Monday, December 29, 2025

 daqoiqul akhbar 12/12

Bab 25 Tiupan Sangkala Untuk Membangkitkan.📰 HARI KIAMAT & 12 TIPE MANUSIA YANG AKAN DIBANGKITKAN.

Di dalam hadits yang lain, dari Mu’adz bin Jabal ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ketika terjadi hari kiamat, yaitu hari kerugian dan penyesalan, maka Allah Ta’ala mengumpulkan umatku dari kubur mereka menjadi 12 bagian.”

Keduabelas: Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dimana wajah mereka seperti bulan, pada bulan purnama, mereka ini melewati shirath seperti kilat yang menyambar. Lalu ada pemanggil yang memanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang beramal shalih dan menjauhi kemaksiatan, serta menjaga shalat lima waktu beserta berjama’ah, mereka mati dalam keadaan bertaubat. Maka inilah pembalasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah surga. (Mereka dalam) pengampunan, keridlaan dan rahmat serta kenikmatan, karena sesungguhnya mereka ini sama ridla pada Allah Ta’ala dan Allah Ta’ala (juga ridla) kepada mereka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan : “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat: 30).

......

888. Khamer: Kenikmatan Sesaat, Penyesalan Abadi

 


daqoiqul akhbar 12/11

Bab 25 Tiupan Sangkala Untuk Membangkitkan.

📰 HARI KIAMAT & 12 TIPE MANUSIA YANG AKAN DIBANGKITKAN.

Khamer: Kenikmatan Sesaat, Penyesalan Abadi

Di dalam hadits yang lain, dari Mu’adz bin Jabal ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ketika terjadi hari kiamat, yaitu hari kerugian dan penyesalan, maka Allah Ta’ala mengumpulkan umatku dari kubur mereka menjadi 12 bagian.”

Mereka dikumpulkan dari kuburnya (dalam keadaan) buta hatinya dan gigi-giginya seperti tanduk sapi sedangkan bibir mereka itu sama kengser diatas dadanya, dan lidahnya juga kengser diatas perutnya, perutnya kengser diatas paha mereka, serta dari perut mereka keluarlah kotoran. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang : Mereka ini adalah orang-orang yang meminum arak (Khamer), mereka mati sebelum bertaubat maka inilah pembalasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan.” (QS. Al Ma’idah: 90).

.........

Mukadimah

Segala puji bagi Allah Ta’ala yang menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang merusak akal, jiwa, dan iman. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Setiap dosa mungkin tampak ringan di dunia, namun bisa berubah menjadi kehinaan dan penyesalan besar di akhirat bila tidak segera ditaubati.

Gambaran Mengerikan di Hari Penyesalan

Rasulullah ﷺ bersabda, sebagaimana diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, bahwa pada hari kiamat Allah mengumpulkan umat Nabi ﷺ menjadi dua belas golongan. Di antara mereka ada golongan yang dibangkitkan dengan keadaan mengerikan:

Hati mereka buta

Gigi mereka seperti tanduk sapi

Bibir menjulur ke dada

Lidah terjulur ke perut

Dari perut mereka keluar kotoran

Lalu diserukan dari hadapan Allah Yang Maha Pengasih:

“Mereka ini adalah orang-orang yang meminum khamer. Mereka mati sebelum bertaubat. Maka inilah balasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

Na‘udzubillāhi min dzālik.

Ini bukan dongeng, bukan kisah simbolik, melainkan peringatan keras dari Nabi ﷺ agar manusia tidak meremehkan dosa yang merusak akal.

Khamer: Induk Segala Keburukan

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer, berjudi, berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.”

(QS. Al-Mā’idah: 90)

Perhatikan, Allah tidak mengatakan tinggalkan, tetapi “jauhilah”, karena khamer adalah:

Perusak akal

Pembuka pintu zina

Pemicu kekerasan

Penghalang shalat dan dzikir

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Khamer adalah induk segala kejahatan.”

(HR. Al-Hakim)

Dan beliau ﷺ juga bersabda:

“Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan beriman, dan tidaklah peminum khamer meminum khamer dalam keadaan beriman.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, khamer merampas iman saat diminum, walau hanya sesaat.

Kenikmatan yang Menipu

Saudaraku,

Setan selalu membungkus dosa dengan kenikmatan:

Katanya untuk hiburan

Katanya untuk pelarian stres

Katanya sekadar sedikit

Namun di akhirat, sedikit itu menjadi penyesalan yang tak terbayar.

Allah berfirman:

“Pada hari itu orang-orang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata: ‘Aduhai, seandainya aku dahulu mengambil jalan bersama Rasul’.”

(QS. Al-Furqan: 27)

Pintu Taubat Masih Terbuka

Namun wahai saudaraku,

Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat masih terbuka.

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”

(QS. Az-Zumar: 53)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.”

(HR. Ibnu Majah)

Betapa luas rahmat Allah, asalkan kita berhenti, menyesal, dan bertekad tidak mengulanginya.

Penutup: Pilihan di Tangan Kita

Hari kiamat disebut Nabi ﷺ sebagai yaumul hasrah — hari penyesalan.

Jangan sampai kita menyesal karena dosa yang bisa kita tinggalkan hari ini.

Jika dunia hanya sementara,

maka mengapa menukar surga dengan seteguk khamer?

Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَاحْفَظْ عُقُولَنَا، وَاصْرِفْ عَنَّا الْمُحَرَّمَاتِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ التَّائِبِينَ الصَّادِقِينَ

“Ya Allah, sucikanlah hati kami, jagalah akal kami, jauhkan kami dari yang haram, dan jadikan kami hamba-hamba-Mu yang benar-benar bertaubat.”

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

.......

Coba redaksi tersebut diatas dibuat versi bahasa gaul kekinian sopan santun santai.

(Untuk arti ayat qur'an, arti ayat hadisnya tetap tidak diganti bahasa gaul).

( Gue diganti aku, lo diganti njenengan)

887. Rukuk untuk Mengagungkan, Sujud untuk Memohon

 


buluqul mahram

Larangan Membaca Al-Qur’an Ketika Rukuk dan Sujud

Hadits #293

عَنِ ابنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلاَ وَإني نُهيتُ أَنْ أَقْرَأَ القُرْآنَ رَاكِعاً أَوْ سَاجِداً، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتهِدُوا فِي الدُّعَاءِ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ». رَوَاهُ مُسْلمٌ.


Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah bahwa aku benar-benar dilarang untuk membaca Al-Qur’an sewaktu rukuk. Adapun sewaktu rukuk, agungkanlah Rabb dan sewaktu sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoa karena besar harapan akan dikabulkan doa kalian.” (Diriwayatkan oleh Muslim) [HR. Muslim, no. 479]

........

Rukuk untuk Mengagungkan, Sujud untuk Memohon

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ketahuilah bahwa aku benar-benar dilarang untuk membaca Al-Qur’an sewaktu rukuk. Adapun sewaktu rukuk, agungkanlah Rabb dan sewaktu sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoa karena besar harapan akan dikabulkan doa kalian.”

(HR. Muslim no. 479)

Hadis ini mengajarkan adab agung dalam shalat: setiap gerakan memiliki ruh, dan setiap posisi memiliki tujuan.

1. Rukuk: Merendahkan Diri, Mengagungkan Rabb

Rukuk bukan sekadar membungkukkan badan, tetapi pernyataan ketundukan total. Karena itu, Rasulullah ﷺ melarang membaca Al-Qur’an dalam rukuk, sebab rukuk adalah tempat mengagungkan Allah, bukan tempat permintaan.

Allah Ta‘ala berfirman:

فَسَبِّحُوا بِاسْمِ رَبِّكُمُ الْعَظِيمِ

“Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Rabb-mu Yang Maha Agung.”

(QS. Al-Waqi‘ah: 74)

Maka bacaan rukuk kita adalah:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Artinya: Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Agung.

🔹 Pesan ruhani:

Orang yang hatinya masih sombong, rukuknya akan terasa berat.

Orang yang mengenal kebesaran Allah, rukuknya akan terasa nikmat.

2. Sujud: Puncak Kedekatan dan Doa

Dalam posisi sujud, kita berada serendah-rendahnya di hadapan Allah, namun justru sedekat-dekatnya dengan-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa.”

(HR. Muslim no. 482)

Allah Ta‘ala berfirman:

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Bersujudlah dan mendekatlah (kepada Allah).”

(QS. Al-‘Alaq: 19)

🔹 Di sinilah tempat mencurahkan isi hati:

dosa yang ingin diampuni

hajat yang terasa berat

luka yang tak sanggup diceritakan kepada manusia

Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:

“…karena besar harapan akan dikabulkan doa kalian.”

3. Shalat: Dialog Penuh Adab dengan Allah

Hadis ini mengajarkan bahwa shalat bukan sekadar bacaan, tetapi dialog penuh adab:

Berdiri → membaca kalam Allah

Rukuk → mengagungkan Allah

Sujud → memohon kepada Allah

Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”

(QS. Al-Mu’minun: 1–2)

Khusyuk lahir dari memahami makna setiap gerakan.

4. Pesan Motivasi untuk Hati

🕊️ Jika hidup terasa sempit,

➡️ perpanjanglah sujudmu.

🕊️ Jika doa terasa lama terkabul,

➡️ perbaiki adabmu dalam shalat.

🕊️ Jika hati gelisah,

➡️ ingatlah: sujud adalah tempat terdekatmu dengan pertolongan Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya shalat itu adalah cahaya.”

(HR. Muslim)

Penutup Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْخَاشِعِينَ فِي صَلَاتِنَا، الْمُعَظِّمِينَ لَكَ فِي رُكُوعِنَا، الْمُلِحِّينَ فِي دُعَائِنَا فِي سُجُودِنَا

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba yang khusyuk dalam shalat, yang mengagungkan-Mu dalam rukuk, dan bersungguh-sungguh berdoa kepada-Mu dalam sujud.”

......

Rukuk buat Ngagungin, Sujud buat Nembus Doa


Hai temen-teman, semoga kalian selalu dilindungi Allah! 🌸


Rasulullah ﷺ pernah ngasih tau:


“Ketahuilah bahwa aku benar-benar dilarang untuk membaca Al-Qur’an sewaktu rukuk. Adapun sewaktu rukuk, agungkanlah Rabb dan sewaktu sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoa karena besar harapan akan dikabulkan doa kalian.”


(HR. Muslim no. 479)


Nah, lewat hadis ini kita diajarin kalo shalat tuh punya adab yang dalem banget: setiap gerakan punya jiwa, setiap posisi punya misinya sendiri.


---


1. Rukuk: Nundukin Diri, Ngagungin Yang Maha Besar


Rukuk tuh bukan cuma nundukin badan, tapi bentuk pasrah total sama Allah. Makanya Rasulullah ﷺ melarang baca Al-Qur’an pas lagi rukuk — soalnya ini momen khusus buat mengagungkan-Nya, bukan buat minta.


Allah Ta‘ala berfirman:


فَسَبِّحُوا بِاسْمِ رَبِّكُمُ الْعَظِيمِ

“Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Rabb-mu Yang Maha Agung.”

(QS. Al-Waqi‘ah: 74)


Makanya bacaan rukuk kita:


سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Artinya: Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Agung.


💡 Pesan buat hati:

Kalo hati masih suka sombong, rukuk terasa berat banget.

Tapi kalo kita udah ngerasain kebesaran Allah, rukuk tuh bikin adem, bahkan nikmat.


---


2. Sujud: Moment Terdekat, Saatnya Nembus Doa


Posisi sujud tuh serendah-rendahnya kita di hadapan Allah, tapi justru di situlah kita paling dekat sama-Nya.


Rasulullah ﷺ bersabda:

“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa.”

(HR. Muslim no. 482)


Allah Ta‘ala berfirman:


وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Bersujudlah dan mendekatlah (kepada Allah).”

(QS. Al-‘Alaq: 19)


💡 Nah, di sinilah tempat curhat paling ampuh:


· Salah dan dosa yang pengen diampunin

· Keinginan yang berat buat diwujudin

· Luka hati yang nggak bisa diceritain ke siapa-siapa


Makanya Rasulullah ﷺ bilang:

“…karena besar harapan akan dikabulkan doa kalian.”


---


3. Shalat: Ngobrol Santun tapi Penuh Makna


Shalat tuh kayak dialog intim sama Allah, tapi penuh etiket:


· Berdiri → baca firman-Nya

· Rukuk → puji kebesaran-Nya

· Sujud → minta apa yang kita butuhin


Allah berfirman:


قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”

(QS. Al-Mu’minun: 1–2)


Khusyuk itu muncul pas kita paham makna di setiap gerakan.


---


4. Sedikit Motivasi Buat Jiwa


🌿 Kalo lagi sesek, sumpek, atau buntu:

➡️ Panjangkan sujudmu, curhat sama Yang Maha Denger.


🌿 Kalo doa kayak lama banget dijawab:

➡️ Cek lagi adab shalat kita, udah bener belum rukuk dan sujudnya?


🌿 Kalo hati lagi gundah gulana:

➡️ Ingat, sujud itu posisi terdekat kita sama pertolongan Allah.


Rasulullah ﷺ bilang:

“Sesungguhnya shalat itu adalah cahaya.”

(HR. Muslim)


---


Penutup Doa


اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْخَاشِعِينَ فِي صَلَاتِنَا، الْمُعَظِّمِينَ لَكَ فِي رُكُوعِنَا، الْمُلِحِّينَ فِي دُعَائِنَا فِي سُجُودِنَا


“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba yang khusyuk dalam shalat, yang mengagungkan-Mu dalam rukuk, dan bersungguh-sungguh berdoa kepada-Mu dalam sujud.”


Semoga kita makin sayang sama shalat, makin nikmat rukuk dan sujudnya. Aamiin! 🤲✨

 qotrul ghoits.


“Takdir Bukan Alasan untuk Bermaksiat”

Seorang ahli maksiat berkata,

“Apa yang aku lakukan ini sudah takdirku.”

Ucapan ini terdengar pasrah, namun sesungguhnya berbahaya. Karena ia menjadikan takdir sebagai tameng, bukan sebagai cermin untuk bertaubat.

1. Takdir Allah Bukan Alasan untuk Dosa

Allah سبحانه وتعالى Maha Mengetahui segala sesuatu, dan Dia telah menuliskan takdir seluruh makhluk. Namun, Allah juga memberi manusia akal, kehendak, dan kemampuan memilih.

Allah berfirman:

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan (yang benar), ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.”

(QS. Al-Insān: 3)

Ayat ini menegaskan: jalan telah ditunjukkan, pilihan ada di tangan manusia, dan pertanggungjawaban pun mengikutinya.

2. Kaum Musyrik Juga Berlindung di Balik Takdir

Ucapan “ini takdir” untuk membenarkan dosa bukanlah hal baru. Allah telah membantahnya dalam Al-Qur’an:

سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا

“Orang-orang musyrik akan berkata: ‘Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan berbuat syirik.’”

(QS. Al-An‘ām: 148)

Lalu Allah menegaskan bahwa alasan itu tidak diterima, karena mereka berbuat tanpa ilmu dan tanpa ketaatan.

3. Rasulullah ﷺ Menolak Takdir Dijadikan Alasan Maksiat

Ketika para sahabat bertanya tentang takdir, Rasulullah ﷺ bersabda:

اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ

“Beramallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan sesuai dengan apa yang diciptakan untuknya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Maknanya: takdir tidak menggugurkan kewajiban beramal, justru menjadi dorongan untuk berbuat baik, bukan alasan bermalas-malasan atau bermaksiat.

4. Takdir Diketahui Setelah Terjadi, Bukan Sebelum Bermaksiat

Takdir Allah baru diketahui setelah terjadi, bukan sebelum berbuat.

Seseorang tidak pernah berkata sebelum bermaksiat:

“Aku tahu Allah menakdirkan aku berdosa hari ini.”

Namun setelah maksiat, ia berkata:

“Ini takdirku.”

Ini bukan pasrah, tetapi lari dari tanggung jawab.

5. Jika Takdir Jadi Alasan, Maka Perintah dan Larangan Gugur

Jika maksiat dibenarkan dengan takdir, maka:

Perintah shalat menjadi sia-sia

Larangan zina dan riba tidak bermakna

Surga dan neraka menjadi tidak adil

Padahal Allah berfirman:

وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

“Dan Tuhanmu tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya.”

(QS. Fussilat: 46)

Allah Maha Adil, dan tidak menghukum kecuali atas pilihan yang disengaja.

6. Takdir Seharusnya Membawa Takut, Bukan Berani Bermaksiat

Orang beriman jika ingat takdir, hatinya takut, bukan berani.

Ia berkata:

“Bagaimana jika ini adalah dosa terakhirku?”

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ…

“Sungguh seseorang bisa beramal dengan amalan ahli neraka…”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menggetarkan hati, bukan untuk menenangkan maksiat.

7. Takdir adalah Rahasia Allah, Taubat adalah Pintu-Nya

Jika engkau jatuh dalam dosa, jangan berlindung pada takdir, tapi berlindunglah pada taubat.

Allah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya, jangan berputus asa dari rahmat Allah.”

(QS. Az-Zumar: 53)

Penutup Muhasabah

Jika maksiat itu takdir,

mengapa taubat tidak engkau kejar sebagai takdir juga?

Jika dosa sudah tertulis,

rahmat Allah pun telah tertulis lebih dahulu.

Jangan jadikan takdir sebagai alasan untuk jauh dari Allah,

tetapi jadikan takdir sebagai alasan untuk kembali kepada-Nya.

“Aku berdosa karena pilihanku, dan aku bertaubat karena rahmat-Mu, ya Allah.”

Semoga Allah menjaga kita dari pemahaman yang sesat tentang takdir,

dan memudahkan kita untuk memilih jalan taat hingga akhir hayat.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

........

Takdir Bukan Tameng Buat Maksiat


Ada yang bilang gini, nih:


“Ini kan udah takdir gue, jadinya gue gak bisa apa-apa.”


Kata-kata ini keliatannya pasrah banget, tapi sebenernya bahaya, lho. Soalnya, takdir jadi tameng buat ngeles, bukan cermin buat introspeksi diri.


---


1. Takdir Bukan Alesan Buat "Ngaret"


Allah Maha Tahu segala hal, dan Dia udah nulis semua takdir. Tapi, jangan lupa, Allah juga kasih kita otak, keinginan, dan kemampuan milih.


Allah berfirman:


إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan (yang benar), ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.”

(QS. Al-Insān: 3)


Intinya: jalan udah ditunjukin, pilihan ada di tangan kita, konsekuensinya juga tanggung jawab kita sendiri.


---


2. Dulu Juga Udah Ada yang Pakai Alasan Gitu


Kalimat “ini takdir” buat justify dosa itu gak baru. Allah udah klarifikasi di Qur’an:


سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا

“Orang-orang musyrik akan berkata: ‘Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan berbuat syirik.’”

(QS. Al-An‘ām: 148)


Allah tegaskan, alasan itu gak diterima, karena mereka berbuat tanpa ilmu dan tanpa niat taat.


---


3. Kata Rasulullah ﷺ, Gak Boleh Gitu


Pas para sahabat nanya tentang takdir, Rasulullah ﷺ bilang:


اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ

“Beramallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan sesuai dengan apa yang diciptakan untuknya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Artinya, takdir gak ngehapus kewajiban kita buat berusaha dan beramal. Malah harusnya jadi motivasi buat ngedepanin kebaikan, bukan buat santai-santai atau maksiat.


---


4. Takdir Baru Bisa Dipastikan Setelah Kejadian


Takdir itu rahasia Allah, bukan alesan buat booking dosa duluan.


Kan gak mungkin sebelum maksiat, kita mikir: “Oh,ini takdir gue buat dosa hari ini.”


Tapi setelah kejadian, baru bilang: “Ya sudahlah,ini kan takdir.”


Itu namanya cari aman, gak mau tanggung jawab.


---


5. Kalau Takdir Bisa Jadi Alasan, Ngapain Ada Aturan?


Kalo maksiat boleh pake alesan “takdir”, berarti:


· Perintah shalat jadi gak guna

· Larangan zina, korupsi, atau riba gak ada artinya

· Surga dan neraka jadi terasa gak adil


Padahal Allah bilang:


وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

“Dan Tuhanmu tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya.”

(QS. Fussilat: 46)


Allah Maha Adil. Gak mungkin Dia ngasih hukuman kalo kita gak pilih sendiri jalannya.


---


6. Ingat Takdir Harusnya Bikin Takut, Bukan Nekat


Orang beriman kalo ingat takdir, hatinya bakal deg-degan, bukan malah pede maksiat. Dia bakal mikir: “Gimana kalo ini dosa terakhir gue?”


Rasulullah ﷺ pernah bersabda:


إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ…

“Sungguh seseorang bisa beramal dengan amalan ahli neraka…”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadis ini bikin hati deg-degan, bukan bikin tenang buat lanjutin maksiat.


---


7. Takdir itu Rahasia, Taubat itu Pintunya


Kalo njenengan terjatuh dalam dosa, jangan blaming takdir. Cepat-cepat ambil taubat aja.


Allah berfirman:


قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya, jangan berputus asa dari rahmat Allah.”

(QS. Az-Zumar: 53)


---


Penutup: Yuk, Muhasabah!


Kalo maksiat itu dibilang “takdir”, kenapa taubat gak dikejar sebagai “takdir” juga?


Kalo dosa udah tertulis, rahmat Allah jauh lebih dulu tertulis.


Jangan jadikan takdir sebagai alasan buat jauh dari Allah. Tapi jadikan takdir sebagai alasan buat kembali ke-Nya.


“Aku berdosa karena pilihanku, dan aku bertaubat karena rahmat-Mu, ya Allah.”


Semoga Allah lindungi kita dari pemahaman takdir yang ngawur, dan mudahkan kita buat milih jalan taat sampe akhir hayat.


Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

886. Ketetapan Allah: Antara Takdir dan Ikhtiar



qotrul ghoits 19

PERMASALAHAN XII

CARA BERIMAN TERHADAP QADAR BAIK DAN BURUKNYA DARI ALLAH?

Nabi saw. telah bersabda:


رُوِيَ اَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّم قَالَ كَتَبَ اللهُ مَقَادِيرَ الخَلا ئِقِ كُلِّهَا قَبْلَ اَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالارْضَ بِخَمْسِينَ اَلْفَ عَامٍ

“Diriwayatkan bahwasanya Nabi saw. bersabda:Allah telah metapkan ketentuan-ketentuan para makhluk kesemuanya lima ratus tahun sebelum menciptakan langit dan bumi”

.......

Ketetapan Allah: Antara Takdir dan Ikhtiar

Mukadimah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Rasulullah ﷺ bersabda:

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيرَ الخَلَائِقِ كُلِّهَا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah menetapkan seluruh ketentuan makhluk lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.”

(HR. Muslim)

Hadis ini bukan untuk melemahkan langkah kita, tetapi untuk menguatkan hati agar tidak rapuh oleh keadaan.

🌿 Makna Takdir yang Menenangkan

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan ketentuan.”

(QS. Al-Qamar: 49)

Artinya, hidup ini bukan kebetulan. Rezeki, ujian, pertemuan, perpisahan, bahkan air mata dan senyum—semuanya berada dalam ilmu dan ketetapan Allah.

Namun, takdir bukan alasan untuk berpangku tangan.

🔥 Takdir Tidak Mematikan Ikhtiar

Allah juga menegaskan:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

(QS. Ar-Ra’d: 11)

Inilah keseimbangan Islam:

Takdir ditetapkan

Usaha diwajibkan

Doa dianjurkan

Hasil diserahkan kepada Allah

Nabi ﷺ sendiri, manusia paling bertawakal, tetap berperang dengan strategi, berdakwah dengan kesungguhan, dan berobat saat sakit.

🕊️ Takdir sebagai Penawar Hati

Ketika usaha sudah maksimal, doa telah dipanjatkan, namun hasil belum sesuai harapan—ingatlah firman Allah:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah.”

(QS. At-Taghābun: 11)

Orang yang memahami takdir:

Tidak sombong saat berhasil

Tidak putus asa saat gagal

Tidak iri pada rezeki orang lain

Tidak protes pada keputusan Allah

Ia yakin:

“Apa yang luput dariku tidak mungkin menjadi milikku, dan apa yang ditetapkan untukku tidak akan salah alamat.”

🪞 Muhasabah Diri

Tanyakan pada hati:

Apakah aku sudah berusaha dengan jujur dan sungguh-sungguh?

Apakah doaku hanya di lisan atau juga diiringi ketaatan?

Apakah aku ridha pada keputusan Allah setelah berikhtiar?

Karena takdir yang indah sering tersembunyi di balik kejadian yang tidak kita sukai.

🤲 Doa

اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِي قَدَرِكَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ حَقًّا

“Ya Allah, jadikan aku ridha dengan ketetapan-Mu, berkahilah takdir-Mu atasku, dan jadikan aku termasuk orang-orang yang benar-benar bertawakal kepada-Mu.”

🌸 Penutup

Saudaraku,

Takdir bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipercayai.

Ikhtiar bukan untuk dibanggakan, tapi untuk dipertanggungjawabkan.

Dan doa bukan untuk mengubah ilmu Allah, tetapi untuk mengangkat derajat hamba.

Semoga kita termasuk hamba yang tenang hatinya, kuat usahanya, dan indah tawakalnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

..........

Takdir Allah: Antara Yang Sudah Ditentukan dan Usaha Kita


Pembuka


Alhamdulillah, segala puji buat Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat dan salam selalu tercurah buat Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, sahabatnya, dan kita semua yang ngikutin beliau sampai akhir zaman.


Hai, njenengan semua yang lagi dibimbing sama Allah…


Rasulullah ﷺ pernah bilang begini:


كَتَبَ اللهُ مَقَادِيرَ الخَلَائِقِ كُلِّهَا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ


“Allah telah menetapkan seluruh ketentuan makhluk lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim)


Nah, ini tuh hadits yang bikin hati tenang, bukan buat bikin kita males gerak, lho. Ini lebih ke “reminder” biar kita nggak gampang nyerah atau down saat keadaan lagi susah.


🌿 Takdir Itu Bikin Adem, Bro!


Allah ﷻ udah kasih tau di Quran:


إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ


“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan ketentuan.” (QS. Al-Qamar: 49)


Artinya, hidup ini nggak ada yang kebetulan. Rejeki, masalah, pertemuan, perpisahan, sampe senyum dan air mata kita, semua udah ada dalam “google map”-Nya Allah. Semua terukur dan terencana.


Tapi… jangan salah paham! Ini bukan alasan buat kita cuma tiduran dan nunggu takdir dateng.


🔥 Takdir Bukan Alasan Buat Nggak Ngapa-ngapain


Allah juga bilang gini:


إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ


“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)


Nah, ini kerennya Islam: seimbang banget!


· Takdir mah udah fixed dari sononya.

· Usaha tuh wajib, jangan cuma teori.

· Doa itu senjata utama, jangan sampe ketinggalan.

· Hasil akhirnya? Serahin aja ke Allah, yang paling tau mana yang terbaik buat kita.


Nabi ﷺ aja, orang paling pasrah sama Allah, tetap perang pake strategi, dakwah pake usaha maksimal, dan ke dokter kalo sakit. Artinya, ikhtiar itu bagian dari iman.


🕊️ Kalo Udah Maksimal Tapi Hasil Nggak Sesuai? Ingat Ini…


Pas kita udah ngelakuin semuanya, tapi endingnya beda sama ekspektasi, coba renungi ayat ini:


مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ


“Tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah.” (QS. At-Taghābun: 11)


Orang yang paham takdir tuh:


· Nggak sok jago pas sukses, karena sadar itu pemberian-Nya.

· Nggak larut dalam sedih pas gagal, karena yakin ada hikmahnya.

· Nggak iri liat rejeki orang, karena jatah kita udah diatur.

· Nggak gemes dan nyalahin takdir, karena percaya skenario Allah itu yang terbaik.


Pegang prinsip ini: “Apa yang luput dariku tidak mungkin menjadi milikku, dan apa yang ditetapkan untukku tidak akan salah alamat.” Keren, kan?


🪞 Yuk, Cek Dulu Diri Sendiri!


Sebelum komplain sama takdir, tanya hati kecil njenengan:


1. “Aku udah usaha beneran belum sih, atau cuma setengah-setengah?”

2. “Doaku cuma di mulut doang, atau dibarengin sama action yang baik?”

3. “Aku udah ikhlas belum nerima hasilnya, apapun itu, setelah berusaha semampuku?”


Karena sering banget, rencana terindah dari Allah itu bersembunyi di balik kejadian yang awalnya bikin kita kecewa.


🤲 Doa Supaya Makin Ikhlas & Tenang


اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِي قَدَرِكَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ حَقًّا


“Ya Allah, jadikan aku ridha dengan ketetapan-Mu, berkahilah takdir-Mu atasku, dan jadikan aku termasuk orang-orang yang benar-benar bertawakal kepada-Mu.”


🌸 Penutup


Gini ya, njenengan…


· Takdir itu buat diyakini, bukan buat ditakuti.

· Ikhtiar itu buat dijalanin dengan tanggung jawab, bukan buat dipamerin.

· Doa itu buat naikin derajat kita di sisi-Nya, bukan buat ngubah keputusan-Nya.


Semoga kita jadi hamba yang hatinya adem, usahanya maksimal, dan pasrahnya tulus.


Wallahu a’lam bishowwab.