Kamis, 01 Oktober 2026

1628irs. KETIKA HATI MEMILIH CINTA-NYA DI TENGAH BADAI COBAAN

 


KETIKA HATI MEMILIH CINTA-NYA DI TENGAH BADAI COBAAN

...............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Jumat, 1 Okt. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh Maghrib an dari Mushola Baitul Muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Karya Zainuddin Al-Malibari) :

.........  

Bab : Murtad.

Dari Suhaib berkata: ‘Dalam kalangan masyarakat sebelummu ada seorang raja yang mempunyai ahli sihir, ketika usia ahli sihir itu telah lanjut maka dia berkata kepada raja: Sesungguhnya aku telah berusia lanjut. Oleh karena itu, hendaklah kamu mengutus untukku seorang anak muda yang akan kuajari ilmu sihir. Lalu sang raja mengutus anak muda padanya.

Ketepatan jalan antara rumah anak muda dan ahli sihir itu ada seorang pendeta, dimana anak muda itu apabila pergi ke tukang sihir, berhenti dahulu di rumah pendeta, dan duduk di sana untuk mendengarkan perkataan atau nasehat daripadanya. Jadi anak muda itu apabila datang kepada ahli sihir maka duduk terlebih dahulu untuk mendengarkan nasehat dari pendeta.

Akhirnya bila datang kepada ahli sihir, maka anak muda itu dipukul, karena keterlambatannya. Lalu anak muda itu mengadukan tindakan sedemikian kepada sang pendeta, lalu sang pendeta berkata: “Apabila kamu datang kepada sang penyihir dengan terlambat dan kamu takut kepadanya maka katakan:

Aku terlambat lantaran urusan keluargaku. Apabila kamu takut kepada keluargamu, lantaran terlambat, maka katakan kepada mereka aku terlambat lantaran mendengarkan ajaran tukang sihir yang terlalu lama.’

Pada suatu hari ada binatang besar yang menghalangi orang-orang yang berjalan, sehingga mereka berhenti di tempat, tidak bisa meneruskan perjalanan, lalu anak muda itu berkata: Pada hari ini aku akan mengetahui apakah ilmu seorang tukang sihir yang lebih utama ataukah ilmu sang pendeta, lalu sang pemuda mengambil batu lalu berdo’a:

‘Ya Allah apabila sang pendeta lebih kamu sukai daripada tukang sihir maka bunuhlah binatang besar itu, sehingga orang-orang berjalan. Lalu sang pemuda itu melemparnya, sehingga binatang tersebut mati dan orang-orang bisa kembali lewat seperti biasa.

Lalu pemuda itu datang kepada pendeta dan memberitahu apa yang terjadi tadi, lalu Pendeta itu berkata: ‘Wahai anakku, engkau pada hari ini lebih baik daripada aku. Sungguh aku melihatmu mempunyai kehebatan dan sesungguhnya engkau akan menerima cobaan. Apabila kamu dicoba, maka kamu jangan beritahukan aku.’ Lama kelamaan pemuda itu bisa menyembuhkan penyakit kusta dan buta dan lain-lain...

............

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Sahabat, kisah Suhaib ini bukan sekadar cerita zaman dulu, tapi cermin buat hati kita hari ini. Intinya? Hidayah itu bukan warisan, tapi pilihan. Anak muda itu belajar sihir, tapi hatinya tertarik pada cahaya pendeta. Kenapa? Karena hati yang bersih selalu rindu pada kebenaran.

Maksudnya, Allah menuntun siapa yang hatinya terbuka. Tujuannya, supaya kita sadar: ilmu tanpa hati yang bersih itu kosong, tapi hati yang terhubung dengan Allah itu luar biasa.

---

2. Nasehat

Al-Qur'an:

يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ

"Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki." (QS. An-Nur: 35)

Hadis Shahih:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)

Hadis Qudsi:

مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا

"Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta." (HR. Bukhari)

---

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Makrifatnya: Kenal Allah bukan lewat teori, tapi lewat pengalaman hati. Anak muda itu buktikan sendiri — doanya dikabulkan, bukan karena ilmu sihir, tapi karena kedekatan hatinya dengan Allah.

Hakekatnya: Semua kekuatan, kesembuhan, keajaiban — itu semua dari Allah. Kita cuma wasilah.

Tarekahnya di zaman viral ini: Di era scroll TikTok sampai lupa waktu, kita diajari satu hal — istiqamah. Anak muda itu konsisten belajar, konsisten mendengar nasehat. Njenengan dan aku juga perlu punya "pendeta" dalam hidup: guru, mentor, atau majelis ilmu yang menyejukkan hati. Bukan cuma konten receh yang bikin hati kosong.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, ini namanya tazkiyatun nufus — membersihkan jiwa dari sifat tercela, mengisi dengan sifat terpuji.

Muhasabah malam ini:

· Sudahkah aku mendengar nasehat hari ini, atau cuma dengar suara ego sendiri?

· Apa yang aku kejar hari ini: validasi orang, atau ridha Allah?

· Kalau aku dicoba seperti anak muda itu, apakah imanku kuat atau goyah?

Caranya:

1. Kurangi konsumsi hal yang bikin hati keras

2. Perbanyak istighfar dan shalawat

3. Cari teman yang mengingatkan pada Allah

4. Jaga shalat, karena itu pintu komunikasi dengan-Nya

---

5. Doa

Ya Allah, jadikan hati ini seperti hati anak muda itu — yang mengenal-Mu bukan dari kata orang, tapi dari cahaya yang Engkau titipkan dalam hatinya. Kuatkan aku saat diuji, lembutkan aku saat dinasehati, dan jadikan akhir hidupku husnul khatimah. Aamiin.

---

6. Ucapan Terimakasih dan Ma'af

Terimakasih untuk njenengan yang sudah membaca sampai selesai. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, semua ini murni untuk kebaikan bersama. Semoga Allah mengampuni kekurangan kita semua.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#RenunganHati #TazkiyatunNufus #Muhasabah #Tasawuf #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #Istiqamah #HatiYangBersih #CintaAllah #HijrahDiri


..........

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—



Tidak ada komentar: