Kamis, 19 November 2009

Apa yang Harus Anda Ketahui Mengenai Sciatica

Apa yang Harus Anda Ketahui Mengenai Sciatica


gambar sciaticaSciatica (siatika) adalah rasa nyeri yang menjalar dari punggung bawah hingga ke paha, betis, tumit dan telapak kaki baik pada satu sisi maupun kedua sisi kaki. Rasa nyeri tersebut bisa “tumpul” seperti kram atau “tajam” seperti ditusuk-tusuk dan terbakar, terus-menerus atau pun hilang-timbul tetapi semakin lama semakin parah sakitnya. Rasa nyeri dapat meningkat saat Anda duduk, batuk, bersin atau tertawa. Sebaliknya, berjalan, rebahan, dan gerakan yang meregangkan tulang punggung (seperti mengangkat bahu) mungkin mengurangi nyeri.

Sebab

Sciatica disebabkan oleh iritasi atau peradangan saraf sciatic, saraf terbesar dan terpanjang dalam tubuh yang menjalar dari punggung bawah melewati belakang sendi panggul dan bercabang hingga ke dua belah paha, betis, tumit dan telapak kaki. Saraf ini berperan mengirimkan sinyal dari otak ke otot dan menyampaikan informasi penginderaan dari kedua kaki ke otak. Dengan adanya peradangan, fungsi ini sedikit banyak akan terganggu.

Peradangan saraf sciatic dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, antara lain:

  • Herniasi atau bergesernya diskus tulang belakang sehingga keluar menempati ruang yang ditempati saraf dan menekannya.
  • Sindroma piriformis, terjadi ketika otot piriformis (otot kecil yang berada jauh di dalam pantat) menjadi kaku atau tegang sehingga menekan dan mengiritasi saraf sciatic.
  • Lumbar spinal stenosis, terjadi karena penyempitan saluran spinalis pada daerah punggung bawah yang menekan saraf sciatic.
  • Spondilolistesis, terjadi karena pergeseran salah satu ruas tulang punggung sehingga tidak lagi sejajar dengan yang di atasnya dan mempersempit lubang keluar saraf.

Siapa yang Terkena?

Setiap orang dapat terkena sciatica, tetapi kalangan lansia lebih rentan karena tulang punggung dan tubuh mereka secara umum telah mengalami degenerasi yang memudahkan terjadinya kondisi-kondisi di atas. Namun demikian, kelompok usia 30 s.d. 50 tahun adalah yang paling sering rerkena karena mereka lebih aktif dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. Orang yang kegemukan dan kurang fit, orang yang sering duduk untuk periode waktu lama, pejalan kaki, pelari, atlet angkat berat, dan ibu hamil juga rentan mengalaminya. Sciatica pada ibu hamil umumnya terjadi di trimester akhir kehamilan ketika rahim yang membesar menekan saraf sciatic. Rasa nyeri biasanya menghilang setelah melahirkan.

Terapi Sciatica

Penanganan sciatica biasanya dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab iritasi dan menghilangkannya. Penanganan seperti ini lebih produktif dibandingkan hanya menghilangkan peradangannya saja.

Operasi biasanya jarang diperlukan, kecuali untuk membuang bagian dari diskus yang mengalami herniasi dan mengoreksi penyempitan saluran spinal. Terapi siropraksi, masase (pemijatan), akupunktur dan moksibasi (akupunktur dengan pemanasan) dapat menghilangkan penyebab sciatica pada beberapa orang.

Peregangan dan gerakan senam tertentu juga dapat menghilangkan sciatica. Gerak badan dapat mengurangi inflamasi dan memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat proses penyembuhan. Dokter mungkin memberikan obat anti inflamasi, relaksan otot dan analgetik untuk menghilangkan rasa nyeri.

Untuk perawatan sendiri di rumah, Anda bisa mencoba mengurangi nyeri dengan terapi es dan air hangat. Anda bisa menempelkan bantal pemanas (heating pad), handuk basah hangat, atau kantong es ke kulit di daerah punggung bawah sekitar 15-20 menit. Ketika menggunakan es, tambahkan air ke dalam kantong es agar dapat fleksibel mengikuti kontur tubuh. Jangan menempelkan es secara langsung ke kulit.

Pencegahan

Beberapa penyebab sciatica tidak dapat dicegah, seperti herniasi diskus karena penuaan dan tekanan saraf karena kehamilan atau jatuh. Tips berikut dapat mengurangi risiko sciatica karena sebab-sebab yang dapat dicegah:

  • Gunakan teknik mengangkat beban yang benar. Angkat dengan punggung Anda lurus sehingga tumpuan badan tepat pada panggul dan kaki, tempatkan benda dekat dengan dada Anda. Gunakan teknik ini ketika mengangkat benda apa pun, seberat atau seringan apa pun.
  • Hindari/berhenti merokok karena mempercepat degenerasi diskus.
  • Berolah raga secara teratur untuk menguatkan otot punggung dan perut yang berperan mendukung tulang punggung Anda.
  • Ambil posisi tubuh yang baik saat duduk, berdiri dan tidur. Posisi yang baik mengurangi tekanan pada punggung bawah.
  • Jangan duduk dalam jangka waktu lama. Selingi dengan berjalan kaki dan aktivitas lain.

Rabu, 18 November 2009

Sirsak, Buah Berkhasiat yang Kaya Nutrisi

Sirsak, Buah Berkhasiat yang Kaya Nutrisi


Sirsak (Anona muricata) adalah tanaman asli Karibia dan Amerika Tengah. Buah ini adalah salah satu buah yang pertama kali diperkenalkan ke seluruh dunia setelah Colombus menemukan benua Amerika. Segera setelah itu, orang Spanyol membawanya ke Filipina dan menyebarkan ke sebagian besar negara tropis, termasuk Indonesia.

Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda zuursak. Kata zuur berarti asam, zak berarti kantong. Di Sumatra Barat dan Malaysia, sirsak disebut “durian Belanda”. Di Indonesia Timur, orang menyebutnya “nangka Belanda”.

Rasa asam-manis sirsak yang khas membuatnya menjadi buah favorit untuk aneka jus dan minuman. Rasa asam sirsak berasal dari asam organik, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.

Kaya Serat, Vitamin dan Mineral

Sirsak adalah buah yang kaya serat dan vitamin. Kandungan serat makanan dalam sirsak mencapai 3,3 g per 100 g daging buah. Konsumsi 100 g daging buah sirsak dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat harian. Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg) dapat dipenuhi hanya dengan mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak.

Serat sangat baik untuk membantu pencernaan dan detoksifikasi, sedangkan vitamin C merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).

Sirsak juga mengandung fosfor dan kalsium, masing-masing 27 dan 14 mg per 100 g. Kedua mineral itu penting untuk pembentukan massa tulang yang memungkinkan Anda untuk membangun tulang yang kuat dan mencegah osteoporosis. Keunggulan sirsak terletak pada kandungan natrium (sodium) yang rendah (14 mg per 100 g), tetapi tinggi potasium (kalium), yaitu 278 mg per 100 g. Perbandingan kalium dan natrium yang tinggi sangat baik untuk mencegah hipertensi.

Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk kesehatan.

Kaya Fitokimia

Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya senyawa fitokimia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa contoh senyawa fitokimia terkandung dalam buah sirsak adalah: asetaldehida, amyl-caproate, amyloid, annonain, anomuricine, anomuricinine, anomurine, anonol, atherosperminine, beta-sitosterol, campesterol, selobiosa, citrulline, coclaurine, coreximine, dekstrosa, galactomannan, geranyl -caproate, muricine, muricinine, muricapentocin, muricoreacin, procyanidin, stepharine, stigmasterol, tannin, dan xylosyl-selulosa.

Annonaceous acetogenins adalah fitokimia dalam daun, biji dan batang sirsak yang berkhasiat memerangi kanker (sitotoksik) dan virus. Penelitian telah menunjukkan bahwa Annonaceous acetogenins membunuh sel-sel ganas pada 12 jenis kanker, termasuk kanker payudara, ovarium, usus besar, prostat, hati, paru-paru, pankreas dan limfoma.

Manfaat lain sirsak yang diketahui umum namun belum teruji secara ilmiah adalah untuk pengobatan batu empedu, anti sembelit, asam urat, sakit pinggul, wasir (ambeien) dan meningkatkan nafsu makan.

Itulah mengapa sirsak memiliki tempat yang sangat penting dalam pengobatan tradisional dan alternatif di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.