Selasa, 03 November 2026

1772sul. SIFAT ALLAH NGGAK BERUBAH, HATI KITA YANG PERLU DIRAPIKAN

djoko ekasanu


SIFAT ALLAH NGGAK BERUBAH, HATI KITA YANG PERLU DIRAPIKAN

.............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

..................

Bismillahirahmanirrahim.

Selasa, 14 Okt. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Nurul Jannah nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis Kitab Sullamut Taufiq (karya Abdullah bin Husain bin Tohir bin Hasyim al-Alawi al-Hasani Al-Hadhromi  Al-Syafi'i):

.............

13 Sifat Wajib Bagi Allah.

Ketigabelas sifat itu adalah: sifat wujud, wahdaniyat (satu), azali (tidak berawal), baqa (abadi), tidak menyerupai yang lain, tidak butuh yang lain secara mutlak, qudrah, iradat, ilm, mendengar (tanpa telinga), melihat (tanpa mata), hidup (tanpa ruh), berbicara (tanpa huruf, suara dan bahasa).

Sifat uluhiyah (ketuhanan) tidak akan berubah dan bukanlah hal baru. Ia adalah sifat-sifat Allah yang tanpa permulaan, karena sifat azali tidak terjadi kecuali azali (tanpa awal). Tidak ada keserupaan antara sifat-sifat Allah dengan nama serupa dari sifat makhluk. Walaupun makna bahasanya antara nama sifat Allah dengan sifat makhluk memiliki kedekatan arti menurut akal dan pemahaman kita. Walaupun kita tahu bahwa sifat makhluk dan sifat Allah tidak ada kesamaan atau keserupaan sama sekali.
.............


1. Rahasia Hikmah

Sifat Allah itu azali, nggak ada awal dan nggak berubah. Dia nggak mirip dengan makhluk. Meskipun akal kita merasa ada kemiripan arti kata, hakikatnya beda banget. Nah, dalam tasawuf, ini ngajak aku sadar: jangan pernah sibuk ngukur Allah dengan takaran manusia. Fokusnya bukan memahami Allah sampai habis, tapi ngenal diri sendiri sampai sadar betapa kecil dan butuhnya aku. Makrifat sejati itu bukan nambah pengetahuan, tapi nambah tunduk. Hakekatnya: semakin kenal Allah, semakin rendah hati. Tujuan tarekahnya: bersihin hati dari rasa sombong dan sok tahu.

2. Nasehat

· Ayat Qur'an: "لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ" — "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat." (QS. Asy-Syura: 11)
· Hadis Shahih: Dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda: "إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ" — "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk dan harta kalian, tetapi melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim)
· Hadis Qudsi: "أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي" — "Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Muhasabah itu audite hati. Tiap malam, aku tanya: hari ini aku lebih tunduk atau lebih sok tahu? Caranya: (1) sebelum tidur, ingat satu nikmat dan satu kesalahan hari ini; (2) baca istighfar 3x sambil sadar maknanya; (3) nggak pernah nge-judge ibadah orang lain; (4) kalau hati mulai merasa "aku lebih paham", langsung sujud syukur, bukan bangga. Simple, tapi konsisten.

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #MenataHati #MendekatKepadaAllah #SifatAllah #SederhanaTapiKonsisten
......................
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar: