Sabtu, 13 November 2010

Cara Menghilangkan Kutu Rambut

Cara Menghilangkan Kutu Rambut

October 26 2010 Masuk Kategori: Kesehatan Anak No Commented

“Mama, kepalaku gatal!”

Para ibu yang memiliki anak usia sekolah seringkali mendengar keluhan tersebut. Setelah diselidiki, penyebabnya umumnya adalah kutu rambut. Anak-anak biasanya mengeluhkan masalah kutu rambut pada usia taman kanak-kanak dan SD, tertulari oleh teman sekelasnya.

Kutu rambut adalah serangga pengisap darah. Berbeda dengan nyamuk, kutu rambut adalah parasit permanen yang menggantungkan hidupnya pada satu orang. Seekor kutu rambut betina sepanjang hidupnya meletakkan sekitar 140 telur. Telur-telur itu secara acak dilengketkan pada pangkal rambut. Pengembangan dari telur hingga dewasa memakan waktu sekitar tiga minggu. Bila semua telur menetas dan separuhnya (70 ekor) yang betina bertelur 140 buah, maka akan ada 9800 kutu rambut baru! Tak heran bila jumlah kutu rambut bisa meningkat sangat cepat.

Kutu rambut sering makan. Dalam sehari mereka bisa makan 6 sampai 12 kali. Rasa gatal dirasakan ketika kutu sedang makan. Garukan yang keras dapat menyebabkan infeksi sekunder di kulit kepala.

Kebanyakan telur, larva dan kutu rambut dewasa dapat ditemukan di daerah mahkota kepala (temporal dan oksipital). Bila kutu rambut berjumlah banyak, sebagian dapat menempel di bagian pinggir kepala. Kutu rambut tidak hanya bisa berada di kepala, tetapi juga pada kulit halus di telinga dan daerah leher.

Telur yang masih hidup berada di pangkal rambut, sedangkan selongsong telur dan telur mati dapat ditemukan pada jarak 2-3 cm dari akar rambut. Posisi telur di rambut dapat membantu menentukan durasi kejangkitan. Dengan tingkat pertumbuhan rambut rata-rata sekitar 0,5 mm per hari, dalam sebulan telur kutu akan berada sekitar 1-1,5 cm dari kulit.

Solusi kutu rambut

1. Metode manual

Metode yang paling banyak digunakan untuk menghilangkan kutu rambut dan telur-telurnya adalah metode manual dengan sisir (serit). Untuk meningkatkan efektivitasnya, Anda dapat membasahi rambut dengan air cuka hangat (asam asetat) berkadar 5-10% sebelum menyisir kutu. Larutan ini dapat meloloskan rekatan telur pada rambut sehingga menjadi mudah lepas.

2. Metode kimia

Metode manual memakan waktu dan Anda harus sering mengulanginya beberapa kali sampai kutu rambut menghilang. Pada anak kecil di bawah dua tahun, metode ini sulit diterapkan karena mereka cenderung sulit diam. Metode yang lebih cepat dan efektif untuk menghilangkan kutu rambut adalah metode kimia dengan pedikulisida (racun kutu rambut) berbentuk cairan, krim atau lotion yang dirancang khusus untuk membunuh kutu.

Persyaratan umum pedikulisida adalah keselamatan bagi tubuh manusia. Di Indonesia, persyaratannya sama dengan untuk obat-obatan lain yang langsung dikenakan pada kulit. Mereka harus berdaya racun rendah, tidak menimbulkan sensitisasi, resorpsi dan iritasi. Bahan aktif pedikulisida yang terutama adalah insektisida jenis piretroid (permetrin, d-fenotrin, alletrin dll). Insektisida ini merusak sistem saraf serangga. Kutu rambut tidak mati seketika oleh pemberian obat, namun beberapa saat kemudian. Karena telur kutu rambut terlindungi oleh cangkangnya, mereka sulit mati oleh pedikulisida. Saat ini tidak ada produk pedikulisida yang membunuh 100% telur kutu. Kutu-kutu rambut bisa kembali muncul setelah telur-telur yang bertahan menetas dan berkembang biak. Anda mungkin perlu mengulangi pemberian pedikulisida dalam 7-10 hari kemudian.

Anda dapat mengkombinasikan metode kimia dengan metode manual untuk menghilangkan kutu rambut berikut telur-telurnya. Bila Anda tidak menyukai metode kimia dengan pedikulisida karena takut efek negatifnya, Anda mungkin dapat menggunakan alternatif terapi secara alami.

Tips

  • Jangan menggunakan pedikulisida secara berlebihan dan jangan mencampur penggunaan lebih dari satu produk. Gunakanlah sesuai instruksi agar tidak menimbulkan efek negatif bagi diri Anda dan tidak membuat kutu rambut resisten.
  • Jangan berkeramas menggunakan pedikulisida dengan air hangat karena pori-pori kulit kepala yang mengembang oleh panas dapat menyerap zat racunnya sehingga berbahaya bagi Anda.
  • Setelah penggunaan pedikulisida lebih dari dua kali dan kutu rambut tidak hilang, Anda mungkin perlu mengganti dengan jenis lain yang lebih efektif. Jangan terus memaksakan penggunaannya.

image: source

Artikel Terkait:

  1. 4 Cara Menghilangkan Rambut/Bulu Ketiak
  2. 6 Metode Untuk Menghilangkan Rambut
  3. 5 Cara Alami Menghilangkan Ketombe
  4. Agar Rambut Tumbuh Lebih Cepat
  5. Ketiak Anda Hitam? Ketahui Sebab dan Cara Menghilangkannya

Penyebab Infertilitas Pria

15 Penyebab Infertilitas Pria

November 10 2009 Masuk Kategori: Kesehatan Pria No Commented

infertilitas pria

Definisi infertilitas menurut WHO adalah tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi secara teratur minimal 1-2 tahun. Menurut data demografis dunia, 12,5 % pasangan usia subur mengalami kesulitan mendapatkan anak.

Infertilitas terutama lebih banyak terjadi di kota-kota besar karena gaya hidup yang penuh stres, emosional dan kerja keras serta pola makan yang tidak seimbang. Infertilitas dapat terjadi dari sisi pria, wanita, kedua-duanya, maupun pasangan. Disebut infertilitas pasangan bila terjadi penolakan sperma suami oleh istri sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian antigen/antibodi pasangan tersebut.

Dari sisi pria, penyebab infertilitas yang paling umum terjadi adalah:

1. Bentuk dan gerakan sperma yang tidak sempurna

Sperma harus berbentuk sempurna serta dapat bergerak cepat dan akurat menuju ke telur agar dapat terjadi pembuahan. Bila bentuk dan struktur (morfologi) sperma tidak normal atau gerakannya (motilitas) tidak sempurna sperma tidak dapat mencapai atau menembus sel telur.

2. Konsentrasi sperma rendah

Konsentrasi sperma yang normal adalah 20 juta sperma/ml semen atau lebih. Bila 10 juta/ml atau kurang maka menujukkan konsentrasi yang rendah (kurang subur). Hitungan 40 juta sperma/ml atau lebih berarti sangat subur. Jarang sekali ada pria yang sama sekali tidak memproduksi sperma. Kurangnya konsentrasi sperma ini dapat disebabkan oleh testis yang kepanasan (misalnya karena selalu memakai celana ketat), terlalu sering berejakulasi (hiperseks), merokok, alkohol dan kelelahan.

3. Tidak ada semen

Semen adalah cairan yang mengantarkan sperma dari penis menuju vagina. Bila tidak ada semen maka sperma tidak terangkut (tidak ada ejakulasi). Kondisi ini biasanya disebabkan penyakit atau kecelakaan yang memengaruhi tulang belakang.

4. Varikosel (varicocele)

Varikosel adalah varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang berhubungan dengan testis. Sebagaimana diketahui, testis adalah tempat produksi dan penyimpanan sperma. Varises yang disebabkan kerusakan pada sistem katup pembuluh darah tersebut membuat pembuluh darah melebar dan mengumpulkan darah. Akibatnya, fungsi testis memproduksi dan menyalurkan sperma terganggu.

5. Testis tidak turun

Testis gagal turun adalah kelainan bawaan sejak lahir, terjadi saat salah satu atau kedua buah pelir tetap berada di perut dan tidak turun ke kantong scrotum. Karena suhu yang lebih tinggi dibandingkan suhu pada scrotum, produksi sperma mungkin terganggu.

6. Kekurangan hormon testosteron

Kekurangan hormon ini dapat mempengaruhi kemampuan testis dalam memproduksi sperma.

7. Kelainan genetik

Dalam kelainan genetik yang disebut sindroma Klinefelter, seorang pria memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y, bukannya satu X dan satu Y. Hal ini menyebabkan pertumbuhan abnormal pada testis sehingga sedikit atau sama sekali tidak memproduksi sperma.

8. Infeksi

Infeksi dapat memengaruhi motilitas sperma untuk sementara. Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore sering menyebabkan infertilitas karena menyebabkan skar yang memblokir jalannya sperma.

9. Masalah seksual

Masalah seksual dapat menyebabkan infertilitas, misalnya disfungsi ereksi, ejakulasi prematur, sakit saat berhubungan (disparunia). Demikian juga dengan penggunaan minyak atau pelumas tertentu yang bersifat toksik terhadap sperma.

10. Ejakulasi balik

Hal ini terjadi ketika semen yang dikeluarkan justru berbalik masuk ke kantung kemih, bukannya keluar melalui penis saat terjadi ejakulasi. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya, di antaranya adalah diabetes, pembedahan di kemih, prostat atau uretra, dan pengaruh obat-obatan tertentu.

11. Sumbatan di epididimis atau saluran ejakulasi

Beberapa pria terlahir dengan sumbatan di daerah testis yang berisi sperma (epididimis) atau saluran ejakulasi. Beberapa pria tidak memiliki pembuluh yang membawa sperma dari testis ke lubang penis.

12. Lubang kencing yang salah tempat (Hypo-epispadia)

Kelainan bawaan ini terjadi saat lubang kencing berada di bagian bawah penis. Bila tidak dioperasi maka sperma dapat kesulitan mencapai serviks.

13. Antibodi pembunuh sperma

Antibodi yang membunuh atau melemahkan sperma biasanya terjadi setelah pria menjalani vasektomi. Keberadaan antibodi ini menyulitkannya mendapatkan anak kembali saat vasektomi dicabut.

14. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis adalah penyakit bawaan yang menyebabkan masalah dalam sistem pernafasan dan pencernaan. Beberapa pria penderita penyakit ini tidak dapat mengeluarkan sperma dari testis mereka, meskipun sperma tersedia dalam jumlah yang cukup.

15. Kanker Testis

Kanker testis berpengaruh langsung terhadap kemampuan testis memproduksi dan menyimpan sperma. Penyakit ini paling sering terjadi pada pria usia 18 – 32 tahun.