Thursday, July 2, 2026

26aj. MENGIKUTI MILLAH IBRAHIM AL-KHALIL

 1📡  LIVE STREAMING


 📖 *MENGIKUTI MILLAH IBRAHIM AL-KHALIL*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 21 DZULHIJJAH 1447 / 07 JUNI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

*MASJID AL FIRDAUS, PEPELEGI INDAH BLOK E, WARU, SIDOARJO*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/LiPmRkhyFCk?si=Tmq6srV9xIncqvce

........

MENGIKUTI MILLAH IBRAHIM AL-KHALIL

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Nasehat dan Motivasi

Millah Nabi Ibrahim 'alaihissalam adalah jalan tauhid yang lurus, penuh keikhlasan, kepasrahan, dan kecintaan kepada Allah. Dalam tasawuf, mengikuti Millah Ibrahim bukan hanya mengucapkan syahadat, tetapi juga membersihkan hati dari segala "berhala" selain Allah, baik berupa hawa nafsu, kesombongan, cinta dunia yang berlebihan, popularitas, jabatan, maupun ketergantungan kepada makhluk.

Nabi Ibrahim disebut sebagai Khalilullah (kekasih Allah) karena hatinya hanya dipenuhi oleh Allah. Ketika diperintahkan meninggalkan keluarga, dibakar dalam api, hingga diperintah menyembelih putranya, beliau menjawab semuanya dengan kepasrahan yang sempurna.

Tazkiyatun Nufus mengajarkan bahwa setiap mukmin harus menghancurkan berhala-berhala batin sebagaimana Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala lahir. Berhala terbesar adalah ego (nafs), riya', ujub, hasad, dan cinta dunia.

Allah tidak mencari banyaknya amal, tetapi hati yang bersih dan ikhlas.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. An-Nahl: 123

"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah agama Ibrahim yang hanif..."

2. QS. Ali 'Imran: 67

"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi dia seorang yang hanif lagi berserah diri kepada Allah."

3. QS. Al-Baqarah: 131

"Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: 'Berserah dirilah!' Ibrahim menjawab: 'Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.'"

4. QS. Asy-Syu'ara: 89

"Kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih."


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)

Sabda beliau:

"Aku diutus membawa agama yang lurus (hanif) lagi mudah." (HR. Ahmad)


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta..." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi lainnya:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari)


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era Artificial Intelligence (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, kemajuan kedokteran, dan komunikasi digital, manusia semakin mudah memperoleh informasi tetapi semakin sulit menjaga kejernihan hati.

Mengikuti Millah Ibrahim berarti:

  • Menggunakan teknologi sebagai sarana dakwah, bukan untuk maksiat.
  • Tidak menjadikan media sosial sebagai berhala pencari popularitas.
  • Menjadikan ilmu kedokteran sebagai ikhtiar, namun tetap bertawakal kepada Allah.
  • Memanfaatkan kemajuan transportasi untuk silaturahmi, menuntut ilmu, dan ibadah.
  • Menjaga lisan dan jari dari fitnah, hoaks, ghibah, dan ujaran kebencian.

Berhala zaman sekarang sering kali bukan patung, melainkan uang, jabatan, follower, like, dan pujian manusia.


Amalan (Implementasi)

  1. Memperbarui niat setiap hari.
  2. Menjaga shalat lima waktu tepat waktu.
  3. Memperbanyak dzikir dan istighfar.
  4. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  5. Melatih ikhlas dalam setiap amal.
  6. Mengurangi cinta dunia yang berlebihan.
  7. Bersedekah secara sembunyi-sembunyi.
  8. Bertawakal setelah ikhtiar.
  9. Muhasabah sebelum tidur.
  10. Berdoa agar diberi hati yang hanif.

Nasehat Ulama Tasawuf

Hasan Al-Bashri

"Dunia hanyalah jembatan; jangan engkau bangun rumah di atasnya."

Rabi'ah al-Adawiyah

"Aku mencintai Allah bukan karena surga dan bukan karena takut neraka, tetapi karena Dia memang layak dicintai."

Abu Yazid al-Bistami

"Jalan menuju Allah adalah meninggalkan dirimu sendiri."

Junaid al-Baghdadi

"Tasawuf adalah Allah mematikanmu dari dirimu dan menghidupkanmu bersama-Nya."

Al-Hallaj

"Cinta sejati adalah lenyapnya kepentingan diri di hadapan Allah."

Imam al-Ghazali

"Penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit badan."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Jangan bergantung kepada makhluk; gantungkan seluruh harapanmu kepada Allah."

Jalaluddin Rumi

"Luka adalah jalan masuknya cahaya Allah."

Ibnu 'Arabi

"Hati seorang mukmin adalah tempat mengenal Allah melalui penyucian diri."

Ahmad al-Tijani

"Istiqamah lebih mulia daripada banyaknya karamah."


Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha

Tauhid yang benar akan melahirkan hati yang tenang, tidak mudah membenci, dan selalu husnuzan kepada Allah.

Ustadz Adi Hidayat

Millah Ibrahim adalah fondasi tauhid yang harus diwujudkan dalam ibadah, akhlak, dan kehidupan sehari-hari.

Buya Yahya

Ikhlas adalah ruh seluruh amal. Amal tanpa ikhlas tidak akan sampai kepada Allah.

Ustadz Abdul Somad

Nabi Ibrahim mengajarkan pengorbanan total demi ketaatan kepada Allah.

Buya Arrazy Hasyim

Tazkiyatun nufus adalah proses membersihkan hati agar cahaya tauhid memancar dalam seluruh perilaku manusia.


Doa

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اللهم اجعل قلوبنا على ملة إبراهيم الحنيف، وطهر نفوسنا من الشرك الخفي والرياء والعجب والكبر، وارزقنا الإخلاص والثبات حتى نلقاك وأنت راضٍ عنا. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah hati kami mengikuti Millah Ibrahim yang lurus. Bersihkanlah jiwa kami dari syirik yang tersembunyi, riya', ujub, dan kesombongan. Anugerahkan kepada kami keikhlasan dan istiqamah hingga kami berjumpa dengan-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepada kami. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka. Aamiin."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an Al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
  5. Imam al-Ghazali, Ihya' Ulumiddin.
  6. Imam al-Ghazali, Minhajul 'Abidin.
  7. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Madarij as-Salikin.
  8. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
  9. Abu Nu'aim al-Ashbahani, Hilyatul Auliya'.
  10. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh pembaca. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mengikuti Millah Nabi Ibrahim Al-Khalil dengan penuh keikhlasan, istiqamah, dan hati yang bersih. Semoga ilmu ini menjadi amal jariyah, menambah keimanan, memperbaiki akhlak, serta mengantarkan kita kepada ridha Allah dan surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

...........

24aj. AMAL SHALIH YANG BERNILAI HAJI

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *AMAL SHALIH YANG BERNILAI HAJI*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 21 DZULHIJJAH 1447 / 07 JUNI 2026


⏰  09.00 - 10.30 


TEMPAT  :

*MASJID AL-ISHLAAH, JL. RAYA PURWODADI 81-83 SURABAYA*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/U7r5nd0hlzY?si=VsJMU01w538l1bWm

...........

AMAL SHALIH YANG BERNILAI HAJI

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatul Nufus)

Nasehat dan Motivasi

Haji adalah ibadah yang sangat agung, namun Allah Yang Maha Pemurah juga membuka pintu-pintu pahala yang besar bagi hamba-Nya yang belum mampu berhaji. Dalam perspektif tazkiyatul nufus, hakikat haji bukan sekadar perjalanan menuju Ka'bah, tetapi perjalanan hati menuju Allah. Orang yang membersihkan hati dari riya', hasad, sombong, dan cinta dunia sedang menempuh "haji batin" menuju ridha-Nya.

Banyak amal yang dijanjikan Rasulullah ﷺ berpahala seperti haji apabila dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti sunnah. Hal ini menunjukkan bahwa Allah melihat keikhlasan, bukan semata kemampuan finansial.

Allah berfirman:

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah." (QS. Al-Baqarah: 196)

Firman Allah:

"Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat: 13)

Keutamaan di sisi Allah bukan hanya karena telah berhaji, tetapi karena hati yang bertakwa.


Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Hadis Qudsi

1. Shalat Subuh berjamaah lalu berdzikir hingga terbit matahari

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna."

(HR. At-Tirmidzi)

2. Berbakti kepada kedua orang tua

Seorang sahabat ingin berjihad.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Pada keduanya itulah engkau berjihad."

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berbakti kepada orang tua merupakan amal yang nilainya sangat besar di sisi Allah.

3. Menghadiri majelis ilmu

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa pergi ke masjid hanya untuk mempelajari atau mengajarkan kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang berhaji dengan haji yang sempurna."

(HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."

(HR. Al-Bukhari)


Perspektif Tasawuf (Tazkiyatul Nufus)

Para sufi mengajarkan bahwa haji terbesar adalah ketika hati telah menjadi rumah bagi dzikir kepada Allah.

Hasan Al-Bashri berkata:

"Perbaikilah rahasia hatimu, niscaya Allah akan memperbaiki keadaan lahirmu."

Rabi'ah al-Adawiyah berkata:

"Aku beribadah bukan karena mengharap surga atau takut neraka, tetapi karena cinta kepada Allah."

Abu Yazid al-Bistami berkata:

"Berapa banyak orang mengelilingi Ka'bah, namun hatinya tidak mengelilingi Allah."

Junaid al-Baghdadi berkata:

"Tasawuf adalah penyucian hati dari selain Allah."

Al-Hallaj mengingatkan bahwa cinta kepada Allah harus menghapus ego manusia.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa haji yang mabrur ditandai dengan berubahnya akhlak setelah pulang.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata:

"Jangan bangga dengan banyaknya amal, tetapi banggalah jika Allah menerima amalmu."

Jalaluddin Rumi berkata:

"Ka'bah hanyalah bangunan, sedangkan hati orang beriman adalah tempat memandang rahmat Allah."

Ibnu 'Arabi berkata:

"Perjalanan menuju Allah dimulai dari mengenal diri sendiri."

Ahmad al-Tijani menekankan pentingnya istiqamah dalam dzikir dan akhlak.


Relevansi di Zaman Modern

Di era media sosial, banyak orang mengejar gelar "Pak Haji" atau "Bu Hajjah" untuk prestise. Bahkan perjalanan haji sering dipamerkan demi popularitas. Padahal Allah menilai keikhlasan, bukan banyaknya unggahan.

Teknologi memungkinkan kita mengikuti kajian Islam secara daring, berdzikir melalui aplikasi Al-Qur'an digital, bersedekah secara online, membantu korban bencana melalui transfer elektronik, serta menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Semua itu dapat menjadi amal besar bila dilakukan dengan niat yang ikhlas.

Kemajuan transportasi memudahkan perjalanan ibadah, sedangkan kemajuan kedokteran membantu menjaga kesehatan agar tetap mampu beribadah. Namun, semua kemudahan itu harus semakin mendekatkan diri kepada Allah, bukan menumbuhkan kesombongan.


Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga shalat lima waktu berjamaah.
  2. Shalat Subuh berjamaah, berdzikir hingga matahari terbit, lalu shalat Isyraq dua rakaat.
  3. Berbakti kepada kedua orang tua.
  4. Rutin menghadiri majelis ilmu.
  5. Memperbanyak sedekah.
  6. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  7. Memperbanyak istighfar dan shalawat.
  8. Menolong sesama tanpa mengharap balasan.
  9. Menjaga keikhlasan dalam seluruh amal.
  10. Berdoa agar Allah memudahkan berhaji dan menerima seluruh amal.

Testimoni Para Ulama Kontemporer

sering menjelaskan bahwa Allah Maha Adil. Orang yang belum mampu berhaji tidak tertutup dari pahala besar jika ikhlas dalam ibadah dan amal saleh.

menerangkan bahwa beberapa hadis shahih menunjukkan adanya amal tertentu yang berpahala seperti haji dan umrah, namun tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu.

menasihatkan agar umat tidak bersedih bila belum mampu berhaji, tetapi memperbanyak amal yang dicintai Allah.

mengingatkan bahwa haji mabrur terlihat dari perubahan akhlak, bukan sekadar gelar.

mengajarkan bahwa perjalanan menuju Allah dimulai dengan membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih Al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Sunan At-Tirmidzi.
  5. Ihya' 'Ulumiddin – Imam Al-Ghazali.
  6. Risalah Al-Qusyairiyah – Imam Al-Qusyairi.
  7. Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
  8. Al-Hikam – Ibnu 'Athaillah as-Sakandari.
  9. Mathnawi – Jalaluddin Rumi.

Doa

اللهم طهر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، وألسنتنا من الكذب، وأعيننا من الخيانة، واجعلنا من عبادك الصالحين، وارزقنا حجًا مبرورًا، وسعيًا مشكورًا، وذنبًا مغفورًا، وارزقنا الإخلاص في جميع أعمالنا. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya', lisan kami dari dusta, mata kami dari khianat. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh. Anugerahkan kepada kami haji yang mabrur, usaha yang Engkau syukuri, dosa yang Engkau ampuni, dan karuniakanlah keikhlasan dalam seluruh amal kami. Aamiin."


Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn.

Semoga pembahasan ini menambah kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, memotivasi kita untuk memperbanyak amal saleh, serta membersihkan hati melalui tazkiyatul nufus. Semoga Allah menerima setiap amal kita, memudahkan bagi yang belum berhaji untuk suatu hari memenuhi panggilan ke Baitullah, dan menganugerahkan kepada kita semua haji yang mabrur serta husnul khatimah.

Jazakumullāhu khairan katsīrā. Barakallāhu fīkum. Aamiin Yā Rabbal 'Ālamīn.

.......

23aj. BEKAL MENUJU KAMPUNG AKHIRAT

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *BEKAL MENUJU KAMPUNG AKHIRAT*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 21 DZULHIJJAH 1447 / 07 JUNI 2026


⏰  15.30 - SELESAI


TEMPAT  :

*RUMAH BU RISA, GRIYA KEBRAON SELATAN I BLOK C / 7C SURABAYA 


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/YUBHFNc5lA4?si=JDqryUjnNuY5D8qz

........

Berikut materi yang dapat dijadikan bahan kajian atau kultum.

BEKAL MENUJU KAMPUNG AKHIRAT

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Nasehat dan Motivasi

Dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan akhirat adalah kampung yang kekal. Orang yang cerdas bukanlah yang paling banyak mengumpulkan harta, jabatan, atau popularitas, tetapi yang paling banyak mempersiapkan bekal untuk perjalanan menuju Allah.

Dalam perspektif tasawuf, tazkiyatun nafs mengajarkan bahwa bekal terbaik menuju kampung akhirat adalah hati yang bersih (qalbun salim), iman yang kokoh, amal saleh yang ikhlas, taubat yang terus-menerus, serta akhlak yang mulia.

Allah tidak melihat rupa dan harta kita, tetapi melihat hati dan amal kita. Karena itu, seorang salik selalu sibuk memperbaiki hati daripada sibuk mencari pujian manusia.

Allah berfirman:

"Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197)

"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu'ara': 88–89)

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati." (QS. Ali 'Imran: 185)

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir." (HR. Bukhari)

"Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati." (HR. Tirmidzi)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya amal-amal kalianlah yang Aku hitung untuk kalian, kemudian Aku membalasnya." (HR. Muslim)


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, manusia mampu menjelajahi dunia dalam hitungan jam, tetapi belum tentu mampu mendekat kepada Allah.

Fenomena yang banyak terjadi saat ini:

  • Media sosial melahirkan budaya riya', pamer ibadah, dan mencari validasi manusia.
  • Teknologi AI memudahkan ilmu diperoleh, tetapi tidak otomatis membersihkan hati.
  • Kedokteran mampu memperpanjang usia, tetapi tidak dapat menghindarkan kematian.
  • Transportasi mempercepat perjalanan dunia, tetapi perjalanan menuju akhirat tetap membutuhkan bekal takwa.
  • Komunikasi digital memperbanyak hubungan, tetapi banyak manusia semakin jauh dari Allah.

Karena itu, tasawuf mengajarkan agar teknologi dijadikan sarana dakwah, silaturahmi, ilmu, dan amal saleh, bukan sarana kemaksiatan.


Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga shalat lima waktu berjamaah.
  2. Memperbanyak taubat dan istighfar.
  3. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  4. Memperbanyak dzikir pagi dan petang.
  5. Bersedekah secara rutin.
  6. Menjaga lisan dan jari dari ghibah, fitnah, serta komentar yang menyakiti.
  7. Mengikhlaskan setiap amal hanya karena Allah.
  8. Muhasabah diri setiap malam.
  9. Memperbanyak doa agar diwafatkan dalam husnul khatimah.
  10. Menanam amal jariyah sebagai bekal yang terus mengalir.

Nasehat Para Ulama dan Sufi

Hasan al-Bashri: "Dunia hanyalah tiga hari: kemarin telah berlalu, esok belum tentu datang, maka manfaatkan hari ini untuk taat kepada Allah."

Rabi'ah al-Adawiyah: "Ya Allah, aku menyembah-Mu bukan karena takut neraka atau mengharap surga, tetapi karena cinta kepada-Mu."

Abu Yazid al-Bistami: "Perjalanan menuju Allah dimulai ketika engkau meninggalkan keakuanmu."

Junaid al-Baghdadi: "Tasawuf adalah membersihkan hati dari selain Allah."

Al-Hallaj: "Barang siapa mengenal Allah, maka dunia menjadi kecil di hadapannya."

Imam al-Ghazali: "Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, amal tanpa ikhlas adalah kesia-siaan."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Jadikan dunia di tanganmu, jangan di hatimu."

Jalaluddin Rumi: "Kematian bukan akhir perjalanan, tetapi awal perjumpaan dengan Kekasih."

Ibnu 'Arabi: "Hati orang beriman adalah tempat mengenal Allah melalui rahmat-Nya."

Ahmad al-Tijani: "Perbanyak dzikir, karena dengannya hati hidup dan perjalanan menuju Allah menjadi mudah."


Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha: "Bekal terbaik menuju akhirat bukan banyaknya harta, tetapi istiqamah dalam amal yang kecil namun terus dilakukan."

Ustadz Adi Hidayat: "Setiap detik kehidupan adalah investasi akhirat. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa nilai ibadah."

Buya Yahya: "Bahagia bukan karena banyak memiliki, tetapi karena Allah ridha kepada kita."

Ustadz Abdul Somad: "Kubur bukan menanyakan jabatan dan kekayaan, tetapi iman dan amal."

Buya Arrazy Hasyim: "Tasawuf yang benar adalah menjadikan hati selalu sadar bahwa setiap langkah sedang menuju Allah."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an Al-Karim.
  2. Sahih al-Bukhari.
  3. Sahih Muslim.
  4. Riyadhus Shalihin.
  5. Imam Al-Ghazali, Ihya' 'Ulumuddin.
  6. Al-Hikam.
  7. Risalah al-Qusyairiyyah.
  8. Talbis Iblis karya Ibn al-Jawzi.

Doa

اللهم اجعل خير أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك، وارزقنا قلبًا سليمًا، ولسانًا ذاكرًا، وعملاً صالحًا متقبلاً، وحسن الخاتمة، واجعل خير زادنا التقوى، وأدخلنا الجنة بغير حساب برحمتك يا أرحم الراحمين. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah penutup amal kami sebagai amal yang terbaik, jadikan hari terbaik kami adalah hari saat berjumpa dengan-Mu. Anugerahkan kepada kami hati yang bersih, lisan yang senantiasa berdzikir, amal saleh yang Engkau terima, husnul khatimah, dan jadikan takwa sebagai bekal terbaik kami menuju akhirat. Masukkanlah kami ke dalam surga tanpa hisab dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang. Aamiin."

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh jamaah yang telah mengikuti majelis ilmu ini. Semoga Allah ﷻ menerima setiap langkah menuju majelis ilmu sebagai amal saleh, membersihkan hati kita dengan cahaya iman, memberikan keistiqamahan dalam beramal, serta menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba yang memiliki bekal terbaik menuju kampung akhirat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

...........

22aj. DIA ALLAH PEMBERI REZEKI

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB 3 LANDASAN POKOK (PERTEMUAN KE-10) : DIA ALLAH PEMBERI REZEKI*

🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*

TANGGAL :

SELASA, 24 DZULHIJJAH 1447 / 09 JUNI 2026

⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI

TEMPAT  :  

MASJID MUJAHIDDIN, JL. BENTENG PANCASILA, GG. GARUDA MAS, MOJOKERTO

Youtube  :

https://www.youtube.com/live/fx-JrcHnlXs?si=TeOlxcmxNNtNaNIl

......

KITAB 3 LANDASAN POKOK (Pertemuan Ke-10)

DIA ALLAH PEMBERI REZEKI

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatul Nufus)

Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) meyakini bahwa rezeki bukan berasal dari manusia, jabatan, perusahaan, bisnis, teknologi, atau kekuatan diri, melainkan semata-mata dari Allah. Semua makhluk hanyalah sebab, sedangkan Allah adalah Musabbibul Asbab (Pencipta segala sebab).

Penyakit hati yang paling sering menghalangi ketenangan adalah takut miskin, rakus terhadap dunia, iri atas nikmat orang lain, dan terlalu bergantung kepada makhluk. Tazkiyatul Nufus mengajarkan agar hati dibersihkan dari ketergantungan kepada selain Allah dan dipenuhi dengan tawakal, qana'ah, syukur, sabar, ikhlas, serta husnuzan kepada-Nya.

Orang yang mengenal Allah sebagai Ar-Razzaq akan bekerja dengan sungguh-sungguh, namun tidak menjadikan pekerjaan sebagai sesembahan. Ia mencari rezeki yang halal, menjauhi riba, penipuan, korupsi, suap, dan segala bentuk kezaliman. Hatinya tenang karena yakin bahwa rezeki yang telah Allah tetapkan tidak akan tertukar dengan milik orang lain.

Rezeki bukan hanya berupa harta, tetapi juga iman, kesehatan, ilmu, keluarga yang saleh, sahabat yang baik, waktu yang berkah, ketenangan jiwa, serta husnul khatimah.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. Adz-Dzariyat: 58

"Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki, Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh."

2. QS. Hud: 6

"Tidak ada satu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya."

3. QS. Ath-Thalaq: 2–3

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."

4. QS. Al-Baqarah: 172

"Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu."


Hadis Nabi ﷺ

  1. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; pagi hari keluar dalam keadaan lapar dan sore hari pulang dalam keadaan kenyang." (HR. At-Tirmidzi)

  1. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Ruhul Qudus telah membisikkan kepadaku bahwa tidak ada satu jiwa pun yang akan mati hingga sempurna rezekinya." (HR. Ibnu Hibban)

  1. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik." (HR. Muslim)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku tutupi kefakiranmu." (HR. At-Tirmidzi)


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, perdagangan digital, investasi daring, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, manusia sering merasa bahwa teknologi adalah sumber utama rezeki. Padahal semua itu hanyalah sarana yang Allah ciptakan.

Banyak orang mengalami stres karena kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi, usaha sepi karena persaingan digital, atau kecewa melihat kesuksesan orang lain di media sosial. Seorang mukmin tidak boleh putus asa, sebab Allah mampu membuka pintu rezeki melalui jalan yang sama sekali tidak diperkirakan.

Teknologi hendaknya menjadi alat untuk memperluas manfaat, berdakwah, belajar, bekerja secara profesional, dan membantu sesama, bukan untuk menipu, menyebarkan fitnah, judi daring, riba digital, atau mencari keuntungan haram.


Amalan (Implementasi)

  1. Memperbanyak istighfar.
  2. Menjaga salat lima waktu tepat waktu.
  3. Memperbanyak sedekah walaupun sedikit.
  4. Bertakwa dalam setiap pekerjaan.
  5. Menjalin silaturahmi.
  6. Mencari rezeki yang halal dan berkah.
  7. Membaca dzikir pagi dan petang.
  8. Memperbanyak doa memohon rezeki yang halal.
  9. Menumbuhkan rasa syukur setiap hari.
  10. Bertawakal setelah ikhtiar maksimal.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

Hasan Al-Bashri: "Dunia adalah tempat bekerja, bukan tempat menetap. Jadikan akhirat tujuanmu."

Rabi'ah al-Adawiyah: "Siapa yang mencintai Allah, maka Allah mencukupkannya."

Abu Yazid al-Bistami: "Jika engkau mengenal Allah, engkau tidak akan takut kehilangan dunia."

Junaid al-Baghdadi: "Hakikat tawakal ialah hati tenang bersama Allah."

Al-Hallaj: "Orang yang mengenal Allah tidak disibukkan oleh selain-Nya."

Imam al-Ghazali: "Qana'ah adalah kekayaan yang tidak akan habis."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Jangan bergantung kepada makhluk; gantungkan seluruh harapanmu kepada Allah."

Jalaluddin Rumi: "Rezekimu sedang mencarimu sebagaimana engkau mencarinya."

Ibnu 'Arabi: "Semua pemberian berasal dari Allah melalui berbagai sebab."

Ahmad al-Tijani: "Perbanyak zikir kepada Allah, niscaya keberkahan rezeki akan mengiringi hidupmu."


Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha: "Rezeki tidak hanya uang. Bisa berupa kemudahan beribadah, kesehatan, dan keluarga yang baik."

Ustadz Adi Hidayat: "Takwa adalah pembuka pintu rezeki yang dijamin Allah dalam Al-Qur'an."

Buya Yahya: "Yang penting bukan banyaknya harta, tetapi keberkahannya."

Ustadz Abdul Somad: "Rezeki halal meski sedikit lebih mulia daripada harta haram yang melimpah."

Buya Arrazy Hasyim: "Tawakal bukan meninggalkan usaha, tetapi membersihkan hati dari ketergantungan kepada usaha."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih Al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Sunan At-Tirmidzi.
  5. Ihya' 'Ulumuddin – Imam al-Ghazali.
  6. Risalah Al-Qusyairiyah.
  7. Al-Hikam – Ibnu 'Athaillah.
  8. Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
  9. Madarij as-Salikin – Ibnul Qayyim.
  10. Tafsir Ibnu Katsir.

Doa

Bismillahirrahmanirrahim.

Allahumma ya Razzaq, ya Fattah, ya Ghaniyyu, ya Karim. Limpahkanlah kepada kami rezeki yang halal, luas, berkah, dan bermanfaat. Jauhkanlah kami dari rezeki yang haram, syubhat, dan yang melalaikan kami dari mengingat-Mu.

Ya Allah, jadikan hati kami penuh tawakal, syukur, qana'ah, dan ridha terhadap segala ketentuan-Mu. Berkahilah usaha kami, keluarga kami, guru-guru kami, serta seluruh kaum muslimin. Karuniakanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kebahagiaan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.


Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.

Terima kasih kepada seluruh jamaah, para guru, dan semua pihak yang telah mengikuti kajian Kitab 3 Landasan Pokok (Pertemuan Ke-10): "Dia Allah Pemberi Rezeki." Semoga Allah menjadikan ilmu ini sebagai cahaya yang menerangi hati, memperkokoh tauhid, memperindah akhlak, melapangkan rezeki yang halal dan berkah, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga hari kiamat.

Barakallahu fiikum. Jazakumullahu khairan katsiran.

......

21aj. MENJADI HATI YANG QONA'AH

 📡  LIVE STREAMING

 📖 *MENJADI HATI YANG QONA'AH* 

🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*

TANGGAL :

KAMIS, 17 MUHARRAM 1448 H / 02 JULI 2026

⏰  09.30 - 11.00

TEMPAT  :

* DI MASJID AL A'RAAF, JL. DANAU LIMBOTO UTARA A4 SAWOJAJAR, MALANG

Youtube  :

https://www.youtube.com/live/wA3PZYMfy-g?si=cNtOItK-EcyDWv4G

........

MENJADI HATI YANG QANA'AH

(Perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufus)

Nasehat dan Motivasi

Qana'ah adalah merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan, tanpa kehilangan semangat untuk berikhtiar. Dalam tasawuf, qana'ah bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi hati yang bebas dari perbudakan dunia. Orang yang qana'ah bekerja dengan sungguh-sungguh, namun ketenangan hatinya tidak bergantung kepada banyaknya harta, jabatan, atau pujian manusia.

Tazkiyatun nufus mengajarkan bahwa akar kegelisahan adalah hati yang selalu merasa kurang. Sebaliknya, hati yang qana'ah akan dipenuhi syukur, ridha, tawakal, dan cinta kepada Allah. Orang kaya belum tentu qana'ah, tetapi orang yang qana'ah pasti kaya hati.

Allah tidak menilai banyaknya harta, tetapi kebersihan hati. Ketika hati dipenuhi qana'ah, maka iri hati, dengki, tamak, dan rakus akan berangsur hilang. Qana'ah merupakan salah satu pintu menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. Ibrahim: 7

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu."

Syukur melahirkan qana'ah, dan qana'ah mengundang keberkahan.

2. QS. Thaha: 131

"Janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka."

Allah melarang hati sibuk membandingkan diri dengan kenikmatan orang lain.

3. QS. Al-Hadid: 23

"...Agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepadamu."

Inilah hakikat keseimbangan hati seorang mukmin.


Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati."

(HR. dan )

Hadis lainnya:

"Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, lalu Allah menjadikannya qana'ah terhadap apa yang diberikan kepadanya."

(HR. )


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku tutupi kefakiranmu."

(HR. )

Maknanya, kekayaan sejati berasal dari kedekatan kepada Allah.


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era media sosial, seseorang mudah merasa kurang karena melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna. Kemajuan teknologi membuat manusia membandingkan rumah, kendaraan, pakaian, liburan, bahkan ibadahnya.

Dalam dunia komunikasi digital, budaya pamer (riya') dan pencitraan semakin mudah dilakukan.

Transportasi modern membuat orang berlomba mengejar dunia tanpa sempat menikmati keluarga.

Kemajuan kedokteran memperpanjang usia, tetapi tidak otomatis menghadirkan ketenangan jiwa.

Kecerdasan buatan (AI) dan teknologi modern mempermudah pekerjaan, namun tidak mampu menciptakan hati yang qana'ah. Hanya dzikir, syukur, dan ma'rifat kepada Allah yang dapat menenangkan hati.

Allah berfirman:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

(QS. Ar-Ra'd: 28)


Amalan (Implementasi)

  1. Memperbanyak syukur setiap hari.
  2. Membiasakan membaca Alhamdulillah dalam setiap keadaan.
  3. Tidak sering membandingkan diri dengan orang lain.
  4. Mengurangi gaya hidup konsumtif.
  5. Memperbanyak sedekah.
  6. Memperbanyak dzikir.
  7. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  8. Menjalankan shalat tahajud.
  9. Bergaul dengan orang-orang saleh.
  10. Ridha terhadap ketentuan Allah sambil terus berusaha.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

"Dunia hanyalah tempat singgah. Jadikan qana'ah sebagai bekal menuju akhirat."

"Siapa yang telah mengenal Allah, maka dunia menjadi kecil di matanya."

"Orang yang paling kaya adalah yang paling sedikit kebutuhannya kepada makhluk."

"Qana'ah adalah ketenangan hati terhadap pembagian Allah."

"Cinta kepada Allah menghapus ketamakan kepada dunia."

"Qana'ah adalah harta yang tidak akan habis."

"Jangan jadikan dunia berada di dalam hatimu, tetapi cukup di tanganmu."

"Yang membuatmu miskin bukan sedikitnya harta, tetapi banyaknya keinginan."

"Hati yang dipenuhi Allah tidak lagi sempit oleh urusan dunia."

"Perbanyak dzikir, karena hati yang berdzikir mudah menerima qadha Allah dengan lapang."


Testimoni Ulama Kontemporer

"Orang yang qana'ah tidak mudah stres karena ukuran suksesnya adalah ridha Allah."

"Qana'ah bukan mengurangi ikhtiar, tetapi menjaga hati agar tidak dikuasai dunia."

"Syukur adalah kunci qana'ah, dan qana'ah melahirkan kebahagiaan."

"Harta yang berkah lebih baik daripada harta yang banyak tetapi melalaikan."

"Qana'ah adalah buah dari ma'rifat kepada Allah; semakin mengenal-Nya, semakin kecil dunia di mata kita."


Doa

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، وَارْزُقْنَا قَلْبًا قَنِعًا، وَنَفْسًا رَاضِيَةً، وَرِزْقًا حَلَالًا مُبَارَكًا. آمِين.

Artinya:

"Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang menghalangi kami dari maksiat, ketaatan yang mengantarkan kami ke surga-Mu, keyakinan yang meringankan musibah dunia, karuniakanlah kepada kami hati yang qana'ah, jiwa yang ridha, serta rezeki yang halal lagi penuh berkah. Aamiin."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Sahih al-Bukhari.
  3. Sahih Muslim.
  4. Sunan al-Tirmidzi.
  5. Ihya' Ulum al-Din.
  6. Risalah al-Qusyairiyah.
  7. Al-Hikam.
  8. Madarij al-Salikin.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada semua yang telah membaca, mengamalkan, dan menyebarkan ilmu ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan hati kita termasuk hati yang qana'ah, penuh syukur, ridha terhadap ketetapan-Nya, serta diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

.........

20aj. BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGAN IKHLAS

 📡  LIVE STREAMING

 📖 *KITAB KASYFU ASH-SYUBUHAT (PERTEMUAN KE-10) : BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGAN IKHLAS*

🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*

TANGGAL :

KAMIS, 18 MUHARRAM 1448 H / 02 JULI 2026

⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 

TEMPAT  :

* DI MASJID SALMAN, JL. KELASI 33 SURABAYA

Youtube  :

https://youtube.com/live/I8uNlLu9-E4?si=CsR3oNF0Za7oDkrL

........

KITAB KASYFU ASY-SYUBUHAT (Pertemuan Ke-10)

BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGAN IKHLAS

Perspektif Tasawuf – Tazkiyatul Nufus

Nasehat dan Motivasi

Ikhlas adalah ruh seluruh ibadah. Amal yang banyak tidak akan bernilai jika kehilangan keikhlasan, sedangkan amal yang sedikit tetapi dilakukan semata-mata karena Allah dapat menjadi sebab keselamatan seorang hamba. Dalam tasawuf, ikhlas merupakan proses penyucian hati (tazkiyatul nufus) dari penyakit riya', sum'ah, ujub, cinta pujian, dan keinginan memperoleh kedudukan di mata manusia.

Orang yang ikhlas tidak menjadikan manusia sebagai tujuan ibadahnya. Ia tidak berubah semangatnya ketika dipuji atau dicela. Ia tetap istiqamah, baik ketika sendirian maupun di hadapan banyak orang. Semakin bersih hati seseorang, semakin dekat ia kepada Allah.

Allah tidak melihat kemewahan penampilan ibadah, tetapi melihat kebersihan hati yang melaksanakannya.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. Al-Bayyinah: 5

"Padahal mereka tidak diperintah kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama..."

2. QS. Az-Zumar: 2-3

"Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."

3. QS. Al-An'am: 162

"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh alam."


Hadis Nabi ﷺ

Dari , Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya..."

(HR. dan )

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian."

(HR. Muslim)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku adalah Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal yang mempersekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia bersama sekutunya."

(HR. Muslim)


Perspektif Tasawuf (Tazkiyatul Nufus)

Ikhlas memiliki beberapa tingkatan:

  • Ikhlas orang awam: beribadah karena mengharap pahala dan takut siksa.
  • Ikhlas orang saleh: beribadah karena cinta kepada Allah.
  • Ikhlas para arif billah: beribadah karena Allah memang layak disembah.

Semakin tinggi maqam seseorang, semakin hilang perhatian kepada dirinya sendiri dan semakin besar pengagungan kepada Allah.


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era media sosial, kecerdasan buatan (AI), komunikasi digital, transportasi cepat, dan kemajuan kedokteran, ujian ikhlas semakin berat.

Contohnya:

  • Sedekah direkam agar viral.
  • Dakwah diukur dari jumlah pengikut, bukan manfaat.
  • Ibadah dipamerkan demi popularitas.
  • Amal dijadikan konten demi memperoleh "like" dan "subscriber".
  • Teknologi AI digunakan untuk membuat citra kesalehan yang belum tentu mencerminkan keadaan hati.

Padahal Allah mengetahui isi hati, walaupun manusia tidak mengetahuinya.

Maka teknologi hendaknya menjadi sarana dakwah dan amal saleh, bukan alat mencari ketenaran.


Amalan (Implementasi)

  1. Memperbarui niat sebelum setiap ibadah.
  2. Memperbanyak amal secara sembunyi-sembunyi.
  3. Membiasakan istighfar setelah beramal.
  4. Tidak menunggu pujian manusia.
  5. Memperbanyak dzikir:
    • La ilaha illallah
    • Astaghfirullah
    • Allahumma inni a'udzu bika an usyrika bika wa ana a'lam...
  6. Muhasabah setiap malam.
  7. Menjaga hati dari riya', ujub, dan sum'ah.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

"Ikhlas adalah menyembunyikan amal sebagaimana engkau menyembunyikan dosamu."

"Aku menyembah Allah bukan karena takut neraka atau mengharap surga, tetapi karena cintaku kepada-Nya."

"Perjalanan menuju Allah dimulai dengan mematikan ego."

"Ikhlas adalah rahasia antara Allah dan hamba-Nya."

"Cinta kepada Allah menghapus kepentingan diri."

"Amal tanpa ikhlas seperti jasad tanpa ruh."

"Jangan mencari kedudukan di hati manusia, tetapi carilah kedudukan di sisi Allah."

"Ketika engkau kehilangan dirimu karena Allah, engkau akan menemukan kebahagiaan sejati."

"Hati yang ikhlas menjadi cermin cahaya Ilahi."

"Jagalah keikhlasan dalam dzikir, karena Allah melihat hati sebelum lisan."


Testimoni Ulama Kontemporer

"Amal kecil yang ikhlas lebih dicintai Allah daripada amal besar yang dipenuhi riya'."

"Ikhlas adalah fondasi diterimanya seluruh amal ibadah."

"Jangan sibuk mencari penilaian manusia. Yang menentukan nilai amal adalah Allah."

"Perbaikilah niat, karena niat adalah awal keberkahan."

"Tazkiyatun nafs adalah perjuangan membersihkan hati agar seluruh amal kembali hanya kepada Allah."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Sahih al-Bukhari.
  3. Sahih Muslim.
  4. Ihya' 'Ulum al-Din.
  5. Risalah al-Qusyairiyah.
  6. Madarij al-Salikin.
  7. Kitab Kasyfu Asy-Syubuhat.

Doa

Bismillahirrahmanirrahim.

Allahumma inni as'aluka ikhlāṣan fī al-qawli wal-'amali wan-niyyah. Allahumma ṭahhir qalbī minar-riyā', was-sum'ah, wal-'ujbi, wal-kibri, wan-nifāq. Waj'al jamī'a a'mālinā khāliṣatan li wajhikal karīm. Tsabbit qulūbanā 'alā dīnik, wa tawaffanā 'alal īmān, wa adkhilnā jannataka ma'an-nabiyyīn wash-shiddīqīn wasy-syuhadā' wash-shālihīn. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

Artinya:

"Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keikhlasan dalam ucapan, perbuatan, dan niat. Bersihkanlah hati kami dari riya', sum'ah, ujub, kesombongan, dan kemunafikan. Jadikanlah seluruh amal kami semata-mata karena mengharap wajah-Mu. Teguhkan hati kami di atas agama-Mu, wafatkan kami dalam iman, dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, dan orang-orang saleh. Amin."


Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh jamaah dan para pencinta ilmu yang telah meluangkan waktu menghadiri kajian Kitab Kasyfu Asy-Syubuhat Pertemuan ke-10. Semoga Allah ﷻ menerima setiap langkah, niat, dan amal kita sebagai ibadah yang ikhlas, melimpahkan keberkahan ilmu, mengokohkan tauhid, membersihkan hati, serta mengumpulkan kita kelak di surga bersama Rasulullah ﷺ. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

........


43alkab. MENUDUH WANITA BAIK-BAIK MELAKUKAN ZINA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB AL KABA'IR : DOSA BESAR KE-18, MENUDUH WANITA BAIK-BAIK MELAKUKAN ZINA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

KAMIS, 25 DZULHIJJAH 1447 / 11 JUNI 2026


⏰  08.30 - SELESAI


TEMPAT  :  

MASJID SUKRI ADENAN, PURI SAFIRA REGENCY, MENGANTI, GRESIK


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/EwQcQQhxil4?si=pndf5QIZ38IwDWjI

.......

KITAB AL-KABA'IR

Dosa Besar Ke-18: Menuduh Wanita Baik-Baik Melakukan Zina (Qadzaf)

بسم الله الرحمن الرحيم

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Salah satu dosa besar yang sangat dibenci Allah adalah menuduh wanita yang suci, beriman, dan menjaga kehormatannya melakukan zina tanpa menghadirkan empat orang saksi yang sah. Dalam ilmu tasawuf, dosa ini bukan hanya melukai kehormatan seseorang, tetapi juga menunjukkan bahwa hati telah dipenuhi penyakit seperti buruk sangka (su'uzan), iri hati (hasad), dengki, kebencian, dan lisan yang tidak terkendali.

Orang yang hatinya bersih akan lebih memilih diam daripada menyebarkan tuduhan yang belum jelas kebenarannya. Sebaliknya, hati yang kotor merasa ringan menuduh, menyebarkan fitnah, dan merusak nama baik orang lain.

Para ulama tasawuf mengajarkan bahwa menjaga kehormatan seorang mukmin merupakan bagian dari menjaga kehormatan agama. Barang siapa menjaga lisannya, maka Allah akan menjaga kehormatan dan keselamatannya di dunia maupun di akhirat.

Fitnah mungkin hanya diucapkan beberapa detik, tetapi dampaknya dapat menghancurkan kehidupan seseorang selama bertahun-tahun. Karena itu, seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) selalu bermuhasabah sebelum berbicara.

Dalil Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan bagi mereka azab yang besar."

(QS. An-Nur: 23)

Allah juga berfirman:

"Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berzina), kemudian mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali cambuk dan janganlah kamu terima kesaksian mereka selama-lamanya..."

(QS. An-Nur: 4)

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan."

Di antaranya adalah menuduh wanita mukminah yang menjaga kehormatannya berbuat zina.

(HR. **** dan ****)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."

(HR. **** dan ****)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."

(HR. ****)

Menuduh tanpa bukti adalah bentuk kezaliman terhadap kehormatan seorang mukmin.

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era media sosial, kecerdasan buatan (AI), komunikasi digital, transportasi yang serba cepat, dan kemudahan berbagi informasi, dosa qadzaf semakin mudah terjadi.

Contohnya:

  • Menyebarkan gosip, foto, atau video tanpa tabayyun.
  • Membuat komentar yang menuduh seseorang berzina hanya berdasarkan dugaan.
  • Menyebarkan hasil editan (deepfake) yang merusak nama baik orang lain.
  • Menjadi bagian dari penyebaran fitnah melalui grup WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, dan platform lainnya.
  • Menghakimi seseorang hanya karena foto, pakaian, atau pergaulannya.

Teknologi adalah amanah. Jika digunakan untuk menyebarkan fitnah, maka setiap klik, unggahan, komentar, dan berbagi dapat menjadi saksi yang memberatkan di hadapan Allah pada Hari Kiamat.

Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga lisan dan jari sebelum berbicara atau menulis.
  2. Membiasakan tabayyun terhadap setiap informasi.
  3. Tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
  4. Memperbanyak istighfar ketika terjatuh dalam ghibah atau fitnah.
  5. Mendoakan kebaikan bagi sesama muslim.
  6. Menutup aib saudara muslim, bukan membukanya.
  7. Memperbanyak dzikir agar hati bersih dari hasad dan su'uzan.
  8. Muhasabah setiap malam terhadap ucapan dan tulisan yang telah dilakukan.

Doa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ، وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ، وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ، وَاحْفَظْنِي مِنَ الظُّلْمِ وَالْفِتْنَةِ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kemunafikan, lisanku dari dusta, mataku dari pengkhianatan, peliharalah aku dari perbuatan zalim dan fitnah, serta jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh."

Penutup

Semoga Allah SWT menjadikan hati kita bersih, lisan kita terjaga, pandangan kita penuh kasih sayang, serta menjauhkan kita dari fitnah dan tuduhan yang merusak kehormatan sesama muslim. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang memperoleh rahmat dan ridha-Nya.

آمين يا رب العالمين

Terima kasih. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan, melimpahkan kesehatan, keberkahan umur, rezeki yang halal dan berkah, serta menghimpunkan kita semua di dalam surga bersama Rasulullah ﷺ. Aamiin.

.........

44kas. KEIMANAN AHLI SYIRIK TERHADAP TAUHID RUBUBIYAH

📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB KASYFU ASH-SYUBUHAT (PERTEMUAN KE-7) : KEIMANAN AHLI SYIRIK TERHADAP TAUHID RUBUBIYAH*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT, 26 DZULHIJJAH 1447 H / 11 JUNI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID SALMAN, JL. KELASI 33 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/x0vvym4Ajls?si=FmFHo78JudWhyqLZ

..........

KITAB KASYFU ASY-SYUBUHAT.

Keimanan Ahli Syirik terhadap Tauhid Rububiyah

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Bismillahirrahmanirrahim.

Tauhid Rububiyah adalah keyakinan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Pengatur, Pemberi rezeki, dan Penguasa seluruh alam semesta. Namun, Al-Qur'an menjelaskan bahwa banyak kaum musyrik pada zaman Rasulullah ﷺ juga mengakui Rububiyah Allah, tetapi mereka tetap menyekutukan-Nya dalam ibadah (Tauhid Uluhiyah).

Dari sudut pandang tasawuf, pelajaran ini mengajarkan bahwa penyucian hati bukan hanya mengakui keberadaan Allah, tetapi juga mengosongkan hati dari segala bentuk ketergantungan kepada selain Allah. Penyakit hati seperti riya', ujub, sombong, cinta dunia yang berlebihan, takut kepada makhluk melebihi takut kepada Allah, serta menggantungkan harapan kepada manusia merupakan hijab yang menghalangi kesempurnaan tauhid.

Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) senantiasa berusaha menjadikan Allah sebagai tujuan akhir seluruh amalnya. Hatinya tidak diperbudak oleh pujian manusia, jabatan, kekayaan, ataupun popularitas. Ia hanya berharap ridha Allah semata.

Dalil Al-Qur'an

1. QS. Az-Zumar: 38

"Dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka: 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Niscaya mereka menjawab: 'Allah.'"

Ayat ini menunjukkan bahwa kaum musyrik mengakui Rububiyah Allah.

2. QS. Yunus: 31

"Katakanlah: Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi...? Mereka akan menjawab: Allah."

3. QS. Luqman: 25

"Jika engkau bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi, pasti mereka menjawab: Allah."

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Hak Allah atas hamba-hamba-Nya ialah mereka beribadah hanya kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sabda beliau pula:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku adalah Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal dengan mempersekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia bersama sekutunya." (HR. Muslim)

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecanggihan teknologi, media sosial, kecerdasan buatan (AI), komunikasi digital, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, manusia semakin mudah merasa mampu mengendalikan kehidupannya sendiri.

Sebagian orang mengakui Allah sebagai Pencipta, tetapi dalam praktik kehidupannya lebih percaya kepada:

  • teknologi daripada pertolongan Allah,
  • harta daripada rezeki Allah,
  • jabatan daripada kemuliaan dari Allah,
  • popularitas di media sosial daripada keikhlasan,
  • kekuatan manusia daripada doa dan tawakal.

Teknologi adalah nikmat Allah yang wajib disyukuri, bukan untuk disembah secara hati. Hati seorang mukmin tetap bergantung kepada Allah, sedangkan teknologi hanyalah sarana (ikhtiar).

Tasawuf mengajarkan keseimbangan: bekerja dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan ilmu pengetahuan, namun hati tetap bersandar hanya kepada Allah.

Amalan (Implementasi)

  1. Memperbaharui niat setiap hari agar seluruh amal hanya karena Allah.
  2. Memperbanyak dzikir "Laa ilaaha illallaah" dengan menghadirkan hati.
  3. Membaca Al-Qur'an dan mentadabburi ayat-ayat tauhid.
  4. Memperbanyak istighfar untuk membersihkan hati dari syirik kecil seperti riya' dan ujub.
  5. Bertawakal kepada Allah setelah berikhtiar.
  6. Menggunakan teknologi sebagai sarana ibadah, dakwah, silaturahmi, dan mencari ilmu.
  7. Muhasabah setiap malam: apakah hati lebih bergantung kepada Allah atau kepada makhluk.

Doa

Bismillahirrahmanirrahim.

Ya Allah, sucikanlah hati kami dari segala bentuk syirik, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Jadikanlah Engkau satu-satunya tempat kami bergantung, berharap, dan bertawakal. Anugerahkan kepada kami hati yang ikhlas, jiwa yang tenang, iman yang kokoh, serta istiqamah hingga akhir hayat. Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Wafatkan kami dalam keadaan bertauhid yang murni dan kumpulkan kami bersama Rasulullah ﷺ, para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh.

Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami'ul 'Alim, wa tub 'alaina innaka Antat-Tawwabur Rahim. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.

Terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah mengikuti kajian Kitab Kasyfu Asy-Syubuhat pertemuan ke-7. Semoga Allah memberikan keberkahan ilmu, membersihkan hati kita dengan cahaya tauhid, mengokohkan keikhlasan dalam setiap amal, serta menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai sebab keselamatan di dunia dan akhirat.

Jazakumullahu khairan katsiran. Barakallahu fiikum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

........


45arb. JALAN MENUJU SURGA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB ARBA'IN AN-NAWAWI : HADITS KE-22, JALAN MENUJU SURGA*

🎙 *Ustadz ABU GHOZIE AS SUNDAWIE HAFIDZAHULLAH*

TANGGAL :

JUM'AT, 26 DZULHIJJAH 1447 / 12 JUNI 2026

⏰  08.15 - SELESAI

TEMPAT  : *

*TAMAN MOTOR I, PEPELEGI INDAH H-22 WARU, SIDOARJO*

Youtube  :

https://www.youtube.com/live/bHxnoHoruYk?si=vs6UKT8tZCUlV8U7

.........

KITAB ARBA'IN AN-NAWAWI

Hadis Ke-22: Jalan Menuju Surga

Hadis

Dari r.a., bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

"Wahai Rasulullah, jika aku mengerjakan salat wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan tidak menambah selain itu, apakah aku akan masuk surga?"

Beliau menjawab:

"Ya."

(HR. )


Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Hadis ini mengajarkan bahwa jalan menuju surga bukanlah sesuatu yang rumit, tetapi membutuhkan istiqamah, keikhlasan, dan penyucian jiwa.

Dalam tasawuf, amal yang sedikit namun ikhlas lebih dicintai Allah daripada amal yang banyak tetapi dipenuhi riya', ujub, dan kesombongan. Tazkiyatun Nufus mengajarkan bahwa surga bukan hanya tujuan perjalanan, tetapi buah dari hati yang bersih.

Allah tidak melihat banyaknya ibadah semata, tetapi hati yang tunduk kepada-Nya. Salat mendidik kedisiplinan ruhani, puasa membersihkan hawa nafsu, dan menjaga halal-haram membangun ketakwaan yang sejati.

Surga dimulai sejak hati merasakan kedekatan dengan Allah. Barang siapa menjaga hubungan dengan Allah di dunia, maka Allah akan memuliakannya di akhirat.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. Ali 'Imran: 133

"Bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa."

2. QS. Al-Mu'minun: 1–11

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman... mereka itulah yang akan mewarisi Surga Firdaus."

3. QS. Az-Zalzalah: 7–8

"Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah niscaya akan melihat balasannya."


Hadis Pendukung

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit."

(HR. dan )

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian."

(HR. )


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."

(HR. )


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, manusia sering mengejar kemudahan dunia, tetapi melupakan perjalanan menuju surga.

  • Teknologi mempercepat informasi, tetapi belum tentu mempercepat taubat.
  • Media sosial memudahkan dakwah, namun juga membuka pintu riya', fitnah, dan hasad.
  • Transportasi mempercepat perjalanan dunia, tetapi kematian tetap datang tanpa pemberitahuan.
  • Kedokteran memperpanjang usia, namun tidak mampu menunda ajal.
  • Artificial Intelligence membantu pekerjaan manusia, tetapi tidak dapat menggantikan keikhlasan, iman, dan amal saleh.

Hadis ini mengingatkan bahwa jalan menuju surga tetap sama sejak zaman Nabi ﷺ: iman, ibadah, menjaga halal-haram, dan istiqamah.


Implementasi (Amalan)

  1. Menjaga salat lima waktu tepat waktu.
  2. Berpuasa Ramadhan dengan penuh keikhlasan.
  3. Mencari rezeki yang halal.
  4. Menjauhi dosa besar maupun kecil.
  5. Memperbanyak istighfar.
  6. Berdzikir setiap hari.
  7. Membaca Al-Qur'an.
  8. Bersedekah secara rutin.
  9. Menjaga lisan dari ghibah dan fitnah.
  10. Muhasabah sebelum tidur.

Nasehat Para Ulama Tasawuf


"Dunia hanyalah jembatan menuju akhirat; jangan membangun istana di atas jembatan."


"Aku beribadah bukan karena takut neraka atau berharap surga, tetapi karena cinta kepada Allah."


"Jalan menuju Allah adalah mematikan ego."


"Tasawuf adalah membersihkan hati dari selain Allah."


"Cinta kepada Allah menghapus segala selain-Nya."


"Awal perjalanan menuju Allah adalah mengenal penyakit hati."


"Jadilah hamba Allah sebelum menjadi pemimpin manusia."


"Yang paling dekat kepada Allah adalah hati yang dipenuhi cinta."


"Hati seorang mukmin adalah tempat mengenal Allah."


"Istiqamah lebih mulia daripada banyaknya karamah."


Testimoni Ulama Kontemporer

  • Gus Baha: Jalan menuju surga dimulai dari memperbaiki niat dan menjaga kewajiban dengan istiqamah.
  • Ustadz Adi Hidayat: Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga yang wajib dengan benar merupakan fondasi keselamatan.
  • Buya Yahya: Jangan meremehkan amal wajib; ia adalah pintu utama menuju ridha Allah.
  • Ustadz Abdul Somad: Surga tidak diraih dengan angan-angan, tetapi dengan iman dan amal saleh.
  • Buya Arrazy Hasyim: Tazkiyatun nufus menjadikan ibadah bukan sekadar gerakan lahir, tetapi perjalanan hati menuju Allah.

Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .
  6. .
  7. .

Doa

Bismillahirrahmanirrahim.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang menjaga salat, berpuasa dengan ikhlas, mencintai yang halal, menjauhi yang haram, membersihkan hati dari riya', ujub, hasad, dan takabur. Karuniakan kepada kami istiqamah hingga akhir hayat, husnul khatimah, serta masukkan kami ke dalam Surga Firdaus bersama Nabi Muhammad ﷺ, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Ampunilah dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, keluarga kami, dan seluruh kaum muslimin. Aamiin ya Rabbal 'alamin.


Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.

Semoga kajian Hadis ke-22 dari Kitab Arba'in An-Nawawi ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, keimanan, ketakwaan, dan kebersihan hati kita. Terima kasih kepada semua guru, ulama, dan para pencinta ilmu yang terus menyebarkan cahaya Al-Qur'an, sunnah, dan akhlak mulia. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, memberikan keberkahan umur, kesehatan, rezeki yang halal, serta mengumpulkan kita kelak di dalam Surga Firdaus bersama Rasulullah ﷺ.

Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

.......

46aj. MEMBERONTAK DAN MENGKAFIRKAN ORANG LAIN DIKARENAKAN MELAKUKAN DOSA BESAR

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB AL KABAIR : DOSA BESAR KE-49, MEMBERONTAK DAN MENGKAFIRKAN ORANG LAIN DIKARENAKAN MELAKUKAN DOSA BESAR*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT, 27 DZULHIJJAH 1447 H / 12 JUNI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID BAITUT TAUBAH, JL. KALIDAMI VII / 10 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/ABbZwLKkJHU?si=aLr-QXpXWl1fCa1O

.........

KITAB AL-KABĀ'IR

Dosa Besar ke-49:

Memberontak dan Mengkafirkan Orang Lain Karena Melakukan Dosa Besar

(Perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufus)

Mukadimah

Di antara penyakit hati yang paling berbahaya adalah merasa diri paling benar, lalu mudah mengkafirkan, memfasikkan, atau membenci sesama muslim hanya karena mereka terjatuh ke dalam dosa besar. Sikap ini merupakan ciri kelompok Khawarij yang telah diperingatkan oleh Rasulullah ﷺ.

Tasawuf mengajarkan bahwa sebelum melihat dosa orang lain, hendaknya seseorang terlebih dahulu menangisi dosa dirinya sendiri. Orang yang sibuk memperbaiki hati akan sedikit mencela manusia, tetapi banyak memohonkan ampun kepada Allah.

Dalil Al-Qur'an

1. QS. An-Nisā' ayat 94

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi di jalan Allah, maka telitilah, dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu: 'Engkau bukan seorang mukmin'..."

Ayat ini mengajarkan agar tidak mudah menghakimi keimanan seseorang.

2. QS. Al-Hujurāt ayat 11

"...Janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain..."

3. QS. Az-Zumar ayat 53

"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah..."

Ayat ini menunjukkan bahwa pelaku dosa masih memiliki pintu taubat.


Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Apabila seseorang berkata kepada saudaranya: 'Wahai kafir', maka tuduhan itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Mencela seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Tentang Khawarij, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya karena berlebihan dalam memahami agama.


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi." (HR. Muslim)

Mudah mengkafirkan orang termasuk bentuk kezaliman apabila tanpa hak.


Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)

Penyakit yang melahirkan mudah mengkafirkan ialah:

  • ujub (bangga diri),
  • takabur,
  • merasa paling suci,
  • keras hati,
  • minim kasih sayang,
  • kurang mengenal keluasan rahmat Allah.

Orang yang ma'rifat justru semakin takut terhadap amalnya sendiri daripada sibuk menghitung dosa orang lain.

Tasawuf mengajarkan keseimbangan antara takut (khauf), berharap (raja'), kasih sayang (rahmah), dan adab.


Relevansi Zaman Sekarang

Di era media sosial, kecerdasan buatan (AI), komunikasi digital, transportasi yang cepat, dan informasi yang menyebar dalam hitungan detik, fenomena "takfir digital" semakin mudah terjadi.

Seseorang dipotong videonya beberapa detik, lalu divonis kafir.

Potongan ceramah disebarkan tanpa konteks.

Komentar di media sosial dipenuhi ujaran kebencian.

Fenomena "cancel culture" menjadikan manusia merasa berhak menjadi hakim atas iman orang lain.

Padahal dokter tidak memvonis pasien tanpa pemeriksaan, hakim tidak memutus perkara tanpa bukti, maka terlebih lagi urusan iman seseorang yang hanya Allah mengetahui hakikatnya.

Kemajuan teknologi hendaknya menjadi sarana menyebarkan ilmu, kasih sayang, dan akhlak, bukan memperluas permusuhan.


Implementasi (Amalan)

  1. Memperbanyak istighfar setiap hari.
  2. Menjaga lisan dan jari ketika bermedia sosial.
  3. Mendoakan pelaku maksiat agar mendapat hidayah.
  4. Memperbaiki diri sebelum menilai orang lain.
  5. Menghidupkan dzikir pagi dan petang.
  6. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  7. Berteman dengan orang-orang saleh.
  8. Mengedepankan tabayyun sebelum menyimpulkan sesuatu.
  9. Menghindari debat yang menimbulkan permusuhan.
  10. Memohon husnul khatimah kepada Allah.

Nasehat Ulama Tasawuf

Hasan al-Bashri "Orang mukmin selalu menuduh dirinya sendiri, sedangkan orang munafik selalu menyalahkan orang lain."

Rabi'ah al-Adawiyah "Jangan sibuk mencari dosa manusia, tetapi sibukkanlah dirimu agar dicintai Allah."

Abu Yazid al-Bisthami "Ketika aku melihat dosaku sendiri, aku tidak lagi sempat melihat dosa orang lain."

Junaid al-Baghdadi "Hakikat tasawuf adalah bersih hati terhadap seluruh makhluk."

Al-Hallaj "Cinta kepada Allah melahirkan kasih sayang kepada makhluk."

Imam al-Ghazali "Pangkal kesombongan adalah merasa diri lebih baik daripada orang lain."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani "Jangan menghina ahli maksiat, sebab engkau tidak mengetahui bagaimana akhir hidupmu dan akhir hidupnya."

Jalaluddin Rumi "Angkatlah manusia dengan cinta, bukan dengan kebencian."

Ibnu 'Arabi "Hati seorang mukmin adalah tempat turunnya rahmat Allah."

Ahmad al-Tijani "Akhlak yang mulia merupakan jalan tercepat menuju keridhaan Allah."


Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha "Pelaku dosa besar belum tentu kafir. Selama tidak menghalalkan dosanya, ia tetap muslim yang membutuhkan taubat."

Ustaz Adi Hidayat "Tidak setiap pelaku maksiat keluar dari Islam. Takfir memiliki syarat-syarat yang sangat ketat."

Buya Yahya "Doakan orang yang bermaksiat, jangan buru-buru menghukuminya."

Ustaz Abdul Somad "Kita diperintahkan berdakwah, bukan menjadi hakim surga dan neraka."

Buya Arrazy Hasyim "Ilmu yang tidak melahirkan kasih sayang berpotensi melahirkan kesombongan spiritual."


Penutup

Seorang sufi berkata:

"Boleh jadi orang yang hari ini engkau hina akan menjadi wali Allah esok hari. Dan boleh jadi orang yang hari ini engkau banggakan justru tergelincir di akhir hayatnya."

Karena itu, sibukkanlah diri dengan taubat, dzikir, dan memperbaiki hati. Serahkan urusan penilaian akhir kepada Allah Yang Maha Adil.


Doa

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Allahumma yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qulūbanā 'alā dīnik.

Allahumma athhir qulūbanā mina al-kibri wal-'ujbi war-riyā' wal-ghill wal-hasad.

Allāhumma ij'alnā min 'ibādika al-mukhliṣīn, warzuqnā husnal-khātimah, waj'al lisānanā rāthiban bi dzikrika, wa lā taj'alnā mimman yuhakkimu 'alā 'ibādika bi ghairi 'ilm.

Rabbanā ātinā fid-dunyā hasanah wa fil-ākhirati hasanah wa qinā 'adzāban-nār.

Āmīn yā Rabbal-'Ālamīn.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Imam Adz-Dzahabi, Al-Kabā'ir.
  5. Imam al-Ghazali, Ihya' 'Ulumuddin.
  6. Imam al-Ghazali, Minhajul 'Abidin.
  7. Ibn Rajab al-Hanbali, Jami' al-'Ulum wal-Hikam.
  8. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
  9. Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
  10. Ibnu Taimiyah, Majmu' al-Fatawa (pembahasan tentang takfir dan Khawarij).

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn.

Semoga Allah ﷻ menjadikan ilmu ini sebagai cahaya bagi hati, penyejuk jiwa, penambah keimanan, dan pemberat timbangan amal saleh. Terima kasih kepada para guru, ulama, orang tua, dan seluruh penuntut ilmu yang senantiasa menjaga adab dalam menuntut ilmu serta menyebarkan Islam dengan hikmah, kasih sayang, dan akhlak mulia.

Semoga Allah menerima setiap amal kita dan mempertemukan kita kelak di surga-Nya bersama Rasulullah ﷺ.

Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

......


47aj. SUNGAI AL KAUTSAR

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN : SURGA ; SUNGAI AL KAUTSAR*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SABTU, 27 DZULHIJJAH 1447 / 13 JUNI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID AMINAH AL-FAJR, GADING FAJAR 1, SIWALANPANJI, BUDURAN, SIDOARJO


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/81IG9LHvWUg?si=xmocwmTzKJfDZXDG

............

KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN: SURGA – SUNGAI AL-KAUTSAR

(Perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufus)

Mukadimah

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Segala puji bagi Allah SWT yang menjanjikan kenikmatan abadi bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Di antara karunia terbesar yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah Sungai Al-Kautsar, sungai yang penuh keberkahan, kemuliaan, dan kenikmatan yang tidak pernah terlintas dalam hati manusia.

Bagi seorang salik (penempuh jalan menuju Allah), Al-Kautsar bukan sekadar gambaran kenikmatan surga, tetapi juga simbol limpahan rahmat, cinta, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Dalam tasawuf, tujuan utama bukan hanya memperoleh surga, melainkan memperoleh ridha Allah SWT. Surga adalah buah dari perjalanan hati yang bersih.

Sungai Al-Kautsar mengajarkan bahwa hati yang senantiasa dipenuhi tauhid, ikhlas, syukur, sabar, dan cinta kepada Rasulullah ﷺ akan memperoleh limpahan karunia Allah yang tak bertepi.

Orang yang selalu membersihkan jiwanya dari riya, dengki, sombong, cinta dunia berlebihan, dan permusuhan sedang menggali "sungai Al-Kautsar" dalam batinnya. Airnya adalah zikir, tepinya adalah takwa, dan buahnya adalah ketenangan hati.

Allah tidak melihat banyaknya harta atau jabatan seseorang, tetapi kebersihan hatinya.

Dalil Al-Qur'an

1. Surah Al-Kautsar ayat 1–3

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar."

2. Surah Az-Zumar ayat 73

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke surga berombongan."

3. Surah Muhammad ayat 15

Allah menggambarkan sungai-sungai di surga yang airnya tidak berubah rasa, sungai susu, sungai madu, dan sungai khamar yang tidak memabukkan.

Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Al-Kautsar adalah sungai di surga yang Allah berikan kepadaku."

(HR. ****)

Beliau juga bersabda:

"Telagaku luasnya sejauh perjalanan sebulan. Airnya lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu, dan bejananya sebanyak bintang di langit. Barang siapa meminum darinya, ia tidak akan haus selamanya."

(HR. ****)

Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia."

(Hadis Qudsi, diriwayatkan oleh **** dan ****)

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan, internet supercepat, media sosial, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, manusia semakin mudah memperoleh kenyamanan dunia. Namun, semua itu tidak mampu menghapus rasa gelisah, kesepian, dan kehampaan jiwa.

Teknologi dapat mempercepat perjalanan manusia, tetapi tidak dapat mempercepat perjalanan menuju surga.

Media sosial dapat membuat seseorang terkenal dalam hitungan menit, tetapi kemuliaan di sisi Allah hanya diraih dengan ketakwaan.

Kemajuan kedokteran mampu memperpanjang usia, tetapi tidak dapat menolak datangnya kematian.

Al-Kautsar mengingatkan bahwa tujuan akhir manusia bukanlah viral di dunia, melainkan mulia di hadapan Allah SWT.

Amalan (Implementasi)

  1. Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
  2. Menjaga shalat lima waktu dengan khusyuk.
  3. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  4. Memperbanyak istighfar dan zikir.
  5. Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan dusta.
  6. Gemar bersedekah walaupun sedikit.
  7. Berbakti kepada orang tua.
  8. Memperbaiki akhlak kepada sesama.
  9. Menjaga keikhlasan dalam seluruh amal.
  10. Berdoa agar termasuk golongan yang meminum dari Telaga Al-Kautsar.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

****:

"Dunia hanyalah jembatan. Jangan membangunnya, tetapi segeralah menyeberanginya."

****:

"Aku beribadah kepada Allah bukan karena takut neraka atau mengharap surga, tetapi karena cinta kepada-Nya."

****:

"Jalan menuju Allah dimulai dengan membersihkan hati."

****:

"Tasawuf adalah membersihkan hati dari selain Allah."

****:

"Cinta kepada Allah menuntut pengorbanan seluruh jiwa."

****:

"Penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit badan."

****:

"Jadilah hamba Allah sebelum menjadi pemimpin manusia."

****:

"Yang dicari manusia sebenarnya bukan dunia, melainkan Allah."

****:

"Hati yang mengenal Allah menjadi taman surga."

****:

"Istiqamah dalam zikir adalah jalan menuju kedekatan dengan Allah."

Testimoni Ulama Kontemporer

**** sering mengingatkan bahwa kenikmatan surga adalah karunia Allah, namun yang paling agung ialah ketika seorang hamba memperoleh ridha-Nya.

**** menjelaskan bahwa Al-Kautsar merupakan bukti kasih sayang Allah kepada Rasulullah ﷺ dan menjadi motivasi agar umat memperbanyak amal saleh.

**** menasihati agar setiap muslim menjaga akhlak, sebab akhlak mulia menjadi sebab dekat dengan Rasulullah ﷺ di telaga beliau.

**** mengingatkan agar memperbanyak shalawat, mengikuti sunnah Nabi, dan menjauhi bid'ah yang menyesatkan agar termasuk golongan yang mendapat syafaat.

**** menjelaskan bahwa tasawuf sejati adalah penyucian hati sehingga manusia siap bertemu Allah dengan jiwa yang tenang.

Doa

Allahumma inni as'aluka al-jannah wa ma qarraba ilaiha min qawlin wa 'amal. Allahumma asqina min haudhi nabiyyika Muhammadin ﷺ syarbatan hani'atan la nazma'u ba'daha abada. Allahumma thahhir qulubana minan nifaq, wa a'malana minar riya', wa alsinatana minal kadzib, waj'alna min 'ibadikas shalihin. Amin Ya Rabbal 'Alamin.

Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. ****.
  3. ****.
  4. ****.
  5. ****.
  6. ****.
  7. ****.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāh, semoga pembahasan tentang Sungai Al-Kautsar ini semakin menumbuhkan kerinduan kepada Allah SWT dan Rasulullah ﷺ, memperkuat semangat dalam menyucikan jiwa (tazkiyatun nufus), serta mengistiqamahkan kita dalam amal saleh hingga kelak Allah memperkenankan kita meminum dari Telaga Al-Kautsar dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya tanpa hisab.

Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

.........

48aj. AL-WALA' WAL BARA'

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB 3 LANDASAN UTAMA : AL-WALA' WAL BARA'*

🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SABTU, 27 DZULHIJJAH 1447 / 13 JUNI 2026


⏰  08.30 - 10.00

TEMPAT  :

* MASJID JENDERAL AHMAD YANI, JL. KAHURIPAN 12 MALANG.


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/vNsI-_GjeJ0?si=p7eG2IGa8V6lhsMJ

.......

Berikut materi yang dapat dijadikan renungan, dengan pendekatan tasawuf (tazkiyatun nafs) yang tetap berpegang kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah.

KITAB 3 LANDASAN UTAMA

AL-WALA' WAL-BARA'

Mencintai Karena Allah, Membenci Kemaksiatan Karena Allah, dan Menyucikan Hati Menuju Ridha-Nya

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Al-Wala' wal-Bara' adalah salah satu prinsip penting dalam akidah Islam. Dalam perspektif tasawuf, makna terdalamnya bukan sekadar loyalitas lahiriah, tetapi penyucian hati agar seluruh cinta, harapan, takut, dan ketergantungan hanya tertuju kepada Allah.

Tasawuf mengajarkan bahwa penyakit hati terbesar adalah ketika kecintaan kepada dunia, hawa nafsu, popularitas, kekuasaan, dan makhluk mengalahkan kecintaan kepada Allah.

Al-Wala' berarti mencintai Allah, Rasul-Nya, orang-orang beriman, amal saleh, ilmu, kejujuran, dan akhlak mulia.

Al-Bara' berarti melepaskan diri dari kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan, kezaliman, serta segala bentuk maksiat tanpa diiringi kebencian yang zalim kepada manusia. Seorang mukmin membenci dosa, namun tetap mendoakan agar pelakunya mendapat hidayah.

Inilah akhlak para nabi: tegas terhadap kebatilan, tetapi penuh kasih kepada manusia.

Dalil Al-Qur'an

Allah berfirman:

"Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Ma'idah: 55)

Allah berfirman:

"Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya..." (QS. Al-Mumtahanah: 4)

Allah berfirman:

"Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya..." (QS. Al-Mujadilah: 22)

Allah juga berfirman:

"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangimu karena agama." (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Ayat ini menunjukkan bahwa prinsip al-wala' wal-bara' tidak meniadakan keadilan, kasih sayang, dan akhlak mulia kepada sesama manusia.

Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Ikatan iman yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah." (HR. Ahmad)

Beliau juga bersabda:

"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Kecintaan-Ku wajib bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku..." (HR. Malik, Ahmad dan lainnya)

Hadis qudsi ini mengajarkan bahwa cinta yang dibangun atas dasar Allah akan menjadi sebab memperoleh naungan dan kasih sayang Allah pada hari kiamat.

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era media sosial, kecerdasan buatan (AI), internet cepat, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, tantangan al-wala' wal-bara' semakin besar.

  • Jangan sampai algoritma media sosial lebih memengaruhi hati daripada Al-Qur'an.
  • Jangan sampai viral lebih dicintai daripada ridha Allah.
  • Gunakan AI dan teknologi sebagai sarana dakwah, belajar, dan kemaslahatan, bukan penyebaran fitnah dan kebencian.
  • Jadikan kemajuan kedokteran sebagai bentuk syukur kepada Allah, bukan alasan melupakan bahwa Allah adalah Asy-Syafi (Maha Penyembuh).
  • Dalam kehidupan sosial, hormati semua manusia dengan adil, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip akidah dan syariat.

Seorang sufi sejati hidup di tengah masyarakat, membawa rahmat, kelembutan, dan keteguhan iman.

Implementasi (Amalan)

  1. Memperbanyak membaca Al-Qur'an setiap hari.
  2. Memperbanyak zikir "Laa ilaaha illallah".
  3. Memilih sahabat yang saleh.
  4. Menjauhi konten yang merusak iman.
  5. Mencintai ulama pewaris nabi.
  6. Membenci dosa tetapi tetap mendoakan pelaku maksiat agar mendapat hidayah.
  7. Memperbanyak istighfar.
  8. Muhasabah setiap malam.
  9. Bersedekah secara ikhlas.
  10. Berdoa agar hati selalu istiqamah.

Nasehat Para Ulama dan Sufi

Hasan al-Bashri berkata:

"Barang siapa mengenal Allah, maka ia akan mencintai-Nya. Barang siapa mengenal dunia, maka ia akan zuhud terhadapnya."

Rabi'ah al-'Adawiyah berkata:

"Aku mencintai Allah bukan karena surga dan bukan karena takut neraka, tetapi karena Dia memang layak dicintai."

Abu Yazid al-Bistami berkata:

"Kosongkan hatimu dari selain Allah."

Junaid al-Baghdadi berkata:

"Tasawuf adalah engkau bersama Allah tanpa sesuatu yang menghalangimu."

Al-Hallaj mengingatkan pentingnya tenggelam dalam cinta kepada Allah, namun ungkapan-ungkapannya perlu dipahami dengan hati-hati sesuai akidah Ahlus Sunnah.

Imam al-Ghazali berkata:

"Penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit badan."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata:

"Jangan menggantungkan hati kepada makhluk, gantungkan hanya kepada Allah."

Jalaluddin Rumi berkata:

"Apa yang engkau cintai akan menentukan ke mana engkau berjalan."

Ibnu 'Arabi menekankan pentingnya menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah dalam ciptaan-Nya, dengan tetap menjaga batas-batas syariat.

Ahmad al-Tijani mengajarkan pentingnya memperbanyak zikir, cinta kepada Rasulullah ﷺ, dan penyucian jiwa.

Testimoni Ulama Kontemporer

  • Gus Baha sering menjelaskan bahwa ukuran kecintaan kepada Allah tampak pada ketaatan dan keluasan kasih sayang kepada sesama, bukan pada sikap mudah menghakimi.
  • Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa al-wala' wal-bara' harus dipahami secara utuh berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah sehingga tidak melahirkan sikap ekstrem.
  • Buya Yahya mengingatkan agar membenci kemaksiatan tanpa membenci manusia secara zalim, sebab pintu taubat selalu terbuka.
  • Ustaz Abdul Somad menjelaskan pentingnya menjaga akidah sambil tetap berlaku adil dan berakhlak baik kepada seluruh manusia.
  • Buya Arrazy Hasyim menekankan bahwa tazkiyatun nafs menjadikan al-wala' wal-bara' sebagai proses membersihkan hati dari selain Allah, bukan alasan untuk menumbuhkan kebencian dan permusuhan.

Muhasabah

Renungkanlah:

  • Apakah cintaku kepada Allah lebih besar daripada cintaku kepada dunia?
  • Apakah media sosial lebih sering kubuka daripada mushaf Al-Qur'an?
  • Apakah aku membenci dosa dalam diriku sebelum melihat dosa orang lain?
  • Apakah aku telah menjadi rahmat bagi keluarga dan masyarakat?

Doa

Allahumma inni as'aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba 'amalin yuqarribuni ila hubbika. Allahumma thahhir qalbi minan nifaq, wa 'amali minar riya', wa lisani minal kadzib, wa 'aini minal khiyanah. Allahumma tsabbit qalbi 'ala dinika wa thahhir nafsi bi nuril iman. Amin ya Rabbal 'alamin.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta kepada amal yang mendekatkanku kepada cinta-Mu. Ya Allah, sucikan hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya', lisanku dari dusta, dan pandanganku dari khianat. Teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu dan sucikanlah jiwaku dengan cahaya iman. Amin."

Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Riyadhus Shalihin – Imam an-Nawawi.
  5. Ihya' 'Ulum ad-Din – Imam al-Ghazali.
  6. Madarij as-Salikin – Ibnul Qayyim.
  7. Al-'Ubudiyyah – Ibnu Taimiyah.
  8. Risalah al-Qusyairiyyah – Imam al-Qusyairi.
  9. Hilyatul Auliya' – Abu Nu'aim al-Ashbahani.
  10. Karya-karya dan kajian ulama kontemporer yang selaras dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada semua pembaca. Semoga Allah menjadikan ilmu ini sebagai cahaya yang menerangi hati, memperkokoh akidah, menyucikan jiwa, memperindah akhlak, serta menghimpunkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

......



49aj. PERJALANAN AKHIRAT : MANUSIA YANG DIHARAMKAN MENCIUM BAU SURGA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *PERJALANAN AKHIRAT : MANUSIA YANG DIHARAMKAN MENCIUM BAU SURGA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 28 DZULHIJJAH 1447 / 14 JUNI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI


TEMPAT  :

*  MASJID AL IHSAN, PERUM. KEPUH PERMAI, JL. BUKIT BARISAN NO. 62-64 WARU-SIDOARJO


Youtube  :

https://youtube.com/live/iXkhUEOErLk?si=tiapcL2ox1weG3gS

.......

PERJALANAN AKHIRAT: MANUSIA YANG DIHARAMKAN MENCIUM BAU SURGA

Tazkiyatun Nufus: Mensucikan Hati Agar Layak Menjadi Penghuni Surga

Muqaddimah

Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat keras bahwa ada manusia yang bukan hanya terhalang memasuki surga, tetapi bahkan tidak dapat mencium harum baunya, padahal aroma surga dapat tercium dari perjalanan yang sangat jauh. Ancaman ini menunjukkan betapa beratnya dosa yang dilakukan apabila tidak disertai taubat yang tulus.

Dalam perspektif tasawuf, larangan mencium bau surga bukan semata-mata karena banyaknya dosa, tetapi karena hati telah dipenuhi kesombongan, riya', khianat, kezaliman, cinta dunia, dan jauh dari Allah.


Dalil Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

"Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Dia memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai..." (QS. An-Nisa': 13)

Allah juga berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri terhadap ayat-ayat Kami, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka dan mereka tidak akan masuk surga..." (QS. Al-A'raf: 40)


Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya bau surga dapat tercium dari perjalanan empat puluh tahun. Namun tidak akan menciumnya orang yang durhaka kepada orang tuanya, pemutus silaturahim, orang tua pezina, dan orang yang menyeret pakaiannya karena sombong."

Dalam riwayat lain beliau bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi." (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Barang siapa mencari ilmu untuk selain Allah atau agar dipuji manusia, maka ia tidak akan mencium bau surga." (HR. Ahmad, dengan makna yang diriwayatkan dalam berbagai hadis tentang keikhlasan)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku. Barang siapa menyaingi-Ku dalam salah satunya, Aku akan mengazabnya." (HR. Muslim)


Dalam Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)

Menurut para ulama tasawuf, surga bukan hanya tempat, tetapi juga tujuan perjalanan hati menuju Allah.

Orang yang diharamkan mencium bau surga ialah mereka yang:

  • hatinya dipenuhi riya',
  • gemar menyakiti manusia,
  • khianat terhadap amanah,
  • memutus silaturahim,
  • durhaka kepada orang tua,
  • sombong,
  • tidak ikhlas dalam ibadah.

Tazkiyatun Nufus mengajarkan bahwa sebelum kaki melangkah menuju surga, hati harus lebih dahulu dibersihkan.


Relevansi Zaman Sekarang

Di era teknologi modern, ancaman ini semakin nyata.

  • Media sosial membuat riya' dan pamer amal semakin mudah.
  • Kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk dakwah, tetapi juga dapat dipakai menyebarkan fitnah dan hoaks.
  • Komunikasi digital memudahkan gibah, ujaran kebencian, dan memutus silaturahim.
  • Kemajuan transportasi memudahkan ibadah maupun maksiat.
  • Kemajuan kedokteran memperpanjang usia, tetapi tidak menjamin hati menjadi lebih dekat kepada Allah.
  • Kehidupan modern sering menjadikan manusia sibuk mengejar dunia hingga melupakan akhirat.

Karena itu, teknologi hendaknya menjadi sarana mendekat kepada Allah, bukan menjauh dari-Nya.


Amalan (Implementasi)

  1. Memperbanyak taubat nasuha setiap hari.
  2. Menjaga shalat tepat waktu dan khusyuk.
  3. Berbakti kepada kedua orang tua.
  4. Menyambung silaturahim.
  5. Menjaga lisan dan jari dari fitnah di media sosial.
  6. Ikhlas dalam seluruh amal.
  7. Memperbanyak istighfar dan dzikir.
  8. Bersedekah secara sembunyi-sembunyi.
  9. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  10. Muhasabah sebelum tidur.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

"Dunia hanyalah tiga hari: kemarin telah berlalu, esok belum tentu datang, maka gunakan hari ini untuk taat kepada Allah."

"Aku beribadah kepada Allah bukan karena takut neraka atau mengharap surga, tetapi karena cinta kepada-Nya."

"Jalan menuju Allah dimulai dengan menghancurkan kesombongan diri."

"Tasawuf adalah membersihkan hati dari segala sesuatu selain Allah."

"Cinta sejati kepada Allah menghapus kecintaan kepada dunia."

"Hati adalah cermin. Dosa membuatnya berkarat, sedangkan dzikir mengilapkannya."

"Jangan sibuk memperbaiki wajahmu, tetapi sibukkanlah memperbaiki hatimu."

"Luka adalah tempat cahaya Allah masuk ke dalam dirimu."

"Hati yang mengenal Allah akan dipenuhi kasih sayang."

"Istiqamah lebih mulia daripada banyak amal yang tidak berkesinambungan."


Testimoni Ulama Kontemporer

  • : Orang yang paling dekat kepada Allah adalah yang hatinya bersih dan tidak merasa lebih baik daripada orang lain.
  • : Amal diterima bila benar caranya dan ikhlas niatnya.
  • : Jangan meremehkan dosa kecil karena dosa yang terus dilakukan dapat menggelapkan hati.
  • : Persiapkan bekal terbaik sebelum kematian datang.
  • : Tazkiyatun nafs adalah perjuangan seumur hidup untuk mengalahkan hawa nafsu dan mendekat kepada Allah.

Muhasabah

Renungkanlah:

  • Apakah ibadahku benar-benar ikhlas?
  • Apakah aku masih menyakiti orang tua?
  • Apakah aku masih memutus silaturahim?
  • Apakah media sosialku menjadi ladang pahala atau dosa?
  • Jika hari ini aku wafat, apakah aku pantas mencium bau surga?

Doa

Allahumma inni as'aluka al-jannah wa ma qarraba ilaiha min qawlin wa 'amal, wa a'udzu bika minan-nar wa ma qarraba ilaiha min qawlin wa 'amal. Allahumma thahhir qalbi minan-nifaq, wa 'amali minar-riya', wa lisani minal-kadzib, wa 'aini minal-khiyanah. Innaka ta'lamu kha'inatal-a'yuni wa ma tukhfis-shudur. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang dapat mencium harum surga, memasukinya dengan rahmat-Mu, dan berkumpul bersama Nabi Muhammad ﷺ. Aamiin.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Sahih al-Bukhari.
  3. Sahih Muslim.
  4. Riyadhus Shalihin.
  5. Ihya' Ulum al-Din.
  6. Al-Hikam.
  7. Risalah al-Qusyairiyah.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada semua pembaca. Semoga Allah ﷻ menjadikan ilmu ini sebagai cahaya yang membersihkan hati, menguatkan iman, memperbaiki amal, dan mengantarkan kita menjadi hamba-hamba yang layak mencium harum surga serta memasukinya bersama Rasulullah ﷺ. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

......