OJO KAKEAN, MENATA HATI BIAR NGGAK SAMPAH
Njenengan Itu Bukan Tempat Sampah" — Ngaji Al-A'raf 31 biar Hati Nggak Penuh Sampah Dunia
..............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
.................
Bismillahirahmanirrahim.
Selasa, 3 Nop. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Al Abror nyantri bareng Ust. H. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) :
.............
Al-A'raf · Ayat 31
۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ ٣١
yâ banî âdama khudzû zînatakum ‘inda kulli masjidiw wa kulû wasyrabû wa lâ tusrifû, innahû lâ yuḫibbul-musrifîn
Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.
............
1. Rahasia Hikmah (Intisari Makrifat, Maksud Hakekat, Tujuan Tarekah) dalam Tafsir Al-Ibriz (Kyai Bisri Mustofa)
Kyai Bisri Mustofa itu tipikal ulama yang njawani banget. Tafsir Al-Ibriz ditulis pakai bahasa Jawa ngoko, tujuannya biar umat awam nggak minder megang kitab suci. Pas nafsirkan ayat ini, intinya simpel: ojo kakean. Jangan berlebihan. Maksud hakekatnya bukan sekadar larangan makan banyak, tapi sinyal bahwa hati itu punya kapasitas terbatas. Kalau perut dipenuhi sampai sesak, ruang untuk mengingat Allah jadi sempit. Tujuan tarekahnya ya menjauhkan diri dari israf — bukan cuma soal porsi nasi, tapi soal cara kita memperlakukan diri sendiri sebagai hamba yang bakal dihisab.
2. Nasehat
Ayat Qur'an (tetap):
"Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan." (Al-A'raf: 31)
Hadis Shahih (tetap):
"Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Jika ia harus (melebihkan), maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafasnya." (HR. Tirmidzi no. 2380, Ibnu Majah no. 3349, shahih)
Hadis Qudsi (tetap):
"Wahai anak Adam, Aku tidak menciptakan perutmu untuk menjadi wadah yang paling besar. Cukuplah bagimu beberapa suapan untuk menegakkan tulang rusukmu." — Makna ini diriwayatkan dalam riwayat-riwayat tentang adab makan, bukan redaksi hadis qudsi yang masyhur secara sanad, tapi maknanya shahih dan sering dinukil ulama tasawuf.
3. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya
Dalam tasawuf, israf itu bukan cuma soal makanan. Israf adalah segala sesuatu yang njenengan konsumsi melebihi kebutuhan ruhani. Scroll medsos berjam-jam sampai lupa waktu shalat? Itu juga israf. Ngobrol ngalor-ngidul sampai ngosongin energi yang harusnya buat ibadah? Israf.
Muhasabah-nya gampang, nggak perlu ritual ribet:
Pertama, sebelum suapan pertama masuk mulut, tanya: "Ini aku butuh, atau aku cuma ikut nafsu?" Tiga detik doang. Kedua, setelah selesai makan, cek: "Tadi kenyangnya bikin malas ibadah, atau bikin semangat?" Kalau jawabannya malas, berarti porsinya salah. Ketiga, malam sebelum tidur, hitung: "Hari ini aku ngasih makan hati atau ngasih makan ego?"
Kata Imam Ahmad, hati nggak bakal lembut kalau perut selalu penuh. Bukan berarti nggak boleh makan enak. Boleh. Tapi ada batas antara nikmat dan berlebihan. Di situlah letak latihannya.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #AlAraf31 #TafsirAlIbriz #Muhasabah #JanganIsraf #HatiBersih #NgajiSantai
.............
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar:
Posting Komentar