Monday, November 16, 2009

Inseminasi Buatan

Inseminasi Buatan


injeksi-sperma-ke-telur

Inseminasi buatan adalah proses bantuan reproduksi di mana sperma disuntikkan dengan kateter ke dalam vagina (intracervical insemination) atau rahim (intrauterine insemination) pada saat calon ibu mengalami ovulasi. Proses inseminasi buatan berlangsung singkat dan terasa seperti pemeriksaan papsmear. Dalam dua minggu, keberadaan janin sudah bisa dicek dengan tes kehamilan. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. (Umumnya bila setelah 3-6 siklus tidak juga berhasil, dokter akan merekomendasikan metode bantuan reproduksi lainnya)

Untuk meningkatkan peluang keberhasilan–seperti halnya pada proses bayi tabung–calon ibu yang akan menjalani inseminasi buatan dirangsang kesuburannya dengan hormon dan obat-obatan lainnya. Pemberian rangsangan ini dimulai pada awal siklus menstruasi agar pada saat ovulasi indung telur menghasilkan beberapa telur yang matang (dalam keadaan normal, hanya satu telur yang dilepaskan per ovulasi). Sperma yang diinjeksi melalui kateter juga diproses terlebih dahulu agar terseleksi dan terkonsentrasi, sehingga kualitasnya baik dan jumlahnya cukup.

Inseminasi buatan bisa membantu kehamilan bila:

  • Istri memiliki alergi sperma
  • Suami memiliki jumlah sperma sedikit atau kurang gesit
  • Sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui

Artikel Terkait:

  1. Tiga Puluh Tahun Bayi Tabung
  2. Cara Agar Mendapat Anak Laki-Laki
  3. Cara Agar Mendapatkan Anak Perempuan
  4. 7 Langkah Agar Cepat Hamil
  5. 15 Penyebab Infertilitas Wanita

Hati-hati Dengan Toksoplasmosis

Hati-hati Dengan Toksoplasmosis


Pada hari Idul Adha ini, umat Islam banyak memotong hewan kurban untuk dibagi-bagikan dagingnya kepada sesama anggota masyarakat yang memerlukan. Namun bagi Anda yang sedang hamil, ada yang perlu diwaspadai: bahaya toksoplasmosis.

Apa itu Toksoplasmosis?
Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri toksoplasma gondii. Pada umumnya infeksi toksoplasma tidak menimbulkan gejala apa pun, namun pada ibu hamil infeksi tersebut dapat berisiko menyerang plasenta dan bayi.

Meskipun hanya sekitar 1 dari 10.000 bayi terkena toksoplasmasis, namun infeksi tersebut perlu diwaspadai. Infeksi toksoplasma pada bayi (congenital toxoplasmosis) dapat menyebabkan gangguan fungsi otak, mata, ginjal, jantung dan lainnya. Dalam jangka panjang, bayi dapat tumbuh menjadi anak yang buta, tuli dan terbelakang mental.

kehamilanSekitar 10-15% wanita hamil memiliki kekebalan alami terhadap toksoplasmosis karena dalam tubuhnya telah terbentuk serum antibodi dari infeksi sebelumnya. Sejumlah lainnya yang tidak memiliki kekebalan memang rentan terkena, namun kemungkinan terinfeksi juga biasanya rendah. Tambahan lagi, tidak semua ibu hamil yang terkena toksoplasmosis menularkan ke bayinya. Bila calon ibu terjangkiti toksoplasma pada trimester pertama kehamilan, kemungkinannya 15% bahwa dia akan menularkannya ke bayi. Semakin tua usia kehamilan, semakin besar risiko penularan, hingga mencapai 60% bila calon ibu baru terinfeksi di trimester ketiga. Namun di sisi lain, semakin tua usia bayi juga semakin kuat dia dalam melawan infeksi. Infeksi toksoplasmosis menimbulkan risiko terbesar pada usia kehamilan 10-24 minggu.

Cara Penularan Toksoplasmosis

Selain dari ibu ke anak, toksoplasmasis tidak menular lewat kontak antarmanusia. Berikut adalah sumber utama penularan toksoplasmosis:

  • Sekitar 50% penularan infeksi toksoplasma terjadi karena memakan daging yang kurang matang. Toksoplasma dapat bertahan hidup bila daging dipanaskan kurang dari 66 derajat celcius (Pada waktu Anda memasak sate, misalnya, pastikan bahwa daging bagian dalamnya juga sudah matang).
  • Kontak dengan kucing dan kotorannya. Kucing adalah satu-satunya hewan yang dapat menularkan toksoplasma lewat kotoran. Ketika kucing memakan daging mentah mangsanya atau terkena kotoran kucing lainnya yang sudah terinfeksi, kuman toksoplasma akan masuk melalui mulut atau lidahnya sewaktu membersihkan diri. Setelah berkembang biak di dalam tubuh kucing tersebut, kuman toksoplasma akan mengeluarkan benih (oosit) melalui kotoran. Dalam satu kali buang kotoran, kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan jutaan benih toksoplasma yang hanya bisa dilihat melalui mikroskop. Benih tersebut akan menjadi dewasa setelah 24 jam dan terus bertahan hidup di tanah, pasir atau kotoran hingga 18 bulan. Ketika Anda mengelus-elus kucing atau berkebun di taman dan kemudian lupa menyeka muka dengan tangan Anda, kuman toksoplasma dapat memasuki tubuh Anda melalui mulut, hidung dan mata Anda.
  • Sumber penularan lainnya adalah sayuran/buah yang dicuci kurang bersih, air dan susu segar yang terkontaminasi.

Cara Mencegah Toksoplasmosis

  • Ambil vaksinasi TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegalo dan herpes virus) sebelum kehamilan. Bagi Anda yang baru menikah, jangan sampai terlewatkan program vaksinasi tersebut.
  • Masak daging dengan matang. Gunakan ukuran termometer bila memanggang dalam oven hingga mencapai derajat celcius. Bila tidak menggunakan ukuran suhu, yakinkan bahwa daging telah masak seluruhnya (tidak ada lagi yang masih berwarna kemerahan).
  • Hindari minum susu mentah yang tidak dipasteurisasi, atau telur setengah matang.
  • Cuci bersih/kupas buah-buahan dan sayuran-sayuran yang dimakan mentah.
  • Cuci kembali peralatan masak, piring, pisau dan tangan Anda dengan sabun setelah dipakai mengolah daging mentah.
  • Jangan sentuh mulut, hidung atau mata Anda ketika berkebun atau memasak daging mentah/sayuran yang masih kotor.
  • Cuci tangan sebelum makan.
  • Hindari air yang terkontaminasi. Minumlah dari sumber yang jelas aspek kebersihannya, jangan sembarangan.
  • Jangan memelihara atau mendekati kucing ketika Anda sedang hamil. Bila Anda tetap memutuskan untuk memelihara kucing:
    • Biasakan agar binatang tersebut buang kotoran di tempat yang disediakan dan segera buang kotorannya ke tempat yang aman. Benih toksoplasma (oosit) tidak berbahaya sebelum 24 jam, jadi sebaiknya jangan ditunda-tunda. Gunakan sarung tangan yang langsung dibuang dan cuci bersih tangan Anda setelah melakukannya.
    • Beri makanan yang masak atau catfood, jangan biarkan kucing berkeliaran di luar dan mencari makan sendiri.
    • Jauhkan kucing dari dapur dan meja makan
    • Selalu cuci tangan setelah memegang kucing Anda

Artikel Terkait:

  1. 12 Tips Mencegah Keracunan Makanan
  2. 10 Tips Mencegah Penyakit Infeksi
  3. Agar Susu Formula Tidak Tercemar Bakteri
  4. Ada Lebih Banyak Bakteri di Tangan Wanita!
  5. 4 Indikasi Medis Aborsi

IVA: Intip Vagina Anda

IVA: Intip Vagina Anda


Maaf mungkin judulnya agak jorok. Namun itulah nama populer program yang sedang digalakkan pemerintah melalui puskesmas-puskesmas. Nama resmi program tersebut sebenarnya adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA).

Apa itu IVA?

IVA adalah metode baru deteksi dini kanker leher rahim dengan mengoleskan asam asetat (cuka) ke dalam leher rahim. Bila terdapat lesi kanker, maka akan terjadi perubahan warna menjadi agak keputihan pada leher rahim yang diperiksa. Metode tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan papsmear yang selama ini lebih populer.

Keunggulan IVA dibandingkan Papsmear:

  • Tidak memerlukan alat tes laboratorium yang canggih (alat pengambil sampel jaringan, preparat, regen, mikroskop, dll)
  • Tidak memerlukan teknisi lab khusus untuk pembacaan hasil tes
  • Hasilnya langsung diketahui, tidak memakan waktu berminggu-minggu
  • Sensitivitas IVA dalam mendeteksi kelainan leher rahim lebih tinggi dari papsmear (sekitar 75%), meskipun dari segi spesifikitas (kepastian) lebih rendah (sekitar 85%).
  • Biayanya sangat murah (bahkan gratis bila di puskesmas).

ilustrasi-iva

Bagaimana cara kerja IVA?

  • Sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien akan mendapat penjelasan mengenai prosedur yang akan dijalankan. Privasi dan kenyamanan sangat penting dalam pemeriksaan ini.
  • Pasien dibaringkan dengan posisi litotomi (berbaring dengan dengkul ditekuk dan kaki melebar).
  • Vagina akan dilihat secara visual apakah ada kelainan dengan bantuan pencahayaan yang cukup.
  • Spekulum (alat pelebar) akan dibasuh dengan air hangat dan dimasukkan ke vagina pasien secara tertutup, lalu dibuka untuk melihat leher rahim.
  • Bila terdapat banyak cairan di leher rahim, dipakai kapas steril basah untuk menyerapnya.
  • Dengan menggunakan pipet atau kapas, larutan asam asetat 3-5% diteteskan ke leher rahim. Dalam waktu kurang lebih satu menit, reaksinya pada leher rahim sudah dapat dilihat. Bila warna leher rahim berubah menjadi keputih-putihan, kemungkinan positif terdapat kanker. Asam asetat berfungsi menimbulkan dehidrasi sel yang membuat penggumpalan protein, sehingga sel kanker yang berkepadatan protein tinggi berubah warna menjadi putih.

Jadi, bergegaslah ke puskesmas terdekat untuk melakukan IVA…!

7 Tips Memilih BH atau Bra Yang Sehat

7 Tips Memilih BH atau Bra Yang Sehat


Payudara adalah bagian tubuh yang lembut dan sensitif karena tidak mengandung massa otot. Penggunaan BH atau bra yang kurang tepat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada payudara. Bila BH Anda terlalu ketat, payudara Anda akan tertekan sehingga menghalangi sirkulasi darah dan menyebabkan iritasi. Bila BH Anda terlalu longgar, payudara Anda akan kendor/menggantung karena kurang ditopang. Oleh karena itu, penting sekali untuk menggunakan BH yang tepat setiap hari.

Berikut adalah tips memilih BH yang tepat untuk Anda:

  1. Usahakan untuk mencoba/mengepaskan BH sebelum Anda membeli. BH yang pas akan menahan payudara Anda dengan baik tetapi tidak menekan sehingga meninggalkan bekas di kulit pundak maupun punggung Anda. Jangan malu atau ragu untuk mencoba BH sebelum membeli dan jangan mengandalkan informasi dari pramuniaga. Andalah yang paling bisa merasakan mana BH yang paling sesuai dengan tubuh Anda. Jangan membeli BH hanya dengan melihat-lihat kecuali Anda telah menggunakan merek, ukuran dan tipe yang sama sebelumnya. Bila Anda tidak diizinkan mencoba BH, cari toko lain yang mengizinkan Anda melakukannya.
  2. Bila ukuran payudara Anda membesar sebelum atau selama menstruasi, sebaiknya tidak membeli BH pada masa-masa tersebut karena Anda akan membeli BH dengan ukuran terlalu besar. Anda mungkin perlu memiliki BH khusus untuk masa-masa tersebut (dan juga di saat lain ketika payudara membesar, misalnya ketika hamil dan menyusui).
  3. Ukuran BH ditunjukkan dalam lingkar tubuh bagian dada dan besarnya payudara. Ukuran BH dalam lingkar dada dinyatakan dalam angka, misalnya 32, 34, 36 (AS), atau 70, 75, 80 (Eropa/Internasional). Ukuran besarnya payudara dinyatakan dalam huruf, yaitu A, B, C, dst. Ketahuilah pasangan ukuran mana yang tepat dengan tubuh Anda. Bila ukuran payudara Anda berbeda antara yang kanan dan kiri, pilihlah ukuran payudara yang lebih besar sebagai patokan.
  4. Pilihlah BH dari bahan katun atau serat mikro karena lebih nyaman untuk kegiatan sehari-hari. Bahan ini mengikuti kontur tubuh dan berpori-pori sehingga kulit Anda bisa bernafas leluasa. Hindari membeli BH yang sudah kedaluwarsa sehingga tidak lagi lentur saat dipakai, meskipun dijual dengan harga diskon atau obral.
  5. Pilihlah pengikat/tali BH yang elastis karena lebih memberikan kenyamanan dan fleksibilitas bila Anda menyesuaikannya dengan tepat. Namun, jangan menggunakan tali BH dari bahan yang terlalu lentur seperti lycra, spandex, dll karena kurang memberikan daya topang bila payudara Anda cukup besar.
  6. Untuk mangkuk BH, Anda boleh memilih yang berbusa atau tanpa busa, asalkan terasa nyaman. Mangkuk BH tanpa busa terasa lebih “mencengkeram”, namun mungkin sedikit kurang nyaman dibandingkan yang berbusa. Anda bisa berganti-ganti di antara kedua tipe sesuai aktivitas dan preferensi Anda.
  7. Gunakanlah BH khusus saat berolah raga. Ada banyak jenis BH khusus olah raga, namun semuanya memiliki fungsi khusus yaitu mengurangi goyangan payudara tanpa membuatnya tertekan. Untuk itu, BH khusus olah raga biasanya tidak memiliki kerangka dan bertali besar yang terikat kuat untuk memberikan dukungan maksimal. Tali BH mungkin bersilangan di punggung (berbentuk X atau Y) untuk memberikan keleluasaan gerak dan bahan yang dipakai biasanya berpori-pori sehingga dapat menyerap dan mengeringkan keringat. Ketika memilih BH khusus olah raga, pastikan juga Anda telah mengepaskannya dengan tubuh Anda. Cobalah BH dengan melakukan gerakan-gerakan tertentu untuk mengetahui apakah Anda akan nyaman mengenakannya saat berolah raga.

Artikel Terkait:

  1. 10 Tips Memilih Sepatu Anak
  2. Ingin Mengecilkan Payudara? Minum Kopi Aja!
  3. Yang Mungkin Belum Anda Ketahui Mengenai Kanker Payudara
  4. 5 Langkah Praktis Memeriksa Payudara Sendiri
  5. 5 Tips Wajib Bagi Ibu Menyusui