Ketahuilah bahwa pengertian iman kepada Allah swt adalah beritikad bahwa sesungguhnya Tuhan adalah tunggal, esa, tidak ada yang menyamai padaNya baik sifat maupun Dzat-Nya, tidak ada sekutu dalam ketuhananNya.
Maksud ketuhanan di sini adalah yang berhak di sembah. Juga percaya bahwa Allah swt itu qadim (dahulu) tidak ada permulaannya dan kekal tidak ada batas akhirnya.
..........
Nasehat Motivasi Tazkiyatun Nufus:
KAMU BUKAN SIAPA-SIAPA, TAPI ALLAH SWT ADALAH SEGALANYA
---
1. Maksud & Tujuan
Bro, tau nggak sih, kalau kita lagi sibuk scroll medsos, ngeliat orang lain pada sukses, pada keren, pada bahagia — kadang hati kecil kita bergidik. “Kenapa gue nggak kayak dia?” Atau malah kita jadi sombong karena merasa lebih hebat dari orang lain.
Nah, di sinilah pentingnya kita balik lagi ke akar iman kita. Iman kepada Allah SWT itu bukan cuma ngaku-ngaku “aku muslim” doang. Tapi keyakinan dalam hati bahwa Allah itu tunggal, esa, nggak ada tandingannya — baik sifat-Nya, Dzat-Nya, maupun ketuhanan-Nya.
Ketuhanan di sini maksudnya: Cuma Allah yang berhak disembah. Nggak ada yang lain. Percaya juga bahwa Allah itu qadim — dahulu nggak ada awalnya, dan kekal — nggak ada batas akhirnya.
Tujuan kita ngomongin ini? Biar hati kita bersih. Biar nggak gampang iri, nggak gampang sombong, nggak gampang kecewa. Karena kalau kita bener-bener yakin Allah itu Satu dan Maha Segalanya, maka hidup jadi lebih adem, lebih tenang. Itulah yang namanya Tazkiyatun Nufus — penyucian jiwa.
---
2. Ayat Qur'an, Hadis Sahih, & Hadis Qudsi
A. Ayat Qur'an
QS. Al-Ikhlas (112: 1–4):
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’”
Ini adalah inti dari iman kita. Bahkan Rasulullah SAW bilang, surat ini nilainya sepertiga Al-Qur’an.
---
QS. Al-Hadid (57: 3):
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Ayat ini menegaskan: Allah itu awal tanpa permulaan dan akhir tanpa batas.
---
QS. Asy-Syams (91: 9–10):
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ﴿٩﴾ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا ﴿١٠﴾
Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya. Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”
---
B. Hadis Sahih
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku adalah: Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syarikalah.”
(“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.”)
---
C. Hadis Qudsi
Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi:
“Aku ciptakan semua hamba-Ku dalam keadaan cenderung untuk beribadah kepada-Ku semata, tetapi setan-setan datang kepada mereka dan memalingkan mereka dari agama mereka.”
---
3. Analisa, Argumentasi, Implementasi di Kehidupan Sehari-hari
Analisa Singkat
Jadi gini, Sobat. Iman itu bukan cuma di mulut. Iman itu di hati, di lisan, dan di perbuatan. Kalau kita ngaku iman tapi masih gampang iri, masih suka pamer, masih merasa paling hebat — itu tandanya iman kita masih nempel di kulit aja, belum nembus ke hati.
Tazkiyatun nufus itu proses bersihin hati dari sifat-sifat buruk kayak iri, dengki, sombong, riya’ (pamer), dan diganti dengan akhlak mulia.
Argumentasi
Kenapa kita harus yakin Allah itu esa dan nggak ada tandingannya? Karena:
1. Kalau Allah esa, berarti cuma Dia yang pantas kita takuti dan kita harapkan. Nggak usah takut sama manusia. Nggak usah cari validasi dari orang lain.
2. Kalau Allah qadim dan kekal, berarti Dia nggak berubah. Janji-Nya pasti. Kita bisa tenang.
3. Kalau kita bersihin jiwa, hidup kita jadi lebih ikhlas, lebih ringan, lebih bahagia.
Implementasi di Dunia yang Viral
Sekarang ini kan lagi viral yang namanya “self healing”, “mental health”, “inner peace”. Nah, Islam udah ngajarin itu dari 1400 tahun lalu lewat tazkiyatun nufus!
Contoh implementasi sederhana:
· FYP medsos bikin iri? Ingat lagi: Allah itu esa, cuma Dia yang bagi rezeki. Rezeki orang lain nggak akan mengurangi rezeki kita.
· Mau pamer pencapaian? Tahan diri. Ikhlasin karena Allah, bukan karena mau dilihat orang.
· Stres karena masalah? Yakin Allah itu qadim dan kekal — Dia nggak pernah tidur, nggak pernah lupa. Serahin semua sama Dia.
· Sombong karena punya jabatan atau harta? Ingat, semua itu titipan. Yang punya segalanya cuma Allah.
---
4. Muhasabah dan Caranya
Apa itu Muhasabah?
Muhasabah itu introspeksi diri — evaluasi diri sebelum dievaluasi sama Allah. Imam Al-Ghazali aja nyaranin kita ngeluangin waktu tiap pagi buat muhasabah.
Caranya (versi gaul):
1. Sisihin waktu 5–10 menit setiap hari, misalnya habis subuh atau sebelum tidur.
2. Tanya ke diri sendiri:
· “Hari ini aku udah berbuat apa aja?”
· “Ada dosa kecil yang aku lakuin berulang kali?”
· “Ada orang yang aku sakiti?”
· “Aku udah bersyukur belum hari ini?”
3. Catat (kalau perlu) — biar lebih fokus.
4. Perbaiki — besok harus lebih baik dari hari ini.
5. Jangan putus asa — Allah Maha Pengampun. Yang penting kita terus berusaha.
---
5. Doa
Doa memohon penyucian jiwa:
اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا
Artinya: “Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, dan sucikanlah ia, karena Engkau sebaik-baik Yang menyucikannya. Engkau adalah Pelindung dan Pemiliknya.”
---
Doa penguat iman dan tauhid:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لَا يَرْتَدُّ، وَنَعِيمًا لَا يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang tidak pernah kembali (murtad), kenikmatan yang tidak pernah habis, dan pertemuan dengan Nabi kami Muhammad di surga yang tertinggi.”
---
6. Ucapan Terima Kasih
Untuk Ustadz yang mengajar:
Terima kasih banyak, Ustadz. Semoga ilmu yang udah Ustadz kasih jadi berkah, jadi cahaya buat kita semua. Jazaakumullahu khairan.
Untuk pembaca (kalian semua):
Makasih udah baca sampai selesai. Semoga kita semua makin cinta sama Allah, makin paham siapa Dia dan siapa kita. Jangan lupa: kita bukan siapa-siapa, tapi Allah adalah segalanya. Yuk, mulai sekarang, bersihin hati pelan-pelan. Nggak usah buru-buru, yang penting istiqamah.
Wallahu a’lam bish-shawab.
---
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya. Dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9–10) .
...........