JANGAN SIBUK LIHAT DARAH ORANG, BERSIHKAN "DARAH" SENDIRI
...........
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
..........
Bismillahirahmanirrahim.
Senin, 2 Nop. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh isya'an dari pesantren Darut Ta'lim nyantri bareng Ust. H. M. Badruddin A.G. kupas tipis tipis kitab shahih Bukhari :
.............
HR. Al-Bukhari no. 320
Bab datangnya haid dan perginya.
Dari Aisyah: Fatimah binti Abi Hubaish biasa mengalami pendarahan di antara masa haid, maka dia bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hal itu. Beliau menjawab, "Pendarahan itu berasal dari pembuluh darah dan bukan haid. Maka tinggalkanlah shalat ketika haid datang dan ketika haid telah selesai, mandilah dan mulailah shalat."
.........
1. Rahasia Hikmah
Inti dari hadis ini bukan cuma soal fiqih wanita. Dalam pandangan tasawuf, "darah" yang terus mengalir itu seperti aib dan penyakit hati yang nggak berhenti keluar. Nabi ﷺ ngasih tahu: kalau itu bukan haid (bukan waktunya), jangan tinggal shalat. Artinya: jangan jadikan alasan untuk berhenti mendekat kepada Allah.
Makrifatnya: kadang kita merasa "kotor" karena dosa yang berulang, lalu malas ibadah. Padahal justru saat merasa kotor itu, kita wajib mandi dan shalat. Tujuan tarekatnya ya itu: terus balik ke Allah, bukan kabur dari-Nya.
2. Nasehat
Ayat Qur'an:
"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai." (QS. Al-Fajr: 27-28)
Hadis Shahih:
Dari Aisyah, Nabi ﷺ bersabda: "Itu hanyalah darah penyakit, bukan haid. Jika haid datang, tinggalkan shalat. Jika selesai, mandilah dan shalatlah." (HR. Tirmidzi, hasan shahih)
Hadis Qudsi:
"Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya." (HR. Bukhari)
3. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya
Tasawuf itu praktis. Kalau ada "darah" (aib) yang nggak berhenti, jangan sibuk ngurusin aib njenengan sendiri. Nabi ﷺ bilang: "Beruntunglah orang yang sibuk dengan aibnya sendiri daripada mengurusi aib orang lain." (HR. Ad-Dailami)
Caranya:
· Musyaratah: Tentukan target hari ini: "Aku nggak akan nyinyir soal orang lain."
· Muraqabah: Sadar Allah lihat. Kalau mau ngomongin aib orang, inget Allah ada.
· Muhasabah: Malam sebelum tidur, tanya: "Hari ini aku lebih sibuk bersihin hati sendiri atau ngurusin orang?"
· Mujahadah: Paksa diri shalat tepat waktu walau lagi males. Itu "mandi" batinnya.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #Muhasabah #BersihkanHati #JanganSibukAibOrang #KembaliKeAllah
..................
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar:
Posting Komentar