Jumat, 25 September 2026

1599naw. MANA ADA TUHAN MATI DI SALIB?” DEBAT ABU NAWAS BIKIN PENDETA TERDIAM

 

“MANA ADA TUHAN MATI DI SALIB?” 
DEBAT ABU NAWAS BIKIN PENDETA TERDIAM

Ini kisah fiksi bergaya Abu Nawas, untuk bahan renungan dan dialog antaragama.

Seorang pendeta berkata kepada Abu Nawas:

Pendeta:
“Menurut keyakinan kami, Yesus disalib dan mati untuk menebus dosa manusia.”

Abu Nawas tersenyum:

Abu Nawas:
“Baik, Pak Pendeta. Saya tidak mau menghina keyakinan njenengan. Saya cuma mau bertanya satu hal sederhana.”

Pendeta:
“Apa?”

Abu Nawas:
“Kalau Tuhan itu Maha Kuasa, lalu siapa yang menjaga alam semesta ketika Tuhan mati?”

Pendeta terdiam sejenak.

Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau Tuhan bisa mati, berarti sebelumnya hidup. Kalau hidup dan mati seperti manusia, apakah itu masih sifat Tuhan atau sifat makhluk?”

Pendeta menjawab:

“Pertanyaanmu sulit, Abu Nawas.”

Abu Nawas tertawa kecil:

“Lho, saya cuma nanya, Pak. Bukan ujian masuk universitas. 😄”

Kemudian Abu Nawas berkata:

“Menurut Islam, Isa Al-Masih adalah manusia pilihan Allah, seorang nabi dan rasul yang mulia. Beliau bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.”

“Karena bagi kami, Allah itu:

اللّٰهُ الصَّمَدُ
Allah tempat bergantung.

Dia tidak membutuhkan siapa pun, sementara semua makhluk membutuhkan-Nya.”

Pendeta kembali bertanya:

“Jadi kamu yakin Yesus bukan Tuhan?”

Abu Nawas menjawab santai:

“Saya yakin kepada Allah Yang Maha Esa. Dan saya menghormati Isa sebagai nabi yang mulia. Jadi saya tidak perlu menghina Yesus untuk membela Islam.”

Lalu Abu Nawas tersenyum:

“Debat itu bukan lomba siapa yang paling keras suaranya. Yang penting bukan siapa yang menang debat, tapi apakah hati kita mau mencari kebenaran.”

Pendeta terdiam…

Bukan karena kalah debat.

Tetapi karena pertanyaan sederhana kadang membuat seseorang berpikir lebih dalam.

Beda keyakinan, tetap jaga sopan santun.
Berbeda pendapat, jangan berbeda dalam akhlak.
🤝

..........

Tidak ada komentar: