Sabtu, 22 Maret 2025

159sye. Tafakur

 Syekh Abdul Qodir Jaelani dan Ibnu Atha'illah As-Sakandari banyak memberikan nasihat tentang tafakur (merenung atau berpikir mendalam) dalam perjalanan menuju Allah. Berikut beberapa nasihat mereka:

1. Syekh Abdul Qodir Jaelani tentang Tafakur

Dalam kitab-kitabnya, terutama Al-Fath ar-Rabbani dan Jala' al-Khawathir, beliau menekankan bahwa tafakur adalah kunci untuk mengenal Allah dan membersihkan hati. Beberapa nasihat beliau:

  • Tafakur membawa seseorang kepada ma'rifatullah (pengenalan kepada Allah)
    "Tafakurmu dalam urusan dunia akan mengeraskan hatimu, tetapi tafakurmu dalam urusan akhirat akan melembutkannya. Maka renungkanlah kebesaran Allah dan nikmat-Nya agar hatimu hidup dengan cahaya-Nya."

  • Tafakur harus diiringi dengan kesungguhan dalam ibadah
    "Seorang yang hanya bertafakur tanpa amal bagaikan orang yang ingin memanah tetapi tidak memiliki busur dan anak panah. Tafakur tanpa ibadah adalah kesia-siaan."

  • Tafakur tentang dunia bisa menipu, tetapi tafakur tentang akhirat akan menyelamatkan
    "Siapa yang bertafakur tentang dunia, maka ia akan diperdaya oleh keindahannya. Siapa yang bertafakur tentang akhirat, maka ia akan melihat betapa kecilnya dunia."

2. Ibnu Atha'illah As-Sakandari tentang Tafakur

Ibnu Atha’illah dalam Al-Hikam juga banyak membahas tentang tafakur sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Beberapa hikmah beliau:

  • Tafakur adalah jalan menuju hikmah
    "Satu saat tafakur yang benar lebih baik daripada ibadah setahun tanpa tafakur."
    (Karena tafakur yang benar akan melahirkan ilmu, keikhlasan, dan amal yang lebih berkualitas.)

  • Tafakur tentang nikmat Allah akan menambah syukur
    "Siapa yang tidak melihat nikmat, ia tidak akan bersyukur. Dan siapa yang tidak bertafakur tentang keagungan Allah, hatinya akan kosong dari cahaya ma’rifat."

  • Tafakur harus membawa kepada ketawakkalan
    "Jika engkau bertafakur tentang ciptaan Allah, jangan hanya berhenti pada keindahan dunia, tetapi lihatlah kebijaksanaan-Nya agar hatimu penuh dengan tawakal."

Kedua ulama besar ini mengajarkan bahwa tafakur bukan sekadar berpikir, tetapi harus membawa kepada kesadaran, amal, dan ketakwaan kepada Allah. Tafakur yang benar akan mengantarkan seseorang kepada makrifatullah dan menjadikannya hamba yang lebih bersyukur serta lebih dekat kepada-Nya.

1112. Baca qur'an dan saksinya

 Bukti bahwa ketika seseorang membaca ayat Al-Qur’an, Allah memerintahkan penduduk langit untuk bersaksi bisa ditemukan dalam hadis-hadis Nabi ﷺ yang menunjukkan bahwa para malaikat menyaksikan, mencatat, dan bahkan mendoakan orang-orang yang membaca atau mengamalkan Al-Qur’an. Berikut beberapa dalil yang menunjukkan hal tersebut:

1. Hadis tentang Malaikat yang Mencatat dan Bersaksi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, mereka membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan saling mempelajarinya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya."
(HR. Muslim No. 2699)

Kesimpulan: Hadis ini menunjukkan bahwa ketika seseorang membaca atau mengkaji Al-Qur’an, Allah memerintahkan malaikat untuk hadir dan bersaksi atas amal tersebut.

2. Hadis tentang Malaikat yang Menyertai Pembaca Al-Qur’an

Dari Usayd bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
"Ketika aku membaca Surah Al-Baqarah di malam hari, dan kudapati kudaku berlari ketakutan. Lalu aku berhenti membaca, dan kudaku pun tenang. Aku kembali membaca, dan kudaku kembali berontak. Aku berhenti, dan kudaku kembali tenang. Hal itu terjadi beberapa kali hingga aku melihat sesuatu seperti awan di langit yang penuh dengan cahaya. Keesokan harinya aku menceritakannya kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda:

"Itulah para malaikat yang turun mendengarkan bacaanmu. Seandainya engkau terus membaca, niscaya orang-orang bisa melihat mereka di pagi hari."
(HR. Bukhari No. 5018, Muslim No. 796)

Kesimpulan: Hadis ini menunjukkan bahwa ketika seseorang membaca Al-Qur’an, Allah mengutus malaikat untuk turun dan bersaksi atas bacaan tersebut.

3. Hadis tentang Malaikat yang Menghafal Ayat dan Naik ke Langit

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya."
(HR. Muslim No. 804)

Dalam beberapa riwayat lain, disebutkan bahwa ketika seorang Muslim membaca Al-Qur’an, ayat-ayat tersebut naik ke langit, dan malaikat membawa bacaan tersebut sebagai saksi di hadapan Allah.


Kesimpulan Umum

Dari dalil-dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa ketika seseorang membaca ayat-ayat Al-Qur’an:

  1. Malaikat hadir dan bersaksi atas bacaan tersebut.
  2. Allah menyebut nama orang yang membaca Al-Qur’an di hadapan para malaikat-Nya.
  3. Malaikat mencatat, membawa bacaan itu ke langit, dan bersaksi atas amalan tersebut di hadapan Allah.

Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan Al-Qur’an dan bagaimana Allah memerintahkan penduduk langit (malaikat) untuk menjadi saksi atas orang-orang yang membaca dan mengamalkan firman-Nya.