Saturday, January 10, 2026

909. IMAN, PERUT, DAN HATI



miatu hadis suarifah.

Hadis no : 39


 ليس المؤمن بالذى يشبع, وجاره جائع الى جنبه  


Orang mu`min tidak di katakan kenyang selagi tetangganya lapar.

........

Berikut bacaan artikel reflektif dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa) berdasarkan hadis:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ

“Bukanlah seorang mukmin orang yang kenyang sementara tetangganya di sampingnya lapar.”

📰 **IMAN, PERUT, DAN HATI:

Tazkiyatun Nufūs di Balik Hadis Tetangga Lapar**

🧭 Pendahuluan

Hadis ini bukan sekadar teguran sosial, tetapi tamparan spiritual. Ia mengarahkan pandangan kita dari perut menuju hati. Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, masalah utama bukan hanya kelaparan jasad, tetapi kelaparan jiwa: hati yang mati rasa, ego yang kenyang, dan iman yang kering dari empati.

Iman sejati bukan hanya shalat dan zikir, tetapi kepekaan batin terhadap penderitaan orang lain.

📌 Intisari Isi

Iman sejati menuntut empati dan kepedulian nyata.

Kelaparan tetangga adalah ujian iman, bukan sekadar masalah ekonomi.

Orang yang membiarkan tetangganya lapar sedang mengalami penyakit hati: keras, cinta dunia, dan miskin kasih sayang.

Tazkiyatun Nufūs menuntut kita membersihkan jiwa dari ego, bakhil, dan individualisme.

📖 Landasan Al-Qur’an

QS. Al-Ma’un: 1–3

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”

QS. Al-Insān: 8–9

“Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan…”

QS. Al-Hashr: 9

“Mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri walaupun mereka dalam kesusahan.”

QS. Al-Baqarah: 177

“Bukanlah kebajikan itu hanya menghadapkan wajah ke timur dan barat, tetapi kebajikan ialah… memberikan harta yang dicintainya…”

Ayat-ayat ini menegaskan: iman tanpa kepedulian sosial adalah iman yang sakit.

🧠 Tafsir dalam Perspektif Tazkiyatun Nufūs

Para ulama tazkiyah menjelaskan:

Lapar tetangga adalah cermin hati kita.

Jika kita tenang sementara orang di dekat kita menderita, itu tanda:

matinya rasa takut kepada Allah,

lemahnya muraqabah,

dominannya nafsu.

Imam Al-Ghazali menjelaskan dalam Ihya’ bahwa bakhil dan cinta kenyang adalah cabang dari hubbud dunya, dan hubbud dunya adalah akar penyakit hati.

Hadis ini mendidik jiwa agar:

keluar dari penjara “aku”

masuk ke alam “kita karena Allah”.

🕰️ Latar Belakang & Kondisi Zaman Nabi ﷺ

Masyarakat Madinah hidup dalam:

kemiskinan,

hijrah,

kelaparan,

dan ketimpangan.

Seringkali Nabi ﷺ dan para sahabat tidak makan seharian. Dalam kondisi seperti itu, Rasulullah ﷺ membangun peradaban bukan dengan istana, tetapi dengan ukhuwah dan kepedulian.

Hadis ini lahir di zaman ketika:

tetangga bukan sekadar alamat,

tapi tanggung jawab iman.

⚖️ Analisis dan Argumentasi

Hadis ini menggunakan redaksi “bukan mukmin” — bukan berarti kafir, tetapi: ➡️ iman yang cacat, iman yang belum matang, iman yang belum menyucikan jiwa.

Dalam tazkiyah:

orang yang kenyang sendiri → jiwanya masih dikuasai nafsu ammarah.

orang yang gelisah melihat lapar orang lain → jiwanya mulai hidup dengan nafsu muthmainnah.

Kenyang perut tanpa peduli sesama = tanda hati belum kenyang dengan Allah.

🌟 Keutamaan & Hukuman

✅ Keutamaan orang yang peduli:

Di dunia:

hati lembut,

hidup diberkahi,

dicintai makhluk.

Di alam kubur:

kuburnya diluaskan,

diselamatkan dari kesempitan karena kasih sayang kepada makhluk.

Di hari kiamat:

dinaungi Allah,

dekat dengan Rasulullah ﷺ.

Di akhirat:

masuk surga melalui pintu sedekah dan rahmat.

⚠️ Ancaman bagi yang abai:

Di dunia:

hati keras,

hidup sempit walau harta banyak.

Di alam kubur:

gelap dan menekan,

karena kerasnya hati di dunia.

Di hari kiamat:

dihisab dengan keras,

diseret dengan golongan yang mendustakan agama (QS. Al-Ma’un).

Di akhirat:

terancam siksa karena memakan nikmat Allah tanpa peduli hamba-Nya.

🌍 Relevansi di Zaman Modern

Hari ini kita hidup di zaman:

teknologi canggih,

makanan melimpah,

komunikasi instan.

Namun ironisnya:

tetangga bisa kelaparan,

sementara kita sibuk menonton, memesan, dan menyimpan.

Dengan HP di tangan:

kita tahu promo makanan,

tapi sering tidak tahu siapa di sekitar kita yang lapar.

Hadis ini menegur keras spiritualitas digital yang sibuk, tapi miskin empati.

🔍 Motivasi, Muhasabah & Caranya

🪞 Muhasabah:

Apakah aku tahu kondisi tetanggaku?

Kapan terakhir aku memberi makan orang lain?

Apakah kenyangku mendekatkanku kepada Allah atau menumpulkan hatiku?

🛠️ Cara Tazkiyah Praktis:

Biasakan tidak makan sebelum memastikan orang sekitar aman.

Sisihkan makanan setiap hari “untuk Allah”.

Jadikan lapar orang lain sebagai alarm iman.

Latih jiwa dengan:

puasa sunnah,

sedekah tersembunyi,

menyapa dan memperhatikan tetangga.

🎯 Hikmah, Tujuan & Manfaat

Hikmahnya:

membersihkan jiwa dari ego,

menumbuhkan rahmat,

mematangkan iman.

Tujuannya:

membentuk manusia yang hidup untuk Allah dan makhluk.

Manfaatnya:

ketenangan batin,

keberkahan rezeki,

kuatnya ukhuwah,

lahirnya masyarakat berjiwa.

🤲 Doa

“Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kekerasan, dari bakhil, dari cinta kenyang.

Jadikan kami hamba yang tidak tenang ketika saudara kami menderita.

Hidupkan dalam diri kami iman yang menangis melihat lapar orang lain.

Dan wafatkan kami dalam keadaan membawa kasih sayang kepada makhluk-Mu.”

🌹 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada Allah yang masih menggerakkan hati untuk peduli.

Terima kasih kepada Rasulullah ﷺ yang mengajarkan iman bukan hanya di masjid, tetapi di dapur, di tetangga, dan di meja makan.

Semoga tulisan ini menjadi cermin jiwa, bukan sekadar bacaan.

........

Versi Bahasa Gaul Kekinian (Santai & Sopan)


Judul: IMAN, KENYANG, DAN VIBES HATI: Detoks Jiwa Ala Hadis "Tetangga Lapar"


💫 Intro


Hadis ini tuh sebenernya bukan cuma teguran biasa, tapi wake-up call buat jiwa. Diajak kita buat gak cuma mikirin perut sendiri, tapi aware sama kondisi hati. Dalam frame tazkiyatun nufus (detoks hati), masalahnya bukan cuma perut tetangga yang keroncongan, tapi hati kita yang bisa jadi mati rasa, ego yang kebangetan, dan iman yang kering empati.


Iman yang bener tuh gak cuma rajin ibadah ritual doang, tapi juga punya sensitivity batin buat ngerasain kesusahan orang lain.


📌 Poin Inti


· Iman yang bener itu butuh empati dan aksi nyata.

· Ngelihat tetangga kelaparan itu ujian level iman kita, bukan sekadar urusan ekonomi doang.

· Orang yang cuek aja sama tetangga yang kelaparan, hatinya bisa jadi lagi sakit: keras, materialistic, dan minim kasih.

· Self-improvement rohani (tazkiyah) tuh maksanya kita bersihin jiwa dari sikap egois, pelit, dan individualis.


📖 Dasar-Dasar Al-Qur'an (Tetap Pakai Teks & Arti Resmi)


· QS. Al-Ma’un: 1–3 أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ . فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ . وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”

· QS. Al-Insān: 8–9, QS. Al-Hashr: 9, QS. Al-Baqarah: 177 (Intinya: Iman tanpa peduli sosial = iman yang lagi sick).


🧠 Tafsir dalam Bahasa Kita


Para ahli detoks hati bilang:


· Laparnya tetangga itu cerminan kondisi hati kita.

· Kalau kita fine-fine aja padahal orang sebelah kita susah, itu tanda:

  · Rasa takut sama Allah udah menipis.

  · Self-awareness spiritual kita lagi lemah.

  · Nafsu udah mendominasi.

· Kata Al-Ghazali, pelit dan cuma mikirin kenyang sendiri itu cabang dari cinta dunia, yang jadi akar penyakit hati.

· Hadis ini ngajarin kita buat keluar dari bubble "aku" dan masuk ke mindset "kita" karena Allah.


🕰️ Konteks Zaman Nabi Dulu


Dulu di Madinah, kehidupan serba sederhana banget: banyak yang miskin, hijrah, dan sering lapar. Nabi ﷺ dan para sahabat aja kerap nahan lapar. Tapi justru di kondisi kayak gitu, Rasulullah ﷺ bangun peradaban lewat ikatan persaudaraan dan kepedulian.


· Dulu, tetangga itu tanggung jawab iman, bukan cuma orang yang alamatnya sebelahan.


⚖️ Analisis Singkat


Hadis ini pakai kata "bukan mukmin" — ini bukan label kafir ya, tapi maksudnya imannya lagi not fully there, masih cacat, belum matang.


· Dalam detoks jiwa: orang yang kenyang sendirian = jiwanya masih dikendalikan nafsu yang ngajakin bobrok.

· Orang yang gelisah ngelihat orang lain lapar = jiwanya udah mulai tenang dan terkendali.

· Intinya: kenyang perut tapi gak peduli = tandanya hati belum "kenyang" sama Allah.


🌟 Manfaat vs. Resiko


✅ Buat yang peduli:


· In this world: Hati jadi soft, hidup lebih berkah, disukai banyak orang.

· Di alam kubur: Kuburannya diluasin, diselametin dari kesempitan.

· Di akhirat nanti: Dinaungi Allah, deket sama Rasulullah ﷺ, masuk surga lewat pintu sedekah.


⚠️ Buat yang cuek:


· In this world: Hati jadi keras, hidup serasa sempit padahal hartanya banyak.

· Di alam kubur: Gelap dan sesak, karena hatinya keras waktu di dunia.

· Di akhirat nanti: Diperhitungkan dengan ketat, bisa digolongin sama orang yang mendustakan agama.


🌍 Relevansi di Zaman Now


Sekarang kita hidup di era:


· Teknologi canggih, makanan available 24/7, update medsos terus. Tapi ironisnya:

· Bisa aja tetangga kita kelaparan, sementara kita sibuk scroll menu online, streaming, atau hoard makanan.

· Dengan HP di genggaman, kita tahu promo makanan dari restoran jauh, tapi gak tau kondisi tetangga sebelah. Hadis ini nge tegurvibe spiritual kita yang looks busy online tapi miskin empati di kehidupan nyata.


🔍 Self-Reflection & Tips Praktis


🪞 Coba tanya diri sendiri (muhasabah):


· Gue tau gak sih kondisi tetangga gue?

· Kapan terakhir kali gue bagi-bagi makanan ke orang lain?

· Kekenyangan gue bikin gue makin deket sama Allah atau malah bikin hati gue tumpul?


🛠️ Tips Detoks Hati Gampang:


· Biasain gak makan sebelum pastiin orang sekitar aman (terutama yang keliatan kesusahan).

· Sisihin sebagian makanan/harta buat "kepentingan Allah" (sedekah).

· Anggep aja kelaparan orang lain sebagai alarm iman kita.

· Latih jiwa dengan: puasa sunnah, sedekah diam-diam, dan aktif ngobrol atau perhatiin tetangga.


🎯 Inti & Manfaatnya


· Hikmah: Buat bersihin jiwa dari ego, nambah rasa sayang, dan matengin iman.

· Tujuan: Membentuk pribadi yang hidupnya meaningful, buat Allah dan buat sesama.

· Manfaat: Hati lebih tenang, rezeki lebih berkah, persaudaraan kuat, masyarakat jadi lebih wholesome.


🤲 Doa (Versi Santui) “Ya Allah,bersihin hati kami dari kekerasan, dari sifat pelit, dari cuma mikirin kenyang sendiri. Bikin kami jadi hamba yang gak betah kalau lihat saudara kami lagi susah. Hidupin di diri kami iman yang bikin nangis ngelihat orang lain lapar. Dan tutup usia kami dalam keadaan penuh kasih sayang ke makhluk-Mu.”


💖 Penutup


· Big thanks buat Allah yang masih ngasih hati buat peduli.

· Big thanks juga buat Rasulullah ﷺ yang ngajarin bahwa iman itu bukan cuma di masjid, tapi juga lewat cara kita ke tetangga dan berbagi rezeki. Semoga tulisan ini jadi bahan instrospeksi,bukan sekadar bacaan doang. Keep the faith alive with actions! ✨

 


Dari Abu Darda RA, dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ....Dan sesungguhnya orang yang berilmu dimintakan ampun oleh semua yang ada di langit dan di bumi, bahkan oleh ikan-ikan di air...' (HR. Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah no. 223, Ahmad no. 21715). 

.........

Berikut saya susun bacaan koran bernuansa Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa) berdasarkan hadis Abu Darda r.a. tentang keutamaan orang berilmu.

Ketika Langit, Bumi, dan Ikan di Laut Memohonkan Ampun

Tazkiyatun Nufūs dalam Cahaya Ilmu

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu. Dan sesungguhnya orang yang berilmu dimintakan ampun oleh semua yang ada di langit dan di bumi, حتى ikan-ikan di dalam air…”

(HR. Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah no. 223, Ahmad no. 21715)

Hadis ini bukan sekadar pujian bagi orang berilmu, tetapi seruan tazkiyah: bahwa ilmu yang benar akan membersihkan jiwa, meluruskan niat, dan menghidupkan alam dengan keberkahan.

Intisari Isi

Ilmu yang lahir dari iman dan diamalkan dengan ikhlas:

Mengangkat derajat manusia di sisi Allah.

Membersihkan hati dari kebodohan, kesombongan, dan kelalaian.

Menjadikan seluruh makhluk mendoakan kebaikan bagi pemiliknya.

Menghubungkan langit, bumi, dan lautan dalam satu irama ketaatan.

Landasan Al-Qur’an

Kemuliaan orang berilmu

Consider: Allah meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu (QS. Al-Mujādilah: 11).

Takut kepada Allah lahir dari ilmu

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (QS. Fāthir: 28)

Ilmu menghidupkan hati

“Apakah orang yang mati lalu Kami hidupkan dia dan Kami beri cahaya…” (QS. Al-An‘ām: 122)

Para mufassir menjelaskan: “mati” di sini adalah mati hati karena jahil; “hidup” adalah hidup dengan ilmu dan iman.

Tafsir dalam Perspektif Tazkiyatun Nufūs

Para ulama tazkiyah menjelaskan:

Ilmu adalah cahaya, bukan sekadar informasi. Jika ilmu tidak menambah khusyuk, takut kepada Allah, dan zuhud dari dosa, maka ia masih berada di lisan, belum turun ke hati.

Istighfar seluruh makhluk menunjukkan bahwa orang berilmu yang ikhlas menjadi sebab turunnya rahmat, terjaganya keseimbangan, dan tersebarnya kebaikan di bumi.

Ikan di laut memohonkan ampun, karena ilmu yang diamalkan mencegah kerusakan, kezaliman, dan keserakahan yang merusak darat dan laut (QS. Ar-Rūm: 41).

Ilmu yang bersih melahirkan qalbun salīm, sedangkan ilmu tanpa tazkiyah melahirkan kesombongan rohani.

Analisis dan Argumentasi

Mengapa seluruh makhluk memintakan ampun bagi orang berilmu?

Karena:

Orang berilmu mengajarkan tauhid → alam terjaga dari kesyirikan.

Orang berilmu mengajarkan adab → manusia tidak merusak.

Orang berilmu membimbing ibadah → rahmat Allah turun.

Orang berilmu meluruskan niat → dosa kolektif berkurang.

Maka alam pun “bersyukur” dengan bahasanya sendiri: istighfar.

Keutamaan dan Akibat (Dunia – Kubur – Kiamat – Akhirat)

🌍 Di Dunia

Hati tenang, arah hidup jelas.

Dijaga dari syubhat dan syahwat.

Dicintai makhluk walau tidak dikenal.

Menjadi sebab keberkahan rezeki dan umur.

⚰ Di Alam Kubur

Ilmu yang diamalkan menjelma cahaya.

Menjadi teman ketika manusia ditinggalkan.

Menjawab pertanyaan malaikat dengan keteguhan.

🌪 Di Hari Kiamat

Termasuk golongan yang dinaungi.

Amal ilmunya terus mengalir walau jasad hancur.

Menjadi saksi atas umatnya.

🌸 Di Akhirat

Derajat surga ditinggikan.

Didekatkan kepada para nabi dan shiddiqin.

Menjadi sebab masuknya banyak jiwa ke surga.

⚠ Adapun ancaman bagi ilmu tanpa tazkiyah

Hati keras.

Ilmu menjadi hujjah yang memberatkan.

Kehinaan walau banyak pengetahuan.

Termasuk yang pertama kali dihisab dan diancam jika riya’.

Relevansi Zaman Modern

Di era:

Teknologi: ilmu mudah diakses, tetapi hati makin gersang. Maka tazkiyah diperlukan agar ilmu menjadi cahaya, bukan fitnah.

Komunikasi: semua bisa berbicara, sedikit yang membersihkan niat.

Transportasi: jarak dekat, tetapi jarak kepada Allah sering jauh.

Kedokteran: tubuh diperpanjang umurnya, tetapi jiwa sering diabaikan.

Sosial: informasi melimpah, hikmah langka.

Hari ini, umat tidak kekurangan data, tetapi kekurangan ilmu yang mensucikan jiwa.

Motivasi, Muhasabah, dan Caranya

❓ Muhasabah

Apakah ilmu saya mendekatkan atau menjauhkan dari Allah?

Apakah saya lebih sibuk mengoreksi orang atau membersihkan diri?

Apakah ilmu saya menambah sujud atau menambah debat?

🪴 Cara Tazkiyah melalui Ilmu

Luruskan niat sebelum belajar.

Sertai ilmu dengan dzikir dan doa.

Amalkan walau sedikit.

Cari guru yang membimbing hati, bukan hanya lisan.

Perbanyak istighfar setelah majelis ilmu.

Hikmah, Tujuan, dan Manfaat

Menjadikan ilmu sebagai jalan taqarrub.

Menghidupkan masyarakat dari dalam, bukan hanya dari luar.

Melahirkan generasi yang lembut hatinya, lurus amalnya, dan luas rahmatnya.

Menjadikan hidup bernilai walau amal sedikit.

Doa

Allahumma zidnā ‘ilman nāfi‘an, wa qalban khāshi‘an, wa nafsan muthma’innah, wa ‘amalan mutaqabbalan.

Ya Allah, sucikanlah hati kami dengan cahaya ilmu, jauhkan kami dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan jadikan kami hamba-Mu yang diam-diam Engkau cintai, lalu seluruh makhluk-Mu mendoakan kami. Āmīn.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah menghadirkan hadis ini. Semoga menjadi sebab bertambahnya ilmu yang menghidupkan, bukan sekadar yang mengisi. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari hamba-hamba yang dibersihkan hatinya, diringankan dosanya, dan diiringi doa seluruh makhluk.

........


sholat malam

Rasulullah ﷺ*  bersabda : Dan shalatlah (kalian) di malam hari ketika orang-orang tertidur, maka kalian akan masuk Surga dengan selamat.

📚 _(HR. Ibnu Majah 1/432 no. 1334)⁣_

.........

Buatkan bacaan koran dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa) tentang 

tersebut diatas berdasarkan Al-Qur’an.

Sertakan intisari isinya.

Tafsir tafsirnya.

Latar belakang dan sebab terjadinya masalah dijamannya.

Analisis dan argumentasi.

Keutamaan dan Hukuman yang didapat di dunia, di alam kubur, di hari kiamat, di akherat.

Relevansi kecanggihan teknologi, komunikasi, transportasi, kedokteran, dan kehidupan sosial saat ini.

Motivasi - Muhasabah dan caranya.

Hikmah-tujuan dan manfaat.

Doa.

ucapan terimakasih.


 5 keutamaan bagi orang suka menghadiri majelis ilmu.


Pertama ia akan dimudahkan menuju Surganya Allah.


Jika Anda keluar rumah terus menuju masjid atau ke tempat yang mengadakan majelis ta’lim untuk menutut ilmu syar’i, maka ia  sedang menepuh jalan menuntu ilmu sesuai dengan Sabda Rasullah Shallallahu’alaihi Wassalam:


“Barangsiapa yang menempuh jalan menuntu ilmu, maka Allah akan memudahkan jalanya menuju surga” (HR. Tirmidzi, Abu Daud).


Mendapatkan ketenangan, rahmat dan dimuliakan para Malaikat


Dalam majelis ta’lim atau majelis biasanya selain mendengarkan paparan dari ustadz juga kita juga membaca Al-Quran. Orang yang membaca Al-Quran di masjid disebut Rasullah Shallallahu’alaihi Wassalam akan mendapat ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari para Malaikat, Rasullah Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda:


“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya. (HR. Muslim).


Dicatat sebagai Amalan Jihad Fi Sabilillah


Jihad bukan hanya dengan berperang, tapi dengan menuntut ilmu juga termasuk jihad sebaimana dicantumkan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wassalam:


“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (Masjid Nabawi) untuk mempelajari kebaikan atau mengajarinya, maka ia seperti mujahid fi sabilillah. Dan Barangsiapa yang memasukinya bukan dengan tujuan tersebut, maka ia seperti sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya (HR. Ibnu Hibban).


Dicatat sebagai orang yang sholat hingga ke rumah


Jika seseorang berangkat ke masjid berniat untuk shalat, kemudian setelah shalat ada pengajian (majelis ilmu), maka selama ia berada di majelis imu dan selama ia berada di majelis ilmu dan di masjid, ia terus dicatat sebagai orang yang sedang shalat hingga kembali ke rumah. Seusai sabda  Rasulullah:


“Jika seseorang berwudhu di rumah, kemudian mendatangi ke masjid, maka ia terus dicatat sebagai orang yang shalat hingga ia kembali. Maka janganlah ia melakukan seperti ini ( kemudian beliau mencontohkan tasybik dengan jari-jarinya),” (HR. Al-Hakim, Ibnu Kuzaimah).


Dicatat amalanya di ‘illiyyin


Jika kita pergi ke masjid berniat berniat untuk shalat, kemudian setealh shalat ada pengajian (majelis ilmu) hingga waktunya shalat selanjutnya, maka ia akan diterus dicatat amalan kebaikan yang ia lakukan di masjid, di ‘illiyyin. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda:


“Seseorang yang telah selesai shalat (di masjid) kemudian menetap disana hingga shalat berikutnya, tanpa melakukan laghwun (kesia-siaan) diantara keduanya, akan dicatat amalan tersebut di ‘illiyyin.”( HR. Daud).


Menurut Syaikh Sulaeman bin Amir Ar Ruhaili hafizhahullah, bahwa catatan di ‘illiyyin adalah catatn amalan yang tidak akan rusak dan tidak dibuka hingga hari kiamat, tersimpan awet, tidak  dikurangi sedikit apapun. Demikian beberapa keutamaan kita menghadiri majelis ilmu, semoga dapat kita amalkan dan mendapatkan keberkahan dan Rahmat dari Allah Subhanallahu Wata ‘alla, Amiin.

907. Syahadat Tanpa Sholat: Iman di Bibir, Kosong di Amal?

 


sudah baca dua kalimat syahadat tetapi tidak sholat fardhu...?

.......


Syahadat Tanpa Sholat: Iman di Bibir, Kosong di Amal?

(Perspektif Tazkiyatun Nufūs – Penyucian Jiwa)

Penulis: M. Djoko Ekasanu

📰 Intisari Isi

Syahadat adalah pintu Islam, sementara sholat adalah tiangnya. Syahadat tanpa sholat bagaikan benih tanpa air: ada potensi hidup, tetapi terancam mati. Dalam perspektif tazkiyatun nufūs, meninggalkan sholat bukan sekadar dosa lahiriah, tetapi tanda jiwa yang kering dari dzikir, lemah muraqabah (merasa diawasi Allah), dan tertutup oleh dominasi dunia. Artikel ini mengajak muhasabah: membersihkan hati, menghidupkan kembali sholat, dan menjadikannya sumber kehidupan ruhani.

📖 Landasan Al-Qur’an dan Hadis

Al-Qur’an:

“Dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

“Celakalah orang-orang yang sholat, (yaitu) yang lalai dari sholatnya.” (QS. Al-Ma‘un: 4–5)

Hadis:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi)

“Amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah sholat.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

🔍 Analisis dan Argumentasi (Tazkiyatun Nufūs)

Syahadat adalah pengakuan tauhid. Sholat adalah bukti penghambaan. Dalam ilmu penyucian jiwa, amal lahir adalah cermin keadaan batin. Meninggalkan sholat menunjukkan:

Lemahnya ta‘zhim (pengagungan) kepada Allah.

Putusnya hubungan ruhani harian dengan Rabb.

Menguatnya nafsu dan ghaflah (kelalaian).

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa sholat adalah “mi‘rajnya orang beriman”; bila mi‘raj ditinggalkan, ruh kehilangan naiknya. Maka, syahadat tanpa sholat bukan Islam yang hidup, tetapi Islam yang sedang sekarat.

⚖️ Keutamaan & Hukuman

🌍 Di Dunia

Keutamaan sholat:

Hati tenang, hidup terarah, dijaga dari keji dan mungkar.

Akibat meninggalkan sholat:

Hati sempit, mudah gelisah, akhlak melemah, hidup kehilangan berkah.

⚰️ Di Alam Kubur

Orang yang menjaga sholat diterangi kuburnya.

Yang meremehkan sholat dikhawatirkan mendapat tekanan kubur dan kesempitan.

🌅 Di Hari Kiamat

Sholat menjadi hisab pertama.

Jika sholat rusak, rusaklah amal lainnya.

🔥/🌿 Di Akhirat

Sholat adalah sebab keselamatan dan dekat dengan surga.

Meninggalkannya termasuk dosa besar yang mengancam siksa, kecuali dengan taubat.

🌐 Relevansi Zaman Modern

Di era teknologi, komunikasi cepat, transportasi mudah, dan kedokteran maju, manusia justru semakin:

Sibuk, tergesa, terikat layar.

Banyak tahu, sedikit tunduk.

Sholat hadir sebagai rem ruhani di tengah kecepatan dunia. Ia menghentikan manusia lima kali sehari agar kembali sadar: “Aku hamba, bukan tuhan bagi waktuku.”

Tanpa sholat, teknologi mempercepat tubuh, tetapi mengosongkan jiwa.

🌱 Hikmah, Tujuan, dan Manfaat

Menjaga kesucian hati.

Menguatkan tauhid praktis.

Menjadikan hidup bermakna dan terarah.

Membersihkan dosa, menenangkan batin, dan menumbuhkan akhlak.

🪞 Motivasi, Muhasabah, dan Caranya

Pertanyaan muhasabah:

Jika Allah memanggil lima kali, mengapa aku menunda?

Jika kematian datang di waktu sholat, di mana posisiku?

Cara memulai kembali sholat:

Taubat jujur, walau belum sempurna.

Mulai dari satu waktu tepat waktu, lalu bertahap.

Jaga wudhu, karena ia pintu sholat.

Duduklah bersama orang yang sholat.

Mohon kepada Allah, bukan hanya bertekad.

🤲 Doa

“Ya Allah, hidupkanlah hatiku dengan sholat. Jadikan sholat sebagai penyejuk mataku, penghapus dosaku, dan jalan kembaliku kepada-Mu. Jangan Engkau wafatkan aku kecuali dalam keadaan mencintai sholat.”

🕯️ Nasehat Para Ulama & Tokoh

Hasan al-Bashri: “Sholat adalah timbangan iman.”

Rabi‘ah al-Adawiyah: “Aku menyembah Allah bukan karena surga atau neraka, tetapi karena cinta.”

Abu Yazid al-Bistami: “Aku mencari Allah, lalu aku dapati Dia dalam sholat.”

Junaid al-Baghdadi: “Jalan kami terikat dengan Al-Qur’an dan sholat.”

Al-Hallaj: “Sholat adalah rahasia pertemuan hamba dan Tuhan.”

Imam al-Ghazali: “Sholat tanpa khusyuk adalah tubuh tanpa ruh.”

Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Tegakkan sholat, niscaya Allah menegakkan hidupmu.”

Jalaluddin Rumi: “Setiap sujud adalah pintu pulang.”

Ibnu ‘Arabi: “Sholat adalah dialog wujud dengan Yang Maha Ada.”

Ahmad al-Tijani: “Siapa menjaga sholat, Allah jaga jalannya.”

Gus Baha: “Sholat itu bukan agar Allah butuh kita, tapi agar kita tidak hilang.”

Ustadz Adi Hidayat: “Syahadat harus dibuktikan dengan sholat.”

Buya Yahya: “Sholat adalah adab pertama seorang hamba.”

Ustadz Abdul Somad: “Kalau sholat saja ditinggal, apa yang mau dibanggakan?”

Buya Arrazy Hasyim: “Sholat menghidupkan kesadaran ruhani.”

📚 Daftar Pustaka Singkat

Al-Qur’an al-Karim

Shahih Bukhari & Muslim

Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad

Imam al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumiddin

Abdul Qadir al-Jailani, Futuh al-Ghaib

Junaid al-Baghdadi, Riwayat maqalat tasawuf

Jalaluddin Rumi, Mathnawi

🌺 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada Allah SWT yang menghidupkan hati dengan hidayah, kepada Rasulullah ﷺ sebagai teladan sholat, dan kepada para ulama yang mewariskan jalan penyucian jiwa.

.........

Syahadat Tanpa Sholat: Cuma Bilang “Iya”, Tapi Gak Ngikutin Aturan?


(Sudut Pandang Tazkiyatun Nufus – Spa buat Hati)


Penulis: M. Djoko Ekasanu


---


📱 Intisarinya Singkat


Syahadat itu kayak gateway masuk Islam. Sholat tuh main pillar-nya. Kalo cuma syahadat doang tanpa sholat, ibarat punya bibit tanaman, tapi gak pernah disiram. Bisa hidup? Mungkin aja sih, tapi lama-lama layu. Dari kacamata tazkiyatun nufus (spa jiwa gitu), ninggalin sholat itu gak cuma dosa di kulit aja. Itu tanda hati kita lagi kering, jarang ingat Allah (dzikir), rasa diawasi-Nya (muraqabah) tipis, dan kebanyakan mikirin dunia. Artikel ini ajak kita introspeksi: yuk, bersihin hati, hidupin lagi sholat, dan jadikan dia sumber tenaga buat jiwa kita.


---


📖 Dasar-Dasarnya (Tetap Pakai Bahasa Sumbernya ya)


Dari Al-Qur’an:


· “Dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)

· “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

· “Celakalah orang-orang yang sholat, (yaitu) yang lalai dari sholatnya.” (QS. Al-Ma‘un: 4–5)


Dari Hadis:


· “Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi)

· “Amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah sholat.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)


---


🔍 Analisis & Argumen (Versi Santai)


Syahadat itu ucapan “yes, I do” ke Allah. Sholat itu bukti dan aksi nyatanya. Dalam ilmu penyucian jiwa, amalan luar tuh cerminan kondisi dalam. Kalo sholat ditinggalin, itu artinya:


· Rasa hormat dan takjub (ta‘zhim) ke Allah lagi lemah.

· Connection spiritual harian sama Allah putus.

· Nafsu sama kelalaian (ghaflah) yang menguasai.


Kata Imam Al-Ghazali, sholat tuh kayak mi‘raj-nya orang beriman (naik ngobrol sama Allah). Kalo mi‘raj-nya ditinggal, ya jiwa kita gak pernah naik-level. Jadi, syahadat tanpa sholat itu ibarat punya akun Islam, tapi statusnya “inactive” atau “hampir expired”.


---


⚖️ Benefit & Consequences


🌍 Dampaknya di Dunia:


· Kalo rajin sholat: Hati lebih adem, hidup ada arahnya, terjaga dari yang nggak-nggak.

· Kalo males sholat: Hati sempit, gampang galau, akhlak bobrok, hidup serasa kurang berkah.


⚰️ Nanti di Alam Kubur:


· Yang jaga sholat, kuburnya terang.

· Yang anggap remeh, kuburnya bisa sempit dan gelap (naudzubillah).


🌅 Pas Hari Kiamat Nanti:


· Sholat jadi item pertama yang dihitung. Kalo ini rusak, amalan lain bisa ketarik rusak juga.


🔥/🌿 Di Akhirat:


· Sholat itu tiket utama buat selamat dan deket sama surga.

· Ninggalin sholat termasuk dosa gede yang ancamannya serius, kecuali kita bener-bener taubat.


---


🌐 Relevansi Buat Kita Zaman Now


Di era yang serba cepet, notifikasi berdering, kita malah makin:


· Busy banget, terburu-buru, ketergantungan sama layar.

· Banyak ilmu (dari Google), tapi sedikit ketundukan.


Nah, sholat itu kayak push notification atau alarm spiritual yang berentiin kita 5 kali sehari. Biar kita inget: “Eh, gue ini hamba, bukan bos bagi waktu gue sendiri.”


Tanpa sholat, teknologi bikin kita makin gesit secara fisik, tapi jiwa kita jadi kosong dan burnout.


---


🌱 Hikmah & Manfaatnya


· Buat refresh hati dan jiwa.

· Ngegaliin sense ketuhanan dalam aksi sehari-hari.

· Bikin hidup lebih bermakna dan terarah.

· Bisa cuci dosa, bikin adem, dan ngebentuk akhlak yang baik.


---


🪞 Self-Reflection & Tips Mulai Lagi


Pertanyaan buat introspeksi:


· “Kalo Allah mention kita 5 kali sehari, kenapa kita suka delay atau ignore?”

· “Kalo ajal dateng pas jam sholat, kita lagi ngapain?”


Tips buat restart sholat:


1. Taubat yang jujur. Gak usah nunggu sempurna dulu, yang penting niat move on.

2. Mulai pelan-pelan. Satu waktu yang bisa dijaga tepat waktu dulu, baru ditambah.

3. Jaga wudu. Wudu yang terjaga bikin akses sholat lebih gampang.

4. Hang out atau cari komunitas sama orang-orang yang rajin sholat.

5. Banyak minta tolong sama Allah. Jangan cuma ngandelin tekad sendiri.


---


🤲 Doa (Versi Santai tapi Khusyuk)


“Ya Allah, hidupin hati gue dengan sholat. Jadikan sholat itu penyegar mata gue, penghapus dosa gue, sama jalan pulang gue ke-Mu. Jangan panggil gue pulang kecuali dalam keadaan cinta banget sama sholat.”


---


🕯️ Kata-Kata Para Senior (Ulama & Tokoh)


· Hasan al-Bashri: “Sholat itu timbangan iman.”

· Rabi‘ah al-Adawiyah: “Aku nyembah Allah bukan demen surga atau takut neraka, tapi purely karena cinta.”

· Abu Yazid al-Bistami: “Aku nyari Allah, eh ketemu-Nya justru di dalam sholat.”

· Junaid al-Baghdadi: “Jalan kami itu terikat sama Al-Qur’an dan sholat.”

· Al-Hallaj: “Sholat itu secret meeting antara hamba dan Tuhannya.”

· Imam al-Ghazali: “Sholat tanpa khusyuk itu kayak badan tanpa nyawa.”

· Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Tegakkan sholat, niscaya Allah yang akan menegakkan hidup lo.”

· Jalaluddin Rumi: “Setiap sujud itu pintu buat pulang.”

· Ibnu ‘Arabi: “Sholat itu dialog antara kita yang ada, sama Yang Maha Ada.”

· Ahmad al-Tijani: “Siapa yang jaga sholat, Allah yang akan jaga jalan hidupnya.”

· Gus Baha: “Sholat itu bukan karena Allah butuh kita, tapi biar kita gak kehilangan diri.”

· Ustadz Adi Hidayat: “Syahadat harus dibuktikan pake sholat.”

· Buya Yahya: “Sholat itu etiket paling dasar seorang hamba.”

· Ustadz Abdul Somad: “Kalo sholat aja ditilep, mau bangga apalagi coba?”

· Buya Arrazy Hasyim: “Sholat itu power bank-nya kesadaran spiritual.”


---


📚 Sumber Bacaan (Kalo Mau Kulik Lebih Dalam)


· Al-Qur’an (Tentunya)

· Shahih Bukhari & Muslim

· Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad

· Imam al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumiddin

· Abdul Qadir al-Jailani, Futuh al-Ghaib

· Karya-karya tasawuf Junaid al-Baghdadi

· Jalaluddin Rumi, Mathnawi


---


🌺 Ucapan Terima Kasih


Big thanks buat Allah SWT yang kasih hidayah, buat Nabi Muhammad ﷺ yang jadi role model sholat khusyuk, dan buat semua ulama yang udah bagi ilmu buat spa hati ini.


Semoga bermanfaat dan bisa jadi bahan renungan ya! Stay spiritual, guys! ✨