Bismillahirahmanirrahim.
Jum'at, 8 Mei 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Mushollah An Nur oleh oleh isya'an tadi malam nyantri bareng Ust. A. Mujib kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Zainuddin Al-Malibari) bidang studi : ilmu tasawuf, akhlak, sufiesme *Edisi 1046* :
...........…...
Dalam kitab Irsyadul Ibad karya Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari, bab قاطع رحم (memutus tali silaturahmi).(hubungan sanak famili).
Kisah yang diceritakan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, pakar fikih yang hidup di Makkah sekitaran abad 10 M. Kisah tersebut menceritakan seseorang yang diberi azab oleh Allah akibat memutus tali silaturahmi dengan salah satu saudaranya, berikut kisah tersebut:
Ada orang kaya yang pergi haji, (sebut saja namanya Zaid) sebelum berangkat, Zaid menitipkan hartanya yang berjumlah 1000 dinar kepada seseorang yang dianggap amanah dan bersifat baik, sebut saja namanya Amar.
Setelah Zaid melaksanakan ibadah haji, ia pun pergi ke Amar untuk mengambil uang yang dititipkan kepadanya. Tetapi naas, Amar telah meninggal dunia. Akhirnya Zahid pun menanyai keluarganya perihal harta tersebut, tetapi mereka juga tidak mengetahui apapun tentang itu.
Tidak kehabisan akal, Zaid pun pergi ke kota Makkah dengan niat mencari solusi atas masalahnya kepada salah satu ulama di sana, lalu ulama tersebut mengatakan,
“Pada pertengahan malam, pergilah ke sumur Zamzam, lalu panggillah nama Amar dalam sumur tersebut, bila ia termasuk Ahlu khair (orang yang baik), maka ia akan menjawab pangilanmu secara langsung.”
Lalu Zahid mengikuti solusi yang diberikan ulama tadi, ia pergi ke sumur Zamzam di pertengahan malam dan memanggil nama Amar di sana. Namun tidak ada suara apapun yang keluar dari sumur tersebut.
Akhirnya ia pun kembali kepada ulama tadi dan menceritakan hal yang dialaminya semalam, kemudian ulama tersebut berkata,
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, aku takut bila temanmu itu termasuk ahli neraka. Pergilah ke tanah Yaman, carilah sumur yang bernama Barhut, sumur itu merupakan pintu neraka. Lakukanlah apa yang kuperintahkan saat di sumur Zamzam, yaitu panggillah nama Amar di sana.”
Kemudian, Zaid pun mengikuti perintah ulama tersebut, ia pergi ke Yaman dan mencari sumur yang bernama Barhut. Lalu pada pertengahan malam ia pergi ke sana dan memanggil nama temannya. Ajaibnya, setelah Zaid memanggil nama Amar di sana, tiba-tiba ada suara yang menjawab panggilan tersebut, yaitu suara Amar.
Mendengar suara Amar di sana, Zaid pun menanyakan keberadaan harta 1000 dinar yang dititipkan kepadanya, lalu Amar menjawab,
“Aku telah menguburnya dalam suatu tempat yang dekat dari rumahku. Hal ini kulakukan karena aku tidak percaya kepada keluargaku, apakah mereka bisa menjaganya atau tidak, maka pergilah pada mereka untuk bertanya perihal tempat tersebut dan galilah, maka kau akan menemukannya.”
Sebelum Zaid pergi mengambil hartanya, ia penasaran atas nasib temannya tadi, mengapa Amar masuk neraka padahal semasa hidupnya Amar merupakan orang yang baik. Lalu Zaid bertanya kepada Amar,
“Apa yang menyebabkan kau ditempatkan di sini, padahal aku mengira bahwa kau adalah orang yang baik?”
“Aku mempunyai saudara perempuan yang fakir, aku mendiamkannya dan tidak menyukainya, maka Allah memberi siksa atas perbuatanku tadi dan menempatkan aku di sini,” jawab Amar.
Kisah pun selesai sekaligus memberitahukan bahwa disiksanya Amar karena ia mendiamkan dan tidak menyukai saudarinya yang fakir tadi. Atau bisa disebut ia memutus tali silaturahmi pada saudarinya.
Imam Zainuddin Al-Malibari memberi komentar atas kisah ini, beliau mengatakan bahwa kisah ini membuktikan benarnya salah satu hadis nabi yang berbunyi,
لايدخل الجنة قاطع اي قاطع رحمه واقاربه
“Tidak akan masuk surga seorang yang memutus tali silaturahmi, yakni memutus tali silaturahmi atas keluarga dan kerabat-kerabatnya.”
.........
Bahaya Memutus Tali Silaturahmi: Amal Baik Gugur Karena Membenci Saudara”
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mukadimah
Dalam kitab , disebutkan kisah yang sangat mengguncang hati tentang seseorang yang tampak saleh, amanah, dan dipercaya masyarakat, namun ternyata mendapat azab karena memutus hubungan dengan saudara perempuannya yang fakir.
Kisah ini menjadi pelajaran besar bahwa dalam pandangan Allah, ibadah ritual saja tidak cukup bila hati dipenuhi kebencian, kesombongan, dan keras terhadap keluarga sendiri.
Tasawuf mengajarkan bahwa keselamatan bukan hanya banyaknya amal lahiriah, tetapi juga bersihnya hati, kasih sayang, dan kelembutan kepada makhluk Allah.
Makna (Tafsir) Isi Redaksi
1. Silaturahmi adalah ibadah hati
Memuliakan keluarga bukan sekadar adat sosial, tetapi bagian dari penghambaan kepada Allah. Orang yang rajin ibadah tetapi memutus hubungan keluarga menunjukkan bahwa hatinya belum bersih dari penyakit batin.
2. Kemiskinan sering menjadi sebab manusia diremehkan
Saudari Amar dijauhi karena kefakirannya. Ini menunjukkan penyakit hati berupa:
- sombong,
- malu memiliki keluarga miskin,
- cinta dunia,
- merasa lebih tinggi.
Padahal orang miskin sering lebih mulia di sisi Allah dibanding orang kaya yang keras hati.
3. Azab dapat menimpa karena dosa sosial
Amar bukan pezina, bukan pencuri, bukan pembunuh. Namun ia diazab karena:
- mendiamkan saudara,
- membenci keluarga,
- memutus rahim.
Ini menunjukkan bahwa dosa kepada manusia sangat berat.
4. Tasawuf menekankan kasih sayang
Para ulama sufi mengajarkan:
“Tidak sampai seorang hamba kepada Allah selama di hatinya masih ada kebencian kepada sesama.”
Hukum (Ahkam)
1. Haram memutus tali silaturahmi
Memutus hubungan keluarga termasuk dosa besar.
Allah Ta’ala berfirman:
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?”
(QS. Muhammad: 22)
2. Wajib menyambung hubungan keluarga
Minimal dengan:
- salam,
- menyapa,
- mendoakan,
- membantu bila mampu,
- tidak memusuhi.
3. Haram membenci keluarga karena miskin
Kemiskinan bukan kehinaan. Bahkan banyak wali Allah berasal dari kalangan fakir.
4. Menyakiti kerabat lebih berat dosanya
Karena selain menyakiti sesama muslim, juga merusak hubungan rahim yang Allah muliakan.
Dalil Al-Qur’an
Allah berfirman:
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi.”
(QS. An-Nisa: 1)
“Orang-orang yang memutus apa yang diperintahkan Allah untuk disambung, mereka mendapat laknat.”
(QS. Ar-Ra’d: 25)
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat: 10)
Dalil Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi.”
(HR. Bukhari-Muslim)
“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah silaturahmi.”
(HR. Bukhari)
“Rahim bergantung di Arsy dan berkata: siapa yang menyambungku maka Allah menyambungnya, dan siapa yang memutusku maka Allah memutusnya.”
(HR. Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta’ala berfirman:
“Aku adalah Ar-Rahman, Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilkan baginya nama dari nama-Ku. Barangsiapa menyambungnya maka Aku menyambungnya, dan barangsiapa memutuskannya maka Aku memutuskannya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
1. Amal lahir belum tentu menyelamatkan
Seseorang bisa:
- haji,
- sedekah,
- rajin ibadah,
tetapi rusak karena dosa hati dan hubungan sosial.
2. Orang miskin jangan diremehkan
Boleh jadi doa orang miskin lebih dekat kepada Allah daripada orang kaya yang sombong.
3. Neraka tidak hanya untuk pelaku maksiat besar
Kebencian, ego, dan memutus hubungan keluarga juga dapat menyeret manusia ke azab.
4. Hati lebih penting daripada penampilan
Tasawuf fokus membersihkan:
- iri,
- dengki,
- sombong,
- kebencian,
- keras hati.
Analisis dan Argumentasi Tasawuf
Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, akar masalah Amar adalah:
- cinta dunia,
- ego,
- ujub,
- merasa mulia,
- hilangnya rahmat dalam hati.
Padahal ciri wali Allah adalah:
- lembut,
- penyayang,
- rendah hati,
- peduli kepada keluarga.
Para ulama sufi menjelaskan:
“Dosa hati lebih berbahaya daripada dosa anggota badan.”
Karena dosa lahir terkadang disadari dan ditaubati, sedangkan penyakit hati sering dianggap benar oleh pelakunya.
Amalan (Implementasi)
1. Hubungi keluarga yang lama tidak disapa
Walau hanya:
- salam,
- pesan singkat,
- menanyakan kabar.
2. Sisihkan sedekah untuk kerabat
Sedekah kepada keluarga mendapat dua pahala:
- pahala sedekah,
- pahala silaturahmi.
3. Jangan malu punya keluarga miskin
Muliakan mereka. Ajak makan. Bantu diam-diam.
4. Biasakan memaafkan
Walaupun keluarga pernah menyakiti.
5. Doakan keluarga setiap selesai shalat
Karena doa melembutkan hati.
Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang
Hari ini banyak fenomena:
- saudara saling blokir,
- rebutan warisan,
- tidak saling sapa bertahun-tahun,
- malu punya keluarga miskin,
- lebih baik kepada teman daripada saudara sendiri.
Media sosial membuat manusia tampak dekat, tetapi hati semakin jauh.
Banyak orang:
- rajin upload ibadah,
- rajin ceramah,
- rajin sedekah online,
tetapi orang tuanya terlupakan, saudaranya didiamkan.
Inilah penyakit zaman akhir:
ibadah ramai, kasih sayang hilang.
Motivasi
Jangan menunggu keluarga meninggal baru menyesal.
Mungkin:
- doa saudara menjadi sebab keselamatan kita,
- tangisan ibu menjadi sebab rezeki kita,
- ridha keluarga menjadi sebab keberkahan hidup.
Orang yang menyambung silaturahmi:
- hidupnya lebih tenang,
- rezekinya lapang,
- hatinya lembut,
- doanya mudah dikabulkan.
Muhasabah
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Apakah ada saudara yang saya jauhi?
- Apakah saya malu punya keluarga miskin?
- Apakah saya keras kepada keluarga tetapi lembut kepada orang lain?
- Sudahkah saya membantu kerabat yang kesulitan?
- Adakah orang yang menunggu permintaan maaf saya?
Cara Muhasabah
- Duduk sendiri setelah Isya.
- Ingat nama-nama keluarga.
- Renungkan kesalahan kepada mereka.
- Menangislah bila hati tersentuh.
- Berniat memperbaiki hubungan.
Kemuliaan dan Kehinaan
Di Dunia
Kemuliaan:
- rezeki berkah,
- hati tenteram,
- dicintai manusia,
- umur penuh manfaat.
Kehinaan:
- hidup sempit,
- hati keras,
- mudah gelisah,
- rumah tangga tidak tenang.
Di Alam Kubur
Kemuliaan:
- kubur dilapangkan,
- mendapat rahmat Allah,
- didatangi amal baik.
Kehinaan:
- sempit kuburnya,
- penyesalan panjang,
- azab karena dosa kepada keluarga.
Di Hari Kiamat
Kemuliaan:
- wajah bercahaya,
- mendapat syafaat,
- mudah hisabnya.
Kehinaan:
- dipermalukan,
- dituntut keluarga,
- amal tergantung karena kezaliman.
Di Akhirat
Kemuliaan:
- masuk surga bersama keluarga yang saleh.
Kehinaan:
- terhalang dari surga,
- jauh dari rahmat Allah.
Doa
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْوَاصِلِينَ لِلرَّحِمِ، وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
“Ya Allah, satukan hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, jadikan kami termasuk orang-orang yang menyambung silaturahmi, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami kebencian kepada orang-orang beriman.”
Penutup
Semoga Allah membersihkan hati kita dari:
- kebencian,
- kesombongan,
- keras hati,
- memutus silaturahmi.
Semoga kita menjadi hamba yang lembut, penyayang, dan dicintai Allah karena memuliakan keluarga.
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh pembaca buletin tauziah ini.
Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi cahaya di dunia, penerang kubur, dan pemberat timbangan amal di akhirat.
آمين يا رب العالمين
.....................,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
.......,...........
Bismillahirahmanirrahim.
Jum'at, 8 Mei 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo para pecinta ilmu yang kece abis. Nih, dari Musholla An Nur, kemarin malam ada ngaji santai bareng Ust. A. Mujib, beliau bahas kitab Irsyadul Ibad (karya Zainuddin Al-Malibari) tentang tasawuf, akhlak, sufisme. Edisi 1046:
---
Kisah Kocak Tapi Nyesek: Putus Silaturahmi Bisa Bikin Masuk Neraka
Di kitab Irsyadul Ibad, pasal قاطع رحم (mutusin hubungan keluarga), ada cerita dari Imam Ibnu Hajar Al-Haitami. Ceritanya gini:
Ada orang kaya, namanya Zaid, mau naik haji. Sebelum berangkat, dia nitipin duit 1000 dinar ke temannya yang amanah dan baik hati, namanya Amar.
Begitu Zaid balik haji, dia datengin Amar buat ngambil duitnya. Eh, naas, Amar udah meninggal. Keluarganya juga nggak tahu apa-apa soal titipan itu.
Zaid bingung, akhirnya pergi ke Makkah buat konsultasi ke seorang alim. Kata sang alim:
"Nanti tengah malem, njenengan ke sumur Zamzam, terus panggil nama Amar di dalam sumur. Kalau dia termasuk ahli khair (orang baik), pasti dia bakal jawab."
Zaid pun nurut. Tengah malem dia ke sumur Zamzam, manggil-manggil nama Amar. Tapi sunyi senyap, nggak ada sahutan.
Zaid balik lagi ke alim itu. Begitu dengar ceritanya, sang alim langsung bilang, "Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Aku khawatir teman njenengan itu termasuk penghuni neraka. Coba njenengan pergi ke tanah Yaman, cari sumur bernama Barhut. Itu sumur pintu neraka. Lakuin lagi hal yang sama kaya tadi."
Zaid pun berangkat ke Yaman, nemuin sumur Barhut, dan tengah malem manggil nama Amar. Ajaib, dari dalam sumur ada suara yang jawab! Suara Amar!
Zaid langsung nanya soal duit 1000 dinar. Amar jawab:
"Aku kubur di dekat rumahku. Soalnya aku nggak percaya sama keluargaku, takut mereka nggak bisa jaga. Suruh keluarga njenengan gali di tempat itu, pasti ketemu."
Sebelum pamit, Zaid penasaran. Dia tanya, "Amar, kenapa njenengan bisa di sini? Selama hidup, njenengan kan orang baik?"
Jawab Amar: "Aku punya saudara perempuan yang miskin. Aku diemin dia, nggak suka sama dia. Makanya Allah siksa aku di sini."
---
Pelajaran Pentingnya:
Dari kisah ini, Imam Zainuddin Al-Malibari ngasih komentar bahwa ini cocok sama salah satu hadis nabi:
لايدخل الجنة قاطع اي قاطع رحمه واقاربه
“Tidak akan masuk surga seorang yang memutus tali silaturahmi, yakni memutus tali silaturahmi atas keluarga dan kerabat-kerabatnya.”
---
Bahaya Mutus Silaturahmi: Amal Baik Bisa Hangus Karena Benci Saudara
Hadis (tetap asli):
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
---
Intinya :
1. Silaturahmi itu ibadah hati, gak cuma formalitas
Rajin ibadah tapi mutusin saudara? Hati masih kotor tuh.
2. Miskin sering jadi alasan orang diremehkan
Saudari Amar dijauhin cuma karena miskin. Itu namanya sombong, gengsi, cinta dunia. Padahal di mata Allah, orang miskin yang sabar bisa lebih mulia.
3. Azab bisa datang karena dosa sosial, lho
Amar bukan penzina, bukan pencuri. Cuma karena diemin saudara sendiri. Dosa sama manusia itu berat banget.
4. Tasawuf itu ajarannya kalem dan sayang sesama
Gak bakal dekat sama Allah kalau hati masih penuh kebencian.
---
Hukumnya (biar gak salah langkah):
1. Haram mutus silaturahmi – termasuk dosa besar.
Allah firman (artinya): “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (QS. Muhammad: 22)
2. Wajib nyambung silaturahmi, minimal salam atau nyapa.
3. Haram benci keluarga cuma karena miskin. Kemiskinan bukan aib.
4. Dosa nyakitin kerabat lebih berat daripada nyakitin orang lain biasa.
---
Dalil dari Al-Qur'an (artinya tetap asli):
· “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi.” (QS. An-Nisa: 1)
· “Orang-orang yang memutus apa yang diperintahkan Allah untuk disambung, mereka mendapat laknat.” (QS. Ar-Ra’d: 25)
· “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Dalil Hadis (artinya tetap asli):
· “Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (HR. Bukhari-Muslim)
· “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah silaturahmi.” (HR. Bukhari)
· “Rahim bergantung di Arsy dan berkata: siapa yang menyambungku maka Allah menyambungnya, dan siapa yang memutusku maka Allah memutusnya.” (HR. Muslim)
Hadis Qudsi:
“Aku adalah Ar-Rahman, Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilkan baginya nama dari nama-Ku. Barangsiapa menyambungnya maka Aku menyambungnya, dan barangsiapa memutuskannya maka Aku memutuskannya.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
---
Hikmah Kekinian:
· Amal lahir kayak haji, sedekah, sholat rajin gak otomatis nyelametin kalau hati masih keras sama keluarga.
· Jangan pernah remehin orang miskin. Bisa jadi doanya lebih ampuh.
· Neraka bukan cuma buat pemuas maksiat berat. Kebencian, ego, mutus hubungan juga bisa nyeret ke sana.
· Yang paling penting: hati. Tasawuf itu bersihin iri, dengki, sombong, dan keras hati.
---
Aksi Nyata Biar Gak Jadi Kayak Amar:
· Chat atau telpon saudara yang udah lama gak disapa. Minimal kirim stiker salam.
· Bantu kerabat yang lagi susah. Sedekah ke keluarga dapat pahala double: sedekah + silaturahmi.
· Jangan gengsi punya keluarga miskin. Ajak makan, bantu diam-diam.
· Biasakan maafin walau keluarga pernah nyakitin.
· Doain keluarga setiap abis sholat. Dijamin hati adem.
---
Fenomena Zaman Now yang Mirip Kisah Amar:
· Saling blokir antar saudara.
· Rebutan warisan sampai musuhan.
· Bertahun-tahun gak saling sapa.
· Malu punya keluarga sederhana.
· Baik sama teman, tapi keluarganya sendiri diabaikan.
Ibadah rame-rame di sosmed, tapi keluarga di rumah kering kasih sayang. Ngeri kan?
---
Yuk Muhasabah Diri:
Tanyain ke diri sendiri:
· Ada saudara yang sengaja aku jauhin?
· Aku malu sama keluarga yang miskin?
· Aku keras sama keluarga tapi lembut sama orang lain?
· Ada yang lagi nunggu aku minta maaf?
Caranya: Duduk santai setelah Isya, inget nama-nama keluarga, renungin kesalahan, kalau hati terketuk, nangis dikit gapapa. Lalu niatin buat baikan.
---
Kehormatan vs Kehinaan
Di dunia:
· Mulia: rezeki berkah, hati tenang, dicintai orang.
· Hina: hidup sempit, hati keras, gelisah.
Di kubur:
· Mulia: kubur lega, dapat rahmat.
· Hina: kubur sesak, penyesalan abadi.
Di kiamat:
· Mulia: wajah bercahaya, hisab enteng.
· Hina: dipermalukan, dituntut keluarga.
Di akhirat:
· Mulia: masuk surga bareng keluarga saleh.
· Hina: terhalang dari surga.
---
Doa Biar Hati Lembut:
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْوَاصِلِينَ لِلرَّحِمِ، وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
“Ya Allah, satukan hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, jadikan kami termasuk orang-orang yang menyambung silaturahmi, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami kebencian kepada orang-orang beriman.”
---
Penutup Santai:
Semoga Allah bersihin hati kita dari kebencian, sombong, keras kepala, dan kebiasaan mutus silaturahmi. Semoga kita jadi hamba yang lembut, sayang sama keluarga, dan dicintai Allah. Aamiin.
---
Terima kasih banyak (Jazakumullahu khairan katsiran) buat semua yang baca buletin ini. Semoga setiap hurufnya jadi cahaya di dunia, penerang kubur, dan pemberat timbangan amal kebaikan.
آمين يا رب العالمين
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfaat, ya.
— M. Djoko ekasanU —
