IMAM SYAFI’I DIFITNAH! 😱
TAKTIK CERDAS ABU NAWAS MENYELAMATKAN SANG ULAMA
Bayangkan sebuah kisah Abu Nawas…
Suatu hari, ada orang yang menuduh Imam Syafi’i dengan tuduhan yang tidak benar.
Orang-orang mulai ramai.
“Wah, ini serius! Jangan-jangan benar!”
Abu Nawas cuma senyum. 😏
“Lho, kok gampang banget percaya berita?”
Mereka menjawab:
“Terus kita harus bagaimana, Abu Nawas?”
Abu Nawas berkata santai:
“Jangan langsung percaya tuduhan. Kita cek dulu buktinya.”
“Kalau buktinya tidak ada?”
“Ya jangan ikut menyebarkan.”
“Kalau orangnya ngomong meyakinkan?”
Abu Nawas tertawa kecil:
“Orang yang ngomong paling keras belum tentu paling benar, Bro…” 😄
Lalu Abu Nawas menghadapkan si penuduh dengan beberapa pertanyaan sederhana.
Satu pertanyaan…
Dua pertanyaan…
Tiga pertanyaan…
Akhirnya, ceritanya mulai kelihatan bolong di sana-sini. 😅
Abu Nawas kemudian berkata:
“Fitnah itu seperti utang. Sekali dilempar, susah ditarik kembali. Jadi sebelum ngomong tentang kehormatan seseorang, pastikan kita punya bukti.”
Orang-orang pun terdiam.
Abu Nawas menutup dengan kalimat:
“Ulama tidak perlu dibela dengan kebencian.
Kebenaran cukup dibela dengan ilmu, bukti, dan akhlak.”
Jadi kalau hari ini kita menerima berita tentang seseorang:
Jangan buru-buru share.
Jangan buru-buru percaya.
Jangan buru-buru menghukum.
Tabayyun dulu. 😉
Karena bisa jadi…
yang kita anggap ‘berita’ ternyata cuma fitnah yang sedang mencari korban.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya…”
QS. Al-Hujurat: 6
Santai dalam berdiskusi,
cerdas dalam menyikapi,
dan tetap jaga adab. 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar