langit dengan ranjangnya, supaya mengetahui beberapa keajaiban langit dan apa yang ada di dalamnya, yang bisa menambah rasa keyakinannya (atas kekuasaan Allah).” Lalu malaikat berkata:

“Ya Tuhan kami, kami mendengar dan kami patuh.”

Akhirnya malaikat itu membawa Nabi Adam yang dipikul di atas lehernya untuk berkeliling di langit kira-kira lamanya 100 tahun. Kemudian Allah Ta’ala menciptakan untuk Adam seekor kuda (yang terbuat) dari misik putih yang berbau menyengat. Dan ada yang mengatakan bahwa kuda itu namanya Maimun, yang memiliki dua sayap dari intan dan marjan (sejenis permata). Kemudian Nabi Adam as. menaiki kuda itu, dan Jibril yang memegang  kendalinya, sedang Mikail as. berada di sisi kanan kuda, Israfil berada di sisi kiri kuda. Lalu malaikat membawa keliling Nabi Adam as. ke seluruh penjuru langit. dan Nabi Adam selalu memberi salam pada malaikat (yang ditemui) dengan ucapan:   maka para malaikat sama menjawab:  ...   Allah Ta’ala berfirman: “Hai Adam, ini adalah salam penghormatanmu dan salam penghormatannya orang mukmin dari anak turunmu, diantara mereka sesama mukmin sampai besok di hari kiamat.”

..........

430daq. proses pertama keadaan Nabi Adam as

 Allah Ta’ala menjadikan pada Adam as. (mempunyai) tujuh lubang, tujuh lubang itu ada di kepala, yaitu dua matanya, dua telinganya, dua lubang hidungnya dan mulutnya. Dan dua lubang ada di badannya, yaitu gubul (kemaluan) dan dubur (anus).

Allah Ta’ala menjadikan Nabi Adam as. memiliki lima panca indra, penglihatan di dalam mata, pendengaran pada dua telinga. perasa pada mulut, peraba pada dua tangan dan pencium pada hidung.

Dikatakan: “Ketika Allah Ta’ala hendak meniup ruh pada Nabi Adam as., maka Allah Ta’ala memerintahkan kepada ruh agar masuk ke dalam Adam as.”

Menurut satu riwayat ada yang mengatakan: “Sesungguhnya ruh itu masuk dari otaknya, lalu berputar-putar dalam otak itu kira: kira dua ratus tahun, kemudian ruh itu turun pada kedua matanya Nabi Adam as., maka Nabi Adam as. (bisa) melihat pada dirinya, tampak olehnya, dirinya masih berupa tanah liat yang kering, ketika ruh itu sampai pada kedua telinganya, ia mendengar bacaan tasbih para malaikat. Kemudian ruh itu turun pada batang hidungnya Adam as., jalu Nabi Adam as. bersin. Dan tatkala Adam as. selesai dari bersinnya, maka ruh itu turun ke mulut dan lisannya, dan kedua telinganya, lalu Allah Ta’ala mengajari Nabi Adam as. supaya mengucapkan:      (Segala puji bagi Allah) maka Allah menjawab Nabi Adam as.:.      (Tuhanmu merahmatimu wahai Adam) kemudian ruh itu turun ke dadanya, lalu Nabi Adam tergesa-gesa untuk berdiri, akan tetapi tidak mampu. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman:

Bahwa manusia itu selalu tergesa-gesa.”

Dan tatkala ruh telah sampai di perutnya, maka Nabi Adam menginginkan suatu makanan, kemudian ruh itu rata (masuk) dalam seluruh tubuhnya Nabi Adam. Maka jadilah jasadnya Adam itu berupa daging, darah, keringat dan otot, kemudian Allah Ta ala memberinya pakaian dengan suatu pakaian dari kukunya, yang setiap hari bertambah karena kebagusan dan keelokannya. Ketika Nabi Adam melakukan dosa, maka Allah Ta’ala mengganti kukunya dengan kulit, akhirnya tinggal sedikit dari kuku itu pada beberapa jari, hal ini untuk mengingatkan Nabi Adam.

Demikian itulah, proses pertama keadaan Nabi Adam as., kemudian Allah Ta’ala menyempurnakan kejadian Nabi Adam as. serta meniupkan ruh di dalam jasadnya, dan memberinya pakaian dari pakaian surga, sedangkan nur Muhammad itu bersinar di Wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

.........

429daq. shalat, dengan lambang bentuk nama Ahmad

 Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan kepada makhluk-Nya untuk melakukan shalat, dengan lambang bentuk nama Ahmad dan Muhammad. Maka berdiri (di dalam shalat) itu sebagaimana huruf Alif, rukuk Itu seperti huruf Ha, sujud itu seperti huruf Mim, duduk itu seperti huruf Dal. Dan Allah menjadikan bentuk nama Muhammad saw. maka kepalanya itu bundar seperti Mim yang pertama, badan itu seperti huruf Ha, perut itu seperti huruf Mim yang kedua. Dan kedua kaki itu seperti huruf Dal. Tidak akan dibakar sseorang dari orang-orang kafir atas bentuk manusia, tetapi bentuk mereka diganti dengan bentuk celeng, kemudian dibakar diatas api neraka.

......

428daq. pada setiap ruh untuk melihat kepada nur Muhammad

 Kemudian Allah Ta’ala menciptakan lampu (yang terbikin) dari akik berwarna merah, yang bisa terlihat dalamnya dari luar. Lalu Allah menciptakan rupa (bentuk) Muhammad saw., sebagaimana bentuknya di dunia, kemudian Allah Ta’ala meletakkan bentuk Muhammad itu di dalam lampu tadi, maka Nabi Muhammad berdiri didalam lampu sebagaimana berdirinya didalam shalat. Sedangkan ruh para Nabi mengelilinginya berdiri didalam shalat. Dan ruh para Nabi yang mengelilingi berada dikiri kanannya nur Muhammad saw. maka mereka sama-sama membaca tasbih dan membaca tahlil kira-kira 100 tahun lamanya.


Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan pada setiap ruh untuk melihat kepada nur Muhammad, mereka lalu melihatnya.

Diantara mereka ada yang melihat kepala nur Muhammad, maka jadilah ia khalifah dan kepala pemerintahan (sultan) diantara para makhluk semua. Dan diantara mereka ada yang melihat dahi nur Muhammad, maka jadilah ia Raja (ratu) yang adil. Diantara mereka ada yang melihat kedua mata nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang hafal kepada firman Allah Ta’ala. Diantara mereka ada yang melihat kedua alis mata nur Muhammad, maka jadilah ia pelukis. Dan diantara mereka ada yang melihat kedua telinga nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang bagus rupanya dan berakal.


Dan diantara mereka ada yang melihat kedua bibir nur Muhammad, maka jadilah ia menteri. Diantara mereka ada yang melihat hidung nur Muhammad, maka jadilah ia hakim dan dokter yang tajam akalnya.

Dan diantara mereka ada yang melihat mulut nur Muhammad. maka jadilah ia orang yang berpuasa. Diantara mereka ada yang melihat gigi nur Muhammad, maka jadilah ia sebagai utusan diantara para raja.


Diantara mereka ada yang melihat godek nur Muhammad. maka jadilah ia orang yang memberi fatwa dan nasehat, dan menjadi muadzin (tukang adzan). Dan diantara mereka ada yang melihat janggut nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang ahli perang di jalan Allah.


Diantara mereka ada yang melihat leher nur Muhammad, maka jadilah ia orang pedagang (saudagar). Dan diantara mereka ada yang melihat dua lengan nur Muhammad, maka jadilah ia ahli penunggang kuda dan memegang pedang. Diantara mereka ada yang melihat lengan kanan nur Muhammad, maka jadilah ia tukang cantik. Diantara mereka ada yang melihat lengan kiri nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang bodoh.


Dan diantara mereka ada yang melihat tapak tangan nur Muhammad yang kanan, maka jadilah ia tukang tukar dan tukang sulam kain. Diantara mereka ada yang melihat tapak tangan nur Muhammad yang kiri, maka jadilah ia tukang taker. Dan diantara mereka ada yang melihat kedua tangan nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang dermawan dan pandai.


Di antara mereka ada yang melihat punggung telapak tangan nur Muhammad yang kanan, maka jadilah ia tukang masak. Diantara mereka ada yang melihat ujung jari nur Muhammad yang kiri, maka jadilah ia sekretaris.

Dan diantara mereka ada yang melihat dadanya nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang alim yang dimuliakan dan berhati-hati. Diantara mereka ada yang melihat punggung nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang tawadlu’ (sopansantun) dan ta’at kepada perintah syara’ (agama).


 


Dan diantara mereka ada yang melihat dua lambung nur Muhammad, maka jadilah ia ahli perang. Diantara mereka ada yang melihat perut nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang menerima dan ahli zuhud.


Dan diantara mereka ada yang melihat kedua lutut nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang ahli rukuk dan sujud. Diantara mereka ada yang melihat kedua kakinya, maka jadilah ia ahli berburu.

Diantara mereka ada yang melihat bayangan nur Muhammad, maka jadilah ia penyanyi dan ahli musik. Dan diantara mereka ada yang tidak tahu sedikitpun dari nur Muhammad, maka golongan itu adalah orang Yahudi, Nasrani, orang-orang kafir atau orangorang Majusi.


Dan diantara mereka ada yang sedikitpun tidak melihat dari nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang mengaku-ngaku menjadi Tuhan, seperti Fir’aun dan selain mereka termasuk dari Orang-orang kafir.

.......


427daq. Allah menciptakan nur para Nabi

 Kemudian Allah menciptakan nur para Nabi berasal dari nur Muhammad saw. Allah Ta’ala melihat para nur itu, kemudian menjadikan dari nuritu beberaparuh para Nabiyakni, diciptakannya beberapa ruh para Nabi dari keringat ruh Muhammad saw. Dan Allah Ta’ala menciptakan beberapa ruh umat para Nabi itu dari keringat para Nabi. Yakni, beberapa ruh setiap umat diciptaan dari keringat Nabi-Nya. Sedangkan beberapa ruh orang mukmin yang menjadi umat Muhammad diciptakan dari keringat Nabi Muhammad saw. Maka para umat itu sama-sama mengucapkan:

“Tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”


426daq. penciptaan ruh

 Bab 1 penciptaan ruh yang agung yaitu cahaya junjungan kita dan nabi kita Muhammaad ASW - الباب الأول في خلق الروح الأعظم وهو نور سيدنا وبينا محمد عليه الصلاة والسلام

قد جاء في الخبر أن الله تعالى خلق شجرة لها أربعة أغصان فسماها شجرة البقين

ada di sebua riwayat bahwa sesungguhnya Allah ta’ala itu menciptakan pohon yang memiliki empat cabang, lalu ia namakan pohon yaqin.

ثم خلق نور محمد في حجاب من درة بيضاء كمثل الطاوس

lalu Ia menciptakan cahaya Muhammad di suatu tirai dari mutiara putih seperti burung merak

ووضعه على تلك الشجرة فسبح عليها مقدار سبعين ألف سنة

lalu Ia letakkan merak tersebut di atas pohon, maka merak tersebut bertasbih di atas pohon kira-kira 70 ribu tahun.

lalu Ia ciptakan cermin kehidupan, lalu cermin diletakkan di hadapan merek

فلما نظر الطاوس فيها رأى صورته أحسن صورة وأزين هيئة

ketika merak melihat cermin maka ia melihat bentuknya seabaik-baik rupa dan seindah bentuk

فاستحي من الله تعالى فعرق فقطر منه ست قطرات

maka merak malau kepada Allah, lalu menetes darinya 6 tetesan

فخلق الله تعالى من القطرة الأولى أبا بكر 

maka Allah menciptakan Abu Bakr dari tetesan yang pertama

ومن القطرة الثانية عمر رضي الله عنه

dan Umar RA dari tetesan yang kedua

ومن القطرة الثالثة عثمان رضي الله عنه

dan Usman RA dari tetesan yang ketiga

ومن القطرة الرابعة عليا رضي الله عنه

dan Ali RA dari tetesan yang keempat

ومن القطرة الخامسة الورد

dan mawar  dari tetesan yang kelima

ومن القطرة السادسة الأرز

dan beras dari tetesan yang keenam.

Kemudian nur Muhammad itu sujud lima kali, maka jadilah wajib bagi kita beberapa sujudan (yang lima) itu, kefardluan yang diwaktukan. Allah Ta’ala mewajibkan lima shalat pada Muhammad dan umatnya.

Kemudian Allah Ta’ala melihat kepada nur itu sekali lagi, maka berkeringatlah nur Muhammad itu, karena merasa malu pada Allah Ta’ala, dari keringat hidungnya, Allah Ta’ala menciptakan malaikat dan dari keringat wajahnya, Allah Ta’ala menciptakan ‘Arasy, Kursy, Lauh, Qalam, Matahari, Bulan, Hijab, beberapa Bintang dan sesuatu yang ada di langit.

Dari keringat dadanya, Allah Ta’ala menciptakan para Nabi, para Rasul, para Ulama, para Syuhada’ dan orang-orang yang shalih.

Dari keringat punggungnya, Allah Ta’ala menciptakan Baitul Ma’mur, Ka’bah, Baitul Maqdis dan beberapa tempat masjid di dunia.

Dari keringat dua alis matanya, Allah Ta’ala menciptakan umat Muhammad yang terdiri dari kaum mukminin dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat.

Dari keringat dua telinganya, Allah Ta’ala menciptakan beberapa ruhnya orang Yahudi, Nasarani, Majusi dan orang-orang yang suka membantah (mengingkari), dan orang-orang munafik.

Dari keringat kedua kakinya, Allah Ta’ala menciptakan bumi dari timur sampai ke barat, dan seluruh isi yang ada di dalamnya.

Kemudian Allah Ta’ala berfirman kepada nur itu: “Lihatlah di depanmu, hai nur Muhammad!” Maka nur Muhammad itu melihat didepannya ada nur, dibelakangnya ada nur, dikanannya ada nur, dan dikirinya (juga) ada nur. Mereka itu adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ra., maka nur itu membaca tasbih lamanya 70.000 tahun.


.,.........


452qot. kekufuran

 Seandainya ditanyakan kepadamu: “Kekufuran adalah dengan qadla’ dan qadar Allah, ridla’ terhadap qadla’ dan qadar adalah wajib, dan ridla’ terhadap kekufuran adalah kufur, maka bagaimana bisa yang wajib berkumpul dengan kekufuran?” Maka katakanlah: Kekufuran adalah maqdliyyun (yang dilaksanakan) dan maqdurun (yang ditetapkan), bukan qadla’ dan qadar, dan ridla’ hanya wajib terhadap qadla’ dan qadar, tidak terhadap maqdliyyun dan maqdurun, lagi pula, sesuatu yang bertentangan dengan syara’ yang tidak disukai oleh seorang hamba, itu adalah dari segi dzatnya, adapun dari segi bahwa sesuatu tadi adalah maqdliyyun, maka seorang hamba tadi ridla’, dengan artian, ia tidak bertentangan dengan kehendak Allah, dan seorang hamba tidak diperintah untuk menyukainya walaupun dari segi sesuatu tadi adalah merupakan maqdliyyun. Akan tetapi ia diperintah meninggalkan dari bertentangan terhadap Allah, dan beri’tiqad terhadap kebijaksanaan/hikmah atas sesuatu tadi (maqdliyyun) dan keadilan terhadap Allah.

........

453qot. masalah dalam agama-secara garis besar-ada empa

 Ketahuilah, bahwasanya masalah-masalah dalam agama-secara garis besar-ada empat:

1. Shihhatul aqdi (sahnya ikatan) Yaitu dengan kamu beri’tiqad yang shahih/benar, yang lepas dari keraguan dan kerancuan dari kesesatan-kesesatan Ahlil Ahwa’ (orang-orang yang mengikuti hawa nafsu/berbuat semaunya).

2. Shidqul qashdi (benarnya tujuan) Yaitu dengan kebenaran dalam tujuanmu. Sabda Nabi saw:

إِنَّمَا الاعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya semua pekerjaan bergantung pada niat”

3. Al-Wafa’ bil ‘ahdi (memenuhi terhadap janji) Yaitu apabila kamu berjanji maka penuhilah janji itu, agar tidak terdapat padamu suatu karakteristik dari kemunafikan, karena salah satu dari karakteristik kemunafikan ialah jika seseorang berjanji maka ia berkhianat.

4. Ijtinaabul haddi (menjauhi larangan) Yaitu dengan kamu menjauhi semua kemaksiatan.

.....

454qot. syarat kesempurnaan iman

 Adapun shalat, puasa, zakat dan hajji, itu semua adalah syarat kesempurnaan, ini menurut qaul yang mukhtar menurut Ahli Sunnah. Barang siapa yang meninggalkannya dan i’tiqad akan wajibnya hal tersebut kepada dirinya, atau orang tadi meninggalkan salah satu diantaranya beserta i’tiqad, maka ia adalah orang mukmin yang sempurna dalam memenuhi hukum-hukum kemukminan di dunia dan di akhirat, karena tempat kembalinya adalah ke surga walaupun ia masuk ke neraka jika tidak memperoleh ampunan dari Allah Swt., dan ia juga disebut mukmin naqish (yang kurang) dari segi kelemahan imannya, sebab telah meninggalkan sebagian perintah. Dan jika ia meninggalkan karena menentang terhadap syara’ atau ragu terhadap kewajiban hal itu, maka ia kafir, berdasarkan ijma’ ulama’. Begitu juga apabila ia meninggalkan salah satu diantaranya beserta menentang atau ragu, karena semua itu dapat diketahui dari dalil-dalil agama secara pasti.

.....

455qot. TERMASUK DARI HAKIKAT IMAN ATAU BUKAN

 PERMASALAHAN XV

SHALAT LIMA WAKTU, PUASA, ZAKAT, DAN…, TERMASUK DARI HAKIKAT IMAN ATAU BUKAN?

Jika ditanyakan kepadamu: “Shalat lima waktu, puasa ramadlan, zakat harta dan badan, cinta terhadap para malaikat, kitab-kitab samawi yang mana Allah telah menurunlkannya kepada sebagian para rasul, terhadap para rasul dan para Nabi alaihimus shalatu wassalam, terhadap qadar baik dan buruknya dari Allah, dan lainnya yang berupa perintah, larangan dan mengikuti sunnah nabi saw., apakah semua tersebut merupakan dari hakikat dan asal iman atau bukan?”.

Maka hendaklah kamu berkata: Bukan. Yakni, semua itu bukan merupakan dari hakikat dan asal iman, akan tetapi itu semua cabang dari iman, karena iman adalah sebuah istilah dari tauhid (peng-esaan) sebagaimana didepan, dan yang selain itu adalah syarat dari beberapa syarat iman, dan cabang dari beberapa cabang iman, karena diantara syarat sahnya iman adalah cinta kepada Allah, para malaikat, para nabi, para aulia’, takut akan adzab Allah, mengharap rahmat-Nya, mengagungkan perintah dan larangan-Nya, dan benci terhadap musuh-musuh Allah, yaitu orang-orang kafir.

......

456qot. manusia ada tiga bagian

 Sesungguhnya manusia ada tiga bagian: Orang mukmin yang ikhlas dalam keimanannya, yaitu orang yang berikrar dengan lisan, membenarkan dengan hati, dan mengamalkan dengan anggota tubuh, orang yang kafir yang ingkar dalam kekufurannya, yaitu orang yang tidak berikrar dengan lisan, dan tidak beriman dengan hatinya, dan orang munafik yang mencari muka dalam kemunafikannya, yaitu orang yang berikrar dengan lisan, tidak beriman dengan hatinya, dan yang mencari muka didepan orang-orang mukmin.

Mereka semua (para makhluk) akan diberi pahala atas ketaatan, dan akan diberi siksa atas kemaksiatan mereka. Pahala dan siksa tersebut dengan wa’d (janji memberi kebaikan) Allah dalam ketaatan, dan wa’id (janji memberi siksa) Allah dalam kemaksiatan, firman Allah:

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya), dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya)”.

......


457qot. surga neraka penghuninya tidaka akan rusak

 Surga tidak akan rusak, surga ada tujuh: Firdaus, Adnin, Khuld, Na’im, Ma’wa, Darus Salam dan Darul Jalal, yang semuanya bersambung pada tempat pemilik wasilah yaitu nabi Muhammad saw. supaya ahli surga merasa nikmat dengan melihat beliau, karena sesungguhnya beliau nampak pada mereka dari tempat itu, beliau menyinari ahli surga sebagaimana matahari menyinari ahli bumi.

......

Juga (yang tidak rusak) neraka, dan tigkatan-tingkatan neraka ada tujuh, paling atas adalah Jahannam ia untuk orang-orang mukmin yang maksiat, kemudian Ladha untuk orang yahudi, Khuthamah untuk orang-orang nashrani, Sa’ir untuk Shabi’in, mereka adalah suatu kelompok dari orang yahudi, Saqar untuk orang majasi, Jahim untuk penyembah berhala dan hawiyah untuk orang munafik.

......

Demikian juga penghuni surga dan neraka semuanya tidak rusak, yaitu yang berupa Hurun ‘In, Wildan, lemari surga, malaikat adzab, ular dan kalajengking. Syarbini berkata menukil dari Imam Nanafi ada tujuh yang tidak akan rusak, Arsy, Kursi, Lauh, Qalam, surga dan neraka beserta penghuninya dan ruh.

Dikhilafi ulama’ dalam masalah penafsiran firman Allah:

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah”

......

Apabila makna “Tiap-tiap sesuatu itu binasa” adalah adanya setiap sesuatu dapat binasa pada dzatnya, karena tiap-tiap yang selain Allah swt. adalah yang mumkin ada yang dapat menerima ketiadan, maka tujuh perkara tersebut termasuk pada makna ini, dan jika maknanya, setiap sesuatu itu binasa adalah adanya setiap sesuatu tersebut yang keluar dari yang bisa diambil kamanfaatannya disebabkan kematian atau terpisahnya ajza’ (anggota-anggota), maka tujuh perkara tersebut adalah termasuk yang dikecualikan dari yang binasa. Barang siapa yang ragu terhadap sesuatu dari apa-apa yang telah disebutkan ini maka orang tersebut kafir.

.......

458qot. manusia terbagi menjadi dua bagian

 bahwasanya manusia terbagi menjadi dua bagian, orang mukmin dan orang kafir, orang kafir kekal di neraka, dan orang mukmin terbagi menjadi dua bagian, yang taat dan yang maksiat, yang taat di surga, dan yang maksiat terbagi menjadi dua bagian, yang bertaubat dan yang tidak bertaubat, yang bertaubat masuk surga dan yang tidak bertaubat berada pada kehendak Allah, apabila Allah berkehendak maka Allah mengampuninya dan memasukkannya ke surga dengan keagungan dan kemuliaannya, dan itu disebabkan berkat iman dan taat, atau sebab sebagian kebaikan-kebaikan, juga apabila Allah berkehendak maka Allah mengadzabnya dengan ukuran dosanya baik kecil ataupun besar, dan kemudian terakhir Allah memasukkannya ke surga, maka orang tersebut tidak akan kekal di neraka.

.....

460qot. mereka semua di surga kekal.

 Adapun orang mukmin, yaitu orang yang mati atas agama islam walaupun sebelumnya kafir, maka mereka semua di surga kekal. Tidak akan mungkin mereka-mereka masuk ke surga kemudian masuk ke neraka, karena orang yang masuk ke surga tidak akan pernah keluar.

Firman Allah:

“Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya”.

Masuk ke surga adakalanya tanpa masuk ke neraka terlebih dahulu, dan adakalanya masuk ke neraka terlebih dahulu sesuai dengan ukuran dosanya.

.......

461qot. Syafaat Udhma

 Para rasul memiliki syafaat-syafaat yang tidak terbatas, dan paling agungnya syafaat yang diberikan oleh para rasul adalah syafaat untuk pembebasan makhluk dari ketakutan yang sangat dan kekhawatiran, syafaat ini disebut dengan Syafaat Udhma, karena merata pada semua makhluk, dan juga disebut dengan Maqamul Mahmud, karena orang-orang terdahulu dan terakhir memuji kepada nabi Muhammad saw. Pada syafaat tersebut, kemudian syafaat untuk memasukkan satu kaum kesurga tanpa hisab, dan ini termasuk keistimewaan nabi Muhammad saw. Sebagaimana syafaat yang sebelumnya,. lalu syafaat untuk orang yang berhak masuk keneraka tidak masuk keneraka, syafaat untuk mengeluarkan orang yang dimasukkan ke neraka, yaitu orang-orang yang bertauhid, dan ini tidak hanya tentu pada nabi Muhammad saw., tetapi para nabi, malaikat dan manusia bersekutu dengan dalam syafaat ini, syafaat untuk meringankan adzab bagi orang yang berhak kekal di neraka pada sebagian waktu, seperti Abu Thalib, syafaat untuk anak-anak – yang mati pada waktu kecil – orang musyrik untuk masuk ke surga, syafaat nabi Muhammad saw. Bagi orang yang mati di Madinah,-la’allahu-bagi orang yang sabar terhadap kesulitan-kesulitan Madinah dan bagi orang yang berziarah pada beliau setelah wafatnya, syafaat untuk orang yang menjawab muaddzin (orang yang adzan) serta memohonkan derajat untuk beliau, syafaat untuk orang yang bershalawat pada malam dan siang hari Jum’at, syafaat untuk orang yang hafal empat puluh hadits dalam masalah agama dan mengamalkannya, syafaat untuk orang yang berpuasa bulan Sya’ban dikarenakan beliau suka berpuasa pada bulan itu, dan syafaat untuk orang yang memuji dan memuja kepada Ahlil Bait.

.......

462qot. mereka yang tidak akan kekal di neraka setelah

 Adapun orang yang fasiq, yaitu orang yang yang mengerjakan dosa besar atau yang selalu menetapkan dosa kecil, dan ketaatan mereka tidak melebihi terhadap kemaksiatannya, maka mereka tidak akan kekal di neraka setelah hisab, yaitu setelah selesai ukuran dosanya, karena perbuatan tersebut tidak mengeluarkannya dari keimanan, kecuali ia ber-i’tiqad terhadap halalnya kemaksiatan baik besar maupun kecil, karena sesungguhnya yang dinamakan iman menurut golongan Asy’ary dan Maturidzy adalah tashdiq bil qalbi (membenarkan dengan hati) saja, adapun iqrar dari orang yang mampu adalah syarat untuk memenuhi hukum-hukum duniawi yang mana termasuk dari keseluruhannya adalah wajibnya ber-i’tiqad bahwa mereka tidak akan kekal di neraka. Jika iman adalah tashdiq, maka seorang hamba wajib tidak keluar dari bersifat terhadap itu, kecuali terhadap apa yang bertentangan dengannya yang berupa kekufuran, yaitu tidak adanya tashdiq (membenarkan) pada apa yang telah diketahui secara pasti dari apa yang telah dibawa Rasul saw., atau meniggalkan syaratnya, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat beserta adanya kemampuan untuk itu. Sebagaimana bahwa orang mukmin yang berbuat maksiat tidak akan kekal di neraka, maka seperti itu juga wajib i’tiqad bahwa syafaat tidak akan sampai pada orang-orang kafir.

Firman Allah:

“Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at”

........


463qot. yang mati terkhir adalah malaikat maut

 Adapun yang selain dari para malaikat, jin dan manusia mereka semua mati, akan tetapi tidak satupun dari para malaikat mati sebelum tiupan pertama, tetapi mereka akan mati pada saat tiupan itu kecuali Hamalatul Arsy dan para malaikat yang empat, mereka akan mati setelah tiupan pertama dan hidup kembali sebelum tiupan ke dua, dan yang mati terkhir adalah malaikat maut, seperti inilah yang telah dikatakan oleh Syarqawi. Telah dikatakan, bahwasanya Hamalatul Arsy tidak akan mati karena mereka semua diciptakan untuk selamanya.

......

464qot. Orang pertama yang masuk ke neraka

 Orang pertama yang masuk ke neraka adalah Qabil yang telah membunuh saudaranya yaitu Habil tanpa haq, karena dialah orang pertama yang memperlihatkan hal ini, dia adalah yang pertama masuk ke neraka dari bangsa manusia. Adapun Iblis dia adalah yang pertama masuk ke neraka dari bangsa jin.

.....

465qot. Allah mendirikan Mizan

 Kemudian Allah mendirikan Mizan (timbangan / neraca), maka semua pandangan menatap pada kitab-kitab, apakah kitab-kitab tersebut terkumpul pada sebelah kanan atau pada sebelah kiri, lalu pada Lisanul Mizan (arah pengukur timbangan), apakah ia condong kesebelah keburukan atau kebaikan.

Allah menghukumi diantara mereka dengan adil, dan yang pertama diputus/diadili di mauqif adalah masalah shalat, setelah itu gugatan dari pembunuhan jiwa tanpa haq, kemudian mereka digiring ke Shirat, yaitu jembatan yang memanjang diatas tengah neraka yang terlatak diantara Mauqif dan surga, sedang neraka berada diantara keduanya, lebih halus dari rambut, lebih tajam dari pedang ibarat silet. Orang-orang yang beruntung menjalaninya ibarat kedipan mata, kemudian seperti kilat, seperti burung, dan keledai, kemudian orang yang menjalaninya dengan lari-lari kecil, lalu dengan berjalan, dengan merangkak dan dengan merayap/beringsut. Mereka semua berbeda-beda sebagaimana halnya orang-orang yang celaka, maka diantara mereka ada yang gagal pada langkah yang pertama, dialah orang yang terakhir keluar dari neraka, dan diantaranya lagi terdapat orang yang gagal pada langkah yang terakhir, dialah orang yang pertama keluar dari neraka, perjalanan tersebut berbeda-beda sesuai berdasarkan perbedaan amal kebaikan dan rasa penghormatan terhadap Allah apabila hal itu terbersit pada hati. 

....



466qot. yang pertama kali dimintai perhitungan

 Sesungguhnya telah terdapat dalam hadits, bahwasanya yang pertama kali dimintai perhitungan oleh Allah adalah Lauhul Mahfudh, dengan sekiranya diberikan pengetahuan, akal, dan suara padanya, lalu Allah memanggilnya dan gemetarlah otot-ototnya, lalu Allah bertanya: “Apakah kamu telah menyampaikan apa yang ada pada kamu kepada Israfil?”, ia menjawab: “Aku telah menyampaikannya”, kemudian Allah memanggil Israfil dan gemetarlah otot-ototnya karena takut kepada Allah, lalu Allah bertanya: “Apa yang telah kamu perbuat pada apa yang telah diceritakan oleh Lauhul Mahfudh padamu?”, Israfil menjawab: “Aku menyampaikannya kepada Jibril”, kemudian Allah memanggil Jibril dan gemetarlah otot-ototnya, lalu Allah bertanya kepadanya: “Apa yang telah kamu perbuat pada apa yang telah Israfil ceritakan padamu?”, Jibril menjawab: “Aku menyampaikannya kepada para utusan”, kemudian Allah memanggil para utusan seraya bertanya: “Apa yang telah kamu perbuat pada apa yang telah Jibri ceritakan padamu?”, mereka menjawab: “Kami menyampaikannya pada manusia”, lalu manusia ditanya tentang umur mereka, terhadap apa mereka menghabiskan/mempergunakannya?, tentang masa mudanya, terhadap apa mereka menggunakannya?, tentang harta-hartanya, dari mana mereka mendapatkan dan terhadap apa merka menafaqahkannya?, dan tentang ilmunya, apa yang telah mereka perbuat dengannya?.

Firman Allah:

Maka Sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus Rasul-rasul kepada mereka dan Sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) Rasul-rasul (Kami), # Maka Sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka)”.

Dan firman Allah:

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, # tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu”

.....

467qot. Orang pertama yang mengambil kitab

 Orang pertama yang mengambil kitab dengan tangan kanannya adalah Umar bin Khattab, beliau memiliki sinar seperti sinar matahari, adapun Abu Bakar, beliau adalah pemimpin tujuh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab, mereka-mereka tidak usah mengambil lembaran-lembarannya. Setelah Umar, Abu Salmah Abdullah bin Abdil Asad Al-Makhzumi, dan orang pertama yang mengambil kitab dengan tangan kirinya adalah saudara beliau yaitu Al-Aswad bin Abdil Asad. Setelah hamba mengambil kitabnya, mereka akan mendapatkan huruf-hurufnya terang (bercahaya) atau gelap sesuai menurut amal baik atau buruk, dan tulisan pertama pada lembaran tersebut adalah:

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”.

Apabila hamba tersebut telah membacanya, maka wajah mereka akan berubah menjadi putih jika ia orang mukmin, dan akan menjadi hitam jika ia orang kafir.

Firman Allah :

“Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram”.

......

468qot. HAFAL NAMA DAN HITUNGAN PARA RASUL, JADI SYARAT SAHNYA IMAN ATAU TIDAK

 PERMASALAHAN X

HAFAL NAMA DAN HITUNGAN PARA RASUL, JADI SYARAT SAHNYA IMAN ATAU TIDAK?

Jika ditanyakan padamu: “Menaghafal nama-nama dan jumlah hitungan mereka (para rasul) menjadi syarat sahnya iman terhadap kita semua atau tidak?”.

Maka hendaklah kamu berkata: Bahwa menghafal nama-nama dan jumlah hitungan tersebut tidaklah menjadi syarat sahnya iman bagi kita semua.

469qot. nabi dan rasul

 Telah diceritakan, bahwasanya Allah telah mengutus delapan ribu nabi, empat ribu dari Bani Israil, dan empat ribu dari manusia lainnya. Perbedaan antara Nabi dan Rasul ialah:

Rasul: Orang yang diperintah untuk menyampaikan beberapa hukum kepada orang yang dikirimi hukum.

Nabi: Orang yang tidak diperintah untuk menyampaikan perkara tersebut, akan tetapi diprintah untuk menyampaikan bahwa sesungguhnya dirinya adalah seorang nabi, supaya dirinya terhormat.

........

470qot. BERAPA JUMLAH PARA NABI YANG MENJADI RASUL

 PERMASALAN IX

BERAPA JUMLAH PARA NABI YANG MENJADI RASUL?

Jika ditanyakan kepadamu: ” Berapa banyaknya para nabi yang menjadi rasul?”.

Maka hendaklah kamu berkata: Bahwa dalam satu riwayat mereka berjumlah tiga ratus tiga belas utusan, sebanyak jumlah Ahli Badar (orang yang ikut dalam perang badar), dalam satu riwayat tiga ratus empat belas, sebanyak jumlah tentara Thalut yang telah sabar bersamanya dalam memerangi tentara Jalut, dan dalam satu riwayat lain mereka berjumlah tiga ratus lima belas utusan

471qot. BERAPA JUMLAH PARA NABI

 PERMASALAHAN VIII


BERAPA JUMLAH PARA NABI?

Jika ditanyakan kepadamu: “Berapa banyaknya jumlah para nabi?”.

Maka hendaklah kamu berkata: Bahwasanya jumlah para nabi dalam suatu riwayat berjumlah seratus dua puluh empat nabi. Ahmad Dardiri mengatakan, yang lebih baik adalah tidak membatasi mereka-mereka dalam jumlah hitungan tertentu, karena dengan adanya pembatasan dalam menyebutkan hitungan, maka tidak menutup kemungkinan akan adanya seseorang yang tidak termasuk dari para nabi masuk dalam hitungan tersebut, dikarenakan bisa saja penyebutan jumlah hitungan tadi lebih banyak dari yang sebenarnya, dan seseorang yang termasuk dari para nabi tidak masuk dalam hitungan, dikarenakan jumlah hitungan tersebut lebih sedikit dari yang sebenarnya. Adapun hadits yang telah diriwayatkan; “Bahwasanya Nabi saw. telah ditanya tentang jumlah mereka, beliau menjawab: Seratus dua puluh empat ribu”, dan dalam suatu riwayat: “Dua ratus dua puluh empat ribu”, hadits ini adalah hadits Ahad yang tidak menunjukkan terhadap kepastian, sedang tidak ada pelajaran dengan suatu keraguan didalam bab i’tiqad.

.,..



472qot. Para Ulul Azmi

 Ibnu Abbas dan Qatadah berkata: Para Ulul Azmi, yaitu orang-orang yang tabah dan giat dalam menjalani beberapa perkara berjumlah lima orang. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai syariat. Yaitu: Muhammad saw., Ibrahim as., Musa as., Isa as. dan Nuh as. Sebagian ulama’ telah menyusunnya dalam satu bait dengan bahar Thawil:

مُحَمَّدُ اِبْرَاهِيمُ مُوسَى كَلِيمُهُ # وَعِيسَى وَنُوحٌ هُمْ اُولُو الْعَزْمِ فَاعْلَم

Muqatal berkata: Bahwa Ulul Azmi berjumlah enam orang, yaitu: Nuh as. yang telah sabar terhadap celaan kaumnya, Ibrahim as. yang terlah sabar terhadap api, Ishaq as. yang telah sabar terhadap penyembelihan, Ya’qub as., yang telah sabar tidak memiki putra serta hilangnya penglihatan, Yusuf as. yang telah sabar dipenjara dan Ayyub as. yang telah sabar terhadap penyakit.

Semua syariat, hukum-hukumnya di-mansyukh oleh syariat Sayyidina Muhammad saw. apabila syariat tersebut tidak sesuai dengan syariatnya. Terdapat dari sebagian syariat nabi Adam as. mengawinkan saudara dari saudarinya yang bukan saudara kembarannya, dan ulama’ telah mufakat atas keharaman tersebut setelah nabi Adam, seperti yang dikatakan Jauhari. Adapun dalil tentang mansyukh tersebut adalah firman Allah:

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya,

..........

473qot. BERAPA ORANG YANG MEMILIKI SYARIAT


PERMASALAHAN VII
BERAPA ORANG YANG MEMILIKI SYARIAT?
Jika ditanyakan kepadamu: “Berapa jumlah dari orang-orang yang memiliki syariat?”.
Maka hendaklah berkata: Enam orang, yaitu: Adam as. Nuh as. Umur beliau seribu empat ratus lima puluh tahun, Ibrahim as., Musa as., Isa as. dan Muhammad saw.

.........


1060daq. MELAYANGNYA BUKU AMAL DI HARI KIAMAT

 


Bab 31 Melayangnya Buku di Hari Kiamat.

Cara Pengambilan Buku Catatan Amal

Ketika Allah Ta’ala mengumpulkan para makhluk di halaman kiamat, dan menghendaki (untuk) menghisab mereka, maka melayanglah kitab para makhluk itu diatasnya, seperti embun. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: “Hai Fulan, ambillah kitabmu dengan tangan kananmu! Hai Fulan, ambillah kitabmu dari tangan kirimu! Dan hai Fulan, ambillah kitabmu dari arah belakang punggungmu”, maka seseorang tidak akan mampu untuk mengambil kitabnya, kecuali dengan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala.

Bagi orang-orang yang bertagwa kitabnya diberikan dengan tangan kanan mereka. Dan orang-orang yang durhaka kitabnya diberikan dengan tangan kiri mereka. Dan orang-orang kafir kitabnya diberikan dari arah belakang punggungnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: 

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.” (QS. Al Insyiqaq: 7-9)

Orang-orang yang durhaka akan menerima buku catatan malnya dengan tangan kiri mereka. Allah swt. berfirman:

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini),” (OS. Al Haqqah: 25)

Orang-orang kafir akan menerima (mengambil) buku catatan amalnya dari arah belakang punggungnya. Allah swt. berfirman:

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya. Maka dia akan berteriak: “Celakalah aku.” Dan ia akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Insyiqaq: 10-12)

......

BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS

“MELAYANGNYA BUKU AMAL DI HARI KIAMAT”

Cara Pengambilan Buku Catatan Amal dan Rahasia Keselamatan Jiwa


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Hari kiamat adalah hari terbongkarnya seluruh rahasia manusia. Tidak ada satu amal pun yang tersembunyi. Semua ucapan, tulisan, niat, pandangan mata, bahkan lintasan hati akan dicatat dan diperlihatkan oleh Allah Ta’ala.

Allah menggambarkan bahwa kitab amal manusia akan “melayang” di hadapan mereka. Ini menunjukkan:

  • Betapa dahsyat dan agungnya hari hisab.
  • Tidak ada kesempatan mengingkari dosa.
  • Setiap manusia akan menerima catatan hidupnya sendiri.

Dalam perspektif tasawuf, kitab amal bukan sekadar catatan tulisan, tetapi gambaran nyata keadaan ruh dan hati manusia selama hidup di dunia.

Tiga Golongan Pengambil Kitab Amal:

1. Dengan Tangan Kanan

Mereka adalah:

  • Ahli taqwa
  • Orang yang ikhlas
  • Orang yang menjaga hati dan amal

Allah berfirman:

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah.”
(QS. Al-Insyiqaq: 7-8)

Maknanya:

  • Hisabnya ringan
  • Dosanya diampuni
  • Hatinya tenang
  • Kembali kepada keluarganya di surga dengan penuh kegembiraan

2. Dengan Tangan Kiri

Mereka adalah ahli maksiat yang lalai.

“Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku.”
(QS. Al-Haqqah: 25)

Ini adalah penyesalan yang sangat dalam. Saat itu:

  • Harta tidak berguna
  • Jabatan tidak menolong
  • Popularitas tidak menyelamatkan

3. Dari Belakang Punggung

Ini adalah keadaan orang kafir dan pendusta ayat-ayat Allah.

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya.”
(QS. Al-Insyiqaq: 10)

Dalam tafsir disebutkan:

  • Tangan kirinya dibelenggu ke belakang
  • Ia menerima kitab dari belakang punggungnya sebagai bentuk penghinaan besar

2. Hukum (Ahkam)

Wajib Beriman kepada:

  • Hari kiamat
  • Hisab
  • Mizan
  • Catatan amal
  • Surga dan neraka

Mengingkari hal tersebut termasuk penyimpangan aqidah.

Haram:

  • Meremehkan dosa kecil
  • Berbuat zalim
  • Menyebarkan fitnah
  • Menipu manusia
  • Riya dan sum’ah

Karena semua akan tercatat secara sempurna.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Janganlah meremehkan dosa kecil, karena ia akan berkumpul hingga membinasakan.”
(HR. Ahmad)


3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

a. Dunia hanyalah tempat menulis amal

Sedangkan akhirat tempat membacanya.

b. Semua amal ada rekamannya

Tidak ada yang hilang:

  • Chat
  • Tulisan
  • Ucapan
  • Komentar
  • Fitnah
  • Pandangan mata

c. Amal rahasia lebih berharga

Tasawuf mengajarkan:

Amal yang tersembunyi lebih dekat kepada ikhlas.

d. Kebersihan hati menentukan keselamatan

Bukan sekadar banyaknya amal lahiriah.


4. Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Al-Qur’an

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya.”
(QS. Al-Kahfi: 49)

“Barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7)


Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya, ilmunya, hartanya, dan tubuhnya.”
(HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian yang Aku catat untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya.”
(HR. Muslim)


5. Analisis dan Argumentasi Tasawuf

Tasawuf mengajarkan bahwa:

  • Dosa menghitamkan hati
  • Maksiat membentuk kegelapan ruh
  • Amal shalih memancarkan cahaya

Maka kitab amal sejatinya adalah:

Pantulan keadaan jiwa manusia.

Orang yang hidupnya penuh:

  • Hasad
  • Dendam
  • Fitnah
  • Riya
  • Kesombongan

akan berat menerima kitab amalnya.

Sebaliknya:

  • Ahli dzikir
  • Ahli taubat
  • Ahli ikhlas
  • Ahli kasih sayang

akan dimudahkan hisabnya.


6. Amalan (Implementasi)

Amalan Harian:

  1. Muhasabah sebelum tidur
  2. Istighfar minimal 100 kali
  3. Membaca Al-Qur’an setiap hari
  4. Menjaga lisan dan jari tangan
  5. Sedekah rahasia
  6. Shalat taubat
  7. Memperbanyak dzikir:
    • Astaghfirullah
    • Laa ilaaha illallah
    • Shalawat

7. Relevansi di Zaman Sekarang

Teknologi dan Rekaman Amal

Hari ini manusia kagum dengan:

  • CCTV
  • Kamera satelit
  • Cloud storage
  • AI
  • Rekaman digital

Padahal Allah sudah lebih dahulu menjelaskan: bahwa seluruh amal manusia direkam secara sempurna.

Media Sosial

Banyak manusia:

  • mudah menghina
  • memfitnah
  • membuka aib
  • mencari viralitas

Padahal semua akan muncul kembali pada hari kiamat.

Kedokteran Modern

Manusia mampu:

  • transplantasi organ
  • operasi robotik
  • rekayasa genetika

Namun tidak mampu:

  • menghindari kematian
  • menghapus dosa
  • menolak hisab Allah

Kehidupan Sosial

Banyak orang terlihat baik di depan kamera, namun zalim dalam kesendirian.

Tasawuf mengajarkan:

Allah melihat hati, bukan pencitraan.


8. Motivasi Ruhani

Wahai saudaraku…

Sebelum kitab amalmu dibuka:

  • bukalah mushaf Al-Qur’an
  • bukalah pintu taubat
  • bukalah hati untuk Allah

Jangan tunggu tua. Jangan tunggu sakit. Jangan tunggu ajal mendekat.

Karena satu hari nanti: semua manusia akan membaca kisah hidupnya sendiri.


9. Muhasabah dan Caranya

Pertanyaan Muhasabah:

  • Sudahkah aku menjaga shalat?
  • Berapa banyak dosa lisanku?
  • Apakah aku menyakiti orang lain?
  • Apakah hartaku halal?
  • Apakah aku ikhlas?

Cara Muhasabah:

  1. Menyendiri beberapa menit setiap malam
  2. Mengingat dosa-dosa
  3. Menangis dalam taubat
  4. Menulis evaluasi diri
  5. Memohon ampun sebelum tidur

Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:

“Hisablah dirimu sebelum kalian dihisab.”


10. Kemuliaan dan Kehinaan

A. Di Dunia

Orang Bertaqwa:

  • Hatinya tenang
  • Dicintai manusia shalih
  • Hidupnya penuh keberkahan

Ahli Maksiat:

  • Gelisah
  • Sulit bahagia
  • Hatinya keras

B. Di Alam Kubur

Ahli Taat:

  • Kuburnya luas
  • Mendapat cahaya
  • Didatangi amal shalih

Ahli Maksiat:

  • Kuburnya sempit
  • Gelap
  • Penuh penyesalan

C. Di Hari Kiamat

Ahli Taqwa:

  • Wajah berseri
  • Kitab di tangan kanan
  • Hisab ringan

Ahli Dosa:

  • Wajah hitam
  • Ketakutan
  • Menyesal

D. Di Akhirat

Ahli Surga:

  • Melihat Allah
  • Bahagia abadi
  • Tidak ada kesedihan

Ahli Neraka:

  • Penyesalan abadi
  • Siksa yang pedih
  • Kehinaan yang besar

11. Doa

اللهم حاسبنا حسابًا يسيرًا
واجعل كتابنا بأيماننا
ولا تجعله بشمائلنا ولا من وراء ظهورنا
اللهم بيّض وجوهنا يوم تسود الوجوه
واغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين

Artinya:

“Ya Allah, hisablah kami dengan hisab yang mudah. Jadikan kitab amal kami diberikan dengan tangan kanan kami, jangan dengan tangan kiri kami dan jangan dari belakang punggung kami. Putihkan wajah kami pada hari wajah-wajah menjadi hitam. Ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.”


12. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi hakikat kehidupan dan akhirat.

Semoga buletin ini:

  • melembutkan hati,
  • membangunkan jiwa,
  • menumbuhkan taubat,
  • serta menjadi wasilah keselamatan di hari ketika kitab amal dibuka.

“Ya Allah, jadikan akhir hidup kami husnul khatimah.”

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

.........



---

Bab 31: Melayangnya Buku di Hari Kiamat (Versi Santai)

Gimana Caranya Ambil Buku Catatan Amal?

Waktu Allah ngumpulin semua makhluk di padang mahsyar, dan mau ngadain hisab, tiba-tiba kitab amal setiap orang melayang-layang di atas kayak embun gitu.

Terus ada yang manggil dari dekat Allah:

“Hei Fulan, ambil kitabmu pake tangan kanan! Hei Fulan, ambil pake tangan kiri! Hei Fulan, ambil dari belakang punggungmu!”


Pokoknya, nggak ada yang bisa ambil kitab kecuali sesuai perintah Allah.


---


Tiga Golongan Pengambil Kitab


1. Orang bertaqwa → dikasih kitabnya lewat tangan kanan.

2. Orang durhaka → dikasih lewat tangan kiri.

3. Orang kafir → dikasih dari belakang punggung.


Allah udah bilang di Al-Qur'an:


QS. Al-Insyiqaq: 7-9

"Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira."


QS. Al-Haqqah: 25

"Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini)."


QS. Al-Insyiqaq: 10-12

"Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya. Maka dia akan berteriak: 'Celakalah aku.' Dan ia akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala."


---


Makna Kekinian (Tapi Tetap Berat, Ya)


Hari kiamat tuh hari dimana semua rahasia kebongkar. Nggak ada amal yang bisa disembunyiin.

Dalam dunia tasawuf, kitab amal itu bukan cuma catatan tulisan, tapi gambaran keadaan hati dan ruh kita selama hidup.


---


Tiga Golongan Versi Santai


1. Yang tangan kanan → orang2 taqwa, ikhlas, jaga hati dan amal.

Hisabnya enteng, dosanya diampuni, hatinya tenang, balik ke keluarganya di surga dengan seneng banget.


2. Yang tangan kiri → ahli maksiat yang suka lalai.

Mereka bakal nyesel: "Duh, mending aku nggak dikasih kitab ini!"

Saat itu harta, jabatan, popularitas nggak guna sama sekali.


3. Yang dari belakang punggung → orang kafir dan pendusta ayat Allah.

Tangan kirinya dibelenggu ke belakang, dikasih kitab dari belakang. Penghinaan maksimal pokoknya.


---


Hukum (Yang Wajib Diingetin)


Wajib banget percaya sama:


· Hari kiamat

· Hisab

· Mizan (timbangan amal)

· Catatan amal

· Surga & neraka


Siapa yang ingkar, udah jelas nyimpang dari aqidah.


Haram juga kalau:


· Meremehkan dosa kecil

· Berbuat zalim

· Nyebarin fitnah

· Tipu-tipu manusia

· Riya’ dan cari pujian


Karena semua bakal tercatat sempurna.

Rasulullah ﷺ bilang:

“Janganlah meremehkan dosa kecil, karena ia akan berkumpul hingga membinasakan.” (HR. Ahmad)


---


Pelajaran Penting (Buat Njenengan & Aku)


· Dunia cuma tempat nulis amal, akhirat tempat baca.

· Semua ada rekamannya: chat, tulisan, omongan, komen, fitnah, bahkan pandangan mata.

· Amal rahasia lebih berharga daripada yang pamer.

· Kebersihan hati yang nentuin selamat, bukan cuma banyak amal lahir.


---


Dalil Singkat (Tetap Asli, Nggak Digaul-in)


QS. Al-Kahfi: 49

"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya."


QS. Az-Zalzalah: 7

"Barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya."


HR. Tirmidzi

“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya, ilmunya, hartanya, dan tubuhnya.”


HR. Muslim (Hadis Qudsi)

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian yang Aku catat untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya.”


---


Analisis Cing/temen (Tasawuf ala Anak Muda)


Menurut tasawuf, dosa bikin hati item, maksiat bikin ruh gelap, amal shalih bikin cahaya.

Jadi kitab amal itu sebenarnya cerminan jiwa kita.


Orang yang hidupnya penuh iri, dengki, fitnah, riya’, sombong — pas ambil kitab bakal berat banget.

Sebaliknya, ahli dzikir, ahli taubat, ikhlas, penyayang — dipermudah hisabnya.


---


Amalan Harian Biar Selamat


· Muhasabah sebelum tidur (evaluasi diri)

· Istighfar minimal 100x

· Baca Al-Qur’an tiap hari

· Jaga lisan dan jari (ngetik, komen, share)

· Sedekah rahasia (jangan pamer)

· Shalat taubat

· Dzikir: Astaghfirullah, Laa ilaaha illallah, Shalawat


---


Relevansi Zaman Now


Teknologi & rekaman:

Kita kagum sama CCTV, kamera satelit, cloud storage, AI — padahal Allah udah lebih dulu punya sistem rekaman amal yang sempurna.


Media sosial:

Banyak orang gampang banget menghina, memfitnah, buka aib orang, cari viral.

Padahal semua itu bakal muncul lagi di hari kiamat.


Kedokteran canggih:

Bisa transplantasi organ, operasi robotik, rekayasa genetika — tapi nggak bisa menghindari mati, apalagi ngilangin dosa.


Kehidupan sosial:

Banyak yang keliatan baik di depan kamera, tapi zalim saat sendiri.

Tasawuf ngajarin: Allah liat hati, bukan pencitraan.


---


Motivasi Ruhani Buat Njenengan & Aku


Hei, saudaraku...

Sebelum kitab amalmu dibuka, bukalah Al-Qur’an, bukalah pintu taubat, bukalah hatimu untuk Allah.

Jangan tunggu tua, jangan tunggu sakit, jangan tunggu ajal.


Karena suatu hari nanti, kita semua akan membaca kisah hidup kita sendiri.


---


Muhasabah: Cara Evaluasi Diri


Pertanyaan buat diri sendiri:


· Shalatku udah dijaga?

· Berapa banyak dosa dari lisanku?

· Apakah aku pernah nyakiti orang lain?

· Hartaku halal?

· Apakah aku ikhlas?


Caranya:


· Menyendiri beberapa menit tiap malam

· Ingat dosa-dosa

· Nangis dalam taubat

· Tulis evaluasi diri

· Mohon ampun sebelum tidur


Umar bin Khattab رضي الله عنه bilang:

“Hisablah dirimu sebelum kalian dihisab.”


---


Mulia vs Hina (Gambaran Singkat)


Keadaan Ahli Taqwa Ahli Maksiat

Di dunia Hati tenang, hidup berkah Gelisah, susah bahagia

Di kubur Luas, bercahaya Sempit, gelap, nyesel

Hari kiamat Wajah cerah, hisab ringan Wajah hitam, ketakutan

Akhirat Melihat Allah, bahagia abadi Nyesel abadi, siksa pedih


---


Doa Versi Santai Tapi Mantap


"Ya Allah, hisab aku dengan hisab yang mudah.

Jadikan kitab amalku di tangan kanan, jangan di tangan kiri, jangan dari belakang.

Putihin wajahku di hari wajah-wajah jadi hitam.

Ampunin aku, kedua orang tuaku, dan semua muslimin. Aamiin."


---


Penutup (Thanks & Harapan)


Makasih banyak buat njenengan yang udah meluangkan waktu buat merenungin hakikat hidup dan akhirat.

Semoga bacaan ini bisa melembutkan hati, membangunkan jiwa, menumbuhkan taubat, dan jadi jalan selamat di hari kitab amal dibuka.


"Ya Allah, jadikan akhir hidup kami husnul khatimah."

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


---


Santai kan? Tapi pesannya tetep ngena. 😊

...........