Edisi: 843
KEKUATAN DZIKIR 70 RIBU: KISAH SYEKH ABU ZAID AL-QUTHUBI DAN PEMUDA KASYAF
Penulis: M. Djoko Ekasanu
Syekh Abu Zaid Al Quthubi pernah bercerita bahwa dia pernah mendengar dari orang-orang tua dahulu yaitu ada atsar yang mengatakan: Barangsiapa yang membaca Laa Ilaha Illallah tujuh puluh ribu kali maka bisa digunakan tebusan dari api neraka.
Dengan demikian seorang yang membacanya akan masuk surga, akupun tidak segan-segan melakukannya, lantaran menginginkan mendapatkan janji yang menyenangkan itu. Aku membaca Laa Ilaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu kali dengan niat untuk keluargaku agar diselamatkan dari api neraka dan yang lain aku simpan untuk diriku sendiri.
Ada seorang pemuda yang ketepatan menginap di rumahku. Ada orang bilang pemuda itu bisa melihat surga dan neraka dengan kasyaf. Tapi tidak seterusnya, namun pada suatu saat belaka. Orang-orang juga mengakui atas kelebihan pemuda itu sekalipun usianya masih pendek. Ada sesuatu yang perlu kubuktikan kepada pemuda itu.
Pada suatu hari ada sebagian teman mengundang kami agar pergi ke rumahnya, kitapun bertemu dengan pemuda itu lagi. Lalu kita sama-sama memakan hidangan, dan meminumnya. Tiba-tiba pemuda itu menjerit dengan suara yang keras. Dia berkata: Wahai pamanku ini ibuku sedang berada di neraka.
Lalu pemuda itu menjerit dengan suara yang keras lagi, orang-orang yang mendengarkan bahwa di balik jeritannya itu ada sesuatu yang mengejutkan. Aku berkata: Pada hari aku ingin mencoba atas kebenaran anggapan pemuda itu.
Lalu Allah menurunkan ilham padaku agar aku membaca Laa Ilaha Illallah tujuh puluh ribu kali sebagai tebusan untuk ibunya pemuda ini, tidak ada seorangpun yang mengetahui bahwa aku diberi ilham seperti itu.
Aku berkata: Atsar atau hadis tersebut jelas benar, perawi-perawinya juga orang-orang yang bersungguh-sungguh, tidak bohong. Aku berkata: ‘Ya Allah sesungguhnya bacaan Laa Ilaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu itu sebagai tebusan ibu pemuda ini.’ Kata hati itu masih belum berhenti, pemuda itu berkata: ‘Wahai pamanku ini ibuku dikeluarkan dari api neraka dan alhamdulillah.’
RINGKASAN REDAKSI
Kisah Syekh Abu Zaid Al-Quthubi tentang amalan Laa Ilaha Illallah sebanyak 70.000 kali bukan sekadar cerita karamah, namun membuka ruang perenungan tentang kedalaman dzikir, ketulusan, dan pertolongan Allah yang datang melalui sebab yang tidak disangka. Berawal dari atsar ulama salaf tentang dzikir 70 ribu sebagai tebusan dari api neraka, Syekh Abu Zaid mengamalkannya dengan penuh iman. Ketika seorang pemuda yang dikenal memiliki kemampuan kasyaf melihat ibunya berada dalam keadaan azab, dzikir tersebut menjadi wasilah rahmat Allah hingga si pemuda menyaksikan ibunya dikeluarkan dari neraka. Kisah ini menggambarkan besarnya kekuatan tauhid, keikhlasan, dan doa seorang mukmin.
LATAR BELAKANG MASALAH DI JAMANNYA
Pada masa ulama sufi klasik, seperti Syekh Abu Zaid Al-Quthubi, masyarakat sangat mengagungkan dzikir dan amal hati. Ulama salaf kala itu hidup dalam suasana religius yang kuat, penuh kesederhanaan, dan menjunjung tinggi doa para wali serta atsar-atsar dari generasi sebelumnya. Banyak atsar menyebutkan bahwa dzikir Laa Ilaha Illallah adalah amalan agung yang dapat menjadi penolong bagi pelakunya, termasuk pada kehidupan akhirat.
Pada masa itu pula kemampuan kasyaf—pembukaan hijab batin yang dianugerahkan Allah kepada hamba saleh—dipandang bukan sebagai tujuan, tetapi sebagai bukti kebesaran Allah dan kemuliaan orang yang senantiasa menjaga hatinya.
SEBAB TERJADINYA MASALAH
Masalah bermula ketika pemuda yang dikenal memiliki kemampuan kasyaf tiba di rumah Syekh Abu Zaid dan melihat bahwa ibunya sedang berada dalam keadaan azab di neraka. Jeritan pemuda tersebut menggancang suasana dan membuat Syekh Abu Zaid ingin membuktikan kebenaran atsar yang pernah ia pelajari: bahwa dzikir Laa Ilaha Illallah 70.000 kali dapat menjadi tebusan dari api neraka.
Dengan bisikan ilham, ia menghadiahkan dzikir yang pernah ia baca untuk keselamatan ibu pemuda itu. Saat itulah pemuda itu kembali berteriak:
"Wahai pamanku… ibuku sekarang telah dikeluarkan dari api neraka!"
INTISARI JUDUL
“Kekuatan Dzikir 70 Ribu: Rahmat Allah Melampaui Segala Hijab”
Inti dari kisah ini adalah bahwa dzikir bukan hanya ibadah lisan, melainkan kekuatan spiritual yang dapat menjadi sebab turunnya rahmat Allah bagi hamba-hamba-Nya.
TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan penulisan
- Menghidupkan kembali tradisi dzikir tauhid yang telah diwariskan para ulama.
- Menyadarkan bahwa rahmat Allah begitu luas dan dapat datang melalui amalan ringan namun ikhlas.
- Menanamkan kepercayaan bahwa amal saleh seseorang dapat menjadi hadiah untuk orang lain.
Manfaat
- Menambah kecintaan kepada dzikir.
- Memberikan pemahaman bahwa amal hati memiliki kekuatan besar.
- Memberikan inspirasi untuk mendoakan orang tua dan keluarga.
- Meningkatkan harapan dan optimisme spiritual.
DALIL QUR’AN DAN HADIS
1. Keutamaan Dzikir
“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan ingat kepadamu.”
— QS. Al-Baqarah: 152
“Tidak ada amalan yang lebih menyelamatkan seorang hamba dari azab Allah melebihi dzikir kepada-Nya.”
— HR. Tirmidzi
2. Tauhid sebagai penyelamat
“Barangsiapa mati dan ia mengetahui bahwa tiada Tuhan selain Allah, maka ia masuk surga.”
— HR. Muslim
3. Hadiah amal untuk orang yang telah meninggal
“Sesungguhnya sedekah itu dapat sampai kepada mayit.”
— HR. Muslim, Ahmad
Ayat dan hadis tersebut menguatkan bahwa amalan seseorang dapat menjadi penolong bagi diri sendiri maupun orang lain.
ANALISIS DAN ARGUMENTASI
Atsar tentang dzikir 70.000 kali memang bukan hadis sahih, namun dikutip oleh banyak ahli tasawuf, terutama ulama yang mempraktikkan metode dzikir bilangan seperti Imam As-Subki, Imam Al-Yafi’i, dan lainnya.
Apakah ini bertentangan dengan syariat? Tidak.
Argumentasi syar’i:
- Dzikir adalah amalan paling besar, dan siapa pun boleh memperbanyaknya tanpa batas.
- Menghadiahkan pahala dibolehkan oleh mayoritas ulama (Syafi’iyah, Hanabilah, Hanafiyah).
- Kasyaf tidak bisa menjadi hukum syariat, namun menjadi tanda bagi orang saleh.
- Pengalaman spiritual boleh dijadikan pelajaran, bukan dalil hukum.
KEUTAMAAN DZIKIR “LAA ILAHA ILLALLAH”
- Menghapus dosa.
- Menjadi penolong di kubur.
- Menjadi syafaat.
- Menguatkan hati dan jiwa.
- Menjadi cahaya di dunia dan akhirat.
- Membuka pintu-pintu pertolongan Allah.
RELEVANSI DENGAN ZAMAN MODERN
Di masa kecanggihan teknologi, komunikasi, transportasi, hingga kedokteran, manusia makin jauh dari ketenangan.
Dzikir menjadi solusi spiritual paling mudah, murah, cepat, dan tidak membutuhkan alat apa pun.
Relevansi:
- Teknologi mempercepat hidup, bukan menenangkan hati. Dzikir mengisi ruang yang tidak dapat diisi teknologi.
- Di tengah stres, depresi, dan tekanan digital, dzikir menstabilkan jiwa.
- Di era individualisme, dzikir menghidupkan kembali hubungan batin antara anak dan orang tua.
- Semakin canggih dunia, semakin besar kebutuhan manusia terhadap cahaya Allah.
HIKMAH
- Rahmat Allah sangat luas.
- Dzikir yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi penyebab keselamatan.
- Amal seseorang bisa menjadi penolong bagi orang yang dicintai.
- Kasyaf bukan tujuan, tetapi bonus bagi hati yang bersih.
- Tauhid adalah kunci segala kunci.
MUHASABAH & CARANYA
Renungan:
Apakah kita sudah melafalkan kalimat tauhid dengan hati yang benar?
Sudahkah kita menghadiahkan amal untuk kedua orang tua?
Cara melakukan muhasabah:
- Sediakan waktu 5–10 menit setelah sholat.
- Pejamkan mata, tarik napas, ingat Allah.
- Tanyakan pada hati:
- Seberapa sering aku menyebut nama Allah hari ini?
- Untuk siapa amal ini aku persembahkan?
- Akhiri dengan istighfar dan shalawat.
DOA
“Ya Allah, jadikanlah kalimat Laa Ilaha Illallah sebagai cahaya dalam hati kami, penolong di kubur kami, dan penyelamat bagi kami, orang tua kami, dan keluarga kami dari segala azab. Terimalah amal kami dan jadikanlah sebagai sebab turunnya rahmat-Mu.”
NASEHAT PARA SUFI BESAR
-
Hasan Al-Bashri:
“Dzikir adalah obat hati. Jika hati tidak berdzikir, ia akan mati.” -
Rabi‘ah al-Adawiyah:
“Aku beribadah bukan karena takut neraka, tetapi karena cinta.” -
Abu Yazid al-Bistami:
“Tauhid adalah melepaskan segala sesuatu selain Allah dari dalam hati.” -
Junaid al-Baghdadi:
“Jalan tasawuf adalah memurnikan hati dari selain Allah.” -
Al-Hallaj:
“Cukuplah Allah bagiku, dan aku cukup bagi-Nya.” -
Imam al-Ghazali:
“Dzikir yang benar adalah dzikir yang mengubah akhlak.” -
Syekh Abdul Qadir al-Jailani:
“Kalimat tauhid adalah benteng bagi orang beriman.” -
Jalaluddin Rumi:
“Sebutlah nama-Nya, maka seluruh alam akan ikut bertasbih bersamamu.” -
Ibnu ‘Arabi:
“Dzikir adalah pintu masuk menuju pengetahuan hakiki.” -
Ahmad al-Tijani:
“Barangsiapa menjaga dzikirnya, Allah menjaga hidup dan matinya.”
TESTIMONI ULAMA INDONESIA
-
KH. Bahauddin Nursalim (Gus Baha’):
“Tauhid itu cahaya yang luar biasa. Kalimat Laa Ilaha Illallah itu bisa membersihkan dosa-dosa besar.” -
Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA.:
“Dzikir adalah amalan termudah namun pahalanya paling besar. Tidak ada batas maksimal untuk berdzikir.” -
Buya Yahya:
“Menghadiahkan pahala kepada orang tua adalah bentuk bakti terbaik anak.” -
Ustadz Abdul Somad, Lc., MA.:
“Kalimat tauhid bisa menjadi penyelamat pada hari kiamat. Amalkan dan hidupkan dalam kehidupan.”
DAFTAR PUSTAKA
- Ihya’ Ulumiddin – Imam Al-Ghazali
- Qutul Qulub – Abu Thalib Al-Makki
- Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah – Imam Al-Qusyairi
- Madarijus Salikin – Ibnul Qayyim
- Al-Luma’ – Al-Sarraj
- Kitab Dzikir dan Wirid – Imam Nawawi
- Majmu’ Fatawa – Ibn Rajab
- Hilyatul Auliya – Abu Nu’aim
- Raudhatul Muhibbin – Ibnul Qayyim
- Nashaih Diniyyah – Imam Al-Haddad
UCAPAN TERIMAKASIH
Terima kasih kepada seluruh pembaca yang senantiasa mencintai dzikir, ilmu, dan kisah-kisah hikmah. Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah dan membuka pintu hidayah bagi siapa pun yang membacanya.
KEKUATAN DZIKIR 70 RIBU: KISAH SYEKH ABU ZAID AL-QUTHUBI DAN PEMUDA KASYAF
Penulis: M. Djoko Ekasanu
Versi Bahasa Gaul Kekinian yang Santai & Sopan
Jadi, ceritanya ada seorang ulama besar, Syekh Abu Zaid Al-Quthubi. Beliau pernah denger dari para sesepuh tentang satu atsar (cerita dari generasi salaf) yang isinya kira-kira: "Siapa nih yang baca Laa Ilaha Illallah sampe 70 ribu kali, itu bisa jadi 'tiket bebas' dari neraka."
Bagi beliau, ini bukan sekadar info. Beliau langsung action, karena siapa sih yang nggak mau dapetin jaminan surga yang wah banget itu? Akhirnya, beliau pun niatkan bacaan 70 ribu kalimat tauhid itu buat keselamatan keluarganya dari neraka, dan sebagian beliau simpan buat diri sendiri.
Nah, di satu kesempatan, ada seorang pemuda yang nginep di rumah beliau. Katanya sih, pemuda ini punya kemampuan kasyaf alias bisa "melihat" hal ghaib kayak surga atau neraka, meski nggak terus-terusan, cuma sesekali aja. Banyak yang bestie sama pemuda ini dan ngakui kelebihannya, meski usianya masih muda banget. Buat Syekh Abu Zaid, ini jadi moment buat test sedikit.
Suatu hari, mereka diundang makan sama temannya. Pas lagi asik makan dan minum, tiba-tiba... "AAAAAA!!!" si pemuda ini teriak kenceng banget. Dia bilang, "Paman, ternyata ibuku ada di neraka!"
Suasana langsung hening. Semua yang denger jeritannya pasti ngerasa ada sesuatu yang serius banget. Di sinilah Syekh Abu Zaid pengen banget ngebuktiin, bener nggak sih anggapan orang tentang kemampuan si pemuda ini.
Tiba-tiba, beliau dapet ilham (bisikan hati dari Allah) buat ngasih reward bacaan Laa Ilaha Illallah 70 ribu kali yang dulu pernah beliau baca, buat tebusan ibu si pemuda. Ini rahasia banget, nggak ada yang tau.
Dalam hati, beliau mantapin, "Atsar ini jelas bener, perawinya juga orang-orang serius, nggak mungkin boong." Lalu beliau berdoa dalam hati, "Ya Allah, bacaan Laa Ilaha Illallah 70 ribu kali ini gue niatin buat tebusan ibu si pemuda."
Belum selesai curhat-nya ke Allah, eh si pemuda langsung teriak lagi, "Paman!!! Ibu gue dikeluarin dari neraka! Alhamdulillah!!!"
---
RINGKASAN VIBES-NYA
Kisah Syekh Abu Zaid ini nggak cuma cerita mistis aja, tapi bikin kita mikir dalem banget tentang power-nya dzikir, arti ketulusan, dan gimana Allah kasih pertolongan lewat cara yang nggak nyangka. Dari sebuah atsar tentang dzikir 70 ribu kali yang bisa jadi "tebusan", beliau amalin dengan penuh keyakinan. Pas ada pemuda kasyaf yang liat mamanya lagi di-azab, dzikir itu jadi perantara sampe akhirnya si pemuda liat mamanya dikeluarin dari neraka. Intinya, kalimat tauhid itu powerful banget, apalagi kalo diucapin dengan ikhlas dan full cinta.
LATAR BELAKANG JAMAN DULU
Di era ulama sufi jadul kayak Syekh Abu Zaid, masyarakat vibe-nya sangat religius dan sederhana. Dzikir dan amal hati adalah prioritas. Mereka sangat menghormati cerita (atsar) dan doa dari generasi sebelumnya. Kemampuan kasyaf dilihat sebagai bonus dari Allah buat hamba-Nya yang jaga hati, bukan jadi tujuan utama.
KENAPA BISA KEJADIAN BEGINI?
Masalahnya triggered pas si pemuda kasyaf nginep dan ngelihat mamanya lagi kena azab di neraka. Teriakannya itu yang bikin Syekh Abu Zaid flashback sama atsar dzikir 70 ribu kali. Dengan ilham dari Allah, beliau donate pahala dzikirnya buat nyelametin mamanya si pemuda. Dan... terbukti! Si pemuda langsung scream happy, "Ibuku udah dikeluarin!"
INTI DARI SEMUA INI
"Kekuatan Dzikir 70 Ribu: Rahmat Allah Ngalahin Semua Hijab" Intinya,dzikir itu bukan cuma gerakan mulut doang. Itu adalah spiritual power yang bisa bikin rahmat Allah turun buat hamba-Nya.
TUJUAN & MANFAAT BUAT KITA
Tujuannya:
· Nge-revive lagi kebiasaan dzikir tauhid warisan ulama.
· Ngingetin kita bahwa rahmat Allah itu luas banget dan bisa dateng lewat amalan yang keliatannya sederhana.
· Nunjukin bahwa amal baik kita bisa jadi hadiah buat orang lain.
Manfaatnya buat kita:
· Nambah feeling cinta sama dzikir.
· Ngasih pemahaman bahwa amal dari hati itu power-nya gede banget.
· Inspo buat mendoain orang tua dan keluarga.
· Nambah hope dan positive vibes secara spiritual.
DUKUNGAN DARI QUR'AN & HADIS (Arti tetap pakai bahasa formal)
1. Keutamaan Dzikir “Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan ingat kepadamu.” — QS. Al-Baqarah: 152 “Tidak ada amalan yang lebih menyelamatkan seorang hamba dari azab Allah melebihi dzikir kepada-Nya.” — HR. Tirmidzi
2. Tauhid sebagai penyelamat “Barangsiapa mati dan ia mengetahui bahwa tiada Tuhan selain Allah, maka ia masuk surga.” — HR. Muslim
3. Hadiah amal untuk orang yang telah meninggal “Sesungguhnya sedekah itu dapat sampai kepada mayit.” — HR. Muslim, Ahmad
Ayat dan hadis ini nge-backup bahwa amalan kita bisa jadi penolong buat diri sendiri dan orang lain.
ANALISIS & PENDAPAT
Atsar tentang dzikir 70 ribu kali emang bukan hadis yang tingkatannya sahih, tapi banyak ulama tasawuf kayak Imam As-Subki dan Imam Al-Yafi'i yang nyebutin.
Tapi, apa ini melanggar aturan? Nggak.
Alasannya:
· Dzikir itu amalan paling top, dan kita boleh spam sebanyak-banyaknya.
· Nghadiahin pahala itu boleh menurut mayoritas ulama.
· Kasyaf nggak bisa jadi patokan hukum, tapi bisa jadi reminder buat yang liat.
· Pengalaman spiritual bisa jadi pelajaran hidup, bukan dalil mutlak.
KELEBIHAN DZIKIR "LAA ILAHA ILLALLAH"
· Auto-delete dosa.
· Penolong di alam kubur.
· Jadi pemberi syafaat.
· Booster kekuatan hati dan jiwa.
· Cahaya di dunia & akhirat.
· Buka pintu-pintu pertolongan Allah.
RELEVANSI DI ZAMAN NOW
Di era yang serba canggih, cepat, dan stressful kayak sekarang, manusia justru makin jauh dari ketenangan. Dzikir jadi solusi spiritual yang paling simpel, gratis, dan nggak butuh kuota.
Relevansinya:
· Teknologi bikin hidup cepet, tapi nggak bikin hati tenang. Dzikir ngisi empty space yang nggak bisa diisi tech.
· Pas lagi stress, bad mood, atau pressure karena media sosial, dzikir bikin jiwa lebih stable.
· Di zaman yang individualis, dzikir ngajakin kita buat jagain hubungan batin, terutama sama orang tua.
· Semakin canggih dunia, semakin besar kebutuhan kita sama cahaya Allah.
HIKMAH YANG BISA KITA AMBIL
· Rahmat Allah itu luas banget.
· Dzikir yang ikhlas bisa jadi lifesaver.
· Amal kita bisa jadi superhero buat orang yang kita sayang.
· Kasyaf itu bonus, bukan tujuan.
· Tauhid adalah kunci segalanya.
MUHASABAH & CARANYA
Renungan:
· Udah seberapa sering gue baca kalimat tauhid dengan hati yang bener?
· Udah pernah belum gue hadiahin amal buat orang tua?
Cara muhasabah-nya:
· Siapin waktu 5-10 menit abis sholat.
· Pejamkan mata, tarik napas, ingat Allah.
· Tanya diri sendiri:
· "Hari ini gue sebut nama Allah berapa kali sih?"
· "Amal gue hari ini buat siapa aja?"
· Akhiri dengan baca istighfar dan shalawat.
DOA
"Ya Allah, jadikan kalimat Laa Ilaha Illallah sebagai cahaya dalam hati kami, penolong di kubur kami, dan penyelamat bagi kami, orang tua kami, dan keluarga kami dari segala azab. Terimalah amal kami dan jadikan sebagai sebab turunnya rahmat-Mu."
QUOTES PARA SUFI TOP
· Hasan Al-Bashri: "Dzikir itu obat hati. Kalau hati berhenti berdzikir, dia bisa mati."
· Rabi'ah al-Adawiyah: "Gue ibadah bukan karena takut neraka, tapi karena cinta."
· Abu Yazid al-Bistami: "Tauhid itu artinya ngosongin hati dari segala sesuatu selain Allah."
· Junaid al-Baghdadi: "Jalan tasawuf itu bikin hati bersih dari selain Allah."
· Al-Hallaj: "Cukuplah Allah buat gue, dan gue cukup buat-Nya."
· Imam al-Ghazali: "Dzikir yang bener itu yang bisa ngubah akhlak."
· Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Kalimat tauhid itu bentengnya orang beriman."
· Jalaluddin Rumi: "Sebut nama-Nya, maka seluruh alam ikut bertasbih bareng lo."
· Ibnu 'Arabi: "Dzikir itu pintu masuk menuju pengetahuan yang paling hakiki."
· Ahmad al-Tijani: "Siapa yang jaga dzikirnya, Allah yang jaga hidup dan matinya."
TESTIMONI ULAMA INDONESIA
· KH. Bahauddin Nursalim (Gus Baha'): "Tauhid itu cahaya yang luar biasa. Kalimat Laa Ilaha Illallah bisa bersihin dosa-dosa besar."
· Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA.: "Dzikir itu amalan termudah tapi pahalanya gede banget. Nggak ada batas maksimal buat berdzikir."
· Buya Yahya: "Nghadiahin pahala buat orang tua adalah bentuk bakti terbaik anak."
· Ustadz Abdul Somad, Lc., MA.: "Kalimat tauhid bisa jadi penyelamat di hari kiamat. Amalin dan hidupin dalam keseharian."
DAFTAR BACAAN (Daftar Pustaka)
· Ihya' Ulumiddin – Imam Al-Ghazali
· Qutul Qulub – Abu Thalib Al-Makki
· Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah – Imam Al-Qusyairi
· Madarijus Salikin – Ibnul Qayyim
· Al-Luma' – Al-Sarraj
· Kitab Dzikir dan Wirid – Imam Nawawi
· Majmu' Fatawa – Ibn Rajab
· Hilyatul Auliya – Abu Nu'aim
· Raudhatul Muhibbin – Ibnul Qayyim
· Nashaih Diniyyah – Imam Al-Haddad
UCAPAN TERIMA KASIH
Big thanks buat semua yang baca, yang selalu cinta sama dzikir, ilmu, dan kisah-kisah penuh hikmah. Semoga tulisan ini jadi amal jariyah dan buka pintu hidayah buat siapa aja yang baca. Stay blessed
