Sabtu, 10 Januari 2026

907. Syahadat Tanpa Sholat: Iman di Bibir, Kosong di Amal?

 


sudah baca dua kalimat syahadat tetapi tidak sholat fardhu...?

.......


Syahadat Tanpa Sholat: Iman di Bibir, Kosong di Amal?

(Perspektif Tazkiyatun Nufūs – Penyucian Jiwa)

Penulis: M. Djoko Ekasanu

📰 Intisari Isi

Syahadat adalah pintu Islam, sementara sholat adalah tiangnya. Syahadat tanpa sholat bagaikan benih tanpa air: ada potensi hidup, tetapi terancam mati. Dalam perspektif tazkiyatun nufūs, meninggalkan sholat bukan sekadar dosa lahiriah, tetapi tanda jiwa yang kering dari dzikir, lemah muraqabah (merasa diawasi Allah), dan tertutup oleh dominasi dunia. Artikel ini mengajak muhasabah: membersihkan hati, menghidupkan kembali sholat, dan menjadikannya sumber kehidupan ruhani.

📖 Landasan Al-Qur’an dan Hadis

Al-Qur’an:

“Dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

“Celakalah orang-orang yang sholat, (yaitu) yang lalai dari sholatnya.” (QS. Al-Ma‘un: 4–5)

Hadis:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi)

“Amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah sholat.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

🔍 Analisis dan Argumentasi (Tazkiyatun Nufūs)

Syahadat adalah pengakuan tauhid. Sholat adalah bukti penghambaan. Dalam ilmu penyucian jiwa, amal lahir adalah cermin keadaan batin. Meninggalkan sholat menunjukkan:

Lemahnya ta‘zhim (pengagungan) kepada Allah.

Putusnya hubungan ruhani harian dengan Rabb.

Menguatnya nafsu dan ghaflah (kelalaian).

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa sholat adalah “mi‘rajnya orang beriman”; bila mi‘raj ditinggalkan, ruh kehilangan naiknya. Maka, syahadat tanpa sholat bukan Islam yang hidup, tetapi Islam yang sedang sekarat.

⚖️ Keutamaan & Hukuman

🌍 Di Dunia

Keutamaan sholat:

Hati tenang, hidup terarah, dijaga dari keji dan mungkar.

Akibat meninggalkan sholat:

Hati sempit, mudah gelisah, akhlak melemah, hidup kehilangan berkah.

⚰️ Di Alam Kubur

Orang yang menjaga sholat diterangi kuburnya.

Yang meremehkan sholat dikhawatirkan mendapat tekanan kubur dan kesempitan.

🌅 Di Hari Kiamat

Sholat menjadi hisab pertama.

Jika sholat rusak, rusaklah amal lainnya.

🔥/🌿 Di Akhirat

Sholat adalah sebab keselamatan dan dekat dengan surga.

Meninggalkannya termasuk dosa besar yang mengancam siksa, kecuali dengan taubat.

🌐 Relevansi Zaman Modern

Di era teknologi, komunikasi cepat, transportasi mudah, dan kedokteran maju, manusia justru semakin:

Sibuk, tergesa, terikat layar.

Banyak tahu, sedikit tunduk.

Sholat hadir sebagai rem ruhani di tengah kecepatan dunia. Ia menghentikan manusia lima kali sehari agar kembali sadar: “Aku hamba, bukan tuhan bagi waktuku.”

Tanpa sholat, teknologi mempercepat tubuh, tetapi mengosongkan jiwa.

🌱 Hikmah, Tujuan, dan Manfaat

Menjaga kesucian hati.

Menguatkan tauhid praktis.

Menjadikan hidup bermakna dan terarah.

Membersihkan dosa, menenangkan batin, dan menumbuhkan akhlak.

🪞 Motivasi, Muhasabah, dan Caranya

Pertanyaan muhasabah:

Jika Allah memanggil lima kali, mengapa aku menunda?

Jika kematian datang di waktu sholat, di mana posisiku?

Cara memulai kembali sholat:

Taubat jujur, walau belum sempurna.

Mulai dari satu waktu tepat waktu, lalu bertahap.

Jaga wudhu, karena ia pintu sholat.

Duduklah bersama orang yang sholat.

Mohon kepada Allah, bukan hanya bertekad.

🤲 Doa

“Ya Allah, hidupkanlah hatiku dengan sholat. Jadikan sholat sebagai penyejuk mataku, penghapus dosaku, dan jalan kembaliku kepada-Mu. Jangan Engkau wafatkan aku kecuali dalam keadaan mencintai sholat.”

🕯️ Nasehat Para Ulama & Tokoh

Hasan al-Bashri: “Sholat adalah timbangan iman.”

Rabi‘ah al-Adawiyah: “Aku menyembah Allah bukan karena surga atau neraka, tetapi karena cinta.”

Abu Yazid al-Bistami: “Aku mencari Allah, lalu aku dapati Dia dalam sholat.”

Junaid al-Baghdadi: “Jalan kami terikat dengan Al-Qur’an dan sholat.”

Al-Hallaj: “Sholat adalah rahasia pertemuan hamba dan Tuhan.”

Imam al-Ghazali: “Sholat tanpa khusyuk adalah tubuh tanpa ruh.”

Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Tegakkan sholat, niscaya Allah menegakkan hidupmu.”

Jalaluddin Rumi: “Setiap sujud adalah pintu pulang.”

Ibnu ‘Arabi: “Sholat adalah dialog wujud dengan Yang Maha Ada.”

Ahmad al-Tijani: “Siapa menjaga sholat, Allah jaga jalannya.”

Gus Baha: “Sholat itu bukan agar Allah butuh kita, tapi agar kita tidak hilang.”

Ustadz Adi Hidayat: “Syahadat harus dibuktikan dengan sholat.”

Buya Yahya: “Sholat adalah adab pertama seorang hamba.”

Ustadz Abdul Somad: “Kalau sholat saja ditinggal, apa yang mau dibanggakan?”

Buya Arrazy Hasyim: “Sholat menghidupkan kesadaran ruhani.”

📚 Daftar Pustaka Singkat

Al-Qur’an al-Karim

Shahih Bukhari & Muslim

Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad

Imam al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumiddin

Abdul Qadir al-Jailani, Futuh al-Ghaib

Junaid al-Baghdadi, Riwayat maqalat tasawuf

Jalaluddin Rumi, Mathnawi

🌺 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada Allah SWT yang menghidupkan hati dengan hidayah, kepada Rasulullah ﷺ sebagai teladan sholat, dan kepada para ulama yang mewariskan jalan penyucian jiwa.

.........

Syahadat Tanpa Sholat: Cuma Bilang “Iya”, Tapi Gak Ngikutin Aturan?


(Sudut Pandang Tazkiyatun Nufus – Spa buat Hati)


Penulis: M. Djoko Ekasanu


---


📱 Intisarinya Singkat


Syahadat itu kayak gateway masuk Islam. Sholat tuh main pillar-nya. Kalo cuma syahadat doang tanpa sholat, ibarat punya bibit tanaman, tapi gak pernah disiram. Bisa hidup? Mungkin aja sih, tapi lama-lama layu. Dari kacamata tazkiyatun nufus (spa jiwa gitu), ninggalin sholat itu gak cuma dosa di kulit aja. Itu tanda hati kita lagi kering, jarang ingat Allah (dzikir), rasa diawasi-Nya (muraqabah) tipis, dan kebanyakan mikirin dunia. Artikel ini ajak kita introspeksi: yuk, bersihin hati, hidupin lagi sholat, dan jadikan dia sumber tenaga buat jiwa kita.


---


📖 Dasar-Dasarnya (Tetap Pakai Bahasa Sumbernya ya)


Dari Al-Qur’an:


· “Dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)

· “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

· “Celakalah orang-orang yang sholat, (yaitu) yang lalai dari sholatnya.” (QS. Al-Ma‘un: 4–5)


Dari Hadis:


· “Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi)

· “Amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah sholat.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)


---


🔍 Analisis & Argumen (Versi Santai)


Syahadat itu ucapan “yes, I do” ke Allah. Sholat itu bukti dan aksi nyatanya. Dalam ilmu penyucian jiwa, amalan luar tuh cerminan kondisi dalam. Kalo sholat ditinggalin, itu artinya:


· Rasa hormat dan takjub (ta‘zhim) ke Allah lagi lemah.

· Connection spiritual harian sama Allah putus.

· Nafsu sama kelalaian (ghaflah) yang menguasai.


Kata Imam Al-Ghazali, sholat tuh kayak mi‘raj-nya orang beriman (naik ngobrol sama Allah). Kalo mi‘raj-nya ditinggal, ya jiwa kita gak pernah naik-level. Jadi, syahadat tanpa sholat itu ibarat punya akun Islam, tapi statusnya “inactive” atau “hampir expired”.


---


⚖️ Benefit & Consequences


🌍 Dampaknya di Dunia:


· Kalo rajin sholat: Hati lebih adem, hidup ada arahnya, terjaga dari yang nggak-nggak.

· Kalo males sholat: Hati sempit, gampang galau, akhlak bobrok, hidup serasa kurang berkah.


⚰️ Nanti di Alam Kubur:


· Yang jaga sholat, kuburnya terang.

· Yang anggap remeh, kuburnya bisa sempit dan gelap (naudzubillah).


🌅 Pas Hari Kiamat Nanti:


· Sholat jadi item pertama yang dihitung. Kalo ini rusak, amalan lain bisa ketarik rusak juga.


🔥/🌿 Di Akhirat:


· Sholat itu tiket utama buat selamat dan deket sama surga.

· Ninggalin sholat termasuk dosa gede yang ancamannya serius, kecuali kita bener-bener taubat.


---


🌐 Relevansi Buat Kita Zaman Now


Di era yang serba cepet, notifikasi berdering, kita malah makin:


· Busy banget, terburu-buru, ketergantungan sama layar.

· Banyak ilmu (dari Google), tapi sedikit ketundukan.


Nah, sholat itu kayak push notification atau alarm spiritual yang berentiin kita 5 kali sehari. Biar kita inget: “Eh, gue ini hamba, bukan bos bagi waktu gue sendiri.”


Tanpa sholat, teknologi bikin kita makin gesit secara fisik, tapi jiwa kita jadi kosong dan burnout.


---


🌱 Hikmah & Manfaatnya


· Buat refresh hati dan jiwa.

· Ngegaliin sense ketuhanan dalam aksi sehari-hari.

· Bikin hidup lebih bermakna dan terarah.

· Bisa cuci dosa, bikin adem, dan ngebentuk akhlak yang baik.


---


🪞 Self-Reflection & Tips Mulai Lagi


Pertanyaan buat introspeksi:


· “Kalo Allah mention kita 5 kali sehari, kenapa kita suka delay atau ignore?”

· “Kalo ajal dateng pas jam sholat, kita lagi ngapain?”


Tips buat restart sholat:


1. Taubat yang jujur. Gak usah nunggu sempurna dulu, yang penting niat move on.

2. Mulai pelan-pelan. Satu waktu yang bisa dijaga tepat waktu dulu, baru ditambah.

3. Jaga wudu. Wudu yang terjaga bikin akses sholat lebih gampang.

4. Hang out atau cari komunitas sama orang-orang yang rajin sholat.

5. Banyak minta tolong sama Allah. Jangan cuma ngandelin tekad sendiri.


---


🤲 Doa (Versi Santai tapi Khusyuk)


“Ya Allah, hidupin hati gue dengan sholat. Jadikan sholat itu penyegar mata gue, penghapus dosa gue, sama jalan pulang gue ke-Mu. Jangan panggil gue pulang kecuali dalam keadaan cinta banget sama sholat.”


---


🕯️ Kata-Kata Para Senior (Ulama & Tokoh)


· Hasan al-Bashri: “Sholat itu timbangan iman.”

· Rabi‘ah al-Adawiyah: “Aku nyembah Allah bukan demen surga atau takut neraka, tapi purely karena cinta.”

· Abu Yazid al-Bistami: “Aku nyari Allah, eh ketemu-Nya justru di dalam sholat.”

· Junaid al-Baghdadi: “Jalan kami itu terikat sama Al-Qur’an dan sholat.”

· Al-Hallaj: “Sholat itu secret meeting antara hamba dan Tuhannya.”

· Imam al-Ghazali: “Sholat tanpa khusyuk itu kayak badan tanpa nyawa.”

· Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Tegakkan sholat, niscaya Allah yang akan menegakkan hidup lo.”

· Jalaluddin Rumi: “Setiap sujud itu pintu buat pulang.”

· Ibnu ‘Arabi: “Sholat itu dialog antara kita yang ada, sama Yang Maha Ada.”

· Ahmad al-Tijani: “Siapa yang jaga sholat, Allah yang akan jaga jalan hidupnya.”

· Gus Baha: “Sholat itu bukan karena Allah butuh kita, tapi biar kita gak kehilangan diri.”

· Ustadz Adi Hidayat: “Syahadat harus dibuktikan pake sholat.”

· Buya Yahya: “Sholat itu etiket paling dasar seorang hamba.”

· Ustadz Abdul Somad: “Kalo sholat aja ditilep, mau bangga apalagi coba?”

· Buya Arrazy Hasyim: “Sholat itu power bank-nya kesadaran spiritual.”


---


📚 Sumber Bacaan (Kalo Mau Kulik Lebih Dalam)


· Al-Qur’an (Tentunya)

· Shahih Bukhari & Muslim

· Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad

· Imam al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumiddin

· Abdul Qadir al-Jailani, Futuh al-Ghaib

· Karya-karya tasawuf Junaid al-Baghdadi

· Jalaluddin Rumi, Mathnawi


---


🌺 Ucapan Terima Kasih


Big thanks buat Allah SWT yang kasih hidayah, buat Nabi Muhammad ﷺ yang jadi role model sholat khusyuk, dan buat semua ulama yang udah bagi ilmu buat spa hati ini.


Semoga bermanfaat dan bisa jadi bahan renungan ya! Stay spiritual, guys! ✨

Jumat, 09 Januari 2026

908nas. Sebelas Tanda Orang Bahagia: Jalan Sunyi Penyucian Jiwa di Tengah Dunia yang Riuh

 


Sebelas tanda orang yang bahagia, yaitu: pertama, senantiasa sederhana dalam urusan dunia dan senantiasa mencintai urusan akhirat, tidak terlalu berlebihan dan hanya secukupnya saja dalam hal duniawi, tidak meminta lebih dari sesuatu yang telah diberikan oleh Allah SWT. Orang tersebut lebih mencintai urusan akhirat dengan memperbanyak beribadah dan melakukan kebaikan dengan mengharap ridha dari Allah SWT, sehingga hatinya terasa tentram dan senang tanpa ada beban pikiran yang harus dikeluhkan. Kedua, keinginannya hanya untuk beribadah dan membaca Al-Qur’an. Beribadah dalam hal ini tidak hanya melaksanakan haqqullah saja seperti shalat, tapi juga melaksanakan hak kepada sesama, seperti tolong menolong. Ketiga, sedikit bicara dalam perkara yang tidak dibutuhkan. Secukupnya saja dalam berbicara, terkecuali jika memang pembicaraan itu sangat penting dan bermanfaat. Keempat, senantiasa menjaga shalat lima waktu. Karena shalat sendiri merupakan tiang agama. Orang yang terbiasa menjaga shalatnya, maka secara otomatis ia telah menjaga kewajibannya agar tetap terlaksana dan tidak tertinggal. Kelima, menjaga diri dari perkara yang haram dan perkara yang syubhat (belum jelas halal dan haramnya suatu perkara). Keenam, bergaul dengan orang-orang saleh. Dalam kesehariannya, ia senantiasa bergaul dengan orang-orang yang cenderung berbuat baik, sehingga dirinya pun menjadi terbiasa melakukan perbuatan baik. Ketujuh, bersikap tawadhu’ dan tidak sombong. Tidak sepatutnya manusia memiliki sifat sombong, karena semua yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah SWT, yang harus dijaga dan dipergunakan di jalan yang benar. Kedelapan, memiliki sifat dermawan. Senang memberi sedekah kepada orang lain. Kesembilan, penyayang kepada sesama makhluk ciptaan Allah SWT. Tidak mengganggu dan bahkan sampai menyiksa makhluk lain, justru selalu peduli dan melindungi makhluk tersebut. Kesepuluh, bermanfaat untuk semua makhluk. Tidak membuat banyak masalah di sekitar lingkungannya, justru membantu menyelesaikan masalah dengan cepat dan tanggap. Juga senang memberi bantuan kepada orang lain. Kesebelas, selalu ingat kematian. Ingat akan kematian bisa membuat seseorang rajin beribadah dan takut berbuat dosa, khawatir ketika sedang melakukan dosa tiba-tiba malaikat Izrail datang untuk mencabut nyawa.

.........

Sebelas Tanda Orang Bahagia: Jalan Sunyi Penyucian Jiwa di Tengah Dunia yang Riuh

(Perspektif Tazkiyatun Nufūs)

Intisari Isi

Kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta, luasnya relasi, atau tingginya jabatan, melainkan pada jiwa yang bersih, tunduk, dan tenang di hadapan Allah. Sebelas tanda orang bahagia—sederhana dalam dunia, cinta akhirat, gemar ibadah, sedikit bicara, menjaga shalat, wara’, bergaul dengan orang saleh, tawadhu’, dermawan, penuh kasih, bermanfaat, dan selalu ingat mati—adalah peta jalan tazkiyatun nufūs. Siapa yang menapakinya, ia sedang membangun surga di dalam hati sebelum memasuki surga yang sesungguhnya.

Landasan Al-Qur’an dan Hadis

Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”

(QS. Asy-Syams: 9–10)

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Pada hari ketika harta dan anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”

(QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah jadikan ia qana‘ah terhadap apa yang diberikan.”

(HR. Muslim)

“Orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.”

(HR. Tirmidzi)

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

(HR. Thabrani)

Analisis dan Argumentasi Tazkiyatun Nufūs

Sebelas tanda ini jika diperhatikan, tidak ada satu pun yang berorientasi pada pamer amal atau prestise sosial. Semuanya berputar pada pengelolaan hati:

Sederhana dan cinta akhirat → membersihkan jiwa dari ketergantungan dunia.

Gemar ibadah dan membaca Al-Qur’an → menyinari hati.

Sedikit bicara → mematikan penyakit riya’, ujub, dan ghibah.

Menjaga shalat → menegakkan hubungan ruhani.

Wara’ dari haram dan syubhat → menyucikan sumber kehidupan.

Bergaul dengan orang saleh → terapi lingkungan jiwa.

Tawadhu’ → mematahkan ego.

Dermawan dan penyayang → membersihkan cinta dunia dari hati.

Bermanfaat → tanda hidupnya ruh.

Ingat mati → pagar besar dari maksiat.

Dalam perspektif tazkiyah, kebahagiaan bukan perasaan, tetapi keadaan jiwa.

Keutamaan dan Hukuman

1. Di Dunia

Keutamaan:

Hati tenang, hidup ringan, doa mudah khusyuk, wajah bercahaya, hubungan sosial damai.

Hukuman bagi yang menentang:

Gelisah, iri, mudah marah, takut kehilangan, hidup terasa sempit walau kaya.

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)

2. Di Alam Kubur

Orang bahagia: kuburnya taman surga, dilapangkan, ditemani amal.

Orang lalai: kuburnya sempit, gelap, dihimpit, penuh penyesalan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kubur itu bisa menjadi taman surga atau lubang neraka.” (HR. Tirmidzi)

3. Di Hari Kiamat

Orang yang jiwanya bersih: wajah berseri, ringan hisab, dekat dengan Nabi ﷺ.

Orang yang jiwanya kotor: wajah gelap, berat hisab, penuh ketakutan.

“Pada hari itu ada wajah yang berseri-seri, dan ada wajah yang muram.” (QS. ‘Abasa: 38–40)

4. Di Akhirat

Keutamaan: surga, ridha Allah, memandang wajah-Nya.

Hukuman: penyesalan abadi, terhalang dari Allah, azab sesuai dosa.

Relevansi dengan Zaman Modern

Di era kecanggihan teknologi, komunikasi instan, transportasi cepat, dan kemajuan kedokteran:

Sedikit bicara relevan di tengah banjir opini dan media sosial.

Wara’ dan tawadhu’ menjadi benteng dari pamer amal digital.

Ingat mati menyeimbangkan dunia medis yang seolah menunda kematian.

Dermawan dan penyayang menjadi obat dari individualisme.

Cinta akhirat menolong manusia agar tidak diperbudak kecepatan dunia.

Teknologi mempercepat hidup, tetapi tazkiyatun nufūs menentukan arah hidup.

Hikmah, Tujuan, dan Manfaat

Hikmah:

Bahagia bukan hasil memiliki, tetapi hasil melepaskan.

Tujuan:

Membentuk manusia yang hidup di dunia, tetapi hatinya di akhirat.

Manfaat:

✔ Jiwa stabil

✔ Akhlak mulia

✔ Ibadah hidup

✔ Lingkungan damai

✔ Husnul khatimah

Motivasi dan Muhasabah (Cara Praktis)

Tanya diri setiap malam:

Apakah shalatku hari ini dijaga?

Apa amal akhiratku hari ini?

Siapa yang kubahagiakan hari ini?

Dosa apa yang harus kutaubati?

Jika malam ini mati, siapkah aku?

Latihan tazkiyah harian:

Shalat tepat waktu di awal.

Baca Al-Qur’an walau sedikit.

Tahan lisan dari yang tak perlu.

Sedekah harian walau kecil.

Duduk bersama orang saleh.

Ziarah kubur atau mengingat mati.

Doa

اللهم زكِّ نفوسنا تقواها، وطهِّر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، وألسنتنا من الكذب، وأعيننا من الخيانة.

“Ya Allah, sucikanlah jiwa kami dengan takwa, bersihkan hati kami dari nifaq, amal kami dari riya’, lisan kami dari dusta, dan mata kami dari khianat. Jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bahagia di dunia dan akhirat.”

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah menghadirkan tema yang sangat mulia ini. Semoga tulisan ini menjadi pengingat lembut bagi jiwa, bukan sekadar bacaan, tetapi panggilan pulang menuju Allah.

.........

Coba redaksi tersebut diatas dibuat versi bahasa gaul kekinian sopan santun santai.

(Untuk arti ayat qur'an, arti ayat hadisnya tetap tidak diganti bahasa gaul).