Bismillahirahmanirrahim.
Rabu, 22 Apr 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Muhollah Baitul Mukhsinin oleh oleh maghrib'an nyantri bareng Ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Sullamut Taufiq (Abdullah bin Husain bin Tohir Ba Alawi Al-Hadhromi Al-Syafi'i) *Edisi 1024* :
---
29. Maksiat / Pasal 9. Maksiat Badan.
28. Menunda sholat fardhu, hingga keluar dari waktunya tanpa ada uzur.
🌿 MAKSIAT BADAN: MENUNDA SHOLAT FARDHU HINGGA KELUAR WAKTUNYA TANPA UZUR
(Pasal 9 – Penyakit Amal Zhahir yang Menggelapkan Hati)
1. Makna (Tafsir Ayat)
Allah ﷻ berfirman:
“Maka datanglah setelah mereka generasi yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59)
Makna Tasawuf:
- “Menyia-nyiakan shalat” bukan hanya meninggalkan, tapi juga menunda hingga keluar waktu tanpa uzur.
- Dalam perspektif tazkiyah, ini adalah tanda:
- Hati mulai keras
- Cahaya iman mulai redup
- Keterikatan pada dunia lebih kuat daripada panggilan Allah
Sholat adalah “mi’raj ruhani”, maka menundanya berarti menolak undangan Ilahi.
2. Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Ayat ini turun sebagai peringatan terhadap generasi setelah para nabi dan orang shalih yang:
- Tidak menjaga waktu sholat
- Mengutamakan syahwat dan kesibukan dunia
Secara makna umum (bukan spesifik satu kejadian), ayat ini menjadi peringatan lintas zaman bagi umat Islam agar tidak mengulangi kesalahan generasi sebelumnya.
3. Hukum (Ahkam)
Para ulama sepakat:
- Menunda sholat hingga keluar waktu tanpa uzur = haram
- Termasuk dosa besar (kabirah)
Dalam fiqih:
- Wajib segera qadha
- Wajib taubat dengan sungguh-sungguh
Dalam tasawuf:
- Ini bukan sekadar dosa amal, tapi penyakit hati (ghaflah/lalai dari Allah)
4. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Sholat adalah ukuran hubungan seorang hamba dengan Allah
- Menunda sholat = mendahulukan dunia daripada Allah
- Waktu sholat adalah “janji pertemuan”, dan melalaikannya adalah bentuk tidak adab kepada Rabb
Pelajaran penting:
Orang yang menjaga waktu sholat → hatinya hidup
Orang yang menunda sholat → hatinya mulai mati perlahan
5. Kaitan dengan Ayat Lain
-
QS. Al-Ma’un: 4-5
“Celakalah orang yang shalat, yaitu yang lalai dari shalatnya.” -
QS. Al-Baqarah: 238
“Peliharalah semua shalat (mu), dan shalat wustha.” -
QS. An-Nisa: 103
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya.”
➡️ Semua ayat ini menegaskan:
Waktu sholat adalah amanah, bukan pilihan.
6. Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis lain:
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi)
Dalam makna tasawuf:
- Menunda sholat adalah retaknya perjanjian batin dengan Allah
7. Amalan (Implementasi)
Langkah tazkiyah untuk memperbaiki:
🌿 Disiplin Waktu
- Pasang alarm adzan
- Tinggalkan aktivitas saat adzan
🌿 Latihan Hati
- Tanamkan: “Ini panggilan Allah, bukan sekadar kewajiban”
- Bayangkan sholat terakhir dalam hidup
🌿 Lingkungan
- Dekat dengan orang yang menjaga sholat
- Hidupkan masjid
🌿 Taubat Harian
- Istighfar jika pernah menunda
- Qadha sholat yang terlewat
8. Relevansi di Dunia Saat Ini
Zaman modern:
- Orang sibuk kerja, bisnis, HP, media sosial
- Waktu sholat sering dikalahkan meeting, hiburan, dan urusan dunia
Fenomena ini menunjukkan:
- Peradaban maju, tapi hati mundur
- Banyak manusia kaya waktu dunia, tapi miskin waktu untuk Allah
➡️ Ini krisis ruhani global.
9. Sentuhan Hati (Muhasabah)
Wahai diri…
Berapa kali engkau menunda sholat hari ini?
Berapa kali Allah memanggil, tapi engkau berkata: “nanti…”?
Padahal:
- Nafasmu tidak pernah menunda
- Kematian tidak pernah menunggu
Bayangkan jika:
Itu adalah adzan terakhir yang kau dengar…
Namun kau tetap menundanya…
Apa jawabanmu di hadapan Allah?
10. Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ فِي أَوْقَاتِهَا
وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menegakkan shalat pada waktunya, dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai.”
اللَّهُمَّ أَحْيِ قُلُوبَنَا بِذِكْرِكَ
وَلَا تُمِتْهَا بِالْغَفْلَةِ
“Ya Allah, hidupkan hati kami dengan mengingat-Mu, dan jangan Engkau matikan dengan kelalaian.”
11. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk merenungi tauziah ini.
Semoga setiap langkah kita semakin dekat kepada Allah, dan setiap detik waktu kita dipenuhi dengan ketaatan.
🌿 Semoga Allah menjaga sholat kita, karena di situlah penjagaan hidup kita.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
.......
Berikut versi bahasa gaul kekinian yang sopan, santai, tetap menjaga makna dan tidak mengubah lafal ayat/hadis.
Kata gue → aku, kata lo → njenengan.
---
Bismillahirahmanirrahim.
Rabu, 22 Apr 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo, njenengan para pecinta ilmu. Ada kiriman dari Muhollah Baitul Mukhsinin, oleh-oleh maghriban ngaji santai bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis-tipis kitab Sullamut Taufiq (karya Abdullah bin Husain bin Tohir Ba Alawi Al-Hadhromi Al-Syafi'i) – Edisi 1024:
---
29. Maksiat / Pasal 9. Maksiat Badan
28. Menunda sholat fardhu sampai ke luar waktu tanpa alasan yang dibenerin syariat.
---
🌿 MAKSIAT BADAN: NUNDA SHOLAT FARDU SAMPE KELUAR WAKTU, GAK ADA UZUR
(Pasal 9 – Penyakit Amal Lahir yang Bikin Hati Gelap)
---
1. Makna (Tafsir Ayat) – ayat tetap asli
Allah ﷻ berfirman:
“Maka datanglah setelah mereka generasi yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59)
Bahasa gaulnya:
“Menyia-nyiakan sholat” itu bukan cuma ninggalin total, tapi nunda-nunda sampai ke luar waktu tanpa uzur juga termasuk.
Dalam perspektif tazkiyah (bersihin hati), ini tanda:
· Hati mulai keras
· Cahaya iman mulai redup
· Cinta dunia lebih kuat daripada panggilan Allah
Sholat itu mi’raj ruhani, jadi kalau ditunda, artinya kita nolak undangan Allah.
---
2. Asbabun Nuzul (Sebab Turun Ayat)
Ayat ini turun sebagai peringatan buat generasi setelah para nabi dan orang shalih yang:
· Gak menjaga waktu sholat
· Lebih milih syahwat dan kesibukan dunia
Secara umum (bukan kejadian spesifik), ayat ini jadi peringatan lintas zaman buat umat Islam biar gak ngulangin kesalahan generasi sebelumnya.
---
3. Hukum (Ahkam)
Para ulama sepakat:
· Menunda sholat hingga keluar waktu tanpa uzur = haram
· Termasuk dosa besar (kabirah)
Dalam fiqih:
· Wajib segera qadha
· Wajib taubat sungguh-sungguh
Dalam tasawuf:
Ini bukan sekadar dosa amal, tapi penyakit hati (ghaflah/lalai dari Allah)
---
4. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
· Sholat itu ukuran hubungan hamba sama Allah
· Nunda sholat = mendahulukan dunia daripada Allah
· Waktu sholat itu “janji ketemuan”, kalau ditinggalin berarti gak adab sama Tuhan
Pelajaran penting:
Orang yang jaga waktu sholat → hatinya hidup
Orang yang suka nunda → hatinya mulai mati perlahan
---
5. Kaitan dengan Ayat Lain – tetap asli
QS. Al-Ma’un: 4-5
“Celakalah orang yang shalat, yaitu yang lalai dari shalatnya.”
QS. Al-Baqarah: 238
“Peliharalah semua shalat (mu), dan shalat wustha.”
QS. An-Nisa: 103
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya.”
➡️ Intinya: Waktu sholat adalah amanah, bukan pilihan.
---
6. Hadis yang Berkaitan – tetap asli
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis lain:
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi)
Versi tasawuf:
Nunda sholat = retaknya perjanjian batin dengan Allah.
---
7. Amalan (Implementasi)
Langkah tazkiyah biar gak nunda lagi:
🌿 Disiplin waktu
· Pasang alarm adzan
· Tinggalin aktivitas pas adzan berkumandang
🌿 Latihan hati
· Tanamkan: “Ini panggilan Allah, bukan sekadar kewajiban”
· Bayangin ini sholat terakhir dalam hidup
🌿 Lingkungan
· Deket sama orang-orang yang jaga sholat
· Hidupin masjid
🌿 Taubat harian
· Istighfar kalau pernah nunda
· Langsung qadha sholat yang terlewat
---
8. Relevansi di Dunia Kekinian
Zaman now:
· Orang sibuk kerja, bisnis, HP, medsos
· Waktu sholat sering kalah sama meeting, hiburan, urusan dunia
Fenomena ini nunjukkin:
Peradaban maju, tapi hati mundur.
Banyak manusia kaya waktu dunia, tapi miskin waktu buat Allah.
➡️ Ini krisis ruhani global, guys.
---
9. Sentuhan Hati (Muhasabah) – gaya santai tapi dalem
Wahai diri sendiri…
Hari ini, udah berapa kali njenengan nunda sholat?
Berapa kali Allah manggil, tapi njenengan jawab: “Ntar dulu ya…”?
Padahal:
· Nafas njenengan gak pernah nunda
· Kematian gak pernah nunggu
Coba bayangin:
Kalau itu adzan terakhir yang njenengan denger…
Tapi tetep ditunda…
Nanti mau jawab apa di hadapan Allah?
---
10. Doa – tetap asli, tanpa di-gaul
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ فِي أَوْقَاتِهَا
وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menegakkan shalat pada waktunya, dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai.”
اللَّهُمَّ أَحْيِ قُلُوبَنَا بِذِكْرِكَ
وَلَا تُمِتْهَا بِالْغَفْلَةِ
“Ya Allah, hidupkan hati kami dengan mengingat-Mu, dan jangan Engkau matikan dengan kelalaian.”
---
11. Ucapan Terima Kasih – dibuat santai
Makasih banyak udah meluangkan waktu buat merenungin catatan santai ini.
Semoga setiap langkah kita makin dekat sama Allah, dan setiap detik kita makin taat.
🌿 Semoga Allah jagain sholat kita, soalnya di situ kunci hidup kita terjaga.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga manfaat ya, selalu.
— M. Djoko ekosanU
