Kamis, 11 November 2010

Hambatan Seks Pasca Nifas

Hambatan Seks Pasca Nifas
Istri sudah pulih setelah melahirkan, namun mengapa ranjang Anda tidak sehangat dulu? Berbagai masalah hubungan intim pasca nifas, lebih efektif jika diatasi bersama

1. Kelelahan mengurus bayi. Terlihat dari: istri kelelahan (fatig) mengurus bayi, wajahnya lelah dan kuyu, sikapnya tidak antusias, penampilannya kurang terurus, emosinya mudah meledak dan selalu tidur lebih cepat.
Cara mengatasi:
  • Hindari mengawali pembicaraan pada istri dengan nada menuduh, mengejek atau protes. Mulai dengan empati dan pengertian. "
  • Bantu istri mengurus bayi. Anda pun akan ikut merasakan kelelahannya sehingga lebih berempati. Bila memang mendesak, usahakan pekerjakan pengasuh bayi untuk membantunya
  • Berhubungan seksual bukan penetrasi belaka, namun merupakan ekspresi cinta terdalam. Tunjukkan kasih sayang Anda misalnya dengan perhatian, pelukan, kata-kata cinta, hadiah-hadiah kecil, sehingga kelelahannya terhibur dan romantismenya tumbuh lagi.
2. Diam diam Anda merasa tersisih oleh bayi. Gejalanya: Anda sebal dan cemburu karena istri selalu ingin berada di dekat bayi dan bayi pun tidur di ranjang Anda. Istri berjam-jam menyusuinya, bermain dan bercakap-cakap, istri mengagumi sang bayi dan topik pembicaraanya soal bayi melulu. Ditambah pula bayi pun bahagia saat bersama ibunya dan rewel jika Anda yang mengendong.

Cara mengatasi:
  • Bicarakan dengan istri meski Anda harus perhatian, jangan lampiaskan dengan marah, mencari gara-gara atau menunjukkan "persaingan" dengan bayi.
  • Ikut terlibat mengurus bayi, agar Anda memahami mengapa istri begitu menyukainya
  • MInta bantuan orang ketiga untuk mengingatkan istri bahwa bukan hanya bayi baru yang perlu perhatian dan cinta, tapi suami pun membutuhkan atensinya.
3. Anda kehilangan minat karena trauma melihat proses persalinan. Gejalany: Bayangan vagina istri saat mengeluarkan bayi, mematikan hasrat Ada. Anda juga khawatir hubungan seksual akan menyakitinya.

Cara mengatasi:
  • Bicarakan pad aistri mengenai perasaan tersebut.
  • Untuk meyakinkan Anda tidak menyakitinya, tanyakan apakah ia kesakitan saat penetrasi, apakah pemanasan sudah cukup dan apakah posisi tertentu membuatnya tidak nyaman
  • Kosultasikan dengan ahli bila masalah ini berlarut-larut atau temui psikolog untuk mengatasi trauma Anda
4, Istri kesakitan saat berhubungan intim. Cara mengatasinya:
  • Pemanasan yang cukup
  • Memakai lubrikasi. Ini karena, trauma rasa nyeri saat bersalin dapat membuat istri cemas berlebihan. Rasa cemas menghambat pelumasan (lubrikasi). Akibatnya vagina kering, nyeri bahkan lecet akibat gesekan penis
  • Bila ada sebab lain, misalnya infeksi pada dinding vagina (vaginitis) dan mulut rahim (servicitis) maka penanganannya adalah dengan mengonsumsi obat dari dokter

Sindroma Ovarium Polikistik

Sindroma Ovarium Polikistik
Polycystic Ovarian Syndrome atau Sindroma Ovarium Polikistik (SPOK) merupakan salah satu penyebab infertilitas karena kegagalan proses ovulasi, keluarnya sel telur dari indung telur.

Penyebabnya belum diketahui pasti, namun berhubungan dengan hiperandrogen (tingginya hormon androgen) pada wanita sehingga timbul gejala seperti berkumis, betis dan lengan berambut, rambut di kuduk dan bagian perut. Selain itu, diketahui juga berkaitan dengan kelainan metabolik, yaitu adanya resistensi hormon insulin (kondisi di mana sensitivitas insulin menurun sehingga tidak mampu menurunkan kadar glukosa darah). Biasanya akibat kelebihan berat badan sehingga terjadi penumpukan lemak yang berujung pada resistensi insulin.

Peluang Anda hamil lagi sangat tergantung diagnosis dan penanganan SPOK. Penanganan memerlukan pemeriksaan menyeluruh agar dapat diberikan terapi yang tepat. Pada prinsipnya, penanganannya adalah dengan perangsangan ovulasi melalui obat, pemberian metformin untuk mengatasi resistensi insulin, dan melakukan perubahan gaya hidup pada pasien obesitas. Pada kasus berat, di mana sudah terdapat penebalan dinding ovarium, akan dilakukan tindakan bedah berupa ovarian drilling lewat laparoskopi (teknik bedah yang dilakukan dengan membuat 2-3 lubang kecil berdiameter 5-10 mm di sekitar perut pasien) untuk membantu terjadinya ovulasi.