JANGAN MABUK, NANTI "NYANGKUT" DI WAIL
...............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
.................
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.
Senin, 2 Nop. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari pesantren Darul Falah, nyantri bareng Ust. Maskuri, kupas tipis tipis kitab Daqoiqul Akhbar ( Karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi):
............
Bab 41 Keadaan Orang yang Meminum Arak (Khamer).
.....Kemudian mereka dikeluarkan setelah 1000 tahun, setelah itu langsung dimasukkan ke dalam neraka Wail, neraka Wail yaitu nama jurang neraka Jahannam, panasnya lebih sangat, dan dasarnya sangat jauh ke dalam. Didalamnya terdapat banyak rantai, ular-ular dan kalajengking. Mereka tetap berada di Wail kira-kira selama 1000 tahun.
Kemudian mereka menjerit-jerit: “Aduh…, Muhammad.” Lalu Nabi mendengar suara mereka, seraya berkata: “Ya Tuhanku, aku telah mendengar suara seseorang dari umatku.” Maka Allah Ta’ala berfirman: “Ini adalah suara orang yang minum arak waktu di dunianya, dan ia mati dalam keadaan mabuk. Maka ia dibangkitkan dipadang makhsyar dalam keadaan mabuk.” Lalu Nabi saw. berkata: “Ya Tuhanku, keluarkan dia dari neraka, dengan syafa ‘atku.” Akhirnya tidak ada yang tersisa satupun umat Muhammad dengan kekal didalam neraka.
........
1. Rahasia Hikmah (Intisari makrifatnya, Maksud hakekatnya, Tujuan Tarekahnya)
Kisah dalam teks tersebut bukan untuk menakuti-nakuti, tapi buat "ngeh" bahwa dosa itu punya konsekuensi panjang. Hikmah makrifatnya: arak itu simbol dari "mabuk dunia"—saat hati sudah tidak peka lagi sama Allah. Hakekatnya, neraka Wail yang digambarkan mengerikan itu adalah bentuk kasih sayang Allah yang "tegas" supaya kita sadar sebelum terlambat. Tujuan tarekahnya sederhana: bukan langsung jadi suci, tapi berhenti "mabuk" hal yang bikin jiwa kotor, lalu balik lagi ke jalur yang benar.
2. Nasehat
Ayat Qur'an (arti tetap):
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati shalat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan." (QS. An-Nisa: 43)
Hadis Shahih (arti tetap):
"Setiap minuman yang memabukkan itu haram." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis Qudsi (makna):
Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang salah di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang salah di malam hari bertaubat—sampai matahari terbit dari barat. (HR. Muslim)
3. Tasawuf, Muhasabah dan caranya
Dalam tasawuf, mabuk itu bukan cuma soal minuman keras. Mabuk bisa berarti lupa diri karena dunia, harta, atau gengsi. Muhasabahnya: coba tanya diri sendiri, "Apa yang bikin aku lupa sama Allah hari ini?" Caranya: Pertama, jujur sama kondisi hati. Kedua, tinggalkan satu kebiasaan buruk kecil yang bikin hati keras. Ketiga, jangan putus asa—karena dalam teks tadi, syafaat Nabi tetap jadi harapan terakhir. Tazkiyatun nufus itu proses, bukan hasil instan.
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #Muhasabah #JauhiKhamr #Taubat #TasawufPraktis
....................
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar:
Posting Komentar