Jumat, 25 September 2026

1597naw. IMAM SYAFI’I DIFITNAH! TAKTIK CERDAS ABU NAWAS MENYELAMATKAN SANG ULAMA

 

IMAM SYAFI’I DIFITNAH! 😱
TAKTIK CERDAS ABU NAWAS MENYELAMATKAN SANG ULAMA

Bayangkan sebuah kisah Abu Nawas…

Suatu hari, ada orang yang menuduh Imam Syafi’i dengan tuduhan yang tidak benar.

Orang-orang mulai ramai.

“Wah, ini serius! Jangan-jangan benar!”

Abu Nawas cuma senyum. 😏

“Lho, kok gampang banget percaya berita?”

Mereka menjawab:

“Terus kita harus bagaimana, Abu Nawas?”

Abu Nawas berkata santai:

“Jangan langsung percaya tuduhan. Kita cek dulu buktinya.”

“Kalau buktinya tidak ada?”

“Ya jangan ikut menyebarkan.”

“Kalau orangnya ngomong meyakinkan?”

Abu Nawas tertawa kecil:

“Orang yang ngomong paling keras belum tentu paling benar, Bro…” 😄

Lalu Abu Nawas menghadapkan si penuduh dengan beberapa pertanyaan sederhana.

Satu pertanyaan…

Dua pertanyaan…

Tiga pertanyaan…

Akhirnya, ceritanya mulai kelihatan bolong di sana-sini. 😅

Abu Nawas kemudian berkata:

“Fitnah itu seperti utang. Sekali dilempar, susah ditarik kembali. Jadi sebelum ngomong tentang kehormatan seseorang, pastikan kita punya bukti.”

Orang-orang pun terdiam.

Abu Nawas menutup dengan kalimat:

“Ulama tidak perlu dibela dengan kebencian.
Kebenaran cukup dibela dengan ilmu, bukti, dan akhlak.”

Jadi kalau hari ini kita menerima berita tentang seseorang:

Jangan buru-buru share.
Jangan buru-buru percaya.
Jangan buru-buru menghukum.

Tabayyun dulu. 😉

Karena bisa jadi…

yang kita anggap ‘berita’ ternyata cuma fitnah yang sedang mencari korban.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya…”

QS. Al-Hujurat: 6

Santai dalam berdiskusi,
cerdas dalam menyikapi,
dan tetap jaga adab.
🙏

Tidak ada komentar: