Kamis, 10 Oktober 2013

bahaya pornography

BUKU: BAHAYA PORNOGRAFI MENURUT ISLAM


BAB 1: PENDAHULUAN

Pornografi adalah racun halus yang menghancurkan fitrah manusia. Ia merusak akal, hati, dan ruhani seseorang secara perlahan namun pasti. Dalam Islam, menjaga pandangan adalah perintah langsung dari Allah dan Rasul-Nya.


BAB 2: DASAR AL-QUR'AN TENTANG LARANGAN PORNOGRAFI

1. Surah An-Nur ayat 30-31

Arab:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Latin:

Qul lil-mu'minīna yaghuddū min abṣārihim wa yaḥfaẓū furūjahum, dhālika azkā lahum, inna Allāha khabīrun bimā yaṣna‘ūn.

Artinya: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’”

Tafsir & Penjelasan: Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini adalah bentuk penjagaan terhadap kehormatan dan kesucian jiwa. Pandangan yang liar akan menjerumuskan ke dalam maksiat yang lebih besar.


BAB 3: HADIS-HADIS TENTANG LARANGAN MELIHAT YANG HARAM

  1. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah Iblis. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya karena Allah, maka Allah akan memberikan manisnya iman di hatinya.” (HR. Al-Hakim)

  1. Dalam hadis lain:

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi anak Adam bagiannya dari zina… dan mata zinanya adalah melihat…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan: Zina mata adalah awal dari segala kehancuran moral. Pornografi mengandung seluruh bentuk zina mata, telinga, bahkan imajinasi.


BAB 4: HAKEKAT PORNOGRAFI DALAM TINJAUAN TASAWUF

  • Pornografi mematikan rasa malu. Rasa malu adalah bagian dari iman.
  • Pornografi menanam benih dosa kecil yang tumbuh menjadi besar.
  • Hati menjadi keras dan jiwa menjadi gelisah.

BAB 5: NASEHAT ULAMA SUFI

  1. Hasan al-Bashri: "Jangan kamu buka satu pintu maksiat, karena kau tidak tahu seberapa jauh angin dosa akan membawamu."

  2. Rabi‘ah al-Adawiyah: "Siapa yang matanya sibuk memandangi makhluk, maka hatinya akan buta memandang Sang Pencipta."

  3. Abu Yazid al-Bistami: "Hawa nafsu yang dilepaskan tak akan pernah puas kecuali menenggelamkan dirimu ke dalam lautan kehinaan."

  4. Junaid al-Baghdadi: "Orang yang menjaga pandangannya adalah orang yang sedang berperang melawan setan dalam dirinya."

  5. Al-Hallaj: "Siapa yang tenggelam dalam keindahan dunia, akan buta terhadap keindahan cinta Ilahi."

  6. Imam al-Ghazali: "Pandangan yang haram adalah awal dari kehancuran jiwa. Bersihkan mata, maka hati akan tercerahkan."

  7. Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Setiap pandangan yang tidak dijaga adalah langkah menjauh dari Allah. Maka tundukkan mata, dan Allah akan angkat derajatmu."

  8. Jalaluddin Rumi: "Cinta yang murni tak lahir dari mata yang kotor. Jaga matamu, maka cinta ilahimu akan hidup."

  9. Ibnu 'Arabi: "Setiap makhluk yang kau lihat dengan nafsu, akan menghalangi cahaya makrifat dalam jiwamu."

  10. Ahmad al-Tijani: "Zikir tanpa penjagaan diri dari pandangan haram adalah seperti menyalakan pelita di tengah badai."


BAB 6: RELEVANSI DI ZAMAN SEKARANG

  • Akses pornografi kini sangat mudah: lewat HP, media sosial, film, bahkan iklan.
  • Dampaknya nyata: kecanduan, kerusakan mental, kehilangan fokus belajar/kerja, rusaknya rumah tangga, meningkatnya kekerasan seksual.
  • Masyarakat perlu sadar bahwa ini bukan sekadar dosa pribadi, tapi wabah sosial yang menghancurkan generasi.

BAB 7: MUHASABAH DIRI

  1. Sudahkah aku menjaga pandanganku hari ini?
  2. Apa yang membuatku lebih memilih menonton sesuatu yang Allah benci daripada mengingat-Nya?
  3. Bagaimana keadaan hatiku setelah melihat hal yang haram? Tenang atau gelisah?
  4. Apakah aku lebih malu kepada manusia daripada kepada Allah?
  5. Apa yang akan kukatakan kepada Allah jika nyawaku dicabut saat sedang bermaksiat dengan mata?

Doa Muhasabah:

"Ya Allah, sucikan mataku dari pandangan haram, bersihkan hatiku dari niat buruk, dan kuatkan langkahku untuk senantiasa dekat kepada-Mu. Jangan Kau cabut nyawaku dalam keadaan bermaksiat, tapi dalam keadaan bertaubat. Aamiin.”


Penutup:

Menjaga pandangan adalah bagian dari menjaga hati. Hati yang jernih adalah kendaraan menuju cahaya Allah. Pornografi adalah musuh dalam selimut yang harus diwaspadai dan dilawan. Semoga Allah menjaga kita dan keturunan kita dari fitnah ini.


M. Djoko Ekasanu Penggiat Dakwah & Penjaga Hati

Buku berjudul “Bahaya Pornografi Menurut Islam” sudah saya buat, lengkap dengan:

  • Ayat Al-Qur'an (Arab, Latin, arti, dan tafsirnya)
  • Hadis-hadis terkait
  • Penjelasan hakekat bahaya pornografi dalam perspektif tasawuf
  • Nasihat dari 10 tokoh sufi besar
  • Relevansi dengan keadaan zaman sekarang
  • Panduan muhasabah diri

Silakan jika ingin menambahkan bab lanjutan, desain sampul, versi bahasa ringan, atau versi cetak—saya siap bantu.

Kamis, 16 Juni 2011

Biomedical Treatment: Makanan Sebagai Obat

Ilustrator: Poegoeh

Walau namanya terdengar asing, ilmu ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Bahkan bapak kedokteran, Hipocrates, pernah mengatakan,"Let the food becomes your drug or medicine, not your drug as your food." Terjemahan bebasnya, dengan melakukan diet terutama pada jenis-jenis makanan yang dianggap sebagai penyebab kuat reaksi alergi, gangguan kesehatan yang dialami seseorang dapat diatasi.

Yang menjadi sasaran biomedical treatment (BT) adalah kandungan molekul-molekul atau sel-sel tubuh manusia. Dalam ilmu kedokteran sekalipun, pelajaran tentang molekul-molekul sel (orthomolekular) yang menjadi ilmu dalam BT merupakan pengetahuan dasar yang harus diketahui para dokter. Dengan demikian, seperti kata dr. Rina Adeline., Sp.MK., MKes ., dari RS MH Thamrin Internasional, BT bukanlah sebuah pengobatan alternatif tetapi pengobatan molekular.

Teorinya, jika inti sel manusia ada dalam keadaan optimal maka kondisi kesehatan pun akan selalu terjaga. "Dari sisi mikrobiologi sendiri yang diperbaiki melalui biomedical treatment adalah masalah-masalah di usus. Bagaimana memperbaiki keadaan bakteri, jamur, atau common cell yang ada di usus supaya tetap seimbang. Harapannya, jika kondisi usus baik maka kemampuan pencernaan untuk dapat menyerap zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh pun akan lancar," ujar ahli mikrobiologi klinis yang pernah belajar biological treatment di Life Biologic Unit, University of New Castle, Sydney.

Juga bisa dikatakan BT adalah pengobatan dari dalam diri dengan cara mengatur asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dan mengembalikan komponen-komponen nutrisi yang kurang atau yang tidak ada agar kembali ada. Hanya perlu diketahui, kata Rina, BT bukanlah merupakan pilihan para klinisi seperti dokter. Namun, metode ini dapat menjadi pilihan orang tua jika tidak ingin anak-anaknya terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan kimia.

KASUS YANG DAPAT DITANGANI

Menurut Rina, BT dapat mengatasi gangguan-gangguan sebagai berikut:

** gangguan metabolik:

- keluhan susah buang air

- perut kembung

- sariawan yang terjadi terus menerus.

** autisma

** hiperaktivitas

** telat bicara

** kesulitan belajar

** pola makan yang terganggu:

- overweight

- hiperkolesterol

** penuaan dini

** sindrom kelelahan kronik

** batuk

** pilek

** asma

Setiap kasus atau keluhan tentu saja membutuhkan penanganan yang berbeda. Misalnya, komponen biologis yang diperlukan untuk menangani anti-aging berbeda dari yang digunakan untuk mengatasi sindrom kelelahan kronik dan lainnya. Juga, walau banyak keluhan yang dapat ditangani dengan BT, hanya gangguan metabolik yang dapat ditangani langsung. Keluhan lainnya memerlukan diagnosa pasti dari ahli yang terkait. Dari diagnosa yang ada barulah BT dapat menindaklanjuti kasus yang ada. Tentunya, penanganan pada setiap individu pun berbeda.

DIET BERJANGKA

Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Jurusan Mikrobiologi Bagian Virologi ini, ada 5 jenis makanan yang dianggap sebagai pengganggu kesehatan jika dikonsumsi berlebih, yakni susu sapi, tepung terigu, kacang kedelai, kacang tanah, dan jagung. Oleh karena itulah, jenis-jenis makanan tersebut harus dikurangi sedikit demi sedikit dari konsumsi pasien dengan diet bertahap. "Misalnya, dalam sebulan pertama anak diharapkan bersih dari susu sapi. Selanjutnya bersih dari tepung terigu, dan lainnya. Lama diet yang dibutuhkan sekitar 2-3 bulan untuk tahap pertama. Namun total lamanya adalah 2 tahunan."

Setelah menjalani diet, langkah selanjutnya adalah rotasi makanan, yaitu memberi kesempatan kepada anak untuk mengenal jenis-jenis makanan lain. Tujuannya mengurangi terbentuknya alergi karena pemberian satu jenis makanan yang terus-menerus. Langkah ketiga adalah variasi makanan. Pada tahap ini akan dilakukan perhitungan kebutuhan kalori dan jenis komponen makanan yang dapat dikonsumsi. Untuk menunjang hal ini, pasien disarankan berkonsultasi pada ahli nutrisi yang akan membantu mengontrol kebutuhan nutrisi anak selama diet berlangsung sehingga tidak sampai terjadi malnutrisi.

PEMBERIAN SUPLEMENTASI

Selama menjalani diet, anak akan memperoleh suplemen dasar dan suplemen tambahan. Pemberian suplemen ini dibutuhkan untuk menunjang tujuan BT yaitu memperbaiki dan menghembalikan komponen-komponen nutrisi di dalam tubuh yang hilang. Itulah mengapa pemberian suplemen dalam BT diistilahkan dengan building block.

Suplemen dasar yang diberikan terdiri atas 5 komponen , yaitu seng, magnesium, vitamin B 6, vitamin C dan E, serta enzim. Mineral seng diberikan untuk meningkatkan inti dari semua enzim yang ada dalam tubuh sehingga enzim pencernaan pun dapat bekerja dengan baik. Seng juga merupakan komponen boosting immune / atau komponen yang dapat mempertinggi daya tahan tubuh.

Untuk suplemen tambahan, pemberiannya dilakukan sesuai kasus. Pada anak dengan spektrum autis, karena harus menjalani diet susu sapi maka diberikan suplementasi kalsium sebagai pengganti. Sedangkan anak dengan kesulitan belajar biasanya diberikan suplemen vitamin B 6 atau B 12 untuk meningkatkan nafsu makan ditambah EFA, DHA, Omega 3, dan fatty acid untuk meningkatkan daya tangkap dan konsentrasi, serta memicu kemampuan verbal anak. Untuk anak sulit makan akan diberikan vitamin B kompleks.

Rina menekankan, pemberian suplementasi dasar tak boleh dihentikan selama diet berlangsung. Pasalnya, anak sedang mengalami gangguan metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat sehingga perlu bantuan enzim untuk memecah zat-zat tersebut.

Saat diet berlangsung, daya tahan tubuh anak juga menurun. Untuk mengatasinya akan dilakukan pemberian magnesium yang menunjang ketersediaan energi dalam metabolisme tubuh. Manfaat lainnya adalah sebagai efek penenang bagi anak yang mengalami gangguan hiperaktivitas.

Efek pemberian komponen suplementasi memang tidak langsung tampak. Pada kasus anak sulit makan, misalnya, meningkatnya nafsu makan mungkin baru terlihat setelah 1-2 minggu.

Yang juga perlu diperhatikan, pemberian suplementasi ini harus melalui pengawasan ahli gizi. "Setidaknya pasien perlu berkonsultasi sebulan dua kali untuk melihat nutrisinya. Buatlah food diary untuk mencatat makanan apa yang bila dikonsumsi anak dapat memicu perilaku 'aneh', mengganggu konsentrasi dan tidur, serta lainnya. Semua ini harus dilaporkan kepada ahli gizi."

Rina menambahkan, sikap bijak atau mengikuti kaidah yang ditentukan sangatlah diperlukan selama penggunaan suplemen dalam BT, karena tetap saja suplemen tersebut merupakan bahan kimia. "Misalnya, pemberian kalsium dengan dosis tertentu harus pula dibarengi dengan konsumsi minum yang banyak. Kalau tidak, maka absorpsi air dalam tubuh akan terganggu dan terbentuklah batu."

Untuk melihat ada tidaknya efek samping, maka setiap 4 bulan sekali dapat dilakukan pemeriksaan fungsi hati dan ginjal. Tapi tak perlu khawatir, efek samping hanya terjadi jika kita lalai menuruti kaidah yang sudah ditetapkan. Dengan pengawasan ahli, kekhawatiran tersebut bisa ditepiskan. Lagi pula, setelah dilakukan pemberian suplementasi dasar selama 3 bulan biasanya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk skrining. Gunanya untuk mendeteksi penyebab suatu kelainan.

Rina mencontohkan, ada berbagai penyebab gangguan autisme yaitu faktor lingkungan seperti polusi udara, infeksi oleh virus, bakteri, dan jamur, atau karena alergi bawaan yang menyebabkan pasien bereaksi negatif terhadap makanan tertentu.

Dalam kasus autisme ada 4 sampel yang akan diperiksa; feses, rambut, darah, dan urin. Pemeriksaan feses dibutuhkan untuk melihat bagaimana peningkatan jamur atau bakteri. Laboratorium di dalam negeri biasanya sudah sanggup melakukannya dengan hasil yang dapat diperoleh dalam 2 minggu. Untuk status komponen nutrisi, skrining dilakukan dengan melihat kondisi darah dan rambut. Sedangkan status metabolik akan terlihat dari kondisi urin organik.

Jika hasil skrining menyatakan bahwa tubuh anak positif menyimpan heavymetal toxicity (berbagai logam berbahaya yang bisa berasal dari timbal, merkuri atau lainnya) maka akan dilakukan penanganan untuk membuangnya. Caranya, dengan meningkatkan kemampuan tubuh anak dalam hal ini mitokondria atau sel molekulnya untuk membentuk antioksidan sendiri. Antioksidan diperlukan untuk membuang radikal bebas dari logam berbahaya.

KEMAJUAN SIGNIFIKAN

Sekitar 60 persen kasus-kasus hiperaktivitas yang ditangani dengan BT terbukti mengalami kemajuan secara signifikan, terutama dalam hal pemahaman. "Pemberian vitamin B 6 sangat membantu meningkatkan kemampuan pemahaman anak. Anak jadi lebih mengerti dan paham apa yang dimaksud oleh orang tuanya, misalnya untuk tidak buang air sembarangan. Hiperaktivitas anak pun menurun," jelas Rina .

Kasus mengepak-ngepakkan tangan dan jalan jinjit yang dialami anak dengan gangguan autisme pun dapat diperbaiki. Menurut Rina adanya infeksi bakteri, jamur atau kelebihan amoniak mengakibatkan anak dengan gangguan autisme berperilaku seperti itu. Nah, dengan pemberian antibiotik dan suplemen tertentu maka bakteri dan kadar amoniak dapat diturunkan sehingga sensori penderita jadi lebih baik.

Penggunaan obat-obatan kimia dalam BT memang dihindari namun bukan berarti tidak digunakan. Jika dari hasil pemeriksaan laboratorium, katakanlah pada feses anak terdapat jamur, maka pasien akan diberikan obat antijamur. Bila di situ juga terdapat bakteri tertentu yang seharusnya tidak ada, maka akan diberikan antibiotik. "Hanya saja obat-obatan dalam biomedical treatment berkisar seperti itu. Tak ada obat-obatan penenang misalnya, seperti yang biasa digunakan untuk penderita autis atau hiperaktif," tandas dokter, yang juga berpraktek di Klinik Intervensi Biologimedis, Bogor.

Dedeh Kurniasih