KALIMAT SUCI YANG TERBANG KE BAWAH ‘ARSY
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ غَيْرِ عُجْبِ طَارَ بِهَا طَائِرٌ تَحْتَ الْعَرْشِ يُسَبِّحُ مَعَ الْمُسَبِّحِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيُكْتَبُ لَهُ ثَوَابُهُ
"Barang siapa yang mengucapkan "La Ilaha Illallah" (tiada tuhan selain Allah) tanpa membanggakan diri, maka terbanglah bersamanya (kalimat "La Ilaha Illallah") seorang yang terbang (malaikat menuju) di bawah Arsy, dia (malaikat) membaca tasbih bersama orang-orang yang bertasbih (para malaikat yang bertasbih) sampai di hari kiamat dan ditulis baginya (orang yang membaca "La Ilaha Illallah") pahalanya (pahala malaikat yang membaca tasbih sampai hari kiamat)".
🕌 Ringkasan Redaksi Asli Hadis
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ غَيْرِ عُجْبٍ، طَارَ بِهَا طَائِرٌ تَحْتَ الْعَرْشِ يُسَبِّحُ مَعَ الْمُسَبِّحِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيُكْتَبُ لَهُ ثَوَابُهُ.
“Barang siapa yang mengucapkan ‘La Ilaha Illallah’ tanpa rasa bangga diri, maka terbanglah kalimat itu di bawah ‘Arsy, bertasbih bersama para malaikat sampai hari kiamat, dan dituliskan baginya pahala dari tasbih itu.”
📜 Latar Belakang di Zamannya
Pada masa Rasulullah SAW, kalimat La Ilaha Illallah menjadi ujian keimanan. Di Makkah, orang yang mengucapkannya dianggap memberontak terhadap tatanan sosial, politik, dan ekonomi Quraisy. Kalimat ini bukan sekadar ucapan, tetapi deklarasi total bahwa tiada kekuasaan, kemuliaan, dan tujuan hidup selain Allah.
Hadis ini muncul untuk mengingatkan umat agar membaca kalimat tauhid bukan dengan kesombongan, melainkan dengan kerendahan hati — sebab nilai keikhlasannya yang menjadikannya terbang hingga di bawah ‘Arsy.
⚖️ Sebab Terjadinya Masalah
Banyak orang mengucapkan dzikir atau kalimat tauhid dengan niat yang tidak murni: untuk menunjukkan kesalehan, mengejar pujian, atau sekadar kebiasaan tanpa makna. Rasulullah SAW ingin membersihkan niat, agar kalimat ini benar-benar lahir dari hati yang tunduk, bukan dari ego yang ingin terlihat suci.
💎 Intisari Judul
“Kalimat Tauhid yang Terbang ke Bawah ‘Arsy” menggambarkan kemuliaan dzikir yang diucapkan dengan ikhlas. Kalimat yang sederhana namun penuh cahaya itu naik menembus langit, menjadi amal abadi yang terus bergetar dalam pujian malaikat.
🎯 Tujuan dan Manfaat
- Menanamkan keikhlasan dalam setiap ucapan dzikir.
- Menumbuhkan kesadaran bahwa ibadah bukanlah alat kebanggaan.
- Mengingatkan bahwa setiap dzikir memiliki kehidupan spiritual di alam gaib.
- Mendorong umat agar senantiasa berdzikir dalam kesederhanaan dan keheningan hati.
📖 Dalil Al-Qur’an dan Hadis
Al-Qur’an:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
“Kepada-Nyalah naik perkataan yang baik (kalimat thayyib), dan amal saleh menaikkannya.”
(QS. Fathir: 10)
Hadis lain:
“Sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: La ilaha illallah.”
(HR. Tirmidzi)
🧠 Analisis dan Argumentasi
Hadis ini menunjukkan hubungan spiritual antara dzikir manusia dan alam malaikat. Kalimat tauhid bukan sekadar bunyi, tetapi energi cahaya yang hidup. Dalam istilah modern, ia dapat diibaratkan seperti gelombang elektromagnetik — tak terlihat, tapi terus memancar dan terhubung ke sistem ilahi yang tak terputus hingga hari kiamat.
Semakin ikhlas seseorang, semakin tinggi “frekuensi rohaninya” hingga sampai di bawah ‘Arsy.
🌍 Relevansi dengan Kehidupan Modern
- Teknologi: Di era digital, suara, teks, dan gambar bisa dikirim ke seluruh dunia dalam hitungan detik. Begitu pula kalimat La Ilaha Illallah—ucapan yang tulus dapat “mengudara” menembus langit ruhani tanpa batas waktu.
- Komunikasi: Dzikir adalah komunikasi langsung antara hamba dan Tuhan, tanpa jaringan internet, tanpa pulsa, dan tanpa hambatan.
- Transportasi & Kedokteran: Seperti darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, dzikir membawa energi spiritual ke seluruh jiwa. Banyak penelitian modern membuktikan dzikir menenangkan detak jantung dan menurunkan stres.
- Sosial: Di tengah dunia yang gemar pamer, kalimat tauhid yang diucap tanpa ‘ujub (bangga diri) menjadi bentuk perlawanan spiritual terhadap budaya pencitraan.
🌺 Hikmah
- Kalimat tauhid yang tulus menjadi amal yang kekal.
- Keikhlasan menghidupkan ruh amal, sedangkan kesombongan mematikannya.
- Orang yang berdzikir dengan rendah hati mendapat sambutan dari para malaikat.
- Dzikir ikhlas adalah jalan menuju maqam fana’ — lenyapnya ego dalam kehadiran Allah.
🕊️ Muhasabah dan Caranya
- Ucapkan La Ilaha Illallah dengan tenang, setiap kali setelah shalat dan menjelang tidur.
- Bayangkan kalimat itu sebagai cahaya yang keluar dari hati, naik ke langit membawa namamu dalam zikir para malaikat.
- Hindari membandingkan ibadahmu dengan orang lain.
🤲 Doa
“Ya Allah, jadikanlah lisan kami senantiasa basah dengan menyebut nama-Mu. Bersihkan hati kami dari kesombongan, dan terimalah dzikir kami sebagaimana Engkau menerima dzikir para malaikat di bawah ‘Arsy-Mu.”
🌿 Nasihat Ulama Sufi
- Hasan Al-Bashri: “Ikhlas adalah ketika engkau tidak ingin dikenal di bumi, tapi dikenal di langit.”
- Rabi‘ah al-Adawiyah: “Aku beribadah bukan karena takut neraka atau mengharap surga, tapi karena cinta kepada-Nya.”
- Abu Yazid al-Bistami: “Dzikir sejati adalah ketika yang mengingat lenyap, yang diingat tinggal.”
- Junaid al-Baghdadi: “Tauhid adalah melebur dalam keesaan, tanpa melihat selain Allah.”
- Al-Hallaj: “Kalimat tauhid bukan ucapan, melainkan kesaksian ruh.”
- Imam al-Ghazali: “Lidah berdzikir harus disertai hati yang hadir.”
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Kalimat tauhid adalah kunci pembuka segala rahasia kedekatan.”
- Jalaluddin Rumi: “Dzikir bukan mengingat dengan kata, tapi dengan seluruh wujud.”
- Ibnu ‘Arabi: “Kalimat tauhid adalah laut tanpa tepi, siapa tenggelam di dalamnya tidak akan mati.”
- Ahmad al-Tijani: “Satu kalimat La Ilaha Illallah yang tulus bisa menutup seluruh dosa seumur hidup.”
🕋 Testimoni Ulama Kontemporer
- Gus Baha: “La Ilaha Illallah adalah kalimat yang terus hidup di alam barzakh. Ia tak berhenti meski jasad telah tiada.”
- Ustadz Adi Hidayat: “Setiap zikir memiliki energi spiritual yang terekam dalam Lauhul Mahfuz.”
- Buya Yahya: “Kalimat tauhid itu bukan hanya pengakuan lisan, tapi juga janji hidup untuk tidak mempersekutukan-Nya.”
- Ustadz Abdul Somad: “Kalimat ini laksana password surga; siapa menjaganya dengan ikhlas, pintu itu akan terbuka.”
📚 Daftar Pustaka
- Shahih Tirmidzi, Kitab al-Da’awat.
- Ihya’ Ulumuddin – Imam al-Ghazali.
- Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
- Al-Futuhat al-Makkiyyah – Ibnu ‘Arabi.
- Mathnawi – Jalaluddin Rumi.
- Risalah al-Qusyairiyyah – Imam al-Qusyairi.
- Syarh Hikam Ibn ‘Athaillah – Ibn ‘Ajibah.
💐 Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh pembaca yang senantiasa menjaga kalimat La Ilaha Illallah dalam hati dan lisan. Semoga Allah menjadikan setiap ucapan itu sayap yang terbang ke bawah ‘Arsy, membawa cahaya bagi dunia dan akhirat kita.
Tentu, ini versi bahasa gaul kekinian yang sopan dan santai dari teks tersebut, dengan tetap mempertahankan arti ayat Al-Qur'an dan hadis dalam bahasa aslinya.
KALIMAT SUCI YANG NGE-ZOOM KE BAWAH ‘ARSY Oleh: M. Djoko Ekasanu
Jadi gini, Rasulullah SAW pernah bersabda:
مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ غَيْرِ عُجْبِ طَارَ بِهَا طَائِرٌ تَحْتَ الْعَرْشِ يُسَبِّحُ مَعَ الْمُسَبِّحِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيُكْتَبُ لَهُ ثَوَابُهُ
Arti hadisnya tetep ya: "Barang siapa yang mengucapkan "La Ilaha Illallah" (tiada tuhan selain Allah) tanpa membanggakan diri, maka terbanglah bersamanya (kalimat "La Ilaha Illallah") seorang yang terbang (malaikat menuju) di bawah Arsy, dia (malaikat) membaca tasbih bersama orang-orang yang bertasbih (para malaikat yang bertasbih) sampai di hari kiamat dan ditulis baginya (orang yang membaca "La Ilaha Illallah") pahalanya (pahala malaikat yang membaca tasbih sampai hari kiamat)".
---
📖 Intinya sih, gini...
Bayangin lo ngucapin "La Ilaha Illallah" dengan hati yang bersih, nggak ada niat pamer atau merasa paling alim. Kalimat sederhana itu langsung fly ke langit ketujuh, sampe ke bawah ‘Arsy Allah. Di sana, dia kayak dapat private server buat terus-terusan baca tasbih bareng para malaikat sampe Hari Kiamat. Dan yang mantap, pahala dari tasbih-tasbih itu semuanya dikredit ke akun lo. Keren, kan?
🧐 Dulu di Zaman Nabi
Dulu, ngucapin kalimat tauhid itu berat banget, guys. Di Mekah, lo bisa di-cancel habis-habisan sama orang Quraisy. Itu bukan cuma status di medsos, tapi pernyataan total bahwa hidup lo cuma untuk Allah. Hadis ini ngasih tau kita biar nggak sok suci pas ngucapinnya. Yang dicari tuh the real ikhlas, bukan pencitraan.
🤔 Masalahnya di Mana?
Sering banget kan kita baca dzikir tapi pikirannya kemana-mana, atau malah biar diliat orang? Nah, Rasulullah SAW pingin kita reset niat kita. Biar kalimat kita bener-bener from the bottom of our heart, bukan karena gengsi.
🚀 Relevansinya Buat Kita Sekarang
· Era Digital: Kalo sekarang kita bisa kirim story atau tweet yang langsung viral ke seluruh dunia, kalimat tauhid yang ikhlas itu viral-nya langsung ke langit. Nggak pake sinyal, nggak pake kuota.
· Mental Health: Di dunia yang penuh tekanan, baca dzikir dengan khusyuk itu kayak therapy gratis. Banyak penelitian juga bilang, dzikir bikin hati tenang dan nurunin stres.
· Lawan Pamer: Di tengah budaya yang suka pamer kesalehan, baca "La Ilaha Illallah" dengan rendah hati itu adalah bentuk silent rebellion kita. Ibadah itu urusan sama Allah, bukan buat bahan feed.
🌟 Tips Biar Dzikir Kita Ngena
1. Quality over Quantity: Coba ucapin "La Ilaha Illallah" pelan-pelan abis sholat atau sebelum tidur. Nggak usah buru-buru.
2. Visualize: Bayangin kalimat itu sebagai cahaya yang keluar dari hati, terbang tinggi, dan diterima di sisi Allah.
3. Mind Your Own Business: Jangan banding-bandingin ibadah kita dengan orang lain. Fokus aja sama hubungan lo sama Allah.
🧘♂️ Kata-Kata Motivasi Para Sufi
· Hasan Al-Bashri: "Ikhlas itu ketika lo nggak pingin tenar di bumi, tapi dikenal di langit."
· Rabi'ah al-Adawiyah: "Aku nyembah Allah bukan takut neraka atau ngarep surga, tapi purely karena cinta."
· Imam al-Ghazali: "Lidah yang berdzikir harus seirama dengan hati yang hadir."
· Jalaluddin Rumi: "Dzikir yang bener itu bukan cuma di lisan, tapi dengan seluruh jiwa raga."
📚 Kesimpulan dan Doa
Jadi, kalimat "La Ilaha Illallah" itu kaya kunci master yang bisa buka semua kebaikan. Tapi kuncinya ada di satu hal: KEIKHLASAN.
"Ya Allah, jadikanlah lisan kami senantiasa basah dengan menyebut nama-Mu. Bersihkan hati kami dari kesombongan, dan terimalah dzikir kami sebagaimana Engkau menerima dzikir para malaikat di bawah ‘Arsy-Mu."
---
Source & Credits:
· Shahih Tirmidzi, Kitab al-Da’awat.
· Ihya’ Ulumuddin – Imam al-Ghazali.
· Dan berbagai kitab klasik lainnya.
Semoga tulisan santai ini bermanfaat buat kita semua. Keep your dzikir real, guys! 😊
