Sabtu, 09 Mei 2026

zzz. Haji yang Tidak Berangkat, Tetapi Diterima di Langit

 Dari kitab berbahasa Arab dengan judul Tadzkirah al-Auliya’ halaman : 230 – 232 (alihbahasa ke dalam bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashili al-Wasthani asy-Sayafi’I, tahqiq oleh Muhammad Adib al-Jadir, dan tashhih Ahmad Aram).

Dinukil bahwasanya ‘Abdullah bin al-Mubarak berkata:

Pada suatu tahun aku melaksanakan ibadah haji dan menyempurnakan manasiknya. Saat kududuk di masjid al-haram selepas melaksanakan rangkaian manasik haji, aku terserang kantuk dan tertidur. Dalam mimpiku, aku melihat dua orang malaikat yang turun dari langit. Salah seorang dari malaikat itu bertanya kepada malaikat lainnya, “Berapa orangkah yang melaksanakan ibadah haji pada tahun ini?” Malaikat yang ditanya menjawab, “Enam ratus ribu orang.” Malaikat pertama bertanya lagi, “Berapa orang dari mereka yang ibadah hajinya diterima?” Malaikat kedua menjawab, “Tak seorang pun dari mereka yang ibadah hajinya diterima.”

Abdullah bin al-Mubarak berkata lagi:

Mendengar ucapan malaikat tersebut, hatiku berguncang dan benar-benar merasa pedih. Aku berkata (dalam hati), “Orang-orang yang melaksanakan ibadah haji itu itu telah berkumpul dengan berlelah-lelah, dan mereka berdatangan dari seluruh penjuru yang jauh seraya membelah gurun, lantas mereka dianggap sia-sia di sisi Allah?!?” (Kudengar lagi) Malaikat kedua berkata, “Ada seorang lelaki tukang sol sepatu yang tinggal di Damaskus, namanya ‘Ali bin al-Muwaffaq.

Dia tak ikut melaksanakan ibadah haji. Akan tetapi, Allah menuliskan baginya pahala ibadah haji secara sempurna, lalu dengan sebab keberkahan ‘Ali bin al-Muwaffaq ini, Allah pun berkenan menerima ibadah haji orang-orang yang melaksanakan ibadah haji ini.”

‘Abdullah bin al-Mubarak pun terbangun dari tidurnya, lalu berkata lagi:

Aku pun pergi menuju Damaskus lantaran tak ada yang lebih utama untuk kutemui selain orang tersebut. Aku akan mencari tahu darinya tentang amal-amal yang diperbuatnya sehingga aku pun mengetahui amal apa yang membawanya kepada derajat tersebut sampai-sampai dituliskan baginya pahala haji secara sempurna bahkan diterima pula ibadah haji kebanyakan kaum muslimin lantaran keberkahannya. Kemudian sampailah aku di Damaskus dan berhenti tanpa petunjuk di depan pintu sebuah rumah. Aku mengetuk pintu tersebut, lalu keluarlah seseorang dari dalam rumah. Aku pun menanyakan namanya, lalu dia menjawab, “Namaku ‘Ali bin al-Muwaffaq.” Aku bertanya lagi, “Apa pekerjaanmu?” ‘Ali bin al-Muwaffaq menjawab, “Aku seorang tukang sol sepatu. Pekerjaanku memperbaiki sepatu.” Aku berkata, “Aku ingin berbicara denganmu.” Kebetulan di situ ada masjid. Kami berdua pun memasuki masjid itu. Aku beritahukan kepadanya tentang mimpiku, dan kukatakan kepadanya, “Aku adalah ‘Abdullah bin al-Mubarak.” Begitu mendengar akan namaku, dia pun berteriak dan pingsan. Setelah dia sadar kembali, kukatakanlah kepadanya, “Beritahukanlah kepadaku tentang keadaanmu (sampai-sampai kau disebut dalam mimpiku).”

Lantas ‘Ali bin al-Muwaffaq pun bercerita:

Sejak dari tiga puluh tahun yang lalu, aku bertekad untuk mengunjungi Ka’bah dan melaksanakan ibadah haji. Aku benar-benar sangat mementingkan hal itu.

Aku selalu menyisihkan sedikit uang dari hasil pekerjaanku memperbaiki sepatu hingga terkumpullah uang sejumlah tiga ratus lima puluh dirham. Aku bermaksud untuk berangkat haji pada tahun kita ini. Aku melihat dirhamku belumlah cukup. Kukatakan pada diriku, “Aku bersabar untuk tetap mengumpulkan dirham tahun ini, semoga saja bisa kudapatkan sebanyak lima puluh dirham lagi agar genaplah menjadi empat ratus dirham. Dengan demikian aku akan melaksanakan ibadah haji, insya Allah ta’ala.” Saat itu istriku sedang hamil. Suatu hari, istriku mencium bau masakan dari salah satu rumah tetanggaku. Istriku sangat ingin untuk bisa mencicipi makanan itu. Dia pun memintaku untuk mendapatkan makanan itu. Aku lantas mendatangi rumah yang mengeluarkan aroma masakan tersebut. Aku meminta sedikit dari makanan tersebut.

seraya memberitahu tentang keinginan istriku yang sedang hamil. Pemilik rumah yang kudatangi adalah seorang perempuan. Begitu mendengar permintaanku, dia lantas menangis dan berkata, “Aku mempunyai beberapa orang anak yang masih kecil. Mereka yatim tak lagi punya ayah. Sudah seminggu ini mereka tak makan. Tadi aku memasuki area puing-puing reruntuhan, lalu kutemukan di sana bangkai keledai. Aku pun mengambil sepotong dagingnya. Daging itulah yang ada di dalam periuk itu, dan itu halal bagi kami tetapi haram bagi kalian.” Setelah mendengar kisah perempuan tersebut, hatiku pun terbakar dan merasa iba dan kasihan terhadap mereka. Aku pun kembali ke rumah dan mengambil dirham simpananku yang berjumlah tiga ratus lima puluh dirham. 

Aku membawanya kepada perempuan itu dan memberikan semua kepadanya untuk nafkah dirinya dan anak-anaknya. Aku mencukupkan bagi diriku dengan berderma seraya mengharapkan wajah Allah atas ibadah haji yang tadinya ingin kulakukan. Kukatakan (pada diriku sendiri), “Dermaku inilah yang akan menunaikan bagiku kewajiban haji dan kedudukannya dengan pertolongan Allah.”

(Mendengar penuturan ‘Ali bin al-Muwaffaq) itu, berkatalah ‘Abdullah bin al-Mubarak, “Kau benar. Malaikat yang berbicara dalam mimpiku pun benar, dan yang Maha Kuasa berlaku adil dalam hukum dan keputusan. Sungguh Allah lebih mengetahui hakikat segala sesuatu.”

...........

Haji yang Tidak Berangkat, Tetapi Diterima di Langit

Kisah ‘Ali bin al-Muwaffaq, Tukang Sol Sepatu dari Damaskus


Mukadimah

Di dalam kitab dinukil sebuah kisah agung tentang seorang tukang sol sepatu bernama yang memperoleh pahala haji mabrur meski tidak berangkat ke Makkah. Kisah ini diriwayatkan melalui Kisah ini bukan sekadar cerita tentang sedekah, tetapi pelajaran besar tentang:

  • Ikhlas,
  • Kasih sayang,
  • Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa),
  • Keutamaan menolong orang lapar,
  • Dan rahasia amal yang diterima Allah.

Makna (Tafsir) Isi Redaksi

1. Amal diterima bukan karena besar lahirnya, tetapi karena bersih batinnya

Enam ratus ribu orang berhaji, namun dalam mimpi disebutkan belum ada yang diterima. Ini menunjukkan bahwa:

  • Banyak amal belum tentu diterima,
  • Banyak ibadah bisa gugur karena riya’, ujub, sombong, atau kerasnya hati,
  • Sedangkan amal kecil yang lahir dari hati yang ikhlas bisa mengangkat derajat seseorang di sisi Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 27)

Hakikat tasawuf adalah membersihkan hati sebelum memperbanyak amal.


2. Menolong orang yang sangat membutuhkan bisa lebih utama daripada ibadah sunnah

‘Ali bin al-Muwaffaq telah mengumpulkan uang selama 30 tahun demi haji. Namun ketika melihat janda miskin dan anak-anak yatim hampir mati kelaparan, ia mengorbankan impiannya demi menyelamatkan mereka.

Dalam pandangan tasawuf:

  • Hatinya telah menang melawan ego,
  • Nafsu “ingin ibadah untuk diri sendiri” dikalahkan demi kasih sayang kepada makhluk Allah.

Inilah maqam:

  • Itsar (mendahulukan orang lain),
  • Rahmah,
  • Dan ikhlas yang tinggi.

3. Allah melihat hati, bukan penampilan ibadah

Secara lahir:

  • Ia tidak berhaji,
  • Tidak thawaf,
  • Tidak wukuf.

Namun secara batin:

  • Ia telah thawaf dengan hatinya,
  • Wukuf dengan keikhlasannya,
  • Dan menyembelih ego serta cinta dunianya.

Tasawuf mengajarkan:

“Banyak jasad berada di Ka’bah, tetapi hatinya di pasar. Dan ada hati yang bersama Allah meski jasadnya jauh dari Ka’bah.”


Hukum (Ahkam)

1. Haji tetap wajib bagi yang mampu

Kisah ini tidak berarti meninggalkan haji lebih utama daripada berhaji.

Allah berfirman:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.”
(QS. Ali ‘Imran: 97)


2. Menolong orang yang darurat hukumnya sangat besar

Menyelamatkan orang dari kelaparan termasuk amal mulia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya lapar.”
(HR. Thabrani)


3. Sedekah yang ikhlas dapat menjadi sebab pengampunan dosa

Sedekah bukan sekadar memberi uang, tetapi membersihkan hati dari cinta dunia.


Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

1. Keikhlasan lebih mahal daripada banyaknya amal

Allah tidak tertipu oleh:

  • pakaian ihram,
  • banyaknya ibadah,
  • atau panjangnya doa.

Tetapi Allah melihat:

  • hati yang lembut,
  • niat yang bersih,
  • dan kasih sayang kepada sesama.

2. Orang miskin bisa lebih mulia daripada orang kaya

‘Ali hanyalah tukang sol sepatu, tetapi namanya disebut malaikat.

Di akhir zaman:

  • Banyak orang terkenal di bumi tidak dikenal di langit,
  • Dan banyak orang hina di bumi justru terkenal di sisi Allah.

3. Tangisan orang lapar bisa mengguncang langit

Allah sangat murka terhadap manusia yang:

  • hidup mewah,
  • tetapi membiarkan tetangganya kelaparan.

4. Amal tersembunyi sangat dicintai Allah

‘Ali tidak mempublikasikan sedekahnya. Ia tidak membuat cerita, tidak mencari pujian, tidak mencari popularitas.


Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Al-Qur’an

Tentang mendahulukan orang lain

“Mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri meskipun mereka juga membutuhkan.”
(QS. Al-Hasyr: 9)


Tentang memberi makan orang miskin

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.”
(QS. Al-Insan: 8)


Hadis

bersabda:

“Allah senantiasa menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Muslim)


“Sedekah memadamkan murka Allah.”
(HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

“Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak menjenguk-Ku… Aku lapar tetapi engkau tidak memberi-Ku makan…”
(HR. Muslim)

Maksudnya: Allah mengaitkan penderitaan hamba dengan perhatian kepada-Nya.


Analisis dan Argumentasi

Mengapa amal ‘Ali begitu tinggi?

Karena terkumpul padanya:

  1. Ikhlas,
  2. Pengorbanan besar,
  3. Menolong nyawa manusia,
  4. Amal tersembunyi,
  5. Kasih sayang,
  6. Mendahulukan orang lain,
  7. Mengalahkan hawa nafsu.

Dalam tasawuf: mengalahkan ego lebih berat daripada perjalanan fisik.


Mengapa haji banyak orang belum diterima?

Karena kemungkinan:

  • riya’,
  • sombong,
  • memakan harta haram,
  • menyakiti manusia,
  • keras hati terhadap fakir miskin.

Amalan (Implementasi)

1. Sisihkan uang sedekah khusus

Walau sedikit:

  • Rp1.000,
  • Rp2.000,
  • setiap hari.

2. Cari orang yang benar-benar membutuhkan

Bukan sekadar memberi kepada yang viral, tetapi mencari:

  • janda,
  • yatim,
  • orang kelaparan,
  • santri miskin,
  • tetangga yang malu meminta.

3. Rahasiakan amal

Amal tersembunyi lebih dekat kepada ikhlas.


4. Latih hati agar mudah iba

Jika melihat penderitaan:

  • jangan cuek,
  • jangan berkata “bukan urusanku.”

Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Hari ini banyak manusia:

  • rela menghabiskan uang demi konten,
  • wisata,
  • pamer ibadah,
  • tetapi lupa tetangga yang kesusahan.

Ada yang:

  • siaran live sedekah,
  • memotret orang miskin,
  • menjadikan amal sebagai tontonan.

Padahal amal yang paling dicintai Allah sering justru:

  • tidak terlihat,
  • tidak viral,
  • tidak diketahui manusia.

Di zaman sekarang:

  • kemiskinan meningkat,
  • banyak yatim terlantar,
  • banyak orang menahan lapar diam-diam.

Kisah ‘Ali bin al-Muwaffaq menjadi tamparan keras bagi hati manusia modern.


Motivasi

Jangan merasa kecil jika:

  • hanya tukang,
  • buruh,
  • pedagang kecil,
  • tukang servis,
  • penjual kaki lima.

Karena Allah tidak melihat jabatan, tetapi melihat hati.

Bisa jadi:

  • orang kaya terkenal kalah di sisi Allah,
  • dibanding orang miskin yang ikhlas membantu sesama.

Muhasabah & Caranya

Pertanyaan Muhasabah

  • Apakah ibadahku hanya rutinitas?
  • Apakah aku masih keras terhadap orang miskin?
  • Apakah aku lebih senang dipuji manusia?
  • Apakah aku rela berbagi saat diri sendiri juga ingin?

Cara Membersihkan Hati

  1. Banyak istighfar,
  2. Sedekah diam-diam,
  3. Mengurangi cinta dunia,
  4. Menolong tanpa menunggu diminta,
  5. Mendoakan orang lain,
  6. Menangis mengingat dosa,
  7. Duduk bersama orang saleh.

Kemuliaan dan Kehinaan

Kemuliaan di Dunia

  • Dicintai Allah,
  • Dicintai malaikat,
  • Hatinya tenang,
  • Hidupnya penuh keberkahan.

Kemuliaan di Alam Kubur

  • Kuburnya dilapangkan,
  • Amal menjadi cahaya,
  • Sedekah menjadi pelindung.

Kemuliaan di Hari Kiamat

  • Mendapat naungan Allah,
  • Wajah bercahaya,
  • Amal dilipatgandakan.

Kemuliaan di Akhirat

  • Surga,
  • Ridha Allah,
  • Dekat dengan para wali dan orang saleh.

Kehinaan bagi yang keras hati

Orang yang:

  • bakhil,
  • sombong,
  • tidak peduli penderitaan manusia,
  • riya’ dalam ibadah,

terancam:

  • keras hati,
  • sempit hidup,
  • gelap kubur,
  • dan berat hisabnya.

Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْعُجْبِ وَحُبِّ الدُّنْيَا، وَارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ وَالرَّحْمَةَ وَحُسْنَ الْخُلُقِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ تُحِبُّهُمْ وَتَرْضَى عَنْهُمْ.

“Ya Allah, bersihkan hati kami dari riya’, ujub, dan cinta dunia. Karuniakan kepada kami keikhlasan, kasih sayang, dan akhlak yang mulia. Jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang Engkau cintai dan Engkau ridai.”

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ


Penutup & Ucapan Terima Kasih

Semoga kisah mulia ini melembutkan hati kita, menghidupkan rasa kasih sayang, dan menjadikan kita hamba yang lebih peduli terhadap penderitaan sesama.

Terima kasih kepada seluruh pembaca yang meluangkan waktu untuk merenungi tauziah ini. Semoga Allah menjadikan setiap langkah, sedekah, dan air mata kita sebagai amal yang diterima di sisi-Nya.

والله أعلم بالصواب.

............

Kisah Haji yang Gak Berangkat Tapi Diterima di Langit


Prolog

Jadi di sebuah kitab kuno ada cerita keren banget tentang tukang sol sepatu bernama Ali bin al-Muwaffaq. Meskipun dia gak pernah berangkat haji ke Makkah, dia dapat pahala haji mabrur. Cerita ini diriwayatkan dari Abdullah bin al-Mubarak. Bukan sekadar cerita sedekah biasa, tapi ada pelajaran gede tentang:


· Ikhlas hati

· Sayang sesama

· Bersihin jiwa (tazkiyatun nufus)

· Keutamaan nolong orang yang kelaparan

· Rahasia amal yang diterima Allah

---

Bagian 1: Mimpi `Abdullah bin al-Mubarak

Suatu tahun, aku (`Abdullah bin al-Mubarak) melaksanakan ibadah haji dan udah sempurnain manasik. Pas lagi duduk-duduk di Masjidil Haram, aku ketiduran. Dalam mimpi, aku lihat dua malaikat turun dari langit.

Malaikat 1 nanya: "Berapa orang yang haji tahun ini?"

Malaikat 2 jawab: "Enam ratus ribu orang."

Malaikat 1 nanya lagi: "Yang diterima hajinya berapa?"

Malaikat 2 jawab: "Gak ada satu pun yang diterima."

Mendengar itu, hatiku gonjang-ganjing, sedih banget. Aku berpikir dalam hati, "Wah, orang-orang yang udah capek-capek haji dari jauh, melewati padang pasir, ternyata sia-sia di sisi Allah?"

Tapi malaikat 2 lanjut ngomong: "Ada seorang laki-laki tukang sol sepatu di Damaskus, namanya Ali bin al-Muwaffaq. Dia gak ikut haji. Tapi Allah tulis pahala haji sempurna buat dia. Dan berkat keberkahan Ali ini, Allah terima haji semua orang tadi."

Aku langsung bangun dan berkata, "Aku harus pergi ke Damaskus ketemu orang itu. Pengen tahu amalan apa yang bikin dia hebat banget sampai dapat pahala haji plus jadi wasilah diterimanya haji orang lain."

Bagian 2: Bertemu `Ali bin al-Muwaffaq

Sampailah aku di Damaskus. Tanpa petunjuk, aku berhenti di depan satu rumah. Aku ketuk pintu, keluar seseorang.

Aku tanya: "Namanya siapa?"

Dia jawab: "`Ali bin al-Muwaffaq."

Aku tanya: "Pekerjaan njenengan?"

Dia jawab: "Tukang sol sepatu, memperbaiki sepatu."

Aku bilang: "Aku mau ngobrol sama njenengan." Kebetulan ada masjid, kami masuk. Aku ceritain mimpiku dan bilang, "Aku ini `Abdullah bin al-Mubarak."

Mendengar namaku, dia kaget setengah mati, teriak, lalu pingsan. Begitu sadar, aku bilang: "Ceritain dong keadaan njenengan."

Bagian 3: Cerita `Ali bin al-Muwaffaq

`Ali mulai cerita:

"Tiga puluh tahun yang lalu, aku berniat haji. Aku selalu nyisihin uang dari hasil sol sepatu sampai terkumpul 350 dirham. Tapi masih kurang. Aku mau sabar setahun lagi supaya dapat 50 dirham lagi, jadi 400 dirham.

"Saat itu istriku hamil. Suatu hari, istriku mencium bau masakan dari rumah tetangga. Dia ngidam banget minta makanan itu. Aku datangi rumah itu, ternyata pemiliknya seorang perempuan janda. Aku bilang minta sedikit karena istriku hamil.

"Perempuan itu malah nangis, 'Aku punya anak-anak kecil yatim. Seminggu ini mereka belum makan. Aku cari-cari di reruntuhan, dapat bangkai keledai. Itu yang aku masak. Buat kami halal, tapi buat njenengan haram.'

"Mendengar itu, hatiku panas (karena iba) banget. Aku balik ke rumah, ambil semua uang simpananku 350 dirham. Aku kasih semua ke perempuan itu buat dia dan anak-anaknya. Aku relakan impian hajiku. Aku yakin, sedekah inilah yang bakal menggantikan pahala hajiku dengan pertolongan Allah."

Bagian 4: Komentar `Abdullah bin al-Mubarak

Mendengar cerita itu, aku (`Abdullah) berkata: "Njenengan benar. Malaikat dalam mimpiku juga benar. Allah Maha Adil. Sungguh Allah lebih tahu hakikat segala sesuatu."

---

Makna (Tafsir)

1. Amal diterima bukan karena gede, tapi karena bersih hatinya

Enam ratus ribu orang haji, tapi dalam mimpi belum ada yang diterima. Artinya:

· Banyak banget amal belum tentu diterima.

· Ibadah bisa gagal karena riya', sombong, keras hati.

· Amal kecil tapi ikhlas bisa bikin derajat tinggi di sisi Allah.

Allah berfirman (tetap asli):

"Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Ma'idah: 27)


2. Nolong orang yang susah banget bisa lebih utama dari ibadah sunnah

`Ali udah nabung 30 tahun buat haji. Tapi pas lihat janda miskin dan anak yatim kelaparan, dia rela ngasih semua uangnya. Itu namanya itsar (mendahulukan orang lain) dan ikhlas tingkat dewa.


3. Allah lihat hati, bukan penampilan

Secara lahir `Ali gak haji, gak thawaf, gak wukuf. Tapi secara batin, hatinya sudah thawaf, keikhlasannya sudah wukuf. Ilmu tasawuf bilang: "Banyak jasad di Ka'bah tapi hatinya di pasar. Ada hati yang bersama Allah meski jasadnya jauh dari Ka'bah."


---

Hukum Simpel (Ahkam)

1. Haji tetap wajib buat yang mampu. Cerita ini gak berarti meninggalkan haji lebih baik.

   Firman Allah: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah." (QS. Ali 'Imran: 97)

2. Nolong orang darurat hukumnya besar. Sabda Rasulullah ﷺ: "Tidak beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya lapar." (HR. Thabrani)

3. Sedekah yang ikhlas bisa jadi pengampunan dosa.


---

Hikmah (Ibrah) ala Kekinian

1. Ikhlas > Banyak amal. Allah gak tertipu baju ihram atau doa panjang. Yang dilihat hati yang lembut dan sayang sesama.

2. Orang miskin bisa lebih mulia dari orang kaya. `Ali cuma tukang sol sepatu, tapi namanya disebut malaikat. Banyak orang terkenal di bumi gak dikenal di langit.

3. Tangisan orang lapar mengguncang langit. Allah murka sama orang yang hidup mewah tapi tetangganya kelaparan.

4. Amal tersembunyi itu favorit Allah. `Ali gak publikasi sedekahnya. No viral-viralan.

---

Dalil.


· QS. Al-Hasyr: 9 – "Mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri meskipun mereka juga membutuhkan."

· QS. Al-Insan: 8 – "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan."

· HR. Muslim: "Allah senantiasa menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya."

· HR. Tirmidzi: "Sedekah memadamkan murka Allah."

· HR. Muslim (Hadis Qudsi): "Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak menjenguk-Ku… Aku lapar tetapi engkau tidak memberi-Ku makan…"


---

Analisis Santai

Kenapa amal `Ali begitu tinggi? Karena ada kombinasi:


· Ikhlas

· Pengorbanan gila

· Nolong nyawa manusia

· Amal rahasia (gak pamer)

· Sayang sama yang lemah

· Kalahin ego sendiri


Dalam tasawuf, ngelawan ego lebih berat dari perjalanan fisik haji.

Kenapa haji banyak yang belum diterima? Bisa jadi karena:

· Riya' (pengen dipuji)

· Sombong

· Makan harta haram

· Nyakitin orang lain

· Keras hati sama fakir miskin


---

Amalan yang Bisa Kita Tiru (Implementasi)


1. Sisihin uang sedekah setiap hari, meski cuma 1-2 ribu.

2. Cari orang yang benar-benar butuh: janda, yatim, kelaparan, tetangga yang malu minta.

3. Rahasiakan amal (jangan upload story setiap sedekah).

4. Latih hati biar gampang iba. Kalau lihat penderitaan, jangan cuek.


---

Relevansinya buat Zaman Sekarang


Sekarang banyak orang:

· Habis duit buat konten, wisata, pamer ibadah

· Lupa tetangga kesusahan

· Live sedekah, fotoin orang miskin, bikin amal jadi tontonan

Padahal amal yang paling dicintai Allah seringnya yang gak kelihatan, gak viral, gak diketahui manusia.

Kisah `Ali ini jadi tamparan halus buat kita semua.


---

Motivasi

Jangan pernah ngerasa kecil kalau:

· Cuma tukang sol sepatu

· Buruh

· Pedagang kecil

· Penjual kaki lima


Karena Allah gak lihat jabatan, tapi hati. Bisa jadi orang kaya terkenal kalah di sisi Allah dibanding tukang sol sepatu yang ikhlas nolong sesama.

---

Muhasabah Yuk (Introspeksi)

Tanya ke diri sendiri:

· Apakah ibadahku cuma rutinitas?

· Apakah aku masih keras ke orang miskin?

· Apakah aku lebih seneng dipuji manusia?

· Apakah aku rela berbagi saat aku juga butuh?

Cara bersihin hati:

· Banyak istighfar

· Sedekah diam-diam

· Kurangi cinta dunia

· Nolong tanpa diminta

· Doain orang lain

· Nangis mengingat dosa

· Ngumpul sama orang saleh

---

Kemuliaan dan Kehinaan

Kemuliaan: Dicintai Allah dan malaikat, hati tenang, hidup berkah, kubur dilapangkan, dapat naungan Allah di hari kiamat, wajah bercahaya, masuk surga, dapat ridha Allah.

Kehinaan buat yang keras hati: Sombong, pelit, gak peduli penderitaan, riya' – akibatnya keras hati, hidup sempit, gelap kubur, berat hisabnya.

---

Doa Penutup

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْعُجْبِ وَحُبِّ الدُّنْيَا، وَارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ وَالرَّحْمَةَ وَحُسْنَ الْخُلُقِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ تُحِبُّهُمْ وَتَرْضَى عَنْهُمْ


Artinya: "Ya Allah, bersihkan hati kami dari riya', ujub, dan cinta dunia. Berilah kami keikhlasan, kasih sayang, dan akhlak mulia. Jadikan kami hamba-Mu yang Engkau cintai dan ridai."

Aamiin ya rabbal 'alamin.

---

Penutup

Semoga kisah ini melembutkan hati kita, menghidupkan rasa sayang, dan bikin kita lebih peduli sama sesama. Terima kasih buat yang udah baca sampai selesai. Semoga setiap sedekah dan air mata kita diterima di sisi Allah.

Wallahu a'lam bish-shawab.

..............

Jumat, 08 Mei 2026

1046irs. Amal Baik Gugur Karena Membenci Saudara.

 


Bismillahirahmanirrahim.

Jum'at, 8 Mei 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Mushollah An Nur oleh oleh isya'an tadi malam nyantri bareng Ust. A. Mujib kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Zainuddin Al-Malibari) bidang studi : ilmu tasawuf, akhlak, sufiesme *Edisi 1046* :

...........…...

Dalam kitab Irsyadul Ibad karya Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari, bab قاطع رحم (memutus tali silaturahmi).(hubungan sanak famili).

Kisah yang diceritakan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, pakar fikih yang hidup di Makkah sekitaran abad 10 M. Kisah tersebut menceritakan seseorang yang diberi azab oleh Allah akibat memutus tali silaturahmi dengan salah satu saudaranya, berikut kisah tersebut:

Ada orang kaya yang pergi haji, (sebut saja namanya Zaid) sebelum berangkat, Zaid menitipkan hartanya yang berjumlah 1000 dinar kepada seseorang yang dianggap amanah dan bersifat baik, sebut saja namanya Amar.

Setelah Zaid melaksanakan ibadah haji, ia pun pergi ke Amar untuk mengambil uang yang dititipkan kepadanya. Tetapi naas, Amar telah meninggal dunia. Akhirnya Zahid pun menanyai keluarganya perihal harta tersebut, tetapi mereka juga tidak mengetahui apapun tentang itu.

Tidak kehabisan akal, Zaid pun pergi ke kota Makkah dengan niat mencari solusi atas masalahnya kepada salah satu ulama di sana, lalu ulama tersebut mengatakan,

“Pada pertengahan malam, pergilah ke sumur Zamzam, lalu panggillah nama Amar dalam sumur tersebut, bila ia termasuk Ahlu khair (orang yang baik), maka ia akan menjawab pangilanmu secara langsung.”

Lalu Zahid mengikuti solusi yang diberikan ulama tadi, ia pergi ke sumur Zamzam di pertengahan malam dan memanggil nama Amar di sana. Namun tidak ada suara apapun yang keluar dari sumur tersebut.

Akhirnya ia pun kembali kepada ulama tadi dan menceritakan hal yang dialaminya semalam, kemudian ulama tersebut berkata,

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, aku takut bila temanmu itu termasuk ahli neraka. Pergilah ke tanah Yaman, carilah sumur yang bernama Barhut, sumur itu merupakan pintu neraka. Lakukanlah apa yang kuperintahkan saat di sumur Zamzam, yaitu panggillah nama Amar di sana.”

Kemudian, Zaid pun mengikuti perintah ulama tersebut, ia pergi ke Yaman dan mencari sumur yang bernama Barhut. Lalu pada pertengahan malam ia pergi ke sana dan memanggil nama temannya. Ajaibnya, setelah Zaid memanggil nama Amar di sana, tiba-tiba ada suara yang menjawab panggilan tersebut, yaitu suara Amar.

Mendengar suara Amar di sana, Zaid pun menanyakan keberadaan harta 1000 dinar yang dititipkan kepadanya, lalu Amar menjawab,

“Aku telah menguburnya dalam suatu tempat yang dekat dari rumahku. Hal ini kulakukan karena aku tidak percaya kepada keluargaku, apakah mereka bisa menjaganya atau tidak, maka pergilah pada mereka untuk bertanya perihal tempat tersebut dan galilah, maka kau akan menemukannya.”

Sebelum Zaid pergi mengambil hartanya, ia penasaran atas nasib temannya tadi, mengapa Amar masuk neraka padahal semasa hidupnya Amar merupakan orang yang baik. Lalu Zaid bertanya kepada Amar,

“Apa yang menyebabkan kau ditempatkan di sini, padahal aku mengira bahwa kau adalah orang yang baik?”

“Aku mempunyai saudara perempuan yang fakir, aku mendiamkannya dan tidak menyukainya, maka Allah memberi siksa atas perbuatanku tadi dan menempatkan aku di sini,” jawab Amar.

Kisah pun selesai sekaligus memberitahukan bahwa disiksanya Amar karena ia mendiamkan dan tidak menyukai saudarinya yang fakir tadi. Atau bisa disebut ia memutus tali silaturahmi pada saudarinya.

Imam Zainuddin Al-Malibari memberi komentar atas kisah ini, beliau mengatakan bahwa kisah ini membuktikan benarnya salah satu hadis nabi yang berbunyi,

لايدخل الجنة قاطع اي قاطع رحمه واقاربه

“Tidak akan masuk surga seorang yang memutus tali silaturahmi, yakni memutus tali silaturahmi atas keluarga dan kerabat-kerabatnya.”

.........

Bahaya Memutus Tali Silaturahmi: Amal Baik Gugur Karena Membenci Saudara”

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


Mukadimah

Dalam kitab , disebutkan kisah yang sangat mengguncang hati tentang seseorang yang tampak saleh, amanah, dan dipercaya masyarakat, namun ternyata mendapat azab karena memutus hubungan dengan saudara perempuannya yang fakir.

Kisah ini menjadi pelajaran besar bahwa dalam pandangan Allah, ibadah ritual saja tidak cukup bila hati dipenuhi kebencian, kesombongan, dan keras terhadap keluarga sendiri.

Tasawuf mengajarkan bahwa keselamatan bukan hanya banyaknya amal lahiriah, tetapi juga bersihnya hati, kasih sayang, dan kelembutan kepada makhluk Allah.


Makna (Tafsir) Isi Redaksi

1. Silaturahmi adalah ibadah hati

Memuliakan keluarga bukan sekadar adat sosial, tetapi bagian dari penghambaan kepada Allah. Orang yang rajin ibadah tetapi memutus hubungan keluarga menunjukkan bahwa hatinya belum bersih dari penyakit batin.

2. Kemiskinan sering menjadi sebab manusia diremehkan

Saudari Amar dijauhi karena kefakirannya. Ini menunjukkan penyakit hati berupa:

  • sombong,
  • malu memiliki keluarga miskin,
  • cinta dunia,
  • merasa lebih tinggi.

Padahal orang miskin sering lebih mulia di sisi Allah dibanding orang kaya yang keras hati.

3. Azab dapat menimpa karena dosa sosial

Amar bukan pezina, bukan pencuri, bukan pembunuh. Namun ia diazab karena:

  • mendiamkan saudara,
  • membenci keluarga,
  • memutus rahim.

Ini menunjukkan bahwa dosa kepada manusia sangat berat.

4. Tasawuf menekankan kasih sayang

Para ulama sufi mengajarkan:

“Tidak sampai seorang hamba kepada Allah selama di hatinya masih ada kebencian kepada sesama.”


Hukum (Ahkam)

1. Haram memutus tali silaturahmi

Memutus hubungan keluarga termasuk dosa besar.

Allah Ta’ala berfirman:

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?”
(QS. Muhammad: 22)


2. Wajib menyambung hubungan keluarga

Minimal dengan:

  • salam,
  • menyapa,
  • mendoakan,
  • membantu bila mampu,
  • tidak memusuhi.

3. Haram membenci keluarga karena miskin

Kemiskinan bukan kehinaan. Bahkan banyak wali Allah berasal dari kalangan fakir.


4. Menyakiti kerabat lebih berat dosanya

Karena selain menyakiti sesama muslim, juga merusak hubungan rahim yang Allah muliakan.


Dalil Al-Qur’an

Allah berfirman:

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi.”
(QS. An-Nisa: 1)


“Orang-orang yang memutus apa yang diperintahkan Allah untuk disambung, mereka mendapat laknat.”
(QS. Ar-Ra’d: 25)


“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat: 10)


Dalil Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi.”
(HR. Bukhari-Muslim)


“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah silaturahmi.”
(HR. Bukhari)


“Rahim bergantung di Arsy dan berkata: siapa yang menyambungku maka Allah menyambungnya, dan siapa yang memutusku maka Allah memutusnya.”
(HR. Muslim)


Hadis Qudsi

Allah Ta’ala berfirman:

“Aku adalah Ar-Rahman, Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilkan baginya nama dari nama-Ku. Barangsiapa menyambungnya maka Aku menyambungnya, dan barangsiapa memutuskannya maka Aku memutuskannya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)


Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

1. Amal lahir belum tentu menyelamatkan

Seseorang bisa:

  • haji,
  • sedekah,
  • rajin ibadah,

tetapi rusak karena dosa hati dan hubungan sosial.


2. Orang miskin jangan diremehkan

Boleh jadi doa orang miskin lebih dekat kepada Allah daripada orang kaya yang sombong.


3. Neraka tidak hanya untuk pelaku maksiat besar

Kebencian, ego, dan memutus hubungan keluarga juga dapat menyeret manusia ke azab.


4. Hati lebih penting daripada penampilan

Tasawuf fokus membersihkan:

  • iri,
  • dengki,
  • sombong,
  • kebencian,
  • keras hati.

Analisis dan Argumentasi Tasawuf

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, akar masalah Amar adalah:

  • cinta dunia,
  • ego,
  • ujub,
  • merasa mulia,
  • hilangnya rahmat dalam hati.

Padahal ciri wali Allah adalah:

  • lembut,
  • penyayang,
  • rendah hati,
  • peduli kepada keluarga.

Para ulama sufi menjelaskan:

“Dosa hati lebih berbahaya daripada dosa anggota badan.”

Karena dosa lahir terkadang disadari dan ditaubati, sedangkan penyakit hati sering dianggap benar oleh pelakunya.


Amalan (Implementasi)

1. Hubungi keluarga yang lama tidak disapa

Walau hanya:

  • salam,
  • pesan singkat,
  • menanyakan kabar.

2. Sisihkan sedekah untuk kerabat

Sedekah kepada keluarga mendapat dua pahala:

  • pahala sedekah,
  • pahala silaturahmi.

3. Jangan malu punya keluarga miskin

Muliakan mereka. Ajak makan. Bantu diam-diam.


4. Biasakan memaafkan

Walaupun keluarga pernah menyakiti.


5. Doakan keluarga setiap selesai shalat

Karena doa melembutkan hati.


Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Hari ini banyak fenomena:

  • saudara saling blokir,
  • rebutan warisan,
  • tidak saling sapa bertahun-tahun,
  • malu punya keluarga miskin,
  • lebih baik kepada teman daripada saudara sendiri.

Media sosial membuat manusia tampak dekat, tetapi hati semakin jauh.

Banyak orang:

  • rajin upload ibadah,
  • rajin ceramah,
  • rajin sedekah online,

tetapi orang tuanya terlupakan, saudaranya didiamkan.

Inilah penyakit zaman akhir:

ibadah ramai, kasih sayang hilang.


Motivasi

Jangan menunggu keluarga meninggal baru menyesal.

Mungkin:

  • doa saudara menjadi sebab keselamatan kita,
  • tangisan ibu menjadi sebab rezeki kita,
  • ridha keluarga menjadi sebab keberkahan hidup.

Orang yang menyambung silaturahmi:

  • hidupnya lebih tenang,
  • rezekinya lapang,
  • hatinya lembut,
  • doanya mudah dikabulkan.

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah ada saudara yang saya jauhi?
  • Apakah saya malu punya keluarga miskin?
  • Apakah saya keras kepada keluarga tetapi lembut kepada orang lain?
  • Sudahkah saya membantu kerabat yang kesulitan?
  • Adakah orang yang menunggu permintaan maaf saya?

Cara Muhasabah

  1. Duduk sendiri setelah Isya.
  2. Ingat nama-nama keluarga.
  3. Renungkan kesalahan kepada mereka.
  4. Menangislah bila hati tersentuh.
  5. Berniat memperbaiki hubungan.

Kemuliaan dan Kehinaan

Di Dunia

Kemuliaan:

  • rezeki berkah,
  • hati tenteram,
  • dicintai manusia,
  • umur penuh manfaat.

Kehinaan:

  • hidup sempit,
  • hati keras,
  • mudah gelisah,
  • rumah tangga tidak tenang.

Di Alam Kubur

Kemuliaan:

  • kubur dilapangkan,
  • mendapat rahmat Allah,
  • didatangi amal baik.

Kehinaan:

  • sempit kuburnya,
  • penyesalan panjang,
  • azab karena dosa kepada keluarga.

Di Hari Kiamat

Kemuliaan:

  • wajah bercahaya,
  • mendapat syafaat,
  • mudah hisabnya.

Kehinaan:

  • dipermalukan,
  • dituntut keluarga,
  • amal tergantung karena kezaliman.

Di Akhirat

Kemuliaan:

  • masuk surga bersama keluarga yang saleh.

Kehinaan:

  • terhalang dari surga,
  • jauh dari rahmat Allah.

Doa

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْوَاصِلِينَ لِلرَّحِمِ، وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

“Ya Allah, satukan hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, jadikan kami termasuk orang-orang yang menyambung silaturahmi, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami kebencian kepada orang-orang beriman.”


Penutup

Semoga Allah membersihkan hati kita dari:

  • kebencian,
  • kesombongan,
  • keras hati,
  • memutus silaturahmi.

Semoga kita menjadi hamba yang lembut, penyayang, dan dicintai Allah karena memuliakan keluarga.


Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh pembaca buletin tauziah ini.
Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi cahaya di dunia, penerang kubur, dan pemberat timbangan amal di akhirat.

آمين يا رب العالمين

.....................,

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

.......,...........

Bismillahirahmanirrahim.


Jum'at, 8 Mei 2026


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Halo para pecinta ilmu yang kece abis. Nih, dari Musholla An Nur, kemarin malam ada ngaji santai bareng Ust. A. Mujib, beliau bahas kitab Irsyadul Ibad (karya Zainuddin Al-Malibari) tentang tasawuf, akhlak, sufisme. Edisi 1046:


---


Kisah Kocak Tapi Nyesek: Putus Silaturahmi Bisa Bikin Masuk Neraka


Di kitab Irsyadul Ibad, pasal قاطع رحم (mutusin hubungan keluarga), ada cerita dari Imam Ibnu Hajar Al-Haitami. Ceritanya gini:


Ada orang kaya, namanya Zaid, mau naik haji. Sebelum berangkat, dia nitipin duit 1000 dinar ke temannya yang amanah dan baik hati, namanya Amar.


Begitu Zaid balik haji, dia datengin Amar buat ngambil duitnya. Eh, naas, Amar udah meninggal. Keluarganya juga nggak tahu apa-apa soal titipan itu.


Zaid bingung, akhirnya pergi ke Makkah buat konsultasi ke seorang alim. Kata sang alim:


"Nanti tengah malem, njenengan ke sumur Zamzam, terus panggil nama Amar di dalam sumur. Kalau dia termasuk ahli khair (orang baik), pasti dia bakal jawab."


Zaid pun nurut. Tengah malem dia ke sumur Zamzam, manggil-manggil nama Amar. Tapi sunyi senyap, nggak ada sahutan.


Zaid balik lagi ke alim itu. Begitu dengar ceritanya, sang alim langsung bilang, "Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Aku khawatir teman njenengan itu termasuk penghuni neraka. Coba njenengan pergi ke tanah Yaman, cari sumur bernama Barhut. Itu sumur pintu neraka. Lakuin lagi hal yang sama kaya tadi."


Zaid pun berangkat ke Yaman, nemuin sumur Barhut, dan tengah malem manggil nama Amar. Ajaib, dari dalam sumur ada suara yang jawab! Suara Amar!


Zaid langsung nanya soal duit 1000 dinar. Amar jawab:


"Aku kubur di dekat rumahku. Soalnya aku nggak percaya sama keluargaku, takut mereka nggak bisa jaga. Suruh keluarga njenengan gali di tempat itu, pasti ketemu."


Sebelum pamit, Zaid penasaran. Dia tanya, "Amar, kenapa njenengan bisa di sini? Selama hidup, njenengan kan orang baik?"


Jawab Amar: "Aku punya saudara perempuan yang miskin. Aku diemin dia, nggak suka sama dia. Makanya Allah siksa aku di sini."


---


Pelajaran Pentingnya:


Dari kisah ini, Imam Zainuddin Al-Malibari ngasih komentar bahwa ini cocok sama salah satu hadis nabi:


لايدخل الجنة قاطع اي قاطع رحمه واقاربه


“Tidak akan masuk surga seorang yang memutus tali silaturahmi, yakni memutus tali silaturahmi atas keluarga dan kerabat-kerabatnya.”


---


Bahaya Mutus Silaturahmi: Amal Baik Bisa Hangus Karena Benci Saudara


Hadis (tetap asli):

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)


---


Intinya :


1. Silaturahmi itu ibadah hati, gak cuma formalitas

Rajin ibadah tapi mutusin saudara? Hati masih kotor tuh.


2. Miskin sering jadi alasan orang diremehkan

Saudari Amar dijauhin cuma karena miskin. Itu namanya sombong, gengsi, cinta dunia. Padahal di mata Allah, orang miskin yang sabar bisa lebih mulia.


3. Azab bisa datang karena dosa sosial, lho

Amar bukan penzina, bukan pencuri. Cuma karena diemin saudara sendiri. Dosa sama manusia itu berat banget.


4. Tasawuf itu ajarannya kalem dan sayang sesama

Gak bakal dekat sama Allah kalau hati masih penuh kebencian.


---


Hukumnya (biar gak salah langkah):


1. Haram mutus silaturahmi – termasuk dosa besar.

   Allah firman (artinya): “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (QS. Muhammad: 22)

2. Wajib nyambung silaturahmi, minimal salam atau nyapa.

3. Haram benci keluarga cuma karena miskin. Kemiskinan bukan aib.

4. Dosa nyakitin kerabat lebih berat daripada nyakitin orang lain biasa.


---


Dalil dari Al-Qur'an (artinya tetap asli):


· “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi.” (QS. An-Nisa: 1)

· “Orang-orang yang memutus apa yang diperintahkan Allah untuk disambung, mereka mendapat laknat.” (QS. Ar-Ra’d: 25)

· “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)


Dalil Hadis (artinya tetap asli):


· “Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (HR. Bukhari-Muslim)

· “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah silaturahmi.” (HR. Bukhari)

· “Rahim bergantung di Arsy dan berkata: siapa yang menyambungku maka Allah menyambungnya, dan siapa yang memutusku maka Allah memutusnya.” (HR. Muslim)


Hadis Qudsi:


“Aku adalah Ar-Rahman, Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilkan baginya nama dari nama-Ku. Barangsiapa menyambungnya maka Aku menyambungnya, dan barangsiapa memutuskannya maka Aku memutuskannya.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)


---


Hikmah Kekinian:


· Amal lahir kayak haji, sedekah, sholat rajin gak otomatis nyelametin kalau hati masih keras sama keluarga.

· Jangan pernah remehin orang miskin. Bisa jadi doanya lebih ampuh.

· Neraka bukan cuma buat pemuas maksiat berat. Kebencian, ego, mutus hubungan juga bisa nyeret ke sana.

· Yang paling penting: hati. Tasawuf itu bersihin iri, dengki, sombong, dan keras hati.


---


Aksi Nyata Biar Gak Jadi Kayak Amar:


· Chat atau telpon saudara yang udah lama gak disapa. Minimal kirim stiker salam.

· Bantu kerabat yang lagi susah. Sedekah ke keluarga dapat pahala double: sedekah + silaturahmi.

· Jangan gengsi punya keluarga miskin. Ajak makan, bantu diam-diam.

· Biasakan maafin walau keluarga pernah nyakitin.

· Doain keluarga setiap abis sholat. Dijamin hati adem.


---


Fenomena Zaman Now yang Mirip Kisah Amar:


· Saling blokir antar saudara.

· Rebutan warisan sampai musuhan.

· Bertahun-tahun gak saling sapa.

· Malu punya keluarga sederhana.

· Baik sama teman, tapi keluarganya sendiri diabaikan.


Ibadah rame-rame di sosmed, tapi keluarga di rumah kering kasih sayang. Ngeri kan?


---


Yuk Muhasabah Diri:


Tanyain ke diri sendiri:


· Ada saudara yang sengaja aku jauhin?

· Aku malu sama keluarga yang miskin?

· Aku keras sama keluarga tapi lembut sama orang lain?

· Ada yang lagi nunggu aku minta maaf?


Caranya: Duduk santai setelah Isya, inget nama-nama keluarga, renungin kesalahan, kalau hati terketuk, nangis dikit gapapa. Lalu niatin buat baikan.


---


Kehormatan vs Kehinaan


Di dunia:


· Mulia: rezeki berkah, hati tenang, dicintai orang.

· Hina: hidup sempit, hati keras, gelisah.


Di kubur:


· Mulia: kubur lega, dapat rahmat.

· Hina: kubur sesak, penyesalan abadi.


Di kiamat:


· Mulia: wajah bercahaya, hisab enteng.

· Hina: dipermalukan, dituntut keluarga.


Di akhirat:


· Mulia: masuk surga bareng keluarga saleh.

· Hina: terhalang dari surga.


---


Doa Biar Hati Lembut:


اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْوَاصِلِينَ لِلرَّحِمِ، وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا


“Ya Allah, satukan hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, jadikan kami termasuk orang-orang yang menyambung silaturahmi, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami kebencian kepada orang-orang beriman.”


---


Penutup Santai:


Semoga Allah bersihin hati kita dari kebencian, sombong, keras kepala, dan kebiasaan mutus silaturahmi. Semoga kita jadi hamba yang lembut, sayang sama keluarga, dan dicintai Allah. Aamiin.


---


Terima kasih banyak (Jazakumullahu khairan katsiran) buat semua yang baca buletin ini. Semoga setiap hurufnya jadi cahaya di dunia, penerang kubur, dan pemberat timbangan amal kebaikan.


آمين يا رب العالمين


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Semoga bermanfaat, ya.


— M. Djoko ekasanU —