HATI YANG BUTA, HATI YANG SEMBUH: BELAJAR IKHLAS DARI PEMUDA YANG NGGAK MAU DIPUJI
...............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
...............
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Ranu, 19 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh Maghrib an dari Mushola Baitul Muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Karya Zainuddin Al-Malibari) :
.........
Bab : Murtad.
Dari Suhaib berkata: ‘Dalam kalangan masyarakat sebelummu ada seorang raja yang mempunyai ahli sihir, ketika usia ahli sihir itu telah lanjut maka dia berkata kepada raja: Sesungguhnya aku telah berusia lanjut. Oleh karena itu, hendaklah kamu mengutus untukku seorang anak muda yang akan kuajari ilmu sihir. Lalu sang raja mengutus anak muda padanya.
...Berita anak muda itu telah tersebar dimana-mana, akhirnya teman akrab raja mendengarnya, dia sendiri dalam keadaan buta. Lalu datang kepada sang pemuda dengan membawa beberapa hadiah, yang tak terhitung berapa jumlahnya, lalu berkata: ‘Hadiah itu untukmu bila kamu bisa menyembuhkan aku.’
Lalu sang pemuda itu berkata: ‘Sesungguhnya aku tidak bisa menyembuhkan siapapun, akan tetapi Allah swt lah yang menyembuhkannya.’ Apabila kamu mau beriman kepada Allah maka aku akan mendo’akanmu kepada-Nya dan Dia akan menyembuhkan penyakitmu, lalu dia beriman kepada Allah swt, lalu disembuhkan penyakitnya oleh Allah swt...
.............
1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)
Kisah ini ngajarin aku satu hal: kadang yang buta bukan matanya, tapi hatinya. Ada orang yang matanya sehat, tapi nggak bisa lihat kebenaran. Ada yang matanya buta, tapi hatinya justru terang benderang. Sang pemuda dalam kisah ini nggak mau mengambil pujian. Dia nggak bilang "aku yang nyembuhin njenengan", tapi dia arahkan semuanya kepada Allah. Itu intinya: kita ini cuma perantara, bukan penyembuh. Tujuan hidup bukan jadi terkenal atau dielu-elukan, tapi jadi jembatan yang mengantar orang kembali kepada Allah.
2. Nasehat
Al-Qur'an: "Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara: 80)
Hadis shahih: "Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia juga menurunkan obatnya." (HR. Bukhari)
Hadis Qudsi: "Aku adalah sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku." (HR. Bukhari & Muslim)
3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya
Zaman sekarang, semua orang pengen viral. Pengen diakui. Pengen jadi pahlawan. Tapi sang pemuda ini ngajarin aku: kalau njenengan beneran bantu orang, jangan cari panggung. Biar Allah yang promosi. Tarekahnya simpel: lakukan kebaikan, lalu lupakan. Jangan simpan di story, jangan pajang di feed. Kalau orang berterima kasih, arahkan ke Allah. Itu baru namanya ikhlas.
4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya
Dalam tasawuf, ini namanya tazkiyatun nufus: bersihin hati dari riya', ujub, dan cinta pujian. Muhasabah-nya: coba tanya diri sendiri, "Kalau aku bantu orang, aku pengen diakui nggak? Kalau nggak ada yang lihat, aku masih bantu nggak?" Kalau jawabannya ragu, berarti hati masih buta. Cara latihannya: setiap kali mau bantu, niatkan karena Allah. Setelah bantu, jangan cerita ke siapa-siapa. Cukup Allah yang tahu.
5. Doa
Ya Allah, sembuhkan hati kami yang buta ini. Jangan biarkan kami cari pujian manusia. Jadikan kami perantara kebaikan, tapi jangan biarkan kami lupa bahwa Engkaulah yang menyembuhkan, Engkaulah yang memberi. Aamiin.
6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf
Terima kasih buat semua yang pernah jadi perantara kebaikan dalam hidupku. Maaf kalau aku pernah lupa bahwa semua ini dari Allah. Maaf kalau pernah riya' tanpa sadar.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #MenataHati #Muhasabah #Ikhlas #Tasawuf #RenunganHati #HatiYangSembuh #JanganCariPanggung #AllahYangMenyembuhkan #SelfReminder
..........
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
Tidak ada komentar:
Posting Komentar